DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PENOBATAN RATU PHOENIX .


__ADS_3

"Ck.. Dasar otak mesum ..." Ucap Siyue.


Mendengar ucapan sang Kekasih Raja tertawa .


"Sekarang lihat di atas awan itu yang Mulia...Ada apa...?" Kata Siyue .


Rajapun menatap kearah Awan yang di tunjuk Siyue. Dan betapa terkejutnya Dia saat melihat keatas. Dia bisa melihat sebuah kota berada di atas Awan.


Sedangkan si Kusir yang mendengar percakapan mereka berdua semakin tersenyum bahagia.


"Ternyata Dia Putri Mahkota Phoenix... lalu Siapa gadis yang mengaku darah Phoenix itu...."ucapnya dalam Hati.


Dan Saat dia melihat hewan yang Ada di tangan dan Pundak Siyue , Matanya melotot sempurna.


"Kalian Di Sini....?" seru Kusir itu bertelepati.


"Tentu saja ...bukankah kami penjaga gadis darah Phoenix.."ucap Xiao Tu dengan wajah kesal .


"Jadi dia memang benar gadis Phoenix...? lalu gadis yang Ada di rumah Sima...?" ucap Kusir itu lagi.


"Dia gadis palsu..Dia bukan Cucu asli tuan Sang Baiki...Kau akan tahu nanti.." ucap Xiao Tu. .Kusir itupun terdiam.


""Sayang...Kok di sana Ada sebuah Kota...?" Tanya Raja heran..


"Aku juga tidak tahu...mungkin itu kota Kerajaan Phoenix..." jawab Siyue.


"Yang Mulia bisa melihat tempat itu....?" Kata Sang Kusir ramah. Kini perlakuan sang Kusir pada mereka beda dengan tadi. Saat Siyue , Raja dan Kakek mulai naik, Kusir itu tidak berbicara sama sekali, kesannya terlihat cuek dingin dan menjaga jarak . tapi kenapa sekarang begitu ramah .


"Maaf jika saya lancang, Kenapa sikap anda berbera dengan sikap anda tadi...?" Kata Siyue yang selalu ingin terustetang.


"Karena anda Junjungam kami, Karena itu kami harus menghormati yang Mulia..." Ucap Pria seumuran Liong Bay itu . Mendengar ucapan pria itu , Siyue tak mengerti.


"Maksudmu..?" Tanya Siyue.


"Anda akan melihatnya Nanti. Lebih baik sekarang kita segera masuk kedalam kota yang Mulia..." Ucap pak Kusir.


Raja dan Siyue saling Pandangan. Merekapun Diam dalam perjalanan mereka.


Sedangkan Di Kereta yang lain, tepatnya kereta yang membawa keluarga Sima terlihat berhenti . Keluarga Sima bisa mendapat undangan Karena mereka merupakan keluarga dari suami salah satu penduduk kota itu dan juga keluarga gadis darah phoenix . saat kuda yang mereka naiki berhenti Lin Yun yang duduk di dekat nyonya Lodya menyibak tirai depan. Maka terlihatlah hamparan Padang rumput yang Luas. Dia menatap sekitarnya.


"Kenapa kita berhenti di sini...?" Ucapnya dengan sikap arogan. Dia melihat kembali sekelilingnya. Terlihat puluhan Kereta juga turun dari udara dan berhenti .


" Apakah kita sudah sampai..? Tapi mana kota Kerajaan Phoenix.." Ucapnya lagi. Mendengar ucapan Lin Yun, terlihat Kusir Kereta menatap Lin Yun dengan tatapan aneh.


"Hey Kau....untuk apa kita berhenti di sini..apa kita sudah sampai... ?" Ucapnya dengan nada sombong .


"Maaf Nona... Apa anda bisa melihat , ada apakah di tempat itu...." ucap sang Kusir sambil menunjuk kearah langit .


"Kau....Kau ini di tanya Malah nanya... Anak kecil juga tahu kalau itu langit biru yang luas yang tertutup mega putih....Kau fikir aku anak kecil..."ucapnya lagi dengan wajah kesal . Terlihat Kusir itu menatap Lin Yun tak percaya. Namun tak lama terlihat dia kembali menatap kearah langit. beberapa saat kemudian, dia menjalankan kembali keretanya .Terlihat kuda kembali melayang di udara menuju segerombolan Awan putih yang terlihat indah. . Begitu juga dengan kuda yang lain. Ada Satu Kereta yang terlihat lebih dulu mengudara . dan itu Kereta yang di tumpangi Raja dan Siyue.


Beberapa waktu jemudian, kuda telah menasuki kota kerajaan Phoenix. Para penduduk kota terlihat berjejer di pinggir jalan menyambut mereka . Meteka tahu kalau salah satu dari kereta itu membawa calon oemimpin mereka . Setelah Merasa kuda berjalan di jalanan . Lin Yun segera membuka tirai bagian depan Kereta. kini dia bisa melihat kota yang indah dan ramai. Para pebduduk kota itu terlihat cantik dan tampan. Membuat Lin Yun menatap dengan gembira .


"Hey Kusir Kereta apakah ini kota Kerajaan Phoenix...?" tanya Lin Yun.


"Benar... " jawab Kusir Kereta singkat .


" Inikah calon pendudukku....?" Ucapnya dengan sombong .


"Mereka penduduk Kerajaan Phoenix dan merupakan Rakyat Ratu Phoenix..." Ucap sang Kusir dengan datar. Tidak Ada rasa hormat di dalam ucapan Pria itu. Sedangkan tuan Sang Baiki dan Nyonya Yulia terlihat tersenyum tipis melihat tingkah Lin Yun. Mereka juga melihat keadaan kota Kerajaan Phoenix dari jendela Kereta.


"Dasar wanita jahat dan Sombong...sebentar lagi bukan kebahagiaan yang kau dapatkan, tapi hukuman atas penipuan kalian pada kami. Kau puaskan rasa bahagiamu sekarang. Sebab sebentar lagi kebahagiaan kalian akan berganti dengan hukuman..." ucap nyonya Yulia dalam hati dengan marah. Sudah beberapa hari ini dia menahan kemarahan di dalam hatinya. Hanya Demi ingin melihat mereka itu hancur. Nyonya Yulia bersikap manis seperti biasa pada Lin Yun .


Tak berapa lama Kereta sampai di gerbang istana kerajaan Phoenix. gerbang yang begitu tinggi dan mega , dengan pengawal yang terlihat berdiri dengan gagah di depan pintu gerbang .saat mereka melihat rombongan Kereta datang, dengan cepat mereka membuka pintu gerbang istana . Kembali Kereta berjalan masuk ke dalam area Istana. Kereta baru berhenti saat mereka sudah sampai di depan pintu seperti sebuah aula . Siyue dan Raja yang sejak tadi melihat keindahan Kerajaan Phoenix tak Merasa kalau Kereta telah berhenti. Baru ketik si Kusir Kereta Menyapa, mereka Baru tersadar.

__ADS_1


"Silahkan Turun Yang Mulia Ratu... ucap Kusir itu dengan Ramah. Dia dengan hormat mebungkuk 45 derajat kearah Raja dan Siyue .


"Jangan seperti itu... Bersikaplah biasa..." Ucap Siyue yang Kini sudah tahu kalau Kusir Kereta telah menyadari kalau dia si gadis Phoenix calon Ratu mereka .


"Tapi yang Mulia.." Ucap sang Kusir .


."Ini perintah jangan membantah..." Ucap Siyue.


"Baik yang Mulia." Ucap sang Kusir.


Melihat ketegasan calon Ratunya, Raja terlihat bangga dan bahagia . Terlihat senyuman manis di bibit seksinya . Siyue dan Raja segera turun dari Kereta bersama Kaisar Tua. Mereka berjalan mengapit Kaisar Tua. Satu persatu para tamu turun dari Kereta. Saat Lin Yun melihat Siyue turun Dari kereta kuda yang khusus untuk Raja , Dia sangat marah . Dia memgepalkan tangannya dengan erat , Hingga kuku tangan nya menyakiti Kulit telapak tangan nya. Apa lagi saat Dia melihat mereka bersama dengan Kakek Kaisar yang berjalan di tengah mereka.


Semua tamu di bawa masuk ke dalam aula Istana. Dan berkumpul dalam Satu ruangan yang Luas dengan.atap yang terbuka . ruangan itu sangat Luas dan memiliki tempat duduk yang banyak . dan di depan sana terlihat sebuah singgasana yang terlihat indah yang terbuat dari emas . Singgasana itu berada di tempat yang agak tinggi Hingga semua orang akan bisa melihat kehadiran seorang Raja atau Ratu yang sedang duduk .


"Yang mulia...apakah anda tidak mengeluarkan mereka yang sekarang berada di ruang Teratai anda...?" Ucap Kusir tadi yang masih mendampingi Siyue.


"Apaa.. Kau...kau tahu aku membawa mereka...?" ucap Siyue dengan kaget. Begitu juga dengan Raja dan Kakek Kaisar.


"Jangan kaget Yang Mulia...hamba tahu itu Karena Ada Liong Bay di tangan anda dan kelinci darah di pundak anda.." Ucap pria itu.


"Kau...Kau mengenal mereka...?" Kata Siyue lagi.


"Tentu saja sebagai sesama penjaga pasti saling mengenal yang Mulia..." Jawab Pria itu.


"Ck..kalian ini...baik..sekarang aku akan mengeluarkan mereka. Tapi mana mungkin di sini...?" Ucap Siyue.


"Ikut hamba yang Mulia..." Kata Si Kusir yang ternyata seorang penjaga yang memiliki kekuatan tinggi . setara dengan liong Bay dan Xiao Tu serta Tongsa. Siyue dan Raja mengikuti pria itu setelah pamit pada Kakek Kaisar . mereka menuju sebuah tempat yang agak terlindung.


"Silahkan Yang Mulia mengeluarkan mereka.". Ucap pria itu.


Dan Siyue pun segera mengeluarkan semua yang ada di dalam ruang Teratai kecuali para mahluk kontrak dan penjaganya. Siyue tak lupa memakaikan topeng di wajah sang Ayah . Setelah itu mereka kembali ke tempat Kakek Kaisar. . Dan ternyata para utusan dari Sekte Tapak Dewa dan Sekte Elang Putih telah bergabung dan mereka berada bersama anggota kerajaan. Seban di antara mereka memiliki ikatan perguruan. Sedangkan yang datang adalah para guru mereka .


Saat melihat Siyue datang bersama para Sahabat dan Saudaranya, mereka sempat terkejut , apalagi guru San We yang melihat keberadaan Yun Jin . namun Dia tidak sempat bertanya , karena mereka telah di persilahkan masuk . Pangeran Waisan yang melihat Siyue dan Raja datang bersama beberapa orang yang belum pernah dia temui dan tiga pengawalnya juga berada di sana , menjadi kaget . saat ingin menanyakan pada sang Kakak. Ternyata mereka harus masuk kedalan ruangan . Dan duduk di tempat yang sudah di sediakan. mereka di persilahkan duduk . Anggota kerajaan mendapatkan tempat duduk di deret kedua bersama Ketua sekte. Sedangkan kedua Guru besar berada sederet dengan Raja dan Siyue serta Kakek Kaisar . Melihat Siyue duduk dekat Raja dan Kaisar Serta kedua guru besar . Membuat Lin Yun Merasa tidak terima , Lin Yun segera mendekati Siyue.


"Lin Yun..! Apa - apaan Kau ini...bukan urusanmu Siapa yang berhak duduk di dekatku... ! Lagian Siapa Kau ini..? Siyue sudah semestinya berada di dekatku...!" Seru Raja marah. Mendengar ucapan Raja , terlihat wajah Lin Yun memerah Karena malu.


"Yang Mulia anda..." . ucapnya dengan wajah kaget dan malu .


"Apa lagi...pergi sana...!" Seru Raja marah. Dengan perasaan malu dan Marah, Lin Yun pergi dari hadapan Siyue dan Raja. Sedangkan Siyue duduk dengan tenang di kursinya .


Tak berapa lama para penghuni dan pembesar kerajaan Phoenix masuk ke dalam ruangan mereka terlihat berpakaian yang sangat Indah dan berwajah tampan dan cantik. Dengan anggun mereka duduk di dekat dua Singgasana yang di biarkan kosong. Namun Siyue Merasa kaget saat dia melihat salah satu dari mereka Adalah sang Guru Saujin . begitu juga dengan Sima Yuan , Dia melihat Saujin duduk bersama para pembesar kerajaan dan salah satu putri yang Ada di sana membuat hatinya bergetar penuh kerinduan. Wanita yang selalu menemaninya di saat berpetualang dulu di masa Muda nya. Tanpa dia sadari air mata mengalir di pipinya. Ternyata ketegangan hatinya terlihat oleh sang Adik.


"Ada apa kak.." Tanya Yun Jin.


"Dia Ada di sini...dia selamat Yun Jin..." Ucap Sima Yuan dengan suara bergetar


" Dia...? Maksudmu...?" Tanya Yun Jin dengan heran.


"Kakak Iparmu..." Ucap Sima Yuan dengan suara yang bergetar Karena menahan haru .


"Apaa... kakak Ipar..." Serunya pelan.


"Dia berada di atas..." Ucap Sima Yuan lagi. Dan Yun Jin bisa melihat seorang wanita yang berdiri di antara tiga wanita yang berwajah sangat cantik. Dan wanita itu memiliki fis wajah yang sama dengan Siyue. Mungkin Karena Siyue sekarang memakai samaran laki, maka kemiripannya milik Sima Yuan.


"Tenang Kak.. Kalian akan segera berkumpul kembali. Saat Siyue menjadi Ratu kerajaan ini. Kaalian akan berkumpul kembali..." ucap Yun Jin. Mendengar ucapan Yun Jin terdengar helaan nafas Sima Yuan.


Sedangkan di atas mimbar. Ibu dari Siyue terlihat menatap pada para tamu yang datang. Saat tatapan nya mengarah pada Siyue. Dia merasakan dadanya berdebar.


"Wajah itu...kenapa wajah pria itu mirip dengan suamiku Sima Yuan. Lalu di mana Putriku.. " ucapnya dalam hati.


Tak lama seorang pria paruh baya berwajah tampan terlihat berdiri Dari duduknya. Dan dia melangkah kedepan .


"Salam hormat untuk saudara sekalian. Selamat Datang di Istana kerajaan Phoenix. Saya harap Sambutan kami tidak mengecewakan anda semua...(Pria itu diam sejenak dia menatap satu- persatu para tamu. Dan pada saat Dia sampai di wajah Siyue. Tiba- tiba dia terdiam dan menatap Siyue Lekat. Xiao Tu , Tiger dan Feng Qui yang Ada di pundak Siyue tidut dengan tenang sambil melihat ke depan . tak lama pria itu terlihat tersenyum. Dan melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Aku Kira tiba saatnya acara inti dari pertemuan ini di laksanakan . Sebelum itu. Saya harap gadis darah Phoenix untuk maju kedepan ..." Ucapnya dengan lantang. Setelah pria itu selesai berkata, terlihat Lin Yun berjalan dengan sombong kearah Pria itu. Melihat Lin Yun berjalan kearahnya , terlihat keterkejutan di Matanya. Dia menatap Lekat wajah Lin Yun lalu para Siyue . Tak lama terlihat senyum di bibir nya. Namun beda dengan Putri Tang Yin. Melihat Lin Yun dia Merasa tidak Ada perasaan apapun dalam hatinya. Beda saat dia melihat Pria tampan yang murip dengan. Sima Yuan tadi. Dia terlihat tertegun sejenak.


Sedangkam Siyue duduk di Sisi Raja Chu Tian Ji dengan tenang. Pria itu kembali menatap Siyue yang duduk dengan tenang. Lalu terlihat senyuman di wajah nya kembali.


"Silahkan duduk Nona..." Ucap Pria itu. Dengan Sombong Lin Yun berjalan kearah Singgasana .


"Maaf Nona..anda duduk di sini.." Ucap Pria itu sambil menunjukkan Kursi kosong di dekatnya.


"Lo Bukan nya aku ini Ratu kalian yang seharusnya duduk di singgasana itu...?" Kata Lin Yun dengan angkuh .


"Maaf Nona...anda belum di nobatkan sebagai Ratu, jadi masih belum pantas duduk di sana..." Ucap Pria itu yang ternyata perdana mentri kerajaan Phoenix.


Dengan enggan Lin Yun berjalan dan duduk di Kursi yang di tungjuk Pria itu .


"Baiklah saya akan memperkenalkan Diri Saya. Saya Adalah Tang Kim Dong Putra pertama Raja Tang Song. Yang juga merangkap sebagai perdana Mentri kerajaan Phoenix ini. Saat ini kami akan segera menobatkan Ratu utama Kami. Yaitu Putri Darah Phoenix yang beratus tahun baru muncul . Kemuncukan gadis Darah Phoenix lahir sudah beratus tahun yang Lalu yaitu Nenek Buyut kami . Dan Kini setelah beratus tahun kami menunggu. Akhirnya telah lahir juga gadis darah Phoenix itu..." namun


Sebelum Tuan Kim selesai berbicara seorang prajurit masuk dan berbisik padanya. Tak lama tuan Kim tersenyum . Dia berkata .


"Oo...ternyata Kaisar Kami berkenan datang kemari. Sebenarnya belia tadi tidak bisa hadir Karena beliau sedang Sakit, namun saat mendengar Cucu yang Di nanti telah Tiba. Tiba-tiba beliau memiliki kekuatan untuk datang . Mari kita Sambut Kaisar Tang Song ....Kaisar Kerajaan Phoenix..." Serunya dengan keras. .


Tak lama terdengar suara penberitahuan kalau sang Kaisar dan Permaisuri akan segera masuk . Semua hadirin berdiri. Tak lama terlihat seorang Pria paruh baya yang terlihat agak sakit namun wajahnya terlihat tampan masuk kedalam ruangan.


"Ya ampuun...kenapa penduduk kota ini tampan semua ya...?" Batin Siyue.


"Dan apakah ini Kakek Dan Nenekku...?" Ucap Siyue dalam hati saat melihat Kaisar dan permaisuri masuk kedalam ruangan dan Duduk di singgasana yang bersebelahan dengan Singgasana utama. Author hampir lupa. Di sana Ada dua Singgasana. Author fikit itu untuk Kaisar dan permaisuri. Tapi ternyata Tidak. Singgasana yang agak terlihat mewah ternyata Milik Ratu Phoenix


Semua orang berdiri termasuk juga Lin Yun .


"Salam sejahtera Yang Mulia Kaisar Tang Song dan permaisuri Hua Ma ..Semoga kebahagian selalu menyertai Yang Mulia...." Ucap mereka bersamaan.


"Trimakasih..kembalilah kalian duduk, Maaf aku baru datang. Tubuh Tua ini sedikit rewel. Tapi Karena aku Ingin bertemu dengan Cucu yang aku tunggu. Aku memaksakan diri datang kemari......" Ucap Kaisar sambil tersenyum bijak . Mereka segera kembali duduk.


Kaisar menatap pada Lin Yun . Belia menatap Lin Yun dengan Tajam . Sedang kan Lin Yun yang Di tatap Raja terlihat semakin Sombong . namun tak lama Ada kerutan di wajah Kaisar.


"Kau gadis darah Phoenix...?" Tanya Kaisar pada Lin Yun.


"Benar Kakek...aku Lin Yun cucumu..." Ucapnya bangga.


"Kim lanjut kan..." Ucap Kaisar datar .


"Baik Yang Mulia..." Ucap tuan Perdana Mentri Kim . "Sekarang Karena Yang Mulia Kaisar telah hadir, maka kami segera memulai penobatan sang Ratu Menjadi Ratu Kerajaan Phoenix.. Untuk itu kami persilahkan Pangeran Tang Li Jun yang merupakan Putra kedua kerajaan Phoenix untuk membawa Mahkota Ratu Phoenix . dan Yang Mulia silahkan menyematkan Mahkota kekepala Cucu yang Mulia..." Ucap Pangeran Tang Kim .


Dengan perlahan Kaisar berdiri dari singgasananya dan berjalan kearah Mahkota yang Ada di tangan Pangeran Li Jun . Mahkota itu di tempatkan di atas talam yang terbuat dari emas dan berlapis Kain beludru berwarna merah . Melihat itu Lin Yun terlihat berdiri dengan bangga dan Sombong. Semua hadirin di minta untuk berdiri. Siyue juga ikut berdiri dengan tenang bersebelahan dengan Raja. Tak lama Kaisar memegang Mahkota Tiara bersusun dua. Yang terlihat sangat indah. Wajah Lin Yun terlihat semakin bangga dan bahagia. Kaisar perlahan berjalan mendekati Lin Yun . dengan pelan Dia mengangkat Mahkota keatas kepala Lin Yun. Semua mata menatap dengan dada berdebar. Aoalagi Lodya dan Ayahnya. Pikir mereka sebentar lagi kejayaan akan bersama mereka . Namun Saat Mahkota hampir berada di atas Nepal Lin Yun. Tiba- tiba Mahkota lepas Dari tangan Kaisar . Mahkota itu tiba- tiba Melayang di udara. Berputar sebentar lalu Melayang kearah Siyue yang berdiri dengan Tenang. Saat Mahkota berada teoat di atasnya . Tiba - tiba terlihat Siyue Melayang di udara dengan tangan terlentang. Dan cahaya emas keluar dari tubuh Siyur serta meyelimuti tubuh Siyue . Hingga membuat semua orang yang berada di Sana silaul dengan cahaya itu . Terlihat tubuh Siyue berputar sebentar di udara. Saat cahaya agak meredup , Siyue sudah berubah Menjadi gadis yang teramat Cantik dengan. Baju yang telah berubah. Bajunya yang tadi memakai pakaian pria, Kini berubah Menjadi pakaian seorang Ratu dengan coral emas di seluruh tubuh. Dan di belakang tubuh Siyue terlihat Samar sayap berwarna emas mengepak dengan Indah. Baju yang berwarna emas berpaduan dengan sayap dan Mahkota Tiara bersusun membuat Siyue terlihat Anggun mewah dan terlihat sangat berwibawa. Dan di belakang Siyue Terlihat burung Zuzaku Besar dengan Cahaya merah dan emas berdiri dengan mega di belakang Siyue. Perlahan Siyue turun dari udara. Dan di depan semua orang kini berdiri sembilan hewan penjaga Siyue. Mrlihat semua itu. Semua orang takjub dengan Penpilan Siyue. Bukan saja dia yang telah berubah menjadi seorang gadis yang sangat menawan, Tetapi melihat hewan Di sekitar Siyue yang membuat ruangan hampir penuh membuat orang bergetar hatinya. . Dengan gagah. Siyue berdiri di atas tubuh Tiger yang Menyala. Melihat itu Semua orang langsung bersujud pada Siyue. Tak terkecuali Kaisar Tang Song dan Permaisuri .


"Salam sejahtera Selalu Ratu Phoenix kami ...." Seru mereka bersamaan.


Sedangkan para tamu mengucap


"Salam sejahtera Ratu Phoenix ..." Ucap mereka .


"Sudahlah...jangan terlalu sungkan padaku, Kakek, Nenek. , Paman..apa kabar...." Ucap Siyue lembut .


"Yang Mulia Ratu ..Kau cucuku...?" Ucapnya lembut.


" Benar Kakek..ini aku cucumu....tapi pembicaraan kita , kita tunda dulu Kek . Aku ingin Menyapa mereka yang telah mencuri darahku dan Membunuhku.. " ucap Siyue dingin. Siyue melompat dari tubuh Tiger. Dan semua mahluk Siyue berubah Menjadi manusia.


Melihat Semua itu, tuan Lo Chang Wa ketakutan . hatinya yang tadi sudah gembira seketika Hancur. Begitu juga dengan Nyonya Lodya .tapi beda dengan Lin Yun.Dia Merasa dirinyalah yang gadis Phoenix Asli .


Waah...ternyata harus author Cut dulu ya... aku lanjut besok lagi. Yang kemarin sudah ngomel, maaf...🙏🙏🙏 sekarang ngomel lagi....😂😂😂


Jangan lupa like, Vote, dan komennya author tunggu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2