
"Trimakasih yang Mulia..." ucap Dewi Bao Yu lembut . Lalu dia menatap pada sang Putra yang masih menunduk memberi salam.
"Salam kalian aku terima...Wiqya...Kau telah datang nak...." ucap sang Ibu sambil berjalan mendekati Dewa Wiqya. Dan dengan Penuh Rindu Dewi Bao Yu memeluk Dewa Wiqya.
"Apa kabar mu nak...?" Ucap sang Bunda sambil memeluk Putra kedua nya yang sudah lama tidak pernah dia lihat.
"Aku baik Bun...apa kabar Bunda...?" Ucap Dewa Wiqya dengan senyuman di bibir nya.
"Aah... ternyata Putraku bisa tersenyum juga... Bunda baik- baik saja nak...hanya saja Bunda sangat merindukan Putra Dingin Bunda..." Ucap Sang Bunda sambil mengusap wajah tampan yang sudah berpuluh tahun tidak dia lihat itu.
"Bibi...apa kabar....?" Ucap Dewa Saora. Mendengar sapaan yang memang sangat dia kenal, Dewi Bao Yu segera menatap Dewa Saora.
"Sao...Kau datang juga...Bibi baik- baik saja sayang... apa kabarmu....Kau juga lama sekali tak pulang. Ibumu selalu menunggu kedatangan mu..." Ucap Dewi Bao Yu sambil memeluk keponakannya yang bagai Putranya sendiri .
"Maaf ...Sao juga belum pulang kerumah ibu Bi... Sebab masih Ada urusan yang harus Said selesaikan . Setelah dari sini Sao pasti akan pulang... " ucap Dewa Saora. urusan dengan. Putra bandelmu itu bibi...lanjut Dewa Saora dalam hati .
"Benar kau harus pulang...sebab ibumu sudah sangat merindukanmu..." ucap Dewi Bao Yu . Dewi Bao Yu melepas pelukannya. Dan dia menatap Siyue.
"Dan Dia....?" Tanya Dewi Bao Yu sambil menatap pada Siyue. Sebenarnya melihat pada tingkah Putra dingin nya itu yang telah berubah saat menatap gadis cantik itu, hati nuraninya sudah menebak kalau gadis itu Adalah Kekasih sang Putra . tapi dia belum begitu percaya, apa benar Putra laki- lakinya yang dingin dan angkuh pada seorang wanita itu bisa jatuh cinta .
"Dia calon menantu kita Istriku...dia calon istri anak Baumu itu..." Ucap Dewa Yang Xi mendahului Dewa Wiqya yang ingin menjawab pertanyaan Dewi Bao Yu.
"Aah...benarkah... Benarkah Putraku masih menginginkan wanita...?" Ucap Dewi Bao Yu memggoda sang Putra.
"Bunda...mengapa Bunda berkata seperti itu pada Putramu ini...aku ini masih laki-laki tulen Bunda..." Ucap Dewa Wiqya dengan wajah cemberut.
"Tentu saja Kau laki- laki tulen ...dengan bukti Kau telah membawa gadis cantik ini ke istana ini. kami sudah yakin kalau kaumasoh suka wanita. Dan Bunda yakin kalau dia sangat istimewa , hingga Kau bisa tunduk padanya..." Ucap Dewi Bao Yu dengan senyuman di bibir nya.
"Ibu...jangan membuat aku malu di depan kekasihku ibu...."ucap Dewa Wiqya dengan wajah cemberut. Melihat Sikap Dewa Wiqya sang Bunda tertawa.
"Gadis cantik kemari lah... Siapa namamu...?" Ucapnya lembut. Siyue berjalan kearah Dewi Bao Yu. Dan memberi salam kembali.
"Salam Dewi...hamba Yang rendah bernama Siyue...." Ucap Siyue lembut sambil membungkuk memberi hormat.
"Hey.. Jangan seperti itu...Kau Adalah calon menantuku, panggil aku Bunda saja Seperti putraku Wiqya...." ucapnya lembut. Dan dia mendekati Siyue.
"Boleh aku memelukmu...?" Ucap wanita cantik yang terlihat anggun dan bijak itu.
"Tentu saja yang Mulia..." Ucap Siyue sambil menerima uluran tangan dari Dewi Bao Yu. Mereka berpelukan sebentar.
Melihat sang Istri dan Siyue terlihat akrab. baik Dewa Yang Xi maupun Dewa Saora apalagi Dewa Wiqya terlihat sangat bahagia. Ternyata sang istri telah setuju kalau Dewa Wiqya beristrikan Siyue.
"Apa yang Kau berikan para Putraku sehingga DOA berubah seperti itu, tidak dingin menyebalkan...." ucap sang Dewi.
"Apakah dia dingin menyebalkan Bunda...tapi setahu Siyue . Dia Bukan nya dingin , tapi menyebalkan dan suka menaksa..." ucap Siyue, ingin rasanya Siyue menambah kan dan sangat mesum...😂.
"Benarkah...?" dan Dewi Bao Yu terkukuk pelan . Dia tak menyangka Kalau Siyue mudah sekali akrab dengan orang lain .
"Bunda...calon Menantumu sangat pandai memasak, aku tadi sudah merasakanan masakan Dia..." Ucap Dewa Yang Xi bangga.
" Benarkah...kalau begitu boleh Bunda ikut menikmati masakan mu..?" Tanya Dewi Bao Yu dengan wajah penuh harap .
"Boleh Bunda...tapi apa boleh Siyue meminjam dapur milik Bunda...?" Tanya Siyue.
"Kau bisa memasak di Istana ini...istana ini juga punya dapur yang sangat lengkap ...." ucap Dewi Bao Yu .
"Trimakasih Bunda..." ucap Siyue gembira.
"Ibu...kenapa kalian malah menyuruh kekasihku memasak sich.. Kan masih banyak pelayan di istana ini. Kenapa harus Yue'er yang harus memasak.." Protes Dewa Wiqya dengan wajah kesal.
"Karena ibu juga penasaran dengan ucapan Ayahmu Ya'er..."ucap sang ibu sambil tersenyum lembut.
"Tidak apa pa yang Mulia... hamba akan membuat kan makanan untuk yang Mulia Dewi Bao Yu..." Ucap Siyue sambil tersenyum lembut.
"Tapi Sayang...." Ucap Dewa Wiqya berusaha mencegah Siyue. Namun Siyue tak Menghiraukan lagi. Dia mengusap pelan tangan Dewa Wiqya yang berada di lengannya. Dan segera berjalan kearah dapur dengan di antar oleh Beberapa perlayan. Melihat Itu Dewa Wiqya merasa kesal pada kedua orang tuanya, sebab dia takut jika Siyue akan marah lagi. Dan rencana pernikahan mereka akan gagal . Melihat semua itu , dengan Cemberut Dewa Wiqya berjalan mengejar Siyue yang sedang berjalan kearah dapur .
"Kau mau kemana Ya'er.. "Ucap Dewi Bao Yu melihat sang Putra berdiri dan berjalan dengan cepat ke arah kepergian Siyue.
"Mau membantu Yue'er. .!" Seru nya dengan kesal. Tentu saja Dewi Bao Yu kaget. Dia tak menyangka reaksi Dewa Wiqya seoerti itu .
pria itu pergi kedapur .KEDAPUR...!!
"Ayah...apa yang akan dia lakukan...?" Ucap Dewi Bao Yu dengan wajah kaget.
"Begitu lah Putrimu Istriku. Dia akan selalu menempel pada Siyue. Dia seakan takut kehilangan gadis itu... biar kan saja..." Ucap Dewa Yang Xi sambil tersenyum bahagia .
"Sampai seperti itukah...?" Ucap Dewi Bao Yu tak percaya.
"Begitulah... Kau belum melihat semuanya.." jawab Dewa Yang Xi.
"Kenapa bisa sampai seperti itu..?" Tanya Dewi Bao Yu semakin penasaran.
"Tanyakan pada keponakan tampanmu itu ..." Ucap Dewa Yang Xi sambil menunjuk Dewa Saora . Dewi Bao Yu menatap pada Dewa Saora. Mendapat tatapan Tajam dan tanya sang Bibi Dewa Saora merinding.
"Iya, iya bik...aku akan mengatakan nya....". akhirnya Dewa Saora menceritakan semua kejadian dan Siapa Siyue sebenarnya. Dari mulai awal perpecahan jiwa Dewa Wiqya yang memang tidak di ketahui oleh Dewi Bao Yu sampai pada pertemuan separuh jiwa Dewa Wiqya serta cerita masa lalu Siyue. Yang Dewi Bao Yu tahu kalau Dewa Wiqya pergi . Yang tahu hanya Dewa Yang Xi kalau Dewa Wiqya di culik dan di tahan oleh Raja Iblis . Saora menjelaskan perjalanan Siyue dan Siapa Siyue sebenarnya. serta pengorbanan yang di lakukan Siyue demi menjadikan Dewa Wiqya utuh kembali. Mendengar semua pengorbanan Siyue dan apa yang di lakukan Dewa Wiqya pada Siyue. Terlihat kemarahan di wajah Dewi Bao Yu.
"Dasar anak bodoh...apa yang dia lakukan... Begitu besar pengorbanan gadis tu. Tapi dengan mudah nya dia hampir menghilangkan calon menantuku. Dasar Pria Bodoh. ..Awas saja Kau..." Ucap Dewi Bao Yu dengan nada kesal.dia berdiri dan melangkah pergi.
__ADS_1
"Hey.. Mau kemana Kau istriku...?!" Seru Dewa Yang Xi heran.
"Akan memberi pelajaran pada anak nakal dan bodoh itu...dasar laki- laki bodoh..." Ucapnya sambil melangkah kearah dapur.
Namun ketika dia bersama para dayang sampai di pintu dapur, terlihat para pelayan berdiri di luar sambil melihat ke dalam dapur. Melihat itu Tentu saja Dewi Bao Yu heran.
"Ada apa ini..?" Tanya dia dengan wajah heran.
"Salam yang Mulia..." Ucap mereka serempak,
"Sudah - sudah...Ada apa ini...?" Tanya Dewi Bao Yu heran.
"Ampun yang Mulia...Dewa Wiqya menyuruh kami keluar, dan hanya dua orang saja yang boleh di dalam ruang dapur.. "Ucap salah satu pelayan.
"Memangnya kenapa....? dan Siapa yang menyuruh kalian ...?" Tanya Dewi Bao Yu lagi.
"Dewa Wiqya...Karena Nina Siyue akan menasak sendiri...." Jawab mereka . mendengar ucapan mereka Dewi Bao Yu semakin kesal dengan sang Putra. Namun saat dia berada di pintu masuk , kangkahnya tertegun melihat pemandangan Di dalam ruang dapur membuat kemarahannya hilang seketika. Terlihat sang Putra dengan lembut mengusap peluh di dahi dan pipi Siyue dengan memakai lengan bajunya dengan penuh kasih sayang .
.
"Yang Mulia...jangan mengganggu Siyue dulu..nanti masakan nya tidak selesi, .." Ucap Siyue kesal. dengan tangan masih mengiris sayuran .
"Tapi Kau sudah lelah baby..." Ucap Dewa Wiqya dengan lembut.
"Tapi ini ibu yang meminta...dan aku sebagai putri beliau harus membuat nya...apa Kau mau Siyue tidak berbakti pada Bunda...." Ucap Siyue yang masih mengurus sayuran dan melihat Dewa Wiqya sekilas.
"Kalau begitu biarkan aku membantumu... kalau tidak aku akan mengganggu mu..." Ucap Dewa Wiqya mengancam sambil memeluk Siyue dari belakang. Tentu saja Siyue kaget bukan main.
"Yang Mulia...kondisikan tangan anda, atau Siyue akan marah..."ucap Siyue sambil melotot. namun wajahnya Bukan nya terlihat menakutkan , makah terlihat imut dan meggemaskan. dan
Cup..
kecupan lembut mendarat sekikas di bibir Siyue. Tentu saja Siyue kaget. dan para pelayanpun semakin kaget dan melongo melihat tingkah Dewa Wiqya. begitu juga dengan Dewi Bao Yu. sang Ibu terlihat kaget melihat perbuatan Dewa Wiqya. namun akgirnya dia dengan susah Panyah menahan tawanya .
"Yang Mulia....!" seru Siyue kaget dan malu.
namun wajah itu terlihat merah Karena malu.
"He he he..maaf...habis Kau sangat menggemaskan..." ucap Dewa Wiqya.
"Jika yang Mulia melakukannya kembali, Siyue pergi..." ancam Siyue.
"Baiklah aku minta maaf...aku tidak akan melakukannya lagi, tapi beri aku pekerjaan ..." ucap Dewa Wiqya sambil memegang kedua telinga nya. dengan Sikap meminta maaf. dan akhirnya Siyue tersenyum masam.
"Baiklah...sekarang kupas ini ....jangan mesum lagi..." Ucap Siyue yang menyodorkan Beberapa sayuran. Dan dengan Senang hati Dewa Wiqya menggulung Lengan bajunya dan mulai memotong sayuran yang di sodorkan Siyue .
Dewi Bao Yu yang melihat tingkah Siyue dan Dewa Wiqya sangat haru dan bahagia. Tak pernah dia menyangka Kalau gadis cantik itu membuat sang Putra benar- benar jatuh cinta. Dan di sana terlihat sekali Sikap Siyue natural dan biasa saja mendapatkan kasih sayang sang Putra. Tidak terlalu manja apalagi genit pada sang Putra. Makah terkesan Dewa Wiqya lah yang terlihat genit . Tak Terasa air mata mengalir di pipinya. Setelah puas melihat tingakah sang Putra dan Calon menantunya. Dewi Bao Yu kembali ke ruangan sang Suami dan keponakannya. Sesampainya di sana, Dewa Yang Xi Menegur.
"Tidak....mana bisa aku memarahi dia dengan Sikap manisnya pada Siyue..." Ucap Dewi Bao Yu dengan wajah gembira . .
"Ha ha ha ...sekarang Kau sudah tahu dan mengerti kan.....aku pun tadinya ingin sekali memarahi anak bau itu. Tapi semuanya hilang saat melihat tingkahnya pada Siyue..." Ucap Dewa Yang Xi sambil tertawa.
"Apa memang sejak awal Wiqya seperti itu Sao'er..." Tanya Dewi Bao Yu.
"Kedua - duanya seperti itu terhadap Siyue Bibi...untung saja Siyue memang berhati lembut dan sabar. walau terkadang Karas jika sedang marah. dan kejam pada mereka yang memang benar- benar salah..." Ucap Dewa Saora.
.
"Maksudmu...?"tanya Dewi Bao Yu dengan heran. Sebab Dewa Saora menyebut ke duanya .
"Raja Chu Tian Ji...separuh jiwa Wiqya .
yang mengejar Siyue pertama kali Adalah Raja Chu Tian Ji. Dan setelah mengalami banyak kesulitan, dia mendapatkan Cinta Siyue. Dan Dia sama seperti Dewa Wiqya, Dia sangat Mencintai Siyue dan saat itu mereka saling mencintai. Hubungan mereka sangat erat, sampai- sampai saat Siyue menjadi murid Saora dan menerima ilmu manik-manik jiwa di Dunia kecil , yang memang harus di turun kan padanya Karena dia pemilik darah Ponik , Siyue saat itu terluka parah, dan bibi tahu...Raja Chu Tian Ji yang Ada di Dunia Nyata merasakan kesakitan juga. Itulah kekuatan cinta mereka bik... Tapi saat Siyue mengorbankan cintanya demi kehidupan dan kekuatan Wiqya agar kembali , tapi Dengan seenaknya Wiqya mengucapkan kata- kata yang menyakitkan. Dan karena itulah dia menghilang hampir dua tahun Siyue lamanya tanpa meninggalkan jejak. Negri Phoenix yang biasa nya dapat Ku datangi, Siyue meutup dengan kekuatan nya. Hanya Dewa Agunglah yang bisa menembus kekuatan Siyue. Karena itulah sekarang Wiqya sangat ketakutan jauh dari Siyue. Bibi jangan kaget kalau dia akan selalu menempel pada Siyue...." Ucap Dewa Saora menjelaskan.
"Jadi Dia pemilik darah Phoenix...? Otomatis dia Ratu Negri Phoenix , Negri ajaib yang tidak Sembarang orang bisa masuk kesana kan...?"tanya Dewi Bao Yu.
"Benar Bik ..Hanya orang yang di ijin kan oleh Ratu Phoenix yang bisa kesana. Dan Ratu itu Adalah calon menantu Bibi..." Ucap Dewa Saora.
"Apakah Dia sekuat itu Sao'er..?" Tanya Dewi Bao Yu..
" Kalau soal kekuatan jangan di tanya Bik... kekuatan dia sudah terbukti di arena pertarungan... Beberapa hari yang lalu.." Ucap Dewa Saora.
"Beberapa hari lalu.? Apakah dia mengikuti turnamen...?" Tanya Dewi Bao Yu.
" Bukan Bik...tapi calon menantu yang Bibi carikan dulu untuk Wiqya, menantang dia di depan ke tiga Dewa Utama, dan di sana Siyue membongkar rahasia Dewi Nadya..." Ucap Dewa Saora.
"Maksudmu...?" Tanya Dewi Bao Yu tak mengerti namun di dalam hatinya timbul penyesalan yang sangat besar. Karena dia pernah menyarankan sang Putra untuk menikah dengan Dewi Nadya. Bahkan bukan hanya menyarankan tapi memaksa. Karena tingkah Dewi Nadya yang sangat baik di depanya. Dan akhirnya Dewa Saora menceritakan semua kejadian, pertarungan Siyue dan Nadya dan juga pertarungan Siyue dan Klan Iblis serta musuh bebuyutan Zuzaku.
"Untunglah semua telah di Hancur kan dan keadaan kembali Normal" ucap Dewa Saora .
"Ya Ampun...sampai sejauh itu kah yang di perbuat Nadya demi keinginannya menikah dengan Putraku...?" Ucap Dewi Bao Yu tak percaya.
"Dan Zuzaku berkata kalau jebakan yang terjadi beberapa Kali itu Adalah jebakan yang di buat Dewi Nadya untuk mendapatkan Dewa Wiqya...." Ucap Dewa Saora mengakhiri ceritanya.
Terlihat Dewi Bao Yu Syok berat saat mendengar perkataam Dewa Saora. Dia terduduk dengan lemas . Bagaiaman tidak...saat itu dia begitu bersemangat menjodohkan Dewa Wiqya dengan Gadis itu .
"Tunggu Sao...sejak tadi kau bilang Zuzaku, siapa Zuzaku itu..mengapa namanya mirip dengan burung milik Dewa Agung...?" tanya Dewi Bao Yu.
__ADS_1
"Memang Dia Bik...Zuzaku sekarang memang burung Kontrak Siyue...." jawab Dewa Saora.
"Apaa....! Burung Kontrak Siyue...lalu apa yang di lakukan Dewa Agung saat melihat itu ...?" tanya Dewi Bao Yu Heran.
"Tidak masalah...malah senang..." ucap Dewa Saora.
Dan saat itu tiba- tiba Beberapa orang masuk kedalam setelah seorang prajurid memberi tahu Dewa Yang Xi kalau beberapa kerabat datang mengunjungi. Dan salah satunya Adalah Ayah dan Ibu Dewa Saora. .Dan juga Kakak dan kedua adik perempuan Dewa Wiqya.
"Suruh mereka masuk..." Ucap Dewa Yang Xi . dan merekapun segera masuk ke dalam istana Dewa Yang Xi .
"Salam yang Mulia Dewa Yang Xi..."ucap kedua orang Tua Dewa Saora.
Yang memang kedudukannya lebih rendah dari Dewa Yang Xi.
"Salam Kak...nach itu putramu sudah menunggu mu... " ucap Dewa Yang Xi sambil menunjuk Dewa Saora.
"Salam Kak...Salam kakak ipar..."ucap Dewi Bao Yu sambil memberi salam pada sang Kakak yang berjalan menuju Dewa Saora yang sudah berdiri
"Salam juga adik Ipar, apa kabar mu...aku dengar Putraku datang bersama Putramu lalu di mana dia...?" Ucap Dewi Ruyung ibu Dewa Saora.
" Dia masih Ada sesuatu yang di kerjakan. Sebentar lagi akan keluar, Mari silahkan duduk kak..." ucap Dewi Bao Yu ( yang di kenal oleh semua Dewa dan Dewi maupun manusia Bumi sebagai Dewi Rukmy .) Dewi Rukmy atau Dewi Bao Yu Adalah Dewi kecantikan atau Dewi kasih sayang. Wajah nya yang cantik membuat semua orang bahagia. Karena itulah Dia bisa melahirkan Seorang Putra Setampan Dewa Wiqya. Dewa Wiqya Putra kedua Dewa Yang Xi. Tapi dia
Putra pertama Dewa Yang Xi dengan Dewa Rukmy atau Dewi Bao Yu( Karena kecantikannya seperti bermata ) . sedang Putra Pertama Dewa Yang Xi Adalah Putra Dari Seorang Dewi yang Di nikahi oleh Dewa Yang Xi Karena Merupakan. gadis persembahan atau hadiah dari Dewa Kehidupan . Namun Istri pertama nya musnah atau mati Karena Suatu petaka saat Putra Pertamanya baru Beberapa hari di lahirkan . Tapi Dewa Bao Yu tidak pernah membedakan mereka .
Setelah berbasa- basi sebentar Dewi Ruyung yang sudah rindu pada sang Putra segera memdatangi Dewa Saora dan memeluknya.
" Kapan Kau datang. Dan kenapa tidak pulang ke rumah...Kau sudah Bertahun- tahun tidak kembali Ra'er..apakah Kau melupakan ibumu ini ." Ucap Sang Ibu dengan wajah sedih . .
"Maaf ibu...tugas ananda masih banyak, hingga ananda tidak sempat pulang ke istana Ayah handa..." Ucap Dewa Saora.
"Tidak masalah nak...hanya ibumu terlaku rindu padamu..." Ucap Sang Ayah .
"Maafkan Saora Ayah , Ibu...." ucap Dewa Saora .
"Aku mendengar Kau memiliki seorang murid yang sangat kuat, apakah itu benar Ra'er...?" Tanta sang Ayah.
"Darimana Ayah tahu itu...?" Tanya Dewa Saora.
"Aku bertemu Dewa kehidupan, dan dia berkata kalau Putraku satu-satunya tidak mengecewakanku, beliau berkata kalau Kau mempunyai murid yang sangat kuat hingga bisa mengalahkan atau membunuh Pemberontak yang merupakan musuh Alam Nirwana ini . Nama mu dan muridmu serta Dewa Wiqya telah menjadi buah bibir Alam Nirwana ini..." Ucap sang Ayah.
Mendengar ucapan sang Suami Dewi Ruyung kaget bukan main,
"Apa...Kau mempunyai murid...?apa benar yang di katakan Ayahmu Ra'er...?" Tanya Dewi Ruyung dengan. wajah masih kaget . Terlihat senyum di bibir Dewa Saora.
"Benar ibu...tapi semua itu bukan hanya Karena dia muridku, tapi dia memang gadis yang sangat Jenius. Dan Dia sudah kuanggap adikku sendiri.
." Gadis...?" Ulang Kedua orang tuanya.
" Benar...dia seorang gadis. Sebentar lagi dia pasti akan masuk kemari..." Ucap Dewa Saora dengan senyum di bibir nya.
Sedangkan tamu yang lain terlihat mulai masuk , begitu juga Putra pertama dan kedua adik Dewa Wiqya juga sudah mulai masuk.. Mereka memang memiliki istana sendiri. Jadi saat mendengar dari para pelayan kalau dang Kakak yang telah lama pergi, tiba- tiba oara pekayan berkata kalau sang Kakak datang. Semula mereka tak percaya. tapi mereka mendengar kalau ada beberapa orang yang datang ingin menemui sang Kakak. Akhirnya mereka pergi bersama- sama . Setelah memberi salam pada kedua orang Tuanya, mereka segera mendekati sang Bunda.
"Bun. ..di mana Kakak..aku mendengar Kakak datang , lalu di mana dia...aku sudah merindukannya." ucap putri bungsu Dewa Yang Xi.
"Sebentar lagi mereka akan datang... tunggulah ..." Ucap Dewi Bao Yu atau Dewi Rukmy lembut .
"Memangnya kakak kemana...?" Tanya sang Putri. Belum sempat Dewi Bao Yu menjawab , tiba - tiba seorang gadis masuk dan langsung menghampiri Dewi Bao Yu. Dia Dewi Langsy putri sahabat Dewi Bao Yu. hanya saja Karena sudah terbiasa pergi mengunjungi Dewi Bao Yu bersama sang Ibu, gadis itu agak tak memakai kesopanannya. Dan kedua putri Dewi Bao Yu sangat tidak suka dengan gadis itu. Walaupun wajah nya cantik, tapi kesopanannya kurang. Dia sombong dan angkuh. Dia merasa paling cantik di Nirwana. Walaupun jika di bandingkan dengan kedua putri Dewi Bao Yu, ke cantikan ya sangat jauh.
"Bibi....aku dengar Kakak Wiqya datang... pasti dia sekarang berada di dalam kan...aku akan kesana..." Ucap sang Dewi sambil melangkah ingin masuk ke istana Dewa Yang Xi. Dia tahu kalau Wiqya setiap datang ke istana ini akan bermalam di istana sang Ayah. Salah satu kamar di Istana besar itu merupakan tempat Dewa Wiqya bermalam. Setelah Dia memiliki istana sendiri di dekat istana Dewa Saora, istana yang dia tempati sekarang di tempati sang Adik .
"Hey tunggu ...maaf Dewi Langsy...Kau tahu kan... Paman Yang Xi tidak suka kalau Ada orang lain masuk kedalam Istananya...?" Ucap Dewi Bao Yu .
"Tapi bukankah aku calon istri dari Kakak Wiqya..." Ucapnya tak Senang .
"Kau tahu sendiri. Kalau kami belum menerima pinangan kedua orang tuamu, dan Kau tahu juga kalau Wiqya tidak menyukaimu.. jadi jangan berkata kalau dia calon Suami mu..." Ucap Dewi Bao Yu dengan tegas.
Memang kedua orang Tua Dewi Langsy mengusulkan agar Dewi Langsy di jadi kan istri Dewa Wiqya, agar persahabatan mereka lebih erat . dan saat itu Dewi Bao Yu sudah menolak secara halus, Karena dia tahu sang Putra Sulit di taklukkan dan tidak Muda di rayu , Dewa Wiqya tak tersentuh oleh gadis manapun . Apalagi sekarang Dia tahu, kalau Dia memiliki calon menantu sepeti Siyue. Dan tadi dia juga sempat mendengarkan percakapan Dewa Saora dan kedua orang tuanya. Karena itu, dia tak ingin seseorang mengganggu hubungan Putrinya dan calon menantu yang mulai dia sayangi itu . Apalagi Siyue yang Cantik itu telah mampu membuat Dewa Wiqya yang dingin mejadi Pria manja .
"Ayi (tante)...kenapa Ayi bilang seperti itu...apakah Ayi tidak suka jika Langsy menjadi istri kak Wiqya ....?" Ucap Palupi dengan wajah sedih.
"Itu Kenyataan Langsy...bukankah sejak dulu , aku sudah bilang Padamu, jangan berharap pada Putra dinginku itu...Dia tak mudah di taklukkan...dan Kau sudah mencobanya Bertahun- tahun, hasil nya apa..?" Ucap Dewi Bao Yu mengingat kan Mendengar ucapan Dewi Bao Yi terlihat Dewi Langsy sedih. sedang kan kedua gadis itu terlihat menahan tawa bahagia.
"Rasain Kau....Akupun tidak suka Kau menjadi kakak iparku.. Sudah sombong sok cantik lagi..." Ucap kedua putri Dewa Bao Yu dalam hati .
Dan saat itulah seorang wanita cantik dan anggun berjalan bersama seorang Pria tampan dan beberapa pelayan sedang membawa Beberapa masakan. Mereka membawa masakan ke arah Ruang penerima tamu. Dan beberapa prajurit datang membawa dua meja besar dan menaruhnya di tengah ruangan. Segera beberapa pelayan datang membawa berpuluh makanan lezat. Mereka kaget Karena pria tampan itu Adalah Dewa Wiqya yang membantu gadis cantik (sangat cantik) menata masakan di atas meja. Baberapa masakan Aneh terhidang Di sana, sedangkan Sisah nya merupakan masakan yang sering mereka temuai. Tiba - tiba Dewa Wiqya mengusap penuh di wajah cantik Itu, yang hanya Diam dan masih menatap masakan yang tinggal Beberapa saja.
"Dewa Wiqya...!" Seru mereka bersamaan. Begitu juga dengan kakak dan adik Dewa Wig ya.
"Adik Wiqya...!" Seru Pangeran Sanlao. Kakak Dewa Wiqya
"Kakak...!" Seru kedua adik Dewa Wiqya.
" Kak Wiqya...!" Seru Dewi Langsy sambil ingin berlari mendekati Dewa Wiqya. Tapi untunglah sang Ayah yang melihat gelagat tak enak Putrinya segera memegang tangannya.
"Jangan gegabah...apakah Kau ingin di permalukan...." Ucapbsang Ayah datar. Dia memang sadar kalau Dewa Wiqya tidak menyukai Putrinya. Tapi bukan hanya Putrinya yang di tolak oleh Dewa tampan dan gagah itu. Banyak gadis yang sama nasibnya dengan sang Putri. Dan Melihat Sikap Dewa Wiqya pada gadis cantik itu, sang Ayah Dewi Langsy tahu perasaan Dewa Wiqya para gadis itu. Tapi Siapa dia...?
Udahab dulu ya...aku lanjut besok...
__ADS_1
Jangan lupa Luke, vote dan komennya author tunggu .
Bersambung.