DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MENCARI RUMAH.


__ADS_3

" Ee..maaf Kek jika tebakan Siyue nanti salah sebab Siyue berfikir Mana ada seorang Ibu yang baik membiarkan Putrinya mengejar kakak se Ayah , malahan dia berniat ingin menjodohkan putrinya dengan pria itu . Semua itu terjadi pasti karena si ibu tahu kalau putrinya .bukan saudara se Ayah .." kata Siyue .


"Ck, CK, ck...kenapa kau begitu cerdas Yue'er..." ucap Kaisar dengan wajah bangga.


"Siyue tidak cerdas Kek.. tapi Siyue melihat kalau perbuatan Selir Chunly tidak wajar... " ucap Siyue merendah.


"Kau gadis yang baik, walau kau sudah terlihat begitu pandai, namun sikapmu selaku merendah dan tidak sombong. Siapa yang mendidik gadis sepertimu , Hingga menjadi gadis baik hati Nak...?" ucap Kakek dengan wajah haru. dia mendekat dan membelai kepala Siyue dengan sayang.


"Sejak kecil Siyue hidup bersama Kakek Si dan Ayah dan Ibu angkat serta ketiga Kakak angkat Siyue . Mereka sangat mencintai Siyue, dan memanjakan Siyue . Dan saat Siyue berumur sepuluh tahun , Ayah dan Ibu angkat meninggal dalam suatu kecelakaan. ....namun dua tahun yang lalu , Kakek di bawa ke alam tengah oleh keluarganya. Akhirnya Siyue mencari keberadaan Kakek . dan pada saat itulah Siyue baru tahu kalau Siyue bukan cucu kandung Kakek, dan kedua orang tua serta ketiga Kakak bukan keluarga Siyue. Namun kasih sayang mereka telah membuat Siyue seperti sekarang ini. Jadi bagaimanapun juga mereka adalah keluarga Siyue yang sesungguhnya. Kini Siyue mencari keluarga Siyue bukan untuk kembali kepada mereka atau ingn menjadi keluarga mereka, tapi Siyue hanya ingin bertanya kenapa Siyue harus di buang dan Kenapa Siyue harus menyamar itu saja Kek..." jawab Siyue dengan wajah tegar. Tanpa ada emosi dan kesedihan. Sudah cukup kesedihan di masa lalu saat dia tinggal di dunia Modern menjadi pelajaran buatnya .telah membuat dia kuat dan tegar. Dan sekarang , saat dia tinggal Di Dunia Kuno ini, Dia tidak akan pernah meninggalkan kerabat dan keluarga yang mencintainya.


"Sudah, sudah jangan bersedih lagi, Kini ada juga Kakek yang akan menyayangimu setulus Kakekmu itu. Kapan-kapan kau harus membawa Kakek menemui Kakekmu itu..." kata Kaisar Tua dengan haru.


" Pasti Kek... " jawab Siyue.


" Oh ya Tian'ge...setelah makan bolehkan aku keluar untuk melihat keadaan kota ini dan juga Sekte, ..." ucao Siyue meminta ijin.


"Lo...kau akan pergi kesana sekarang...?" tanya Raja dengan raut wajah kaget.


"tidak, tidak aku tidak akan masuk, aku tahu aku masih mempunyai tanggung jawab pada penyakit Kakek...." ucap Siyue saat melihat Raja ingin mengatakan sesuatu saat dia mengatakan soal Sekte.


"Tapi hari ini aku belum bisa Yue'er. Sebab aku ada masalah di kerajaan.. " ucap Raja .


"Nggak masalah... Aku bisa jalan sendiri...sebab hari ini kalau bisa aku akan mencari tempat tinggal untuk keluargaku..." lanjut Siyue lagi.


Terlihat Raja terdiam sejenak , dan tak lama dia berkata.


"Baiklah biar nanti Ye Xie dan Ye Gu menemanimu..." ucap Raja.


"Tidak perlu yang Mulia, Siyue bisa jalan sendiri..." ucap Siyue cepat- cepat.


" Di temani atau aku tidak mengijinkan kau pergi, ....karena aku takut akan terjadi sesuatu padamu...." ucap Raja dengan tegas.


"Ya Dewa....belum juga jadi bini sudah seketat ini..." batin Siyue.


"Ikuti saja maunya nak...Kakek juga takut jika kau pergi sendiri..." ucap Kakek Kaisar. Akhirnya Siyue mengalah saat dua orang NIMER SATU Di Kerajaan Darga berbicara . Maka itu adalah perintah yang tidak bisa di tolak.


"Baiklah Siyue akan pergi bersama Ye Xie dan Ye Gu..." jawab Siyue.


" Nach gitu dong...sebenarnya aku tidak rela kau pergi..tapi apa boleh buat, mana mungkin aku menghalangimu..."ucap Raja sambil memeluk Siyue tanpa malu pada sang Kakek. Tentu saja membuat Siyue malu. Tapi saat mau melepas pelukan Raja. Siyue melihat wajah Raja terlihat Sedih .


"Ada apa yang Mulia....? Kenapa dengan wajahmu..?" kata Siyue yang akhirnya berkata lembut.


"Aku tak ingin jauh darimu...' jawab Raja dengan manja.


"Ya puuun...aku fikir dia kenapa -napa..."gerutu Siyue dalam hati.


"Siyue hanya sebentar saja kok..." ucap Siyue.


"Baiklah....tapi ingat hati- hati...aku tidak ingin kau sampai terluka . dan kereka berdua mulai sekarang menjadi pengawalmu ..." ucap Raja.


"Tunggu Tian'ge....bukankah hamba dua hari lagi berangkat ke Sekte , dan otomatis aku tidak membutuhkan pengawal, bagaimana bisa aku membawa mereka ke Sekte..." ucap Siyue protes .


"Tidak ada penolakan aku rasa Sekte akan menyadari kenapa kau harus di jaga..." ucap Raja dengan tersenyum misterius.


"maksud gege...?" tanya Siyue tak mengerti .


"Sudah ayo kita majan dulu...ucap Raja sambil menggandeng Siyue.


"Sebentar gege ... bukanya mereka pengawalmu, jika mereka bersamaku, mereka akan merasa lebih kecewa ...dari oengawal se orang Raja, sekarang menjadi pengawal rakyat biasa kasihan mereka....!" ucap Siyue yang takut Ye Xie dan YE Gu kecewa.


"Siapa bikang mereka kecewa...mereka sendiri yang meminta menjadi pengawalmu saat aku akan mencari pengawal pribadi untukmu..." ucap Raja membuat Siyue kaget.


"Mereka sendiri yang meminta...?" tanya Siyue heran.


"Hmm ..." angguk Raja.


Akhirnya Siyue mau menjadikan Ye Xie dan Ye Gu menjadi pengawalnya. Dan Akhirnya mereka makan di istana Kakek Kaisar Tua. Setelah selesai makan dan meminumkan obat untuk Kakek Kasar tua. Siyue bersama Ye Xie dan Ye Gu segera keluar dari istana.kaisar tua.


"Gadis yang tak terpengaruh kekayaan dan harta..." gumam Kakek Kaisar .


"Bagaimana dia akan terpengaruh dengan harta Kek...kekayaannya di Istana Teratai kita tahu itu..." ucap Raja dengan wajah bahagia.

__ADS_1


"Kalau Dia gadis Phoenix asli lalu siapa Lin Yun itu....?untung saja kau tidak mau di jodohkan dengan. wanita itu. Walaupun kita tahu kalau gadis Darah Phoenix adalah jodohmu..." ucap Kaisar tua.


"Ternyata jawabannya ada pada saat ini Kek..." kata Raja lagi."Apa....?" ucapnya. Kakek dengan wajah heran.


"Dia bukan pemilik darah Phoenix asli...entah bagaiaman Dia mendapatkan darah Phoenix itu.. " ucap Raja dengan wajah dingin.


"Semua itu akan terjawab Saat penobatan Ratu klan Phoenix. .." ucap Kakek Kaisar.


"Maksud Kakek...?" tanya Raja


heran .


"Setahun Yang lalu, Kakek Menerima undangan untuk menghadiri penobatan Ratu Klan Phoenix .mereka akan menobatkan Lin Yun sebagai Ratu mereka..." ucap Kakek lagi.


"Kita tahu Lin Yun palsu lalu gimana ini Kek...?" kata Raja dengan wajah kaget.


"Jangan khawatir Yang Mulia...dalam legenda, Mahkota Phoenix bisa merasakan darah Phoenix tang Asli dan palsu. Saat penobatan itu kita bawa saja Siyue. Mahkota Phoenix akan menyadari gadis darah Phoenix yang Asli. ..." kata kasar dengan tenang .


"Kakek kok bisa tahu semuanya." tanya Raja dengan heran.


"Ada beberapa orang yang tahu masalah ini . Guru besar Yang Si, Kakek, Perdana Mentri Sang Baiki dan juga Ayahmu Sendiri ..." jawab Kakek Kaisar. "Lalu kok bisa Tian Ji merupakan jodoh dari gadis darah Phoenix...?" tanya Raja kembali. "


"Saat kau lahir...di kening mu terlihat gambar bunga teratai putih dengan samar. Namun itu cuma sebentar. Dan orang pun tahu kalau itu pertanda kalau jodohmu si gadis darah Phoenix..." ucap Kasar panjang kali lebar


"Sudah pergila ke istana , Segera selesaikan tugasmu, apakah kau tidak ingin menyusul Kekasihmu....? Aku akan segera beristirahat..." ucap Kakek Kaisar sambil membetukkan bantal lalu tidur. Sedangkan Kasar sendiri segera keluar dan berjalan ke istananya. Dia ingin cepat-cepat menyelesaikan. tugasnya. Dan segera menyusul Siyue.


Sedangkan Siyue Sendiri telah berajalan bersama kedua pengawal barunya. Siyue segera mengeluarkan kudanya dan dua kuda milik sahabatnya untuk di tunggangi kedua pengawalnya. Mereka berjalan di jalanan kota Kerajaan Darga. wajah Siyue yang putih dan tampan serta kedua pengawalnya yang terlihat juga tampan dan gagah , terlihat menjadi pusat perhatian di setiap jalan yang mereka lalui banyak para gadis ataupun ibu-ibu yang berhenti hanya sekedar menatap wajah Siyue tang terlihat sangat menawan. Mereka memggumamkan ucapan kwkaguman pada wajah tampan itu..


."Ya ampuun...tampan sekali pria itu...begitu tampannya dia hingga terlihat wajah cantik para gadis, kalah dengan kecantikan wajah itu. ...kata salah satu pejalan kaki . Dan banyak lagibseruan kekaguman dari mulut para gadis tang berpapasan dengan Siyue.


Ye Xie dab Ye Gu terlihat tersenyum melihat betapa pesona sang putri mampuh membuat penduduk kota Kerajaan Darga berhenti bekerja hanya karena ingin melihat ketampanan Siyue .


Ye Xie san Ye Gu hanya bisa geleng kepala melihat tingkah para wanita yang mereka lewati. Ye Xie , Ye Gu... antar aku ke Sekte tapak Dewa..."ucap Siyue.


"Yanh Mulia akan pergi ke Sekte...Bukankah masih dua hari lagi putri akan kesana...?" kata Ye Xie .


"Benar Putri...bukankah .masih dua hari lagi kita kesana...?" kata Ye Gu menimpali perkataan Dari Ye Xie .


" Rumah...?" kata Ye Xie sambil menjalankan kudanya di belakang Siyue . dia mendekat sang Putri.


"Benar...keluargaku akan datang. Mereka sahabat dan Kakaku ingin masuk ke Sekte tapak Dewa. Karena itu aku ingin mencari rumah yang dekat dengan Sekre. Agar kami muda pulang menjenguk Kakek Si dan Kakek Fang Bo..." kata Siyue dengan wajah tenang.


"Jadi mereka akan datang ke kota ini Putri...?" tanya Ye Gu.


" iya... Sebab mereka tidak bisa jauh dariku. " ucap Siyue .


"Kebetulan Putri... Hamba memiliki sahabat yang bagai saudara di depan Sekte Tapak Dewa, Coba kita tanyakan saja pada Dia..." kata Ye Xie.


"Bagus...kalau begitu. Ayo kita kesana ..."ajak Siyue .


"Mari Putri...." ucap Ye Xie . mereka segera memacu kuda mereka menuju Sekte tapak Dewa . Perjalanan mereka Hanya membutuhkan waktu tak sampai satu jam . mereka telah sampai di depan gerbang tempat Sekte Dewa berada. Ye Xie mengajak Siyue dan Ye Gu untuk datang ke tempat sang sahabat. Ternyata tempat sahabat Ye Xie memiliki sebuah toko yang menjual tanaman obat .


"Temanmu pemilik toko ini ...?" tanya Siyue.


"Toko ini milik keluarganya...tapi sekarang dialah pengelolahnya. .." kata Ye Xie.


"Apakah Dia menjual pil obat juga..?" tanya Siyue. otak bisnis Siyue kambuh lagi 😂 .


"Sepertinya dia juga menjual , Putri..." ucap Ye Xie.


"Kalau begitu ayo kita menemui dia.." kata Siyue sambil berjalan masuk kedalam toko obat. Sesampainya di dalam , Ye Xie meminta ijin untuk mencari sang sahabat .


"Putri...hambar akan mencari sahabat hamba dulu, putri bisa melihat isi toko ini..." kara Ye Xie dengan hormat.


"Pergilah...biarkan aku bersama Ye Gu di sini..." kata Siyue sambil berjalan kearah rak tanaman obat. Siyue berjalan bersama Ye Gu . ketika meteka sedang asyik melihat beberapa tanaman obat, seorang pria muda mendatangi mereka.


" Apakah ada yang bisa kami bantu tuan muda...?" kata pria itu dengan sopan.


" Aah tidak...kami hanya ingin melihat tanaman obat yang ada di sini. Mungkin jika ada yang kami cari , Kami bisa membelinya nanti..." jawa. Siyue.


"Kalau begitu Silahkan kalian melihatnya. Jika ada pertanyaan panggil saja saya. Nama saya Ansa..." ucap Pria muda itu.

__ADS_1


"Trimakasih ..kalau nanti aku membutuhkan sesuatu , pasti aku akan memanggilmu..." jawab Siyue. Akhirnya pria muda itu segera pergi meninggalkan Siyue. . Siyue kembali melihat isi rak tanaman obat. Namun rak berapa lama Ye Xie datang bersama temannya.


"Tuan muda..ini teman hamba namanya Huozan...." ucap Ye Xie .


"salam sejahtera tuan Muda..Selamat datang di toko kami..." ucap Pria teman Ye Xie.


" Trimakasih..Ini toko mu..?" tanya Siyue.


"Benar tuan muda. ..tapi maaf masih banyak kekuarang pada toko kami...." ucap Pria itu merendah.


"Jangan merendah... tokomu aku fikir cukup lengkap...tapi jika aku menitipkan tanaman obat padamu, ataupun ramuan obat, apakah kau mau menjualka nya untukku...?" tanya Siyue ramah. Mendengar ucapan Siyue. Pria itu terlihat kaget , dia menatap pada sahabatnya Ye Xie. Dan Ye Xie serta Ye Gu pun terlihat kaget namun mereka kembali tenang . saat melihat Huozan menatap padanya , Dia segera menganggukkan kepalanya .


"Tentu, tentu tuan muda...hamba senang sekali kalau tuan mau menitipkkan barang tuan pada Kami...." ucap Pria yang bernama Huozan itu .,


"Tapi sebelum itu, boleh aku minta tolong...?" tanya Siyue.


"Boleh tuan ." ucap pria itu dengan cepat.


"Di sini apa ada tanah yang cukup lebar untuk sebuah rumah, lebih baik lagi kalau ada rumahnya..." ucap Siyue.


"Putri mencari tempat tinggal...?" tanya Huozen.


"Iya..." jawab Siyue.


"Kebetulan tuan muda..kerabat hamba ada yang akan menjual rumah dan tanahnya karena dia akan pinda kekota lain , mengikuti keluarga dari sang suami, kalau tuan Muda berkenan hamba bisa mengantar tuan muda melihat tempatnya...tempatnya tidak terlalu jauh dari sini tuan muda;" ucap Pria itu dengan Sopan.


Bagaimana tidak Sopan kalau dia tadi sudah di beritahukan oleh Ye Xie kalau pria tampan dan sangat menawan ini sebenarnya seorang wanita yang menyamar, dan dia sudah di tekankan agar merahasiakan ini. Dan wanita itu adakah calon dari Raja mereka. Mendengar ucapan Ye Xie, Huozan sangat kaget. Dia bagai tak percaya kalau pria tampan di depan mereka adalah seorang wanita cantik. Sebab bentuk tubuh pria itu sangat sempurna seperti seorang pria muda tampan dan lembut. Tipe pria yang sangat di sukai para gadis. Dan kini pria itu ada di depannya dengan senyum menawan , Huozen baru percaya kalau pria di depannya memang seorang gadis. Wajah tampan itu jika di lihat sejarah detil memang wajah seorang wanita muda. Wajah yang begitu cantik terlihat si wajah tampan Siyue.


"Bagaimana kalau wajah tampan ini berubah menjadi wajah wanita muda. Aku tak bisa membayangkan kecantikannya..." ucap Huazen dalam hati.


"Baiklah aku akan melihat rumah itu , kalau memang sesuai maka kita langsung membelinya , bagaimana kita berangkat sekarang...?" terdengar suara Siyue menyadarkan Huozen dari lamunannya.


"Mari tuan muda..." ucap Huozan sambil berdiri dari duduknya di ikuti Siyue dan kedua pengawalnya. Karena tempat yang di tuju tidak terlalu jauh, mereka memilih untuk berjalan kaki. Dan kuda mereka titipkan di tempat Huozan . Saat melihat kuda milik Siyue dan pengawalnya, Huozan berseru kagum.


"Ya ampuuun gagah dan kuat. ... Kalian beli di mana kuda - kuda ini..." serunya sambil menatap kuda milik Siyue dan pengawalnya.


"Kuda ini Milik Tuan muda Siyue ...."jawab Ye Xie.


" indah sekali..andai tuan muda mau menjuaknya , hamba mau membelinya dengan harga berapapun tuan muda..." ucap Huozan.


"Huozan...kau ngomong apa...!" seru Ye Xie kaget mendengar ucapan Huozan. Karena bertanya seperti itu pada seorang calon penguasa merupakan sebuah ucapan tabuh.


"Bukan, bukan begitu Ye Xie... Aku...aku sangat menyukai kuda tuan muda..." ucap Huozan dengan wajah ketakutan.


"Tidak apa- apa Ye Xie... Itu wajar kok... Siapapun akan menyukai kuda kami. Bukankah kau dulu seperti dia...?" kata Siyue sambil tersenyum lembut.


"Maafkan hamba Tuan muda..." ucap Ye Xie.


"Nggak Apa- apa...maaf Huozan...aku tidak menjual kuda itu. Terutama White....dia kuda pribadiku. Begitu juga dengan kuda yang lain..." jawab Siyue lembut. Melihat kelembutan Siyue, Huozan tercengang. Sebab dia tidak pernah melihat para bangsawan yang bersikap lembut seperti Siyue tanpa kepura- puraan dan tanpa kepalsuan. Kebanyakan semua bangsawan terlihat sombong dan angkuh dan jika mereka bersikap lembut, pasti mereka ada maunya. Itupun jarang Huozan temukan. Dan sekarang wanita yang memakai samaran pria tampan ini. Terlihat sekali ketulusannya. Benarkah dia calon Ratu kerajaan ini . Dan Huozan berdoa semoga wanita cantik ini benar-benar jadi ibu Kerajaan ini..


Merekapun segera pergi ketempat rumah yang akan di beli Siyue. Beberapa waktu kemudian mereka tiba pada sebuah rumah yang terlihat cukup mega dan besar serta halaman yang sangat luas. Jika di jaman modern seperti sebuah Mension yang sangat besar.


"Besar sekali rumah ini..apakah pemiliknya merupakan keluarga besar....?" tanya Siyue.


"Benar sekali Tuanku...mereka sebuah keluarga besar Namun karena sang Suami harus meneruskan usaha dagang orang tuanya, maka mereka harus kembali dan tinggal di kota tempat tinggal sang suami...." cerita Huozan.


"Kalau begitu aku harus bertanya pada Siapa soal rumah ini..?" tanya Siyue.


" kepada orangnya sendiri tuan Muda... Mereka masih ada di rumah belakang. Anda kebetulan sekali datang hari ini. Sebab nanti Sore mereka akan berangkat..." kata Huozan.


"Kalau begitu ayo kita ketempatnya si pemilik rumah .." ajak Siyue. Akhirnya mereka menemui pemilik rumah. Dan setelah bernegosiasi akhirnya Siyue mendapatkan rumah itu. Setelah menemukan harga dan Siyue telah memberikan uangnya, maka pemilik rumah memberikan surat tanah dan kunci rumah pada Siyue. dan rumah itupun resmi milik Siyue .


Setelah semuanya selesai mereka segera pergi kembali ke toko obat milik Huozan. namun Di perjalanan mereka bertemu dengan pria gagah dan tampan yang selalu ingin nempel pada Siyue . Yaah....siapa lagi kalau bukan Raja Chu Tian Ji yang tak ingin berpisah dengan sang kekasih. Melihat pria itu, Siyue hanya bisa tersenyum di paksakan.


"Aaah....habis sudah hari-hari kebebasanku akan segera hilang...! Kenapa aku harus bertemu Pria yang begitu ketakutan jauh dariku....!" seru Siyue dalam hati.


.


Cukup dulu ya....jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu . jika masih ada kesalahan tulisan(typo) autor minta maaf ya..🙏🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2