
"Tahu Kek...tapi Siyue harus pergi...." Ucapnya.
Siyue tak bisa membatangkan bagai mana reakdi Ayah jika sampai Ayah tahu kalau dia akan pergi kekerajaan Iblis. Siyue tak bisa membayangkan kepanikan sang Ayah.
Walaupun dengan perasaan cemas Sima Yuan akhirnya menginjinkan sang Putri pergi bersama Raja dan pengawalnya. Dia tahu kepergian sang Putri tidak tentu berapa lama... Namun dia masih sedikit lega karena dalam dua hari kedepan Siyue berada bersamanya .
Setelah selesai, Siyue dan Raja serta ketiga pengawalnya segera meninggalkan rumah keluarga Sima. Para saudara Siyue bisa melihat tiga binatang yang Ada di lever Siyue . Dan mereka yakin kalau ketiga hewan kecil itu adalah mahluk kontrak Siyue yang tekah di ceritakan oleh saudara mereka yang ikut ke istana Phoenix . namun mereka tak melihat gelang giok yang Ada di pergelangan tangan Kiri Siyue Adalah seekor naga yang berubah dirinya Menjadi gelang di tangan Siyue. Dan Kalung Giok di leher Siyue yang terlihat sangat bagus itu Adalah tumbuhan kontrak Siyue yang sangat berbahaya. Bandul giok itu memang terlihat indah tapi jangan coba- coba memegangnya.
Siyue dan Raja serta ke tiga pengawalnya telah sampai di Istana. Seperti biasa Siyue akan melihat kesehatan Kaisar Tua terlebih dahulu . Setelah itu, barukah dia berjalan ke arah ruang pertemuan di Istana. Raja langsung masuk kedalam istana setelah beroamitan oada Siyue , Karena Ada pertemuan dengan para mentrinya.
Sexabgkan Siyue sendiri segera pergi ke istana Kakek Kaisar dengan di temani Ye Xie , untuk melihat keadaan kesehatan beliau. Setelah melihat keadaan Kakek Kaisar dan memberi Vitamin yang memang sengaja Siyue buat dari sari Buah yang Ada di dalam Ruang Teratai. Siyue segera mengajak Ye Xie untuk menemui Raja di ruang pertemuan . Siyue Fikir mungkin pertemuan sudah selesai. Namun ketika Siyue sampai di depan balai pertemuan, Dia mendengar suara Raja yang sedang marah.
"Apa Kerja kalian Selama ini..kenapa mengatasi banjir yang selalu datang di desa Panglong kalian tidak mampuh...Apakah aku harus menggantikan tempat kalian dengan. Orang lain!" Terdengar suara Raja yang keras Karena marah .
'Desa panglong .bukankah Desa itu tidak terlalu jauh Dari kota kerajaan. Kalau tidak salah Desa itu Ada di sebelah barat kota Nandaka...batin Siyue .
"Ye Xie..." Ucap Siyue.
"Ya yang Mulia...apakah yang Mulia mau masuk...?" Jawab Ye Xie .
"Tidak...aku hanya ingin bertanya. Apakah Desa yang di maksud dengan yang Mulia itu Dewa Panglong yang berada di sebelah barat kota Nandaka...?" Tanya Siyue.
"Benar yang Mulia..." Kata Ye Xie . "Jadi sering terjadi banjir di desa itu...bukankah Desa itu dekat dengan perbukitan...?" tanya Siyue.
"Bebar yang Mulia...tapi desa itu memang sering mengalami banjir. Tahun ini katanya bajir lebih para dari tahun lalu. Dan aneh nya Di saat kemaru, Desa itu juga mengalami kekeringan yang Parah , Hingga banyak penduduk yang pindah dari Desa itu..." Ucap Ye Xie menjawab pertanyaan Siyue .
" Aku ingin melihat Desa itu . kita kesana Ye Xie..." Ucap Siyue.
"Tapi yang Mulia...bagaiaman kalau nanti Raja mencari yang Mulia...?" Kata Ye Xie cemas.
"Ck..Kau ini...biklah kita menghadap Raja terlebih dahulu..." Ucap Siyue. Mereka pun segera melangkah kearah pintu ruang pertemuan . Ketik sampai Di sana, kasim segera masuk kedalam ruangan untuk memberitahukan kedatangan Siyue pada Raja . melihat Kasim masuk kedalam ruangan, Raja terlihat tidak senang . tatapan Raja seperti ingin membunuhnya . melihat itu kasim merasakan bagai berjalan di atas bara api .
"Ada apa kau masuk kemari kasim... Kau tahu kami sedang apa " Ucap Raja dingin. mendengar suara Raja, Kasim bagai mau mati .
"Ma...maaf Yang Mulia... tuan eh Nona Siyue ingin menghadap...." Ucap Kasim gemetar .
"Apaaa..Nona..?kau panggil dia Nona..Kau tahu Siapa dia..?" Tanya Raja Marah.
"A...ampun yang Mulia hamba tidak tahu..." Ucap Kasim ketakutan.
"Akan Ku beritahu Siapa dia....Dia itu Ratu Phoenix ...Ratu Siyue , Ratu Kerajaan Phoenix...dan Kau berani sekali menyebut dia Nona dan membiarkan dia menunggu di luar..." Ucapnya dengan marah. Untunglah pada saat itu Siyue segera masuk kedalam ruangan."Maaf Yang Mulia hamba masuk... Dalam hal ini bukan salah Kasim yang Mulia , hambalah tadi yang meminta Dia masuk kedalam untuk menayakan pada anda..." Ucapnya lembut. Siyue tadi kaget ketika mendengar kembali teriakan Raja. dan dia juga mendengar suara ketakuran sang Kasim. Jika tidak segera masuk, takutnya Raja keburu memberi hukuman pada sang Kasim .Tentu saja suara itu membuat semua orang menatap kedatangan Siyue. Dan semua Orang yang Ada di dalam ruangan terpanah melihat wajah cantik Siyue. Melihat Semua mata menatap dan melihat kecantikan Siyue, sifat posesif Raja tersulut. Dia segera melangkah mendekati Siyue.
'Yue'er...Kau sudah selesai memeriksa Kakek...?" Ucap Raja dengan lembut. Wajah yang tadi garang kini terlihat lembut bagai sutra . semua orang menatap dengan wajah tercengang pada Raja dan Siyue, Kini mereka Malah salah focus pada Sang Raja .
"apa benar ini Raja yang sinis, dingin dan tegas itu...?batin mereka tak percaya .
"Sudah Yang Mulia...dan Siyue kemari ingin meminta ijin untuk pergi ke Desa Panglong . hamba ingin melihat separah apa bancana di sana. Mungkin kita bisa mencari solusinya untuk membuat tempat itu tidak lagi Menjadi langganan banjir..." Ucap Siyue lembut.
"Kau mau kesana...?" Tanya Raja tak percaya.
"Iya..kita tidak akan tahu separah apa derita rakyat di sana jika kita tidak mendatangi mereka. . Karena itu, Siyue akan pergi sendiri kesana..." Ucap Siyue.
"Baiklah kalau begitu kita akan pergi ...Ayo..." Ajak Raja.
"Lo.. Rapatnya gimana yang Mulia..bukankah anda sedang Rapat..." Ucap Siyue .
"Biar Pangeran Waisan yang meneruskan rapatnya. Ayo kita pergi..." Ucapnya sambil menggandeng tangan Siyue Tanpa perduli tatapan kaget para bawahannya.
Siyue akhirnya mengikuti Raja yang sudah menariknya keluar. Dan saat sudah di depan ruang pertemuan, terlihat ke tiga pengawal Raja sudah menunggu dengan membawa Kuda milik mereka dan Milik Siyue dan juga milik sang Raja. Tak lama terlihat lima kuda sudah keluar dari pintu gerbang Istana. Mereka memacu kuda mereka di jalan yang menuju perguruan Sekte Tapak dewa. Namun Siyue heran ketik di pertengahan jalan, jalan yang mereka tempuh bukan jalan menuju kota Nandaka.
"Honey... Kenapa jalan ini bukan menuju kota Nandaka.. bukankah Desa Panglong berada di sebelah kota Nandaka...?" Seru Siyue pada Raja yang berada di sebelah nya. Mendengar sang Kekasih manggil panggilan kesayangan hati Raja berbunga- bunga.
"Ini jalan Pintas menuju Desa itu...kita akan lebih cepat sampai di sana...!" Seru Raja sambil masih memacu kuda nya dengan cepat. Benar saja tak berapa lama mereka memacu kuda mereka, merekapun sampai juga di lokasi bekas terjadinya banjir. Banyak rumah dan ladang hancur. Melihat itu , terlihat wajah Sedih Siyue . dia berjakan kearah sungai yang terlihat masih agak meluap air nya.
"Sayang jangan terlalu dekat dengan sungai..." Ucap Raja yang mengikuti Siyue .
"Kalau Siyue tidak mendekat, mana Siyue tahu masalah yang menyebankan air meluap yang Mulia..." Ucap Siyue.
Mendengar ucapan Siyue terlihat Raja mengikuti sang Kekasih. Siyue mengarahkan langkah kaki kudanya ke Hulu sungai. Dan di sana dia bisa melihat sungai mengalir dari perbukitan yang memang tidak terlalu jauh dari Desa.
Setelah itu, Siyue melihat sekitarnya . cukup lama Siyue mempelajari tempat itu. Dia berjalan Dari tempat yang satu, ketempat yang lainnya. Dan dia melakukan itu dengan serius . sedangkan Raja menatap tingkah sang Kekasih dengan bangga. dan tak lama Dia berkata.
"Irigasi Desa ini tidak Ada Yang Mulia...?" tanya Siyue.
__ADS_1
"Apa itu irigasi.?" Tanya Raja. Akhirnya Siyue menjelaskan semuanya pada Raja.
"Lebih baik kita kembali ke Istana, dan kita akan mencari solusinya..." Kata Siyue. Merekaoun segera kembali kekerajaan setelah hampir tiga jam berada di tempat itu. Ketika mereka sampai di Istana. Siyue meminta kertas polos dangan alat untuk menulis.
"Yang Mulia ...boleh hamba meminjam meja kerja yang Mulia..?" Tanya Siyue.
"Tentu saja Sayang...pakai saja apa yang akan Kau butuhkan..."ucap Raja dengan penuh kadih sayang. Setelah barang yang di butuh kan Siyue di serahkan oleh Ye Gu. Siyue segera melangkah kearah meja kerja Raja . Dan dengan tenang dia mulai mencoret kertas yang Ada di depannya Raja hanya menatap Siyue dengan wajah yang begitu bangga. Cukup lama Siyue berada di depan kertas lebar itu. Namun Beberapa saat kemudian, Siyue berdiri dan berkata .
"Yang Mulia...boleh hamba bertemu dengan Pangeran Waisan...?" Tanya Siyue.
"Untik apa...aku tidak suka Kau dekat dengan Dia. Karena aku tahu dia sangat mengagumimu. Dan aku tahu dia suka Padamu..." ucapnya dengan nada kesal.
Mendengar ucapan Sang Kekasih terlihat Siyue Tertawa kecil.
"Yang Mulia cemburu..?" goda Siyue sambil mendekat dan dengan manja melingkarkan tangannya di leher sang Kekasih . Melihat tingkah manja Siyue yang tidak biasa , membuat Raja Chu Tian Ji kaget. Namun tak lama terdengar tawa gembira Sang Raja.
"Sayang...Kau mulai pandai menggodaku...?" Ucap Raja sambil memeluk tubuh ramping di depannya . Terlihat wajah Siyue memerah Karena malu, Dia sebenarnya tak ingin berbuat seperti itu . Tapi saat dia sadar kalau kedekatannya denga kaisar akan mengalami perubahan, Diapun rela menghilangkan sedikit rasa malu dan canggungnya. Namun senyum di wajah Siyue merekah.
"Kenapa yang Mulia cemburu pada adik sendiri... tapi Siyue Senang Karena itu tandanya yang Mulia Mencintai Siyue..." Ucap Siyue sambil tersenyum.
"Karena aku tahu adikku juga menyukaimu..." Jawab Raja.
"Kalau masalah itu jangan membuat yang Mulia takut seperti ini ..yang di hati Siyue hanya menyukai yang Mulia, Ada siapapun yang ingin mengambil hati Siyue. Tidak akan bisa mendapatkannya..." Ucap Siyue lenbut . Mendengar ucapan Siyue , Raja tertegun . jawaban Siyue membuat dia bahagia .
"Trimakasih sayang....aku sangat mencintaimu..." Ucapnya lembut . dengan cepat dia ******* bibir Indah di depannya. Kali ini Siyue membalas dengan lembut ciuman Dari sang Raja. merasakan balasan dari Siyue , Raja semakin bahagia.
"Sekarang Siyue boleh bertemu Pangeran Waisan kan...?" Tanya Siyue dengan lembut setelah ciuman mereka berakhir.
"Tetap tidak..." Ucapnya kekeh.
Mendengar itu Siyue hanya bisa sabar sambil tersenyum. Akhirnya Siyue berkata.
"Kalau begitu honey yang menjelaskan ini pada Pangeran Waisan agar dia tahu semua arti gambar Siyue..." Ucap Siyue lembut.
"Memang itu gambar apa..?" Tanya Raja.
"Solusi membuat Desa itu tidak mengalami kebanjiran di saat musim hujan dan tidak mengalami kekeringam di saat Muslim panas..." Jawab Siyue sambil melepas pelukannya.
"Yang Mulia kemarilah , akan aku jelaskan isi gambarkan ini pada Yang Mulia..." Ucap Siyue sambil melambaikan tangan nya pada Raja. dengan patuh Raja mendekat pada Siyue yang berada di depan meja. Tak lama terlihat Siyue sibuk menjelaskan pada Raja tentang gambar yang baru dia buat itu . dan Karena otak Raja juga orang dari orang yang cerdas, Maka dengan cepat Dia mengerti apa yang di jelaskan Suyue .
"Sayang...Kau sangat pintar, trimakasih... trimakasih telah membantuku Selama ini . idemu ini sangat aku setujui. Ini Ide yang sangat bagus..." Ucap Raja sambil memeluk Siyue kembali. dan berakhir dengan mencium Mesra kening Siyue.
'Kalau begitu tolong sekarang yang Mulia memanggil Waisan, Karena kita Hanya bisa mejelaskan ini padanya tanpa bisa melihat pekerjaan mereka..." Kata Siyue.
"Baik yang Mulia Ratuku...hamba akan melaksanakan tugas dari anda..." Ucapnya dengan bahagia. Mendengar ucapan sang Kekasih Siyue tersenyum. Raja melelepaskan pelukannya dan segera memanggil Ye Mai. Dia menyuruh Ye Mai untuk memanggil Pangeran Waisan segera . Dengan cepat Ye Mai meninggalkan ruang kerja Raja .
Tak berapa lama Ye Mai datang bersama Pangeran Waisan .
"Salam Kakak , Salam Ratu..." ucapnya memberi salam .
Siyue membalas sapaan Pangeran Waisan dengan senyuman manisnya . Melihat senyum manis wanita cantik di depannya, Pangeran Waisan hatinya bergetar .
"Hmm...." ucap Raja .
"Kakak memanggilku...? Ada apa...?" Ucap Pangeran Waisan kembali .
"Benar..sekarang duduklah, aku akan menjelaskan sesuatu Padamu tentang masalah Desa Panglong..."ucap Raja .
Dengan penuh tanda tanya Pangeran Waisan duduk di Kursi yang Ada di Ruang kerja sang Kakak.
"Sayang duduklah di Kursi , aku akan menjelaskan ini pada Pangeran Waisan..." Ucap Raja lembut sambil mengambil kertas milik Siyue. .
"Hmm..." Angguk Siyue. Raja pun segera melangkah mendekati pangeran Waisan sambil membawa lembaran kertas itu.
Tak lama terlihat Raja mulai menjelaskan apa yang di gambarkan Siyue seperti apa yang di ucapkan Siyue padanya tadi , setelah duduk di samping sang Adik . cukup lama Raja menjelaskan pada Sang Adik.
Sedangkan Siyue sendiri mencoba menyelesaikan laporan yang menumpuk di atas meja. Melihat Siyue yang Sibuk di meja sang Kakak, Pangeran Waisan heran. Apa yang di lakukan gadis Cantik itu di meja sang Kakak. namun dia tak bisa berfikir terlalu lama, Karena penjelasan dari sang Kakak harus benar -benar dia mengerti . Setelah mengerti semua yang di ucapan sang Kakak, Pangeran Waisan berkata pada Raja.
"Kak...kenapa Kakak baru sekarang mengatakan Ini..kenapa bukan bulan- bulan lalu sebelum bencana itu terjadi..." Ucap Pangeran Waisan.
"Karena Ide itu dari otak gadis yang Ada di meja kakak itu..." Jawab Raja dengan bangga.
"Maksud Kakak Putri Siyue...?" Tanya Pangeran Waisan dengan wajah kaget.
__ADS_1
"Benar...setelah kami kembali dari melihat Daerah Bencana tadi , Dia segera membuat menggambar ini...." Ucap Raja bangga. Terlihat ke kagum di wajah Pangeran Waisan.
"Kak...apa yang tidak bisa kakak Ipar lakukan...?kenapa setiap masalah dia mampuh menyelesaikannya....? Ucap Pangeran Waisan dengan. Nada iri.
"Sepertinya tidak Ada...." Jawab Raja dengan bangga .
"Kak...apakah Ada orang yang secantik dan secerdas dia walaupun dia bukan Seorang Ratu..." Ucap Pangeran Waisan sambil menatap sang Kakak dan sesekali menatap sang calon Kakak Iparnya .
Puk...
Sebuah pukulan pelan mendarat di kepala Pangeran Waisan.
"Tentu saja tidak Ada... Kau tahu sendiri Putri-putri manja anak para pembesar Kerajaan itu...Mereka terlalu manaja sok pintar dan selaku ingin di hormati . Apa lagi memiliki watak seperti Kakak iparmu itu..." Ucap Raja kesal. Apalagi sejak tadi sang adik menatap sang Kekasih dengan tatapan kagum .
"Kenapa keberuntungan Ada Padamu kak.. Kenapa bukan aku yang menemukan Kakak Ipar lebih dahulu..." Ucap Pangeran Waisan dengan Nada iri.
"San'er...jaga ucapan dan matamu, apakah aku harus memukulmu..." Ucap Raja pada sang adik dengan kesal. Kalau bukan adik sendiri pasti sudah sejak tadi Raja menghukumnya . Mendengar ucapan sang Kakak Waisan hanya tersenyum kecut. Dia tahu sang Kakak sedang cemburu dan sangat posesif pada gadis cantik itu. Walaupun Dia iri pada keberuntungan sang Kakak. Namun mana mungkin dia akan merusak hubungan mereka . Apa Dia sudah gila...Pangeran Waisan sangat menghormari dan nenyayangi Raja .
" Dasar saja Kakak Yang suka minum cuka..." Ucap Pangeran Waisan dalam hati .
"Ya sudah aku pergi dulu. Aku akan segera mengadakan pertemuan dengan mentri yang terkait dengan masalah ini, kalian lanjutkan saja menyelesaikan pekerjaan kalian..."ucap Pangeran Waisan sambil berdiri.
"Tunggu dulu San'er...Ada satu Berita yang akan aku sampaikan Padamu..." Ucap Raja.
"Berita...? Berita apa kak...?" tanya Pangeran Waisan dengan wajah penuh tanya.
"Kami besok Lusa akan pergi dari Kerajaan ini..." Ucap Raja membuat sang adik terkejut.
"Pergi...? Pergi kemana Kak...?" Tanya Pangeran Waisan dengan wajah tanya.
"Pergi mencari Ayah dan Ibunda...Kami akan mulai mencari Ayah dan Ibu.... Sudah lama Ayah pergi dari istana ini..." Kata Raja dengan menatap sang Adik lembut.
"Pergi mencari Ayah dan Ibu...? bukankah mereka memberi waktu pada Kakak...?" Kata Waisan sambil menatap Raja dan Siyue bergantian.
"Kalau menunggu mereka memberi kabar, lalu bagai mana keadan Ayah dan Bunda... kita belum tahu Kapan mereka memberi kabar.." Kata Raja lagi.
"Kalau begitu Aku ikut Kak..." Ucapnya dengan cepat.
"Tidak San'er...Kau tidak bisa ikut...?" Kata Raja dengan datar .
"Tidak Kak...aku ingin ikut,..." Ucapnya ngeyel.
"Kalau Pangeran ikut kami, lalu bagaimana dengan kerajaan , Bagaiaman kalau kalian semua pergi dan mereka mencari kesemparan keadaan istana yang kosong untuk merebut kembali kerajaan ini.." Kata Siyue dengan suara lembut nya. Dia berjalan mendekati kedua kakak beradik itu.
Mendengar suara lembut Siyue , Tak bisa di pungkiri oleh Pangeran Waisan kalau hatinya bergetar mendengar suara lembut dari gadis cantik yang berjalan mendekati mereka. Dan berdiri dengan anggun di sebelah sang Kakak .
"Benar Kata Kakak Ipar...tapi sebenarnya aku ingin juga berpetualang menyelamatkan Ayah dan Bunda dengan kalian..." Ucap Pangeran Waisan.
"Kau itu ingin berpetualang dengan kami untuk mencari Ayah, atau hanya ingin berpetualang dengan kami Karena Ada kakak Iparmu...?" Ucap Raja dengan kesal .
"Ck...dasar penuh dengan cuka..."gumam sang Adik.
Melihat tingkah mereka berdua, Siyue tersenyum.
" Yang Mulia .. Sudahlah....Kau jangan menggoda adikmu lagi. Pangeran... Pergilah , Kau tinggal memanggil mereka untuk berdiskusi, dan merencanakan pekerjaan dengan baik dan sempurnah ....dan soal Kau ingin berpetualang dengan kami...tunggulah sampai Ayah dan Ibu telah kembali . jadi kerajaan ada yang menjaga. Kalau sekarang biarkan kami yang akan mencari Ayah dan Ibu..."Ucap Siyue lembut . Mendengar ucapan Siyue, akhirnya Pangeran Waisan tersenyum dan berkata.
"Baiklah aku tidak ikut. Aku akan menjaga kerajaan ini...lalu Kapan kalian akan berangkat...!" Tanya Pangeran Waisan lagi.
"Besok Lusa San'er... Kami akan pergi . kami akan berangkat setelah berpamitan pada guru di Sekte..." Ucap Raja.
"Kalau begitu besok kalian masih akan datang ke istana kan...?" Tanya Pangeran Lagi .
"Masih...kami masih datang kemari , sore kami akan pamit Padamu dan pada Kakek.. dan Kau harus jaga Kakek dengan baik..." Ucap Raja.
"Pasti kak...dia juga Kakekku..." Ucap Pangeran Waisan dengan wajah cemberut.
"Ya sudah aku pergi. Silahkan kalian lanjutan pekerjaan kalian..siang kakak, siang kakak Ipar..." Ucap Pangeran Waisan dan segera keluar dari Ruang kerja Raja . Setelah kepergian Pangeran Waisan Raja dan Siyue melanjutkan pekerjaan mereka.
Cukup dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Dan jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
Bersambung .
__ADS_1