DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KE PERBATASAN 1


__ADS_3

Siyue mendekat dan mulai memijit pelan tubuh Sima Yuan untuk melemaskan ototnya yang Kaku Karena sudah Bertahan- tahun tak sadar kan diri . Raja duduk diam memperhatikan apa yang di lakukan Siyue pada Sang Ayah. Dia menatap sang Kekasih dengan tatapan bangga . Tak pernah dia melihat seorang gadis yang Mau memperhatikan sang Ayah yang sedang sakit seperti itu. selama ini dia hanya bisa melihat banyak gadis dari Kalangan bangsawan yang hanya bisa manja , bersikap sombong dan angkuh . Tapi gadis ini, Dia merawat atau menolong siapapun yang butuh pertolongannya. tak perduli siapapun dia. gadis yang lembut, tapi juga bisa jahat dan Licik. hanya saja kejahatannya dan kelicikannya Ada para tempat yang senestinya .


Setelah Beberapa saat berada di dekat sang Ayah, Siyue Pamit keluar untuk membuat makanan untuk mereka semua. . setelah membuat Beberapa masakan dan bubur untuk sang Ayah, Siyue segera membawanya masuk ke ruang pengobatan tempat sang Ayah beristirahat . Dengan telaten Siyue menyuapi Sima Yuan , sedangkan Raja sesekali membantu Siyue jika di butuh kan. Sima Yuan melihat kebaikan sang Putri serta kedekatan Raja dengan Putrinya. Tak terasa Sima Yuan menereskan airmatanya. Melihat sang Ayah menangis, Siyue kaget .


"Ayah....Ada apa...?apakah Ada yang sakit...?" Tanya Siyue dengan wajah cemas. Terlihat kepala Sima Yuan menggeleng Pelan.


"Ti... tidak...A..ayah ba..ha..gia.."ucap Sima yuan pelan.


"Itu harus Ayah...dengan Ayah bahagia kesembuhan ayah akan lebih cepat..." Kata Siyue sambil mengusap air mata yang mengalir dari mata sang Ayah .


"Ayah...setelah ini Ayah berendam di air Suci Ya...?" Kata Siyue yang membuat Sima Yuan kaget.


"A..air Su..ci...?" Ucapnya yak percaya.


"Iya Ayah...baiklah Ayah..Siyue akan memberi tahu Ayah. Sekarang ini Ayah berada di Ruang Dimensi Teratai Milik Siyue. Di sini Siyue memiliki Danau air Suci, juga Ada Pohon Roh, Ada juga kolam kecil air Jiwa. Dan banyak lagi yang nanti nya bisa Ayah lihat saat Ayah sudah sembuh. Jadi sekarang Ayah harus berusaha memulihkan tenaga dalam Ayah... Aah...Siyue hampir lupah. Meridian Ayah sudah Siyue pulihkan, jadi Ayah bisa mencoba berkultivasi...." Ucap Siyue menjelaskan tempat yang sekarang Sima Yuan tempati. Terlihat mata Sima Yuan terbelalak kaget.


"Jangan kaget seperti itu Ayah... Ayah akan melihatnya nanti..." Ucap Siyue sambil tersenyum . sang Ayah hanya bisa menatap Siyue dengan tatapan yang sulit di gambarkan . Siyue hanya tersenyum menatap sang Ayah. Begitu juga dengan sang Raja. Bukan hanya sang Ayah saja. Diapun pertama Kali mengetahui ruang Teratai Siyue tercengang takjub.


Setelah selesai memberi makan dan minum air Suci yang telah di campur dengan air Jiwa. Siyue membawa Sang Ayah masuk ke dalam bak mandi. Kini yang mengangkat Sima Yuan Adalah Tongsa yang bertubuh besar . dengan Ringan nya Tongsa membawa Sima Yuan untuk dimasukkan ke dalam bak mandi. Setelah merendam sang Ayah dalam bak mandi, Siyue mengambil kursi dan duduk di belakang Sima Yuan .


"Ayah...Siyue akan mengalirkan tenaga dalam Siyue pada Ayah. Agar kekuatan Ayah lebih cepat kembali..." Ucap Siyue .


Terlihat anggukan pelan kepala Sang Ayah. Siyue mulai menaruh tangan nya di punggung telanjang Sima Yuan. Dan secara perlahan Siyue mulai mengalir kan tenaga dalamnya. Sima Yuan Merasa kan Aliran hangat masuk ke dalam tubuhnya. Untuk membantu sang Putri , Sima Yuan mencoba berkultivasi. Dan betapa kaget nya dia, Qi yang berada di sekitarnya sangat banyak. Dia merasakan kekuatan Qi masuk ke dalam tubuhnya bersama kekuatan yang Siyue Aliran. Mendapatkan Kenyataan itu, Sima Yuan sangat bahagia. Dia mulai menyerap Qi yang Ada di sekitarnya. Kini dia mulai Merasakan kekuatannya kembali . cukup lama Siyue membantu sang Ayah. Tak betapa lama , secara perlahan Siyue menarik kembali kekuatannya. Setelah itu dia menarik tangannya dari punggung sang Ayah. Sedang kan sang Ayah tetap bertahan.


"Gege.. Kita keluar, biarkan Ayah menyekesaikan kultivasinya. Sepertinya kekuatan Ayah telah kembali..." Ucap Siyue


bahagia.


Siyue bangun dan Raja yang ada di belakangnya segera mengusap peluh di wajah dan kepala Siyue.


"Istirahatkah dulu sayang...." Ucap Raja sambil mengusap peluh Siyue .


"Tian'ge..Aku tidak apa- apa Kok... Kita buat makanan di dapur biarkan Ayah berendam...." Ucap Siyue.


Akhirnya mereka pergi ke dapur. Cukup lama Siyue membuat beberapa makanan, dia juga tak lupa membuat bubur buat sang Ayah dengan Beberapa campuran herbal . tak lupa air Suci, daun Roh dan air jiwa. Dan satu lagi Buah Bery Red.


Setelah semua makanan telah jadi. Siyue membawa makanan dan minuman untuk sang Ayah ke dalam ruang Pengobatan. Setelah menatap di atas meja . Siyue segera pergi ke kamar mandi. Di sana dia melihat Sima Yuan sedang berkultivasi . namun saat mendengar suara langkah mendekat, terlihat mata Sima Yuan terbuka .


"Ayah...sudah selesai kultivasinya...." tanya Siyue sambil mendekat .


"Iya nak..." Ucap suara bariton sang Ayah menjawan ucapan Siyue. Tentu saja mendengar suara sang ayah Situe terkejut bukan main .


"Ayah....kau sudah bisa berbicara...?!" Seru Siyue gembira.


"Benar Yue'er...Ayah sudah Merasa kan kekuatan ayah kembali...." Ucap Simayun bahagia.


"Siyue bahagia Ayah....sebentar lagi pasti Ayah sudah bisa berjalan dan berlari...." ucap Siyue gembira .


"Trimakasih Nak....semua ini berkata dirimu. ternyata Ayah srmbuh oleh tangan Anak Ayah..." ucap Sima Yuan dengan gembira .


"Itu sudah merupakan kewajiban Siyue sebagai seorang Putri. sekarang coba ayah gerakan tangan dan tubuh Ayah..." Perintah Siyue lembut.


Dengan gembira Sima Yuan menggerakkan tangan nya di udara . fan itu membuat Siyue, dan Sima Yuan Sendiri bahagia .


"Ternyata kemajuan ayah semakin banyak. Dan kekuatan Ayah sedikit yelah kembali


lebih baik Ayah ganti baju dulu, dan nanti kita akan melihat kemajuan kesehatan Ayah di dalam Ruang pemgibatan, Tongsa...minta Tolong bawa ayah ke dalam ruang ganti, di sana sudah Siyue siap kan baju ganti buat Ayah . Kau bisa membantu Ayah mengganti bajunya kan...?" Ucap Siyue.


"Baik Putri...apapun perintah Putri. Aku akan lakukan...." Ucap Tongsa


"Baiklah aku tunggu di Ruang pengobatan..." ucap Siyue lagi .


"Baik Putri....." jawab Tongsa.


"Nak ...kenapa kau memanggil putriku dengan panggilan putri....?" tanya Sima Yuan .


"Karena dia adalah Putri junjungan kami..." ucap Tongsa dengan nada bangga. .


"Ooo...begitu...." ucap Sima Yuan oelan.


.


"Ya sudah Ayah ..aku tunggu Ayah di ruang pengobatan Ya..." Ucap Siyue lembut .


"Baik Yue'er...." Ucap sang Ayah.


Siyue dan Raja segera keluar dari kamar mandi. Siyue dan Raja menunggu sang Ayah di ruang pengobatan sambil berkultivasi. Tak betapa lama terdengar langkah berat milik Tongsa yang membawa Sima Yuan masuk kedalam ruangan. Siyue dan Raja segera mengakhiri kultivasi mereka. Terlihat Tongsa mebaringkan sang Ayah di atas pembaringan. Perlahan Siyue berdiri dan mendekati sang Ayah . Siyue menyuapi sang Ayah dengan bubur yang dia bawa. Setelah itu Siyue pamit untul makan bersama Raja dan para penjaga dan hewan lontraknya. Sang Ayah mengiyakan.


Setelah makan, Siyue segera membantu sang Ayah untuk mencoba menggerakkan kakinya.(istilah Karen di dunia modern Terapi Kali ya.😂😂) Dan ternyata bisa. Kaki mulai bisa di gerakan . sedangkan tangan sudah bisa di angkat dan di turunkan seperti manusia normal. Setelah cukup lama membantu sang Ayah. Akhirnya Siyue sadar harus kembali ke Alam nyata. Karena dia berada di sini sudah sehari semalam . dan itu bertanda kalau di Alam nyata sudah hampir pagi.


"Ayah...maaf Siyue harus pergi. Sebab di Sekte sekarang Ada pendaftaran murid baru. Sahabat dan saydara Siyur , Maksudnya Siyue cucu Kakek Si akan mendaftar...jadi Siyue harus kembali ke dunia nyata . " Ucap Siyue sambil menatap sang Ayah.


Mendengar ucapan Siyue terlihat Sima Yuan kaget.

__ADS_1


"Maksudmu mereka berada di Alam atas ini juga...?" Tanya Sang Ayah.


"Benar Ayah...Karena mereka dan Siyue tidak ingin berpisah. Mereka Adalah Keluarga Siyue selama ini. Merekalah yang menyayangi Siyue dengan. sepenuh hati tanpa melihat kekuramgan Siyue ..." Kata Siyue lagi. Terlihat sang Ayah tak mengerti.


"Nanti Siyue akan cerita para Ayah, tapi Ayah juga janji harus menjelaskan pada Siyue tentang semuanya...." Ucap Siyue lembut.


Mendengar ucapan sang putri terlihat air ma ta mengalir di pipi Sima Yuan .


"Maafkan Ayah nak...Baiklah Ayah akan mengatakan semuanya. ayah akan menceritakan semua yang terjadi pada kita..." ucap Sima Yuan Lembut.


"Oh ya Ayah...pakah Ayah ingin bertemu dengan Guru Yun Jin...?" Tanya Siyue lagi.


"Apakah dia bisa Kau bawa ke sini...?" Tanya Sima Yuan .


"Kalau Ayah ingin bertemu dengan guru. Aku akan mengabulkannya ..." Jawab Siyue.


"Bawalah dia kemarin nak...Karena dia Ayah masih bisa bertahan...." Ucap sang Ayah.


"Apakah dia adik Ayah...?" Tanya Siyue .


"Bukan.. Dia bukan adik Ayah, tapi Dia sahabat setia Ayah. Dia lebih Muda dua tahun dari Ayah. Dia melebihi seorang Adik..." Ucap sang Ayah.


"Baiklah kalau begitu akan aku bawa dia kemarin untuk menemani Ayah ..." Jawab Siyue. Akhirnya Raja dan Siyue segeta kembali ke Alam nyata .


Benar saja. Ketika mereka berada di Alam Nyata, ternyata hari sudah pagi. Siyue dan Raja segera bersiap menemui guru sebelum melihat para saudaranya mendaftar


Namun saat mereka keluar dari ruang kamar Siyue. Dua pengawal bayangan Raja menemui mereka berdua.


"Salam sejahtera yang Mulia Raja. Salam Putri...." Sapa mereka serempak sambil memberi hormat dengan Setengah jongkok.


"Ada apa kalian mendatangiku...." Ucap Raja datar .


"Maafkan kami Yang Mulia...perbatasan dalam keadaan keruh, yang Mulia di mohon pulang ke istana oleh pangeram ketiga.. Karena Pangetan ingin menemui Yang Mulia... " Ucap pengawal tadi.


"Baik aku akan segera pulang, aku akan berpamitan pada guru lebih dahulu, sekarang kalian boleh pulang . katakan pada pangeran ketiga aku akan segeta pulang , dan kita akan segera berangkat keperbatasan...." kata Raja dingin .


"Baik yang Mulia..." Jawab Mereka setempak. Mereka segera meninggalkan Raja dan Siyue.


Setelah kepergian mereka berdua Raja menatap Siyue.


"Sayang aku harus pergi..." Ucap Raja.


"Aku ikut...kita Pamit dulu para guru..." Jawab Siyue.


"Tapi Yue'er..." Raja seolah tak rela Siyue ikut.


Mendengar ucapan Siyue. raja tak dapat berbicara.


"Baiklah kita pergi...." ucap Raja lembut .


Akhirnya mereka segera pergi menenui sang guru untuk berpamitan serta ijin tidak bisa melihat penerimaan murid baru. Saat mereka mengatakan itu, Guru segera memberi ijin .


"Pergilah Kalian berdua. Aku harap pada ujian terakhir kalian bisa datang..." Kata Guru Yang Si dengan wajah sedih.


"Semoga bisa guru... Akan kami usahakan..." Kata Raja lagi.


"Hati- hati kalian berdua. Mungkin di sana kalian bisa menggunakan ilmu pedang dua nyawa...." kata guru Tabg Si .


"Baik Guru....kami mohon diri...." ucap Raja. Akhirnya Mereka segera keluar dari rumah tinggal guru Yang Si. Saat mereka melewati aula pertemuan, mereka bertemu dengan guru Munsa dan ketiga pengawal Raja. Saat melihat wajah cemas Raja serta jalan mereka yang terburu-buru. Membuat mereka cemas.


"Yang Mulia..." Seru Ye Mai .


seruan Ye Mai membuat langkah Siyue dan Raja terhenti. Raja menatap pada para pengawalnya .


" Ada apa Mai...?" Kata Raja.


"Sepertinya Ada sesuatu yang membuat anda terburu-buru..." Ucap Ye Mai.


Raja tahu dia tidak bisa menyembunyikan masalah kerajaan para ketiga pengawalnya


"Perbatasan Di serang Mai..." Jawab Raja.


"Apaa...!" Seru mereka bersamaan.


"Ya sudah kami pergi..." Ucap Raja.


"Tunggu yang Mulia...kami akan ikut...!" Seru Ye Mai kembali.


"Hey kalian sedang mendapat tugas dari guru...!" Seru Raja lagi.


"Keselamat kerajaan lebih penting Yang Mulia...kami akan minta ijin pada guru Yang Si. Di sini masih banyak yang bisa membantu terselengaranya penerimaan murid baru . jadi tunggu kami. ..." ucap Ye Mai .


"Baiklah kalau itu mau kalian, aku tunggu kalian di luar, kami akan menemui sahabat dan daudara Yue'er yang akan mendaftar..." Ucap Raja.

__ADS_1


"Baik yang Mulia..." Ucap mereka serempak.


Raja dan Siyue segera melanjutkan perjalanan mereka. Sedangkan Ketiga pengawal Raja segera menemui para guru untuk meminta ijin .


Ketika Siyue keluar dari pintu khusus yang memang untuk murid, mereka tak sengaja melihat gerombolan Dari sahabat dan saudaranya berada di antara para pendaftar yang antri. Siyue dan Raja yang memakai Topeng mendatangi mereka.


"Yue'er...!" Seru mereka serempak .


"Sudah jangan keluar antrian, aku akan kesana..." Seru Siyue yang melihat mereka akan keluar antrian . Siyue segera mendekati antrian . Saat para pendaftar melihat Siyue yang berjalan kearah gerombolan Pangeran Luo Yi dan teman-temannya . mereka bersetu kesal.


"Wooi..kalian harus Antrian di belakang...!" Teriak mereka ribut.


"Maaf kami hanya ingin bertemu mereka sebentar..." Seru Siyue dengan wibawa. Raja merasakan tekanan di dalam suara Siyue. Membuat semua orang yang berteriak tadi terdiam . mereka Merasa takut entah kenapa... Dengan tenang Siyue berjalan kearah Para sahabat dan kakaknya.


"Kak...aku tidak bisa melihat kalian mendaftar dan mengikuti ujian nanti ya...." Kata Siyue.


"Kenapa Yue'er...?" Tanya Pqngeran Luo Yi kecewa.


"Aku harus mengikuti Tian'ge ke perbatasan.." Ucap Siyue pelan.


"Apakah kami harus ikut...?" Tanya Pangeran Luo Yi lagi.


"Tidak, tidak usah. Teruslah mendaftar ..aku berharap kalian dapat di terima ...." Ucap Siyue.


"Kami usahakan agar bisa melihat ujian terakhir kalian nanti..." Kata Raja menimpali .


"Baiklah kami akan berusaha...Semoga kalian berdua cepat kembali..." Ucap Pangeran Luo Yi .


"kami tidak akan mengecewakanmu Yue'er..." Ucap Rong Han sambil mengusap kepala Siyue.


"Benar Yue'er...." Ucap mereka serempak .


"Bagus...Semoga berhasil...aku pergi... semangat...!" Ucap Siyue. Lalu dia segera pergi. Dan saat itulah Para pendaftar Melihat tiga orang gagah keluar dari dalam perguruan dan bergabung dengan pemuda yang mereka teriaki tadi. Saat mereka melihat kelimanya pergi dengan melesat cepat. Mereka terkejut dan Merasa malu, mereka fikir kedua pemuda tadi murid yang akan mendaftar . ternyata mereka murid perguruan .Serempak mereka melihat pada gerombolan orang yang berbicara pada pemuda tadi . Gerombolan Rong Han sendiri yang di tatap oleh mereka , terlihat sangat tenang dan cuek saja .


Sedang kan Siyue , Raja dan ke tiga pengawalnya segera pergi ke kerajaan dengan menggunakan kuda milik mereka yang berada di ruang Teratai Siyue. Setelah lama berada di sana, kini Siyue telah mengembalikan mereka pada di pemilik.


"Satu minggu sekali, mintalah air Suci padaku agar kuda kalian tetap dalam keadaan sehat dan kuat... "Ucap Siyue.


"Baik Putri..." Jawab Mereka serempak.


Mereka segera memacu kuda mereka menuju kerajaan. Ketika sampai di kerajaan terlihat para prajurut telah bersiap akan berangkat. Ternyata yang di kirim bersama raja adalah prajurid khusus. . Melihat Lima orang yang datang, mereka terlihat kaget. Namun setelah melihat ketiga pengawal Raja, mereka segera tahu kalau Pria bertopeng yang Ada di sebelah Pria tampan itu Adalah Sang Baginda Raja. Serempak mereka memberi hornat dan memberi salam.


"Kak... Kau sudah datang....!" Sebuah suara terdengar dari arah belakang para prajurid. Dan tak lama seorang pemuda gagah dan tampan berjalan mendekati mereka. Dia memakai pakaian seorang jendral.


"Inikah adik dari yang Mulia Raja..." Batin Siyue .


"Lo Kau juga berangkat Jendral Waisan...!?" ucap Raja.


"Benar Yang Mulia...kita harus dengan cepat memberantas mereka. Jendral Long Day mengirim berita kalau Kerajaan Pangbo mengirim beribu Prajurid keperbatasan. Sepertinya mereka ingin menyerang habis-. habisan ..." Ucap Jendral Weisan .


"Bagus...dengan begitu kita mengurangi kekuatan kerajaan itu ...." Kata Raja dengan nada Sinis.


"Benar kak...lalu siapa Dia..." Tanya Weisan yang memang belum pernah bertemu dengan Siyue.


"Dia pengawal pribadiku yang baru Namanya Siyue..." Ucap Raja memperkenalkan Siyue.


"Salam Pangeran Weisan...." Ucap Siyue sambil mengepalkan tangan nya di depan Dada memberi hormat. Pangeran Weisan membalas penghormatan Siyue dengan tersenyum sedikit. Dia menatap Siyue tak percaya. Seakan meremehjan Siyue.


"Kak.. Apakah kekuatan ketiga pengawalmu sudah berkurang, dan apakah pengawal bayanganmu masih kurang kuat...?" tanya Pangeran Weisan pada Raja.


"Memangnya Ada apa...?" tanya Raja heran.


"Kenapa Kau memilih Pria yang masih sangat Muda menjadi pengawal pribadimu. Apakah aku perlu memilihkan seseorang yang lebih oengakaman dan kuat untuk menggantikan Dia..." ucapnya dengan nada merendah kan Siyue .


Siyue yang mendengar ucapan dari Pangeran Weisan hanya tersenyum tipis. Sedangkan ketiga pengawal Raja terlihat berwajah hitam Karena kesal..


"Ck...jangan sampai Kau tertarik dan meminta Putri untuk menjadi pengawal kerajaan yang Resmi jika Kau nanti melihat kekuatan Putri Siyue..." Seru Ye Mai kesal.


"Ha ha ha...Kau akan menangis nanti pangetan, Kau akan menangis pada Raja untuk memberikan Putri sebagai pengawalmu , dan Kau akan patah hati saat tahu siapa Dia...aku yakin itu... " ucap Ye Xie .


"Ck..Pangeran... . Kau akan menyesali ucapanmu saat melihat kekuatan Pria tampan yang Kau Hina itu. Dan aku tidak bisa membayangkan betapa Kau akan terpesona saat melihat wajah cantik itu..." Ucap Ye Gu sambil tertawa dalam hati.


"Aku tidak membutuhkan itu San'er...aku memilih dia Karena aku suka . Aku hanya membutuhkan dia dan ketiga pengawalku serta para pengawal bayanganku untuk melindungiku..." Ucap Raja datar. Terlihat wajah Pangeran Weisan tak puas.


"Ya sudah Ayo kita pergi..." Kata Raja lagi.


"Tapi Kak..pria selemah itu apa yang bisa dia lakukan untuk menjagamu...!" Ucap Pangeran Waisan lagi.


"Sudah jangan Kau permasalahkan masalah pengawalku , Ayo kita berangkat ..." ajak sang Raja pada sang Jendral .


Akhirnya mereka berangkat menuju perbatasan . Saat pangeran Weisan melihat kelina kuda yang menjadi tunggangan mereka berlima . Dia berseru kagum namun dia tidak sempat bertanya Karena Raja telah memacu kudanya dengan cepat bersama keemapat pengawalnya mendahului mereka semua. .


Cukup dulu ya ceritanya. Aku lanjut lagi besok. Maaf jika masih Ada typo

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.


Bersambung .


__ADS_2