DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
RENCANA SELIR CHUNLY 2 .


__ADS_3

Namun setelah ketiganya masuk, tiba- tiba pintu tertutup dengan sendiri. Tentu saja mereka terkejut. Setelah itu tiba-tiba kabut hijau memenuhi ruangan itu. Setelah mencium kabut itu, mereka baru sadar kalau mereka masuk dalam jebakan. Namun sial bagi mereka. Jendela yang tertutup tadi ternyata tidak bisa di buka.


Maka merekapun menjadi panik. Mereka juga melihat kalau pria berbaju hijau telah hilang. Dengan ketakutan, mereka berusaha membuka pintu dan Jendela kamar, namun sayang sekali, pintu dan jendela tidak bisa di buka. Dan nafas mereka semakin sesak . dan mereka semakin sadar kalau asap hijau itu merupakan asap beracun. Ternya merekalah yang masuk dalam perangkap musuh . Kini nafas mereka semakin sesak, mata mulai tak dapat melihat dengan jelas. kepala pusing dan sakit . Dan akhirnya beberapa saat kemudian, mereka satu persatu jatuh terkapar dan tak bisa bangun lagi. Karena jantung mereka telah berhenti berdetak. Tak berapa lama ketiganya jatuh dan mati.


Setelah melihat para tamu tak di undang jatuh dengan wajah biru . Senyuman Sinis terlihat di wajah Ivy .


"Kalian ingin membunuh masterku...jangan harap kalian bisa menyentuh dia...gadis kesayangan kami tak akan kami biarkan kalian sakiti. Dasar manusia- manusia bodoh dan rakus....." ucap Poison Ivy dengan nada sinis .Dia segera menyerap kembali asap racun yang berada di ruangan itu hingga bersih . Setelah itu, dia menumpuk para pembunuh di sudut ruangan .


"Yue'er...harus aku apakan mereka...?" terdengar suara poison Ivy di fikiran Siyue.


"Kau sudah selesai dengan tugasmu..?" tanya Siyue.


"Tentu saja sudah...tugas sekecil ini terlalu mudah untukku...dan mayat mereka masih ada di ruanganmu.." jawab Ivy.


"Baik sebentar lagi aku akan segera kembali.." ucap Siyue yang kini sedang berjalan kearah pondok sang Kakek . Untunglah acara memperlihatkam istana sudah selesai. Dan mereka harus kembali ke pondok mereka .


Setelah mengantar mereka, Siyue segera kembali ke kamarnya. Karena terburu- buru, Siyue sampai lupa kalau Twins Naga dan Baizi terbawa ke alam nyata. Ketika Siyue bersama para mahluk kontraknya kembali ke dalam kamar yang ada di istana, terlihat Poison Ivy sedang duduk dengan tenang di atas pembaringan Siyue. Kalau saja Siyue bukan master kontraknya, pasti setelah Poison Ivy pergi dan di gantikan Siyue yang tidur di atasnya, pasti keesokan harinya Siyue tinggal nama saja. Karena dia akan keracunan .


"Ivy... dimana mereka....?" tanya Siyue ..


. " itu mereka.." jwab Ivy sambil menunjuk kearah sudut kamar dengan dagunya .


Siyue melihat kearah yang di tunjuk Poison Ivy . Dan Siyue melihat tiga orang yang di tumpuk menjadi satu.


"Mereka masih hidup..."tanya Siyue. Terlihat Ivy menggelengkan kepalanya. Melihat gelengan kepala Ivy itu bertanda kalau mereka telah mati . Siyue segera mendekati tiga sosok mayat yang ada di pojokan kamar. Terlihat wajah mereka telah membiru . Dan Siyue bisa melihat kalau ketiga pria itu semua tubuhnya berwarna biru kehitaman.


Melihat semua itu Siyue lalu mengambil botol dari dakam cincin dimensinya , dan menuangkan cairan merah di atas tubuh mayat yang ada di depannya. Tak lama terdengar desisan saat cairan merah itu menyentuh tubuh . dan secara perlahan cairan merah membuat rubuh mayat itu mencair dan tak lama meleleh dan meninggalkan cairan warna merah dan akhirnya hilang. . Siyue mengulang sampai tiga kali. Setelah ruangan kembali terlihat bersih. Poison ivy berkata.


"Ya sudah Yue'er.. aku kembali kelehermu ..." pamit Poison Ivy.


"Hmm.. Trimakasih..." jawab Siyue.


Poison ivy kembali ke leher Siyue.


Baru saja Poison Ivy pergi. Terdengar ketukan di pintu kamar. Siyue segera membuka pintu kamarnya. Terlihat Raja berdiri dengan wajah cemas di sana.


"Sayang...kau tidak apa- apa kan ...?" ucapnya .


"aku tidak apa- apa Tian'ge.. "Kata Siyue.


Raja memeriksa Siyue dari atas hingga bawa. Dan akhirnya memeluk Siyue dengan erat. Siyue hanya diam saja melihat tingkah Raja Chu Tian Ji. Dia tahu kalau pria yang sedang memeluknya sejak tadi di landa kecemasan .


"Syukurlah kau Selamat. Dan mana mereka...?" ucapnya sambil melihat ke seluruh ruangan .


"Mereka sudah di buang Tiger...."ucap Siyue. Raja kembali memeluk Siyue dengan erat.


'Brengsek...,berani sekali dia menyerang dirimu..." ucap Raja dengan marah.


" Dia fikir aku hanya tamu yang mulia...jadi tidak akan ada masalah jika hamba di temukan dalam keadaan meninggal.. " ucap Siyue lagi.


"Dasar bodoh. Hidupmu merupakan sumber kehidupan diriku . Kaybadalah jantung dan nafasku . Aku akan ikut mati juga jika kau mati..." ucap Raja dengan wajah kesal.


"Ck.. Yang mulia nggak boleeh ngomong seperti itu. Nggak baik mengatakan kalimat seperti itu . Kau adalah kepala dari sebuah kerajaan besar. jangan ngomong macam- macam..;" seru Siyue sambil menatap Raja dengan marah . meskipun seperti itu Siyue merasakan kehangatan di dalam hatinya .


." Tapi aku akan mat..." namun kalimatnya tidak bisa di lanjutkan karena tangan lembut Siyue telah mendekap mulutnya .


"Sudah Siyue bilang, jangan mengucapkan kata- kata jelek....itu adalah do'a kita..." jawab Siyue.


"Ingat...Siyue tak ingin mendengar kalimat seperti itu keluar dari mulut Yang Mulia. Kalau tidak. Siyue akan marah..." ucap Siyue . Setelah itu Siyue melepas tangannya dari mulut Raja.


"Baiklah kalau itu mau calon istriku... aku tak akan mengucapkan itu lagi. asalkan kau akan selaku mengutamakan keselamatanmu yang utama..." ucap Raja sambil tersenyum.


" Baik...Siyue akan selalu mengingatnya.. Nach sekarang sudah malam, Yang Mulia harus pergi , Siyue ingin tidur..."ucap Siyue.


"Sekarang Yue'er. ?" Ucap Raja bodoh.


"Iya sekarang..." jawab Siyue.


"Sebentar lagi Ya....?" bujuk sang Raja .


"Tidak...!" tegas Siyue


"Baiklah gege pergi . istirahatlah...Besok pagi kita akan menemui Kakek..." ucap Raja dengan enggan beranjak pergi .


"Tunggu Tian'ge..." cegah Siyue . mendengar Suara Siyue , Raja tersenyum .


" Ada apa....apakah kau ingin Raja ini menemanimu...?" ucap Raja menggoda.


"Ck..bukan begitu...apakah Tian'ge tidak ingin melihat Naga milik gege Barang sebentar...?" kata Siyue.


"Kau membawa Dia.. ?" ucapnya lembut.


"Hmm... "Angguk Siyue.


Dia segera menyuruh Naga sebelah Kanan lengannya untuk turun. Dan dengan perlahan Naga itu turun dari lengan Siyue dan berubah menjadi naga Kecil.


"Aah...dia sekarang sudah lebih besar. Dan dia juga bisa berubah menjadi sekecil tadi...?" tanya Raja .


"Benat yang Mulia... Mereka belajar dengan cepat. Dan sekarang dia harus mulai mengikuti yang mulia..." ucap Siyue.


"Ayah....!" seru Twins bersamaan.

__ADS_1


"Ayah....?" tanya Raja tak mengerti .


"Maaf Yang Mulia...mereka memanggil Anda dengan sebutan itu karena mereka mengira kita orang tua mereka. Sebab saat dia menetas dan membuka mata pertama kali , Kitalah yang ada di hadapan mereka .


Mereka menganggap kita adalah orang tua mereka . Mereka juga memanggilku Ibu..." kata Siyue memerangkan . mendengar ucapan Siyue, Raja tertawa dan Dia segera berkata .


"Kemarilah putraku..." ucapnya sambil tertawa. Dengan cepat Naga kontrak Raja Chu Tian Ji melompat kearah Raja. Dan melingkar di tangannya lalu menjilati telapak tangannya.


"Kalian memang cerdas. Baiklah kalian merupakan anak angkat Raja dan Ratu, karena itu kalian berdua harus menuruti dan menatuhi ucapan Ayah dan ibu... Hanya pada kamumah kalian harus percaya ..." ucapnya dengan bahagia.


"Bauk Ahaha, Ibu...." ucap mereka berdua bersamaan .


"Dan Kau...apakah kau tidak meu menyapa Ayah seperti saudaramu...?" ucap Raja pada Naga yang Ada di lengan kiri Siyue. Dengan cepat Naga yang ada di tangan Siyue turun. Dan berubah menjadi naga kecil. Setelah itu melingkar di tangan Raja yang satunya. Melihat tingkah mereka, Raja kembali tertawa. Setelah bermain sebentar dengan mereka berdua. Naga milik Siyue segera kembali pada Siyue dan melingkar dengan indah di pergelangan tangan kiri Siyue seperti sebuah gelang giok . . Warnanya yang putih membuat dia seperti gelang giok yang sangat indah . Raja segera pergi setelah mencium lembut kening Siyue . Siyue sudah biasa dan tak kaget lagi. .


Setelah kepergian Raja,Siyue segera menutup pintu dan berjalan menuju pembaringan. . Karena waktu hanya tinggal beberapa jam lagi menuju pagi, akhirnya Siyue memilih untuk beristirahat. Dia ingin melepas kepenatan dan kelelahan walaupun hanya sebentar. Entah kenapa hari ini dia ingin menikmati hidup seperti rakyat biasa . tidur tanpa beban walaupun hanya sejenak .


Beberapa waktu Kemudian, Siyue telah bangun. Dia segera pergi ke ruang Teratai . Dia ingin beredam sebentar dengan air suci. Sesampainya di Sana . para mahluk kontraknya membiarkan Siyue masuk kedalam istananya. Setelah selesai mandi dan berbenah Siyue segera keluar dari istananya. Ketika sampai di luar , terlibat keempat hewan kontraknya sudah menunggunya dengan setia . mereka menunggu sambil berkultivasi .


"Yueyue...aku ikut Ya, aku sudah bisa melindungimu kan..?" ucap Baizi . Mendengar ucapan Baizi semua tertawa.


"Baiklah kalau kau mau ikut kita pergi sekarang, tapi ingat kau tidak boleh berjalan jauh dariku...." kata Siyue.


"Baik Yue'er..." ucap Baizi .


"Oh ya ...Dimana Little Meisi. ?" tanya Soyue.


"Little Miesi...?" ucap mereka tak mengerti .


"Ha.ha ha ...maksudku Twins Naga...aku akan memberi nama dia Little Meisi ..." kata Siyue sambil tertawa .


"Dia kembali ke pohon Roh, di panggil Zuzaku..." jawan Feng Qui .


"Ooo...ya sudah, ayo kita pergi sekarang..." kata Siyue.


Akhirnya semua pergi keluar dari ruang teratai. Ketika sampai di kamar Tidur Siyue. Bertepatan dengan terdengarnya suara ketukan dari pintu kamarnya.


Siyue segera membuka pintu kamarnya . Ketika pintu terbuka, terlihat wajah tampan itu sudah berada di depan Siyue dengan senyum di bibir merahnya .


"Selamat pagi Yue'er...." sapa Raja dengan lembut.


"Lo Tian'ge sudah bangun....?pagi sekali...?" kata Siyue. Sebab yang Siyue tahu di dalam Nivel yang sering dia baca, seorang Raja ataupun pangeran akan bangun siang hari.


"Apanya yang pagi Yue'er...lihat lah.. matahari sudah tinggi.. Dan kau belum menjawab salamku." ucap Raja sambil mencubit hidung Siyue pelan.


" Pagi yang Mulia...Aku fikir seorang Raja akan bangun setelah matahari sudah berada di atas ubun- ubun..." ucap Siyue.


"Itu bagi seorang Raja yang Malas..." jawab Raja.


"Jadi Raja ini tidak malas ya...?" kata Siyue menggoda .


" Aah maaf ...aku lupa. Tapi Tian'ge... Kalau di depan umum jangan Ya...? semua ini demi kebaikan Tian'ge.. karena Siyue sekarang masih menyamar,.. apa kata orang Jika Siyue memanggil Raja dengan ucapan Tian'ge...." ucap Siyue . Terlihat Raja menatap Siyue dengan lembut.


"Aku janji kalau Siyue sudah membongkar semua masalah Siyue. Dan Siyue sudah merubah penampilan Siyue, Siyue akan memanggil Tian'ge dengan nama kusus... " ucap Siyue.


"Benarkah....?" kata Raja menggoda walaupun hatinya berbunga.


"Aku janji..." jawab Siyue. Sebenarnya hari ini Raja merasa sangat bahagia . Karena Siyue mau terlihat manja apalagi di saat Raja memeluk gadis ini , dia tidak memberontak seperti biasanya.


"Baiklah aku mengijnkannya, tapi itu saat di muka umum. Jika di depan kakek atau keluargamu dan sahabatmu, kau harus memanggilku Tian'ge..." ucap Raja dengan lembut.


"Iya aku janji..." jawab Siyue. Tiba-tiba Siyue merasakan kebahagiaan saat permintaannya di kabulkan.


"Hey....ada apa dengank. .kenapa perasaanku menjadi bahagia saat dia memberiku ijin. Ada apa denganku...kenapa aku jadi seperti ini...!" seru Siyue dalam hati .


"sekarang ada apa Tian'ge datang kemari...?" tanya Siyue .


"Ayo kita ke istana Kakek...kakek meminta kita datang kesana..." ucap Raja.


"Baik , ayo...." ajak Siyue. Akhirnya mereka keluar dari istana tempat para tamu tinggal. Saat Raja Chu Tian Ji dan Siyue serta ketiga pengawalnya keluar dari istana para tamu, di bawa sebuah pohon, seseorang menatap Siyue dengan wajah kaget. Dia bagai tak percaya. Hingga terlihat dia mengusap matanya berulang kali .


"tidak....ini tidak mungkin...Selir Chunly telah membayar mahal mereka. Dan yang aku tahu kekuatan mereka sangatlah tinggi...aku harus melaporkan ini pada Selir . ucap Orang itu yang ternyata seorang pelayan wanita. Pelayan itu segera pergi dengan cepat. Tapi tanpa dia sadari kalau Siyue dan Sang Raja telah mengetahui perbuatannya. dan ucapannya yang tanpa sadar sedikit keras. masih bisa terdengar oleh telinga tajam Siyue dan Raja .


"Mata-mata Sekira Chunly..." gumanam Siyue .


"Kau mengetahui juga Yue'er...." ucap Raja.


"Dia berbicara terlalu keras Tian'ge..." jawab Siyue.


"Ternyata oendengaranmu tajam juga Sayang. aku tak menyangka Kekuatan Jiwamu sangat kuat...." ucap Raja sambil membelai rambut Siyue . Siyue hanya tersenyum mendengar pujian Raja .


"Mai...setelah Pelayan itu melapor pada Selir Chunly, bereskan dia ..." ucap Raja dengan tegas .


"Baik Yang Mulia...." jawab Ye Mai . Dia segera pergi dari hadapan Raja. Sedangkan Raja dan Siyue melanjutkan perjalanan mereka . ketika sampai di Istana Kaisar Tua, mereka melihat Kasar sudah menunggu kedatangan mereka.


"Kenapa kalian baru datang...kau tahu, sekarang aku mudah sekali lapar..." ucapannya Kesal .


"Kenapa Kakek tidak makan lebih dahulu... Bukankah makanan sudah tersedia...!" kata Siyue.


"Aku tidak enak makan tanpa kalian..." ucapnya dengan wajah kesal.


"Baik..ayo kita segera makan..." ajak Siyue. . Dengan bantuan Siyue Kasar tua berjalan kearah meja makan. Tak lama terlihat mereka bertiga makan bersama.

__ADS_1


Saat mereka sedang menikmati makanan tiba-tiba selir Ma datang bersama Selir Luh . Kereka membawa makanan. Ye Xie segera menemui sang Raja.


"Maaf Yang Mulia ...Selir Ma dan selir Luh datang membawa makanan untuk kaisar...." kata Ye Xie. Mendengar siapa yang datang membawa makanan , Siyue dan Raja saling berpandangan. Tak lama Raja berkata. Suruh mereka masuk ..." perintah Raja Ch Tian Ji.


"Laksanakan yang Mulia..." jawab Ye Xie. Setelah itu Ye Xie keluar . dan tak berapa lama terlihat dua orang itu datang bersama Ye Xie . saat keduanya masuk , mereka melihat pria yang menjadi tamu sang Raja terlihat sedang Duduk makan bersam Raja dan Kaisar tua. Dan terlihat sekali kalau Raja sangat perhatian padanya .


"Kalian ingin menemui Kakek..." tanya Raja tanpa mempersilahkan mereka yang kini sedang berdiri di dekat mereka.


"Bebar yang Mulia...." jawab Mereka bersamaan .


"Untuk apa...?" tanya Raja lagi


"Memberikan makanan Ringan untuk Ayahanda yang Mulia..." jwab Selir Ma.


"Kalau begitu Silahkan duduk dulu dan taruh kue itu di meja..." ucap Raja memberi perintah .


Para pelayan mereka segera menaruh makanan yang mereka bawa.


"Kakek...bukankah lebih baik mereka kita ajak makan bersama..." kata Siyue tiba- tiba. Tentu saja Raja dan Kaisar tua kaget dengan permintaan Siyue. . Apalagi para selir yang berada di depan mereka. Raja menatap Siyue dengan tatapan tanya. Terlihat Siyue mengedipkan sebelah matanya tanpa setahu para selir . setelah itu Siyue berkata lagi Pada sang Kakek.


"Yang mulia... Bukankah mereka belum pernah makan bersama Yang Mulia, siapa tahu dengan kedatangan mereka, kebaikan akan datang..." ucap Siyue dengan kembut.


Akhirnya kakek menyetujui keinginan Siyue walaupun Kaisar dan Raja tidak tahu apa yang akan di lakukan Siyue pada mereka.


"Ayo kalian bisa duduk menemaniku makan pagi..." kata Kaisar Tua.


"Tapi Ayah..." terlibat wajah gembira di mata mereka. Namun mereka berpura-pura menolaknya.


"Jangan menolak lermintaanku, atau kalian akan Aku suruh pergi.." ancam Kasar tua.


"Baiklah Ayah..." jawab selir Ma. Mereka segera duduk di kursi yanh memang ada di dekat meja makan . Ketika melihat mereka mulai mengambil makanan, Siyue berkata.


"Boleh aku melihat makanan yang kalian bawa..." kata Siyue lembut. Terlihat tatapan ketidak sukaan mereka pada Siyue .


"Kau siapa...hingga ingin melihat makanan kami..." ucap Selir Ma dengan Sinis.


Mendengar ucapan Selir Ma, terlihat Raja marah. Untunglah Siyue buru- buru memegang tangannya .


"Aku bukan Siapa-siapa...aku hanya dokter yang menjaga kesehatan Kakek Kasian ...." jawab Siyue.


"Yue'er....aku mencium bau racun. itu di makanan yang dia bawa..." kata poison Ivy di fikiran Siyue.


" Bagus...! Ternyata pelayan Selir Chunly telah melapor. Dan Selir ingin kembali meracuni Kasar. " jawab Siyue dalam hati.


"Tapi kau tidak berhak memeriksa makana. dari kami , itu sama saja mengatakan kalau kau curiga pada kami..." ucapnya dengan kemarahan dan rasa jengkel dalam ucapannya .


"Setiap Dokter akan memeriksa makanan pasien yang akan mereka makan. Apalagi makanan yang kau bawa... "Jawab Siyue datar.


"Brengsek apa maksudmu...!" serunya marah.


"Siapa yang membuat makanan yang kau bawa....?" tanta Siyue Dingin.


" bodoh...tentu saja aku sendiri...!" serunya marah. Mendengar Siyue di katai bodoh Raja berdiri dengan marah. Namun Siyue segera mencegah Raja yang ingin melabrak Selir Ma.


'Benar Kau yang membuatnya....?" tanya Siyue kembali .


" Untuk apa aku berbohong..." ucap Selir Ma dingin.


"Baik...kalau begitu kita lihat dan kita buktikan kejujuran dan kebaikanmu. Ye Xie. Ye Gu...." seru Siyue memanggil pengawalnya.


"Hamba Tuan Muda..." ucap Ye Xie dan Ye Gu bersamaan sambil memberi hormat pada Siyue. Melihat Ye Xie , Ye Gu..memberi hormat Pada Siyue, Mereka kaget bukan main.


"Carikan aku seekor tikus dan bawa kemari tikus itu. ..." kata Siyue memberi perintah.


"Baik Tuanku..." jawab mereka bersamaan . mereka segera pergi dari ruangan itu. Sedangkan Selir Ma terlihat sangat marah. "Apa maksudmu dengan mencari bintang , . aoa kau fikir kami ingin meracuni Ayah mertua kami...?" ucapnya dengan marah.


"Diamlah...kau bisa melihatnya nanti...." jawab Siyue. Mereka melanjutkan makanannya. Sedangkan Siyue Sudah selesai makan.


"Kau tidak makan lagi Yue'er..?" tanya Raja.


"Tidak yang mulia hamba sudah kenyang..." jawab Siyue. Tak lama terlihat Ye Xie san Ye Gu dantang dengan membawa seekor tikus yang di taruh di dalam keranjang.


"Tuanku...ini tikus yang anda minta.


"Taruh tikus itu di bawa. Dan kau Selir Ma.. ambil sedikit makanan yang akan kau berikan pada Kakek kaisar..." ucap Siyue. Mendengar perintah Siyue, selir Ma sangat marah.


"Siapa kau ....berani sekali memerintah diriku...!" serunya marah.


Aku yang menyuruhmu...lakukan sekarang juga...!" perintah Raja . ucapan Raja membuat kedua selir itu kaget. seru Raja yang marah membuat kedua Selir kaget. Dam akhirnya Selir Ma terpaksa melakukan perintah Raja. Selir Ma segera mendekati ranjang tempat kue bulan yang berasal dari pemberian Selir Chunly yang telah dia akui sebagai miliknya. Bukankah tadi Selir Chunly berpesan kalau Kue itu harus dia akui sebagai miliknya. Bukan hanya sekali ini Selir Chbly memberikan KUE bukan pada Kaisar. Sudah berulang jali Selir Chunly memberikannya pada Kaisar. hanya saja dia selalu menyuruh Selir Ma yang harus mengakui kue itu sebagai miliknya. Dengan penuh keyakinan Selir Ma membuka keranjang kue bulan miliknya. Dan mengambil satu kue bukan , Lalu dengan perasaan Yakin Dia memberikan makanan itu pada Tikur yang ada di kandang kecil yang sekarang di taruh di atas meja ileh Raja. Terlihat tikus memakan kue itu dengan semangat . tikus malahab kue sampai habis.


"Lihat....Bukankah Tikus baik-baik saja...? Dan kau telah memfitnhku dengan tuduhan palsu. Sekarang aku akan menurutmu dengan hukuman mati..." ucap Selir Ma dengan nada Sinis dan Marah.


"Yang Mulia...kabuljan permintaan hamba..!" ucap Selir Ma dengan marah.


"Kalau kau menginginkan aku mati, aku juga akan. memintamu di hukum mati. Karena kaulah kaki tangan Selir Chunly. Kaulah yang sejak dulu memberikan kue itu pada Kakek...."kata Siyue dengan dingin.


" Ha ha ha...kau yang sudah terbukti bersalah, kenapa masih bertahan tak salah...." kata Selir Ma dengan tertawa sinis.


"Betulkah...kalau begitu kau bisa melihat isi keranjang yang telah kau beri kue pada tikus..." ucap Siyue. Dengan cepat semua orang menatap pada kandang tikus. Kini di dalam kandang terlibat tikus mati dengan mengeluarkan busa. .


Bersambung dulu ya...aky lanjut besok.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . keliatannya tulisan tang masih salah tolong maafkan author.


Bersambung.


__ADS_2