DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
DEWI LINGLING .


__ADS_3

"Yi'er..! Yue'er...! Kaliankah itu...?!" Seru Raja dan Ratu hampir bersamaan.


Terlihat ada air mata di mata tua mereka. Enam tahun lebih mereka tidak bertemu dengan Putra keenam dan Putri angkat mereka. Dan kini mereka berdua berada di depan mereka . Siapa yang tak akan terharu melihat itu .


" Benar Bunda...aku dan Yue'er kembali...!" ucap Pangeran Luo Yi.


Mereka berdua berjalan mendekati Raja dan permaisuri. Dan Dewa Wiqya memberi kesempatan pada sang Istri untuk mendekati Bunda mereka .


Siyue berdiri dengan haru di belakang Pangeran Luo Yi yang sedang memeluk Raja Gong Saocin. Dia diam sambil tersenyum haru menatap keduanya .


"Apa kabar Ayah...?"ucap Pangeran Luo Yi yang masih berada di dalam pelukan sang Ayah.


"Aku baik - baik saja anakku...aku fikir Ayah tidak akan bisa melihatmu lagi nak... Kalian berdua lama pergi dan tak memberi kabar. Ucap Raja sambil mengurai pelukannya. Dan terlihat air mata di mata tuanya.


"Maaf Ayah...ananda tidak bisa mengirim kabar, sebab Ananda harus belajar dengan Tekun. Dan sarana untuk mengirim kabar terlalu jauh. Kami berada di alam Atas... Untunglah Yue'er mengajak kami kembali..." ucap Pangeran Luo Yi.


"Apaaa...ka...kalian berada di Alam atas... Bukan di Alam tengah...?mana mungkin Yi'er... mana mungkin kalian bisa pergi kesana..." ucap Raja Gong Saucin tak percaya.


"Nanti Luo Yi akan bercerita pada Ayah, perjalanan kami Yah..." ucap pangeran Luo Yi .


"Baik Ayah akn menunggu penjelasanmu itu...." ucap Raja.


'Iya Ayah...sekarang Ijinkan Luo Yi jenemui ibu..." ucap Oqngeran Luo Yi sambil tersenyum .


"Pergilah nak..Ibumu juga sangat merindukan dirimu..." ucap sang Ayah.


Pangeran Luo Yi segera berjalan ke arah sang ibu. Dan segera memeluk sang Bunda yang sejak tadi sudah menangis ingin memeluk Putra Bungsunya yang baru kembali . Setelah Pangeran Luo Yi pergi kearah sang Ibu, dan memeluk wanita oaeuh baya itu yang menangis , Siyue segera menghampiri Raja.


"Yang Mulia..." ucap Siyue lembut.


"Nak...trimakasih...trimakasih kau telah kembali ke Alam bawah ini. Kau mau mengajak Kakakmu kembali kemari, Ayah sangat bahagia nak...kau telah memberikan hadiah terindah di hari ulang tahun Ayah . Kau membuat Ayah dan Bunda bahagia.... sejak dulu kau selalu membuat kami bahagia dan bangga ..." ucap Raja Gong Saocin dengan wajah harusnya.


"Itu memang sudah kewajiban Siyue Ayah... tapi maaf baru sekarang Siyue bisa mengajak Kakak kembali kemari. Sebab kesibukan Siyue tidak bisa di hindari..." ucap Siyue dengan lembut .


"Tidak , tidak apa - apa sayang... Ayah tahu itu..." ucap Raja Gong Saucin lalu memeluk Siyue haru . Setelah leoas dariboelukan Raja Saocin , Siyue berjalan kearah Permaisuri yang sudah lepas dari pelukan Pangeran Luo Yi . melangkah kearah Pernaisuri yang kini berdiri menatap padanya . yerlihatbkedua tangan Oermaisuribdi angkat agar Siyue memeluknya .


"Bunda...." Ucap Siyue lembut.


Setelah merasakan pelukan Siyue yang terasa hangat di tubuhnya, ratu yang masih mengeluarkan air mata haru mengurai pelukannya . Dia Melihat wajah Siyue yang terlihat sangat cantik dan bercahaya walaupun masih terlihat kusam karena belum tersentuh air atau belum mandi, Permaisuri terlihat terpesona. Namun wajah bahagia terlibat di matanya.


"Putriku...kau sangat cantik Nak... Ibu semakin bangga padamu, kau dan Kakakmu begitu sangat berbeda... Ibu merindukan kalian berdua..." ucap permaisuri sambil masih meneteskan air mata walaupun tak sederas tadi. dia kembali memeluk Siyue walau hanya sebentar .


"Kami juga merindukan Ayah dan Bunda..." ucap Siyue. Dan tanpa Pangeran Luo Yi dan Siyue sadari . Kalau Putra Mahkota , pangeran ke dua dan pangeran ke tiga juga beberapa Putri datang mendekat.


"Adik...kalian sudah datang...!" ucap Putra Mahkota pada mereka berdua.


" Kak We.. Apa kabar..." ucap Pangeran Luo Yi sambil memeluk sang Kakak. juga pada Pangeran Ke dua dan Pangeran Ketiga .


"Kami baik- baik saja.. Kau semakin gagah dan tampan. Melihat bentuk tubuhmu dan kekuatan yang kami rasakan, pasti kini kau seorang kultivator yang tinggi..." ucap Putra mahkota.


" Semua berkat Yue'er kak... Dialah guru kami selain guru di perguruan..." ucap Pangeran Luo Yi sambil tersenyum. Namun tanpa mereka sadari kalau putri keempat Raja Gong Saocin mencibir dan menatap sinis pada Siyue . Namun semua itu tak luput dari tatapan dingin para mahluk kontrak Siyue . Tak lama Putra Mahkota menatap Siyue dengan tatapan kagum dan terpesona .


"Apa kabar Yue'er...kau terlihat semakin cantik dan anggun..." ucap Putra mahkota yang sejak tadi menatap Siyue penuh dengan kekaguman. Saat tadi melihat Siyue masuk . pesona si Dewi Keadilan telah membuat Putra Mahkota lumer . Dia tak pernah menyangka gadis yang telah dia hina , dia hianati, dia caci maki , saat Dia belum bisa apapun itu. Kini telah tumbuh menjadi wanita yang sangat Cantik, anggun lembut mempesona . Wajahnya terlihat putih lembut bagai giok . Membuat siapapun akan mudah jatuh cinta . Termasuk dia. Kini penyesalan di dalam hatinya semakin besar. ( bagaimana jika dia tahu kalau gadis yang ada di depannya itu adalah seorang Ratu sekaligus Dewi. Pasti dia akan pingsan karena menyesal 😂)


" Salam Putra Mahkota...Salam Kakak semua...Semoga rahmat dan panjang umur untuk kalian semua...." ucap Siyue sambil menggenggam telapak tangan di dada dan memberi hormat.


"Salam juga adik...." ucap Oangeran ketiga,


"Salam juga Adik...." ucap Pangeran kedua sambil melakykan seperti yang Siyue lakukan.


Begitu juga dengan para putri mereka menunduk mengucapkan salam . Hanya Putri Lingling yang diam menatap Siyue dengan tatapan jijik dan sinis .


"Kau benar Siyue gadis bodoh dan tolol gadis yang tidak berguna itu kan..?" ucap Putri Lingling dengan wajah semakin sinis.


Putri Lingling adalah putri Raja Gong Saucin yang memiliki tabiat Sombong, angkuh dan tidak mau kalah. Dia merasa wanita paling cantik di kerajaan Juhan . Dia putri Raja dari selir ke dua . Sikapnya ini sebenarnya sangat tidak di sukai semua orang . hanya saja mereka tidak berani menegut gadis itu. apalagi semenjak dia pulang dari perguruan di kota Mansi . Sikap ngomongnya semakin menjadi. pernah ada seorang wanita yang tak sengaja menyinggung perasaannya . akhirnya wanita itu terluka parah dan hampir mati karena ulah Putri Lingling . namun keluarga kerajaan tidak ada yang tahu. karena Putri Lingling mengancam akan menghabisi mereka semua .


Mendengar pertanyaan dari putri Lingling , Siyue hanya tersenyum. Namun para sahabat dan juga Pangeran Luo Yi sangat marah mendengar ucapan Dari Putri Lingling . Memang Putri Lingling sebenarnya sangat benci pada Siyue. Karena sahabatnya Putri Xio Lan telah Di hina Siyue . dan gagal menikah dengan sang Kakak. Karena Xio Lan sekarang sudah cacat.


Mendengar itu , Pangera Luo Yi menjawab pertanyaan Putri Lingling dengan kesal.


"Jaga ucapanmu kak...Dia bukan lagi Siyue yang dulu sering kau hina dan kau sakiti ..!" ucap Pangeran Luo Yi.


"Ck apa bedanya..? Apa karena kalian pernah pergi ke Alam tengah...? Lalu kau menganggap dia hebat...?Kalau cuma itu banyak juga orang yang pergi kesana...? Tapi mereka tak sesombong dia..Dan lagian sudah berapa tahun kalian pergi. Kenapa mesti kembali kemari sich...!" ucapnya dengan nada mengejek.


" Cukup Putri Lingling... Kau sudah melampau batas...apa hakmu mengatakan itu di tengah perjamuan ulang tahun Ayah... Kau ingin membuat keonaran...!?" teriak Raja dengan marah.

__ADS_1


"Bukan begitu Ayah..aku hanya tak suka melihat wanita rendahan ikut dalam perjamuan ini ...."ucapannya yang tak rela di marahi sang Ayah.


"Kalau kau tidak bisa menjaga ucapanmu. maka kau bisa diam dan duduk . atau kau bisa pergi dari ruangan ini...!" teriak Raja Saocin marah.


Dengan kesal Putri Lingling kembali ketempat duduknya. Dia menatap kearah para sahabat Siyue. Dan dia melihat orang yang sejak tadi membuat hatinya berdebar menatap padanya dengan tatapan tajam dan penuh marah . sebenarnya sejak pertama kali Siyue masuk bersama sang adik yaitu Pangeran Luo Yi.


Dia sudah merasa kesal. Apa lagi saat melihat wajah tampa nan rupawan yang berjalan di sebelah Siyue dengan lembut menggandeng Siyue, Dia semakin marah dan sangat kesal. Entah kenapa dia tak rela Siyue begitu dekat dengan pria tampan itu .Dia memang sengaja membuka aib Siyue agar Pria itu tahu diapa Siyue. Dia yakin kalau Pria itu belum tahu kalau sebenarnya Siyue itu wanita bodoh dan tolol yang dulunya merupakan sampah di kita ini. Namun ternyata Sang Ayah malah membela gadis sialan itu.


"Dasar keparat... Lihat saja, lelaki tanpan itu pasti akan menjadi milikku..." ucapnya dalam hati.


Terlihat dia berusaha memberikan senyum paling manis pada Dewa Wiqya . namun yang dia dapatkan adalah dengusan dan cibiran dari dewa Wiqya. tapi bukan saja pria itu yang menatapnya dengan marah. Saat dia menatap semua teman Siyue , semua orang di kelompok itu menatap dia penuh dengan. Tatapan jijik dan mencibir.


" Sialan kenapa gadis tolol itu banyak sekali temannya. Apakah mereka semua temannya. Atau mereka hanya sekedar mengantar dia pulang...benar pasti seperti itu...dan Pria itu pasti tidak tahu kalau Siyue itu gadis bodoh , lemah dan tolol..." ucapnya dalam hati.


Memang saat perubahan Siyue dulu..dia berada di perguruan yang ada di kota Mansi selama tiga tahun. Dan setahun setelah kepergian Siyue dan Pangeran Luo Yi dia baru pulang. Dan dia tidak tahu perubahan Siyue. Walaupun bayak temannya di kerajaan Juhan yang memberitahu dirinya kalau Siyue telah berubah. Namun Dia tak percaya sama sekali.


"Mana ada manusia bodoh, tolol dan lemah akan secepat itu berubah..." ucap dia di dalam hati .


Sedangkan Di tempat Dewa Wigya sendiri , terlihat dia sedang berbicara dengan Ye Mai.


"Mai..kenapa aku merasa sangat marah melihat pada Putra Mahkota...?" tanya Dewa Widya pada Ye Mai.


"Apakah ingatan Raja hilang yang Mulia... bukankah Putra Mahkota adalah Tunangan Yang Mulia Ratu saat remaja Dulu. Dialah yang menolak Ratu saat itu..." ucap Ye Mai sambil menatap Putra Mahkota yang sedang berbicara pada Siyue.


"Apaa..tunangan...? " tanya Dewa Wiqya heran dan kaget .


"Benar...lebih baik yang Mulia menanyakan pada salah satu Kakak yang Mulia Ratu..." ucap Ye Mai.


"Baik suruh salah satu dari mereka kemari..." Perintahnya pada Ye Mai .


" Baik Yang Mulia.." Ucap Ye Mai.


Tak lama Kakak tertua Siyue pun berada di sebelah Dewa Wiqya .


"Yang Mulia memanggil hamba...?" tanya Fang Yan.


"Apa benar dulu Siyue bertunangan dengan Putra Mahkota jelek Itu...? Lalu kenapa pertunangan mereka di batalkan...?" tanya Dewa Widya dengan nada kesal.


Mendengar pertanyaan Dewa Wiqya, Fang Yan terlihat bingung. namun akhirnya dia berkata.


"Maaf apakah boleh saya membawa istriku kembali bersama sahabatnya...?" ucapnya Dingin. Mendengar ucapan Dewa Wiqya, semua orang kaget tak terkecuali Putri Lingling yang tadinya ingin berdiri dan ingin mendekati Dewa Wiqya. Terlihat tangannya terkepal menahan marah .


Namun Beda Dengan Siyue, Dia tersenyum dan Berkata,


"Aah ..maaf Ayah...perkenalkan, ini Suami Siyue Namanya Dewa Wiqya...sebenarnya kedatangan Siyue kemari, selain ingin mengunjungi Ayah dan Bunda , Siyue juga ingin mengundang Ayah dan Bunda untuk menghadiri pernikahan Siyue..." ucap Siyue lembut.


" Pernikahan...?" tanya Raja tak percaya.


"Sebenarnya kami sudah menikah... Dia istriku, tapi Ayah mertua ingin merayakan pernikahan kami di Kerajaan Phoenix karena Rakyat kerajaan Phoenix ingin melihat pernikahan Ratu mereka..." kata Dewa Wiqya dingin.


"Ratu...Kerajaan Phoenix...?" ulang Raja tak mengerti.


Akhirnya Pangeran Luo Yi mengatakan Siapa Siyue sebenarnya, Kalau Dia adalah Ratu kerajaan Phoenix kerajaan keramat yang berada di atas Awan. Kerajaan yang tak sembarang orang bisa masuk kesana. Apalagi cuma orang dari alam Bawah.


"A...apaa..Siyue Ratu kerajaan Phoenix.? Kok bisa... Bukanya Kerajaan itu kerajaan yang sangat sakral... Dan tak sembarang orang yang bisa masuk ke dalam sana. Malah kami fikir kerajaan itu hanyalah legenda yang tak mungkin ada..." ucap Raja Gong Saocin dengan wajah heran dam tak percaya .


"Kerajaan itu memang ada Ayah... Dan Siyue adalah keturunan kerajaan itu. Ibunda Siyue adalah Putri Kerajaan Itu sedangkan Ayahnya adalah Kultivator dari Alam Atas.. dan kami sudah tinggal di kerajaan Phoenix lebih dari satu tahun... Pengangkatan Siyue pun kami berada di sana..?" ucap Pangeran Luo Yi menjelaskan .


"Ya Dewa... Kau sangat beruntung Nak... Akutak mengayangka Adik yang kau minta ternyata sangat berharga dan merupakan Ratu kerajaan yang terkenal dengan kesakralannya , Ayah semakin bangga padamu..." ucap Raja Saocin sambil tertawa bahagia .


"Karena itu kami tidak bisa lama di dini Ayah... Kami mungkin hanya dua atau tiga hari berada di sini..." ucap Pangeran Luo Yi mewakili Siyue.


"Apakah kau akan ikut juga kembali ke sana Yi'er...?" tanya Raja dengan perasaan was- was.


"Tentu saja Ayah...karena aku adalah prajurit atau pengawal Ratu Siyue..." ucap Pangeran Luo Yi kembali.


"Jadi kau mengawal adikmu sendiri....?" Tanya Pangers


" Apakah kau tidak merindukan kami nak...?" tanya Permaisuri dengan perasaan sedih menyela pembicaraan mereka .


"Tentu saja Ayah, bunda.. Tapi tugas Luo Yi lebih penting. Dan Kalau Ayah dan Bunda mau ikut Luo Yi...kami gembira Ayah... Ayah bisa tinggal di kerajaan Phoenix bersama Luo Yi. ..." ucap Pangeran Luo Yi .


"Benarkah..?tapi apakah boleh...?" tanya Raja.


" Tentu saja boleh Ayah...Ayah bisa menghabiskan masa depan Ayah bersama kami, juga ada kakek Si .." ucap Siyue.

__ADS_1


"Salam sejahtera yang Mulia Raja Gong Saucin.." ucap Kakek Si dan Seluruh sahabat , Ketiga Kakak Siyue dan Ketiga pengawal . melihat siapa yang sedang memberi salam, Raja sangat bahagia . karena Kakek Si adalah sahabatnya saat mereka tinggal di kerajaan Juhan


"Sudah - sudah sahabatku...Ayo bangun. ayo bangun semuanya... Dan duduklah, kalian pada tempat yang sudah di sediakan ..." ucap Raja dengan perasaan bahagia.


"Trimakasih yang Mulia..." ucap Kakek . mereka segera duduk di kursi yang telah di sediakan oleh para pengawal. para tamu yang tadinya sedang menikmati pesta, akhirnya menatap pada Raja yang sedang bahagia menyambut kedatangan Pangeran Luo Yi yang telah lama pergi .


"Yue'er...kau juga, Ajak Suami dan Siapa mereka...kenapa tetap berdiri di sana...?" ucap Raja yang melihat kehadiran tiga orang perpakaian putih dan wajahnya cerah bagai bercahaya. Wajah mereka seperti wajah Siyue dan Suaminya.


" Mereka adikku dan Kakak ku..." ucap Dewa Widya.


"Adik dan Kakakmu...lalu mereka kenapa tidak menghornatiku.....?" ucap Raja tak senang .


"Ayah..mereka para Dewa... Dan Suami Yue'er adalah Dewa Perang Wigya ... sedangkan ketiganya adalah Dewa- dan Dewi saudara dari Dewa Wiqya..." ucap Pangeran Lau Yi yang takut sang Ayah dan Kerajaannya terkena marah Dewa Wiqya .


" A..apaaa...De..Dewa...?beliau Dewa Wiqya..?" ucap Raja Tergagap.


Dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut mendengar apa yang di ucapkan Pangeran Luo Yi. Sesat kemudian mereka segera berlutut memberi hormat.


"Salam Dewa Wiqya...Salam Dewa Dan Dewi. Ucap mereka bersamaan.


"Ampunkan kami yang tak menyadari kehadiran yang Mulia. Maafkan kami Dewa...!" seru Raja Saocin dengan gemetar dan takut.


"Sudah bangunlah kalian semua...aku mengampuni kalian, karena aku kemari bukan dalam tugas, aku kemari mengantar Istriku mengunjungi Ayah sahabatnya sekaligus Ayah angkatnya. Dan aku tidak akan mempermasalah kan itu semua. ..." ucap Dewa Wiqya.


"Trimakasih yang Mulia..." ucap Raja Gong Saocin. .Mereka segera berdiri dari sikap . sujud mereka.


"Tapi tunggu dulu..." terdengar suara seorang wanita. saat mereka telah kembali duduk di tempat mereka. secara bersamaan mereka menatap kearah asal suara. Dan ternyata Putri Lingling lah yang berbicara.


" Ada apa Lingling...apalagi yang ingin kau katakan..." ucap Raja Saocin.


"Aku hanya heran saja Ayah...kenapa Dewa Wiqya mau pada Siyue yang jelas - jelas seorang sampah. Seorang gadis yang tak tahu putri Siapa...aku harap Dewa Widya tidak tertipu oleh gadis penipu itu..." ucap Putri Lingling sarkas. Mendengar ucapan Putri Lingling, semua orang kaget, apalagi Raja , permausuri dan Pangeran Luo Yi . tak terkecuali para sahabat.


"Maksudmu apa...? kau mengatakan kalau Istriku seorang penipu...? Berani sekali kau berkata sekasar itu pada istriku...siapa kau..?" ucap Dewa Wiqya berusaha menahan kemarahannya . karena dia merasa cengkraman lembut tangan sang istri.


" Hamba Putri Lingling , Putri dari Raja besar Gong Saocin . Maksud hambar kenapa yang Mulia menyukai Siyue . Karena yang kami tahu..dia itu wanita bodoh, tolol dan pengecut , dan merupakan sampah masyarakat kerajaan kami . Dia tak pantas menjadi Istri yang Mulia...seharusnya anda tahu siaoa dia sebebarnya...madih banyak li wanita yang lebih segalanya dari dia.. atau... jangan- jangan yang Mulia Dewa Wiqya terkena ilmu hitamnya..." ucapnya dengan berani. Siyue yang melihat sang Suami menahan kemarahan hingga wajah putihnya menerah segera segera mengusap tangan yang dia pegang dengan lembut . Namun hinaan itu membuat dia sangat marah .


"Kauuu..." ucap Dewa Wiqya dengan tangan bergetar. Siyue segera mengusap lengan sang Suami pelan untuk memberi rasa tenang agar kemarahan Dewa Wiqya merendah. para sahabat dan Pangeran Luo Yi yang tahu kemarahan Dewa Wiqya sangat cemas . Sedangkan Raja Saocin sendiri tertegun akan ucapan sang Putri. Dia hampir menampar sang putri kalau tidak terdengar ucapan Siyue.


"Ayah...jangan menampar Kakak, biar aku yang berbicara dengannya....." ucap Siyue . Raja segera menurunkan tanfannya dan menatap Lingling dengan tatapan marah .


"Sayang...biarkan aku yang menghadapi Dia...jangan kotori tanganmu dengan eanita seoerti dia..." ucap Siyue pelan sambil mengusap tangan Dewa Wiqya.


Siyue segeta menatap Putri Linglinh .


"Ka...." Namun belum selesai mulut Siyue mengucapkan kata- katanya . suara sinis Putri Lingling menghentikannya.


" Cukup... Aku tidak sudi kau memanggilku Kakak...aku bukan kakakmu . Aku tidak ingin kau menjadi adikku. karena kau tidak pantas menjadi keluarga kerajaan Juhan ini. Kasta rendah sepertimu tidak pantas menjadi seorang Putri . Cih menjijikkan, Asal kau tahu Ya... Kau itu bukan siapa- siapa ...kau hanya anak pungut dari Kakek Si mu itu...enak sekali mengaku sebagai Putri Ayahku...tidak tahu malu..!" ucap Putri Lingling dengan sombong mengatakan sederetan kata- kata kasar dan menghina serta menatap jijik Siyue. Dua terlanjur marah dan cemburu melihat Dewa Wiqya yang terlihat sangat mencintai Soyue . Wanita yang dia fikir tidak sebanding dengan dia yang seorang Putri Raja . Namun Siyue hanya tersenyum Sinis . Sedangkan Raja , Ratu dan para saudaranya yang tahu siapa Siyue terlihat begitu marah dan ada rasa takut di hati mereka. Terutama Pangeran Luo Yi. Yang tahu betapa bucinnya Dewa Wiqya pada Siyue. Sedangkan Putra mahkota yang tadinya bahagia dan ingin merayu Siyue jadi terluka dan sangat menyesal, apalagi setelah mengetahui setatus Siyue yang merupakan Ratu dari suatu kerajaan yang tak dapat di jangkau manusia seperti dia. Penyesalan yang menumpuk dihatinya tiba- tiba menjadi dingin bagai terkena sebongkah es dari kutub utara saat mendengar hinaan sang Adik pada Siyue. Kini kecewa itu berganti ketakutan. Takut Dewa Widya marah atau Siyue sendiri yang akan marah pada kerajaannya . Jika itu terjadi di pastikan. Kehancuran kerajaan dan Kematian sang Adik . walaupun bukan adik kandungnya, pasti akan terjadi.


"Dasar gadis sombong...kau tidak tahu berhadapan dengan Siapa..." ucap Putra Mahkota dalam hati.


Begitu juga dengan para tamu yang merupakan pembesar kerajaan dan para bangsawan .ataupun para putra putri mereka yang pernah dengar atau menyaksikan sendiri kekuatan Siyue di saat Siyue masih berada di kerajaan Juhan , Merasa sangat kaget dan ketakutan. Mereka sependapat dengan Putra Mahkota kalau Putri Lingling sangat sombong dan bodoh .


"Kau tadi mengatakan kalau aku ini gadis tolol , bodoh serta merupakan sampah masyarakat ..? Lalu dari mana aku mendapatkan ilmu hitam seperti yang kau ucapkan itu...? mana mungkin aku busa memakai ilmu hitam untuk membuat Dewa Wiqya jatuh cinta padaku hmm...?" tanya Siyue dengan tenang.


"Itu sangat gampang gadis menjjikkan, kau bisa menyuruh orang melakukannya..." ucap Putri Lungling dengan wajah semakin jijik menatap Siyue.


"Begitulah...?kau fikir ilmu seorang dewa seperti manusia ..? yang mudah mudah sekali terkena ilmu hitam ...selemah itukah Dewa Di dalam otak bodohmu itu...? ataaauu...kau yang suka melakukan itu...?" tanya Siyue dengan nada dan wajah dingin.


" Kau...kau berani mengatakan itu padaku...!" serunya marah.


"Apa yang aku takuti terhadap wanita bodoh sepertimu. Baik , kau mengatakan aku wanita bodoh. Tolol dan sampah masyarakat. Sekarang kita lihat, siapa yang Bodoh dan tolol itu. Kita bertaruh. Lawan aku...jika kau bisa memukul ataupun membunuhku, maka lakukanlah. Aku jamin tidak ada yang akan menyalahkan dirimu . Tapi jika tidak aku yang akan menghukummu..." ucap Siyue tenang dan dingin.


"Baik akan aku lakukan, jangan menyesal jika kau mati di tanganku...!" teriaknya marah. Terlihat senyuman sinis di wajah Putri Lingling .


"Baik...aku tunggu kau di arena latihan para prajurit.." teriak Siyue sambil melesat keluar. Melihat gerakan Siyue hilang bagai cahaya. membuat putri Lingling terlihat sedikit terkejut. Bukan hanya Putri Lingling yang kaget. Tapi para tamu yang lain kaget juga . Namun Putri Lungling berkata dalam hati.


"Cih hanya seperti itu saja di banggakan... ucapnya dalam hati .


Putri Lingling terlihat mengejar Siyue. Dia yakin bisa nengalahkan Siyue tolol itu.. Ucap hatinya . Outi Lingling memang sangat sombong sekembalinya pulang dari pergiruannya. Banyak orang yang tersinggung dengan tingkahnya. Namun mereka tidak berani melaporkan semua itu pada Raja.


Udahan dulu ya...maaf kalau kalian mengatakan author ngegantung lagi... Habis uda panjang tu Cerita Author..😂😂🙏


Jangan lupa like , vote, dan komennya aku tunggu. Dan maafkan kalau masih ada Typo di dalam penulisan author. 🙏🙏


Betsambung

__ADS_1


__ADS_2