DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PEMBALASAN YANG MULAI TERJADI


__ADS_3

Pagi itu saat semua orang di sibukkan dengan Kegiatan masing- masing , tiba-tiba mereka di kejutkan dengan teriakan keras dari seseorang .


.


"Aaaaaaahhhh......!!" Suara itu mengejutkan semua orang. Dan ternyata suara itu berasal dari kamar Ning Lanyu. Merekapun berlarian kearah suara teriakan itu atau tempat kediaman Ning Lanyu . Di sana terlihat para pelayan keluarbmasuj rumah tinggal Ning Lanyu dengan wajah cemas . Tuan Li Pak Yu bersama sang Istri juga sedang berjalan kearah rumah Nona kelima Li Ning Lanyu. Terlihat mereka berjalan dengan wajah cemas. Ketik samapai di rumah Ning Lanyu mereka melihat seorang pelayan sedang berjalan dengan wajah cemas keluar dari rumah Ning Lanyu.


"Ada apa dengan putriku pelayan..? dan mau kemana Kau..?" Tanya Tuan Li Pak Yu saat melihat pelayan itu berjalan keluar dari rumah tinggal Ning Lanyu dengan ketakutan dan cemas .


.


"Tuan.. nyonya.. Syulurlah anda berdua telah datang" ucap pelayan itu.


"Ada apa...?" Tanya nyonya Pak Yu.


"Tuan , nyonya...hamba harus memabggil tabib sebab Nona Ning Lanyu badan nya Luka semua.." Jawab Pelayan itu.


"Apa maksudmu, katakan yang jelas..." Ucap tuan Pak Yu.


"Tuan bisa lihat sendiri. Hamba tidak bisa menjelaskan dengan benar...dan hamba harus segera memanggil Tabib..." Ucap pelayan itu lagi.


"benar kata pelayan Yah.. Lebih baik kita melihat keadaan Lanyu di dalam ..." Ucap sang Istri.


"Baik istriku kita lihat keadaan Lanyu .


Ya sudah Kau panggil tabib cepat....!" Ucap tuan Pak Yu.


"Baik Tuan..." pelayan itu segera berlari menjemput tabib. Sedangkan tuan dan Nyonya Pak Yu segera masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamar sang putri. Ketik sampai di dalam kamar, mereka sangat terkejut. Wajah Lanyu yang kemarin masih bersih dan cantik, kini penuh luka goresan. Dan bukan Hanya wajah , tapi sekujur rubuhnya . luka garukan dan juga bentol- bentol sebesar kacang hijau menenuhi tubuh dan wajahnya . Sedangkan tangan Lanyu masih saja menggaruk sana- sini. Saat melihat ayah dan ibunya, Lanyu langsung menangis.


"Ayah...Tolong aku...ini sangat gatal ayah... aku sudah tidak tahan lagi dengan rasa gatal ini..." Ucapnya sambil menangis. Dan darah Ada sebagian yang keluar dari luka Karena garukan.


"Lanyu... Apa yang Kau lakukan ini...berhenti menggaruk tubuhmu.!" Seru sang ibu.


"Ibu...ini sangat gatal aku tidak bisa berhenti menggaruk..." Ucapnya dengan tangan masih menggaruk dan airmata mengalir dengan deras.


"Ayah.. Bagaiaman ini...?" Ucap sang istri.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa istriku...kita tunggu tabib..." Ucap Pak Yu dengan wajah prihatin . namun di dalam hatinya mulai Ada keraguan dan pertanyaan.


"Ya Dewa...jangan Kau katakan ini hukuman darimu untuk anak -anakku...apa benar semua perkataan Ayah kalau kedua Putriku Inilah yang telah membuat Putri kandung Ku sendiri terusir dari rumah nya . Dan itu menandakan kalau Putriku Ning Si tidak bersalah..."ucap hati Li Pak Yu .


Tak lama pelayan yang memanggil tabib datang dengan seorang tabib . Dia tabib yang bekerja di Sekte Pedang Terbang .


"Tabib periksa Putriku... Dan buatkan obat untuk menyembuhkan penyakitnya.. " ucap Pak Yu pada sang tabib.


" Baik tuan..." jawab tabib sambil melangkah mendekati Lanyu.


Tak berapa lama tabib itu terlihat menghela nafas berat dan dia berucap .


"Tuan...sepertinya hamba tidak dapat mengobati Nona Ning Lanyu... sebab penyakit gatal yang di derita Nona Ning Lanyu baru sekarang hamba melihatnya. saya akan mencoba memberi salep gatal yang paling baik dan akan membuat ramuan untuk Nona Ning Lanyu minum , tapi jika tidak Ada perubahan, maaf... Cari tabib yang lain saja..." ucap tabib tadi sambil mencari salep di dalam kotak obatnya . Dia memberikan saleb yang ada di dalam wadah kotak kecil yang terbuat dari kayu . Setekah itu dia mohon diri akan membuat ramuannya. namun baru saja tabib melangkah tiba - tiba seorang pelayan masuk ke dalam kamar Lanyu. Pelayan itu langsung menghadap tuan Pak Yu.


"Ada apa pelayan.?" Ucap tuan pak Yu kaget .


"Hey...bukankah Kau pelayan dari Nona Ning Soilo..?" Kata nyonya Pak Yu.


"Benar nyonya...tuan , nyonya tolong Nona Ning Soilo ..dia..." Namun ucapannya terhenti saat dia melihat Ning Lanyu.


"Ada apa dengan Ning Soilo pelayan...?" Tanya nyonya Pak Yu saat melihat pelayan terdiam.


"Itu nyonya...kenapa penyakit nona Ning Lanyu sama dengan penyakit nona Ning Soilo...!" Serunya keheranan .


"Apaa...!" Seru sepasang suami istri itu bersamaan.


"Penyakit Nona Ning Soilo sama seperti Nona Lanyu..tapi luka di tubuh Nona Soilo lebih parah lagi tuan.. Dia sekarang sedang berteriak dan menangis kesakitan dan gatal...." ucap Pelayan itu dengan wajah heran . Mendengar perkataan Si Pelayan, tuan Li Pak Yu dan istrinya Syok mendengar kabar itu . Namun tuan Li Pak Yu segera menatap pada tabib yang berdiri di depannya.


"Tabib...apakah Kau mau memeriksa Ning Soilo juga...?" ucap tuan Pak Yu para sang tabib.


"Kemungkinan juga dia mempunyai penyakit seperti Nona Ning Lanyu Tuan....tapi baiklah kita lihat saja. Semoga penyalitnya tidak sama..." ucap Pria paruh baya itu . Akhirnya mereka keluar dari rumah kediaman Ning Lanyu dan pergi ke rumah tinggal Ning Soilo setelah memberikan salep pada pelayan untuk di oleskan pada tubuh Ning Lanyu . Mereka berjalan ke tempat Ning Soilo dengan wajah cemas . Ketik mereka sampai di sana. Mereka melihat Ning Soilo berteriak sambil menggaruk tubuh nya yang sudah banyak mengalami luka. Dan lukanya terlihat sangat mengerikan Karena banyak luka yang mengeluarkan darah. Melihat kedua orang tuanya datang dia mengadu kesakitan sambil menangis. Namun tuan dan Nyonya Pak Yu tidak bisa berbuat apa - apa. Mereka menyuruh tabib untuk memeriksa Ning Soilo.


Tak berapa lama terlihat Tabib selesai memeriksa.


"Tabib...cepat berikan obat untukku.." teriak Ning Soilo dengan nada marah. tabib berjalan kearah tuan Pak Yu.


"Maaf tuan...penyakit mereka sama. dan ini salep untuk Nona Ning Soilo. dan seperti apa yang says ucapkan tadi sekarang hamba mohon diri akan membuat ramuan untuk mereka..." ucap sang Tabib. diapun segera mohon diri . Sedangkan tuan Li Pak Yu hanya bisa menatap Ning Soilo dengan tatapan lain . Dia yakin Inikah yang di katakan sang Ayah. jika Ning Soilo dan Ning Lanyu tidak mengatakan apa yang terjadi sesungguhnya di hari itu, maka mereka akan mendapatkan hukuman dari Dewa.


"Apakah ini hukuman buat mereka..."ucapnya pelan. tapi dia masih belum yakin. Dia menyuruh dua orang murid untuk memanggil teman dalam satu kelompok dengan Ning Soilo dan Ning Lanyu. jika semua murid terkena penyalit yang sama, maka ini bukan penyakut hukuman dari Dewa . Tapi jika hanya mereka berdua yang terkena. maka mereka benar- benar bersalah. Dan dia tidak bisa membayangkan penyesalan yqng akan dia Alami .


Dan benar saja. tak berapa lama kedua muridbya telah datang. Malah mereka membawa serta kelima teman yang satu kelompok dengan Ning Soilo dan Ning Lanyu . Dan mereka dalam keadaan sehat dan segar. Melihat itu tuan Li Pak Yu terduduk di Kursi nya. perlahan air mata penyesalan mengalir deras di pipinya .


sudah lima tahun ini dia menahan kesedihan kehilangan putri kandung nya itu. kerimduan di hatinya tertutup oleh kemarahan saat melihat putri yang sangat dia cintai dalam satu kamar bersama Pria pemabuk. malu dan marah nembuat terutup hatinya . Dan sekarang....kebenaran telah terungkap. ternyata semua ini hanya fitnah keji yang di lakukan oleh putri dari sahabatnya yang sudah dia anggap Putrinya sendiri dan gadis yatim yang dia angkat sebagai Putrinya .


######


Sedangkan di tempat lain, Siyue dan Raja serta ketiga pengawalnya yang sedang berjalan keluar Sekte di kejutkan dengan kedatangan Feng Qui dan Tiger yang berupa manusia datang menghampiri mereka . Mereka mendap tugas dari Siyue untuk mengikuti Lanyu dan Ning Soilo.


"Kalian sudah datang...?" Tanya Siyue.


"Kami sudah selesai dengan tugas kami Yue'er...dan ini Batu Dewa yang merekam suara mereka..." Ucap Feng Qui sambil menyerahkan dua Batu Dewa .


"Bagus...lalu apakah Racun itu sudah bekerja.. .?" Tanya Siyue.


"Sudah Yue'er.. .mereka mulai kesakitan..." Ucap Feng Qui.


"Apa yang terjadi sayang...?" Tanya Raja yang Ada di sebelah Siyue.


"Hukuman untuk Kedua saudara Ning Si yang telah memfitnah dia...jika saja mereka mau bertobat...Tentu saja Racun tak akan bekerja , Tapi ternyata hati mereka yang sakit. " jawab Siyue.


"Yue'er.. Sepertinya mereka berdua bukan saudara kandung Ning Soilo.." Kata Feng Qui pelan.


"Apa.. bukan saudara kandung...?" Tanya Siyue kaget.


"Entahlah...saat itu aku yang berada di dalam kamar Ning Soilo melihat ibu mereka datang Karena Keributan yang di lakukan Ning Soilo . dan saat sang ibu mendengar kalau Kakek Li bertemu Ning Si , Dia langsung keluar rumah. Aku segera mengikuti Dia. Dan terlihat dia menangis sepanjang jalan . ternyata dia berjalan menuju rumah Kakek Li. Ketik sampai di sana. Sambil menangis dia menanyakan keadaan Ning Soilo. Kakek Li menjawan semua pertanyaan Dia... Dan saat Kakek Li menanyakan apakah dia benci pada Ning Si , Dia menjawab..Ayah mana mungkin aku membenci darah dagingku sendiri. Dan lebih Mencintai anak orang lain. Itu yang dia ucapankan Yue'er..." Kata Feng Qui. Mendengar itu, terlihat senyuman dingin di wajah tampan milik Siyue.


"Ck...dasar manusia serakah dan tak tahu diri...sudah di besar kan Malah menendang keluar Putri sebenarnya...dasar manusia jahat ..." Ucapnya pelan.


"Ya sudah kalian kembali saja ke ruang Teratai untuk beristirahat. Biarkan mereka mendapat pelajaran terlebih dahulu. Kita lihat apa yang terjadi Beberapa hari kedepan. Karena sekarang aku ingin membawa Kakek menemui Ayah..." Ucap Siyue .


"Baik Yue'er..." Ucap Feng Qui dan Tiger bersamaan . merekapun segera menghilang dari depan Siyue dan Raja.

__ADS_1


"Sayang kita pulang ke istana kan...?" Tanya Raja.


"Iya gege...tapi boleh aku meminta sesuatu...?" Kata Siyue.


Apa Yue'er...?" Tanya Raja lembut .


"Boleh Siyue minta tolong untuk mengundang Kakek dan Nenek Sang Baiki ke tempat Kakek Kaisar..?" Ucap Siyue.


"Tentu saja boleh...apapun boleh jika Kau yang meminta sayang..." ucap Raja lembut sambil mengusap kepala Siyue.


Sedangkan ketiga pengawal Raja hanya bisa tersenyum melihat kebucinan sang junjungan .


"Ye Mai dan Kau Ye Gu...Pergilah kalian berdua ketempat Jendral Long Bay, katakan pada Tuan Sang Baiki untuk datang ke istana Kaisar Tua. Bilang Raja Chu Tian Ji mengundang tuan Dan Nyonya Sang Baiki untuk datang ke istana Kaisar tua..." Ucap Raja memberi perintah.


"Baik Yang Mulia kami akan melaksanakan perintah yang Mulia..." Ucap Ye Mai dan Ye Gu bersamaan.


Tak lama mereka berdua pergi dari hadapan sang Raja. Setelah mereka pergi, mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kerajaan . Mereka tidak simgga di rumah tinggal para sahabatnya. Karena kemaren mereka berada di sana sampai Malam .


Dengan mengendarai kuda , mereka pergi menuju Istana . Ketika sampai di pintu gerbang, mereka berpapasan dengan Pangeran Waisan yang akan keluar. Saat melihat kedatangan Raja dan Siyue Serta Ye Xie. Pangeran Waisan dan rombingan segera menghentikan laju kuda mereka . Pangeran Waisan segera melompat turun dan memberi salam bersama para Perwira dan prajurit yang bersamanya .


"Salam yang Mulia Raja... Semoga kebahagian selalu menyertai yang Mulia..." Ucap mereka serempak .


" Trimakasih kalian ..bangunlah...." Ucap Raja.


"Trimakasih yang Mulia..." Ucap mereka lagi .


"Kalian mau kemana...?" Tanya Raja.


"Melakukan pemeriksaan rutin Kak..." Jawab Pangeran Waisan. Namun Matanya melihat pada Siyue yang terlihat sangat tampan dan cuek di atas kuda nya. Entah kenapa setiap melihat Siyue hati Pangeran ketiga selalu berdebar. Apa lagi melihat binar mata Siyue yang terlihat sangat memukau Siapa saja yang menatap wajah nya.


"Kenapa Ada seseorang yang begitu tampan namun Cantik Menjadi satu seperti Dia..." Batin Pangeran Waisan.


"Waisan...Ada apa denganmu...kenapa Kau menatap Siyue seperti.itu..." Terlihat wajah tidak suka sang Kakak saat melihat Pangeran Waisan menatap Siyue tanpa berkedip . Mendengar ucapan Sang Kakak. pangeran sadar akan perbuatannya.


"Aah..tidak Kak..aku fikir dia bukan Siyue. Sebab dia beda dengan beberapa bulan lalu, Dia lebih cantik dan tampan..." Ucapnya tanpa sadar.


"Apaa...!" Seru sang Kakak kesal.


mendengar seruan dari sang Kakak , Pangeran Waisan sadar akan ucapannya .


"Aah maaf kak...Bukan begitu...aku...aku pergi dulu kak takut hari semakin Siang...." Ucapnya sambil mengajak para prajuritnya pergi .


"Kau..." Ucap Raja yang masih kesal.


"Yang Mulia...sudahlah....." bisik Siyue yang membuat kekesalan sang Raja meredah . Sedangkan Pangeran Waisan cepat- cepat pergi dari depan sang Raja. Dia menyesali ucapannya yang keceplosan memuji Siyue. Sedangkan Ye Xie menahan tawa melihat tingkah sang Raja dan adik nya .


Mereka segera meneruskan perjalanan mereka masuk menuju Istana. Raja singga sebentar keruang kerjanya. Terlihat bertumpuk berkas di meja kerjanya.


"Sayang...Bantu aku menyelesaikan mereka ya..." Ucap Raja sambil berjalan kearah meja.


"Memangnya Siyue bisa...?" Ucap Siyue.


"Kau fikir aku tidak tahu kalau Kau membantuku menyelesaikannya semua laporan yang Ada di meja ini..." Ucap Raja sambil menyentil kening Siyue pelan.


"Yang Mulia tahu itu...!" Kata Siyue kaget. Raja hanya Tertawa dan mengacak rambut Siyue pelan.


Saat itu Siyue ingin bertemu Raja , Karena Ada sesuatu yang ingin dia bahas . namun Raja tidak ada , Tanpa sengaja Dia melihat tumpukan laporan Dari Beberapa mentri. Terutama tentang masalah kemarau dan masalah banjir serta kekacauan di pinggiran kota . Sepertinya raja tidak bisa menyelesaikan tiga masalah itu. Dengan memberi catatan kecil di atas tumpukan kertas Siyue membantu Raja menyelesaikannya . setelah itu dia pergi .


"Prajurit jaga mengatakan hanya Kau yang masuk kedalam ruanganku. Kau tahu...tidak Ada yang berani masuk kemari selain dirimu. Karena para penjaga akan menolak siapapun yang akan masuk kemari. Walau itu saudara ataupun orang tuaku..." Kata Raja sambil memeluk pinggang ramping itu .


"Tapi mereka membiarkan hamba masuk...?" Ucap Siyue heran.


"Karena itu sudah merupakan perintahku. Jadi tidak Ada seorangpun yang akan berani menghalangimu masuk kesini. Jadi tidak ada yang berani masuk kemari selain kita..." Ucapnya sambil mencium lembut kening Siyue .


"Yang Mulia ....anda tidak takut Siyue menyalah gunakan kepercayaan Yang Mulia..?" tanya Siyue heran.


"Bukankah aku sudah bilang. Apapun akan kuberikan Padamu..." Ucapnya lembut .


mendengar ucapan sang Kekasih. Siyue merayakan perasaan hangat dan haru mengalir di dadanya. Perlahan Dia memeluk tubuh Pria di depannya dan menyandarkan kepalanya di dada bidangnya. Melihat perbuatan sang Kekasih yang belum pernah dia lakukan . Raja terkejut sesaat. Tak lama terlihat senyuman bahagia di wajah tampannya.


"Trimakasih Tian'ge...tapi ingat...aku tidak ingin berbagi dirimu dengan. Wanita lain..." Ucap Siyue .


"Tentu saja sayang....aku juga tak ingin Ada orang lain di antara kita berdua. Aku hanya ingin hidup denganmu dan anak- anak kita ..." Ucap Raja Sambil membalas pelukan sang kekasih.


Setelah agak lama mereka di dalam ruang kerja Raja , Mereka segera pergi ke istana Kaisar Tua. Ketika samapai di sana, terlihat Kaisar sedang duduk di taman yang Ada di samping istananya. Kaisar sedang duduk bersama Beberapa pengawal dan dayang. Saat melihat Siyue dan Raja datang, Kaisar segera Tertawa dan mengajak mereka masuk.


" Kalian sudah lama tidak menjenguk pria Tua ini... Kapan Kau kembali dari Dunia kecil Yue'er..." Tanya Kaisar tua dengan lembut.


"Tiga hari Yang Lalu Kek,..maaf baru sekarang Siyue bisa datang.."ucap Siyue lembut . Dia duduk di dekat Kaisar Tua.


"Nggak masalah nak...Kau datang saja Kakek sudah bahagia...." Jawab Kakek Kaisar Tua .


"Kek...Siyue ingin melihat kesehatan Kakek..." ucap Siyue lembut.


Kaisar Tua segera memberikan tangannya pada Siyue. Dengan embut Siyue melihat denyut Nadi Kaisar Tua.


"Syukur kesehatan Kakek semakin baik . ucap Siyue sambil tersenyum.


"Semua berkatmu Nak...Kakek tak tahu apa yang akan terjadi jika Kau tidak Ada di Sisi Kakek..." ucap Kaisar Tua sambil tersenyum bahagia.


"Semua Karena Dewa juga Kek... Dewa masih belum menginginkan Kakek menghadap mereka . Mereka masih menginginkan Kakek menemani Siyue di dunia ini..." goda Siyue para Kaisar Tua .


"Lebih baik lagi jika Kau segera menikah dengan Pria bengal itu..." Ucap Kaisar sambil menunjuk Raja dengan dagunya. Mendengar ucapan Kaisar , Wajah Siyue Merona merah Karena malu .


"Benar kata Kakek Sayang... Aku juga ingin segera menikahimu..." Ucap Raja semakin membuat wajah Siyue memerah.


"Lebih baik kami bertunangan dulu Kek... Siyue ingin menikah saat Calon mertua Siyue terbebas dari penjahat yang menculiknya..." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue, Kakek Kaisar dan Raja tertegun. Takboerbah mereka menyangka kalau Siyue masih memikirkan keberadaan Kaisar dan Ratu . Andai wanita lain, pasti mereka akan langsung setuju tanpa memikirkan orang Tua sang Raja .


Mereka semakin kagum pada gadis cantik yang Ada di depan mereka .


"Hatimu baik sekali sayang...aku setuju dengan pemikiranmu..."ucap Raja yang sudah berada di belakangnya. Dan memeluk tubuh ramping yang sedang duduk di depan Kaisar Tua tanpa malu. Tentu saja perbuatan sang Kekasih membuat Siyue tersipu malu.


"Gege apaan sich, Ada Kakek tau...." Ucap Siyue pelan.


"Kau harus membiasakan diri melihat kemanjaan calon suamimu itu Yue'er...Kakek juga setuju dengan keinginanmu..." Ucap Kakek. Namun percakapan mereka terhenti saat Ye Mai meminta ijin menghadap.


"Masuklah Ye Mai..." Ucap Raja.

__ADS_1


"Apakah tuan Sang Baiki sudah Kau bawa...!" Kata Raja saat melihat Ye Mai masuk .


" Sudah Yang Mulia...apakah mereka boleh masuk...?" Ucap Ye Mai.


"Biarkan mereka masuk ..." Ucap Raja.


"Baik Yang Mulia..." Jawab Ye Mai.


Dia segera keluar. Tak lama terlihat kedua Suami istri dari tuan Sang Baiki masuk kedalan ruang tamu Kaisar Tua .


"Salam sejahtera yang Mulia Kaisar Tua... Raja..." Ucap Tuan Sang Baiki bersama istri.


"Salam kembali sang Baiki...Ayo duduk..." Ucap Kakek Kaisar.


"Trimakasih Yang Mulia..." Jawab tuan Sang Baiki . melihat Siyue berada di sana, terlihat nyonya Sang Baiki gembira. Dia tersenyum hangat pada Siyue sebelum dia duduk. Begitu juga dengan tuan Sang Baiki. Siyue membalas senyuman mereka dengan hangat .


"Bagaimana kabarmu sekarang...?" Ucap Kaisar pada tuan sang Baiki dengan nada bahagia.


"Hamba sekeluarga baik- baik saja yang Mulia..." Ucapnya sambil tersenyum.


"Maaf yang Mulai...apa benar Yang Mulia Raja memanggil kami berdua....?" tanya tuan Sang Baiki sambil menatap sang Raja yang sedang berdiri sambil masih memegang tangan Siyue dengan lembut. Melihat itu, Nyonya Sang Baiki terlihat sedikit kaget. Tapi tidak untuk tuan Sang Baiki sebab dia sudah tahu .


"Bukan aku yang ingin bertemu kalian berdua , tetapi Kekasihku Siyue..." Ucap Raja sudah mengklaim Siyue di depan calon Kakek dan Nenek Siyue.


"Yang Mulia..." Tegur Siyue lembut.


Melihat interaksi ke duanya, nyonya Sang Baiki pun menyadari hubungan mereka berdua. Dan dia juga melihat kalau Kaisar terlihat biasa saja. Dengan melihat itu semua dia tahu kalau Kaisar tua telah merestui mereka berdua.


"Jadi Siyue yang ingin bertemu kami...? Memang Ada apa nak...?" Tanya tuan Sang Baiki sambil menatap Siyue dengan tatapan lembut. Begitu juga Nyonya sang Baiki . dia menatap Siyue dengan tatapan tanya.


"Siyue ingin mempertemukan tuan dan Nyonya dengan seseorang yang ingin bertemu dengan kalian berdua, apakah anda berkenan ikut bersamaku..." Ucap Siyue lembut.


"Seseorang ingin bertemu kami...?" tanya tuan Sang Baiki dengan tatapan heran.


"Benar..." Jawab Siyue.


"Siapa yang ingin bertemu kami nak...?" tanya Nyonya Sang Baiki.


" Nanti kalian tahu sendiri Nyonya..." Jawab Siyue.


"Nak ....jangan panggil kami dengan sebutan Tuan dan nyonya, panggil saja kami Kakek dan Nenek , itu lebih baik ..." Ucap tuan sang Baiki.


"Baiklah..kalau begitu Kakek dan Nenek mau ikut denganku menemuai orang itu...!" Tanya Siyue. Terlihat kedua orang itu saling pandangan Melihat itu Raja tersenyum dan berkata.


"Aku akan ikut juga bersama kalian, jadi jangan kawatir..." Ucap Raja.


Mendengar itu tuan Sang Baiki terlihat tersenyum.


" Kami tidak khawatir yang Mulia.. Hanya saja Kami heran Siapa yang ingin bertemu kami..." Jawab tuan Sang Baiki.


"Kalau begitu kalian ikut saja..." Ucap Sang Raja.


"Baiklah kami akan ikut...."ucap tuan Sang Baiki. Mendengar ucapan tuan sang Baiki Siyue tersenyum.


"Kek...Kakek ikut..?" Tanya Siyue para Kakek Kaisar.


"Tidak usah nak...aku ingin beristirahat saja .." Ucap Kakek Kaisar .


"Baiklah kalau begitu kita pergi. Maaf Kek... Kakek pegang tangan Nenek dan pejamkan mata kalian berdua..." Ucap Siyue. Dengan penuh tanda tanya tuan Sang Baiki memegang tangan sang istri . Beberapa saat kemudian mereka mendengar Siyue berkata.


"Sekarang buka mata Kakek dan Nenek..." ucap Siyue lembut .


Dengan penuh penasaran mereka membuka mata mereka. Betapa terkejutnya mereka saat melihat tempat di sekitar mereka. Mereka telah berdiri di depan sebuah istana yang sangat Indah dengan taman yang penuh bunga di sekitarnya.


"I...ini...dimana...?" Tanya Nyonya Sang Baiki dengan wajah heran. Sedangkan tuan Sang Baiki terlihat memperhatikan Alam sekutarnya.


"Ini ruang Teratai Siyue Nek... Mari ikut Siyue..." Ucap Siyue sambil melangkah kearah Istana yang Ada di depan mereka .


"Istana ini...." tanya Nyonya Yulia nama istri tuan Sang Baiki.


"Ini istana Siyue Nek...Mari masuk..." Ajak Siyue. Mereka masuk kedalam istana .


Saat itulah lima hewan kontrak Siyue yang berubah Menjadi manusia menyambut mereka .


"Selamat datang Kakek, Nenek....?"ucap mereka bersamaan .


"Trimakasih....Siapa mereka Yue'er...?" Tanya Tuan Sang Baiki.


"Hewan Kontrak dan Pengawal Siyue Kek..." Ucap Siyue tenang.


"Apaaa....hewan kontrak dan pengawal...?" tanya tuan dan nyonya Sang Baiki dengan wajah kaget.


"Benar Kek...." Jawab Siyue.


"Semua...?" Tanya Nyonya Yulia dengan wajah tak percaya .


"Masih Ada mahluk kontrak Yue'er yang lainnya Nek..." Ucap Raja.


Tuan dan Nyonya Sang Baiki Hanya bisa terdiam kaget. Melihat reaksi mereka , Siyue dan Raja tak kaget. sebab mereka sudah sering meluhat kekagetan di wajah orang yang tahu hewan kontrak Siyue . Karena itu Siyue berbicara oada hewan kontraknya


"Apakah Ayah Ada di dalam...!" Tanya Siyue.


"Ada..sedang berbincang dengan pamanmu..." Ucap Xiao Tu.


" kalau begitu aku masuk dulu.." Ucap Siyue.


"Pergilah..." Jawab Xiao Tu.


Siyue dan Raja melanjutkan langkah mereka membawa tuan dan nyonya Sang Baiki . ketika mereka sampai di depan pintu ruang obat, mereka mendengar percakapan dari dalam ruangan. Perlahan Siyue membuka pintu kamar.


"Selamat siang Ayah...." Ucap Siyue Karena waktu di ruang teratai siang hari.


"Siang....kau tekah datang nak....?" ucap Sima Yuan gembira . sudah hampir dua bukan Siyue meninggalkan mereka di ruang Teratai tanpa seklipun datang . Sinyu tersrnyum dan membuka pintu lebar- lebar Hingga terlihat dua orang yang di bawa Siyue oleh sang Ayah. Begitu juga dengan orang yang Ada di depan pintu. Mereka bisa melihat dua Pria tampan yang sangat mereka kenal itu. ke empatnya tertegun saling berpandangan .dan......


Maaf aku kanjut besok ya....eee....jangan marah dulu...beneran besok akan author lanjutin Kok 😂😂...maaf ya....🙏🙏👌


sebagai kompensasi..udah aku panjangin ceritanya ...😂

__ADS_1


Jangan lupa like , vote, dan komennya aku tunggu selalu .


Bersambung.


__ADS_2