
"Tapi sejak dulu Raja selalu menolak aku guru...? Sebebarnya apa sich ke kuranganku Hingga Raja tidak mau kepadaku , jangankan mengajak bicara denganku, menatapku saja dia tidak mau..?' ucap Lin Yun marah dan kesal .
"Biarkan saja..kau jangan cemas, jodohmu menikah dengannya,...itu sudah ketentuan dari Dewa. Tunggu saja saat pelantikanmu menjadi Ratu kerajaan Phoenix nanti , Saat itulah Kau akan melihat , kalau Dialah yang akan mengejarmu..." Ucap sang guru bangga .
Mendengar ucapan gurunya, terlihat Lin Yun mulai tenang dan bahagia . Rasanya tak sabar menunggu saat- saat itu tiba . betapa bahagianya menjadi wanita yang akan menjadi istri seorang Raja yang berwajah tampan tiada tandingan itu. Dia menatap Siyue dengan penuh kebencian dan merendah kan .
Acarapun segera si mulai. Siyue menatap kearah para murid baru yang sedang bersiap-siap . Terlihat para sahabat dan sang Kakak sedang berbaris bersama para peserta ujian. Ujian Kali ini Adalah uji kekuatan , mereka satu persatu akan di uji melawan guru Munsa dan guru Sang . Terlihat satu persatu para murid mulai di uji . Begitu juga dengan Delapan sahabat dan saudara Siyue. Mereka mulai di uji juga. Saat keempat sahabat Siyue maju, Guru Yang Si bertanya pada Siyue .
" Yue'er...Bukankah mereka empat sahabatmu..?" Tanya guru Yang Si.
"Benar guru...mereka empat sahabat hamba. Dan empat di belakang mereka Adalah empat Saudara hamba... Yang membuat hamba bisa sampai datang ke Alam Tengah.. ?" Jawab Siyue.
"Apakah mereka yang memhuat Kau menolak permintaanku menjadikan Kau muridku...?" Tanya guru Yang Si.
"Benar guru...sebab hamba harus menolong mereka. saat. hamba harus sampai di kota dingin tempat Kakek dan para saudara hamba menjadi jaminan agar hamba sampai para waktu yang sudah di Tentu kan . Karena itulah hamba menolak keinginan guru" Jawab Siyue kembali.
'Ooo ternyata sepeti itu..." ucap guri Yang Si . Mereka kembali melihat uji kekuatan.
Dan ternyata Semua sahabat dan saudara Siyue bisa lolos dalam ujian murid baru . hanya Si Yuan Ru yang hampir gagal mengikuti ujian itu. Mungkin Karena kekuatan dia yang sempat hilang berpuluh tahunyang laku, Hingga dia harus nengejar ketinggalan itu dengan Karas. untunglah dia masih bisa .
"Ternyata mereka memang pantas menjadi saudara dan sahabatmu Yue'er...ucap guru Yang Si.
"Trimakasih guru....mereka memang orang-orang terdekat Siyue. ..." ucap Diyue. Dan tanoa srngaja percakapan mereka di dengar guru Wang yang Ada di sebelah guru Yang Si.
"Kak...Kau mengenal anak- anak pintar itu...?" Tanya guru Wang Pada guru Yang Si.
"Apakah Kau masih ingat perkataanku dulu , kalau Siyue memiliki sahabat ...." Tanya guru Yang Si sambil menoleh ke arah guru Wang.
"Iya aku ingat..Lalu apa hubungannya dengan mereka..?.tunggu ...jangan Kau katakan kalau mereka sahabat Siyue...?" Kata guru Wang dengan. nada kaget dan tak percaya .
"Kenyataan nya mereka memang sahabat dan saudara Siyue..." Ucap Guru Yang Si membuat guru Wang kaget .
"Jadi benar kalau ke empat Pria itu sahabatnya Siyue kak. ..?" Tanya guru Wang lagi.
"Bukan itu....yang empat pria itu saudaranya Siyue, sedangkan tiga Pria dan Satu wanita di depan mereka itu, merekalah sahabat Siyue yang dulu pernah bertemu denganku..." Kata Guru Yang Si menjelaskan.
"Ya ampuuun...Mereka tak Kalah dengan para murid kita kak...mereka kuat dan lincah. Pantas, pantas kalau mereka itu sahabat dan saudara Siyue ...''ucap guru Wang.
"Wanita dan Pria berbaju kuning yang berada di antara sahabat Siyue juga mempelajari tentang pengobatan, mereka berdua Belajar pengobatan dengan tekun guru. dan mereka hampir seperti Siyue . hanya saja mereka tidak bisa menggunakan pengobatan Akupuntur. Guru tahu sendiri kesulitan mempelajari pengobatan tehnik akupuntur kan...!' Ucap Siyue merekomendasikan dua sahabatnya yang sudah Belajar padanya.
"Maksudmu mereka berdua Belajar pengobatan Padamu...?" tanya guru Wang.
"Kami Belajar bersama saat kami dalam perjalanan dari alam bawah menuju Alam tengah guru. ...." Jawab Siyue merendah.
Mana mungkin dia berani mengatakan kalau di jaman modern dia merupakan mahasiswa kedokteran yang Jenius. Mendengar ucapan Siyue guru Wang sadar akan kepandaian Siyue. Dan dia tahu gadis ini menutupi kemampuannya.
"Kalau begitu biarkan mereka menjadi muridku kak....aku penasaran dengan kampuannya..." Ucap guru Wang. kalau kepintaran mereka bisa di andalkan maka dia akan menarik Siyue sebagai pengajar .
"Lalu kenapa mereka dulu tidak mengikuti ujian pemgambilan murid saat di kota Suci...?" Tanya guru They San.
"Karena mereka tidak ingin di pisahkan dengan Siyue guru...mereka mau masuk ke dalam sekte yang Siyue tempati...." Ucap Siyue sambil tersenyum menatap para sahabatnya yang terlihat bahagia menatap padanya. Mereka bahagia Karena satu Sekte kembali dengan Siyue.
"Ternyata persahabatan kalian sangat kuat, Semoga kalian tetap kuat dalam menjalani kehidupan ini..." Ucap Guru Wang.
"Semoga saja guru..." Jawab Siyue .
Dan saat pertengahan ujian, Guru San We datang bersama guru Yun Jin. Dia langsung duduk di dekat guru Yang Si yang memang sudah di sediakan .
"Maaf aku terlambat .." ucapnya pada guru Yang Si .
"Kau ini...lihat ujian hampir selesai...." Ucap guru Yang Si pada sang sahabat . Namun guru San We hanya tersenyum lalu memandang Siyue dan Raja .
"Aku dengar kalian pulang dari perbatasan....?" tanya guru San We.
"Benar guru..kami baru kembali dua hari yang Lalu, Murid harus ke Istana dulu Karena Kakek Kaisar sakit..." Ucap Raja dengan wajah tenang .
"Sakit..!" Seru para guru bersamaan.
"Benar guru...untunglah beliau telah pulih kembali, Karena kepandaian Dokter Siyue . Kakek Sudah sehat kembali..." Jawab Raja .
"Memangnya Kaisar sakit Apa...?Kok kami tidak mendengar kabarnya.." Tanya Guru Yang Si heran. Sebab tidak Ada kabar sama sekali kalau Kaisar Tua sakit.
"Kami memang meutup Berita itu keluar dari Istana. Sebab membahayakan keselamatan Kaisar . Dan mempermudah kami menangkap orang yang bersalah atas penyakit kakek Kaisar....untunglah semua telah berakhir guru. Kakek telah sehat kembali berkata Siyue...." Ucap Raja bangga.
"Aah...syukurlah...Kami bersyukur Kaisar Tua telah pulih kembali." Ucap kedua guru bersamaan. Mereka kembali menatap kearah arena ujian. Hingga akhirnya ketika hari mulai Sore. Ujian dan pelantikan murid baru telah berakhir .
Para tamu kehormatan akhirnya pergi meninggalkan podium . Terutama Raja dan keempat guru yang turun dari podium bersama Siyue , guru Yun Jin dan ke tiga pengawal Raja. Siyue dan guru Yun Jin berjalan tepat di belakang Raja .
"Guru...apakah Siyue bisa berbicara sebentar dengan guru..." Kata Siyue pada Yun Jin yang Ada di sebelah nya. Raja yang berjalan bersama Guru Yang Di dan Guru San We. Berhenti saat mendengar ucapan Siyue. Dia menatap Siyue yang Sedang Berbicara dengan Yun Jin . terlihat wajahnya cemberut dan kesal . Tiba-tiba dia menggenggam tangan Siyue posesif. Melihat tingkah Raja , Yun Jin tersenyum. sedangkan Siyue sudah mulai terbiasa dengan tingkah posesif Raja .
"Ada apa Yue'er...?" Tanya guru Yun Jin. Siyue mendekat dan berkata pelan .
__ADS_1
"Ayah ingin bertemu guru...!" Ucap Siyue membuat sang guru kaget.
"Apaa....!" Tanpa sadar Yun Jin berteriak Hingga guru Yang Si dan Guru San We menatap pada mereka.
"Sstt ...guru... Pelan kan suara guru..." Ucap Siyue.
"Aah.. maaf..habis Kau membuat guru kaget Yue'er... Apa benar yang Kau katakan tadi.." Tanya guru Yun Jin yang terlihat Matanya mulai berair. Siyue menganggukkan kepakanya .
"Ada apa Yun Jin..." Tanya guru San We . yang masih kaget mendengar teiakan guru Yun Jin.
"Tidak guru...tidak Ada apa-apa..." Ucap Guru Yun Jin sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal .
"Aah Kau ini... jangan mengagetkan orang...." Ucap Guru San We sambil kembali melangkah bersama para guru yang sempat berhemti Karena Teriakan guru Yun Jin tadi .
"Apakah Ayahmu sudah sembuh ....?" tanya Guru Yun Jin seperti tak percaya.
"Guru bisa melihatnya sendiri..." jawab Siyue .
"Lalu bagaiaman guru bisa bertemu Ayahmu...?" Ucap guru Yun Jin lagi.
"Guru bisa pergi bersama Siyue ..." Jawab Siyue.
"Yue'er..."tiba - tiba terdengar protes di Raja bucin.
"Aah maaf guru ..kita kesana bersama Siyue dan Raja.." Ucap Siyue meralat.
"Baik...Kapan...bisa kita kesama sekarang...?" Tanya guru Yun Jin
"Baiklah guru... Kalau begitu kita pergi ke ruangan raja lebih dulu..." Jawab Siyue.
"Lo untuk apa...?" tanya Yun Jin lagi.
"Dari sana kita Baru bisa menuju tempat Ayah..." kata Siyue lagi .
"Kalau Begitu Guru akan berpamitan dulu pada Guru San We lebih dahulu..." Ucap Guru Yun Jin gembira. Namun percapan mereka terhenti Saar mereka mendengar suara yang menyapa Raja. .
"Yang Mulia Raja Chu Tian Ji..?" Terdengar suara wanita menyapa Raja Dari arah belakang mereka.
Secara bersamaan mereka menoleh kebelakang . terlihat ketua Sekte darah Suci sedang berjalan mendekati mereka. '
Salam sejahtera yang Mulia...." Sapa mereka bersamaan.
" Salam juga guru Sakura..."ucap Raja datar.
"Maaf...jika kalian ingin berbicara, berbicara saja di sini, sebab aku masih Ada sesuatu yang harus aku kerjakan..." Ucap Raja dengan tenang.
"Tapi yang Mulia...ini sangat penting ..." ucap guru sakura dengan wajah terlihat tidak Senang.
"Tidak apa- apa...katakan saja... mereka pengawal pribadiku, dan dia guruku.." ucap Raja sambil menubjuk Yun Jin . Terlihat tatapan kesal di wajah ketua sakura.
"Baiklah kalau Yang Mulia menginginkan hamba mengatakannya di sini, hamba akan lakukan.. . begini yang Mulia...bagaiaman tentang perjodohan Yang Mulia dengan murid hamba Lin Yun...bukankah perjodohan itu sudah di bicarakan berapa tahun lalu, dan Yang Mulia belum menjawab dengan benar..." Ucap guru Sakura dengan percaya diri.
"Aah..ternyata Kau mengatakan soal itu lagi.... bukankah saat itu aku sudah menjawab perkataan kalian, apakah itu belum cukup....?" Ucap Raja dengan wajah kesal. "
Tapi yang Mulia menolak perjodohan itu , sedang kan perjodohan kalian sudah takdir dari Dewa..." Ucap guru Sekte Darah Suci lagi.
"Aku tidak perduli itu... Aku tidak Mencintai Nona Lin Yun dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah milih Dia untuk menjadi istriku..." Ucap Raja dengan tegas.
"Tapi yang Mulai.... Dia Adalah calon anda yang di pilih Dewa. Dia merupakan Gadis darah phoenix , bukankah anda tahu anda harus berjodoh dengan Lin Yun, Kalian sudah di takdirkan menjadi pasangan yang sangat cocok untuk anda...." Ucap guru Sakura.
"Cocok atau tidak cocok akulah yang menentukan...." Ucap Raja dingin .
"Yang Mulia...bukankah anda tahu kalau hamba sangat Mencintai anda... Saya berjaji kalau hamba menjadi Ratu kerajaan ini, hamba akan membiarkan yang Mulia memiliki Beberapa Selir..." Ucap Lin Yun sambil meneteskan air mata.
"Tapi aku tidak mencintaimu, aku sudah memiliki calon Ratu kerajaan ini. Dan juga aku tidak menginginkan banyak istri ...bagi diriku , Satu sudah cukup..." Ucap Raja datar.
"Maaf kami harus pergi...selamat sore..." Ucap Raja dingin. Dia berjalan meninggalkan guru Sakura dan Lin Yun yang semakin menangis
Namun Raja tak memperdulikan semua itu. Sedangkan Guru Sakura segera membawa Lin Yun pergi Dari tempat itu . Sebenarnya dia Merasa menyesal dan malu mengatakan pertanyaan tadi. Sebab jawaban itu sudah pernah dia dengar empat tahun yang lalu saat Raja selesai merebut kembali kerajaan ini dari sang adik. Pada saat itu, Dia dengan berani berkata pada Raja di depan Kaisar Tua untuk menjodohkan Lin Yun yang berdarah Phoenix dengan Raja. Karena Dia tahu kalau si Darah Phoenix merupakan jodoh Raja. Tapi dengan tegas Raja menolak perjodohan itu. Dan Kaisar menyerahkan sepenuhnya keputusan itu pada Raja. . Namun Dia tidak ingin mempercayai keputusan itu. Dia fikir mungkin saat itu Raja masih marah para Pangeran kedua Hingga menolak perjodohan yang sudah di tentukan oleh Dewa itu. Namun. Hari ini saat melihat tatapan sang murid yang terlihat sedih . dengan keyakinan kalau Raja akan menerima usulannya.. Dia kembali bertanya. Namun hasil nya ternyata sama, Raja menolak LinYun si darah Phoenix.
Dengan perasaan marah dan kesal, mereka segera kembali ke Sekte tanpa berpamitan pada Guru besar Yang Si.
Sedang kan di tempat Raja dam Siyue, terlihat mereka berjalan bersama guru Yun Jin dan ketiga pengawal Raja menuju rumah kediaman Guru besar Yang Si. Ketik sampai di sana, mereka melihat kedua guru besar itu sedang berbicana dengan serius. Dan saat mereka masuk, terlihat ke duanya berhenti bicara dan menatap mereka bertiga.
"Kalian datang kemarin ...ada APA...?" Tanya guru Yang Si.
"Maaf mengganggu Guru....Yun Jin hanya ingin meminta ijin pada Guru San We kalau Yun Jin akan pergi bersama Siyue dan Raja..." Ucap guru Yun Jin .
"Memangnya kalian mau kemana...?" tanya guru San We sambil melihat ketiganya.
"Menemuimu seseorang guru..." Jawab guru Yin Jin.
__ADS_1
"Ya Sudah Pergilah..." Ucap guru San We. Merekapun segera berpamitam pada kedua guru besar itu. Setelah itu mereka srgera pergi ketempat kamar inap sang Raja. Ketik sampai di sana, ketiganya masuk kamar Raja Chu Tian Ji. Sesampainya di dalam, terlihat guru Yun Jin memeriksa kamar Raja.
"Yue'er memangnya dimana Ayahmu berada...?" Ucapnya bertanya dengan wajah bingung.
"Sebentar dulu Guru...sekarang pejamkan mata Guru..." Ucap Siyue.
"Memejamkan mata...?" Tanya Yun Jin heran.
"Turuti saja ucapan Yue'er guru..." Ucap Raja .
Dengan Penuh tanda tanya Yun Jin menutup Matanya. Akhirnya Siyue membawa kedua Pria itu masuk ke dalam ruang Teratai. Yun Jin tetap meutup Matanya Hingga Siyue berkata.
"Sekarang guru bisa membuka mata guru..." Ucap Siyue .
perlahan Yun Jin membuka Matanya . dan saat Matanya telah terbuka betapa terkejutnya Dia, kini di depannya berdiri sebuah istana yang sangat indah dengan tanaman bunga mengelilingi istana itu . dan di kejauhan terlihat gunung tinggi menjulang sunggu sebuah pemandangan yang indah yang tak pernah dia temui.
"Yue'er...di mana ini...?" Ucapnya dengan wajah kagum .
" Di ruang Teratai Siyue Guru..." Ucap Siyue tenang.
"Apaa..Ruang Teratai...? Maksudnya Kau memiliki ruang Dimensi...?" Tanya Yun Jin dengan wajah kaget.
"Seperti itulah guru..." Jawab Siyue.
Dan terlihat Beberapa Pria mendekati Siyue.
"Yue'er...Kau datang.. Bukankah ini Guru Yun Jin...?" Tanya Feng Qui.
"Iya...belia guru Yun Jin..." Jawab Siyue.
"Selamat pagi guru..." Ucap mereka bersamaan . bertepatan saat itu di ruang Teratai hari menjelang pagi.
"Pagi...Siapa mereka Yue'er...?" Tanya guru Yun Jin Heran. Sebab Dia belum pernah bertemu dengan mereka. Tapi mengapa mereka telah tahu Siapa dia.
"Mereka hewan kontrak dan hewan Penjaga Siyue. .."Satu persatu Siyue memperkenalkan Tiger, Feng Qui, Xiao Tu , Liong Bai serta Tongsa . dan menjelaskan Siapa mereka sebenarnya . mendengar Siapa mereka, hewan apa mereka, Yun Jin hampir pingsan tak Ada satupun dari mereka merupakan hewan Roh biasa. Yun Jin terdiam lama sambil menatap mereka satu persatu. apalagi saat melihat Liong Bay yang merupakan naga Salju yang di Cari orang . ternyata naga ini hewan penjaga Siyue.
" mereka semua hewan kontrakmu...?" Tanya Yun Jin tak percaya.
"Benar guru..." Jawab Siyue dengan tenang .
"Yue'er...kenapa Kau tidak memperkenalkan kami juga...?" tedengar suara menyapa. Membuat mereka menatap asal suara. Terlihat dua Pria tampan datang mendekati mereka . satu Pria remaja tampan berbaju putih. Dan satu Pria Dewasa juga berwajah tampan berbaju serba hijau. ya..mereka Adalah Ivy dan Xiao Hua..
"Dari mana kalian...?" Tanya Siyue saat melihat kedatangan mereka .
"Melihat bayi lotus milik Xiao Hua..." Jawab Ivy dengan manja. Melihat kedatangan Ivy , Raja segera memeluk pinggang Siyue . Namun mereka memang dua Pria manja yang selalu berebut Siyue. Walaupun Raja telah memeluk Oungfang Siyue, Ivy dengan tidak mau Kalah , Ivy menarik tangan Siyue dan memeluk nya. Terlihat Raja kesal denfan tinfkah Ivy, tapi dia rak bisa berbuat aapa -apa karena semakin Raja melarang, semakin Ivy menggoda . Siyue hanya bisa menghela nafas kesal menghadapi mereka berdua.
"Kenalkan mereka Guru...tapi jangan di pegang Pria hijau ini guru.... Dia poison Ivy tanaman kontrak Siyue..." Kata Siyue memperkenalkan Ivy.
"A..apaa...Poison Ivy....?" Ucap Guru Yun Jin dengan wajah Pucat.
"He he he...jangan takut Guru...asalkan guru tidak memegang dia. Tidak akan Ada masalah..." Kata Siyue sambil terkekeh melihat wajah takut Guru Yun Jin.
Dan yang lebih Muda ini , Namanya Xiao Hua tanaman Lotus pengawal Siyue ..." Lanjut Siyue.
Yun Jin hanya bisa menatap semua mahluk kobtrak Siyue yang berubah menjadi manusia dengan wajah kagum dan tak percaya. Baru Kali ini dia melihat Seorang manusia yang memiliki mahluk kontrak lebih dari satu . dan semuanya mahluk ilahi,
"Yue'er...Kau sangat mengejutkan Guru .." Ucap Yun Jin dengan tatapan kagum.
"Apakah Twins naga dan Baizi masih berkultivasi....?" Tanya Siyue.
"Masih Yue'er..." Jawab Tiger.
"Ya sudah , ayo guru masuk kedalam istana..." Ucap Siyue.
"Istana Siapa ini Yue'er...?" tanya Yun Jin.
"Istana Siyue guru..." Jawab Siyue .
"istana Siyue...? Sejak kapan Kau memiliki ruang ini Yue'er...?" tanya Yun Jin lagi.
"Sebenarnya sejak berada di Alam bawah, maafkan Siyue tidak memberi tahu guru.." Ucap Siyue .
"Jadi sejak di Alam bawah Kau sudah memiliki ruang Teratai ini...?" Tanya Yun Jin .
Siyue Hanya bisa menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Yun Jin .
"Dasar Anak nakal..." Ucap Yun Jin sambik mengacak rambut Siyue dengan gemas. Mereka melangkah masuk kedalam istana milik Siyue .
Udahan dulu Ya....aku lanjut besok. Jangan marah....sabar 👌😂
Jangan lupa like, vote dan komennya Author tunggu.
__ADS_1
Bersambung .