DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PENGIBATAN KAKEK .


__ADS_3

"Maaf aku terlalu bahagia, Kek..istirahatlah.. jika Kau tidak mengikuti perintahnya, Doktermu akan marah, Dan aku tidak berani membelamu...." Ucap Raja Chu Tian Ji lembut sambil tersenyum menggoda.


Kakek Kaisar Tua yang melihat tingkah cucunya yang beda tersenyum Senang . Dia tak pernah melihat Chu Tian Ji bersikap seperti itu pada siapapun selain dia.


"Ternyata gadis polos ini telah meluluh kan hatinya... Trimakasih Nak....aku percaya Kau orang baik, orang yang cocok untuk anak Bengal itu ... Batin Kakek Kaisar .


Akhirnya dengan masih tersenyum Kakek Kaisar tertidur diatas pembaringannya. Siyue membetulkan legi selumut di tubuh Kakek Kaisar. Sedangkan kedua guru besar menatap Siyue dengan tatapan kagum .


"Siyue...sejak Kapan Kau memiliki kekuatan akupuntur jari emas nak...?" Tanya Guru Yang Si.


"Sudah Lama guru. Semasi di Alam bawah Siyue sudah memiliki kekuatan itu..." Jawab Siyue. Kedua guru semakin kagum dan bangga pada Siyue


"Guru...boleh aku berbicara dengan Siyue..?" Ucap sang Raja.


"Baik yang Mulia , kami akan keluar dulu..." Jawab Guru Yang Si . mereka berdua segera keluar ruangan. Setelah kedua guru pergi Raja yang memang berada di belakang Siyue langsung memeluk Siyue dari belakang.


" Yue'er... Apa yang harus aku ucapkan Padamu, dua Kali sudah Kau telah menyelamatkan hidupku. ," ucapnya sambil mendekap erat tubuh Siyue.


"Tunggu yang Mulia...dua Kali...?Kapan itu.. Setahuku cuma sekali , yaitu saat yang Mulia Ada di Dasar jurang hutan Roh.. Kok sekarang Yang Mulia bilang dua Kali...?" Kata Siyue.


Dia berusaha melepas pelukan Raja Chu Tian Ji. namun pelukannya itu Bukannya lepas, Malah Raja memutar tubuh Siyue hingga menghadap pada dirinya


"Lalu yang Kau lakukan sekarang apa..?" Kata Raja Tian Ji . Kini Siyue bisa menatap wajah tampan itu dengan jelas . Siyue yang memang tinggi nya lebih tinggi Raja Tian , Maka jika sekarang Siyue akan menatap wajah sang Raja, maka dia harus mendongakkan kepalanya.


"Tunggu yang Mulia , boleh lepas kan dulu pelukannya. .?" Tanya Siyue agak risih atau malu , Karena muka mereka hampir bersentuhan. Jika saja Siyue mendongak pasti mereka benar-benar berciuman. Karena itu dia berkata sambil berusaha menunduk.


"Tidak.. Aku suka seperti ini ..." Ucap Raja Tian Ji dengan tenang. Terlihat wajah Siyue cemberut.


"Yang Mulia...kali ini bukankah hamba menolong Kakek Kaisar bukan yang Mulia , jadi itu Bukan di anggap kepentingan yang Mulia.." Kata Siyue.


"Tidak bisa...Kakek Adalah hidupku, jadi Kau menolong Nyawa Kakek, maka Kau telah menolong kembali diriku..." ucap Raja Tian Ji sambil memeluk gadis di depannya. Tentu saja Siyue serba salah.


"Lalu maunya yang Mulia...?" Tanya Siyue sambil menahan Dada Pria tampan di depannya agar tidak semakin dekat lengannya.


"Aku akan menyerahkan seluruh hidupku Padamu..." Ucapnya dengan lembut .


"Tunggu yang Mulia...mana bisa seperti itu...Yang Mulia Adalah penguasa Kerajaan Darga yang agung. Anda Adalah pelindung dan pemilik kerajaan ini, mana boleh anda menyerahkan diri anda pada hamba...."ucap Siyue dengan wajah kaget bercampur kesal.


"Aku tidak perdulu...kalau Kau memang peduli pada rakyat kerajaan Darga , maka kau harus tinggal di Kerajaan Darga. Sebab kemanapun Kau pergi Aku akan selalu bersamamu..." Ucapnya dengan nada lembut.


"Yang Mulia...hamba menolong Kakek Kaisar dengan kesungguhan hati, Bukan untuk mengharapkan hadiah atau apapun itu . apalagi sesuatu yang anda sebutkan tadi, jadi anggap saja hamba salah satu penduduk atau Rakyat Kerajaan Darga yang sedang membantu menyelamatkan Kaisar Tua..." Ucap Siyue berusaha menolak keinginan sang Raja yang tidak masuk akal itu .


"Tidak Yue'er...ucapan seorang Raja Adalah hukum, jadi ini sudah di tetapkan , Aku Adalah milik Siyue. Selamanya milikmu..." Ucap Raja dengan senyuman licik.


"Ck...kenapa jadi begini sich... " ucap Siyue kesal. Bibirnya terlihat cemberut kesal. Namun tingkah Siyue semakin menggemaskan di mata Raja Tian Ji .


"Kenapa...? Kau tidak suka...?Apakah Kau lebih memilih kita menikah....?" Ucap Raja Tian Ji menggoda .


"Tidak,tidak, tidak....ye...maunya...!" Seru Siyue tambah kesal.


"Lalu...?" goda Raja Tian Ji yang semakin Senang melihat wajah Siyue yang kesal.


"Mau Siyue yang Mulia menjauh dari Siyue, bagaiaman kalau Lin Yun marah para Siyue lagi...." ucap Siyue yang ingat keinginan wanita itu yang ingin membunuhnya, walaupun dia tahu nya Siyue seorang Pria. .


"Ck Kau ini....Kau membandingkan dirimu dengan dia...?aku tak perduli siapa Dia, jika dia berani menyakitimu sekali lagi, keujng duniapun aku akan mengejarnya...Chu Tian Ji Adalah milik Siyue, selamanya Milik Siyue ingat itu...." ucap Raja Chu Tian Ji sambil nenyentil kening Siyue dengan gemas.


"Aauuuu...yang Mulia sakit tau...!" seru Siyue.


"itu peringatan terakhir dariku, jika bubur ini nengucapkan kata yang tidak -tidak lagi, ingat sekarang Bukan keningmu yang kusentil tapi bibir kecil ini yang akan Ku gigit ingat itu .. " ucap Raja dengan genas.


"Baiklah Siyue tidak berkata sembarangan .." Jawab Siyue yang pasrah mendengar keputusan Raja Chu Tian Ji.


"Kalau begitu mulai sekarang Kau tidak boleh menjauh dariku sampai kapanpun dan tidak Ada Pria lain yang dekat denganmu..." Ucap Raja dengan posesifnya.


"Hey...Mana bisa...masih Ada Kakak dan sahabatku...!" Seru Siyue protes.


"Baiklah , hanya mereka , tidak ada bagi yang lain..." Ucap Raja .


"iya, iya terserah yang Mulia...nach sekarang Tolong lepas kan pelukannya ..." Ucap Siyue.


"Tidak aku masih ingin memelukmu..." Kata Raja sambil lebih erat memeluk Siyue.


"Yang Mulia...masih Ada Kakek Kaisar yang harus hamba rawat Lo..." ucap Siyue.


"Baiklah akan aku lepas. Tapi ingat semua omonganku tadi..." Ucapnya sambil menatap wajah Siyue dengan lembut.


"Iya...hamba akan selalu ingat..." Jawab Siyue.


Dengan lembut Raja Chu Tian Ji mencium kening Siyue lama sebelum akhirnya melepas pelukannya dengan tak rela .

__ADS_1


"Ayo kita lihat Kakek.." ucapnya sambil menggenggam jemari tangan Siyue dan membawanya ke tempat pembaringan sang Kakek Kaisar . Siyue hanya bisa mengikuti langkah tuan si pemaksa.


Perjalan pun kini telah sampai di pinggir sebuah pantai. Dan pantai itu terlihat Sepi. Siyue yang baru saja keluar untuk melihat sekitarnya. Tertegun.


"Pantai ini sepi sekali, dan laut ini...kenapa aku Merasa perasaan sepi .." Gumam nya pelan.


"Ini yang di namakan laut mati Yue'er. .." Ucap Raja Chu Tian Ji yang sudah Ada di sebelah Siyue.


"Laut mati...?" Ucap Siyue heran.


"Hmm.... "Anggun Raja Tian Ji sambil menatap kearah laut lepas.


"Apakah kita akan menyeberangi lautan ini ?" Tanya Siyue.


"Benar...untuk samoai di Alam Atas , kita akan menyebrang dengan melewati lautan ini. Sebab kita tidak bisa melintas di atas laut mati... " jawab Raja Chu Tian Ji lagi.


"Apa semua yang ingin ke Alam Atas harus melalui tempat ini...?" Tanya Siyue.


" Kalau kita memiliki kemampuan berteleportasi sendiri , Kita langsung bisa sampai di Alam atas dengan cepat. Tapi kita menggunakan kendaraan ini, maka kita harus melewati Laut mati ini..."jawab Raja Tian Ji dengan tenang menjelaskan


"Berapa hari kita melewati tempat ini ...?" Tanya Siyue sambil menatap Raja dengan Wajah tanya.


"Kau ingin cepat sampai di perguruan atau istana kita...?" Tanya Raja menggoda.


"Yang Mulia... Bukankah Siyue datang Ke Alam Atas Bukan untuk datang ke istana. Tapi untuk pergi Belajar di Sekte Telapak Dewa apa yang Mulia lupa..." Ucap Siyue mengingatkan.


"Benarkah... Tapi aku menginginkan dirimu tinggal di istana.." Ucapnya dengan tenang


." Belum saatnya Yang Mulia..." Jawab Siyue. Mendengar ucapan Siyue, terlihat binar gembira di wajahnya.


"Jadi Kau setuju tinggal di istana kan.. ?" Ucap Raja bahagia. Tentu saja Siyue terkejut.


"Lo... Memangnya aku ngomong apa...Kok raja pemaksa ini mengucapkan kan kata-kata itu dengan gembira?...batin Siyue.


"Memangnya Siyue ngomong apa tadi...?" Tanya Siyue heran.


"Kau lupa apa yang Kau katakan...?" Tanya Raja Tian Ji sambil menatap Siyue bibir tersenyum .


"Memangnya aku ngomong apa sich...? ucap Siyue dalam Fikirannya.


"Kau mengatakan kalau belum waktunya Kau tinggal di Istana ... " kata Feng Qui yang sedang bertengger di dekat pintu nasuk .


"Memang tidak...tapi itu menyiratkan kalau Kau sudah setuju kalau Kau Suatu saat akan datang dan tinggal di istanah dan itu sama juga Kau telah menerimanya..."ucap Feng Qui sambil terkekeh.


"Aaauu..." Seruan terdengar dari Mulut Siyue. Ternyata sentilan kembali mendarat di keningnya.


"Kenapa Kau termenung saat Kau berada dalam pelukanku..." Ucap Pria tampan di depan Siyue.


"Its..sakit tau...kenapa yang Mulia suka sekali menyentilku sich..." Ucap Siyue kesal. Sambil mengusap keningnya .


"Cup...." Tiba- tiba bibir lembut itu mencium lembut kening Siyue yang tadi kana sentil.


"Mengingatkan padamu agar jangan melamun saat di depanku..." Ucap Raja Tian Ji sambil mengusap kening Siyue.


"Ya sudah Ayo kita masuk ke dalam. Sebab semakin ke tengah semakin kencang anginnya..."kata Raja sambil membawa Siyue masuk kedalam kapal.


Ketika sampai di dalam, ternyata ke tiga gurunya serta ke tiga orang pengikut Raja sedang duduk bersama Kaisar tua yang kini sudah bisa duduk walaupun dia duduk sambil bersandar di kepala ranjang. Kaisar tua semakin hari semakin bertambah sehat . Saat melihat Siyue masuk Kaisar Tua tersenyum Senang .


"Nak..Kau datang...masuklah..." Ucap pria Tua itu dengan wajah gembira.


"Maaf Yang Mulia...hamba mengganggu. Lebih baik hamba keluar dulu , biar nanti saat yang Mulia tidak sibuk lagi, hamba akan kembali..." Ucap Siyue sopan.


"Aah...tidak-tidak..kami tidak membahas masalah yang penting. Mereka hanya melihat kesahatanku yang semakn membaik...." Ucap Kaisar Tua dengan wajah terlihat gembira.


"Ayo kemarilah....Kau akan melihat keadaanku kan..?" Ucapnya dengan wajah cerah.


Kini wajah Tua itu tidak lagi terlihat pucat pasi. Setelah selama tiga hati berturut-turut meminum pil Bery Red buatan Siyue , kesehatan Kaisar Tua cepat sekali pulih. Apa lagi mendaparkan perawatan akupuntur Dari Siyue.


Siyue pun akhirnya melangkah mendekati Pria mantan penguasa Kerajaan Darga itu. Ketika Siyue mendekat, pengawal sang Kakek segera mengambil kan tempat duduk untuk Siyue. Dengan perlahan Siyue duduk di dekat Kakek Kaisar. Tanpa di perintah Siyue , Kaisar Tua mengulurkan tangannya . Dan Siyue segera mengambil tangan Sang Kaisar tua. saat dia merasakan denyut nadinya Siyue Merasa kan denyut nadi nya telah normal kembali. Ternyata kesehatan Kaisar Tua ini cepat pulih. Mungkin Buah Bery Red memang sangat ampuh untuk pengobatan.


"Yang Mulia...kesehatan Yang Mulia telah membaik, yang Mulia harus lebih banyak beristirahat dan makan secara teratur..." Ucap Siyue sambil tersenyum.


"Trimakasih Nak....berkat dirimu, Pria Tua ini masih bisa menikmati hidup ini Karena itu, Kau harus selalu menjagaku..." Ucap Kaisar Tua dengan menatap Siyue dengan tatapan sayang.


"Tetapi yang Mulia...setelah sampai di kota Kerajaan Darga, hamba harus masuk kedalam Sekte, sebab hamba harus Belajar di sana.." Jawab Siyue. Terlihat wajah Kaisar Tua kaget.


"Tunggu...jadi kau ini bukan tabib khusus untukku tapi salah satu murid Yang Si....?" Ucapnya dengan wajah kaget.


"Benar Yang Mulia..." Jawab Siyue.

__ADS_1


"Siyue...Kau jangan memanggilku dengan sebutan yang Mulia...aku tidak suka itu, panggil aku Kakek seperti anak Bendel itu memanggilku..." Ucapnya dengan wajah terlihat kesal.


"Tapi yang...." Ucapan Siyue terputus saat Kaisar Tua telah memotong ucapannya.


"Tidak Ada tapi-tapian Yue'er... Kau telah menolong hidupku, jadi aku menginginkan Kau mau memanggilku Kakek..." Ucap Kaisar lagi.


"Baiklah Kek..." Jawab Siyue.


"Bagus..oh ya Yang Si...Apa benar yang di ucapkan Siyue...?" Kata Kakek Kaisar pada guru Yang Si.


"Benar yang Mulia... Dan dia merupakan murid utamaku, dan si San We juga mengangkat dia menjadi murid utamannya..." Ucap Guru Yang Si.


"Apaa... Mana bisa seorang murid memiliki dua guru.. Apa lagi di dua sekte berbeda...?!" Kata Kakek Kaisar heran .


"Karena mereka berdua berebut menjadikan Siyue murid mereka Kek..." Ucap suara yang baru datang. Dan ternyata suara itu, suara dari Raja Chu Tian Ji .


"Ha... Kok Bisa...!" Kata Kakek Kaisar heran.


"Siapapun akan jatuh hati melihat kekuatannya Kek..." Jawab Raja Chu Tian Ji dengan bangga.


"Kakek...jangan percaya pada ucapan yang Mulia...mana mungkin Siyue sehebat itu.." Ucap Siyue pelan .


"Benarkah....? Yang Si ..apa benar kata-kata dari Raja Muda ini...?" Ucap Sang Kakek sambil menatap guru Yang Si.


"Benar Yang Mulia... Sejak pertama hamba bertemu Siyue, hamba sudah menginginkan dia menjadi murid hamba..." Jawab guru Yang Si.


"Semua ini Bukan Karena kemiripan dia dengan murid bengalmu si Sima Yuan kan...?" Ucap Kaisar tua dengan tatapan mengarah pada guru Yang Si.


"Yang Mulia juga teringat pada dia...?" Ucap guru Yang Si dengan wajah kaget.


"Tentu saja...sejak pertama Kali aku bertemu dengan Dia, aku sudah teringat pada murid bengalmu itu. Banyak kemiripan yang Ada padanya. Hanya aku belum tahu kekuatan anak Muda ini..." Ucap Kakek Kaisar sambil menepuk pelan bahu Siyue.


Mendengar ucapan kedua pria Tua di depan nya Siyue Merasa kan hatinya berdebar.


"Guru.., Kakek...kalau boleh tahu siapa yang anda bicarakan itu...?" Kata Raja dengan Penuh tanya.


"Dia Kakak seperguruanmu Ji'er..dia juga Murid dari gurumu Yang Si. Namun dia pergi saat Kau masih kecil berpuluh tahun yang lalu. Saat itu gurumu ini hanya memiliki Dia sebagai murid nya. Entah kenapa guru angkuhmu itu, hanya memiliki satu murid, dia tidak memiliki lagi murid setelah dia pergi. Tapi akhirnya dia mengangkatmu sebagai murid setelah Kau berumur sepuluh tahun . itupun dia mau mengangkatmu menjadi Murid nya Karena kecerdasan dan kejeniusanmu . kalau tidak , mana mungkin dia mau mengangkatmu menjadi murid nya. Dan baru sekarang aku mendengar kembali dia mengangkat murid lagi . Dan Kau anak Muda...aku yakin pasti Kau memiliki sesuatu yang membuat mereka para orang Tua gila ilmu itu, berebut menjadikan kau murid mereka..." Ucap Kakek Si sambil mengusap kepala Siyue dengan wajah terlihat kagum.


"Yang Mulia... sebenar nya hamba juga menginginkan dia menjadi murid hamba...tapi seperti biasa, Kakak selalu yang menemukan gadis itu pertama Kali. Dan akhirnya hamba harus mau berbagi murid dengan Kakak dan guru San we.." Ucap Guru Wang dengan tatapan kecewa.


Mendengar ucapan guru Wang, Kakek Kaisar tertawa Karas. Hingga dia lupa akan penyakitnya.


"Ha ha ha...anak muda kejeniusan apa yang Kau miliki Hingga Kau menjadi rebutan para pria gila ilmu itu... Dasar gila ha ha ..." Ucap Kakek Kaisar sambil menatap Siyue dengan tatapan kagum.


"Maaf Kakek...Siyue Merasa kalau Siyue memiliki Ulmu tak Seberapa, mungkin para guru Merasa kasihan para Siyue ..." Ucap Siyue merendah.


"Ha ha ha...ternyata selain kebaikan , kepintaran dan kecerdasan, ternyata Kau juga gadis yang rendah hati...terang saja cucu angkuhku jatuh hati Padamu, Selain wajahmu kecantikan yang tersembunyi, tapi hatimu juga cantik...tak salah dia memilihmu nak..." Ucap Kakek Kaisar masih dengan tawa gembiranya.


Mendengar ucapan dari mereka , ketiga orang yang pernah meremehkan Siyue. Terlihat sangat cemas sekaligus heran .


"Tuan Muda....maaf kan kami yang pernah meremehkan tuan Muda..." Ucap salah satu dari mereka. Mendengar suara itu, Siyue tahu pada siapa mereka berbucara.


"Paman...jangan seperti itu... Aku tahu, kalian melakukan itu demi keselamatan Kakek Kaisar, jika itu terjadi padaku, Akupun belum Tentu mengijinkan anak Muda sepertiku menangani seseorang yang sangat berharga untuk kalian. Aku mengerti Paman, jadi Paman tidak usah meminta maaf, sebelum kalian meminta maaf, aku yang Muda ini sudah memaafkan kalian, aku juga meminta maaf pada Paman semua , jika Ada perkataanku atau pun perbuatanku yang sempat membuat kalian marah..." Jawab Siyue panjang Kali lebar.


" Ternyata Kau anak Muda yang baik hati dan sopan nak...tapi maaf yang Mulia...apa Maksud perkataan yang Mulia Kaisar yang mengatakan dia seorang gadis...?" Kata salah satu dari tiga Pria urusan sang Raja.


"Benar kata Sanwan.... apa Maksud yang Mulia Kaisar dengan mengatakan Siyue seorang Putri....?" Ucap guru Thei salah satu guru selain guru Yang Si San guru Wang.


Tentu saja pertanyaan mereka membuat Raja, Kakek Kaisar , guru Yang Si dan guru Wang menatap Pada Siyue. Merasa tatapan semua orang tertuju padanya, Siyue menjadi tidak enak. Akhirnya dia berkata.


"Siyue seorang wanita Guru , Paman...." Ucap Siyue pelan.


"Apaa...wanita...?" Kata mereka bersamaan.


"Benar Paman...." Jawab Siyue.


Mereka menatap Siyue tak percaya. Sebab bentuk badan Siyue mirip sekali dengan seorang pria. Hanya wajahnya saja yang tidak bisa menyembunyikan kecantikannya .


"Kenapa Kau harus menyamar..?" Tanya guru Thei dengan. wajah penuh tanya setelah terdiam Beberapa saat ..


"Semua Karena Raja ini guru...." Ucap Raja Tian Ji menolong Siyue yang kebingungan menjawab.


"Raja ini Merasa cemburu jika dia menjadi seorang gadis. Aku tidak suka Ada pria lain yang menatap kecantikannya..." Kata Raja dengan tenang. Dan ucapan itu menunjukkan kalau Siyue milik nya. Tentu saja Siyue kaget mendengar jawaban dari Penguasa Kerajaan Darga itu. Dalam Kalimat tadi sudah jelas sekali kalau sang Raja sudah menunjukkan kepemilikannya.


Maaf jika author selalu telat up date. Sebab author banyak yang harus di hendel. Sekali lagi maaf ya...tapi akan author usahakan untuk tetap up date .


Jangan lupa like, vote dan komennya selaku author tunggu.


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2