
Ye...mana bisa...baik akan aku buat dia merasakan tamparan dan tendanganku..." ucap Chan Sin. akhirnya Siyue dan Chan Sin serta Dewa Wiqya keluar dari ruang teratai. mereka segera keluar dari gudang. Namun saat mereka akan keluar, tiba- tiba pintu terbuka. dan pria yang tadi sempat akan bertabrakan dengan Siyue masuk kedalam ruangan.
Dan saat melihat keadaan ruangan yang terlihat kosong , pria itu terlihat terbelalak kaget . dan tak lama terlihat wajahnya sangat marah.
"Penjaga ...!" Teriaknya nyaring dan penuh dengan kemarahan . Jeritannya yang keras terdengar sampai di luar. Dan penjaga yang ada di luar tergopoh- gopoh datang menghampiri.
" Ya tuan..ada apa...?"ucap si penjaga dengan wajah kaget dan takut.
" Di mana mereka...?" seru pria itu marah. Dan menunjuk tempat kosong di depannya.
" Sa..Saya tidak tahu tuan... bukankah hamba menjaga di luar..." ucap penjaga dengan wajah pucat.
"Bodoh...cari mereka...dan panggil semua kemari dan cari mereka...aku tidak mau tahu makam ini mereka harus ketemu...!" teriaknya marah.
"Ba...baik tuan..." ucap Penjaga itu ketakutan. Dan dia segera keluar dari kamar itu . Sedangkan Pria itu terlihat sangat marah . Dia meninju dinding hingga dinding bergetar. Saat itu Chan Sin yang menyaksikan ingin mendekati pria itu dan menghajarnya. Namun Siyue mencegah dan menggelengkan kepalanya. Tak lama pria itu keluar ruangan sambil marah - marah. Siyue , Dewa Widya dan Chan Sin pun ikut keluar.
"Kenapa tidak kita hajar saja Yue'er.. Aku sudah gatal ingin membunuh orang itu..." tanya Chan Sin dengan wajah heran.
"Kau dengar tadi kan kalau dia mempunyai anak buah...jika kau membunuh mereka sekarang , anak buahnya akan menjadi pengganggu keluargamu jika kau pergi dari desa atau alam bawah ini...kau mau Keluargamu dalam masalah..? Atau kau akan menjaga mereka..?" ucap Siyue.
Mendengar ucapan Siyue , Chan Sin sadar akan sifatnya yang selalu terburu- buru.
"Maaf..." ucapnya menyesal.
"Ck..kau ini...sifat tidak sabaran yang ada di dirimu itu akan membuat masalah padamu . belajarlah untuk menjadi tenang ..cobalah belajar bersabar dalam menghadapi masalah.. " ucap Siyue lembut .
"Iya akan aku coba maafkan aku.."ucap Chan Sin.
"Ya sudah Ayo kita keluar..." ucap Siyue.
"Baik ayo..." jawab Chan Sin. Dewa Widya yang melihat interaksi mereka berdua sangat kagum pada Siyue. Walaupun usianya paling muda di antara mereka, tapi otak dan kemampuan dia dalam menangani masalah membuat dia sangat kagum. Benar pilihan ketiga Dewa Utama kalau dia mejadi Dewi keadilan. Terlihat senyum tipis di wajah tampannya. Mereka segera keluar dari dalam kamar gudang yang di pakai untuk menyekap keluarga Chan Sin. Mereka langsung pergi kehalaman rumah Chan Sin.
Dan benar saja, ternyata dalam sekejap di halaman depan rumah itu telah berdiri hampir tiga puluh orang penjaga dengan wajah yang sangat sangar dan kejam. Sepertinya mereka para perampok ataupun para penjahat kota Kerajaan Darga. Terlihat Pria penipu dan penjahat itu memberi intruksi untuk mencari Chan Sin dan keluarga.
"Aku harap kalian malam ini juga menangkap pria bodoh itu. Aku tidak ingin mereka lolos dari tanganku. Jangan sampai mereka ada yang mati. Karena kematian mereka ada di tanganku..." ucapnya dengan lantang.
"Apakah kau mampuh melawanku, dan apakah bisa kau membunuhmu...? kalau bukan kau racun aku...mana mungkin kau bisa menahanku...Ck dasar orang tak tahu malu...kalau mau kaya ...bekerja, bukan merampok milik orang lain..." ucap Sebuah suara yang membuat mereka segera menoleh kearah datangnya suara . Terlihat tiga manusia sudah berada di belakang pria penjahat itu. Dua pria dan satu wanita. Dan saat melihat wajah cantik wanita yang datang bersama kedua pria itu, mereka ternganga kagum dan tak percaya. Hingga ada di antara mereka mengusap mata mereka berkali- kali. Dan ada juga melongo kagum. Tidak terkecuali pria penjahat itu.
Melihat sang istri di pelototi banyak orang, terlihat Dewa Wiqya marah. dengan kesal dia berkata.
"Jaga mata kalian...!" serunya marah. Tentu saja Suara itu membuat semua orang kaget. Mereka tersadar dari pesona Siyue.
"Gila...cantik banget wanita itu..." ucap salah satu dari mereka.
"Pria itu juga sangat tampan.. Aku tidak pernah melihat wajah cantik dan tampan seperti mereka...mereka bagai Dewa Dan Dewi dari Nirwana...!" ucap salah satu dari mereka. bisik- bisik para penjganya membuat Pria itu semakin marah. Dan menginginkan Siyue untuk dirinya.
"Wanita cantik...untuk apa kau bersama Pria pecundang itu. Lebih baik ikutlah denganku, kau akan bahagia bersamaku. Kau akan kujadikan istriku . kemarilah...ayo berdiri di sampingku..atau kau mau aku memelukmu..?" ucapnya merayu . Mendengar ucapan Pria itu membuat Dewa Wiqya sangat marah.
"Berani sekali Pria brengsek utu melirik dan menginginkan striku...." ucapnya kesal .
Tapi sebelum dia bertindak, lengannya sudah di peluk tangan lembut Siyue.
"Dia bukan bagianmu sayang... Biarkan saja dia mengucapkan kata- kata yang membuat dia senang. Bukanya sebentar lagi dia akan diam untuk selamanya .." ucap Siyue. Mendengar suara merdu sang istri dan pelukan Sayang darinya, Dewa Wiqya segera meleleh bagai garam halus terkena air. Sedangkan Chan Sin tertawa keras .
"Ha ha ha...apakah matamu buta.. Kau merayu Adikku ..apakah kau kurang kaca..? Perlu aku carikan untuk dirimu...? agar kau bisa berkaca di cermin, lihat wajahmu...apa pantas kau dengan adikku.. Wajahmu tidak ada seujung kuku pria yang ada di sebelah Adikku. Coba kau bandingkan wajah jelekmu itu dengan wajah Pria di sebelah adikku...!" teriak Chan Sin sambil tertawa. Mendengar hinaan Chan Sin , Pria jahat itu sangat marah.
"Brengsek..di ujung kematianpun mulutmu tidak di jaga. Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa Ha..." Teriaknya marah .
"Aku tahu...aku sedang berhadapan dengan pecundang dan pengecut yang beraninya memakai racun untuk berhadapan dengan orang lain...." ucap Chan Sin dengan nada Sinis. Mendengar ucapan Chan Sin, kemarahan pria itu semakin besar dia berteriak dengan Keras.
"Brengsek...ternyata kau cari mampus ya... Penjaga...bunuh mereka, Sisahkan wanita cantik itu untukku..." teriak pria itu dengan marah.
"Kak kau perlu bantuan...?" goda Siyue.
"Tidak perlu...nanti saja kalau aku butuh...!" seru Chan Sin yang langsung menyerang mereka dengan Pukulan dan senjata pedangnya. Pertempuran antara hampir tiga puluh orang yang melawan satu Chan Sin membuat pertempuran tidak seimbang. Namun gerakan tangan dan Pedang Chan Sin bagai Dewa Pencabut nyawa . pada saat itulah serombolan penunggang kuda datang . Melihat pertempuran di depan mata mereka. Feng Xun dan Kawan- kawan kaget bukan main, karena terlihat Chan Sin di keroyok oleh berpuluh orang . dan mereka melihat Siyue menonton dengan tenang.
Melihat Itu , Ning Si dan Feng Xun tidak rela
"Chan Sin...enak sekali kau main sendiri...aku juga butuh berolah raga...!" teriak Ning Si sambil terjun dalam pertempuran.
"Benar... kau curang ..Aku juga ikut...."teriak Feng Xun.
__ADS_1
"Aah...aku juga butuh olah raga...!" teriak Wai Zi tak mau kalah.
"Boleh....kalau begitu aku serahkan mereka pada kalian...aku mau mengajar si membawa masalah...!" teriak Chan Sin . Dia segera melompat kearah Pria penipu itu. Dan kini Pria yang sejak tadi hanya menyaksikan pertempuran, akhirnya mendapat lawan. Chan Sin yang sudah gemas sejak tadi, segera menyerang Pria itu dengan gencar. Ternyata pria itu memiliki kekuatan tinggi juga. Namun sayang sekali. Di depan Cham Sin yang sudah mengalami banyak pengalaman tempur, pria itu bukan apa - apa. Dalam sekejap saja Dia sudah mulai tersudut. Berpuluh kali muka dan tubuhnya terkena. Tamparan , jotosan dan tendangan dari Chan Sin. Chan Sin seperti melepaskan kemarahannya yang sejak tadi dia pendam. Kini Dia bisa membalaskan tamparan tendang kepalan tangan Pria itu yang menghantam rahamgnya, juga tamparan beberapa kali yang dia gunakan untuk menyiksa ke dua orang tua, kakak dan keponakannya. Hingga akhirnya sebuah tebasan menghantam tangan pria itu.
"Ini tangan yang berani menyiksa keluargaku...." seru Chan Sin marah.
"Aah....brengsek kau...kau telah berani melukaiku ha...!" teriaknya marah .
"Ha ha ha...apa yang aku takuti darimu ha...andai kau tidak menggunakan racun pelumpuh syaraf mana mungkin kau bisa melukaiku tadi..." teriak Chan Sin marah. Keramaian pertarungan di rumah orang tua Cham Sin, membuat penduduk ingin melihat. Walau hari sudah menjelang malam mereka bisa melihat pertarungan itu. Banyak mayat yang jatuh atau orang yang terluka di halaman orang ruan Chan Sin. Sedangkan ketiga sahabat Siyue dengan tenang berjalan kearah Siyue . Kini tinggal Chan Sin yang terlihat sedang menyiksa pria penjahat itu.
"Brengsek kau..." teriak Pria itu semakin marah. Dia menyerang Cham Sin dengan penuh kemarahan . Melihat itu, Chan Sin tertawa mengejek. Dan tak lama satu kaki pria itupun terpotong dengan sempurna.
"Ini Kaki yang selalu menendang kedua orang tuaku, dan Kakakku..." ucap Chan Sim setelah menebas kaki orang itu.
"Aaaaah..." teriak pria itu kesakitan . Dia tumbang dengan kaki lepas dari badannya.
"Cih...hanya segitu saja ilmu kultivasimu...!" seru Chan Sin yang kini perlahan mendekat pada pria itu. Namun sebelum dia dekat. Satu sambaran membawa dia menjauh dari pria itu. Dan sebuah pukulan telak menghantam dadanya hingga dia mati seketika . Dan ternyata Pria itu menaburkan bubuk pitih yang dia ambil dari balik lengan bajunya . Dan yang menyambar Chan Sin ternyata Siyue. Untung saja Siyue cepat bertindak. Jika tidak, maka Chan Sin akan keracunan. Seorang Pria berbaju hijau tiba- tiba sudah berdiri di dekat Pria jahat itu. Si baju hijau segera menyedot bubuk putih yang ada di udara dengan kekuatannya. Perlahan bubuk putih masuk ke telapak tangan Pria itu. Dan pasti kalian tahu siapa Dia. Setelah selesai, pria itu kembali hilang. namun terdengar ucapannya. "Bubuk Racun yang cukup ganas. jika Chan Sin terkena racun ini, Dia sulit di sembuhkan . Mendengar itu, Siyue sangat marah ..Dia tidak tahu apa yang terjadi pada sang sahabat yang terlalu ceroboh .
"Kau ini..." ucap Siyue sambil memukul kepala chan Sin dengan gemas.
"Aauuu...sakit Yueyue...!" seru Cahh Sin kesakitan.
"Apakah aku harus memukul kepalamu lebih keras lagi agar kau lebih hati- hati ha...!" seru Siyue dengan marah.
"Iya aku salah...maafkan aku ya...?" ucap Chan Sin dengan wajah lucu.
"Tahu juga kau salah...!" seru Siyue yang masih kesal. Bagaiaman bisa Chan Sin bodoh itu ingin mendekati pria yang masih bisa menyerang dia.
"Iya aku tahu...aku salah maafkan aku..." ucap Chan Sin sambil memegang kedua telinganya.
"Apa yang terjadi jika saja aku tidak menyelamatkan dirimu tadi ha..." ucap Siyue yang masih terbayang keadaan Chan Sin yang hampir mati tadi. Sedangkan Chan Sin hanya bisa menunduk menyesali. Terlihat ada air mata di pipi Siyue . Dewa Wiqya segera mendekat dan memeluk bahu Siyue.
"Sudah...maafkan sahabatmu, Bukankah Dia memang ceroboh..." hibur Dewa Wiqya.
Ketiga sahabatnya heran melihat Siyue begitu marah pada Chan Sin.
"Yueyue...maafkan aku...hukum aku, asal kau jangan menangis lagi..." ucap Chan Sin . Mendengar ucapan Chan Sin Siyue yang memang sudah berhenti menangis. Menatap sahabatnya dengan wajah kesal. Tak lama terlihat dia menghela nafas panjang.
"Jangan kau ulangi lagi...kecerobohanmu membahayakan dirimu sendiri..."ucap Siyue tajam.
"Dasar ceroboh tentu saja..." ucap Siyue dengan wajah cemberut .
"Trimakasih Yueyue...!" seru Chan Sin sambil melompat ingin memeluk Siyue. Namun yang dia peluk bikan Siyue, tapi ria gagah yang kini berada di depan Siyue.
"Enak saja...kau tadi sudah memeluk istriku.." ucap Dewa Wiqya sambil menatap Chan Sin.
Sambil melepas pelukannya, Chan Sin tersenyum lucu . Dia lupa kalau Siyue sudah memiliki bodyguart yang sangat posesif.
"He he he maaf...aku terlalu bahagia..." ucap Chan Sin yang di sambut tawa pelan para sahabatnya.
"Ya sudah kita bersihkan semuanya. .." ucap Siyue. Namun tiba- tiba para warga masuk kedalan halaman rumah Chan Sin.
"Tuan- tuan...trimakasih, kalian telah membantu kami membunuh para penjahat yang telah meresahkan Desa kami..." ucap Mereka bersama .
"Oo...mereka tekah menindas kalian...?" tanya Chan Sin yang kebetulan berada di depan mereka.
"Benar tuan...tapi tunggu...apakah kau putra Tuan Chan pemilik rumah ini..." tanya salah satu warga yang terlihat Chan Sin juga mengenalmu.
"Apa Paman lupa denganku...? Aku Chan Sin putra bungsu Ayahku..." ucap Chan Sin ramah.
"Aah benar ...kau pasti putra tuan Chan yang berguru di perguruan Lentera putih kan...? Lama tidak terlihat apakah kau sehat nak...?" tanya Pria itu.
"Aku baik saja paman... " ucap Chan Sin ramah.
"Biar kami akan membantu kalian membersihkan rumah ini..." ucap Pria itu .
"Trimakasih Paman...trimakasih atas bantuan para paman..." ucap Chan Sin. Dan mereka melihat para penduduk membantu mengumpulkan para penjahat. Karena hari sudah malam, mereka akan melanjutkan besok saja. Cham Sin segera mengajak para sahabatnya masuk kedalam rumah. Siyue juga telah mengeluarkan semua keluarga Chan Sin dari ruang Teratai. Setelah menyadarkan mereka dan memberi pil penyembuh dan air Suci. Siyue dan Kawan- kawan pamit pada Chan Sin.
Chan Sin mengantar mereka keluar, sedangkan Keluarga Chan Sin yang masih lemah di biarkan istirahat.
"Kami besok akan kemari lagi Chan... Ada sesuatu yang akan kubicarajan padamu..." ucap Siyue.
__ADS_1
"Soal apa Yueyue...jangan kau katakan kalau kau ingin meninggalkan aku di alam bawah ini...?" ucap Chan Sin ketakutan.
"Tentu saja tidak.. Tapi kalau kau mau , nggak masalah, Ini tentang keselamatan keluarmu..." ucap Siyue.
"Ooo Syukurlah.. Mana mau aku tinggal..Aku fikir kau akan melarangku ikut denganmu. Kalau itu aku tidak mau..." ucap Chan Sin
"Bukan...ya sudah aku pergi dulu.. Selamat malam..." ucap Siyue lalu melangkah pergi. Mereka melangkah pergi dari rumah Chan Sin. Setelah agak jauh Siyue berhenti.
"Kak...apakah ada orang yang kau curigai menjadi mata- mata perwira itu...?" tanya Siyue pada Feng Qui yang baru hinggap di bahunya.
"Tidak...sepertinya mereka tidak mengikuti kita, atau mereka kembali untuk memberitahu Perwira mereka di mana kita.
"Kapan itu...?" tanya Siyue.
"Mungkin sebelum pertaruangan tadi. Sebab sebelumnya aku melihat dua pria mengikuti kita. Tapi saat kita pergi dari sini pertama kali, aku tidak melihat kehadiran mereka.. Ucap Feng Qui.
"Baguslah kalau begitu...sekarang kita pergi dan aku yakin mereka telaj menunggu kita di suatu tempat yang sepi . Mungkin Dia tahu juga kalau aku pergi brsama banyak teman , mungkin Perwira itu telah mempersiapkan kedatangan kita, jadi kalian tidak usah masuk keruang Teratai, karena musuh telah mengetahui keadaan kita. Ayo kita pergi..." ucap Siyue.
Merekapun segera pergi kembali ke kota Kerajaan. Dan benar saja, Saat Siyur Cs pukang, hari telah semakin malam dan ketika mereka melewati tanah perkebunuman yang Cukup luas dan Sepi , terlihat ada segerombolan orang menghadang perjalanan mereka. Mereka membawa obor dan pedang panjang. Ada hampir lima puluh orang lebih yang menghadang perjalanan mereka. Terlihat mereka menakai penutup kepala. Namun bagi Feng Qui daan Siyue itu bukan suatu masalah. Mata tajam mereka sudah lama terlatih. Jangankan hanya di balik Kain hitam itu. Jika saja Siyue mau membuka aura penglihatannya, Dia bisa melihat orang bagai tanpa busana. Namun Dia tak akan pernah melakukan itu. Selain suatu dosa besar. Dia juga malu 🤣.
"Kak Qui..kau tahu wajah perwira itu kan..?, di mana di antara dua orang itu si Perwiranya..?" tanya Siyue.
"Yang di tengah ....dialah orangnya.... " jawab Feng Qui .
"Bagus....Trimakasih kak..." ucap Diyue .
"Sama-sama Yue'er..Lalu kau akan menangkap dia sendiri..?" tanya Feng Qui .
"Kita Lihat saja..." ucap Siyue .
Dia lalu menatap oada Sang Suami yang berada do atas kuda do sebelahnya . Sedangkan kedua Dewi telah berada di ruang Teratai sehak tadi.
"Han...aku ingin menangkap dia hidup-hidup..." kata Siyue.
"Yang Mana...?" tanya Dewa Wiqya .
"yang Di tengah sebelah kiri..." ucap Siyue.
"Biar dia urusanku Beb...kau sebelahnya..." ucap Dewa Wiqya .
"Jangan sombong anak mudah... Jangan berebut melawanku...kalian maju saja berdua sekalian..." ucapnya sombong.
"Oo..ternyata Ayah dari Putri Lingling sombong juga...Ck, ck ck...aku tak bisa membayangkan jika Raja tahu kalau Putri Lingling bukam Putrinya . Dan apa yang akan di perbuat Raja Pada manudia yang telah menghianatinya...dan tahu siapa Ayah dari Putri yang dia sayangi..." ucap Siyue dengan wajah Sinis .
Mendengar ucapan Siyue, semua orang yang berpakaian hitam kaget bukan main, terutama Pria yang tadi berbicara atau Perwira Song Ran . Andai tidak ada tutup kepala , mungkin akan terlihat wajahnya yang Pucat.
"Tutup mulutmu...kau memfitnah Putri Lingling...?" teriaknya marah.
"Oo...aku memfitnah...Ck Ck ck..Fitnah atau tidak kau dan Srlir Anchi yang tahu...tapi aku akan katakan padamu, karena kalian telah mengusikku. Dan kau serta Selir Anchi telah sukses membohongi Ayah angkatku, maka tidak ada ampun lagi untukmu..." ucap Siyue dingin.
"Cih sombong sekali Kau Nona... Kau yang hanya sampah masyarakat saja berlagu. Apa karena Putri Lingling bisa kau kalahkan... Lalu kau anggap mudah mengalahkan diriku...? dasar sampah, p****ur murahan..kau tahu, kenapa Putra Mahkota tidak menginginkan dirimu ..?semua itu karena kau seorang p****ur murahan. Kau fikir wajah cantikmu bisa mengalahkan kecantikan Putri Lingling..? Jangankan Putra Mahkota, aku yang sudah tua seperti ini tidak sudi melihat tubuh busukmu. Apalagi menjamahmu..Apalagi anak muda..! dasar ****** tak tahu malu....!" serunya marah. Mendengar ucapan Perwira yang sangat kotor itu, tiba- tiba seberkas cahaya putih menampar mulutnya hingga mengeluarkan darah. Bukan hanya dari mulut , tapi hidungnya juga mengeluarkan darah banyak .
"Jaga ucapanmu manusia sampah... Kau berani menghina istri seorang Dewa...! kau berani menghina seorang Ratu kerajaan Phoenix...apa yang bisa kau banggakan... hanya seorang Perwira saja berani kau menghina seorang g Dewi..!" Teriak Dewa Wiqya marah. Kemarahan Dewa Widya ternyata tidak sampai di di situ saja. Sebuah cahaya putih keluar dari telunjuknya. Dan cahaya itu melilit tubuh Perwira tadi . lalu tiba- tiba tubuhnya terangkat keatas. Melayang Di udara. Lalu terhempas menghantam pohon. Perwira Song Ran merasakan. tulang- tulangnya remuk semua . Dia tidak bisa berdiri. jangankan berdiri, menggerakkan badannya saja dia tak mampu .
Bukan hanya Dewa Wiqya yang marah , semua Cs Siyue menahan kemarahan. Dan kini terlihat Di mata Semua orang , tiba- tiba cahaya putih menyilaukan memancar dari tubuh Dewa Wiqya . Terlihat tubuh Dewa Wiqya mengeluarkan sayap di punggung nya yang berwarna putih keemasan . Tak lama Siyue juga seperti Dewa Wiqya. Hanya saja sayap di punggungnya berwarna Kuning keemasan . Hanya bedanya Sayap Siyue keemadan dan Sayap Dewa Wiqya putih keemasa berkilau dengan kilau indah . Semua orang kaget melihat penampakan Siyue dan Dewa Wiqya . mereka menganga kagum. tapi tidak dengan Perwira Song Ran. wajahnya pucat pasih bagai tak berdarah. mungkin jika di gores tak akan mengeluarkan darah. Dia tak pernah Menyangka kalau wanita yang dia hina dan Dia singgung ternyata seorang Ratu juga seorang Dewi.
.
"Kau ingin tahu siapa kami ha...!" seru Dewa Wiqya yang marah besat .
Bagaimana tidak marah , melihat orang yang Dia sayangi di hina sampai sebegitu rendahnya . Dan itu di depan matanya . Semua orang terpanah. Janganlah pasukan Perwira Song Ran . Teman dan saudara Siyue tertegun dengan kemarahan Dewa Wiqya. Mereka segera bersujud mohon ampun. Begitu juga perwira itu. Tubuhnya gemetar dan wajahnya Pucat. .Siyue bukannya pamer saat Dia berubah, tapi Dia berubah karena melihat wajah merah Dewa Widya. Dan ada bayangan sayap di belakang tubuh sang Suami. Dan itu semakin nyata .Siyue takut itu wujud Dewa Wiqya yang sedang Marah. Karena itulah Dia merubah wujudnya pula untuk melindungi Bumi dari kemurkaan Dewa Wiqya .
"Sayang...tenangkan Dirimu..." ucap Siyue .
Namun wajah Dewa Wiqya memerah. mata memancarkan merah penuh kemarahan .
melihat itu Siyue menyelubungi Tubuhnya dan Tubuh Dewa Wiqya Dengan Sinar emasnya. Hingga mereka terbang tinggi . dan tanpa Ragu Dia memeluk sang Suami dan mencium bibirnya. Dewa Wiqya merasakan bibir manis Sang Istri. Siyue terus mencium sang suami untuk meredahkan amarahnya. walau Dewa Wiqya menggigit bibirnya hingga berdarah. Siyue tetap menciumnya . cairan darah Darah Phoenix yang manis perlahan masuk kedalam tubuh Dewa Wiqya . Oerlahan dengan oasti merendahkan Amarah Dewa Wiqya . dan Akhirnya amarahnya benar- benar meredah. Siyue segera melepas Ciumannya. tubuh yang melayang perlahan Turun. melihat sang Suami telah kembali dengan wajah Dinginnya, Siyue merasa lega. jika tadi usahanya gagal. tak bisa di bayangkan, kehancuran alam bawah bisa terjadi. bukan hanya perwira itu yang mati, tapi penduduk alam bawa juga habis.
Udahan dulu Ya....aku lanjut besok. maaf kalau ngegantung lagi. kalau aku terusin jadi panjang banget. maaf Ya...🙏🙏
Jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.
__ADS_1
Maaf jika masih ada salah ketik atau Typo🙏.
Bersambung.