
"Nanti aku ceritakan Kek... Sekarang Siyue harus pergi. Tian'ge ayo ..." kata Siyue sambil berdiri dan menggandeng tangan Raja Chu Tian Ji.
Tak berapa lama kedua orang itu hilang dari pandangan. Sedangkan yang di tinggalkan hanya bisa saling Pandang . Mereka tahu Siyue dan Raja pergi je Ruang Teratai. Tapi untuk apa...? Ada apa...? Kenapa Siyue terlihat sangat cemas dan khawatir...? Itulah yang ada di otak mereka yang ada di rumah Siyue .
Sedangkan Siyue sendiri segera berlari ke arah istana saat dia telah sampai di halaman Istana nya . Raja terlihat mengikuti Siyue di belakangnya. Para hewan Kontrak juga pengawalnya terlihat menyambut kedatangan Siyue di depan Istananya.
"Yue'er..jangan cemas..." ucap Raja yang berada di belakangnya .
"Apakah dia sudah siuman...?" tanya Siyue saat sudah berada di depan para hewan kontraknya , sambil berjalan cepat masuk kedalam istana.
"Dia mulai menggerakkan tangannya walaupun haya sebentar ..." . Ucap Xiao Tu . mereka masuk kedalam Istana. Saat sampai di dalam ruang Pengobatan, Mereka membiarkan Siyue dan Raja sendiri yang Masuk. Siyue segera memeriksa denyut nadi Sima Yuan.
"Gimana keadaan dia sekarang...?" tanya Raja.
"Dia dalam keadaan baik , mungkin sebentar lagi Dia akan Siuman...." ucap Siyue. Terlihat wajah cemas, gugup dan terlihat tegang membuat Raja mendekati sang Kekasih .
"Tenanglah... Hadapi dengan tenang....ada aku bersamamu..." ucap Raja sambil menggenggam erat tangan Siyue . terlihat anggukan kepala Siyue dengan pelan .
Dan benar saja, perlahan mata itu mulai mengerjab . Melihat itu Siyue terlihat cemas dia menatap Sima Yuan dengan gelisah . tak lama secara perlahan matanya terbuka . karena terkena silau cahaya dia kembali memejamkan matanya. Dan tak lama kembali terbuka dan tertutup kembali . Siyue hanya diam memperhatikan semua apa yang Sima Yuan lakukan. Tak berapa lama terlihat mata dari Sima Yuan kembali terbuka. Dan dia menatap sekilingnya. Terlihat di matanya ruangan berwarna putih yang penuh dengan peralatan seorang tabib atau dokter. Dan tak lama Dia melihat dua pria tampan berdiri di dekat Ranjangnya..terlihat salah satu pria itu matanya meneteskan air mata.
"Di mana ini...?siapa dua pria itu...?lalu kenapa dia menangis. Apakah aku sudah berada di kehidupan abadi. dan dua pria ini adalah penjaga di ruangan ini...? Atau mungkin mereka dua dewa. Tapi mengapa dia meneteskan air mata...? Bukankah jika masih ada emosi itu bertanda dia masih di alam nyata." batin Sima Yuan dalam kebingungan. Dia ingin bertanya tapi mulutnya serasa tak dapat di gerakkan.
"Kau masih tidak dapat menggunakan tubuhmu, beristirahatlah dengan tenang....kau masih hidup jika itu yang ingin kau tanyakan, dan kau berada di kediamanku..." ucap Siyue sambil mengusap air matanya .
"Terlihat ada senyum tipis di bibir pucat itu. Tapi sepertinya itu bukan suatu senyuman, tapi bibir yang tertarik sedikit .
"Karena kau sudah mulai siuman, sekarang istirahatnya sebentar. Aku akan membuatkan bubur halus untuk kau makan, kita akan membuat tenagamu kembali lagi..." ucap Siyue sambil tersenyum lembut.
"Yue'er....keluarlah, aku akan menjaganya..." ucap Raja kembut sambil mengusap kepala Siyue.
"Baik Tian'ge.. " jawab Siyue. Namun Sima Yuan kaget saat pria yang lebih tinggi memanggil pria tampan dan imut dengan sebutan Yue'er...siapa pria ini...? Tapi kenapa aku femiliar sekali dengan wajahnya. Dan kenapa perasaanku tiba-tiba sangat menyayanginya....siapa dia...?" ucap Hati Sima Yuan.
"Tidurlah... Saat anda mulai bisa berbicara, kita akan banyak berbincang, aku banyak pertanyaan untuk anda ..." ucap Siyue lembut. Dia membetulkan selimut di tubuh Sima Yuan . Saat Siyue mendekat dan berbicara, Sima Yuan merasakan debaran di dadanya. Entah kenapa ada perasaan sayang pada pria itu.
"Tian'ge aku keluar dulu.." ucap Siyue .
"Pergilah, aku akan menjaga dia..." jawab Chu Tian Ji.
Setelah itu terlihat Siyue keluar dari dalam kamar obat. Dia berjalan ke arah dapur. Setelah mengambil beberapa sayuran dan daging Ayam ,terlihat Siyue mulai sibuk membuat makanan . "Kau mau buat Apa Yue'er...." terlihat Feng Qui dan Tiger masuk kedapur, dan di belakangnya terlihat Liong Bay mengikutinya.
"Membuat bubur halus untuk Pasien..." jawab Siyue yang terlihat masih sibuk.
"Apakah kami perlu membatumu...?" tanya Feng Qui.
"Bantu aku untuk menghabiskan makanan ini nanti, dan tolong kalian bisa kan membantu menjaga dia selama aku keluar, sebab aku harus melaporkan kedatanganku pada Guru Yang Si . Tapi jika nanti terlalu malam sampai di Sekte, mungkin aku harus melapor pada guru besok pagi, Semoga kami tidak terlalu Malam sampai di Sekte Hingga bisa melapor saat ini juga...." kata Siyue .
"Jangan khawatir Yue'er...kami pasti menjaga dia. " kata Xiao Tu yang baru masuk bersama beruang Salju .
"Benar Putri...kami pasti menjaga dia dengan baik ...."ucap Liong Bay.
"Saat ini Ayah tidak akan bisa makan lebih dari satu mangkok kecil . jadi setiap lima jam, tolong bantu aku untuk memberikan makana. Padanya. juga minumkan air suci. Dengan cara seperti itu. . Tubuhnya akan cepat mendapatkan nutrisi dan pulih kesehatannya..." kata Siyue .
"Baik Yue'er..." jawab Xiao Tu dan beruqng salju hampir bersamaan.
"Tapi tolong sedikit hangatkan agar dia mudah mencerna..." kata Siyue lagi.
"Baik Yue'er.. " jawab mereka serempak. Siyue sengaja membuat bubur agak banyak, sebab dia tahu para pria di belakangnya ini pasti sudah berharap untuk menikmati bubur yang dia buat. Dan Dia juga membuat khusus bubur untuk sang Ayah. Yang dia campur dengan buah Bery Red. Tak berapa lama terlihat Siyue membawa makanan kedalam ruang Obat. Terlihat Sima Yuan sedang tidur dengan tenang . Perlahan Siyue masuk kedalam kamar. Merasakan langkah mendekat, Sima Yuan membuka matanya.
Melihat itu Siyue mendekat sambil membawa mangkok bubur .
"Maaf...anda harus makan walaupun sedikit, jangan khawatir, bubur ini lembut dan halus..!"ucap Siyue lembut. Raja mengambilkan tempat duduk untuk Siyue.
"Trimakasih Tian'ge..." ucap Siyue.
__ADS_1
Terlihat senyum lembut ada di bibir seksi Raja. Dia hanya mengusap kepala Siyue dengan sayang . Sedangkan Siyue segera menyuapkan perlahan bubur kemulut Sima Yuan . dan ternyata semangkok kecil bubur halus itu masuk dengan cepat ke mulut Sima Yuan. Melihat itu Siyue tersenyum.
"Bagus Ayah...jika kau seperti ini terus , kau akan cepat sembuh..." ucap Siyue sambil tersenyum. Mendengar Siyue mengucapkan kata Ayah terlihat wajah terkejut di wajah Sima Yuan. Dia menatap Siyue penuh dengan tanda tanya. Mulutnya bergerak - gerak seperti ingin berkata . Melihat itu Siyue tersenyum.
"Aah...maaf ayah...aku lupa perkenalkan diri , aku anak gadismu yang kau buang atau kau titipkan pada keluarga Kakek Si yang ada di alam bawah..." ucap Siyue.
Mendengar ucapan Siyue kembali terlibat wajah kaget dan heran di wajah tampan Sima Yuan. Dia menatap Siyue bagai tak percaya. Melihat itu Siyue kembali berucap.
"Ya ampun...aku lupa ayah...bukankah kau telah menyuruh Kakek Si untuk memakaikan Cincin samaran saat aku menginjak umur 14 tahun. Apakah Ayah lupa...Dan ini aku yang sebenarnya.." ucap Siyue sambil membuka Cincin penyamarannya...kini secara otomatis, berdiri seorang gadis cantik di depan Sima Yuan dan Raja , gadis yang teramat cantik, anggun dan berwibawah. Gadis yang hampir mirip dengan wajah sang istri. Walaupun gadis ini terlihat sangat cantik dan lebih cantik dari pada sang istri . Terlihat mulut Sima Tuan berusaha berbicara. Tapi tubuhnya yang masih lemah membuat hanya Mulut nya yang bergerak lemah .
"Ayah.. tidak usah berbicara...Ayah masih belum bisa, . Cepatlah pulih kembali, kita akan berbincang banyak nanti dan tolong jangan menangis Ayah... kesehatanmu lebih penting. Aku tahu kau ingin menjelaskan padaku. Kenapa kau membuangku tepatnya kau titipkan aku pada keluarga lain, untunglah mereka selalu menyayangiku lebih dari apapun .. " Terlihat air mata deras keluar dari mata Sima Yuan.ketika mendengar ucapan Siyue .
"Sudah Ayah...jangan menangis lagi, walaupun aku masih kecewa pada Ayah , Tapi aku juga bersyukur bisa menemukan Ayah . sekarang . Maka itu Ayah harus cepat sembuh dan menjelaskan padaku ...." ucap Siyue sambil tersenyum tulus. Sedangkan Sima Yuan terlihat masih mengeluarkan air matanya. Apalagi saat tangan lentik milik sang putri mengusap lembut pipinya.
"Oh ya Ayah...apakah Ayah mengenal dia...?" tanya Siyue sambil menarik Raja Chu tian Ji ke dekatnya. Siyue dapat melihat wajah kebingungan Sima Yuan.
"Ternyata Ayah tidak kenal....Dia Raja Ayah... dia Raja Chu Tian Ji putra dari Raja Sang Bo..." ucap Siyue memperkenalkan Chu Tian Ji pada Sima Yuan . Ada kekagetan di tatapan mata Sima Yuan .
"Salam Ayah..." ucap Raja sambil menunduk memberi hormat.
Terlihat Sima Yan Menatap Siyue san Raja bergantian.
"Dia kekasih Siyue Ayah..." kata Siyue yang mengerti maksud dari tatapan Sima Yuan . Terlihat Sima Yuan menatap mereka berdua bergantian. Melihat itu, Siyue berkata .
" Maaf Ayah...kalau ayah mau marah pada Siyue dan Raja, Ayah harus lekas sembuh..." ucap Siyue sambil tersenyum. Siyue membersihkan Mulut sang Ayah yang baru makan. Merasa kan kelembutan Siyue. terlihat Sima Yuan menatap sang putri dengan. haru .
Setelah selesai memberi makan sang Ayah, Siyue segera memberi pil Ramuan yang telah dia buat beberapa hari yang lalu, serta meminumkam air Jiwa . setelah selesai , dia menyuruh Sang ayah untuk kembali tidur .
"Ayah tidurlah kembali, sementara ini aku harus pergi, Ayah di sini bersama beberapa sahabatku, mereka akan merawat Ayah dengan baik, sesekali aku akan datang menjenguk Ayah, jadi maafkan Siyue Ayah, Siyue harus melapor pada guru atas kembalinya Siyue di Sekte. Oh ya Ayah, Siyue hampir lupa, Siyue dan Tian'ge merupakan murid dari guru Yang Si..." kata Siyue sambil tersenyum . mendengar ucapan Siyue tiba tiba terdengar ucapan lembut Sima Yuan.
"ka..kau mu..murid guru ju..ga..?' ucapnya terbatah - batah .
"Ayah...kau bisa bicara....!" seru Siyue bahagia. Terlihat senyuman kaku di wajah tampan Sima Yuan .
"Jangan di paksa Ayah...lebih baik Ayah beristirahat, biar kekuatan Ayah pulih kembali. Kata Guru Yun Jin , Ayah sudah lama dalam keadaan koma . jadi wajar saja kalau tubuh ayah masih belum bisa di gerakkan, karena itu Ayah harus sabar ya... Sekarang Siyue pergi dulu. Jangan takut ini ruang Teratai Siyue . jadi tidak akan ada yang akan mengganggu Ayah. Dan di sini ada banyak hewan kontrak Siyue yang akan menjaga Ayah. Baiklah akan kupanggilkan mereka..."ucap Siyue. Siyue segera memanggil para hewan kontraknya dan hewan pengawalnya. Mereka satu- persatu menyapa Sima Yuan. Melihat semua itu, Sima Yuan hanya bisa bengong dan menatap mereka dengan tatapan tak percaya.
Setelah memperkenalkan mereka, Siyue segera berpamitan pada sang Ayah. Dia tak luoa memberi pesan untuk menjaga sang Ayah pada hewan kontraknya, Namun sebelum dia pergi, Siyue mengajak para hewan kontraknya dan Raja untuk makan bubur yang tadi dia buat . Setelah itu Siyue segera keluar dari ruang Teratai. Namun Liong memaksa untuk ikut. Dan akhirnya Siyue mengijinkan . Dia berubah menjadi kecil dan melingkar di pergelangan tangan kiri Siyue. Juga Ivy yang berubah menjadi kalung giok Siyue kembali. Tak ketinggalan Tiger dan Feng Qui .
Melihat semua mahluk kontrak Siyue keluar, Siyue bertanya pada mereka.
"Ada apa kalian tiba- tiba ingin keluar bersama - sama...?" tanya Siyue dengan wajah heran.
"Kami merasakan akan ada sesuatu yang terjadi Yue'er...." jawab Tiger. "Sesuatu apa...? Jangan katakan kalau ini hanya alasan kalian yang hanya ingin bermanja pada Yue'er " kata Raja dengan kesal .
"Maaf yang Mulia... sepertinya kejadian itu terjadi pada yang Mulia. Sebaiknya yang Mulia jangan jauh-jauh dari Yue'er...." ucap Feng Qui. mendengar ucapan Feng Qui, terlihat Raja gembira.
"Apa maksudmu Qui...." tanya Siyue.
"Akan kukatan setelah aku memastikannya terlebih dahuku Yue'er... Dan kita akan mencari jalan mencegah masalah itu terjadi ...." jawab Feng Qui .
"Baguslah, kalau begitu ayo kita pergi..." ucap Siyue.
Mereka segera keluar dari ruang teratai. Dan saat mereka tiba di alam nyata, mereka berada di halaman rumah Siyue. Ternyata mereka semua masih menunggu Siyue kembali.
Ketika mereka melihat kedatangan Siyue, mereka segera menyambutnya .
"Yue'er...ada apa...?" Tanya Kakek setelah memeluk Siyue.
"Kek....Siyue telah menemukan Ayah...." ucap Siyue pelan.
"Apaa...kau telah bertemu dengan Ayahmu, apakah itu Dewa penolong kami...?" kata Kakek sambil menatap Siyue tak percaya.
"Siyue belum tahu kek...sebab Ayah baru Siuman dari konanya. Dia masih belum bisa bergerak ataupun berbicara ..." Jawab Siyue. Mendengar perkataan Siyue , Kakek Si terlihat terkejut dan Cemas.
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan baru bangun dari koma.." kata Kakek Si.
"Selama delapan belas tahun ini, Ayah terluka parah, dia dalam keadaan koma karena Racun jahat. Dan dia baru di sembuhkan oleh Siyue Kek... Jadi Siyue masih menaruh Ayah di ruang Teratai. Beliau masih belum bisa berbicara..." jawab Siyue .
"Nak...boleh kakek bertemu dengan beliau...?" tanya Kakek Si.
"Maaf Kek... Jika Kakek berada di sanapun kakek tidak bisa bertemu dengan beliau, beliau masih dalam perawatan. Tunggu saja sampai dia sembuh ya kek...nanti Siyue akan membawa Ayah kemari...." jawab Siyue.
"Baiklah Nak...tapi kau harus,menepati janjimu..." ucap Kakek Si.
"Tentu Saja kek...mana pernah Siyue berbohong pada Kakek. Andai Siyue tidak sedang sibuk, pasti Siyue akan membawa Kakek kesana..." ucap Siyue lagi.
"Kau memang Cucu terbaik Kakek..." kata Kakek Si.
Siyue dan Raja segera berpamitan, Mereka berdua segera pergi kembali ke Sekte. Karena hari belum terlalu malam dan Sekte tidak terlalu jauh dari rumah Siyue,
Siyue dan Raja memilih untuk kembali dengan berjalan Kaki. Dengan menggandeng tangan Siyue Raja yang masih memakai topeng , berjalan cepat menuju Sekte Tapak Darah. Ketika sampai di sana, penjaga gerbang yang mengenali Siyue segera membuka pintu gerbang. Karena hari belum terlaku malam, mereka memilih melapor pada Guru Yang Si , tentang kedatangan mereka kembali ke Sekte. Saat mereka memasuki gerbang, terlihat para Siswa yang masih berada di luar kediaman mereka. Menatap Siyue yang berjalan dengan seorang pria bertopeng . mereka menyapa dengan ramah. Siyue menjawab sapaan itu dengan senyuman. Mereka berdua berjalan menuju tempat Guru Yang Si. Saat mereka melewati aula pertemuan, tanpa sengaja mereka berdua bertemu dengan Putri Lusia yang sedang berjalan bersama para temannya. Dan saat mereka melihat Siyue yang sedang berjalan bersama Pria bertopeng, terlihat cemohan di. lontarkan oleh Putri Lusia.
"Dasar pria miskin , sekarang kau berjalan dengan pria lain lagi, tidak tahun malu... kenapa tidak sejak dulu saja kau menjauh dari sang Raja . Ck..Dasar tidak tahu malu... Pasti Raja telah melihat kebusukanmu . ha ha ha dasar oria bodoh...seharusnya kau berfikir dulu kalau mau mendekati Rajaku, tampang Sich boleh juga, tapi sayang Miskin dan Bodoh...!" serunya nyaring.
Mendengar ucapan Lusia , Raja terlihat marah. Dia ingin berjalan untuk memberi pelajaran pada gadis itu. Untunglah Siyue segera memegang tangannya . Para wanita yang bersama Lusia sepertinya tidak senang melihat Putri Lusia menghina Siyue. Sebab mereka tahu kalau Raja sangat dekat dengan Siyue. Apalagi sifat Situe yang baik sudah tersebar di Sekre . Dan mereka juga tahu kalau Siyue merid kesayangan Guru Yang Si.
" Putri... Jangan berbicara seperti itu. Jika guru besar Yang Si mendengar ucapanmu , kita akan mendapatkan masalah..." ucap seorang gadis yang berada di antara mereka.
"Cih...kalian takut pada pria miskin itu...?!" seru putri Lusia marah .
"Maaf Putri...kami tidak ingin memiliki masalah dengan Siyue. Dan kami tahu kalau pria itu baik hati..." ucap salah satu dari mereka , gadis yang tadi berbicara segera pergi meninggalkan tempat itu. Di ikuti yang lainnya .
Sedangkan Siyue dan Raja melanjutkan perjalanannya. Sebab mereka sempat berhenti saat Putri Lusia sengaja berdiri di depan mereka. Sambil menggandeng tangan Raja, Siyue melangkah pergi. Kalau tidak seperti itu, takutnya Raja tiba- tiba menyerang Lusia.
"Hey kau jangan pergi....!" seru Putri Lusia marah. Namun Siyue dan Raja Chu Tian Ji. tidak memperdulikannya. Apalagi Raja yang terlanjur bahagia merasakan gengaman tangan Siyue di lengannya .
"Yue'er...aku akan mengikuti wanita itu..." kata Feng Qui .
"Pergilah...hati- hati...." kata Siyue .
"Baik Yue'er...." Feng Qui segera terbang meninggalkan Siyue dan yang lain .
Sedangkan Siyue dan Raja , meneruskan langakahnya menyju rumah tinggal guru besar Yang Si . Ketika sampai di tempat guru Yang Si. Untunglah beliau ada di rumah. Siyue dan Raja segera menemui guru Yang Si.
"Salam guru...." ucap mereka bersamaan.
"Kalian sudah datang.. ?" tanya guru Yang Si sambil menatap mereka dengan bahagia.
"Benar guru...maaf murid pergi tampa berpamitan pada guru..." ucap Siyue meminta maaf pada guru Yang Si.
"Tidak masalah nak...guru San We telah memintakan ijin padaku. Lalu apakah kau bertemu dengan pria bengal itu...?" tanya guru Yang Si menat penuh tanya para Siyue .
"Maksud guru...?" tanya Siyue tak mengerti.
"Sima Yuan adalah muridku...dia Kakak seniormu..." ucap Guru Yang Si . Tentu saja ucapan guru Yang Si membuat Siyue kaget.
"Maksud guru Ayah Sima Yuan juga murid Guru...?" tanya Siyue tak percaya. Mendengar ucapan Siyue yang menyebut Sima Yuan Ayah , sempat membuat Guru Yang Si kaget. Namun tak berapa lama terlihat guru Yang Si tertawa.
"Ternyata memang benar kau adalah putri dari anak bengal itu.... Sejak pertama kali aku bertemu denganmu Yue'er....aku sudah curiga kalau kau putri dari dia. Dan kenyataannya kau memang benar putri dia... Lalu di mana dia sekarang....?" tanya guru Yang Si.
"Selama delapan belas tahun ini, Ayah terluka sangat berat guru....Ayah , terkena racun ganas yang sulit di obati untunglah guru Yun Jin bisa membuat Ayah bertahan. Dan Siyue bisa menyembuhkan Ayah. Kini tinggal membuat tubuh Ayah kuat kembali dan bisa bergerak dan berbicara seperti dulu lagi....tapi maaf guru...Siyue tidak bisa membawa guru keoada Ayah ... Tapi Siyue janji, saat Ayah sudah sehat kembali , Siyue akan membawa Ayah menghadap guru...." janji Siyue.
Maaf...udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan luoa like, vote San komennya aku tunggu.
Bersambung
__ADS_1