
Setelah berada di Kerakaan Phoenix selama dua hari, mereka para tamu harus segera pergi. Sebab pintu menuju Kerajaan Phoenix akan tertutup daro Dunia luar. Tapi Siyue dan Raja tidak bisa kembali ke kerajaan Darga sepeti mereka.Karena Dia harus mempelajari keadaan Kerajaan Phoenix dengan mendaparkan bimbingan dari Paman kedua dan ketiga , Serta guru Saojin. Dan mereka keluarga kerajaan Phoenix baru tahu kalau Siyue Adalah Murid dari guru Saojin. sebab selama ini mereka belum pernah melihat ataupun mendengar kalau guru agung Saojin memiliki seorang Murid .
Setelah berada di kerajaan Phoenix Selama satu Bulan, Siyue baru bisa meninggalkan Kerajaannya. Itupun Karena mereka semua tahu kalau Siyue mendapat tugas dari sang guru. Dengan. Berat hati kedua Paman dan Kaisar menginjinkan Siyue pergi. Mereka sangat bangga Pada Ratu dan juga kepunakan, serta cucu mereka saat mereka mengetahui kecerdasdasan, serta kekuatan Siyue . Mereka tak menyangka di dalam tubuh wanita cantik yang terlihat lemah itu. Memikiki kekuatan yang sangat hebat. Mereka tahu keahlian pengobatan Siyue, saat Dia dengan mudah mengobati sang Kakek yang sudah lama menderita sakit. Dia bisa memulihkan kesehatan sang Kakek dalam waktu satu minggu . Tentu saja semua itu membuat para penduduknya semakin mengagumi Dia.
"Sayang..kalau Kau sudah menyelesaikan tugas dari gurumu, Kau harus cepat kembali kemari...ingat selalu kerajaan ini selalu menunggu kedatanganmu...?" Ucap Kakek Kaisar dengan perasaan berat.
"Baik Kakek... Siyue berjanji. Kalau tugas Siyue selesai, Siyue akan cepat kembali kemari... Karena Siyue tahu rakyat Siyue membutuhkan Siyue.." Ucap Siyue menghibur.
"Baik , Kau harus menepati janjimu.." Ucap sang Kakek. Ternyata Ayah dan sang ibu juga pergi bersama Siyue . Mereka segera berangkat dengan mengendarai Feng Qui . dengan diiringi tatapan para kerabat kerajaan dan penduduk kota Kerajaan Phoenix, mereka berempat pergi dengan menaiki Feng Qui . sedanfkan ketiga oengawal Raja, kini berada di ruang Teratai . beberapa saat kemudian Siyue berkata pada Feng Qui .
"Qui...kalau lelah ngomong..." Kata Siyue dari punggung Feng Qui.
"Apakah aku yang akan menggantika Dia Yue'er..." Ucap Zuzaku dari dalam ruang Teratai.
"Apaa ..Ku ingin memanggang Ayah dan Ibuku...!?" Seru Siyue . Mendengar ucapan Siyue , Feng Qui Tertawa. Bagaiaman Tidak...Siapa yang berani menaiki burung yang mengeluarkan api dari tubuh nya jika menjelma Menjadi bentuk Asli dari burung Zuzaku . Zuzaku yang oendiam itupun tersenyum.
Saat mereka telah berada di luar Kota Kerajaan Phoenix Siyue membawa sang Ayah dan Ibu masuk kedalam ruang Teratai. Dia menyuruh Xiao Tu membawa mereka masuk. Semua itu dia lakukan agar mengurangi beban di atas tubuh Feng Qui.
"Qui...jika Kau lelah kita istirahat dulu..." Ucap Siyue pada Feng Qui. Mereka sekarang sudah berada di atas dataran wikaya Kerajaan Darga .
"Baik Yue'er...tapi aku belum lelah Kok..." Jawab Feng Qui .
"Aku bilang kalau Kau lelah Qui..." ucap Siyue lembut.
"Baik ...akan aku lakukan Yue'er..." ucap Feng Qui. mereka Terbang dibatas hutan dan Desa. mereka juga melintasi gunung Naga Salju yan dulu tempat Liong Bay dan beruang salju berada .
"Sayang...kapan kita berangkat ke Alam bawah...?" Tanya Raja yang memang Sudah tahu tugas Siyue yaitu mencari Kaisar dan Ratu. juga seorang sahabat dari sang guru . namun Dia tidak tahu kalau sahabat sang guru Adalah belahan jiwa milik nya .
"Kita kembali ke Sekte Dulu Tian'ge..lagian kita harus mengantar Ayah kembali ke rumah Kakek..." Jawab Siyue.
"Ayah dan Ibu yidak ikut...?" tanya Raja.
"Tidak...kita pergi berlima dan hewan penjaga saja ..." jawab Siyue . Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kota Darga. Dengan kekuatan Feng Qui yang melakukan perjalanan tanpa henti, Dalam tiga hari mereka telah sampai di kota kerajaan Darga. Ketika sampai Di sana, hari menjelang Pagi . mereka memutuskan langsuk masuk ke dalam istana lebih dahulu untuk menemui Kakek Kaisar. Sebab Siyue harus melihat kesehatan Kaisar Tua .
Untuk mencegah kehebohan , Siyue dan Raja memilih turun dari tubuh Feng Qui di luar kota Kerajaan . Setelah Turun Siyue mengeluarkan Ke tiga pengawalnya serta Ayah dan Ibunya . mereka bertuju segera masuk kedalam kota kerajaan dengan menunggangi kuda . Feng Qui masuk kedalam ruang Teratai setelah menerima Pil penyerap Qi dari Siyue . sedangkan Siyue , Raja , kedua orang tuanya serta ke tiga pengawalnya. Memacu kuda mereka masuk kedalam kota Kerajaan. Ketika hari mulai terang , mereka sampai di pintu gerbang istana . Saat para prajurid kerajaan melihat Siapa yang datang, mereka segera memberi hormat dan buru- buru membuka pintu gerbang . Saat mereka masuk kedalam Istan, mereka berpapasan dengan Pangeran Waisan yang kebetulan akan keluar bersama beberapa orajurit . Melihat sang Kakak dan Ratu Kerajaan Phoenix berada di depan mereka . Seketika semua prajurit dan Pangeran Waisan turun Dari kudanyadan segera memberi hornat.
"Salam Raja , salam Ratu ..Semoga kebahagian selalu menyertai kalian berdua.." Ucap Mereka serempak.
"Salam kalian kami terima...kalian mau kemana...?" Tanya Raja.
"Seoerti biasa Yang Mulia...kami akan melihat keadaan kota kerajaan dan melihat keadaan Rakyat..." Ucap Pangeran Waisan dengan sopan. Namun tak urung Matanya menatap pada Siyue yang memang hari ini tidak memakai samaran lagi , Hingga ke cantikan dia terlihat dengan sempurna .
"Baiklah...kalau begitu San'er....siapkan semua laporan di ruang kerjaku. Sebentar kagi aku akan melihatnya . Setelah itu temui aku nanti siang Di ruang kerjaku..." Ucap Raja dengan wajah datar.
"Baik yang Mulia..." Jawab Pangeram Waisan dengan tegas. Raja pun Segera mengajak Siyue meneruskan tujuan mereka menemuimu Kakek Kaisar. Ketuju orang itu segera menaruh kuda mereka di istal kuda milik Sang raja. Ketika sampai di sana, Beberapa prajurit segera menggantikan mereka membawa kuda masuk ke istal . Raja segera membawa Siyue dan kedua orang tuanya menuju istana Kaisar Tua di ikuti ketiga penjaganya. Kerika sampai di istana kausarvTua terlihat anak Buah Ye Mai dan Ye Xie terkejut melihat kedatangan Junjungan mereka yang datang bersama seorang wanita cantik . bukan hanya Cantik , tapi sangat cantik berjalan dan masuk kedalam Istana Kaisar Tua . Ketik sampai di dalam , betapa bahagia nya Kaisar tua saat Dia melihat Siyue dan Raja.
"Kalian sudah pulang...! " Tanya Kakek Kaisar Tuan dengan wajah gembira .
"Benar Kek...kami pulang langsung
kemari Karena Siyue mencemaskan keadaan Kakek ..." Jawab Raja.
"Siyue memang Cucuku yang terbaik..." ucap Kakek Kaisar dengan bangga.
"Lalu Raja ini bukan Cucu Kakek yang baik juga..." goda Raja.
"Ck...Kau Cucu yang paling menyebalkan..." ucap Kakek kaisar . Raja tertawa mendengar ucapan dari sang Kakek.
"Coba Sini tangan Kakek..."kata Siyue . Dengan patuh Kakek Kaisar memberikan tangan nya pada Siyue . Dengan Lembut Siyue memeriksa kesehatan Kakek Kaisar. Setelah Beberapa saat, Dia telihat tersenyum lembut.
"Kesehatan Kakek sangat baik, sekarang Kakek bisa setiap pagi berjalan - jalan di taman. Agar tubuh Kakek semakin sehat...." Kata Siyue.
"Trimakasih sayang...semua itu berkata dirimu...pil yang Kau berikan kepada Kakek membuat Kakek mudah berkultivasi memulihkan kesehatan Kakek..." Ucap Kakek Kaisar dengan. Senang .
Kaisar sekarang memang terlihat dalam keadaan sehat dan Segar.
"Kakek...di depan Ada Ayah Sima dan Ibu Tang Yin..." Ucap Raja.
"Lo kenapa kalian tidak bilang sejak tadi...Ayo kita keluar..." Ucap Kakek Kaisar. Akhirnya mereka bertiga keluar. Melihat Raja dan Siyue berjalan bersama Kaisar Tua, Sima Yuan dan sang Istri segera berdiri dari duduknya. Mereka segera memberi salam
__ADS_1
"Sama. Yang Mulia..." Ucap Mereka serempak .
"Maaf...kedua anak nakal ini tidak mengatakan kalau kalian ikut ke Mari.. Maafkan aku yang terlambat menyambut kalian. Ayo silahkan duduk..." Ucap Kakek Kaisar mempersilahkan mereka duduk .Dan Dia sendiri segera duduk di depan mereka berdua . Melihat Kakek dan Sang calon Martua asyik berbicara, Raja tiba - tiba Menyala.
"Maaf Kakek, ayah...lebih baik Ayah dan ibu makan pagi dan makan Siang di sini saja. Setelah itu Nanti sore kita bersama pergi ke rumah Kakek Sima Sang Baiki. Aku nanti juga ikut kalian Kok..." Kata Raja.
"Lo Yang Mulia...apakah Kau tidak beristirahat di istana dulu...?" Kata Kakek Kaisar.
"Raja tidak bisa berpisah dengan Yue'er Kek..." Jawab Sima Yuan Sambil tersenyum lembut dan memegang tangan Siyue yang duduk Di sebelah nya.
Melihat tingkah sang Raja, ke tiga orang di depan mereka hanya bisa menahan senyum .
"Tuan Sima...bagaiaman ini...apakah tidak sebaiknya kita pertunangkan atau kita Nikahkan mereka saja... Lihatlah itu, Raja kita tidak ingin jauh dari Siyue..." Ucap sang Kakek berkelakar .
"Kek.. Itu bagus Kek...gimana Ibu, Ayah... kalian setuju kan...?" Ucap Raja gembira. Tentu saja Raja bahagia, itu memang yang dia harapkan .
"Yang Mulia...apakah yang Mulia lupa... bukankah dalam beberapa hari lagi, kita akan pergi..." Ucap Siyue mengingat kan .
"Sayang....apakah kalau kita bertunangan harus menerlukan waktu lama.." ucap Raja dengan tersenyum Senang.
"Yang Mulia....! Tentu saja memerlukan waktu lama...kau itu seorang Raja, Kau bukan milik pribadi keluarga kerajaan, jadi dalam melaksanakan pertunangan, kita harus mempersiapkan secara adat kerajaan..." Ucap Kakek kesal. Ternyata kelakarnya di tanggapi Raja sunggu- singguh
"Lagian kita masih belum membebaskan Ayah dan Bunda Kaisar Yang Mulia..." Ucap Siyue lembut.
"Tapi aku ingin kita memiliki ikatan Yue'er... agar Kau tak akan pernah jauh dariku lagi..." Mendengar ucapan Raja, Siyue teringat akan percakapannya dengan guru Saojin. Tiba- tiba dia merasakan kesedihan di hatinya. Namun dengan sekuat tenaga dia menyembunyikan kesedihan itu.
"Bagaimana Kalau kita sekarang bertunangan di depan Ayah dan Bunda seta Kakek secara sederhana .. Kita melakukannya hanya di ketahui Olen Kakek, Ayah dan ibu...kalau kurang kita panggil saja tiga pengawal yang Mulia. serta Dua mahluk Kotram yang Mulia. Dan aku akan memanggil semaua mahluk Penjagaku. Dan saat Nanti Ayah dan Bunda Kaisar telah Ada di Istana lagi, kita akan merayakannya yang lebih meriah..." Ucap Siyue mengusulkan .
"Biarlah aku bertunangan saat dia masih mencintaiku, Siapa tahu setelah Dia bersatu dengan Dewa Wiqya Dia akanmelupakan diriku. Bukankah ini bisa Menjadi kenangan terindah buatku..." Ucap Siyue dalam hati .
"Betul sayang....idemu memang sangat bagus. Bagaiaman Ayah, ibu, Kakek..." Ucap Raja bahagia.
"Ya sudah sekarang suruh pelayan Menyiapkan makan pagi untuk kita.. Anggap saja itu pesta pertunangan kalian untuk sementara..." ucap sang Kakek.
Mendengar Ide dan percakapan mereka. Sima Yuan dan Putri Tang Yin hanya bisa geleng kepala sambil tersenyum tak berdaya .
"Dan Kalian juga harus merayakan di Kerajaan Phoenix juga...." ucap sang Ibu .
Baiklah tapi semua itu kita lakukan setelah pulang dari tugas yang harus Siyue kerjakan..." Ucap Siyue sambil meneruskan ucapannya di dalam hati.
"Itu kalau Raja masih mau melanjutkan nya bersamaku.." Ucapnya dalam hati.
"Bagus... kalau semua sudah setuju maka Ayo kita lakukan..." Ucap Raja. Dia segera memanggil Ye Mai, ye Xie dan Ye Gu . Raja menyuruh mereka meminta pada koki kerajaan untuk mempersiapkan makan pagi untuk mereka lebih cepat . Tak butuh waktu lama terlihat hidangan makanan yang beranika ragam sudah tersedia di depan mereka. Siyue mengeluarkan semua hewan kontraknya . raja pun juga mengeluarkan hewan kontraknya. Terlihat ruang Istana Kakek Kaisar penuh dengan orang . Ketiga pengawal Raja ikut bergabung di meja makan. Sebelum makan bersama, Raja mengeluarkan Cincin bermata berlian berwarna Kuning dari dalam Cincin Ruangnya.
"Ayah , Ibu..ijinkan Aku memasang Cincin ini di jari Manis Siyue. Raja ini berharap Ayah dan Ibu merestui hubungan Raja dan Siyue. Karena Raja ingin hidup selamanya bersama orang yang Raja Cintai...." Ucap Raja.
"Lakukan Yang Mulia kami berdua mengijinkannya..." Ucap Sima Yuan lembut .
"Trimakasih Ayah, Ibu..." Jawab Raja dengan gembira. Akhirnya Raja meyematkan Cincin berlian itu di jemari Kiri Siyue. Walaupun di wajah nya Siyue terlihat malu dan bahagia, namun hatinya terasa tersayat. Entah kenapa perasaannya saat ini Siyue merasakan perasaan sedih . Setelah itu mereka makan bersama. Terlihat wajah Raja selalu tersenyum bahagia .
Setelah makan Kaisar menyiapkan kamar untuk di tempati kedua orang Tua Siyue untuk beristirahat. Sedangkan Raja dan Siyue pamit pergi ke Ruang kerja Raja yang Ada di istana. Kini Raja tak sungkan lagi memegang tangan Siyue di sepanjang jalan menuju ruang kerjanya. Sebab Sekarang Siyue Menjadi gadis yang sangat cantik. Dan terlihat di ikat kepala Siyue sebuah Mahkota keci bertengger dengan manis . Mahkota kecil itu Dia dapat dari sang Kakek Kaisar Tang Song. Sejak tadi Siyue bisa melihat kalau wajah sang Kekasih terlihat tersenyum bahagia .
"Kenapa yang Mulia selalu tersenyum...?" Tanya Siyue lembut.
"Karena aku sangat bahagia, kini aku tidak khawatir lagi Kau akan di ambil orang lain,.." Ucapnya dengan. wajah senang.
"Apakah sebesar itu Cinta yang Mulia pada hamba...?" Tanya Siyue sambil berjalan di samping sang Kekasih.
"Besar Cintaku tak dapat di ukur Yue'er..." Ucapnya dengan lembut.
"Bagai mana jika Suatu saat nanti, Yang Mulia tiba- tiba melupakan hamba..."kata Siyue sambil menatap sang Raja.
"Itu tak akan pernah terjadi. Mana mungkin aku melupakan gadisku , tunaganku sendiri.... sampai kapanpun Kau Adalah yang utama bagiku..sayang Aku tidak mau Kau mengucapkan Kalimat seperti itu lagi. Karena di dalam hidupku , Kau adalah jiwa dan napasku..." Ucap Raja yang langsung berhenti saat mendengar ucapankan Siyue tadi.
"Baik...maafkan aku ..." Jawab Siyue yang menangis di dalam hatinya. Namun di wajahnya terlihat senyuman lembut menghiasi bibir nya.
" Yang Mulia...Boleh aku memanggilmu Honey...?" Tanya Siyue lembut.
"Honey...? Apa itu...?" Ucap Raja dengan wajah heran.
__ADS_1
"Itu sama dengan mengatakan Sayang... atau panggilan sayang untukmu..." Jawab Siyue.
"Benarkah...? Tentu saja boleh...aku malah sangat bahagia kalau kau memanggilku seperti itu... kalau begitu aku juga akan memanggilmu Honey juga ya...?." Kata Raja dengan wajah bahagia .
" Boleh..Yang Mulia bisa memanggilku Honey juga atau bisa juga Baby ..." Ucap Siyue. Biarlah kasih sayang dia akan dia tunjukkan sebelum Pria tampan ini tidak akan mengenal dirinya lagi.
"Baby...?" Tanya Raja dengan wajah tanya . Siyue menganggukkan kepalanya.
"Itu Panggilan sayang seseorang untung orang yang di cintainya...atau terserah yang Mulia saja ..." Ucap Siyue lembut.
"Baiklah aku akan memanggilmu baby... sepertinya kalimat itu aku suka.." Kata Raja yang kini telah menarik Siyue kembali untuk berjalan.
"Boleh..." Jawab Siyue. Entah mengapa rasanya perasaan sedih itu tidak kunjung hilang .
"Sayang..Dari mana Kau mendapatkan Kalimat seperti itu...?" Tanya Raja dengan lembut . Sejenak Siyue terdiam dia bingung apa yang harus dia jawab. Namun tak lama Dia berkata. Bukankah yang Mulia tahu kalau hamba memiliki perpustakaan di ruang Teratai..? Di sana Ada salah satu buku yang menulis tentang itu..." Jawab Siyue dengan wajah tenang . tanpa mereka sadari merekapun telah sampai di ruang Kerja Raja. Dan Siyue bisa melihat setumpuk pekerjaan Raja Ada di sana. Tak lama terlihat mereka telah di sibukkan dengan Tumpukan tugas itu. Raja sangat bangga pada Siyue. Karena dengan adanya Siyue di sampingnya, mereka bisa berdiskusi untuk masalah yang terjadi di Kerajaannya. Dan semua Ide atau ucapan Siyue selalu membuat semuanya lebih baik. Ternyata sampai hari menjadi siang, mereka belum selesai memeriksa semuanya. Dan saat siang hari, pangetan Waisan datang menghadap dan mereka bertiga mulai mendiskusikan masalah Kerajaan . Mulanya Pangetan Waisan heran saat Raja mengikut sertakan Soyue dalam urusan meteka. Namun saat ide - ide Siyue dalam menyelesaikan masalah kerajaan bisa terselesaikan dengan cemerlang , Pangeran Waisan menatap Siyue penuh kekaguman . Apalagi melihat keseriusan Siyue dalam menyelesaikannya masalah. Pangeran Waisan menatap iri pada sang Kakak yang bisa miliki calon Istri secerdas dan secantik Siyue. Dan saat makan Siang Raja meminta pelayan untuk membawa makanan ke ruang kerjanya. Dia menyuruh Ye Xie untuk memberi tahu Kakek dan kedua orang Tua Siyue kalau mereka tidak bisa makan siang bersama mereka.
Mereka bertiga akhirnya makan bersama di ruang kerja Raja. Setelah makan Siang Pangeran Waisan undur diri. Sedangkan Raja dan Siyue meneruskan pekerjaan mereka. Dan saat semua tugas selesai, hari telah sore. Raja dan Siyue segera menemui kedua orang Tua Siyue di istana sang Kakek . Untuk segera pergi ke rumah keluarga Sima . Mereka bertuju segera berangkat setelah berpamitan dengan sang Kakek Kaisar .
Sesampainya Di Rumah kediaman Sima. Tuan Sang Baiki dan keluarganya sangat kaget melihat kedatangan mereka. Apa lagi Melihat Siapa yang datang bersama mereka.
"Salam sejahtera Yang Mulia Kaisar , Ratu Phoenix.." Ucap mereka serempak. Melihat itu Siyue cemberut. Sedanfkan Raja hanya tersenyum .
"Kakek...apa-apaan kalian ini... Kalian boleh monghormati Raja kalian, tapi tidak padaku...aku ini putri kalian bukan Ratu..." Ucap Siyue cemberut.
"Tapi yang Mu..."ucapan Dari Paman pertamanya segera di potong oleh sang Kakek.
"Benar kata dia Dion...kalau dia sedang berada di sini bersama kita , Dia Adalah putri kita...putri dari keluarga Sima.." Ucap tuan Sang Baiki dengan tersenyum.
"Sekarang boleh Kakek memelukmu sayang...?" Ucap Tuan Sang Baiki sambil tersenyum dan merentangkan tangannya.
"Tentu saja boleh Kek...Kakek memang yang terbaik..."jawab Siyue sambil memeluk Pria Tua yang terlihat masih gagah di usia Tuanya itu.
"Sayang...bukan hanya Kakek yang ingin mendapat pelukanmu.....Nenek juga mau..." Ucap nyonya Yulia saat Siyue melepas pelukannya dari tubuh Sang Kakek.
"Tentu saja nek...!" Siyue pun sambil tersenyum memeluk wanita Tua yang tidak pudar kecantikannya itu. Setelah beramah tanah, mereka makan malam bersama. Malam itu Siyue dan Raja tidur di rumah tinggal Sima Yuan . ternyata rumah tinggal Sima Yuan sudah di bersihkan dan di tata rapi kembali . Hingga tidak Ada bekas perkelahian di masa lalu. Siyue dan Raja mendapatkan kamar yang letaknya bersebelahan. Namun ternyata mereka memilih untuk tinggal di ruang teratai Siyue . bukan hanya Raja yang ingin tinggal di sana . ternyata sang ayah dan ibu juga ingin kembali tinggal Di sana untuk bermeditasi. Akhirnya Siyue membawa mereka pergi ke ruang Teratai. Sesampainya di sana, mereka memilih bermeditasi di bawah Pohon Roh. Sehari semalam di ruang Teratai, di Alam nyata hanya semalam. Saat hari telah sore kembali, Siyue bangun dari meditasinya di ikuti Raja, Ayah dan ibunya. Seyue dan sang Ibu masuk ke dapur istana bersama . mereka memasak bersama. Tak butuh waktu lama mereka telah menyediakan makan untuk mereka dan hewan kontrak Siyue . Melihat hewan kontrak sang Putri, nyonya Tang Yin hanya bisa geleng kepala. Setelah makan mereka kembali ke Dunia Nyata. Dan benar saja Ketik mereka berada kembali di rumah tinggal mereka , hari telah pagi.
Mereka berempat yang tadi sempat mandi dan berganti pakaian di ruang Teratai, kini hanya tinggal keluar menuju rumah utama. Saat berkumpul bersama, Siyue mengatakan akan kepergian mereka untuk melaksanakan tugas dari sang guru. Juga untuk mencari keberadaan Kaisar dan Ratu. Mendengar itu, sang Ayah dan Ibu kaget.
"Yue'er...biar kan Ayah ikut denganmu..." Ucap sang Ayah.
"Tidak Ayah... Ayah Baru bertemu dengan keluarga dan Ibu..mana mungkin Siyue membawa ayah pergi...." Ucap Siyue.
"Tidak Nak...ayah tidak ingin Kau pergi sendiri..." Ucap sang Ayah kekeh.
"Siyue pergi bersama mereka Ayah...Siyue pergi bersama Raja dan ketiga pengawal . bukankah Ayah dan ibu juga tahu mahluk penjaga Siyue...?" Ucap Siyue mencoba membuat pengertian pada sang Ayah.
Tapi nak...perjalananmu itu oenuh dengan bahaya... bagai mana Kalau Kaisar dan Ratu di sembunyika. Oleh Raja Iblis..." Mendengar ucapan sang Ayah, Siyue kaget. Namun dengan cepat dia menyembunyikan kekagetannya.
"Itu tidak mungkin Ayah...bukankah Kaisar dan Ratu di culik oleh Pangeran kedua bersama gurunya..." Ucap Siyue.
"Benar Ayah...ayah tidak perlu khawatir, aku akan Menjaga Siyue semampuku..." Ucap Raja ikut meyakinkan Ayah sang Kekasih . Mendengar ucapan Raja. Terlihat Sima Yuan menghela nafas berat.
"Baiklah Ayah ijin kan Kau pergi , lalu Kapan kalian akan pergi...?" Tanya Sima Yuan dengan Wajah tak rela.
"Lusa Ayah...Siyue pergi setelah berpamitan pada guru Yang Si dan guru San We..." jawab Siyue.
"Kalau Begitu malam ini kalian tetap menginap di sini sampai keberangkatan kalian Lusa." Kata Sima Yuan dengan wajah terlihat khawatir.
"Baik Ayah..tapi pagi ini Siyue dan Raja harus kembali ke kerajaan . sebab masih Ada yang harus Siyue dan Raja selesaikan...." Kata Siyue lagi. Semua keluarga hanya bisa diam menonton perdebatan Ayah dan Anak itu. Mereka tahu kecemasan Sima Yuan. Ayah satu ini masih ketakutan kehilangan Siyue lagi.
"Yue'er...Kau harus memaklumi ketakutan Ayahmu...dia takut kehilangan dirimu kembali..." Kata tuan Sang Baiki dengan lembut.
"Siyue tahu Kek...tapi Siyue harus pergi...." Ucapnya. Bagai mana kalau sampai Ayah tahu kalau dia akan pergi kekerajaan Iblis. Siyue tak bisa membayangkan kepanikan sang Ayah. Walaupun dengan pwrasaan cemas Sima Yuan akhirnya menginjinkan sang Putri pergi bersama Raja dan pengawalnya. Dia tahu kepergian sang Putri tidak tentu berapa lama... Namun dia masih sedikit lega karena dalam dua hari kedepan Siyue berada bersamanya .
Maaf Author Baru bisa up date sekarang , sudah semalaman nich Author menulis baru kelur sekarang. Agar kalian tak kesal, author sengaja memperpanjang cerita . maaf..🙏🙏😭
Jangan lupa like,, vote dan komennya author tunggu.
Bersambung.
__ADS_1