
Nadya tiba- tiba berdiri tegak dan tangan di silangkan satu di dada dan tangan yang lain menengada. dan tiba- tiba saja di udara sebuah kepalan tangan yang teramat besar dengan aura hitam Meluncur dengan cepat menuju arah Siyue . Kepalan tangan itu terlihat meluncur dengan cepat tanpa seorang pun yang bisa mencegahnya. semua orang menahan nafas . dan dalam bayangan mereka. Siyue pasti Hancur.
Tak Ada seorangpun yang bisa mencegah tangan Raksasa itu yang akan menghantam tubuh Siyue . mereka menahan nafas untuk melihat kehancuran tubuh Siyue. begitu juga dengan Dewa Saora dan Dewa Wiqya. mereka hanya bisa menahan nafas mereka. Karena ilmu itu tidak Ada yang bisa menahanya . Selain ke tiga Dewa utama yang terlihat tertegun menatap ke arah pertarungan . tapi semua orang tahu kalau itu adalag ilmu aliran hitam. tak Ada lagi kesempatan untuk mengelak .
Namun tidak bagi Siyue , Dia yang sudah di peringatkan oleh Zuzaku telah siap menghadapi serangan dari Dewi Nadya. Dan saat tangan Raksasa itu mulai dekat Siyue mengeluarkan ilmu tapak Dewa nya. Dan terlihat bayangan telapak tangan besar menghantam kearah tangan yang datang. Dengan kekuatan yang keluar dari tangan Kanan Siyue dengan cepat menghantam genggaman tangan itu. Terlihat tangan yang datang terpental. Sedang kan tangan Kiri Siyue melemparkan pedang Tianfang kearah Tangan Dewi Nadya yang terkepal dan menjulur ke depan. Dengan cepat, pedang melayang dan memotong tangan Dewi Nadya sebatas siku.
"Aaaaaa...." Terdengar jeritan kesakitan Dewi Nadya. Dan tak lama dia roboh bersibah darah .
Setelah memotong tangan Dewi Nadya , Pedang kembali kearah Siyue . dengan cepat Siyue menangkap pedang Tianfang . Seketika itu juga tangan besar yang menyerang Siyue hilang dari pandangan . Setelah itu Siyue terlihat Limbung mau jatuh . Siyue memakai pedang Tiangfang sebagai penyanggah tubuh nya. Dengan tetap tegar dia berdiri di depan Dewi Nadya.
"Maaf aku telah memotong tanganmu, sebab hanya dengan Cara itu aku bisa mempertahankan nyawaku..." Ucap Siyue datar. Wajah nya terlihat sangat pucat Karena memgeluarkan tenaga berlebiham tadi.
"Cih...jangan sok baik kau. Tunggu saja sebentar kagi kau sendirilah yang akan mati...." ucapnya dengan Sinis walaupun dalam keadaan bersimbah darah .
Tiba- tiba seekor Singa putih besar dan seekor harimau yang juga sangat besar berdiri di sebelah kanan dan Kiri Siyue. Kemunculan kedua hewan itu membuat penonton kaget . jangan kan penonton , Siyue sendiri heran dan kaget .
"Kalian keluar...? Ada apa...?" Tanya Siyue.
"Minumlah pil dan air Suci yang sudah aku campur dengan air Jiwa, lalu cepatlah bermeditasi untuk memulihkan keadaanmu di atas tubuh Baizi . aku dan Tiger akan menjagamu..." Ucap Xiao Tu yang berada di pundak Siyue .
Melihat keseriusan Xiao Tu, Siyue segera meminum pil yang di berikan Xiao Tu. Lalu segera melompat ke tubuh Singa besar Itu dan mengambil Sikap duduk lotus. Dengan cepat dia mulai kosentrasi memulihkan tenaga nya. Karena pil Yuangyang yang sudah di minum bersama air Suci dan air jiwa, membuat jiwa tenang dan memudahkan cepat dalam pemulian tenaga dan kekuatan.
Sedangkan para Dewa yang melihat semua itu hanya bisa menatap dengan tatapan tak percaya. Dewa Wiqya yang melihat sang Kekasih yang Dia tahu terlihat kehabisan tenaga dan lemah. Sudah sejak tadi ingin turun, hanya saja Dewa Saora menahan tangannya.
"Jangan turun dulu...pertarungan Siyue belum selesai. Dan aku melihat gadis bodoh itu masih enggan merasa kalah.. aku merasa Ada sesuatu yang akan terjadi. Jadi tunggu dulu..." Ucap Dewa Saora. Dengan perasaan kesal Dewa Wiqya kembali duduk. Bukan hanya Dewa Wiqya dan Dewa Saora yang resah. tapi terlihat dari para Dewa senior seperti sedang menunggu sesuatu.
Sedangkan Siyue sendiri kini mulai terlihat membuka Matanya kembali . Dan Dia berdiri di leher Baizi.
"Kau sudah kembali sehat,..?" Tanya Xiao Tu.
"Sangat..." Jawab Siyue.
"Ada apa sebenarnya...?" tanya Siyue lagi.
"Akan datang seseorang sebentar lagi.." Jawab Xiao Tu. Baru saja Xiao Tu selesai bicara. Di depan Dewi Nadya terlihat seekor ular hitam besar berada di depan Dewi Nadya dengan kepala mendongak keatas seolah melindungi Dewi Nadya . ular hitam besar itu memiliki mata sangat merah.
Ssssst.....
Ssssssstt.....
Terdengar desisan panjang sambil menjulurkan lidah panjangnya , tetlihat ular hitam itu menatap Siyue dengan tatapan Dingin menakutkan. Melihat kehadiran ular hitam itu , tiba- tiba Liong Bay juga keluar bersama Xiao Tu yang segera membesar. Kelinci darah itu terlihat sangat menakutkan. Kini Siyue di kelilingi hewan - hewan Raksasa yang sangat menakutkan, Dewi Nadya terkejut melihat itu. Begitu juga dengan para Dewa yang menyaksikan di luar arena. Dewi Nadya yang sudah berdarah- darah masih tidak mau mengakui kekalahannya.
"Apakah Dewi Nadya memiliki hubungan dengan manusia yang memiliki ular yang telah membunuh ibu dari si Twins Naga..." Kata Siyue saat melihat ular yang Ada di depannya.
"Apakah ular yang bertarung dengan ibu dari Twins Naga seperti dia , Yueyue...?" Tanya Liong Bay .
"Hmm..." Angguk Siyue.
"Bisa jadi mereka Ada hubungan Yue'er..." Ucap Xiao Tu.
Namun terdengar teriakan lemah Dewi Nadya.
"Hitam...serang mereka...!" Seru Dewi Nadya . Walaupun terdengar lemah, namun masih terdengar kemarahan di nada suara nya. Dan seperti perintah si Pemilik. Ular itu segera menyerang Siyue Cs. Dan dengan Senang hati Liong Bay berseru.
"Biarkan Aku yang melawan dia Yue'er...!" serunya sambil Melayang menerima serangan dari ular hitam itu .
"Liong....hati-hati...kalau bisa jangan lama- lama...kalau tidak mampuh Bilang saja...!" Seru Siyue.
"Yueyue..Tidak usah mengikuti peraturan... aku yang akan membantu Liong Bay...!" Terdengar suara seruan , Dan bayangan putih ikut masuk dalam oertarungan Liong Bay.dan ternyata Tongsa si beruang saljulah yang telah berlari membantu Liong Bay yang bertarung dengan ular hitam itu. Semua orang ternganga melihat semua binatang kontrak Siyue yang satu persatu keluar. . Dewa Brahmadya hanya bisa gelemg kepala.
__ADS_1
"Dewa Agung...kenapa bisa sebanyak itu mahluk kontrak gadis kecil mu..?" Kata Dewa Brahmadya dengan wajah heran namun terkesan bangga .
"He he he...aku juga tidak tahu Dewa Madya... Aku hanya tahu dia memang manusi yang tercipta dengan banyak ke istimewaan.." Ucap Dewa Agung. Dari ketiga Dewa itu. Memang masih Ada Dewa yang paling utama. Yaitu Dewa Maha penguasa , Dewa pencipta segalanya . Dewa yang memiliki srlurih Alam termasuk para Dewa .
"Ya sudah aku ingin tahu kekuatan gadis ini. sampai di mana kekuatan yang dia miliki..." ucap Dewa Brahmadya lagi . Namun belum selesai Dewa Brahmadya berbicara. tiba- tiba di angkasa terlihat beberapa titik hitam terbang dengan cepat mendekati mereka. Ketika semakin dekat. mereka melihat kalau ternyata titik hitam itu merupakan segerombolan orang yang berjumlah kurang lebih sepuluh orang . Mereka datang dengan menaiki kelelawar dan burung Nasar berbulu hitam pekat . Ketika mereka semakin mendekat, Ketiga Dewa utama dan para dewa terkejut.
"Pangsao....!" seru mereka bersamaan.
"Kenapa penjahat ini berani datang lagi...ada apa ini....." Ucap Dewa agung heran . Melihat kedatangan mereka. Terdengar suara Dewi Nadya.
"Guru....!" Seru nya dengan nyaring. Dia menggunakan Sisah dari kekuatan nya untuk berteriak .
"Ck..dasar murid bodoh... Melawan satu orang seperti ini saja Kau tidak mampuh...!"
Seru salah satu dari mereka dengan marah .
"Dia Memiliki ilmu tapak Dewa guru..." Ucap Dewi Nadya.
"Apaa...dia memiliki ilmu tapak Dewa...!" Seru Pria besar yang sepertinya pemimpin dari para pendatang itu. Dan juga guru Dewa Nadya. Mendengar percakapan mereka berdua. ketiga Dewa utama Kaget
"Ternyata Dia guru dari Dewi Nadya Putri Dewa Yu..." ucap Dewa Brahmadya datar. Terlihat ada kemarahan di wajahnya.
Begitu juga dengan Dewa Yu . Dia kaget bukan main.
Sejak tadi Dia sudah kaget dengan kedatangan mereka. Namun dia bagai terkena sambaran petir saat dia mendengar anak perempuannya memanggil penjahat itu dengan sebutan guru.
"Nak...sampai sejauh Inikah kesalahan yang Kau buat...? kenapa Kau menjadi murid dari Iblis yang menjadi musuh para Dewa.." Ucap Dewa Yu dengan sedih.
Melihat kedatangan guru dari Dewi Nadya, dan juga musuh dari para Dewa. Dewa Wiqya dan Dewa Saora segera Melayang turun ke arena pertarungan . Dewa Wiqya berdiri di tubuh hewan Kilin Ye Sha milik nya. begitu juga Dewa Saora para burung Nasar dengan bulu hitam dan putih. Dan berdiri di dekat Baizi. Tubuh Ye Sha yang berubah Menjadi hewan Kilin terlihat sangat besar. Tidak seperti saat dia di Bumi.
"Kau tidak apa-apa Beby...?" tanya Dewa Wiqya yang ingin sekali memeluk sang kekasih.
"Aku tidak apa - apa Honey...tenang saja...." Jawab Siyue.
"Kami juga akan membantumu Ratu...." Ucap Dewa keadilan dari jauh.
"Trimakasih..." Ucap Siyue sambil tersenyum. Terlihat guru Dewa Nadya mendekati Siyue.
"Kau kah gadis yang memiliki ilmu tapak Dewa...?" Ucapnya menggelegar .
"Benar...kenapa...? apakah Ada yang salah..." Tanya Siyue dingin .
"Aku merasakan aura seorang manusia di dalam tubuhmu...apakah Kau manusia...?" Ucapnya sambil meneliti Siyue.
"Benar...memang kenapa...?" Ucap Siyue dingin.
"Dari mana Kau mendaoatkan ilmu itu...?" Ucap Pria itu lagi.
" itu bukan urusan mu..." Jawab Siyue.
"Sombong....Kau jangan terlalu sombong anak Muda....Kau belum tahu berhadapan dengan Siapa..." Ucap pria yang bernama Pangsao pada Siyue.
"He he he...Kaulah yang belum tahu Siapa aku, bukankah Kau iblis merah tangan kanan Raja Iblis ...bukankah Kau si Pangsao yang telah memberontak ratusan tahun yang lalu...?" Ucap Siyue dingin yang membuat Pria Tua itu kaget.
"Siapa Kau...Siapa Kau yang tahu masalahku...!" Ucap Pria Tua yang bernama Pangsao itu .
"Karena Dia masterku...." Ucap Suara bariton seorang Pria . dan Kini di sebelah Siyue telah berdiri seorang Pria gagah dengan wajah tampan yang melayang di udara.
"Ka...Kau...Kau Zu..Zuzaku...!" Seru Pria itu dengan wajah kaget.
__ADS_1
"Iya kenapa...?" Ucap Zuzaku dingin.
"Ka..Kau masih hidup.." ucapnya kembali .
"Kau fikir dengan kelicikanmu Kau bisa membunuhku...dan kini Kau pun ingin perbuat curang lagi. Untung trikmu telah gagal. " ucap Zuzaku lagi .
"Apa maksudmu....!" Ucap Pria itu marah.
"Kau Fikir aku tidak tahu...? kau sengaja mengangkat Dewi Nadya yang mencintai Dewa Wiqya menjadi murid mu. Dan Kau menyuruh murid mu untuk membuat Dewa Wiqya jatuh hati padanya dengan segala Cara...apakah itu benar...?" Ucap Zuzaku dengan lantang. Terlihat Pria itu hanya diam sambil menatap Zuzaku dan Siyue bergantian.
"Dengan cara memikat dewa Wiqya kau berharap akan menarik Dewa Wowya kedalam kekuatanmu yang ingin menterang Nirwana.. Tetapi sayang sekali usaha muridmu yang melakukan segala Cara itu tidak mendapatkan hasil. Untung saja Dewa Wiqya tidak mudah tergoyahkan...." Ucap Zuzaku dengan jelas dan tenang.
"Apa maksudmu Zuzaku...?" tanya Dewa Wiqya.
"Gadis yang memberimu obat cinta sebanyak dua Kali itu Adalah Dewi Nadya , Dewa Wiqya... Dia sendiri yang memberimu obat cinta dan berpura-para ingin membantumu pulang ke istanamu, untung saja dua Kali juga Kau menolak Dia . .. jika tidak...masihbada perangkap yang akan di lakukan gadis itu padaku" Ucap Zuzaku dengan tenang. Mendengar semua ucapan Zuzaku membuat wajah Dewa Wiqya memerah menatap Dewi Nadya yang terlihat semakin lemah.
"Bo..hong...Kau Bohong..." Ucapnya lemah.
"Benarkah aku bohong....lalu kenapa Kau datang kemeja Dewa Wiqya yang meninggalkan sebentar minumannya di saat pertemua para Dewa ..." Kata Zuzaku .
"A...aku...aku..." Namun Dewi Nadya keburu pingsan sebelum menyelesaikan kalimatnya.
"Ck...pingsan...Dan Kau....perhitungan kita belum selesai. Mari kita lanjutan sekarang..." Ucap Zuzaku.
"Kau fikir setelah Kau Kalah dulu, Kau sekarang mampuh melawanku...?" Ucapnya mengejek.
"Kita lihat Siapa yang mampuh dan tidak mampuh..." Ucap Zuzaku.
"Ha ha ha..baik Ayo kita lakukan ...!" Teriakan Pria itu sambil menyerang Zuzaku. Begitu juga dengan yang lain, akhirnya pertarungan kedua kubupun terjadi. Dan Lion Bay dan musuhnya yang tadinya berhenti bertarung, kini kembali lagi bertarung. Ternyata semua hewan kontrak Siyue mendapatkan lawan .
Hingga pertarungan mereka pun seimbang. namun ternyata kekuatan mahluk kontrak Siyue lebih kuat , dan memiliki stamina yang tinggi. dan dalam Beberapa waktu saja para tamu tak di undangan itupun akhirnya jatuh satu persatu. yang akhirnya menyisahkan sang pemimpin yang masih bertarung dengan Zuzaku. pertarungan itu sangat sengit. Hingga membuat semua orang menatap pertarungan itu dengan wajah tegang. . Hingga akhirnya terlihat Oria Tua itu terdesak dan pada puncaknya api milik Zuzaku membakar wajah dan sebagian tuhuh atas pria itu . Hingga membuat pria itu berteriak nyaring dan jatuh dari udara. terlihat dia berguling- guling menahan sakit dan siksaan dari wajahnya dan sebagian tubhnya yang terbakat cukup parah. namun tak lama terlihat dia kejang dan akhirnya diam tak berkutik lagi . melihat itu terdengar sorakan dari para penonton. mereka meneriaki nama Siyue berulangkali. Dewa Wiqya segera berjalan kearah Siyue dengan wajah cemas.
. "Baby...kau tidak apa - apa kan..?" tanya Dewa Wiqya segera memeluk tubuh Siyue. Taknlama di lepaskan dan segera meneriksa tubuh Siyue .
"Aku tidak apa-apa Honey... " ucap Siyue sambil tersenyum untuk menenangkan pria posesif di depannya.
"Syukurlah...kau tahu, aku sejak tadi sangat ketakutan . Jika tidak di tahan oleh Saora, mungkin aku sudah sejak tadi turun kemari..." ucap Dewa Wiqta dengan wajah kesal .
"Benar Yue'er...kalau tidak kutahan, sudah sejak tadi kekasihmu itu turun ke sini..." ucap Dewa Saora yang sudah ada di dekat mereka berdua.
"Dan yang Mulia akan membuat Dia mendapatkan kemenangan... Bukankah yang mulia tahu, di dalam Pertarungan ini, tidak di ijinkan mendapat bantuan dari siapapun. Jika itu terjadi. Lawan yang mendapat bantuan akan di nyatakan kalah...." ucap Siyue .
Mendengar ucapan Siyue, Dewa Wiqya baru sadar kalau perbuatannya tadi yang di halangi oleh Saora akan membuat sang kekasih akan kalah.
"Maafkan aku sayang...aku melupakan itu, karena saat itu aku sangat takut dan cemas akan keselamatanmu..." ucap Raja dengan Wajah menyesal.
"tidak apa - apa Honey.. Aku menyadari ketakutanmu..." ucap Siyue.
Siyue segera menyuruh para mahluk kontraknya kembali ke ruang Teratainya untuk beristirahat. Tanpa mereka sadari, Poison Ivy telah menaburkan bubuk racunnya kedalam tubuh Dewi Nadya . Para sahabat mahluk kobtrak Siyue mulai menghilang satu persatu. tapi Siyue melihat Baizi enggan pergi. melihat itu Siyue berkata sambil mengusap kepala Baizi.
"kenapa kau tidak pergi juga ...?" ucap Siyie sambil membelai Baizi.
"Aku masih ingin berada di luar..." ucapnya dengan wajah sedih . mendengar dan melihat wajah Beizi yang Sedih, Siyue tersrnyum
"Baiklah kalau itu maumu...Kau boleh di luar..." ucap Siyue. Bauzi segera berubah penampilannya menjadi kucing putih kecil. dan melingkar di lever Siyue.
"kalau Begitu Ayo kita menghadap Dewa Utama..." ucap Dewa Wiqya sambil menggadeng tangan Siyue. mereka bertiga segera berjalan kearah tempat ketiga Dewa utama berada. sedangkan di tempat para Dewa Dewi berada . mereka membicarakan kekuatan Siyue. dan banyak nya mahluk kontrak Siyue yang terlihat tadi ikut membunuh para penjahat itu.
sekuan dulu cetitaku. maaf jika hari ini ceritanya agak oendek, sebab kesibukan author akhir- akhir ini. 🙏🙏
__ADS_1
jangan luoa Like, vote dan komennya author tunggu.
Bersambung.