DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
TIGA DEWA KE RUANG TERATAI .


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu aku akan pergi. Ingat kalian harus makan..." ucap Siyue.


Siyue pun segera keluar dari ruang makan.


Tanpa Siyue sadari kalau kedua orang tua Dewa Widya melihat perbuatannya. Dan mereka sangat bangga dan terharu melihat Menantu mereka yang ternyata sangat berhati mulia .


Sedangkan Dewa Wiqya yang melihat tingkah kedua orang tuanya yang sedang melihat perbuatan Siyue dari jauh, tersenyum dengan bangga pada sikap dan tingkah laku sang istri . Dia lalu mendekati kedua orang tuanya yang sudah berjalan kembali keruang keluarga .


"Ayah...tidak salahkan pilihan Wiqya... ?." ucap Dewa Widya dengan bangga.


"Tentu saja...Ayah sangat bangga memiliki dia sebagai menantu Ayah...untung saja kau lebih dulu menemukan dia...kalau tidak pasti Siyue sudah menjadi menantu bibimu.. ." ucap Dewa Yang Xi.


"Maksud Ayah....?" tanya Dewa Wiqya tak mengerti.


"Sepertinya Bibimu juga menginginkan Siyue menjadi menantunya...." ucap Fera Yang Xi.


"Mana Bisa Ayah...Dia murid Saora... dan Saira menganggap Dia sebagai adik.." ucap Dewa Wiqya .


"Tapi jika saja Dia buka. calon Istrimu, pasti Bibimu akan mencari cara agar Siyue menjadi menantunya..." ucap Dewa Yang Xi lagi.


"Sudahlah...yang penting sekarang Dia menantu kita...?" ucap Dewi Bao Yu.


"Seharusnya aku bersyukur jiwaku terbela menjadi dua. Karena dialah yang menemukan Siyue pertama kali...dan aku saat melihat Dia pertama kali langsung jatuh cinta padanya .." ucap Dewa Wiqya.


Plaaak...


"Aauuu...Bunda.. kenapa Bnda memukulku..?!" seru Dewa Widya sambil memegang kepalanya yang barusan mendapat pukulan dari sang Bunda.


"Rasakan itu...gara-gara kesombonganmu, kau hampir kehilangan Dia kan.." ucap Sang Ibu . Dam kini tangan manisnya telah menjewer telinga Dewa Wiqya.


"Aaauuu... bunda ampuun Bun..pasti Saora yang telah menceritakan ini pada Bunda kan...?" ucap Dewa Wiqya sambil memegangi telinga kirinya.


"Iya...kalau tidak, mana ibu tahu kalau putra ibu itu Sombong dan bodoh. Dasar pria bodoh...!" seru sang Ibu gemas. Dan teriakan Dewa Weqya terdengar oleh Siyue yang sedang melangkah keluar dari ruang makan.


Dia melihat sang Suami sedang di hajar oleh sang Bunda. Dia hanya tersenyum melihat tingkah mereka.


"Apalagi kesalahan dia..." ucap Siyue dalam hati.


Ketika Dewa Widya melihat kehadiran sang Istri, Dia berseru


"sayang...tolong aku...!" serunya sambil memegangi telinganya.


"Apa yang kau lakukan hingga Bunda marah Han...?" ucap Siyue sambil tersenyum.


"Bunda memberi hukuman pada suamimu agar tidak berbuat jahat lagi padamu sayang..." ucap sang Bunda.


"Jahat...?" tanya Siyue heran.


"Iya.. hingga kau menjauh darinya. Dan kami hampir saja kehilangan menantu kami..." ucap Sang Bunda. Siyue masih belum paham. Dan akhirnya Dewa Widya menceritakan kalau sang ibu sudah tahu dari Dewa Wiqya tentang semua yang terjadi pada mereka berdua. Tentang Siyue yang menjauh darinya hingga dia kehilangan Siyue . mendengar Semua itu, Siyue tertawa pelan .


."Bun Bukankah sekarang Siyue sudah menjadi menantu bunda. Dan Pria sombong Ini sekarang sudah menjadi suami Siyue . jadi maafkan Dia ya...?" ucap Siyue sambil tersenyum lembur.


"Baiklah karena menantuku yang baik sudah berkata begitu. Kau ku maafkan. tapi jika kau berbuat macam- macam...ibu yang akan menghadapi dirimu..." ucap Dewi Bao Yu dengan tegas .


"Iya Wiqya tahu.. Dan itu tidak akan pernah terjadi Bun...Wiqya janji , karena Wiqya tak akan membiarkan siapapun menjadi orang ketiga kami...dan aku tak ingin kehilangan istriku...." jawab Dewa Wiqya dengan tegas .


"Bagus bunda pegang janjimu..." ucap Dewi Bao Yu.


Dan akhirnya mereka berpamitan untuk pergi mengantarkan keempat hewan kontrak Siyue. Mereka berada di istana Dewi Teratai dan Istana Dewi Tumbuhan beberapa jam saja , karena mereka masih akan pergi keistama Dewa Agung . Setelah mereka berpamitan, Siyue dan Dewa Wiqya segera pergi ke istana Dewa Agung. Ketika mereka berdua sampai di istana Dewa Agung . kebetulan sekali ketiga Dewa Utama itu sedang berdiskusi. Sehingga Siyue langsung bisa bertemu ketiganya bersama- sama . tanpa harus datang kerumahnya .


"Kalian akan kembali hari ini...?" tanya Dewa Agung.


"Benar yang Mulia..." ucap Siyue.


"Kalau begitu kami hanya bisa mengucapkan selamat pada kalian berdua. Dan sampaikan salam kami pada kedua orang tuamu Yue'er..." ucap Dewa Agung lembut .


"Lalu bagaiaman dengan Dewi Langsy... apakah dia masih bisa sembuh...?" tanya Dewa Kehidupan.


"Masih yang mulia... Jika memang dia mau sunggu- sungguh bertobat , Dia akan segera sembuh. Tapi jika itu hanya kepura - puraan , Sampai ajal menjemput pun Dia tidak akan sembuh..." ucap Siyue.


"Apakah Dia akan sembuh dengan sendirinya...?" tanya Dewa Brahmadya dengan wajah Tenang. Sebab Dia tahu kalau Siyue lah kunci kesembuhan Dewa Langsy.


"Tentu saja tidak Yang Mulia... Dia akan sembuh dengan penawar racun yang hamba miliki. Dan Racun itu akan hamba berikan pada Yang Mulia...namun jika Dia tidak sungguh - sungguh bertobat , penawar Racun ini tidak ada gunanya. Sebab racun Ivy sebenarnya di picu oleh sifat jahat seseorang . Jika orang yang terkena racun ini memiliki sifat jahat, maka racun akan semakin kuat di dalam tubuhnya . Memang Sich Racun ini bukan hanya Ivy yang membuat. Tepatnya kami berdua yang membuatnya..." ucap Siyue.


"Jadi benar itu racun yang kau buat...? Aku sudah menyangka itu..." ucap Dewa Brahmadya .


"Iya..tapi kami membuatnya bersama- sama" ucao Siyue sambil tersenyum konyol . Melihat tingkah Siyue yang tetlihat imut, ingin rasanya ketiga Dewa di deoan Siyur menjitak kepalanya .


"Jadi kau mahir dalam ilmu Racun...?" tanya Dewa kehidupan.


"Sedikit yang Mulia..." ucap Siyue sambil menunjukkan ujung telunjuknya .


Mereka bertiga hanya bisa menggelengkan kepalanya .


"Suatu saat aku ingin melihat kemampuanmu itu...." ucap Dewa Kehidupan .

__ADS_1


Siyue terdiam sebentar. Lalu mengambil dua botol dari dalam cincin ruangnya . Dia memberikan kedua botol yang berisi pil penawaran racun dan sebotol air suci pada Dewa Brahmadya. Terlihat Dewa Brahmadya mencium botol air Suci .


"Ini air apa...jangan kau katakan kalau ini air suci..." ucap Dewa Brahmadya sambil mencium air yang ada di dalam botol itu.


" He he he...itu memang air suci Yang Mulia... kenapa yang Mulia bisa tahu..?" ucap Siyue sambil tersenyum.


"Apaa...air suci...?" seru mereka bertiga.


"Kau berani mengambil air itu di dalam istanaku...!" seru Dewa Brahmadya dengan Wajah marah.


" Yang Mulia jangan menuduh tanpa bukti... Memangnya di Istana Dewa Brahmadya ada air suci...?" tanta Siyue dengan wajah kesal ean sedikit kaget melihat kemarahan di wajah Dewa Brahmadya .


"Jangan berlagak bodoh Siyue....dan kau berani sekali mengambil air suci di dalam istanaku...jangan kau kira aku menyayangimu laku kau dengan lancang mencuri air itu...!" ucap Dewa Brahmadya dingin.


"Yang Mulia.. Jangan menuduh orang tanpa bukti...yang memiliki air suci bukan hanya yang Mulia... Hanba juga memilikinya..." ucap Siyue dengan Wajah kesal.


"Apaaa...!" seru ketiganya bersamaan.


"Seharusnya Dewa Brahmadya itu kalau mau menuduh lihat dulu...coba fikir...istana yang mulia saja Siyue tidak tahu. Siyue hanya tahu istana Dewa Agung. Itupun Karena pertemuan pesta Festival bunga di lakukan diIstana Dewa Agung ini . Lalu dari mana Siyue bisa mengetahui istana Dewa Agung...!" ucap Siyue dengan wajah Kesal.


"Tentu saja kau akan mudah menemukan istanaku, bukankah Hewan kontrakmu adalah hewan- hewan yang sangat cerdas seperti otakmu itu..." ucap Dewa Brahmadya.


"Apakah mereka mampuh menghentikan di Istana Dewa Brahmadya..?" tanya Siyue lagi .


"Pokoknya kalau kau belum membuktikan kalau kau memang memiliki Air itu, maka aku akan tetap menuduhmu mengambil air ini dari tempatku ...!" ucap Dewa Brahmadya dengan tegas . mendengar itu, Siyue menatap Pada Dewa Wiqya . dan sang Suami menganggukan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu yang Mulia bertiga akan Siyue bawa kesana.." ucap Siyue.


Lalu dia meminta ketiganya saling memegang tangan. Seberkas cahaya timbul dari tubuh Siyue. Karena silau dan kaget mereka memejamkan mata mereka . dan saat mereka rasa sudah tidak silau lagi. Mereka membuka mata mereka. Dan terlihat di depan mereka sebuah istana yang memiliki taman bunga yang sangat luas, bermacam bunga berada di sana, dan bunga- bunga itu bermekaran dengan indah. Beberapa pohon sakura terlihat tumbuh dan mulai berbunga dengan indah berada di sisi Istana . dan beberapa Pria muda dan tampan terlihat berada di depan mereka . berdiri di sekitar Siyue . Ketiganya tahu kalau mereka adalah mahluk kontrak Siyue .


"Selamat datang Di kediaman kami Tiga Dewa Utama..." sambut mereka .


"Ini..ini di mana...?" tanya Dewa kehidupan dengan wajah heran . Dia yang mengatur kehidupan seluruh mahluk hidup , namun dia tidak bisa melihat tempat yang sekarang dia pijak.


"Ruang Dimensi Siyue Yang Mulia..Tepatnya Ruang teratai ..." jawab Siyue .


"Jadi ini ruang Dimensi milikmu..." jucap Dewa Agung .


"Benar yang Mulia..mari saya tunjukkan Danau air suci milik Siyue..." ucap Siyue.


"Danau..!" seru mereka bersamaan.


Siyue hanya mengangguk dan membawa mereka bertiga menuju Danau Air suci yang berada di tengah taman bunga . ketika sampai Di pinggir Danau. Wajah mereka kaget bukan main.


"Dan itu Pohon Roh yang Siyue miliki. ..." ucap Siyue lembut.


"Pohon Roh..? Pohon kehidupan juga ada di sini...!" seri Dewa Agung.


"Itu pohon Roh Yang Mulia.. Dan di sana juga ada Air Jiwa ..." ucap Siyue membuat ketiganya terlihat sangat Syok berat. Setelah terdiam beberapa saat . Mereka menatap Siyue dengan tatapan heran .


"Pohon Roh juga di sebut dengan Pohon kehidupan , Darimana semua ini kau dapatkan Yue'er...?" tanya Dewa Brahmadya.


"Sejak Siyue bisa membuka ruang teratai ini saat Siyue berumur 14 tahun, Air suci dan Pohon Roh memang sudah berada di sini. Dan ruangan ini tidak seluas seperti sekarang ini Yang Mulia.. Namun semakin bertambah waktu dan kekuatan Siyue semakin kuat, keadaan ruang Teratai Siyue semakin luas dan bermacam- macam tumbuhan obat dan tumbuhan langkah mulai tumbuh. Dan ruangan ini semakin luas lagi saat Siyue mendapatkan Cincin ini yang sudah ada sejak Siyue bayi. Kata guru Saora Cincin Ini memang milik Siyue dari sejak Siyue lahir..." jawab Siyue.


Ketiga Dewa melihat Cincin milik Siyue . Setelah melihat Cincin Teratai Siyue, Dewa Brahmadya menghela nafas . Dia segera berkeliling melihat keadaan ruang Teratai milik Siyue. Begitu juga dengan Dewa yang Lain. Akhirnya Siyue menyuruh Feng Qui untuk memadu mereka melihat semua isi ruang teratai. Karena Xiao Tu berkata kalau Dia ingin mengatakan Sesuatu pada Siyue. Namun Zuzaku memilih Dia yang akan mengantarkan mereka bertiga berkeliling .


Setelah Mereka berempat pergi . Xiao Tu dan Semua mahluk kontrak Siyue mengikuti pergi masuk kedalam Istana. Dan betapa kagetnya Siyue. Saat mereka masuk kedalam ruang istananya, suasana dan keadaan istananya berubah. Kalau di lihat dari luar memang sama. Tapi saat masuk kedalam. Terlihat ada tangga menuju lantai atas yang terlihat sangat mega. Ternyata istana itu berlantai Dua. Dan terlihat kamar- kamar di atas terdiri dari beberapa kamar.


"Ini...sejak kapan keadaan ini terjadi....?" tanya Siyue sambil melihat keadaan istananya .


"Setelah kau di angkat menjadi seorang Dewi...Dan ada satu lagi. Kamar yang tertutup kini telah terbuka dua hari yang lalu..." ucap Xiao Tu


"Dua hari yang lalu...?" tanta Siyue kaget.


"Benar..." jawab Xiao Tu.


Dua hari yang lalu...kalau dua hari di sini berarti sehari atau semalam di Dunia nyata. Itu bertanda kalau kejadian itu terbuka tadi malam saat dia...Seketika wajah Siyue memerah mengingat apa yang dia lakukan tadi malam bersama Dewa Widya . Dewa Wiqya yang melihat perubahan sang Istri segera bertanya .


"Ada apa Baby....?" ucapnya lembut.


"Tidak, tidak apa - apa Haney...Lalu kenapa kau tidak memberi tahu padaku...?" tanya Siyue pada Xiao Tu setelah menjawab pertanyaan Dewa Wiqya .


"Aku takut mengganggu kalian berdua , Bukankah kalian pengantin baru..." ucap Xiao Tu sambil tersenyum . melihat Senyum Xiao Tu , Siyue semakin malu. Terlihat wajahnya memerah bagai tomat.


"Apakah karena itu ruang ini terbuka ...?" tanya Siyue yang sudah berada di depan kamar yang di maksud.


" Mungkin juga Yue'er..." ucap Xiao Tu lagi. Siyue segera membuka pintu ruangan . ketika pintu terbuka, Seketika mereka tercengang dengan keadaan Ruangan itu. Ternyata ruangan itu adalah Ruang kamar yang sangat mewah dan indah . ruangannya berdinding putih dan coklat serta kuning keemasan. Tempat tidur ternyata dari perak berhiaskan ukiran yang terbuat dari emas. Semuanya hisan berlapis emas, ataupun terbuat dari emas atau batu mulia.


"Ya ampuun kamar ini...Xiao Tu...apakah tuan Mastermu yang terakhir sebelum aku , apakah tinggal di kamar ini juga...?"tanya Siyue.


"Tidak Yue'er...master terakhir tidak pernah menikah. jadi Ruangan ini tetap terkunci..." ucap Xiao Tu .


"Maksudmu ruang ini terbuka saat pemilik ruang teratai menikah...?" tanya Siyue dengan wajah kaget.


"Sepertinya iya...soalnya masterku yang dulu tidak menikah...dan kamar ini tertutup rapat.." ucap Xiao Tu lagi .

__ADS_1


" Kalau sebelum itu...?" tanya Siyue lagi.


"Entahlah...otak kami sudah tidak bisa mengingatnya...?" ucap Xiao Tu.


"Jadi ini kamar kami...?" tanya Siyue lagi.


"Kalau bukan milik kita, memangnya milik siapa lagi sayang...?" ucap Dewa Wiqya sambil mengusap kepala Siyue dengan gemas. gadis yang cerdik ini tiba- tiba menjadi bodoh karena kamar . Menyadari pertanyaannya yang bodoh, Siyue Pun menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil tertawa pelan.


"Ya sudah ayo kita kembali dulu sayang... Bukankah kita akan berangkat kembali ke Negri Phoenix..." ucap Dewa Wiqya .


"Tapi Han..." ucap Siyue enggan pergi .


"Bukankah kita masih bisa kembali lagi nanti.." ucapnya pelan sambil menaik- naikkan alis matanya. Tentu saja Siyue tahu apa yang di maksud sang Suami. Terlihat wajah Siyue memerah . untung saja para mahluk kontraknya sudah keluar semua.


"Aauu...sakit sayang....!" seru Dewa Wiqya saat sebuah cubitan terasa di perutnya . namun Siyue tak menjawab Dia langsung keluar ruangan .


Entah kenapa Dewa Wiqya sekarang senang sekali menggoda dia . ketika mereka sampai di luar istana, terlihat ketiga Dewa bersama Zuzaku telah datang dan sedang berjalan kearah mereka.


"Bagaimana yang Mulia...apakah anda tidak menuduhku mencuri air itu dari Istana yang Mulia...?" tanya Siyue pada Dewa Brahmadya.


"Maafkan aku Yue'er... aku fikir hanya ada di istanaku saja air Suci. ternyata kau memiliki juga, malah sebesar itu...kalau air jiwa dan Pohon Roh , yang aku tahu hanya ada di istana tersembunyi dan tidak ada seorangpun yang bisa datang kesana dan melihatnya. beberapa tahun lalu kami bisa kesana atas petunjuk dari sang Maha kuasa. , tapi kenapa kau juga memiliki...?" ucap Dewa Brahmadya.


"Hamba juga tidak tahu yang mulia...yang hamba tahu air suci, air jiwa dan pohon Roh sudah ada di sini. " ucap Siyue.


'Apakah ada yang tahu kau memiliki air itu...?" tanya Dewa Agung .


"Para sahabat, saudara dan keluargaku yang Mulia..hamba terpaksa membawa mereka kemari demi kebaikan dan pengobatan. tapi mereka hanya sebatas istana.hamba sering menggunakan air cuci untuk merendam mereka yang dalam keadaan sekarat, hamba mengobati mereka dengan tehnik akupuntur sambil berendam di dalam bak mandi yang berisi air suci... " jawab Siyue.


"Kau bisa melakukan tehnik akupuntur ?" tanya Dewa kehidupan yang merupakan guru pengobatan.


" Benar Yang Mulia... Tehnik akupuntur jari emas..." jawab Siyue .


"Apaaa...!" seru mereka bersamaan.


"Yue'er... kenapa semakin lama kami mengenalmu, semakin kami tak tahu kejutan apalagi yang akan kau tunjukkan pada kami ha...?" ucap Dewa Agung sambil menghela nafas berat.


"Aku tidak bisa Membayangkan jika kau setua kami. apa yang akan terjadi padamu, sebesar apa kekuatanmu nanti...apa pantas kami menjadi Tiga Dewa utama lagi ..." ucap Dewa Brahmadya sambil tersenyum masam .


"Jangan berkata seperti itu yang Mulia... hamba hanyalah Dewi yang baru saja anda angkat. semua itu hanyalah kemurahan dari anda bertiga. ..dan soal kekuatan tentu saja kalian yang terhebat, terkuat...." ucap Siyue merendah.


"Jangan merendah. sekarang kami akan memberikan ini pada kalian berdua. mngkin memang ini jodoh kalian. berlatihlah kalian dengan benar, ketentraman Alam bawa dan Alam Nirwana akan menjadi tanggung jawab kalian berdua. ..." ucap Dewa Brahmadya sambil memberikan dua buku kecil namun agak tebal yang dia ambil dari balik jubanya pada mereka berdua.


"Ini untuk kami...?" tanya Dewa Wiqya kaget .


"Benar....Pelajarilah buku itu. karena kalian lah pelindung seluruh Alam .." ucap Dewa Brahmadya.


"Kami akan melaksanakan Yang Mulia.." ucap Siyue dan Dewa Wiqya serempak sambil membungkuk memberi hormat sebagai ucapan terimakasih


"Ya sudah mari kita kembali dulu...sepertinya kalian berdua sudah di tunggu oleh keluarga Dewa Yang Xi dan Dewa Saora...." ucap Dewa Brahmadya.


Merekapun segera keluar dari ruang teratai. ketika sampai di Istana Dewa Agung, Siyue dan Dewa Wiqya segera berpamitan pada ketiga Dewa utama. ketika sampai di istana Dewa Wiqya ternyata keluarga Dewa Saora juga telah berada di sana . Ternyata benar kata Dewa Brahmadya kalau mereka sudah menunggu Siyue untuk segera berangkat ke Negri Phoenix.


Setelah Dewa Wiqya dan Siyue sudah datang, mereka segera berangkat dengan menggunakan Kereta milik Dewa Yang Si dan Kereta milik Dewa Dai Huo . Dengan cepat kereta terbang menuju Alam Dunia .atau alam bawah .


Ketika mereka telah berada di Alam bawah, mereka tidak melihat adanya Istana Negri Phoenix.


"Yue'er...Di mana istanamu...?" tanya Dewa Yang Xi


"Sebentar lagi Ayah...sebentar lagi kita akan sampai . dan Istana Phoenix akan terlihat..." ucap Siyue lembut.


Ketika hari menjelang Sore , mereka melihat segerombol awan besar melayang di angkasa , Tiba - tiba Siyue yang berada di depan , berdiri dan mengibaskan Tangannya ke arah awan putih itu . seketika awan putih itu tersibak , ternyata di balik awan terlihat Negri Kerajaan Phoenix berada . dan di gerbang kota terlihat penjaga berdiri di balik gerbang kota Negri kerajaan Phoenix.


"Yue'er...itukah Negri Phoenix..?" tanya Dewi Bao Yu Dengan wajah kagum.


"Benar Bunda...." jawab Siyue.


'Sepertinya tadi kami tidak melihat apapun,.." ucap Dewi May yang duduk di dekat sang Bunda.


"Karena Kakak iparmu yang membuat Kerajaan itu terlihat May'er..." ucap sang Bunda.


"Benarkah...jadi kak Siyue benar- benar pengusaha Negri Phoenix..."tanya sang adik


"Begitulah...." jawab jawab sang Kakak Dewa Wiqya dengan bangga . mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Negri Phoenix .


udah dulu ya..maaf jika telat up date.


Selamat menjalankan Puasa semoga di lancarkan sampai lebaran nanti


Amiiin...🙏🙏


tak lupa autor minta maaf jika selama ini author punya salah. 🙏


jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu .


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2