DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MANIK - MANIK JIWA .


__ADS_3

"Sombong...kau terlalu sonbong Siyue.. teman-teman...kita bunuh Pria sombong ini. Buat dia Menjadi makanan Srigala di tempat ini...!" Teriak gadis itu dengan marah .


Mereka segera mengepung ronbongan Siyue Cs. melihat itu Siyue berseru.


"Kak biarkan aku yang melawan mereka sendiri. jika Memang aku tidak mampuh melawan mereka, kalian boleh membantuku..." ucap Siyue.


"Baiklah Your'er...tapi ingat , kau harus hati- hati..." ucap Pangeran LuoYi .


"Jangan khawatir Kak....!" seru Siyue .


Siyue segera mengeluarkan cambuk sinar nya. Saat mereka melihat cambul Siyue, mereka sedikit terjejut. Namun tak lama mereka Tertawa.


"Kau ingin menakuti kami...?" Kata salah satu dari mereka.


"Aku menakuti kalian atau tidak, Kalian akan melihatnya nanti sekarang bersiaplah.. " ucap Siyue datar .Dan pertarunganpun terjadi dengan sengit. Cambuk Sinar milik Siyue mendapatkan korban lagi. Setiap orang yang tetkena cambuk akan langsung jatuh dan tak sadarkan diri . Melihat kejadian itu , Teman yang tersisah langsung menciut nyalinya. Mereka Merasa takut, sebab dari delapan orang Pria dan tiga wanita. Kini tinggal lima orang yang masih bertahan , sedang kan enam yang lainnya sudah jatuh Pingsan dalam sekejab , Lima pria dan satu wanita.


Sebenarnya mereka bukan jatuh pingsan karena Hantaman yang terlalu kuat atau mematikan. tetapi Siyue memang sengaja membuat mereka pingsan . Melalui cambuk Sinarnya, Siyue menotok titik kesadaran mereka . Hingga mereka jatuh pingsan tak sadarkan diri. dan yang tersisah terlihat agak ragu dalam bertindak untuk menyerang Siyue.


"Kenapa...? Kalian mulai ragu...? Kenapa kalian mengikuti perintah dia, apakah kalian memiliki dendam padaku...? Atau Karena dia ketua kelompok kalian...? sekarang aku tanya para kalian. apa tugas dan tujuan Kalian kemari. apakah mencari musuh atau mencari ilmu..? Ucap Siyue pada mereka berlima. Seketika mereka berhenti menyerang.


"Hey...kenapa kalian berhenti...bunuh pria itu.. jangan dengarkan ucalannya...jangan biarkan dia nenikmati kehidupan ini lebih lama lagi...!" Teriak gadis Lin Yun dengan marah.


"Hey kau...kenapa tidak Kau sendiri yang menghadapiku.. kenapa harus mereka yang Kau paksa...! apakah Kau takut padaku ? Kau takut aku Kalahkan lagi...Ck Ck Ck...dasar licik..." teriak Siyue kesal .


"Kau ...! Kau bukan levelku...jangan Kau fikir aku takut kepadamu ..Dasar pria brengsek. Baiklah hadapi aku sekarang. ..." Teriaknya marah.


Dia segera menyerang Siyue dengan pedang di tangan nya. Ternyata dia cukup Lincah Juga . Dan akhirnya dia mengadapi Siyue sendiri. Pertarungan itu cukup seru . Sepertinya dia mengeluarkan kekuatannya untuk membunuh Siyue. namun hingga akhirnya Dia kembali dapat di jatuh kan oleh Siyue setelah Beberapa saat bertarung .


Mungkin Karena Malu dia tidak mau menyerah . Dia tetap menyerang Siyue walaupun sudah Beberapa kali mendapat serangan dari cambuk Sinar milik Siyue. Setelah bebetapa saat kemudian, Akhirnya tubuhnya tak mamouh juga . diapun terjatuh dan tak dapat berdiri lagi. Siyue mendekati Lin Yun yang terkapar dengan beberapa luka di tubuh nya. Teman - teman Lin Yun yang masih tersisah dan menyaksikan pertandingan itu . Terlihat berdiri terpaku menatap Lin Yun yang telah di kalahkan Siyue dengan Muda . Mereka hanya bisa bengong melihat Siyue yang mendekati Lin Yun.


"Bukan saatnya Kau berakhir sekarang... pada waktunya Kau akan tahu apa sebenarnya yang terjadi . Ck ck ck...kasihan kau....sebuah boneka yang rak berguna...Bilang pada keluargamu , terutama pada Kakek dan ibumu. Karena ketamakan mereka, Karma akan segera mencari targetnya..." Seru Siyue dingin sambil mengambil lencana milik Lin Yun .


"Kauuu...." ucapnya marah . Namun dia tidak bisa berbuat apa- apa .


"Hatimu yang busuk...tidak sesuai dengan kecantikanmu...." ucap Siyue sambil berdiri dengan tenang dan berjalan meninggalkan Lin Yun menuju tempat dimana sahabatnya sedang menunggu dan melihat semua kejadian .


"Ayo kita lanjutkan perjalanan ..." ucap Siyue .


Mereka meneruskan perjalanan mereka .


Sedangkan teman- teman Lin Yun menatap gadis itu Sinis .


"Ada apa dengan kalian...Baringkan aku di tempat yang teduh...!" teriaknya marah.


Melihat tingkah Lin Yun yang sifatnya terlihat keasliannya , membuat teman - teman nya muak. kalau Bukan ketua kelompok dan murid kesayangan guru Sakura. sudah mereka biarkan gadis sombong itu . Mereka Yakin Siyue orang baik . Terbukti, Pria tampan itu hanya mengambil rencana Lin Yun. dan saat melihat keadaan teman- temannya, ternyata mereka Hanya pingsan biasa.


Sedang kan di tempat Siyue, Terlihat Siyue sedang berjalan meneruskan perjalanan mereka sambil mengobrol.


"Yue'er.. Siapa wanita itu...?" Tanya Pangeran Luo Yi.


"Namanya Lin Yun, Dia murid Sekte darah suci..." Jawab Siyue.


"Lalu memgapa dia menyerangmu...? Memangnya Kau punya salah dengan dia.. ?"" tanya Luo Yi lagi .


"Tidak...aku rasa aku tidak pernah memiliki kesalahan pada dia.. " ucap Siyue.


"Lalu kenapa dia menyerangmu jika kau tidak betsalah padanya...?" kata Chan Sin yang kini berada di sebelah Siyue .


"Ebtahlah aku juga tidak tahu apa salahku . Asal mula aku bertemu dia saat turnamen di kota Suci itu. Bukankah kalian juga tahu kalau Dia salah satu utusan dari alam atas ini. Kata Raja Dia itu kesal padaku Karena aku mejadi murid Dari dua guru. Sebab di tidak bisa menjadi salah satu murid dari kedua guru itu..." Ucap Siyue.


"Gila..kalau dia tidak bisa menjadi murid mereka, seharusnya berusaha berlatih agar Dia bisa menjadi murid dari guru itu ... bukanya marah padamu" ucap Luo Yi kesal.


"Nach itu dia., Malah dia pernah menantangku saat aku baru saja datang di kerajaan Darga.... " ucap Siyue.


"Dasar gadis gila dan sombong.... "Ucap Luo Yi dengan kesal.


Mereka melanjutkan perjalanana ke kota perbatasan .


Karena semakin mendekati kota perbatasan, mereka sering berpapasan dengan banyak peserta lain yang menuju arah yang sama. Namun Karena kelimpok Siyue lebih banyak, maka tidak Ada yang ingin mengganggu mereka . atau mungkin Karena sudah mendekati kota tujuan jadi keinginan untuk merebut milik peserta lainnya sudah tidak Ada lagi. Merekapun sampai di sebuah kita kecil yang terlihat ramai sekali.


"Kota ini kenapa ramai sekali.. Dan terlihat banyak peserta berkumpul di sini...?" Kata Chan Sin .


"Katanya di kita ini Ada prasasti yang akan muncul. Dan mereka menunggu prasasti itu ..." Kata Fen Xun.

__ADS_1


"Dan ternyata tujuan kita masuk ke dalam Dunia kecil ini, sekaun untuk kompetisi juga menunggu prasasti itu. ..tujuan kita kesini untuk mendapatkan sesuatu dari dalam prasasti itu..." Kata Wei Zi yang sudah berjalan mendekati Siyue bersama Putri Shi Wa dan seorang murid Pria dari perguruan Elang Putih.


"Kalau begitu ayo kita lebih mendekati kota..." Ucap Siyue.


Mereka segera berjalan lebih memasuki kota. Dan ternyata di dalam kota sudah banyak peserta dari perguruan lain yang berkumpul. Siyue dan Kawan - kawan mendekati lokasi tempat prasasti yang akan muncul. Ternyata tempat itu seperti kota mati dan tempat prasasti akan muncul berupa tanah lapang yang cukup luas . di setiap pinggiran tanah Luas itu. Ada sebuah Batu persegi yang setinggi pinggang orang Dewasa berdiri dengan tegak di empat penjuru. Dan Batu itu memiliki kekuatan yang menghalangi seseorang agar tidak masuk ke dalam lokasi tempat prasasti yang akan muncul . Siyue CS duduk bersama yang lain menunggu kemunculan prasasti itu.


Hingga hari Menjadi sing, ternyata prasasti belum juga muncul. Baru pada waktu hari menjelang sore..tiba-tiba bumi berguncang dengan hebat. Hingga menbuat para peserta jatuh ataupun terlempar dari tempat mereka berdiri atau duduk. Begitu juga dengan Siyue dan Kawan- kawan . untunglah mereka hanya terduduk ataupun jatuh jika yang sedang berdiri. Saat berikutnya mereka di kejutkan dengan terbelanya tanah di lokasi tempat prasasti akan muncul . Benar saja secara perlahan muncul prasasti yang terlihat semakin Lana semakin besar dan tinggi. Tak berapa lama prasasti muncul dengan sempurna. Melihat kejadian itu, oara peserya gembira , meteka bersiap akan masuk kedalam prasasti yang setinggi rumah . Namun para peserta kecewa . Karena mereka masih belum bisa masuk Karena Ada kekuatan yang kasat mata menahan mereka . Tak berapa lama terlihat pintu dari prasasti terbuka secara perlahan. Dan bersamaan dengan itu, para peserta Merasa kan kalau kekuatan yang keluar dari dalam prasasti hilang .


Mereka para peserta saling berebut untuk masuk kedalam prasasti. Terlihat mereka berdesakan takut apa yang ada di dalam prasasti habis oleh mereka yang lebih dahulu masuk.


Saat para sahabat ingin masuk kedalam Prasasti juga , Siyue berkata.


"Jangan berebut, kalian lihat itu... Bisa-bisa Nyawa kita hilang...kita akan masuk saat sudah agak sepi. Apapun yang ada di dalam sana, kalau kita tidak berjodoh, kita tidak akan memilikinya...dan jika itu milik kita. pasti kita akan mendapatkannya ..." Ucap Siyue. Akhirnya para sahabat mengikuti ucapan Siyue. Setelah keadaan agak sepi, barulah mereka masuk . benar saja, terlihat di dalam ruangan para peserta yang tadinya masuk lebih dahulu Haya berdiam diri di depan sebuah pintu. Dan pintu itu tidak bisa terbuka. Saat Siyue masuk kedalam ruangan bersama Cs nya, sudah banyak peserta yang mencoba membuka pintu itu. Tapi dengan Kuatnya pintu tetap tertutup rapat.


"Bagaiaman kita bisa tahu apa yang Ada di balik pintu ini, Kita tidak bisa membukanya...!" Seru salah satu dari peserta. Melihat semua itu Siyue dan kawan-kawan hanya melihat saja. Akhirnya satu persatu dari mereka para peserta keluar dari dalam prasasti. Siyue dan reman- teman tetap berada di dalam .


"Yue'er..kita keluar..?". tanya Wei Zi.


"Tunggu kak...sepertinya aku merasa femiliar dengan lukisan di daun pintu.." ucap Siyue sambil berjalan mendekati pintu. saat itu keadaan ruangan sudah sepi. hanya Beberapa orang lagi selain Siyue Cs yang berada di dalamnya .


"Anak Muda... Sudah Beberapa pria kuat membuka pintu itu, tapi pintu itu tidak bisa di Buka , jangankan terbuka, bergerakpun tidak . jadi jangan sia-siakan tenagamu . lebih baik kau Ajak temanmu untuk keluar sebelum pintu ini tetutup untuk selamanya..." ucap seorang Pria Dewasa yang memiliki tubuh kuat. Pria itu berkata sambil berjalan keluar .


"Trimakasih sobat..kami akan menyusulmu..." Jawab Siyue .


"Apakah kita akan keluar Yue'er....?" Tanya Feng Xun.


"Iya.. Tapi tunggu sebentar..." Ucap Siyue. Dia lalu semakin mendekati pintu yang tertutup itu. Tiba-tiba dia ingat. Bukankah ini bentuk dari bunga teratai..?Siyue melihat bentuk bunga teratai di lengan nya. Dan benar saja bentuk bunga teratai di pergelangan tangan kanannya marip sekali dengan bentuk lukisan pada daun pintu . dan di dekat pegangan pintu terlihat lubang kecil berbentuk bunga terayai juga.


"Lalu ini apa...kenapa bentuknya mirip dengan bunga teratai juga. Jika ini kunci, semestinya kuncinya berbentuk bunga teratai... apakah Ada kunci seperti ini..?" Ucap Siyue pelan bermonolok . Dia memutar otaknya dengan bingung. Dan tanpa sengaja Siyue melihat tangan kanan yang memegang pegangan pintu. Dan dia melihat Cincin bunga Teratai yang pernah dia dapatkan di rumah Kakek Si saat dia mengetahui kalau dia bukan Cucu Kakek Si.


"Cincin ini...." Gumam Siyue. Dia segera membuka Cincin yang melekat di jari manisnya. Perlahan Siyue memasukkan Cincin yang berbentuk bunga pada lubang berbentuk bunga teratai tadi.


"Lah...Kok ngepas..." Ucap Siyue heran.suara Siyue membuat para sahabatnya mendekatinya.


"Ada apa Yue'er...?" Ucap mereka bersamaan. Mereka semua mendekati Siyue.


"Ini...kenapa cincinku bisa masuk dan pas di lubang ini...?" Ucap Siyue.


Namun baru saja Siyue selesai berkata tiba - tiba terlihat cahaya putih kemerahan memancar dari lubang yang Ada Cincinnya. Dan tak lama terdengar suara .


KLIK


Dua Kali.


Bersamaan suara itu pintu depan prasasti tiba-tiba tertutup dengan sendirinya. Dan bersamaan juga pintu di depan Siyue terbuka. Serta di setiap Dinding terlihat Batu cahaya bersira dengan terang.


"Ii...ini...Ada apa.. Kenapa ruangan jadi berubah...?" Ucap Chan Sin kaget..


"Dan kita terkunci di dalam ruangan Prasasti ini...!" Seru Putri Shi Wa cemas.


"Tapi lihatlah...kenapa sekarang banyak pintu apakah kita harus masuk kedalamnya...? Ucap Ning Si.


"Si...lo Siyue kemana...dan pintu itu telah tertutup..." Seru Pangeran Luo Yi dengan wajah cemas.


"Mungkin Siyue masuk ke dalam kamar itu... Lebih baik kita ikuti perbuatanku Siyue. Kita masuk ke dalam salah satu kamar...." Ucap Fang Yan.


Akhirnya mereka mencoba membuka satu - persatu kamar yang Ada di sana. Ada yang langsung bisa membuka dan masuk ke dalamnya, Ada yang masih mencari pintu yang bisa mereka Buka dan masuki . Tapi ternyata semua mendapatkan pintu yang bisa mereka Buka sendiri. Dan masuk satu persatu kedalam kamar yang sudah mereka Buka .


Sedangkan di luar prasasti semua orang kaget ketika tiba-tiba pintu tertutup dengan sendiri nya. Dan mereka tahu kalau di dalam sana masih Ada beberapa orang yang tadi belum keluar.


"Ya ampuun...kasihan mereka.. Aku tadi sudah mengajak mereka pergi, tapi mereka hanya bilang akan segera keluar..." Ucap pria yang tadi memperingati Siyue.


"Itulah kalau tidak mau di nasehati orang lain, sekarang mereka akan tertelan dalam prasasti itu." ucap salah seorang pengunjung.


"Kasihan mereka...mereka terjebak di dalam prasasti...." Jawab yang lain . Dan banyak lagi pembicaraan mereka yang Ada di luar prasasti .


Sedang kan di dalam ruang Prasasti sendiri terlihat Siyue sedang menelusuti ruangan di dalam kamar yang dia masuk tadi.


Dia masuk kedalam kamar itu Karena dia mendengar suara yang memanggil Namanya.


Siyue semakin masuk kedalam kamar . Tak lama dia melihat seorang pria paruh baya yang berwajah tampan sedang duduk lotus di atas Ranjang yang terbuat dari Batu Giok berwarna hijau. Batu giok itu hampir sama dengan milik Paman Yun Jin yang di pakai untuk mempertahankan hidup sang Ayah.


Saat mendengar langkah Siyue, perlahan mata pria di atas Batu terbuka dan dia menatap Siyue.

__ADS_1


"Kau sudah datang Yueyue...?" Ucap pria itu lembut. Tentu saja Siyue kaget saat tahu Oria itu mengetahui Namanya .


"Anda mengenal hamba...?" Tanya Siyue dengan wajah dan perasaan kaget.


"Aku tahu...dan aku juga tahu Kalau Kau Roh Dari masa depan..." Jawab Pria itu pelan.


Mendengar ucapan Oria itu , Siyue kaget bukan main.


"Tu..tuan mengenalku... Tuan tahu kalau aku pendatang di Alam ini..?" Tanya Siyue dengan wajah kaget.


"Benar...jangan takut, Karena akulah yang membawamu kemari..." Ucap Pria itu sambil tersenyum lembut .


"Apaa...tuan yang membawaku kemari... Kenapa...? Dan bagaiaman dengan Roh Yueyue...?" Tanya Siyue beruntung.


"Roh Yueyue Adalah dirimu sendiri nak... Kau Adalah Yueyue dan Yueyue Adalah Siyue..." Ucap pria itu dengan tenang.


"Apa maksud anda tuan...aku tidak mengerti..." Ucap Siyue dengan wajah semakin bingung.


"Baiklah akan Ku jelas kan semuanya padamu . tapi sebelumnya perkenalkan dulu aku Adalah Saujin..namaku Saujin..."ucap Pria itu


"Saujin....?Tunggu....apakah anda Pria yang telah menolong bayi Yueyue di saat baru lahir dengan menukar bayi lain itu...?" Tanya Siyue.


"Benar...ternyata Kau memang cerdas . baik sekarang akan kujelaskan semua yang terjadi Padamu. Pada saat Kau masih dalam kandungan ibumu, Kau sudah di takdirkan Menjadi gadis darah Phoenix yang akan menguasai dan memimpin Klan Phoenix . Karena itu sejak di dalam rahim ibumu , di dalam tubuhmu Kau sudah memiliki kekuatan sendiri. Namun Karena keserakahan manusia yaitu keluarga tiri dari ayahmu, maka Kau yang Ada di dalam rahim ibumu telah terkena Racun yang sangat Ganas . Karena itu kekuatan di dalam tubuhmu memecah jiwamu Menjadi dua. Kalau tidak seperti itu, Kau dan ibumu akan mati. Dan separuh jiwamu yang lain datang padaku bersama kekuatanmu. Karena itulah aku dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada separuh jiwamu yang lain yang ada dalam tubuh kasarmu. Akhurnya aku datang ke rumahmu untuk menolong dirimu. Sedangkan jiwamu yang lain aku bawa ke dunia modern dan Ku taruh kedalam tubuh gadis yang telah mati Karena tidak di ingin kan kehadirannya oleh kedua orang tuanya..." Ucap Saujin . Mendengar ucapan saujin membuat Siyue teringat para bayi yang telah terbunuh Karena menolong dia .


"Tapi kenapa harus mengorbankan bayi lain untuk menolongku..." Sesal Siyue.


"Maksudmu bayi yang mati karena terbunuh di tangan paman Ayahmu...?" tanya tuan Saujin .


"Benar..." Jawab Siyue .


"Tidak nak...sebab Bayi yang mereka bunuh sebenarnya bayi yang sudah mati. Bayi itu telah mati saat baru lahir. Dan dengan kekuatanku, aku menipu mereka "ucap tuan Saujin dengan tenang. mendengar itu Siyue menghembuskan nafas lega .


"Lalu darah yang telah mereka ambil itu...?" Tanya Siyue .


" Itu tugasmu untuk mengambil nya kembali, serta tugasmu juga untuk menghukum mereka..." Ucap Tuan Saujin lagi.


"Jadi tubuh ini bukan milik Yueyue yang aku rebut...?" Tanya Siyue .


" Benar..Kau Adalah Yueyue, dan Yueyue Adalah dirimu. Jadi jangan Kau anggap Kau telah mengambil tubuh ini dari Yueyue. Karena Yueyue Adalah Kau sendiri..." Ucap tuan Saujin menjelaskan.


"Kalau begitu Jiwa Yueyue sudah persatu denganku...?Dan apakah Karena itu memori tentang kehidupan Yueyue aku tahu semuanya....?" Ucap Siyue .


" Benar.. Kalian sudah persatu.." Kata tuan Saujin lagi.


"Lalu kenapa Kau memberikan jiwaku yang di Dunia modern pada keluarga seperti mereka, keluarga yang tidak menginginkan kehadiranku, keluarga yang telah menyakitiku...?" Tanya Siyue dengan wajah kesal.


"Jangan marah...kalau Kau hidup dengan penuh kasih sayang, Kau akan berat untuk meninggalkan mereka..." Jawab Saujin dengan lembut. Mendengar ucapan tuan Saujin , Siyue terdiam dan tak lama dia berkata.


"Maaf kan aku, maaf kan aku yang tak tahu diri tuan...seharusnya aku berterimakasih padamu , Karena tuan aku hidup penuh bahagia dengan Ayah sendiri. .." Ucap Siyue sambil tersenyum meminta maaf.


"Tidak apa - apa nak...jika itu terjadi padaku, aku juga akan menayakannya. Nach sekarang tugasku tinggal satu lagi. menyerahkan manik- manik jiwa yang memang milik gadis darah Phoenix. Dan mau tidak mau Kau harus menerima nya Yue'er..." Ucap Tuan Saujin lembut.


"Baik aku akan menerima kekuatan itu. .." Jawab Siyue.


" Tapi Kau harus tahu lebih dahulu. Saat kekuatan itu masuk ke dalam tubuhmu, Kau akan Merasakan penyiksaan yang teramat sangat, dan jika kekuatanmu lebih rendah dari kekuatan manik- manik jiwa , Kau bisa Kalah dan itu berarti Kau akan tiada. Apa Kau sanggup...?" Kata tuan Saujin membuat kaget Siyue. Siyue terdiam beberapa saat. Tak lama dia berucap.


"Apa boleh buat, Karena itu sudah takdirku, mau tak mau aku harus bisa menerima nya dan harus kuat bertahan..." Jawab Siyue.


"Bagus...kalau Begitu Kau harus bersiap- siap. Ingat separah apapun sakit yang Kau derita , Kau harus bisa bertahan, ingat itu..dalam hal ini aku tidak bisa membantumu...siapapun tidak bisa membantumu...dan sati lagi yang harus kau ingat . Jika Kau Kalah, semua yang Ada di dalam ruang Terataimu juga akan mati..." Ucap tuan Saujin lagi yang membuat Siyue kaget bukan main. Karena di dalam ruang teratai semua yang dia cintai berada di sana.


"Baik aku akan bertahan apapun yang terhadi. " Tekat Siyue dengan tegas.


"Bagus...Ayo kita mulai...." ucap tuan Saujin.


"Sekarang Kau bisa tidur di atas giok ini. Karena kekuatan yang akan masuk kedalam tubumu bisa sedikit di netralkan oleh kekuatan giok ini..." Kata Saujin lagi. Siyue segera berbaring di atas Batu giok di depan Saujin.


"Kosongkan fikiranmu. Dan Satu kan kekuatanmu di dalam dentian mu..." Titah Saujin pada Siyue.


Siyue segera melakukan apa yang di katakan Saujin . dan tak lama dia Merasa kan kekuatan hangat masuk ke dalam tubuhnya . Siyue menerima kekuatan itu tanpa menolaknya. Rasa hangat yang mengalir kedalam tibuhnya segera menyebar keseluruh tubuh nya Sebelum kemudian mengalir masuk kedalam dentiannya .Dan tiba-tiba di dalam fikiran Siyue , terlihat bernacam- macam bola berwarna warning Melayang di dalam tubuh nya . Bola- bola itu membawa kekuatan hangat . namun lama - kelamaan mulai memanas. semakin lama semakin memanas. Dan kini bukan lagi panas, tapi bagai di panggang di atas bara Api. Siyue bertahan Hingga peluh mengucur deras di seluruh tubuh nya. Dia bagai antara hidup dan mati. "Ya Dewa...apakah aku bisa Bertahan..." Ucapnya dalam hati. Karena panas yang menyerang tubuh nya begitu menyiksa, Hingga air mata Siyue mengalir juga, air mata itupun Teresa panas. Siyue bagai benar - benar di ujung kematian..dan akhirnya mungkin Karena sudah tidak tahan lagi, Siyue merasakan dunianya gelap gulita .


Maaf ...sampai di sini dulu ya ceritanya. Aku lanjut besok lagi. Kalau masih Ada typo. Tolong maafin author.🙏


Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu. Semakin banyak yang komen, like, apalagi vote...author tambah Senang , 😂😂

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2