DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PENDETA PALSU


__ADS_3

"Baik nak...." jawab Raja. .


Siyue mulai bermeditasi. Tak lama terlihat di telunjuk Siyue mulai keluar cahaya putih dan kuning emas , sedangkan Telapak tangan kirinya cahaya putih keperakan juga terlihat. Kedua cahaya itu mulai membungkus tubuh Raja Dakwasa . 30 menit kemudian tiba- tiba Raja Dakwah memuntahkan dara hitam . darah itu berbau busuk sekali . Raja memuntahkan dua kali.


Darah busuk itu mengenai kaki dan baju Siyue. Melihat srmua itu, Dewa dan Dewi yang ada di ruangan itu menelan ludah mereka. Bagaimana tidak, bau busuk itu tercium sampai tempat mereka duduk . Bau Ayir dan busuk itu membuat mereka ingin muntah . Namun Siyue tetap memejamkan matanya. Tak terpengaruh oleh bau busuk itu . Satu jam kemudian, terlihat mata Siyue terbuka. Dan dia menatap pada wajah Raja.


"Kak Tiger...tangkap hewan yang akan keluar di kening Raja...!" ucap Siyue.


"Baik... "Ucap Tiget .


"Hati- hati kakak...dia sangat berbahaya...Dia bisa masuk kedalam tubuhmu ..." ucap Siyue.


"Tunggu Yue...aku akan mengambilkan tempat agar dia tidak bisa lari dan membahayakan orang..." ucap Xiao Tu.


"Baik...tapi cepat. Sebab ada dua hewan yang ada di tubuh Raja..." ucap Siyue.


"Gila...benar - benar manusia jahat. Hingga dua hewan dia masukkan kedalam tubuh manusia..." seru Feng Qui.


"Sudah Yue... Aku sudah membawa botol..."ucap Xiao Tu.


"Bagus ...nach bersiaplah...awas jangan sampai lari...dia sangat berbahaya . " ucap Siyue . dan tak lama terlihat di kening Raja memancarkan cahaya Redup berwarna hitam. lama- kelamaan cahaya itu semakin kuat dan akhirnya saat cahaya hilang terlihat seekor hewan hitam gelap sebesar jari kelingking wanita dewasa dengan tubuh seperyi ulat dan memiliki dua kepala keluar dari titik hitam di kening Raja Dakwasa. Hewan itu terlihat menjijikkan tapi juga mengerikan. Bentuknya seperti lintah bamun berkepala Dan dengan cepat Tiger menerkam heran itu. Serta memasukannya kedalam botol. Gerakan itu begitu cepat hingga mereka yang ada di sana tidak melihat apa yang terjadi. Hanya Dewa Wiqya yang melihat semuanya. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat cara kerja atau kekompakan Siyue dengan para Hewan kontraknya. Mereka semua saling ketergantungan atau saling terikat satu sama lainnya.


"Benar- benar kekompakan yang sangat hebat. Baru sekarang aku melihat kerjasama master dan hewan kontrak seperti ini. Dan itu ternyata di lakukan oleh istriku sendiri dan hewan kontraknya...." batin Dewa Wiqya . Terlihat senyum kebanggaan di bibir Dewa Bucin itu. Setelah hewan yang menyerupai lintah besar itu keluar dari kepala Raja Dakwasa, cahaya yang meyelimuti Raja terlihat mulai memudar Dan tak lama hilang. Terlihat mata Raja Dakwsa terlihat terbuka.


"Ayah... apakah Ayah masih mampu bertahan.." tanya Siyue lembut saat melihat mata Raja Dakwasa terbuka .


"Apakah masih belum selesai nak..." tanya Raja.


"Belum Yah.....hanya tinggal satu lagi penyebab Ayah sakit dan mudah di tekan oleh Ayah calon istri Kakak..." ucap Siyue.


"Baiklah demi kesembuhan Ayah, ayah masih sanggup bertahan nak..." ucap Raja Kerajaan Long Itu.


"Baik. kita lakukan lagi ya Yah... Tapi Siyue akan pindah dulu.. " Siyue lalu berdiri dan berjalan mengitari Raja, dan kembali duduk Lotus di belakang Raja Dakwasa. Dan dia kembali menyalurkan tenang dalamnya ketubuh Raja Nandaka. Siyue kembali menyuruh Tiger dan Xiao Tu berdiri di depan Raja. Tiga puluh menit kemudian, tiba- tiba sebuah cahaya keluar dari tubuh Raja. Saat cahaya itu melesat keluar dari tubuh Raja Dakwasa, cahaya itu segera di terkam Tiger dengan cepat. dan langsung memasukkannya kedalam botol kecil bening . Setelah cahaya itu keluar terlihat Siyue menarik kekuatannya kembali. Tak lama terlihat Siyue mencabut jarum akupuntur di tubuh Raja Dakwasa. Setelah itu memberi pil dan air suci kepada Raja. Pada saat itulah Liong Bay yang berada di tangan Siyue berkata sesuatu yang membuat Siyue terdiam sejenak . setelah itu terlihat dia kembali merawat Raja Dakwasa.


"Selesai sudah Ayah....apa masih ada yang Ayah rasakan sakit...?" tanya Siyue.


"Tidak Nak...Ayah merasakan tubuh Ayah segar nak .Trimakasih...Trimakasih kau telah menyembuhkan Ayah.." ucap Raja Dakwasa. Siyue merasa seseorang mengusap peluh di wajahnya, dan ternyata Suami bucinnya yang melakukan itu.


"Trimakasih Han..." ucapnya lembut .


"Hmm..." jawab Dewa Wiqya sambil masih mengusap peluh sang istri . .


"Sama- sama Ayah....oh Ya Ayah....apakah Ayah Nona Lisun Yi mengancam pada Ayah kalau Dewa Wiqya akan menghabisi rakyat dan memusnahkan kerajaan ini jika Ayah tidak menuruti semua ucapannya...?" tanya Raja yang membuat Dewa Wiqya menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengusap kepala sang Istri . Sedangkan Raja Dakwasa kaget bukan main atas pertanyaan Siyue.


"Nak...kau tahu...? Dari mana kau tahu semua itu...?" tanya Raja Dakwasa dengan wajah heran.


"Apa maksudmu Beb...?" tanya Dewa Wiqya pada sang Istri .


"Ada seorang penyihir datang kemari. Dia menyamar sebagai seorang pendeta dan mengaku sebagai utusan Dewa Wiqya . ...." ucap Siyue.


"Penyihir...?" ucap Raja Dakwasa.


"Benar Ayah...dia seorang penyihir dan dia bukan utusan Dewa Wiqya. Dia hanyalah penyihir yang ingin menguasai kerajaan ini. Dia memilih kerajaan ini, sebenarnya dulu dia adalah Rakyat Ayah. Dia pernah Ayah usir karena kejahatannya .Dia pergi merantau dan entah darimana dia mendapatkan ilmu itu Dan kembali ke kerajaan ini untuk balas dendam sekaligus ingin menguasai kerajaan ini. Dan Dia menyamar menjadi pendeta dan mengakali atau menipu Ayah sebagai utusan Dewa Wiqya...." ucap Siyue panjang kali lebar. Mendengar ucapan Siyue Raja dakwasa tertegun dan dia menatap Siyue dengan wajah bingung, kagum dan heran. Tak lama dia berkata.


"Nak...dari mana semua ini kau dapatkan. Kenapa aku yakin ucapanmu adalah kebenaran...." ucap Raja Dakwasa.


"Karena Dia istri dari Dewa Widya sendiri. Dan aku tidak pernah mengutus seorang manusia sebagai utusanku..." ucap Dewa Wiqya dengan datar. Mendengar semua ucapan Dewa Wiqya Raja tertegun dan Dia menatap pada Dewa Wiqya. Begitu juga dengan putra mahkota. Dia kaget bukan main saat mendengar semua ucapan Siyue dan Ucapan Dewa Wiqya . Mereka berdua menatap pada Siyue dan Dewa Wiqya. Terlihat pacaran terang dari tubuh dan wajah mereka membuat kedua orang itu kaget bukan main dan merekapun teringat denga ukiran atau lukisan di lambang kekuatan keprajuritan mereka . seketika wajah mereka memucat dan tak lama keduanya bersujud menyembah dan memohon maaf.


"Salam Yang Mulia Dewa Wiqya...salam sejahtera dan penuh hormat kami. Ampunkan kami yang tidak tahu kedatangan yang Mulia.. ampunkan ketidak tahuan kami Dewa..." ucap Raja Dakwasa dengan perasaan takut .


"Sudah bangunlah...kalian adalah orang tua angkat istriku. Dan perlu kalian ketahui istrikupun sekarang bukan hanya putri angkatmu, Dia juga sudah menjadi seorang Dewi. Dia Dewi Keadilan di Nirwana..." ucap Dewa Wiqya lembut.


"Apaa...ja..jadi Anak hamba seorang Dewi...?" ucap Raja Dakwasa dengan wajah kaget .


"Benar Ayah...sebenarnya aku tak ingin orang tahu siapa kami, tapi kami terpaksa membuka siapa kami karena ada yang berani menggunakan nama suamiku. Jadi aku harap ini jadi rahasia kita.. Dan mereka juga seorang Dewa Dan Dewi. Ucap Siyue sambil menunjuk pada ketiga saudara Dewa Wiqya. Seketika Raja dan Pangeran merasakan perasaan bahagia dan taku jadi satu.


"Maafkan, maafkan hamba..hamba tidak pernah berfikir kalau kerajaan kami akan kedatangan para Dewa dan Dewi. Jadi maafkan kami tidak menyambut dengan semestinya...." ucap Raja dengan penuh penyesalan .


"Ayah...bukankah aku sudah berkata. Kami tidak ingin ada orang yang tahu kedatangan kami, maka itu rahasiakan ini. Aku sudah datang ke kerajaan Feng dan mereka tidak tahu akan jati diri kami karena itu kau harus merahasiakan semua ini. Bersikaplah seperti biasanya terhadap kami.." ucap Siyue dengan tegas .


"Baik , baik akan hamba lakukan Dewi..." ucap Raja Dakwasa dengan cepat.


"Ayah ..kenapa memanggilku Dewi...? Apakah ayah tidak lagi mengakui aku sebagai Putrimu...?" ucap Siyue dengan nada kesal .


"Aah..tidak, tidak anakku. Mana mungkin Ayah membuang putri Ayah ...baiklah Ayah akan melakukan semua permintaanmu..." ucap Raja Dakwasa dengan gembira .


"Nach sekarang Ayah dan Kakak bangun..." ucap Siyue. Keduanya pun segera bangun.


"Lalu apa yang harus Ayah lakukan pada penyihir yang telah menyamar sebagai Pendeta itu....." tanya Raja Dakwasa.


"Tenang Ayah....Ayah duduk dulu..."ucap Siyue sambil membimbing sang Ayah. Bangun dan mendukung kembali di ranjang.

__ADS_1


"Ayah tenang saja...kita akan menhebak dia di sini . sepertinya sebentar lagi pria itu akan datang karena aduan daribsang Putri yang masih tak rela lambang ini ada di tanganku . Dia masih menginginkannya , jadi sekarang Ayah tetap saja di pembaringan. Biarkan dia masuk kedalam ruangan ini. Saat pria itu bertanya, Ayah boleh duduk...hanya duduk Ayah...Setelah itu, biarkan Siyue yang menghadapi dan menanganinya..." ucap Siyue lembut .


"Tidak Beb.. Karena dia telah menggunakan namaku, maka dia harus mati di tanganku..." ucap Dewa Wiqya.


"Baik..terserah suamiku.." ucap Siyue.


"Oh ya aku akan menunjukkan benda atau hewan yang keluar dari tubuh Ayah..." ucap Siyue .


"Hewan...Benda...aoa majsudmu nak...?" tanya Raja Dakwasa dengan wajah heran.


"Benar Yue'er . Aoa majsudmu dengan hewan atau benda itu...?" tanya Pitra Mahkota juga .


"Sebenarnya yang ada di dalam tibuh Ayah tepatnya di kening ayah. Ada hewan ini..." ucqp Siyue sambil menunjukkan hewan yang ada di dalam botol kecil yang di berikan Xiao Tu. Melihat hewan itu Raja kaget bukan main, Raja dan Putra Mahkota sampai merinding melihatnya .


"Dan juga satu lagi ( Siyue mengambil botol kecil yang di berikan Tiger botol itu berisi hewan sejenis lalat ) ini...hewan ini ada di dada Ayah...cara kerja mereka berbeda Ayah.. Tapi fungsinya sama, mempengaruhi Ayah . Kalau yang hitam ini. Dia menyerap makanan yang di makan Ayah. Dan jika sampai ayah tidak makan, dan dia dalam keadaan lapar, maka dia akan memakan otak ayah. Untunglah semua itu tidak sampai terjadi. Jika itu sampai terjadi, Ayah akan menjadi manusia yang tak berguna. Dan lama - lama akan mati juga, itu yang dia rencanakan .. dan Dialah yang membuat Ayah selalu pingsan..." ucap Siyue menerangkan .


Mendengar ucapan Siyue, Raja dan Putra mahkota merinding .


"Lalu hewan ini...?" tanya Putra Mahkota .


"Dia hidupnya dari menyerap makanan Ayah. namun Dia bisa sewaktu- waktu di gunakan untuk membunuh Ayah. dia mengendalikan hewan itu dari luar tubuh Ayah..." entah kapan Dia akan menggunakan hewan itu untuk menyakiti Ayah... hanya saja sejak kapan dia memasukkan hewan itu padamu Ayah..." ucap Siyue dengan wajah heran .


"Aku juga tidak tahu nak..memang saat Ayah mulai sakit - sakitan dia selalu mengobati Ayah. dan aah aku ingat, hewan hitam itu ada di tubuhku mungkin sudah lama. saat itu dia mengatakan akan menerima kepala Ayah . dan dia memegang kening Ayah. dan setelah kejadian itulah. Ayah sering Pusing dan bermimpi buruk. tapi Ayah tidak merasa sakit . dan Nafsu makan Ayah bertambah..." ucap Raja.


"Benar...mungkin saat itulah dia memasukkan hewan itu. dan hewan yang ini mungkin saat Ayah selalu sakit. dengan Alasan menyembuhkan Ayah dia memasukkan hewan ini ..." ucap Siyue.


"Benar juga katamu nak..." ucap Raja dengan wajah kagum pada Siyue.


"Dan Kau kak...bukankah adik dari sahabatmu Feng Xun mencintaimu...dan kau juga pernah menyukainya. Kenapa bukan Dia yang jadi menantu Ayah...?" ucap Siyue sambil tersenyum menggoda.


"Hey.kenapa kau membahas dia...? Dan kau tahu dari mana semua itu Yue'er...!" seru putra mahkota Long Shan .Dan terlihat wajahnya memerah karena malu.


"He he he.. Itu rahasia dong...lihatlah Ayah.. kau bisa melihat wajah Kakak yang memerah kan...?" goda Siyue.


"Yue'er....!" seru Putra Mahkota semakin malu.


"Shan'er...kenapa kau tidak mengatakan pada Ayah...Ayah pasti akan sangat setuju kau mendapatkan Putri sahabat Ayah..." ucap Raja Dakwasa dengan. Wajah gembira. Terlihat wajah Putra Mahkota semakin memerah .


"Ayah...jangan percaya ucapan Yue'er..dia hanya ingin menggodaku..." ucap Putra Mahkota.


"Kak... Kalau kau kelamaan menyimpan perasaan di dalam hatimu, kau akan menyesal saat dia di ambil orang lain. Aah....kalau Kakak tidak mau, bagaimana kalau aku jodohkan saja dengan salah satu sahabatku atau mungkin juga Kakakku. Pasti Ayah Feng Tao Qi setuju.... Bukankah adik Jasmin sangat cantik..." ucap Siyue dengan wajah serius.


"Yue'er...jangan macam - macam kau...;" seru Putra Mahkota. Mendengar seruan dari Putra Mahkota, Siyue tertawa senang.


"Dasar wanita usil...tapi dia memang sangat cerdik dalam segala hal.." ucap mereka dalam hati.


Benar saja baru saja mereka berhenti tertawa. Terdengar ketukan di daun pintu. Saat pintu di buka, terlihat Ye Mai masuk dan melapor kalau ada beberapa pendeta bersama gadis tunangan Putra Mahkota ingin menemui Raja dan Putra Mahkota. Mendengar itu Siyue segera menyuruh Raja tiduran. Dan menyuruh Ye Mai membawa mereka masuk.


"Bawa mereka masuk kak...." ucap Siyue .


"Baik Putri...hamba mohon diri..." pamit Ye Mai.


Ye Mai pun segera keluar setelah mengucapkan salam. Dan tak lama masuk empat orang pendeta dan gadis yang di katakan calon istri Putra Mahkota. Melihat mereka datang , Siyue dan Dewa Wiqya duduk di dekat pembaringan . Putra mahkota Ling Shan berdiri dengan gagah di belakang Siyue. Sedangkan para saudara Dewa Wiqya hanya diam duduk dengan tenang .


Melihat sikap mereka terlihat pria paruh baya yang sejak tadi masuk kedalam ruangan dengan angkuh dan sombong terlihat semakin marah. Dia tanpa memberi hormat pada Raja, berkata dengan angkuh .


"Raja Dakwasa. ..apa benar kau dengan sengaja menolak permintaan Putri ku...?" ucapnya dengan wajah sombong dan sok berkuasa.


"Aah...berapa tahun pria tua ini berkuasa di sini. Hingga sopan santunnya dan sok kuasanya bercokol di dalam otak tuanya. " batin Siyue.


Perlahan Raja Dakwasa berusaha bangun dari tidurnya . Melihat itu Siyue segera membantu sang Raja . Setelah duduk dengan benar, Dia berkata dengan tenang.


"Benar...aku telah menolak permintaan Putrimu. Karena benda yang di minta Putri Lisun adalah Benda milik Putriku. Benda yang di beri Kakaknya . Mana mungkin Benda itu aku berikan Pada putrimu...." ucap Raja Dakwasa dengan tenang .


"Lihat Ayah....mereka masih menolak permintaanku...!" seru Putri We Lisun Yi dengan sikap manjanya.


"Kau lebih mementingkan Putrimu dari pada Jiwa dan keselamatan Rakyat Kerajaan Long ini...? Atau sakit yang kau derita akan semakin parah...Bukankah kau tahu akibat dari penolakanmu itu...!" serunya dengan wajah Marah.


"Aah...kalau soal Kerajaan, Dewa Widya lebih tahu dan Dia akan menyelamatkan kerajaan ini dari bencana...." ucap Raja dengan tetap berwajah tenang.


"Kau sudah tahu itu. Lalu kenapa kau berani menolak permintaan Putriku. Permintaan Putriku sama saja dengan permintaanku . Lalu kenapa kau menolaknya...?" ucap Pria itu dengan marah.


"Apa hubungannya Dewa Wiqya dengan permintaan putrimu...?" ucap Raja dengan wajah heran. Walaupun di dalam hati dia masih ada perasaan takut.


"Kaauuu...!" serunya dengan wajah sangat marah.


"Aku melakukan atau menolak permintaan Putrimu karena Putrimu meminta barang yang menjadi milik orang lain . Dan aku tidak akan meminta barang yang Sudah kuberikan pada putri ku dengan alasan apapun . Karena itu maaf aku tidak bisa mengabulkan permintaan Putrimu..." ucap Raja dengan wajah datar.


"Ayah...kalau permintaanku tidak mereka kabulkan , untuk apa aku menjadi Permausuri di kerajaan ini. Lebih baik kau musnakan kerajaan ini Ayah...dan kau bisa menjodohkan aku dengan Pria tampan yang ada di sebelah wanita busuk itu . Aku lebih suka padanya Ayah...dia tampan, sangat tampan . aku tidak pernah melihat wajah setampan Pria itu. Bunuh saja manita pe****r itu Ayah..." ucap We Lisun Yi dengan sikap manja.


Mendengar ucapan dari wanita itu, ingin rasanya Dewa Wiqya merobek mulutnya .

__ADS_1


"Kau dengar apa yang di ucapkan Putriku...? Sekarang berikan barang yang di minta Putriku....atau kau akan merasakan sakit dan mati..." ucapnya mengancam.


"Tidak...bukankah tadi sudah aku katakan padamu, aku tidak akan pernah memberikan barang milik Putriku pada putrimu. Jika kau ingin memutuskan perjodohan Putrimu dengan Putraku silahkan, aku menerimanya. Dan Mulai sekarang dia bukan lagi calon Pernausuri kerajaan ini. Karena mulai sekarang aku batalkan pertunangn mereka...! Kasim buat surat pembatalan pertunangan Putra Mahkota dengan Putri We Lisun Yi... !" seru Raja dengan keras. Dan seorang Kasim masuk dengan cepat saat namanya di panggil .


" Baik yang Mulia... akan hamba buat surat pembatalan itu..." ucap Sang Kasim lalu berjalan keluar setelah memberi hormat. Melihat perbuatan Raja, terlihat wajah pendeta paruh baya itu semakin merah karena marah.


"Kaauu.....Akan aku buat kau tersiksa...!" serunya marah. Dan Dia segera merapal mantra. Namun betapa kagetnya Dia, saat dia melihat kalau Raja Dakwasa tidak terpengaruh dengan mantrana . sudah beberapa kali dia mencoba, namun Raja tak berkutik , tidak ada kejadian apapun pada Raja. Terlihat Pria itu bingung . lalu dia menatap Dewa Wiqya.


"Ternyata kau berani melawanku...kau berani melawan pendeta utusan dari Dewa Wiqya..! Kerajanmu dan Rakyatmu akan segera musnah dan kau penyebab semua ini..." teriak pendeta itu dengan marah.


"Sejak kapan aku mengutus seorang manusia untuk menindas manusia yang lain..." ucap suara dingin Dewa Widya yang membuat terkejut empat pendeta di sana . Terlihat Dewa Wiqya menatap mereka dengan tatapan tajam dan dingin. Keempat orang itu seketika menatap kearah Dewa Wiqya. Mereka tertegun melihat wajah tampan dan rupawan yang terlihat bersinar cerah.


"Si..Siapa kau..?Apa maksud perkataanmu tadi ...?" ucap Pendeta gadungan itu.


"Kau berkata kalau kau utusan Dewa Wiqya. Kalau begitu kau pernah bertemu dengan Dewa Wiqya kan...?" tanya Dewa Wiqya dingin.


"Ten...tentu saja a..aku telah bertemu dengannya. "ucap Pendeta palsu itu tergagap.


"Benarkah..lalu seperti apa Dewa Wiqya itu. Dan di mana dia berada. .." ucap Dewa Wiqya dengan. dingin. Dia berdiri dan mulai mendekati Pendeta palsu itu.


"A..apa maksudmu...ten.. tentu saja dia orang yang gagah menakutkan, .dan dia sekarang berada di istananya...a..aku bertemu dia di istananya..." ucap Pendeta itu dengan wajah memucat.


"Benarkah..kalau begitu kau tahu Istana Dewa Wiqya..Di mana itu ..." ucap Dewa Wiqya yang semakin dekat dengan pendeta gadungan itu.


"Hey...pria tampan..kenapa kau berkata seperti itu pada ayahku...apakah kau ingin bertemu dengan Dewa Widya ..? Kalau kau jadi suamiku pasti dengan senang hati Ayah akan membawamu kesana...." ucap gadis itu dengan genit. Dia tiba - tiba mendekati Dewa Widya dan Ingin memegang tangannya. Tentu saja Dewa Widya semakin marah . dengan sekali kibas gadis itu melayang dan menghantam Tembok kamar dengan keras. Hingga membuat getaran di ruangan itu. Dan tak lama dia memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Yi'er....!" teriak Pendeta palsu itu saat melihat keadaan sang Putri. Namun saat Dia ingin berlari kearah sang Putri, kakinya terhenti . Dan sebuah tangan memegang lengan tangannya .dan saat dia melihat, ternyata tangan kekar Dewa Wiqya menahan tangannya.


"Apa yang kau lakukan ha...? berani sekali kau menahan langkahkku...!" teriaknya marah.


"Apa yang aku takutkan pada manusia busuk sepertimu. Kau berani menggunakan nama Dewa Widya untuk menipu manusia, apakah kau tak tahu malu...?" ucap Dewa Wiqya dengan dingin.


"Lepaskan tanganmu...semua itu bukan urusanmu. Dewa Wiqya saja yang memiliki nama itu. Tidak marah. Karena aku memang utusannya...lepaskan tangan kotormu itu dari tanganku, atau kau akan merasakan akibatnya nanti..." ucapnya dengan sombong.


"Benarkah...? Kalau begitu aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan kalau tangan jelekmu ini tidak ku lepaskan.


" Baik kalau itu maumu..." ucap Penyihir itu. Namun sebelum pria tua itu menyerangnya, Dewa Widya membawa penyihir itu keluar.


"Aku tidak akan mengotori ruangan kalian,.." ucapnya sambil melesat pergi.


"Ye Mai..selesaikan wanita itu..." ucap Siyue.


" Baik ratu...!" ucap Ye Mai.


Siyue dan ketiga Dewa segera mengejar Dewa Wiqya keluar. ternyata Dia hanya membawa Pria itu keluar dari kamat Raja. Dan kini mereka berada di halaman Istana Naga. Raja dan Putra Mahkota pun segera menyusul mereka. Ketika sampai di sana terlihat pria itu menyerang Dewa Wiqya dengan ilmu sihirnya. Dewa Widya haya mengelak tanpa melepas tangannya yang memegang Pria itu. Keributan itu membuat banyak Prajurit maupun pelayan istana yang datang. Tak terkecuali para pembesar kerajaan yang belum kembaki kerumah mereka dan datang melihat kejadian itu.


"Pangeran Long Shan... Berapa tahun Pria ini membohongi kerajaan ini...?" tanya Dewa Wiqya.


"Hampir dua tahun Yang Mulia..." ucap Putra Mahkota .


"Dua tahun...Ck..kau telah menggunakan namaku untuk kejahatan, karena itu aku tak akan pernah mengampunimu..." ucap Dewa Wiqya ..


" Siapa kau ini sebenarnya..." tanya Penyihir itu yang kini merasa takut .


"Dewa yang telah kau gunakan untuk menipu manusia lainnya..." ucap Dewa Wiqya. Terlihat pacaran kemarahan di wajah Dewa Wiqya .


"tidak , itu tidak mungkin...!" serunya ketakutan.


"Kenapa...apa sekarang kau takut...atau kau tidak percaya denganku..?" Ucap Dewa Wiqya sinis. Terlihat wajah Pria paruh baya itu pucat pasih. Dia gemetar ketakutan .


"Maaf...maafkan hamba yang Mulia... ampunkan hamba.." ucapnya memohon sambil menangis .


"Hey...mana sikap sombong tadi ha... dan ini hadiah untukmu karena kau telah memakai namaku untuk kejahatan..." Terlihat cahaya putih keluar dari tangan Dewa Wiqya . dan sinar putih itu memotong lengan tangan penyihir tua itu .


"Aaaaaaa...." terdengar jeritan dari mulut sang penyihir . Terlihat tangannya jatuh menggelinding .


"Dan ini kelancanganmu berani menindas Ayah dari Istriku ...." ucap Dewa Wiqya sambil menebas Kaki penyihir dengan sinar putihnya.


"Aaaaaaa...." kembali terdengar teriak kesakitan dari mulut sang Penyihir.


"Dan ini hadiah dariku karena kau telah mendidik Putrimu hingga berani memanggil, Ustriku dengan srbutan gembel, Pe****r dan beberapa kalimat kotor.." ucap Raja sambil kembali menebas kakinya.


"Aaaaaaaa....." teriakan kembali terdengar dari mulut penipu itu .


Siyue hanya bisa memejamkan matanya melihat kesadisan sang suami.


"Dan ini hadiah terakhir dariku karena telah berani menindas Rakyat...." ucap Dewa Wiqya sambil menebas leher pria itu dan melempar tubuhnya.


"Dan ini peringatan buat semua orang . jangan pernah memakai nama Dewa hanya untuk melakukan penipuan atau kejahatan. Karena akan mendapat balasan yang setimpal . dan jangan pernah berani mengusik Kerajaan ini lagi..." ucapnya dengan dingin. setelah Itu dia kembali ke sisi sang istri.


Cukup dulu ya...aku lanjut besok lagi. maaf jika masih ada salah ketik dan Typo. ,🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


bersambung.


__ADS_2