
"Kenapa saat aku mendengar ucapanmu . aku merasa Menjadi tegang Yue'er...." Kata Ning Si sambil menatap Siyue dengan Mimik serius .
"Ya ampun Ning...jangan takut, cuma dua permintaan aja Kok..." Kata Siyue sambil memeluk tubuh sang sahabat. ( ha ha Siyue ngerayu 😂)
"Iya, iya...sekarang katakan dengan jelas..." Kata Ning Si yang tahu tabiat sang sahabat.
" Aku cuma mau tanya...kalau Kau melihat kak Fang Yan itu... gimana perasaanmu..?" tanya Siyue berpura- para serius.
"Maksudmu...?" Tanya Ning Si. Tapi tak urung Siyue melihat wajah Ning Si memerah. Melihat itu Siyue tertawa.
"Kau suka padanya ya...?" Kata Siyue sambil tertawa.
"Siyuue..!" Seru Ning Si dengan wajah semakin memerah. Melihat itu, Siyue Tertawa bahagia.
"Aku setuju Kau mendapatkan Kakakku . Karena aku mau Kau jadi Kakakku selamanya..." Kata Siyue lagi.
"Nggak Lucu.. " ucap Ning Si yang terlanjur malu. Siyue hanya teryawa melihat wajah Ning Si yang memerah.
"Lalu kedua...sayang...Kau harus memaafkan kedua orang tuamu. Aku dengar mereka telah mengusir kedua parasit itu dari sekte. Dan Kau tahu kan , kalau racun yang berasal dariku tidak akan pernah Ada yang bisa menyembuhkan Racunku. Jadi biar kan saja mereka yang mendapat balasannya. Kau tahu...aku berfikiran lain ketika melihat tatapan luka di mata Ayahmu. Aku tahu dia berusaha menahan dan menyembunyikan kerinduan di wajah nya. Tapi Matanya Ning...mata Ayahmu terlihat sangat terluka...aku minta.. Tolong...tolong maaf kan mereka ya...?" Ucap Siyue Merayu sang Sahabat. Dia tahu luka di hati Ning Si teramat dalam. Tapi bagai manapun juga mereka Adalah keluarganya apalagi mereka berdua merupakan orang Tua Ning Si . Dan dia tidak tahu Masalah apa yang membuat sang Ayah tega mengusir dirinya. Terlihat Ning Si terdiam. Tak lama terlihat air mata mengalir di pipinya. Melihat Itu Siyue segera memeluk sang sahabat. Akhirnya Ning Si menangis di dalam pelukan Siyue.
Cukup lama Ning Si menangis. Dan akhirnya dia berkata sambil melepas pelukannya.
"Aku sudah memaafkan mereka sejak lama Yue'er..." Ucapnya pelan.
"Tapi kenapa Kau mendiamkan Ayahmu...?" Tanya Siyue.
"Aku takut Ayah masih membenciku. Aku takut ayah kecewa padaku. Mungkin beliau sudah berfikir aku sudah terjamah oleh Pria busuk itu. Walaupun kau tahu kalau aku masih tetap gadis. ." ucap Siyue.
"Tenang saja Ning....aku yakin Ayahmu tidak akan berfikiran sesempit itu...Oh Ya bagaiaman kalau kita mencoba Menyapa mereka..." Kata Siyue.
"Baik aku akan mencobanya... " jawab Ning Si. Siyue tahu kalau di balik sebuah pintu Ada seseorang yang sedang mendengar kan percakapan mereka. Dan Siyue tahu kalau itu Ayah Ning Si. Siyue sengaja mengulur waktu sebentar Agar orang di balik Pintu cepat pergi. Tak lama terlihat Siyue keluar dari tempat itu. Dan Saat keluar dia berpapasan dengan Raja bucinnya.
"Sayang ...dari mana sich..aku sudah sejak tadi mencarimu..." Ucap Raja Dengan kesal. Dan seperti biasa , Kalau dia dalam keadaan Cemas , pasti akan memeluk Siyue dengan erat.
"Gege...aku tidak kemana - mana , bukankah aku sekarang sudah Ada di sini kan...kenapa Kau masih cemas...?" Kata Siyue yang melihat dan merasakan kalau dekapan sang Kekasih tak kunjung lepas. Tak lama Raja melepas pelukannya.
"Apakah aku harus mengikat tanganmu dengan tanganku agar Kau tak lagi jauh dariku..." Ucap Raja dengan wajah kesal . Mendengar ucapan sang Kekasih , rasanya ingin dia tertawa .
"Aku salah.. maaf Ya...? Ucap Siyue dengan memberi ciuman lembut di pipi sang Kekasih. (Kalau tidak seperti ini pasti Raja bucinnya tetap merajuk) walau terlihat Rona Merah di wajanya.
Dan benar saja, seketika wajah yang cemberut itu terlihat Kaget dan tak lama tersenyum gembira.
"Yue'er...Kau sekarang mulai pandai menggodaku...? Tapi aku Senang.." Ucapnya sambil berjalan mengikuti sang Kekasih . Terlihat Siyue melihat Kanan Kiri. Untung tidak Ada orang. Dan Ning Si sudah berjalan terlebih dahi.. (Ning Si tidak ingin jadi obat nyamuk kalik..😂)
Ketika sampai di ruang pesta, Siyue melihat kalau kedua orang Tua Ning Si masih berada di tempat Semula , Siyue melihat kedua orang itu sedang menatap ke arah mereka .
"Ning Ayo..." Ajak Siyue pada sang sahabat.
"Tapi Yue'er. ..." Ucap Ning Si ragu.
"Tidak Ada tapi - tapian Ayo..." Ajak Siyue.
Dengan perasaan ragu Ning Si berjalan bersama Siyue . namun baru beberapa langkah mereka berjalan, ternyata Ayah dan ibu Ning Si menghampiri mereka. Tentu saja mereka bertiga menghentikan langkah mereka . Setelah mereka dekat dengan Siyue dan Raja serta Putri mereka. dengan lembut dan penuh hormat, Ayah dan ibu Ning Si Menyapa Siyue dan Raja .
"Salam Yang Mulia Ratu, Salam Yang Mulia Raja...." Ucap mereka bersamaan.
"Salam Juga Paman , Bibi ..." Jawab Siyue. Sedang kan Raja hanya menatap mereka datar.
"boleh kami berbicara dengan Putri kami yang Mulia...?" Ucap Ibu Ning Si dengan wajah sedikit cemas. Mendengar permintaan dari nyonya Pak Yu. Siyue menatap pada Ning Si. Terlihat ke kagetan di wajah Ning Si.
"Boleh...Tentu saja boleh Nyonya...silahkan kalau kalian ingin berbicara. Dan Kau kak...selesaikan masalahmu dengan ibumu.." Siyue lalu memeluk Ning Si dan dia berisik.
"Selesaikan dengan sabar Kak...tanyakan kebenarannya. Dan Kau akan tahu nanti.. Jangan sampai penyesalan di akhir yang akan membuatmu menderita... " ucap Siyue pelan. Dia segera melepas pelukannya.
"Aku pergi dulu Kak... tuan Pak Yu.. Kalian akan aku tinggal. Selesaikan masalah ini dengan kepala dingin...." ucap Siyue .
"Baik yang Mulia..." Jawab mereka hampir bersamaan. Siyue dan Raja segera pergi dari sana. Terlihat kedua orang tuan Siyue menatap kepergian Raja dan Ratu Siyue yang berjalan menjauh Dari mereka .
Setelah itu terlihat Ning Si dan Kedua orang tuanya berbicara dengan serius.
Sedanfkan Siyue dan Raja yang berjalan meninggalkan mereka bertiga segera menfarahkan kaki Mereka menuju kearah keluarga kerajaan Darga. Yang kini sedang Berkumpul dengan Keluarga Sima Yuan. Dan juga para guru besar sekte Tapak Dewa dan juga Sekte Elang Putih .
Melihat kedatangan mereka berdua terlihat mereka agak Segan. Mereka menyapa Siyue dan Raja secara bersamaan. melihat itu, Siyue Merasa tidak nyaman. Dengan. wajah cemberut dia berkata .
"Guru, Paman... Siyue harap kalian tidak seperti ini..Siyue harap kalian tidak berubah dalam menyikapi Siyue sekarang. Siyue sekarang maupun kemarin , sama saja...!" Ucap Siyue sambil tersenyum namun dengan wajah cemberut. membuat wajahnya terlihat lucu . Mereka saling pandang, dan merekapun tahu sifat Siyue yang tidak suka di bedakan . dan sifatnya selalu sama , yaitu Merendah . akhirnya mereka tersenyum bahagia .
"Sifatmu Inilah yang membuat Kau beda dengan yang lain Nak..." Ucap guru Yang Si bangga.
__ADS_1
"Kau selalu membuat kami kagum...." Ucap guru San We.
" Tidak guru...Siyue tetaplah Siyue yang Dulu . tanpa kalian, Siyue bukan apa - apa..." ucap Siyue lembut.
Mereka semakin bangga pada gadis yang kini merupakan seorang Ratu Suatu kerajaan yang sangat di sakral kan .
"Yue'er....Nenek bahagia melihat Kau yang menjadi Cucu nenek...sejak pertama Kali kita berjumpa. Wajah dan tingkah lakumu membuat Nenek teringat pada Ayahmu. Kekonyolanmu, kenakalanmu , juga wajahmu. Semua milik Ayahmu saat Muda dulu..." Ucap nyonya Yulia dengan wajah gembira .
"Apa benar Nek... Tapi perasaan Siyue lebih tampan dari Ayah.. "Ucap Siyue menggoda sang Ayah yang berdiri di dekat sang Ibu. Sejak bertemu dengan sang istri Siyue melihat bahwa sang Ayah tidak mau jauh dari sang Ibu . Mereka selalu bersama.
"Mana mungkin....Siapa bilang Kau lebih tampan dari Ayah..." ucap Sima Yuan sambil tersenyum.
" Ayolah Ayah.. Kau tidak bisa memungkirinya Coba Ayah Fikir,...Kau pria tampan yang banyak di sukai wanita. Dan ibuku Putri cantik dari Kerajaan Phoenix ini. Yang tentunya semua mengakui kecantikan Ibu, Jadi bisa di bayangkan perpaduan Ayah dan Ibu akan Menjadi kan aku seoerti apa....dan Kalau aku tidak cantik, Mana mungkin Yang Mulia Raja ChunTian Ji dari Kerajaan Darga menyukaiku dan menyayangiku..." Ucap Siyue semakin menggoda.
"Benar kata Siyue Ayah...Kau tahu...saat pertama Kali bertemu dengan dia tadi, Aku merasakan kemiripan kalian dalam setiap tingkah laku dan perbuatannya. Dia bagai tiruan dirimu di masa Muda . hanya saja memang Putrimu lebih tampan darimu Yah...." Ucap Putri Tang Yin sambil tersenyum.
Mendengar ucapan sang Istri, Simayun mati kutu .
"Yue'er....ternyata Kau sudah mengalahkan Ayah..." Ucap Sima Yuan berpura- kura kesal. Jawaban Sima Yuan membuat semua orang tertawa.
Sedangkan Pangeran Waisan yang sejak Siyue berubah sudah terpanah kagum Kini terlihat mendekati Raja.
"Kak...apakah Karena itu, Kau tidak mau memberikan dia padaku....?" Ucap Pangeran Waisan Cemberut.
" Mana mungkin Calon istri akan kuberikan Padamu San'er.. " ucap Raja sambil menyentil kening Pangeran Waisan.
"Tapi Kakak Ipar memang teramat cantik kak...terang saja dia mampuh meluluhkan hatimu yang dingin. Aku tak pernah menyangka kalau pengawal kesayanganmu itu Adalah calon istrimu sendiri. tapi dari mana Kau tahu kalau Kakak Ipar seorang Wanita..." Tanya Pangeran Waisan lagi.
"Dulu Aku pun tidak tahu kalau dia wanita. Sedang tubuh dan tingkahnya seperti Pria konyol yang membuat aku kesal. Tapi dia juga yang telah menolongku di Alam bawah . u tunglah Ye Sha mengatakan padaku kalau Dia seorang wanita .
"Ternyata Kau curang Kak...gadis tercantik di muka bumi ini sekarang telah Kau miliki..." Kata Pangeran Waisan dengan kesal.
"Itu bukan salahku, Karena Dewa telah menjodohkan kami .." Jawab Raja dengan entengnya. Percakapan mereka terhenti saat seorang Pria tampan mendatangi mereka. Melihat Oria itu, semua orang terkejut.
" Tuan Saojin....!" Seru mereka para tetua saat melihat Pria itu.
"Salam Tuan Saojin...!" Seru mereka bersamaan.
"Salam juga...maaf aku kemari ingin bertemu dengan Muridku..."ucap Saojin lembut.
"Murid... ? Ucap mereka yang belum tahu Siapa Murid dari Saujin.
"Kalian semua, aku Pinjam dulu muridku Siyue. Maaf Raja...kekasihmu harus aku bawa sebentar. Karena Ada tugas yang harus dia kerjakan..." Kata guru Saujin dengan lebut . Bagi mereka yang belum tahu kalau Siyue murid dari Saujin hanya bisa terpanah kaget.
"Yang Mulia...Siyue pergi sebentar bersama guru..." Ucap Siyue. Terlihat wajah sedih di wajah Pria tampan itu. Tapi apa boleh buat.
"Baik... Lekaslah kembali..." Ucap Raja dengan berat hati .
"Pasti..." Jawab Siyue. Setelah itu, guru Saujin segera melesat pergi dengan cepat di susul Siyue. Gerakan mereka bagai bayangan Putih dan kuning yang Terbang Melayang melewati atap yang terbuka. Kaisar kerajaan Phoenix pun melihat itu. Melihat kekuatan sang Cucu, Kaisar tersenyum bangga. Ternyata kekuatan Siyue bertambah dengan sendirinya saat penobatan Ratu Phoenix tadi. Ternyata Mahkota yang Ada di kepala Siyue bukan Sembarang Mahkota. Mahkota itu memiliki kekuatan sendiri yang cukup besar. Siyue merasakan kalau tadi dia mengalami terobosan Hingga dua level.
Dia yang tadinya berada di level Awal Alam Roh. Kini sudah berada di level 3 alam Roh. Kekuatan nya hampir sama dengan Guru Yang Si maupun guru San We yang berada di Alam Roh akhir. sedangkan Raja , Siyue tidak bisa mengukurnya.
Siyue mengikuti guru Saojin yang Melayang di atas atap istana kerajaan. Ternyata Siyue di bawa guru Saojin kearah sebuah bangunan yang seperti sebuah menara yang terlihat sangat mega. Saat mereka sampai di depan menara, terlihat pintu Menara terbuka dengan sendiri nya. Tak lama mereka di Sambut oleh beberapa Pria Muda berpakaian putih .
"Salam Guru, salam Yang Mulia Ratu...!" Ucap mereka bersamaan.
Siyue hanya tersenyum ramah membalas salam mereka. Sedangkan guru Saujin berkata lembut.
"Apakah kalian sudah menyiapkan semua yang aku minta...?" Ucapnya.
"Sudah guru...!" Jawab Mereka.
"Bagus....Ayo Siyue , ikut guru..." Ajak Saojin .
Namun sebelum melangkah dia kembali berkata .
" Dan kalian ..suru murid wanita ke ruanganku..." ucapannya lagi.
"Baik guru..." Jawab Mereka.
Saujin segera membawa Siyue masuk kedalam sebuah bangunan yang berbentuk Menara. Saat Siyue masuk, ternyata tempat itu terlihat Luas dan sedikit mewah.
"Guru ini tempat tinggal guru..." Tanya Siyue.
"Di sini para murid bisa berkultivasi dengan baik..." Ucap Saujin.
Dia membawa Siyue ke dalam Suatu ruangan. Dan di dalam ruangan itu terlihat sebuah bak mandi yang terbuat dari bahan yang berlapis emas. Bak itu terlihat sangat Indah .
__ADS_1
"Gila... bak mandi saja begitu indah, begitu kaya kah kerajaan Phoenix ini..." Batin Siyue. tak lama tiga wanita muda Dan cantik masuk kedalam ruangan itu.
"Kami menghadap guru...." Ucap mereka bersamaan.
"Kalian Bantu Ratu berendam di bak mandi itu..." Ucap Saojin.
" Baik guru..." Ucap ketiga gadis itu bersamaan .
.
"Siyue mandi dan berendam di sana guru...?" Tanya Siyue dengan wajah kaget .
"Kau ini...tentu saja...apa harus guru yang mandi di sana...? lakukan saja apa yang guru perintahkan...." Ucap Saojin sambil menyentil kening Siyue.
"Aauuu...." Seru Siyue sambil memegang keningnya yang kana Sentil.
Sedangkan Ketiga Murid perempuan itu menahan tawa mereka saat melihat sang Ratu terlihat cemberut lucu. Mereka terlihat gemas melihat wajah Siyue yang Imut. Saijin segera berbalik dan pergi dari tempat itu .
"Mari yang Mulia..." Ucap mereka dengan hornat .
Siyue berjalan kearah bak mandi. Ternyata di dalam bak Mandi terisi oleh air yang berwarna hijau tua dengan rempah tumbuhan obat yang masih Ada di dalam bak itu. Siyue segera menanggalkan baju kebesarannya. Hingga tinggal baju tipis dan dalaman yang memang dia punya . Dia melihat air di dalam bak masih Ber asap itu Bertanda kalau air itu masih panas. Secara perlahan Siyue masuk kedalam bak mandi itu yang ternyata air benar- benar masih panas. Perlahan Siyue masuk dan duduk di dalam bak mandi . ternyata air mencapai ketinggian sampai di pundak Siyue. Jadi kini yang terlihat hanya kepala Siyue sampai sebatas leher. Tak berapa lama dia berendam , guru Saojin masuk. guru Saojin mendekat .
" Yue'er...bermeditasilah . pusatkan fikiranmu di meridian dekat jantungmu...." Ucap guru Saojin.
"Lo...kenapa guru tahu kalau aku memiliki meridian lebih dari satu..." Batin Siyue.
"Jangan kaget...guru tahu srmua tentangmu..." Ucap guru Saojin .
Akhirnya Siyue mengikuti semua yang di ucapan guru Saojin , tak lama dia mendengar kembali suara guru saojin.
"Guru akan membakar bak mandi dengan kekuatan guru , air akan terasa semakin panas, dan kau harus kuat . setelah itu rasakan Aliran obat yang akan masuk kedalam tubuhmu. Saat pertama Kau akan Merasa kepanasan, tapi lama kelamaan akan hilang..." Kata guru saujin lagi.
Siyue tetap memusatkan fikiran dan kekuatan nya kearah meridian yang guru ucapan. Tak lama dia merasakan panas air yang merebus tubuh nya . Bersamaan dengan itu, Aliran hangat masuk ke dalam tubuh nya seperti yang guru Saujin katakan . Dan benar saja , Lama kelamaan Siyue tidak lagi merasakan air yang panas yang telah merebusnya. Waktu berlalu dengan cepat. Dan tak lama terdengar suara Saujin kembali.
"Selesai....setelah berpakaian temui aku di perpustakaan . Mereka akan membawamu kesana..." Ucap Saujin.
"Baik guru..." ucap Siyue sambil membuka matanya.
Terlihat Saojin keluar dari ruangan. Dan tiga murid tadi masuk kedalam ruangan kembali . mereka membawa nampan berisi pakaian untuknya .
"Mari Yang Mulia kami bantu..." ucap mereka lembut. Siyue segera berdiri. Mereka membantunya berganti pakaian . Saat melihat tubuh Siyue, ketiganya sangat kaget dan kagum .
"Yang Milia...tubuh yang mulia sangat indah putih bercahaya. Lembut bagaikan sutra...." Ucap salah satu murid tadi.
"Jangan terlalu memuji... Kau akan membuatku sombong...." Ucap Siyue lembut.
"Benar kata Mimi yang Mulia...Kulit yang.Mulia sangat lembut ...." Ucap gadis yang lain .
"Sudah, sudah...kalian ini memang bermulut manis . ya sudah bantu aku memakai baju...dan apa yang kalian bawa tadi...?" tanya Siyue . salah satu dari mereka menunjukkan isi dari nampan yang mereka bawa. ternyata mereka membawa pakaian wanita yang terlihat sederhana seperti model pakaian yang Siyue sukai, namun tak urung orang akan tahu kemewahan baju itu . dan Mahkota di kepala Siyue tiba- tiba sudah Ada di atas kepala Siyue tanpa pelayan memakaikannya. Melihat kejadian itu, Siyue kaget. Begitu juga tiga pelayan itu. setelah selesai mengganti baju dan berhias, Siyue segera di bawa ke ruang perpustakaan.
Tanpa di sadari Siyue , Sebenarnya waktu telah di hentikan oleh Saojin. Dan kini Siyue berada di waktu Dia masuk kedalam menara itu. Ketika sampai di perpustakaan, Siyue di persilahkan masuk.
"Silahkan yang Mulia...." Ucap salah satu murid.
"Trimakasih..." ucap Siyue lembut . mendengar ucapan Siyue. Para gadis itu kaget. Mereka tidak pernah mendengar ucapan trimakasih dari para gadis bangsawan manapun saat mereka membantu mereka dalam segala hal. Tapi gadis ini...dia seorang Ratu...Ratu kerajaam ini. Dengan lembut suara itu mengucapkan trimakasih sambil tersenyum ramah. Mereka masih terbengong melihat Siyue yang berjalan masuk kedalam perpustakaan .
"Kau sudah selesai Yu'er...?" Tanya guru Yun Jin.
"Sudah guru...." Ucap Siyue lembut.
"Apa yang Kau rasakan sekarang...." Kara guru Saujin lagi.
"Siyue merayakan tubuh Siyue semakin Ringan guru....Begitu juga dengan pendengaran dan penglihatan Siyue. Siyue merasakan kekuatan ke duanya semakin kuat..." Ucap Siyue lagi.
"Itu Karena Manik- manik jiwa didalam tubuhmu sudah benar- benar menyatu. Dan Kau tahu , air yang Kau pakai berendam tadi Adalah Beberapa ramuan khusus untuk mengolah tubuhmu. Dan aku tahu kalau Kau sudah mengenal dan memiliki racun dan racun yang Kau buat tiada penawarya Selain Kau sendiri yang mengobati. Karena itu aku tidak memakai kekuatan racun lagi.." Ucap guru Saujin.
"Trimakasih guru..." Kata Siyue.
"Tidak usah berterimakasih. Itu sudah kewajibanku membuat kau seperti itu. Karena tugas yang akan Kau lakukan setelah ini sangat berat. " ucap Guru Saujin.
"Murid mengerti guru...Tapi guru..ada satu pertanyaan yang ingin murid tanyakan pada guru....." Ucap Siyue.
"Apa itu...." Kata guru Saojin lembut.
"Kenapa Mahkota di kepala Siyue tiba-tiba bisa kembali di kepala Siyue tanpa Siyue memakainya..." Tanya Siyue lagi.
Sampai di sini dulu ya...aku lanjut besok..
__ADS_1
Jangan luoa like, vote. Dan komennya aku tunggu .
Bersambung .