DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KESEDIHAN SANG AYAH


__ADS_3

"Apakah Kau begitu benci pada Ayah...?" Ucap Suara itu. Yang ternyata tuan pak Yu . Ning Si terdiam sebentar , tak lama terlihat dia berjalan kembali dengan wajah tegarnya. Sedangkan sang Ibu semakin menangis. Tak lama Kakek Li juga menyusul Ning Si.


"Tuan Li....apakah anda benar - benar akan pergi..?" Seru salah Satu Tetua.


"Tentu saja.... bukankah Kalian akan Senang saat aku tidak Ada di sini lagi..." Ucap Kakek Li.


"Tidak Kakak...kami akan kehilangan dirimu..." Ucap pria paruh baya itu. Tapi Kakek Li tetap berjalan keluar Pintu rumah tinggal Ning Soilo .


"Ayah....jangan percaya dengan semua itu Ayah...mana mungkin aku melakukan itu. Ning Si Adalah saudaraku, mana mungkin aku menyakitinya...pasti dia telah bercerita yang Tidak- tidak pada Raja. atau...sebenarnya orang itu bukan Raja Ayah.." Ucap Ning Soilo dengan berani.


"Tutup mulutmu.. ! kalau Kau ingin mati, jangan bawa- bawa kami... Seru tuan Pak Yu marah.


"Tapi fikir dengan benar Ayah...mana mungkin Ning Si si ****** itu bisa berteman dengan Raja..." Ucap Ning Soilo dengan nada menghina .


"Tutup mulutmu Soilo...dasar wanita bodoh... apakah Kau tidak pernah melihat Raja...? Kau sejak Asal menghina Putriku . dan sekarang sudah banyak yang tahu sifatmu dan perbuatan burukmu, Kau masih saja mengatakan Putriku ******. Dasar wanita tak malu dan tak tahu balas budi . Kau fikir Kau itu Siapa ha.. !" Terima nyonya Pak Yu yang sudah tidak tahan lagi, Putri satu- satunya di hina dan di rendahkan oleh gadis pungut ini dengan kejam.


"Ibu..kenapa Kau berkata seperti itu...? Dan kenapa kau marah padaku, bukankah memang sudah terbukti Ning Si bersalah. Dia tidur bersama Pria pemabuk Kotor dan Bau.. Semua orang tahu itu Ibu..." Ucap Ning Soilo dengan. nada tidak bersalah. Melihat itu, sang Ibu tidak dapat berbucara lagi Karena terlalu marah.


"Ayah...kalau Kau tidak bisa mengeluarkam dia dari sini. Maka biarkan aku yang pergi dari Sekte ini..." Ucap nyonya Pak Yu sambil menatap sang Suami dengan marah . Melihat semua itu, tuan Pak Yu seperti di panggang di atas bara panas. Kepalanya Menjadi sakit sekali. Karena itu dia berdiri ingin keluar. Sedangkan yang lain sebagian sudah pergi .


"Ayah...ayah mau kemana...? jangan tinggalkan Soilo Ayah...Soilo sayang Ayah..." Ucap gadis itu manja. Sedangkan tubuhnya sudah sakit bukan main.


"Kau Sakit seperti itu minta di tunggui Ayah . Lalu kenapa Kau tega menyakiti putri Ayah. Kau enak makan di rumahku, sedangkan putri Ayah sendiri terlantarkan tanpa Ayah tau dia makan atau tidak...kenapa Kau lakukan itu pada Ayah dan Putri Ayah Soilo...apa pernah Ayah membedakan Kau dengan Putri Kandung Ayah, apa pernah Ayah pilih kasih antara Kau dan Ning Soilo... Tapi kenapa Kau setega itu pada Putri Ayah... Kau Fitnah Putri Ayah di depan orang banyak Hingga Ayah tidak bisa membantunya, ternyata memang itu keinginanmu. Kau ingin merebut kasih sayang kami semuanya....Kau keterlaluan Soilo...dan ternyata Kau memang menginginkan kematian Ning Si. Apa salah Dia Padamu'...? Hingga sebenci itu Kau pada Putri Ayah...." terlihat wajah dan mata tuan Pak Yu memerah Karena menahan marah .


" Baiklah .. Karena Kau begitu membenci Putriku . Maka maaf Jika Aku tidak lagi bisa menerimamu di sini ...."lanjut tuan Pak Yu .


"Ta...tapi Ayah..ayah tidak bisa mengusirku Dari sini. Karena ayah telah berjanji pada Ayahku akan merawatku dengan baik. Jadi mana mungkin Ayah akan membuangku.." Ucap Ning Soilo dengan perasaan takut .


Semua ini terpaksa aku lakukan Karena kesalahanmu sendiri. Apakah Kau masih ingat. Aku berjanji pada Ayahmu akan Merawatmu dan membimbingmu dengan baik dan benar jika Kau memang dapat di didik dengan baik. Tapi sekarang Kau telah mengecewakan aku, perbuatanmu sangat menyakitkan. Kau membuat ibu angkatmu menangis dalam Beberapa tahun ini Tampa bisa aku menghiburnya. Dan sekarang jangan Kau katakan aku kejam Padamu, jika aku mengembalikan Kau kepada Ibumu... Dan penyakit yang Kau derita sekarang , Adalah hukuman dari Dewa atas perbuatanmu Sendiri..." Ucap Tuan Pak Yu dengan Wajah terlihat sedih dan kecewa. Dalam lima tahun ini tanpa seorangpun yang tahu, jangan kan orang lain, sang istri sendiri tidak tahu kalau sebenarnya selamanya lima tahun ini. Dia hidup dalam penderitaan yang sangat besar . kehilangan putri tercantiknya yang sangat cerdas dan kuat itu. Membuat dia mengalami penderitaan yang panjang. Sebagai seorang Pimpinan dari sebuah sekte yang cukup besar membuat Dia tak bisa berkutik saat Putri tersayangnya harus Dia usir sendiri dari Sekte. Betapa Hancur dirinya saat putri kesayangannya di temukan dalam keadaan tanpa busana di dalam gudang dengan seorang Pria pemabuk Tua . Di depan semua orang dan di depan para tetua Sekte, dia dengan perasaan Hancur dengan tegar harus mengusir Putrinya sendiri.agar tidak di nikahkan dengan Pria Tua pemabuk itu . Lebih baik dia mengusir sang Putri dari pada sekte menyuruh menikahkan mereka . Dia tak bisa melihat kehancuran sang Putri . Hanya itu yqng bisa dia perbuat demi melindungi kebebasan sang Putri . Setelah dia mengusir sang Putri . Dia berusaha mencari kebenarannya . Namun saat dia ingin mengorek keterangan dari Mulut Pria Tua penabuk itu. dan mencari bukti kalau Ning Si tidak bersalah, Namun tiba - tiba Pria yang mereka tangkap yaitu Pria yang kedapatan bersama Ning Si di gudang , di ketemukan dalam keadaan mati dalam ruang tahanan Sekte . Dan mereka tidak menemukan Siapa yang telah membunuh pria itu. Setelah kepergian Ning Si. Saat itu dia srmoat Curiga. Namun karena di sibukkan dengan oenetimaan murid baru , Masalah itu terabaikan . Akhirnya Dia berusaha mencari sang Putri. dan mengetahui keadaannya . Tapi dia tak pernah menemukannya. Dan Kini putri Cantiknya itu kembali dengan semua kemarahannya. apa lagi Ning Si mendapatkan sendiri Bukti kalau Dia tidak bersalah, dan Yang membuat Dia sangat marah. adalah saat gadis kecil yang dia sayangi tanpa membedakan antara Dia dan Putri kecilnya, ternyata manusia yang telah sengaja menjebak sang Putri agar di keluarkan dari Sekte. Itupun dengan cara memalukan . Dan mencemarkan nama baik putrinya . Dan Dia bekum tahu, apakah sang Putri selamat dari jamahan pria brengsek itu . Apalagi saat mendengar kalau gadis itu juga ingin membunuh gadis kecilnya.


"Nak..Maafkam Ayah...maafkam Ayah yang tak bisa menolongmu dari masala itu . Maaf kan Ayah yang memaksamu keluar dari rumahmu. Rumah yang seharusnya melindungimu ...semua ini Ayah lakukan Karena Ayah Adalah kepala Sekte ini nak.... Andai Ayah boleh memilih, lebih baik Ayah menjadi Rakyat biasa yang bisa menyayangimu dan melindungimu sepenuh hati tanpa harus terikat dengan peraturan . Maaf kan Ayah sayang..."ucap tuan Li Pak Yu sambil berurai air mata. Tidak Ada seorangpun yang tahu kalau setiap malam saat dia sendiri. Sudah banyak air mata yang mengalir di pipinya di saat dia merindukan gadis kecilnya.


"Namun Ayah bangga Padamu nak..Kau telah tubuh Menjadi gadis yang kuat dan cantik..." Ucapnya sambil tersenyum bahagia. Dia segera memanggil beberaoa Murid laki-laki untuk membawa Ning Soilo kerumah orang tuanya dan menyuruh dua orang murid untuk membuktikan apa benar perkataan sang Putri kalau kedua orang Tua si Ning Lanyu masih ada . Jika ucapan sang putri benar , Dia juga akan mengembalikan Ning Lanyu pada mereka. Benar ataupun tidak dia akan tetap mengeluarkan mereka berdua dari Sekte.


"Tidak Ayah....jangan kau kirim aku kerumah orang tuaku Ayah..aku tidak mau, ." Seru Ning Soilo sambil berusaha berdiri. Tapi tuan Pak Yu sudah tidak memperdulikan dia lagi. masih terbayang dalam ingatkannya bagaiaman keadaan sang Putri yang terduduk di pojokan ruangan sambil menutupi tubuh nya yang tanpa busana . Setelah dia fikir sekarang baru dia sadar. kalau saat itu, sang Putri dalam keadaan tanpa busana. Dan tidak ada sehekau kainoun yang ada di dalam ruangan itu . Menyadari itu, Kemarahan di dalam hati tuan Pak Yu semakin besar .


"Ayah....ayah ampunkan aku Ayah....aku melakukan semua ini karena aku hanya ingin memiliki kasih sayang kalian, kau tahu kan Ayahku sudah tidak ada , karena itu aku cemburu dan marah ketika kau membanggakan dan mencintai Ning Si . itu bukan salahku tapi salahmu Ayah...!" Teriak Ning Soilo tanpa meyadari Siapa yang dia cemburui .


"CUKUP...CUKUP Ning Soilo.... dasar manusia tidak tahu diri. Seharusnya kamu menyadari Siapa Ning Si itu bagi kami.... Kau cemburu pada Putri kandung Kami , kau itu sadar tidak...! seharusnya Kau bahagia kami mencintaimu sama dengan kami yang menyayangi Putri kami sendiri..!" Seru nyonya Pak Yu dengan marah.


"Maafkan aku Ibu... Tolong katakan pada Ayah agar ayah tidak mengusirku dari tempat ini. Aku tidak mau ibu..." Ucap Ning Soilo dengan sedih.


"Semua terlah terlambat Soilo...kau yang membuat semua ini jadi seperti ini . jikapun aku berada di posisi Suamiku, aku juga akan melakukan yang sama dengannya....mungkin kalau itu aku, aku tidak akan pernah mengampuni dirimu...untuk Suamiku tidak menghukum mati dirimu "ucap nyonya Pak Yu dengan dingin. Dia segera melangkah pergi.


"Ibu..Ibu..tunggu ibu...jangan tinggalkan aku....ucap Ning Soilo berusaha bangun dari pembaringan . Namun karena Dia dalam keadaan lemah akhirnya dia jatuh . Namun tidak ada seorangpun yang menolongnya. Para tetua dan guru yang tadinya ikut kedalam kamar Ning Soilo satu persatu keluar rumah. Begitu juga dengan para pelayan. Setelah mendengar dan melihat semua perilaku Ning Soilo , Mereka memilih menjauh dari gadis itu. Sifat Ning Soilo yang memang jahat dan sombong itu. memang sejak lama tidak mereka sukai , tapi karena Ning Soilo Putri sang ketua Sekte, mereka merasa enggan dan takut menunjukkan pada Dia. Tapi sekarang mereka telah tahu Siapa Ning Soilo dan Ning Lanyu yang sebenarnya. Mereka merasa marah dan jijik . Mereka sejarang malah simpati dengan Ning Si si Putri kandung . Mereka Para pelayan dan para murid sekte tidak ada yang mendekati atau membantu Ning Soilo.


Sedangkan Ning Si sendiri kini sedang berjalan dengan derai air mata di pipinya. Ketegaran yang dia tunjukkan tadi runtuh sudah.


" Ayah... kenapa harus seperti ini...aku merindukan Ayah..." Ucapnya dalam hati. Dengan kasar Ning Si mengusap air mata yang jatuh di pipinya.


Melihat itu Siyue berjalan sambil merangkul pundak sang sahabat


"Bersabarlah sahabatku....Dewa pasti akan mengembalikan semua yang Kau miliki. Aku sangat tahu, Walaupun kau terlihat membenci Ayahmu, tapi sebenarnya Kau sangat merindukan Dia...."Ucap Siyue sambil memeluk pundak sang sahabat.


"Trimakasih Yue'er..." Ucap Ning Si.


Kakek Li yang ada di belakang mereka menatap haru pada persahabatan Cucu dan Pria tampan yang Ada di depannya. Mereka terlihat bagai Kakak dan adik yang sedang berbagi kesedihan. Namun langkah mereka terhenti saat di depan mereka berdiri seorang pria gagah dan cukup lumayan tampan yang sedang menghentikan langkah mereka.

__ADS_1


"Si'er.. ?" Ucapnya sambil menatap Ning Si dengan penuh kerinduan. Melihat Siapa yang berdiri di depan mereka, Ning Si menatap datar pada Pria itu.


"Kenapa Kau menghadang jalan Kami...?" Tanya Ning Si dingin. Melihat siap Ning Si, Siyue tahu Siapa pria itu.


"Inikah Bingyu kekasih Ning Si....aah..masih jauh lebih tampan kak Fang Yan...." ucap Siyue dalam hati sambil Tertawa .


"Apakah aku bisa berbicara sebentar denganmu...?" Tanya Pria itu .


"Maaf kami akan pulang, kalau ingin berbicara, berbicaralah disini .." ucap Ning Si dingin.


"Aku ingin meminta maaf Padamu..." ucapnya pelan. Ning Si menatap Pria itu dingin.


"Pergilah aku sudah memaafkanmu.." Ucapnya datar.


"Tapi Si'er...aku..." Ucapannya terpotong dengan Kalimat Dingin Ning Si.


"Semua telah berlalu ,.... Maaf kami harus pergi..." Ucap Ning Si datar dan Dia segera mengajak Siyue dan Raja pergi. Kakek Si mengikuti mereka pergi dari tempat itu.


Pria itu terlihat sangat terluka menatap keoergian Ning Si. gadis yang dulu Adalah kekasihnya itu, terlihat semakin cantik dan kuat, dia terlihat anggun dan lembut. Melihat semua itu, Dia merayakan sakit yang teramat sangat di hatinya. penyesalan melabda hatinya. Dan kemarahan pada Lanyu membuat dia mengeoalkan tangannya erat .


Siyue Cs segera meninggalkan Sekte Pedang Terbang. Terlihat dua pasang mata melihat Kepergian Rombongan Ning Si dari tempat berlainan , sepasang mata dari nyonya Pak Yu dan sepasang Mata tuan Pak Yu. Mata ke duanya sama-sama mengalir kan air mata.


"Maafkan kami nak....maafkan Ayahmu ini...." Gumam tuan Pak Yu.


Kini Siyue Cs sedang memacu kuda mereka menuju kota Nandaka. Mereka akan menempatkan Kakek Li di rumah Kakek Si. Biarlah mereka bertiga hidup bersama di Rumah yang di buat Siyue itu .


Mereka memerlukan waktu hanya tuju jam saja untuk sampai di kota Nandaka.


Kakek Li sangat kagum dengan kekuatan kuda yang mereka Naiki . kuda - kuda itu berlari dengan kencang tanpa mengenal lelah. Perjalanan yang biasanya mereka tempuh menuju kota Nandaka tempat Sekte Tapak Dewa berada biasa nya di tempuh dalam waktu seharian penuh antara 12 sampai 13Jam tanpa istirahat, jika dengan istirahat , mereka akan menempuh perjalanan selama sehari semalam . Dan Kini perjalanan mereka hanya memerlukan waktu tuju jam saja .


Ketika mereka turun dari kuda mereka. Kakek yang menggunakan kuda milik Feng Xun terlihat terhuyung sedikit.


"Tidak apa- apa nak....Kakek hanya sedikit limbung Karena merasakan kecepatan kuda kalian tadi..." Ucap Kakek Li sambil Tertawa.


"Oo..syukurlah Kek....aku fikir Kakek Kenapa- napa..." Ucap Ning Si.


Merekapun segera masuk kedalam rumah . Siyue segera mencari keberadaan Kakek Si dan Kakek Fang Bo yang Ternyata sedang berada di ruang belakang . Seperti biasa Raja selalu terlihat berada di dekat nya. saat melihat kedatangan Siyue dan Raja,, mereka sangat gembira


" Salam Yang Mulia...." Sapa mereka.


"Salam juga Kek...." Ucap Raja kembut.


"Kalian datang kemari Ada kepentingan pada Kakek, atau hanya Karena kalian merindukan Kakek..." Ucap Kakek Si.


"Ada seseorang yang akan tinggal di sini Kek..." Ucap Siyue.


"Oh ya...Siapa ...?" tanya Kakek Si.


"Kakek Li...Kakek nya Ning Si.. Dia ikut kami kemari...." Jawab Siyue.


"Benarkah...? Waah...kami bertambah satu orang Kakek lagi yang akan membuat rumah ini tidak sepi....Semakin banyak teman, kami akan semakin Senang nak..."ucap Kakek Si.


"Kalau begitu kita temui mereka Kek..." Ucap Siyue.


Akhienya mereka berempat masuk kedalam ruang tamu. Dan benar saja, setelah bertemu Kakek Li. Mereka bertiga saling Cocok .


Mereka berbicara bagai teman lama yqng baru bertemu .

__ADS_1


Setelah Beberapa lama mengobrol. Siyue pamit kembali ke kerajaan . sedangkan Ning Si baru akan kembali besok ke perguruan . Seperti janji Siyue, Dia akan menemani Raja Di kerajaan. Dia akan kembali ke Sekte Hanya untuk berlati bersama sang guru. Waktupun berlalu dengan cepat. Saat pelantikan Ratu Phoenix pun akan di lakukan dalam satu minggu lagi. Dan ternyata utusan dari kerajaan Phoenix sengaja datang menjemput para undangan. Di setiap undangan akan di tentukan hanya sepuluh orang saja yang bisa datang kesana . Dan Siyue akan datang bersama Raja, Kakek dan beberapa oangeran dan Putri kerajaan . Namun Siyue juga ingin membawa para sahabat dan keluarganya . karena itu Siyue membuat kecurangan . Sehari sebelum utusan kerajaan Phoenix datang menjemput . Siyue meminta Ijin pada Guru Yang Si . memintakan ijin para sahabat dan temannya untuk pergi Kekerajaan Phoenix. Guru terlihat menatap Siyue dengan penuh tanya.


"Yue'er...Bukan nya guru tidak menginjinkan Kau menbawa para sahabat dan keluargamu, tapi kami hanya boleh membawa sepuluh orang saja. Dan itu cukup untuk oara guri saja . Sedangkan para sahabatmu Ada lebih dari tuju orang . bagai mana kami akan membawa mereka...?" Tanya guru Yang Si. Terlihat Siyue tersenyum lembut.


"Jika Siyue menunjukkan sesuatu pada Guru, apakah guru akan menginjinkan mereka ikut...?" tanya Siyue.


" menunjukkan apa...?" Tanya Guru dengan menatap Murid kesayangannya itu dengan tatapan heran.


"Maaf guru...Siyue akan memegang tangan Guru , boleh kan...?" Tanya Siyue sambil mengulurkan tangan nya.


"Ada apa ini Yue'er...?" Tanya guru Yang Si semakin heran. Namun dia tetap memberikan tangannya para Siyue . Siyue memegang tangan sang guru dan tak lama cahaya terang tiba- tiba keluar dari tubuh Siyue yang membuat Guru Yang Si menutup Matanya.


Dan tak lama terdengar suara Siyue.


"Guru... silahkan membuka mata guru..." Ucap Siyue lembut.


Perlahan Guru Yang Si membuka Matanya walaupun dengan perasaan cemas . Dan betapa terkejutnya dia. Saat dia melihat tempat dia berdiri. Kini Dia berdiri di depan sebuah istana yang sangat mega. Bukan di ruang tinggal nya lagi .


"I...ini...ini di mana Siyue....!" Seru guru Yang Si dengan wajah kaget. Belum sempat Siyue menjawab, terlihat beberapa orang Pria Muda dan tampan mendatangi mereka.


"Yue'er Kau datang bersama guru...?" tanya Feng Qui. Guru Yang Si semakin bingung.


Menyala mereka sudah mengenalku..batin guru Yang Si . Mrlihat kebingungan sang guru, Siyue berkata .


"Mereka pengawal juga mahluk kontrak Siyue guru...sebagian mungkin Guru sudah bertemu mereka.... "kata Siyue menerangkan.


Sekerika mereka berubah Menjadi Mahluk mitos yang sebagian belum pernah di temui oleh guru Yang Si. Dan Ada juga yang pernah di temui oleh guru Yang Si sebagai mahluk kontrak Siyue . Setelah itu mereka kembali kewujud sebagai manusia lagi .


"Mereka Adalah mahluk kontrak Siyue , yang sebagian sudah bertemu guru. Dan yang lain Adalah Mahluk penjaga atau pengawal gadis darah Phoenix . Bukankah guru sudah tahu kalau Siyue adalah gadis darah Phoenix..." Kata Siyue menjelaskan.


" Jadi mereka para pengawalmu ...?" Ucap Guru Yang Si dengan tatapan tak percaya.


"Benar guru...dan sekarang mereka juga mengawal Raja kita Guru..." Ucap Siyue sambil tersenyum lembut . bagaimana tidak, Karena di mana Ada Siyue, pasti di sana Ada Raja. Dan sebaliknya seperti itu .


"Ya Dewa....guru tak pernah menyangka kalau Kau sekuat Ini nak... Aku sudah sangat kagum dengan kekuatan Raja, tapi Aku tidak menyangka kaupun sekuat ini...lalu di mana kita sekarang...?" Tanya guru lagi.


"Di dunia Teratai milik Siyue...Dan Istana di depan guru Adalah istana Siyue..." Ucap Siyue. Guru Yang Si Hanya bisa menatap sekelilingnya dengan wajah tak percaya.


"Mari guru akan Siyue pertemukan guru dengan seseorang..." Ucap Siyue.


"Seseorang...? Siapa...?" Tanya guru dengan wajah heran.


Siyue segera mengajak Guru Yang Si ke istana milik nya. Namun sebelum mereka sampai di pintu Istana. Terlihat dua orang Pria keluar dari dalam istana sambil berbicara. Melihat kedua orang itu, guru Yang Si terbelalak tak percaya.


"Sima Yuan, Yun Jin...." Seru guru Yang Si tak percaya.


Sedangkan kedua orang yang sedang berjalan sambil berbicara itu segera menghentikan langkah mereka saat mereka mendengar Ada seseoarang yang telah memanggil nama mereka.


"GURU YANG SI..!" seru mereka bersamaan.


Udahan dulu...besok aku lanjut lagi...


Hey..hey..Jangan marah..besok ketemu lagi kan...walah Malah Ada yang mengumpat tu..


Sstt...jangan marah..nanti lekas Tua loo...


Maaf...ceritanya author lanjutin besok ya...? _😉😉😂 .

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. Jika masih Ada salah ketik dan typo tolong di maaf kan ya...🙏🙏. .


Bersambung .


__ADS_2