DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
LIN YUN VS SIYUE.


__ADS_3

"Kau memang salah wanita muda... Kau tidak puas saat kau melihat Siyue menjadi murid kami, masih kurangkah ucapan yang kau berikan pada kami saat di turnamen di alam tengah kemarin.... ? Dan Kini kau kembali menghina muridku. Beruntungnya aku saat kau meminta diriku menjadi gurumu, aku menolakmu.." ucap guru Yang Si dengan. Wajah terlihat marah.


Mendengarkan perkataan dari Guru Besar Yang Si . Semua orang yang mendengarnya terkejut. Terutama perdana Mentri Sang Baiki .


"Guru Yang Si...apa sebenarnya yang terjadi...?". Tanya Perdana Mentri Sang Baiki sambil menatap Lin Yun dan guru Sang Baiki bergantian.


"Anda tanyakan sendiri pada Putri Anda . apa yang telah dia lakukan di Alam tengah saat turnamen pemilihan Murid baru..." ucap Guru Yang Si dingin. Terlihat Perdana mentri Sang Baiki menatap putrinya .


"Apa benar ucapan guru Yang Si , Yun'er...?lalu apa yang telah kau lakukan di sana hingga Guru Yang Si begitu marah padamu.?" ucap tuan Sang Baiki sambil menatap putrinya.


"Yun hanya protes pada guru Yang Si Yah.... Saat Yun ingin menjadi murid inti guru Yang _ Beliau tidak mau menerima Yun sebagai muridnya. Walaupun Yun mengiba minta menjadi muridnya. Tapi saat pria iru tampil di turnamen, guru Yang malah berebut dengan guru besar San We untuk menjadikan Pria muda itu sebagai muridnya.. Dia tidak adik Ayah....!" Ucap Lin Yun dengan marah.


"Mereka berebut...?" ucap tuan Sang Baiki tarkejut dan tak percaya.


Mendengar pertanyaan tuan Sang Baiki, Lin Yun merasa di atas angin. Dia menganggap kalau sang ayah akan membelanya.


"Benar Ayah.. Dan akhirnya mereka berdua mengangkat pria itu sebagai murid mereka berdua...bisa - bisanya guru berbuat seperti itu , Memang kita tahu kalau guru Yang Si dan guru San Wa bersahabat. Bisa- bisanya mereka berdua berebut murid. seperti nggak ada lagi murid lainnya . lagian sehebat apa sich pria licik ini "jawab Lin Yun dengan wajah kesal menatap Siyue .


"Tutup mulutmu Lin Yun...kau seperti wanita yang tak berpendidikan...bisa - bisanya kau tidak memiliki kesopanan pada guru besar....!" seru tuan Sag Baiki marah. Dia tidak pernah menyangka putrinya bisa bersikap seperti itu karena rasa cemburu.


"Ayah...tapi Kenyataannya seperti itu...apa sich bedanya aku dengan pria itu...kepandain aku tidak jauh darinya, malah mungkin aku lebih baik dari dia. !" serunya Marah. Dia yang biasa manja tak terima di bentak oleh sang Ayah di depan banyak orang. hilang sudah sikap lembut dan baik hati yang terlihat selama ini . Semua orang melihat dia gadis lembut, baik hati dan penuh kadih sayang. kini sikap aslinya


"Lin Yun...tutup mulutmu...!" teriak Tuan Sang Baiki lagi.


"Paman Baiki ....Sepertinya putri anda meragukan kekuatan Muridku, Bagaimana kalau dia mencoba kekuatan Siyue..." ucap Guru Yang Si dengan wajah tenang.


"Aku setuju guru Tang Si... Tapi aku mau ada taruhannya ."ucap Lin Yun langsung saat suara guru Yang Si berakhir. Mendengar ucapan Dari Lin Yun, guru Yang Si menatap Siyue .


"Ikuti permintaannya Yue'er...kau tidak kalah , Dia masih berada di alam puncak level dua..." ucap Tiger .


"Gimana Yue'er....?" tanya guru Yang Si.


"Boleh guru..." jawab Siyue dengan tenang . Mendengar ucapan Siyue, Lin Yun tertawa keras. Dia lupa kalau dia berada di depan para pembesar kerajaan, kesopanannya hilang saat di dalam otaknya timbul rencana ingin membunuh Siyue.


"Pedang tidak bermata, jika dia terluka atau mati, anggap saja itu kecelakaan Ha ha ha ..." ucapnya dalam hati. Dan terlihat senyuman tipis di wajahnya.


"Ternyata kau pria bodoh... Karena kesombonganmu membuat otakmu menjadi tolol..."seru Lin Yun tak sopan .


"Kita lihat saja, siapa di antara kita yang bodoh dan tolol. " ucap Siyue tenang .


"Baik....jika Nanti aku menang dan kau masih bisa hidup, aku memintamu pergi dari kerajaan ini juga dari Sekte Tapak Dewa . Dan aku juga berhak menjadi murid inti Guru Yang Si, serta yang Mulia Raja mencabut larangannya terhadapku...Bagaimana....?." ucap Lin Yun Sombong .


"Permintaanmu terlalu banyak Nona ...jika aku menolak, kau akan mengatakan aku pengecut Dan Jika aku mau... Kau akan mendapat keuntungan banyak, sedangkan aku tidak ada sama sekali... Bagaima ini di anggap adil..." ucap Siyue bertingkah seperti teraniaya.


"Jangan bertingkah seolah kau teraniaya, kalau kau tak berani katakan saja janga. banyak bertingkah .. Baiklah aku akan mempertaruhkan benda kesayanganku ini . benda ini sangat berharga buatku. Jika aku nanti sampai terluka atau kalah . maka kau berhak mendapatkan benda ini..."ucap Lin Yun sambil menunjukkan sebuah kantong terbuat dari kulit . kantong itu besarnya selebar telapak rangan orang dewasa.


"Kantung sutra Alam....!" seru mereka hampir bersamaan saat melihat kantung itu.


Kantung Sutra Alam adalah barang berharga . sebab apapun yang masuk kedalam kantung itu. Kalau benda mati akan tersimpan dengan baik dan Aman , dan jika menyimpan benda hidup, maka akan menyimpannya dengan baik dan tidak mati . ".Kalau aku sich setuju saja, entah Guru dan yang Mulia Raja..." kata Siyue tenang .


Terlihat guru Yang Si berfikir sejenak. Tak lama dia berkata.


"Baik aku setuju..... " jawab Guru Yang Si dengan tegas . namun beda dengan kedua huru yang lain, Mereka terlihat was-was dan cemas.


"Aku juga setuju..." ucap sang Raja . Mendengar ucapan Darinya Chu Tian Ji, Lun Yun sangat bahagia . Dia fikir Raja menyetujui itu karena sayang padanya . Dia tertawa bahagia .


"Bagus....kalau begitu ayo kita keluar..." ucapnya sombong.


"Baik...." jawab Siyue. Siyue segera menghadap pada Kakek Kaisar.


"Kek...Siyue keluar dulu...." pamit Siyue.


"Pergilah...aku tahu kau oasti mampu , Kakek akan melihat cucu cantik Kakek memberi pelajaran pada wanita sombong itu...tapi ingat nak... Kakek tidak ingin kau terluka...." ucap Kakek Kaisar lembut sambil mengusap tangan Siyue pelan.


"Baik Kek..." jawab Siyue


"Yue'er kami akan melihat mu.. ingat jaga diri baik- baik, kalahkan dia...aku tidak ingin dia berkeliaran di istana...." ucap Raja sambil turun dari singgasananya. Dia segera membimbing Sang Kakek berjalan mengikuti Siyue. Mereka segera keluar dari istana ruang pertemuan .


Ternyata Siyue di bawa Lin Yun kearah tempat para ptajurit berlatin . Di sana ada tempat arena pertandingan. Lin Yun dengan lincah melimpat ketengah arena. Di ikuti Siyue yang terbang ringan kearah arena.


" Kau bisa mengeluarkan hewan kontrakmu jika nanti kau akan minta pertolongan pada hewan kontrakmu..." ucap Lin Yun dengan nada mengejek.


"Kita lihat saja nanti..." ucap Siyue. Dan tanpa basah -basih lagi, Lin Yun segera menyerang Siyue dengan pukulan mematikan, dan kini terlihat pertarunga yang cukup menegangkan di arena . Namun Siyue hanya menghindar dari serangan Ling Yun. Raja dan Kaisar terlihat menonton dengan tenang. Tapi beda dengan kedua orang tua Lin Yun yaitu Perdana Mentri Sang Baiki. Terlihat keterkejutan di wajahnya saat melihat gerakan Siyue. Kekuatan dan pergerakan jurus yang di pakai Siyue memang sebagian besar Siyue pelajari dari buku yang dia ambil dari perpustakaan Dunia teratai. Karena itu gerakannya jarang di miliki oleh pendekar lain di muka bumi. dan itu adalah gerakan jurus dari sekte Darah Phoenix .sebab penerus dari Dunia teratai adalah manusia yang memiliki darah Phoenix.


"Ayah... ternyata pria muda itu bukan seorang. Pria... Tetapi seorang gadis...." ucap istri dari tuan Sang Baiki.


"Benar ibu...mata tua ini ternyata di kelabui ileh Cincin penyamaran. Lalu untuk apa gadis itu menyamar...?" ucap sang Suami.


"Ayah....gerakan gadis itu....kenapa gerakan gadis itu sangat femiliar sekali..." ucap sang istri perlahan.


" Ayah. Ibu... Ada apa ...?" tanya pria yang bersama tuan Perdana Mentri Sang Baiki.


"Aah...tidak nak... Ayah dan ibu hanya kagum pada pria muda itu..." jawab tuan Sang Baiki.

__ADS_1


"Kenapa Yun'er bermusuhan dengan pria muda itu... sepertinya pria itu orang baik..." ucap sang putra .


"Benar nak....Ayah fikir Yun'er lah yang mencari masalah dengan pria muda itu. Sejak tadi bukankah dia yang Mencari gara- gara hingga Raja Chu Tian Ji marah padanya. ..." ucap tuan Sang Baiki.


"Benar Ayah...aku juga melihat Dia tadi keluar dan kembali bersama pria yang mendapat hukuman dari Raja..." ucap pria paruh baya yang terlihat masih gagah. Sedangkan di atas Arena terlihat Lin Yun sangat marah , karena Siyue hanya mengelak dari serangannya.


"Hay keparat....jangan jadi pengecut...jangan hanya menghindar saja...!" serunya dengan marah.


"Aah...ternyata kau tidak sabaran ya...?baiklah mari kita bertarung dengan sebenarnya, tapi jangan salahkan aku jika kau lebih. cepat kalah...!" seru Siyue sambil terkekeh. Dan gerakan Siyue mulai terlihat lebih cepat. Dan benar saja. Dalam sekejap saja Lin Yun terdesak dan mulai kewalahan melawan Siyue.


Dan pada saat ada cela dalam gerakannya. Tangan Siyue segera mendarat dengan telak di dadanya. Bukan hanya tangan Siyue yang berhasil menyarangkan pukulan Di dada , tapi tendangan Kaki Siyue mendarat mulus di pantat Lin Yun hingga akhirnya gadis itu terbang dan mendarat dengan. sangat tidak etis karena kepala lebih dulu menghantam tanah. Dengan kaki di atas (menungging) Hingga terlihat sangat memalukan. Melihat semua itu. Para penonton menahan tawa. Andai tidak ada Raja, Mungkin mereka akan tertawa keras . Terlihat wajah Lin Yun penuh debu dan terluka terkena goresan dan benturan dengan tanah.


"Aah....maaf gadis cantik Lin Yun....kenapa kau harus jatuh seperti itu..." ucap Siyue dengan wajah tak bersalah.


"Brengsek....dasar pria keparat....kau sengaja melakukannya kan....!" seru Lin Yun marah.


"Mana mungkin...mana mungkin aku tega melakukan pada gadis secantik dirimu..." ucap Siyue dengan wajah menggoda. Melihat tingkah Siyue yang konyol membuat istri tuan Sang Baiki meneteskan airmata kembali.


"Kenapa tingkah konyol gadis itu seperti Sima Yuan..." ucap istri tuan Sang Baiki .


"Ayah , Ibu...kenapa tingkah dan wajah pria muda itu seperti adik Yuan ..." ucap salah satu putra tuan Sang Baiki yang sejak tadi diam.


"Aaah...ternyata dia mirip dengan adik Yuan...mengapa aku tadi merasa femiar sekali dengan pria muda itu Ayah..." seru putra yang lain . Sedangkan di arena pertarungan terlihat Lin Yun semakin marah


"Bedebah... Ternyata kau tidak bisa di kasihani, sekarang hadapilah hewan kontrakku....!" dia tiba- tiba mengangkat tangannya tinggi . dan....


GRAAUU..


Tiba- tiba di sebelahnya telah berdiri seekor hewan Roh harimau yang terlihat sangat ganas dan garang.


"Cih ...sekarang kau mulai takut kan... ha ha ha , tetapi sudah terlambat...." ucapnya saat harimau itu telah berdiri di dekatnya.


"Takut....?ha ha ha... jangan- jangan harimaumu nanti yang takut.." ucap Siyue dengan temang .


"Sombong... Keluarkan hewan kontrakmu..." ucapnya dengan marah.


"Baik...." ucao Siyue . dan riba- tiba hiasan di lehernya melompat turun ke lantai arena. Benda kecil itu segera berubah menjadi harimau yang sangat besar, dua kali hampir tiga kalinya lebih besar dari pada harimau milik Lin Yun . semua orang pun di buat kaget ketika mereka melihat benda yang melingkar di leher Siyue tiba-tiba melayang turun dan berubah menjadi Harimau yang besar, kuat dan sangat menakutkan.


GRAAAUUU...


Terdengar teriakan Tiger menggema di tempat itu .


"Harimau Mangli....!" seru mereka hampir bersamaan.Baru kali ini Tiger berubah bentuknya seperti aslinya di depan Raja dan ketiga guru Siyue serta semua orang yang melaksanakan pertarungan itu. Mereka ternganga tak percaya. begitu juga Lin Yun .


Melihat tingkah harimau miliknya. Terlihat kemarahan di wajahnya yang sudah terluka . sedangkan para penonton masih terperanga tak oercaya .


"Ayah....gadis itu...Dia...dia memiliki hewan kontrak harimau Mangli...!" Seru istri tuan Sang Baiki.


"Benar Ibu.... Siapa gadis ini sebenarnya.... kenapa aku merasakan keakraban didalam dadaku..." ucap Tuan Sang Baiki .


Sedangkan Lin Yun terlihat sangat marah. Dia kembali menyerang Siyue. Tentu saja Siyue menerimanya dengan senang hati. Dan akhirnya Lin Yun menjadi bulan-bulan dari tendangan kaki Siyue ataupun hantaman tangannya. Dan akhirnya perlawan Lin Yun berakhir saat dia terhempas jatuh dari atas arena pertarungan dan tak bisa berdiri kembali meneruskan pertarungan . Setelah melihat Lin Yun terkapar, Siyue berumcap.


" Maaf..sebenar nya aku tidak ingin membuatmu seperti ini. Tapi kamu sendirilah yang menginginkannya.....' ucap Siyue pelan. Di wajah Lin Yun Hanya ada kemarahan dan kebencian untuk Siyue . Setelah itu mereka kembali keaula pertemuan. Sedangkan Lin Yun segera di bawa kerumah sakit kerajaan.


"Nak...maafkan putriku, ..." ucap tuan Sang Baiki sambil mendekat kearah Siyue yang sedang berjalan kearah istana . Mendapat sapaan dari Tuan Sang Baiki, Siyue tersenyum dan mengangguk lembut. Saat Siyue melihat tatapan dari pria yang ada di depannya. Dia merasakan debaran jantungnya serta perasaan damai dan tenang melanda hatinya.


Namun Siyue segera menenangkan hatinya .


"Tidak masalah Tuan....entah kenapa Putri tuan begitu membenciku..." ucap Siyue dengan tersenyum lembut .


"Tapi kau tidak Apa-apa kan...?" Ucap tuan Sang Baiki , entah kenapa dia merasa perasaan lebih cemas pada keadaan Siyue dari pada putrinya Lun Yun .


"Tidak terjadi sesuatu pada saya tuan... malah Putri tuan yang terlihat cukup parah,..." jawab Siyue.


"Yue'er kau di sini , Kakek mencarimu..." ucap Raja yang tiba-tiba sudah berada di belakang Siyue.


"Yang Mulia...baik, hamba akan segera kesana..."jawab Siyue.


"Kita pergi bersama..." ucap Raja. Dan dia baru menyadari siapa yang mengajak kejasihnya berbicara.


"Ooh paman Sang Baiki..." sapa Raja Chu Tian Ji pada tuan sang Baiki .


"Salam Yang Mulia... Hamba meminta maaf pada tuan Muda atas perbuatan Lin Yun padanya..." ucap tuan Sang Baiki .


"Maaf Paman...tolong perbaiki tingkah putri anda...dia selalu mencari masalah pada Siyue. Kau tahu bukan...kalau aku tidak menginginkan dia sejak dulu.. Aku melihat sejak di Alam Tengah dia sudah berusaha melukai Siyue..." ucap Raja dengan datar.


"Baik yang Mulia... hamba akan memperhatikan Dia, hamba mengerti Yang Mulia. .." jawab tuan Sang Baiki pelan .


"Kalau begitu ayo kita masuk kembali .. " ajak Raja sambil berjalan masuk kedalam istana kembali , bersama Siyue dan tuan Sang Baiki. Ketik sampai didalam , ternyata Kakek Kaisar telah di bawa pergi ke istananya oleh ketiga pengalaman Raja. Dan seorang pelayan memberitahu kalau Kaisar memberi perintah agar Siyue menyusul dirinya . Akhirnya Siyue pun segera pergi ke istana Kakek Kaisar bersama Raja . Saat Siyue sedang berjalan di dekat taman kerajaan, dia bertemu dengan gadis cantik yang tadi saat mereka datang menemui Raja dengan Manja . gadis itu terlihat bersama beberapa pelayan . Melihat Siyue sedang berjalan bersama sang Kakak, Dia mendekat dan menyapa dengan manja .


"Kakak...kakak mau kemana ...? " ucapnya .


"Putri... Jaga sikapmu , bukankah Kakak sedang bersama tamu...?" ucap Raja .

__ADS_1


"Maaf....dia siapa Kakak...?" ucapnya .


" Dia teman Kakak, Siyue Namanya..." ucap Raja kembali.


"Selamat Sore tuan putri..." sapa Siyue sambil tersenyum manis.


"Selamat sore juga... Kau murid guru Yang Si kan...?" ucapnya sambil mendekati Siyue .


" Benar...kenapa putri...?" tanya Siyue ramah .


"Kau tadi sangat hebat.. aku senang melihat kau menghajar wanita tadi.." ucapnya lagi.


"Kau membencinya...?" tanya Siyue sambil tersenyum lucu.


"Sangat...gadis itu suka sekali mencari perhatian Kakak, dan aku tidak suka itu..." ucapnya Polos. Kami berjalan ke arah istana Kaisar tua.


"Kenapa....Bukankah dia cocok untuk kakak Rajamu.. .?" ucap Siyue. Mendengar ucapan Siyue Raja menatap Siyue dengan gemas. Dia menyentil kening Siyue.


"Aauuu...sakit yang Mulia...!" seru Siyue sambil memegang keningnya. Terlihat para dayang sang putri menahan senyum .


"Jaga ucapanmu..apakah kau menginginkan hukuman..." ancam sang Raja.


Mendengar ucapan Raja , Siyue cemberut. Terlihat para dayang menahan senyum geli. Namu mereka juga heran melihat wajah dingin sang Raja terlihat sedikit mencair. Tidak terkecuali sang Putri adik Raja. Melihat keakrapan Raja dengan Siyue terlihat Wajah sang Putri kesal .


"Kau tidak suka kalau ada wanita lain yang menyukai Kakak Rajamu..?" tanya Siyue sambil menatap gadis yang berjalan di sebelahnya .


" Tentu saja.... Aku tidak ingin Kakakku menjadi milik orang lain..." ucap gadis itu dengan cepat . Mendengar ucapan gadis itu terlihat Raja terkejut.


"Putri kau berbicara apa... ?" ucap Raja dengan wajah terkejut. Sedangkan SIyue hanya tersenyum lembut.


"Aku tidak suka ada gadis yang mendekati Kakak, aku tidak ingin seorang gadis mencuri dan mengambil kakak dariku . aku hanya ingin kakak selalu bersamaku. Dan aku tdak ingin melihat Kakakku dekat dengan siapapun ... " Ucapnya dengan menggebu.


"Kau ini...itu tidak mungkin...kakak juga memiliki seeorang kekasih, calon istri Kakak..." ucap Raja dengan wajah terlihat marah.


" Tidak... Tidak kak...kau hanya milik putri ini, tidak yang lain aku tidak ingin ada gadis yang mencintai kakak.. !" ucap gadis itu marah.


"Chu Ling Say...jaga sikap dan omonganmu itu . tidak baik jika di dengar orang lain...;" seru Raja yang terlihat semakin marah.


"Tidak , tidak ... Sampai kapanpun aku tidak ingin kakak memiliki calon istri . aku bisa menjadi istri Kakak.. " ucap gadis itu dengan lantang. Kini mereka berada di dekat istana sang Kakek. ucapan Gadis itu membuat langkah Kami mereka terhenti . terlihat wajah Raja Chu Tian Ji merah karena marah. Saat tangan Raja akan terbang kearah muka Gadis itu, Siyue buru-buru memegangnya.


"Yang MuliaTenang lah. Tidak baik memarai Seorang gadis di luar ruangan... Yang Mulia bisa menasehati dia di tempat Kakek..." ucap Siyue lembut. Kelembutan Siyue membuat Raja Chu Tian Ji merendah amarahnya. Namun tidak bagi Chu Ling Say. Melihat Siyue begitu akrab dengan sang Kakak, dia malah marah, dengan cepat dia menampar pipi Siyue yang sedang fokus berbicara dengan Raja. Mendapat tamoaran yang tiba- tiba, Siyue kaget. Dia merasakan pipinya kebas dan panas terkena tamparan dari putri Chu Ling Say.


"Brengsek...Siapa yang menyuruhmu menasehati Kakak ha...jangan sok akrab denfan Kakaku , Dia milikku..kau fikir Kakak akan benar- benar marah padaku.. Dasar pria sialan...!" Teriaknya marah. Tentu saja Siyue yang menjadi sasaran tamparan dan kemarahan Putri Ling Say jadi kaget dan bingung.


Tapi tidak dengan Raja , tangan sang Raja yang tadi di halangi Siyue telah dengan mulus menampar pipi putri Ling Say dua kali. Plaaak....


.Plaaak...


"Berani sekali kau menampar Siyue ha... kau fikir karena kau adikku kau bisa menampar dia...!" teriak Raja dengan marah.


"Kakak..." ucap Putri Ling Say tak percaya.


Dia mengusap Pipinya tang memerah.


"Kakak memukulku..!" ucapnya dengan pipi memerah dan air mata jatuh di pipinya.


"IYA.,...dasar bodoh...bukannya berterimakasih telah ditolong , kau malah memukulnya dengan keras...!" ucap Raja marah.


"Kakak memukkulku karena pria ini...?" ucapnya tak percaya .


"Iya.. Iya aku memukulmu...berani sekali kau menampar dia ha....!" teriak Raja marah. Mana mungkin dia tidak marah melihat gadisnya di tampar di depan matanya . Mendengar ucapan sang Raja, gadis itu terlihat semakin marah. Dia mendekati Siyue dan ingin menamparnya kembali. Tapi tangan lembutnya telah di pegang tangan kekar Raja.


"Dasar wanita bodoh...bukannya menyadari kesalahan, kau malah ingin melakukan kesalahan lagi. Apakah kau tidak mengerti perkataanku ha....!" teriak Raja marah. Dia rasanya ingin membunuh gadis di depannya jika saja dia bukan putri dari selir sang Ayah.


"Kak...aku melakukan itu karena aku mencintaimu Kak...kau tega memukulku demi pria ini... Dia memang tampan kak.. tapi dia tidak pantas denganmu....aku mencintaimu Kak...dengar..aku mencintaimu seperti wanita lain yang mencintai seorang pria..aku tidak ingin kau menjadi milik wanita mana pun. Kau hanya milikku, milikku seorang kak....apalagi pria ini!" seru gadis itu dengan wajah marah. Dan air matanya berderai di pipinya.


"Kau...kau gila ya...kau sudah gila...!" teriak Raja semakin marah.


"Iya aku gila...aku gila padamu kak...tak akan ku biarkan kau di miliki wanita manapun...!" ucapannya sambil berusaha mendekati Raja Chu Tian Ji . Namun sebelum tubuh langsing putri Ling Say mendekati Raja , sebuah badan kekar sudah berdiri di depannya.


"Maaf putri...jaga diri anda..." terlihat Ye Mai menghalangi jalan putri Ling Say.


"Brengsek...Mingggir kau...!" teriak Putri Ling San marah. Namun Ye Mai tetap berdiri dengan kokoh.


"Ye Mai...bawa gadis itu pergi dari hadapanku. Dan masukkan dia ke istananya, berikan penjagaan padanya, sebelum aku ijinkan dia keluar, jangan biarkan dia keluar dari kediamannya...!" ucap Raja dengan marah.


Siyue hanya bisa melihat kejadian itu dengan wajah melongo. Dia tak Pernah menyangka kalau adik perempuan Raja jatuh hati pada sang Kakak.


Maaf udahan dulu ya...


Jangan lupa like, Vote dan komennya aku tunggu .


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2