
Plaaaak...
Plaaaak....
"Kau fikir siapa kau...berani sekali kau melanggar perintahku....! kau fikir kau itu calon menantuku ha...!dasar gadis munafik...! aku tak akan pernah dan tak sudi menjadikan dirimu istri dari Putraku Chu Tian Ji . Dasar wanita tak tahu diri...seharusnya kau itu sadar diri...gadis rendahan dan murahan sepertimu ingin jadi Ratu...? mimpi...? teriak Ratu dengan marah dan menghina .Dewi Guanli dan Siyue terdiam. mereka kaget bukan main atas kejadian itu .
"Kenapa kau kaget aku tahu kebusukanmu...? Kau fikir aku tidak tahu semua permainanmu ha...! Kau sengaja tidak datang lagi kemari karena kau merasa salah.... Kau takut kedok kebusukanmu terbongkat...Dasar wanita jahat...!" ucap Ratu dengan Sinis.
"Apa Maksud Ratu...?" tanya Siyue dengan menatap Ratu tajam .
" Kau berpura - pura mengaku sebagai penolongku..? Cih tak tahu malu...sebenarnya kaulah yang menculik kami kan...kau berpura- pura menolongku agar aku mau menjadikan dirimu istri dari putraku. Dasar wanita munafik.. Kau bersekongkol dengan mereka , mengurungku, menyiksaku , Lalu kau datang sebagai penolongku agar aku percaya padamu. Kalau kaulah penolongku...Dasar wanita murahan....!" seru Ratu yang kembali ingin menampar Siyue. Namun tangan yang melayang itu bukan menampar pipi Siyue tapi menampar Dewi Guanli. Yang tiba - tibatelah berada di depan Siyue . Melihat kejadian itu Siyue kaget.
"Li'er....!" seru Siyue kaget. Sebenarnya Siyue diam ingin tahu sampai di mana keberanian Ratu. Namun dia tidak menyangka kalau Guanli sang adik ipar mau menerima tamparan itu.
"Guanli kau tidak apa- apa sayang...?" seru Siyue cemas. Sebab mana ada Dewi yang terkena tamparan manusia.
"Aku tidak apa - apa kak.." ucap Dewi Guanli. Dan kini sorot matanya menatap Ratu dengan Tatapan tajam .
"Puas kau menampar kakak dan aku ha...!" seru Dewi Guanli dengan tatapan tajam dan marah.
"Tidak - aku belum puas sebelum menghajar wanita busuk itu. " ucap Ratu dengan Sinis.
"Bagus...lakukan kalau kau ingin kerajaanmu ini hancur...lakukanlah...Kau telah aku tolong dengan menerima tamparaanmu untuk ketiga kalinya pada Kakak , kalau kau masih belum puas menampar Kakak Iparku, maka tampar Dia..tampar sepuas hatimu. Dan kau akan lihat apa yang terjadi denganmu dan kerajaanmu ini...kau tahu siapa wanita yang sekarang kau tampar dan kau hina... Kau fikir kau lebih Mulia dari dia. ..? Kau salah.. Dia lebih kuat dari yang kau kira, dia lebih mulia dari pada dirimu. Tampar....tampar Dia...dasar wanita bodoh..!" seru Dewi Guqnli marah.
"Cih..kau fikir aku rakut dengan ancamanmu... Kau fikir aku tidak berani...!" teriak Ratu. Kembali ingin menampar Siyue. Ratu yang juga memiliki kekuatan itu. Menyalurkan tenaganya ketangannya. Dia sekarang bukan ingin menampar Siyue, tapi dia ingin membunuhnya. Membunuh Siyue dengan alasan menampar.Siyue. Namun Siyue tahu apa yang ada di otak Ratu. Dengan cepat dia menyentil jarum perak kearah titik pergerakan tangan Ratu. Dan seketika tangan yang melayang ingin menampar Siyue , kini kaku di udara. Tidak bisa di gerakan . membuat semua orang kaget. Saat itulah tiba- tiba Kaisar datang.
"Ratuuu.....apa yang kau lakukan...?" seru kaget Kaisar Saat dia masuk dia melihat tangan Ratu terayun wajah Siyue. Dia berlari dan memegang tangan Ratu, Siyue segera menarik jarum perak miliknya dengan kekuatan dia .
"Untung wanita bodoh ini belum sampai menampar Siyue...kalau tidak, hancur sudah kerajaan ini..dasar wanita bodoh dan egois..." batin Kaisar Nang Bo .
Tadi Ye Gu berlari ke istana miliknya. dan menceritakan siapa Siyue , Siapa putranya yang kini merupakan seorang Dewa. Dan Kini Ratu bodohnya berani berkonflik malah menindas Siyue yang merupakan Istri dari Dewa Wiqya . mendengar apa yang terjadi, dia berlari ke istana sang Ratu. Dan Dia melihat sang istri melayangkan tangannya ke wajah Siyue. dan dia melihat kalau ada tenaga kuat di tangan sang istri. itu bertanda sang istri ingin membunuh Siyue.
"Yang Mulia aku ingin menghajar Wanita keparat ini. Kedua wanita iblis ini telah mempermalukan diriku...mereka berani mempermainkan aku...." teriak Ratu marah. Kini tangannya telah dapat di gerakkan. Dia segera menegang lengan sang Suami .
"Apakah anda tidak salah Yang Mulia Ratu... lihatlah ini Siapa yang telah di permalukan dan mempermalukan... Kau telah menampar kami tanpa kami berbuat salah. Saat kami datang , dengan Sombongnya anda menampar kakakku dan Setelah itu kau ganti menamparku...lalu sekarang anda mengatakan kalau kami lah yang telah mempermalukan dirimu....Ck, ck , ck ...kau itu Ratu...tapi sifatmu seperti perempuan hina..." ucap Dewi Guanli dingin.
"Tutup mulutmu...berani sekali kau menghina kami..." Seru Ratu dengan sangat marah .
"Kau yang pertama menghina kami...! Kau berani menampar kakak iparku ....!" teriak Dewi Guanli . dan saat itulah Beberapa orang masuk kedalam ruangan. termasuk Dewa Wiqya yang berada di depan .
"Apaa..siapa yang berani menampar istriku...!" terdengar suara menggelegar Dewa Wiqya.
"Dia Kak ...Ratu jelek itu telah berani memukul Kakak Ipar.. Lihat kedua pipi Kakak Ipar, dan baru saja Dia ingin membunuh kakak ipar dengan tamparannya. aku melihat aliran kekuatan yang besar di tangannya.. ." ucap Dewi Guanli sambil menunjuk kedua Pipi Siyue. Tentu saja Dewa Wiqya kaget melihat semua itu. Dia segera berjalan kearah sang istri dan melihat kedua pipinya. Dan terlihat sekali , cap jari tangan di kedua pipi Siyue dan itu membuat Dewa Wiqya sangat marah.
"Kau...kau berani menampar istriku...!" teriaknya marah. Terlihat wajah Dewa Wiqya memerah karena marah.
"Anakku Chu Tian Ji...Di..Dia yang salah...Dia berani menghinaku...Dia berani menghina ibumu ini... " ucap Ratu berusaha membela Diri.
"Kau fikir aku percaya dengan perkataanmu..? Dasar manusia tak tahu diri.. Dengan susah payah Siyue membantumu keluar dari penjara kerajaan iblis . dengan mengorbankan nyawanya Dia dengan rela membebaskan dirimu dari penculikan itu. Tapi kau...kau dengan tak tahu malu menghina dan melukai penolongmu ...!" seru Dewa Wiqya dengan marah.
"Maafkan hamba Dewa...maafkan kami.. Hamba salah telah membiarkan istri hambar melakukan itu pada Dewi..." ucap Kaisar Chu Nang Bo ketakutan.
"Yang Mulia kenapa yang mulia meminta maaf pada Putra Kita, lalu kenapa yang Mulia membela gadis iblis itu..." seru Ratu masih tidak sadar situasi .
Plaaak....
Terdengar suara tamparan menggema di ruangan itu . .
"Bodoh....kau ingin mengorbankan rakyat Negri Darga karena keegoisanmu ha...!" teriak Kaisar penuh kemarahan .Mendapat tamparan yang keras, Ratu sangat kaget .
"Yang Mulia...A...apa maksud Kaisar...!?" ucap Ratu Huo Li heran.
"Dia itu Yang Mulia Dewa Wiqya si Dewa perang dan Istrinya Dewi Siyue si Dewi keadilan...dan Dia juga Ratu kerajaan Phoenix...dasar Bodoh...!" seru Kaisar Nang Bo dengan marah.
Mendengar penjelasan Sang Suami, Ratu Huo Li tak percaya. Dia tertawa sambil menatap Siyue dengan sinis.
__ADS_1
"Hi hi hi..yang Mulia jangan mau fi bofohi mereka. ...itu tidak mungkin yang Mulia.. bukankah dia Siyue cucu dari Tuan Sang Baiki...dan pria di depan kita itu Putra kita Si Chun Tian Ji..." ucap Ratu Huo Li terkikik geli .
"Jangan tertawa Ratu...dasar wanuta tak tahu diri...sejak kapan kau seperti ini...kau tidak bisa melihat situasi . Benar dia mang Cucu Tuan Sang Baiki tapi Dia juga Ratu Kerajaan Phoenix dan sekarang Dia telah Di nobatkan oleh Tiga Dewa Utama sebagai Dewi keadilan. dan kau...kau telah berani mempar seorang Dewi...!" seru Kaisar Nang Bo dengan kesal. "
Tidak...itu tidak mungkin...'"ucap Ratu tak percaya .
"Dasar wanita bodoh...kalau kau tidak percaya, sekarang lihatlah di ikat kepalanya itu. Bukankah itu sebuah mahkota. Kau terlalu percaya dengan ucapan sahabat mu , bukankah aku sudah beberapa kali mengatakan padamu, jangan percaya omongan dia , tapi kau bandel kau menyakiti orang yang telah menolong kita dari tangan Raja iblis. Dasar Bodoh...!dan sekarang kau tega mengorbankan Rakyat demi kebodohanmu... Lebih baik kau jangan lagi jadi seorang Ratu. Kau tidak pantas menjadi Ratu lagi...!" seru Raja Darga karena terlalu marah.
"Yang Mulia...apa yang anda ucapkan..." seru Ratu kaget.
"Tidak usah berdebat...wanita ini sudah bersalah pada istriku..."namun ucapan Dewa Wiqya terputus saat Dia ingin mengucapkan sesuatu.
"Honey...tunggu...jangan kau teruskan ucapanmu...ingat kau seorang Dewa, ucapanmu adalah titah. Jadi tahan dulu...hidup rakyat kecil jangan kau libatkan karena ucapan dari Ratu yang tak tahu diri ini.nach biarkan aku memberitahu manusia ini . boleh kan.. ?" ucap Siyue sambil memberikan senyuman yang paling manis untuk meluluhkan amarah sang suami. Melihat senyum itu. Seketika dada Dewa Wiqya yang panas bagai di siram air dingin.
"Baik...tapi kau harus berjanji jangan biarkan tangan kotor manusia melukaimu lagi..." ucap Dewa Wiqya yang hampir mengeluarkan kata-kata untuk membuat kerajaan Darga menghilang .
"Trimakasih Sayang...." ucap Siyue. Siyue lalu menatap Ratu yang kini tertegun melihat pancaran cahaya yang keluar dari tubuh Siyue. Wajah Siyue bercahaya bagai bulan purnama .
"Saat kau menghinaku, aku Diam , walau aku tak tahu apa yang terjadi. Saat aku tahu kebodohanmu..aku pun diam karena aku masih ingat kalau kau ibu dari pria yang aku cintai. Saat kau menamparku...akupun Diam karena aku tahu kau menantu Kakek kaisar yang menghormati beliau, tapi kau masih keterlaluan, kau sudah menghinaku , mencaciku bahkan berani menampar adikku namun kau tega mengorbankan Rakyatmu demi keegoisanmu . Bukankah tadi adikku sudah berkata padamu, jangan menampar ku...dia menerima tamparanmu karena dia takut Kakaknya akan marah dan memusnahkan kerajaanmu ini, apakah kau mau itu terjadi ha...! Aku fikir kau itu orang pintar dan tak mudah di hasut . tapi ternyata aku salah. Kau itu orang bodoh yang tak berguna. Sekarang kau dengarkan pengakuan gadis yang kau anggap baik itu...." Siyue lalu menatap pada gadis pelayan pribadi Ratu yang juga Putri sahabat Ratu.
Terlihat Seorang pria berbaju kuning dan berwajah tamoan sedang memegangi gadis itu . Pria itu Feng Qui. Saat Feng Qui selesai memasukkan obat kejujuran kedalam mulut gadis itu. Tanoa gadis itu sadari .Tiba - tiba Kaisar datang dan marah. Di tambah kedatangan Dewa Wiqya Membuat gadis yang baru saja menelan pil kejujuran itu berusaha untuk keluar. Mungkin karena ketakutan gadis itu ingin lari. Namun usahanya terhalang dengan Feng Qui yang langsung berubah menjadi manusia dan menangkap Dia. Setelah itu Feng Qui mengatakan pada Siyue.
Mendapat tatapan Siyue, gadis itu terlihat gelisah dan takut. Namun Feng Qui langsung membawa Dia mendekati Siyue.
"Gadis cantik siapa namamu . " Tanya Siyue lembut . gadis itu ingin diam, tapi mulutnya berkata .
"Gaury Nona.." ucap Gadis itu dengan takut.
"Lalu apa pekerjaanmu ...?" tanya Siyue lembut .
" Menjadi Pelayan Ratu.." ucapnya lagi.
"Cukup apa maumu ...dia memang pelayanku...!" seru ratu yang sudah merasa takut. Namun dia masih ingin menunjukkan ke kuatannya.
"Lalu apakah kau ada hubungan dengan Ratu...?" tanya Siyue yang tak menghiraukan perkataan Ratu . Terlihat gadis itu gelisah. Namun mulutmu tak dapat di cegah .
"Ibundamu ...? Lalu Siapa nama ayahmu..?" tanya Siyue.
"Mentri kerakyatan , tuan Honglay ...." ucap dia dengan cepat . Namun Seiap dia habis bicara dia terlihat terkejut. dan menutup mulutnya .
"Bagus... Seorang anak mentri kerakyatan di kirim kemari menjadi seorang pelayan...Lalu apa niat orang tuamu mengirimmu ke mari...?" tanya Siyue lagi.
"Menjadi istri Raja Chu Tian Ji..." ucap gadis itu. Namun dia segera mendekat mulutnya kembali .
"Cukup..cukup Siyue... Apa maumu sekarang...?" kata Ratu membentak. Mendengar suara Ratu pada Siyue Dewa Widya meradang kembali. Dia bergerak ingin menghajar Ratu , tapi Siyue segera menarik tangannya dan elusan lembut sang Istri di tangannya membuat dia menahan keinginannya memukul Ratu.
"Aku tidak berurusan dengan anda jadi diamlah atau hewan kontrakku yang akan membuat mulut anda diam. Kata Siyue.
"Tiger keluarlah..." ucap Siyue. Tak lama terlibat tiger yang besar berdiri di dalam ruang kamar itu. Badannya yang besar membuat tubuhnya hampir memenuhi kamar itu.
"Kecilkan badanmu Kak..." ucap Siyue. Tak lama badan besar itu mengecil sebesar harimau biasa . Membuat orang yang belum melihat Tiger ternganga tak percaya . Harimau itu berjalan kesamping Siyue dan tidur dengan tenang . Melihat itu, Ratu diam seketika. Dia yang memang memiliki kekuatan juga , tapi tak bisa berkutik melihat semua itu.
"Lalu apa yang kau katakan pada Ratu hingga Ratu benci padaku, aku rasa aku tidak mengenal keluargamu, dan aku tidak pernah berniat salah pada kalian, lalu kenapa kalian bisa menjelekkan namaku...?" tanya Siyue.
"Karena kau memiluki keberanian ingin menikahi Raja..." ucapannya dengan cepat.
"Lalu apa yang kau katakan pada Ratu...?" tanya Siyue lagi.
"Kami maksudku aku dan Ibuku mengatakan pada Ratu kalau kau itu wanita munafik, kau telah membohongi Ratu karena sebenarnya kaulah yang menculik Kaisar dan Ratu. Dan kau telah bersekongkol dengan Para penjahat itu , kami tidak percaya kalau kau itu sakti , apalagi seorang kultivator yang memiliki kekuatan hebat , kau hanya seorang pecundang yang hanya bisa berbohong . kau manusia rendah yang tak tahu malu menjebak Raja agar dia mau menjadi pacar atau Kekasihmu..." ucap gadis itu.
"Ooo begitu...jadi kalian tidak percaya kalau aku seorang kultivator...? Baik...Baiklah , akan kutunjukkan padamu..siapa aku sebenarnya .ini bukan karena aku sombong , dan suka pamer. Tapi aku tak punya waktu meladeni sampah seperti kalian.." ucap Siyue.
Siyue lalu mengeluarkan kekuatannya. Sebuah cahaya terang terlihat menyinari tubuhnya. Dan tak lama terlihat Siyue mulai melayang , Terlihat sayap emas berada di belakang punggungnya. Serta mahkota emas terlihat di kepala kecilnya. Melihat semua itu, semua manusia yang berada di ruangan itu yang diam tercengang karena kagum , segera bersujud dan mengucap salam .
"Salam Ratu Phoenix...salam sejahtera dan berkah selalu bersamamu.." ucap Mereka serempak. Tak terkecuali para sahabat Siyue . Dan Dewa Wiqya segera terbang dan berdiri di sebelah Siyue mereka berdua bergandengan tangan dan kembali turun . sayap Siyue segera hilang.
__ADS_1
"Apakah kalian berdua masih mengatakan kalau aku seorang penipu murahan..seorang pecundang ..Atau seorang penyihir yang telah menyihir Raja untuk mencintaiku...?" ucap Siyue dengan wajah tenang.
"Ampun...Ampunkan hamba yang Mulia... Hamba mohon ampunkan hamba..." ucap Ratu Huo Li ketakutan.
"Hey...kenapa kau meminta ampun padaku... Bukankah tadi kau ingin membunuhku dengan pukulanmu...? Lalu Di mana kesombonganmu tadi . atau kau masih belum yakin padaku...kau ingin mengujiku..? Boleh...aku mau itu..." ucap Siyue dingin.
"Ampun...ampunkan hamba yang Mulia...hamba memang bodoh , hamba memang bodoh mempercayai mereka .." ucap Ratu dengan perasaan menyesal.
"Ck, ck, ck...kau memang orang yang tak tahu balas budi. Untung ini terjadi padaku, kalau hal ini terjadi pada wanita lain, aku tak bisa membayangkan apa yang akan kau perbuat pada wanita itu. Orang yang telah mengeluarkan dirimu dengan susah payah dari Dunia iblis , tapi hanya dengan fitnah seperti itu saja kau telah tega ingin menyiksanya. Lalu tanyakan pada keluarga sahabatmu itu..apa yang telah mereka lakukan pada Kakek kaisar...." ucap Siyue dengan dingin . Mendengar ucapan Siyue, bukan saja Ratu yang kaget, namun Kaisar juga kaget.
"Apa maksud yang mulia...?" tanya Kaisar pada Siyue.
"Kalian bisa mendengarkan sendiri apa yang di ucapkan gadis kepercayaan Ratu ...." ucap Siyue. Lalu Dia menatap gadis itu dan menyuruh menceritakan tentang apa yang sudah di rencanakan oleh keluarga dari Mentri kerakyatan . terlihat gadis itu gelisah. Namun mulut yang dia tutup dengan tangannya terlihat berusaha berbicara.
"Kak...buka tangannya agar dia bisa berbicara dengan keras dan jelas..." ucap Siyue pada Feng Qui yang berada di dekat gadis itu. Dengan paksa Feng Qui memegang tangan hadis itu . Akhirnya dengan jelas gadis itu mengatakan semua yang di rahasiakan keluarga dari Mentri Kerakyatan . Dia bercerita kalau keluarganya telah berusaha mengganti obat yang di kirimkan oleh Siyue untuk Kakek kaisar dengan obat yang palsu. Obat yang telah di bubuhi racun yang tak terlihat. Semua itu mereka lakukan untuk membunuh kakek Kaisar yang pasti nanti akan menjadi penghalang pertama mereka untuk menjodohkan gadis itu dengan Raja. Semua pengakuan itu membuat Kaisar kaget dan sangat marah.
"Apaaa...kalian telah meracuni Ayah...!" seru Kaisar dengan Marah .
"Benar sekali... Mereka dengan sengaja telah meracuniku . Andai hari ini tidak ada Cucu Perempuanku Siyue , yang sudah beberapa kali menolong nyawa tua ini...mungkin saat ini kau akan mengubur tubuhku yang telah terkena racun..." sebuah suara mengejutkan semua orang, tapi tidak dengan Siyue dan Dewa Wiqya . Karena Dewa Wiqya telah menyuruh Ye Mai dan Ye Gu untuk membawa Kakek kemari. Mereka terlihat memapah Kakek Kaisar.
"Ayah..apa yang terjadi..apa benar yang telah kau ucapkan...? Merek telah meracunimu....?" Tanya Kaisar dengan wajah Cemas.
"Dasar anak bodoh...kau biarkan istrimu itu membuat ulah...Dia malah menyanjung orang yang telah membuatku hampir mati. Dan malah menuduh Cucu yang berulang kali menyelamatkan pria tua ini...aku dulu sangat percaya pada istrimu , hingga Aku menganggap dia bukan sebagai menantuku, tetapi sebagai Putriku. Tapi melihat perbuatan dia sekarang ini, mengapa aku juriga m curiga, kalau semua yang dia lakukan untuk Kerajaan ini hanyalah kepalsuan semata...!" ucap Kakek Kaisar dengan wajah terlihat kecewa.
"Ayah...maafkan aku..." ucap Ratu dengan wajah sedih dan takut.
Mendengar semua ucapan Kakek Kaisar , Membuat Kaisar Chu Nang Bo sangat marah, ternyata perbuatan Keluarga Mentri kerakyatan bukan hanya meracuni otak sang istri. Tapi telah berani melukai Ayahnya.
"Pengawal.....!!teriaknya dengan marah. Beberapa pengawal kaisar segera masuk.
"Hamba yang Mulia....." ucap mereka sambil bersikap menerima perintah .
"Tangkap seluruh keluarga mentri Kerakyatan. Masukkan mereka dalam penjara untuk menunggu hukuman selanjutnya . .." perintah Kaisar Nang Bo .
"Siap melaksanakan perintah Yang Mulia...kami mohon diri..." Ucap para pengawal .
"Pergi...." jawab Raja dengan penuh marah.
"Maafkan Huo Li Ayah...Huo Li salah... Huo Li entah kenapa mempercayai ucapan mereka. Sekali lagi Maafkan Huo Li Ayah..." ucap Ratu sambil menangis.
"Aky sudah tak ingin di sini lagi...lebih baik kita pergi Yue'er...bawa aku bersama kalian... Aku tidak ingin tinggal di istana ini lagi..." ucap Kakek Kaisar.
"Ayah...Ayah mau pergi kemana...tidk, tidak jangan tinggalkan Nang Bo Ayah...aku mohon..." ucap Raja Nang Bo.
"Tidak...aku sudah tidak ingin tinggal di sini lagi, aku akan ikut Cucu dan cucu menantuku, dan aku sarankan, selesaikan urusanmu dengan istrimu itu secepatnya..." ucap Kakek Kaisar sambil melangkah keluar.
"Ayo Yue'er , Wiqya...bawa aku pergi dari kerajaan ini..." ucap Kaisar Tua dengan wajah sedih . Dewa Wiqya dan Siyue saling bertatapan.
"Ayah...tolong jangan pergi ..aku mbutuhkan Ayah di sini..." ucap Kaisar Nang Bo . Namun Kakek Kausar tetap berjalan . Tak lama Siyue berkata.
"Maaf Yang Mulia...sebenarnya kami kemari untuk memberitahukan pada Ayah kalau kami telah menikah di hadapan Tiga Dewa Utama. Hanya saja kami akan merayakannya di kerajaan Phoenix. Sekarang biarkan Kakek ikut kami, kakek sudah beberapa kali mengalami keracunan karena perbuatan orang Istana. Dan kali ini kesehatan kakek harus benar- benar di perhatikan .Jadi biarkan Kakek ikut kami...." ucap Siyue lembut . Mendengar ucapan Siyue Kaisar sangat terpukul . Dia tak menyangka kalau Ayahnya beberapa kali dalam bahaya.
"Kalau kau ingin datang , datang saja. Tapi aku harap kau tidak membawa wanita itu..." ucap Dewa Wiqya dingin .
"Tapi nak..aku ibumu...aku yang melahirkanmu.. ." ucap Ratu Huo Li.
"Kau bukan Bundaku...kau yang melahirkan separuh jiwaku. Karena itulah aku tadi tidak menghukummu. Aku masih memikirkan kalau kau adalah wanita yang melahirkan separuh jiwaku. Kalau tidak, kerajaan Suamimu ini sudah hilang dari muka bumi..." ucap Dewa Wiqya dingin.
Siyue hanya bisa menghela nafas berat. Bagaimanapun juga kerajaan ini , kedua orang tua itu adakah milik Raja Chu Tian Ji. Walaupun dia kini merupakan separuh jiwa dewa Wiqya. Tapi Siyue tahu perasaan Raja Chu Tian Ji sakit melihat perbuatan sang ibu. Memang benar dia dulu tidak dekat dengan sang ibu. Sang ibu lebih menyayangi pangeran Waisan . Karena itulah sikap dinginnya terbentuk.
Siyue dan Dewa Wiqya segera keluar dari ruangan itu tanpa mendengarkan panggilan dari Ratu Huo Li.
Udahan Dulu ya...aku lanjut besok.
Jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu. Maaf kalau masih ada kata salah ketik atau typo .
__ADS_1
Bersambung .