
"GURU YANG SI..!" seru mereka bersamaan.
"Kalian di sini...!" Kembali terdengar suara guru yang Si.
"Iya guru... Salam guru..." Ucap mereka berdua bersamaan kembali .
"Jadi Kau berada di sini anak Bengal...!"ucap guru Yang Si sambil memukul pelan kepala Sima Yuan .
Terlihat air mata mengalir di pipinya . bagaimana dia tidak terharu , pria paruh baya yang sekarang ada di depannya ini adalah muridnya. Murid bengalnya yang sudah lama tidak bertemu dengannya . Di dalam hidupnya selama ini. Dia hanya memiliki empat murid. Long San , murid pertamanya yang kini berada entah di mana . Sima Yuan yang juga baru dia temui. Raja dan terakhir Siyue.
Pertemuan guru dan murid itu terlihat sangat mengharuka .
"Apakah Kau sejak dulu berada di sini...?" Tanya guru Yang Si.
"Tidak guru...Murid berada di sini baru Beberapa bulan lalu. Itupun Karena Putri hamba yang membawa murid kemari..." jawab Sima Yuan .
"Putrimu...? Maksudmu Siyue Putrimu...?" Ucap Guru Yang Si .
"Benar guru...Siyue Adalah putri hamba ..." Jawab Sima Yuan.
"Ternyata benar Siyue Putrimu...Kami sudah menduga hal itu..." ucap guru Yang Si.
"Kami...? maksud guru...?" tanya Sima Yuan heran .
"Aku dan San We...." ucap Guru Yang Si .
" Kenapa guru bisa menduga Siyue putri hamba...?" Tanya Sima Yuan heran .
"Karena kenakalannya dan wajah dia mirip denganmu...." jawab guru Yang Si . Mendengar ucapan guru Yang Si baik Sima Yuan maupun Siyue tanpa sadar menggaruk tenhkuknya bersamaan, sambil tersenyum lucu . dan gerakan itu terlihat sama membuat guru Yang Si tertawa .
Nach lihat itu...tingkah kalian saat malu pun sama ha ha ha..." Ucap guru Yang Si sambil tetap tertawa.
Tanpa sadar Raja dan Yun Jin melihat ke duanya yang salah tingkah . akhirnya mereka ikut tertawa .
"Dan Kau Yun Jin...apakah Kau sudah lama juga berada di sini ?" Tanya guru Yang Si pada Yun Jin.
"Tidak guru...Yun Jin berada di sini setelah Kak Sima Yuan sembuh. . " jawab Fun Jin.
"Sembuh...?Memangnya Sima Yuan Sakit...? lalu sakit apa...?" Tanya guru terlihat kaget. Yun Jin dan Sima Yuan saling berpandangan.
Namun sebelum mereka menjawab, Siyue berkata .
"Ayah, Paman dan juga guru ...lebih baik kita berbicara di dalam saja...kalian akan berbincang dengan tenang..." Ucap Siyue Menyela .
"Benar kata Siyue guru...Mari kita masuk ke dalam..." Ucap Sima Yuan . merekapun segera masuk ke dalam. Tapi saat Sima Yuan melihat Siyue berbelok kearah dapur dia pun berkata.
"Mau kemana Kau nak...?" Tanya sang Ayah .
"Silahkan kalian bertiga pergi keruang pengobatan untuk berbincang Ayah...Siyue akan membuatkam makanan untuk kalian..." Ucap Siyue.
"Oo..Pergilah , biar aku dan Paman pergi bersama guru....."jawab sang Ayah.
Akhirnya Hanya mereka bertiga yang masuk ke dalam istana menuju Ruang pengobatan .
"Istana ini sangat indah Yuan..." ucap guru Yang Si.
"Benar guru...Istana ini milik Siyue . Kita sekarang ini di ruang Teratai Siyue..." jawab Sima Yuan.
Terlihat Guru Yang Si memperhatikan setiap jengkal ruangan yang Ada di sekitarnya.
"Itu Ada tiga pintu yang tertutup, apakah itu kamar kalian ...?" Tanya guru Yang Si sambil menunjuk tiga pintu yang tertutup .
"Bukan guru...kami tidak tahu pintu apa itu... Karena di setiap ruangan dan tempat di dalam ruang teratai ini , tidak semuanya yang dapat kita buka atau masuki. Sebab tanpa seijin Siyue, tidak Ada tempat yang dapat kita masuki. Begitu juga di luar istana ini. Ada semacam kekuatan yang menghalangi jalan kita.." ucap Sima Yuan.
"Oo..begitu...tapi tunggu Yuan...jadi kau sudah memiliki dua putri...?" Tanya Guru Yang Si lagi.
"Tidak guru...Putriku hanya satu Siyue atau Yueyue. Nama Yueyue Adalah nama Kecil Siyue..." ucap Sima Yuan menjelaskan.
"Lo..lalu Lin Yun itu..?" Tanya guru Yang Si dengan wajah tak mengerti .
"Dia bukan Putriku. Dia putri Lodya Cucu dari Lo Chan Wa..." Jawab Sima Yuan .
"Putri Lodya...?maksudmu Kau juga menikah dengan Lodya sepupumu itu...?" tanya guru yang Si dengan kaget.
"tidak guru...ceritanya cukup panjang..."
Akhirnya Sima Yuan menceritakan kisahnya.
Dari mulai Dia datang bersama sang Istri sampai dia keracunan dan sekarat . Mendengar semua yang di ucapan Sima Yuan, terlihat kemarahan di wajah guru Yang Si.
"Sampai sejauh itukah perbuatan mereka...?" kata guru Yang Si.
"Mereka melakukan itu sebelumnya Karena dendam dan iri nelihat kebahagiaan Kami guru...namun mereka berbuat lebih setelah mengetahui kalau Putrimu merupakan pewaris kerajaan Phoenix . Merupakan calon Ratu Kerajaan Phoenix . Mereka ingin menggantikan kedudukan Siyue. dan kebetulan Lodya memiliki Putri seumuran Siyue...." ucap Sima Yuan .
"Saat mereka datang, untunglah Saujin lebih dulu datang dan menggantikan Siyue . kalau tidak, entah apa yang terjadi dengan Putriku . Saat itu aku yang sudah terkena racun tidak mampu lagi melawan dua pria dengan kekuatan di Alam Roh itu. Karena dalam Beberapa Jurus saja aku sudah tidak berdaya..." Ucap Sima Yuan.
__ADS_1
"Dasar Iblis.. Mereka terlalu serakah..." Ucap guru Yang Si dengan marah.
"Ya...untungnya Yun Jin datang para saat aku sekarat . Kalau tidak mungkin aku sudah tiada guru..." Ucap Sima Yuan.
"Saat itu entah kenapa aku ingin bertemu dengan Kakak yang aku dengar kakak ipar sudah dekat dengan masa kelahiran. Aku datang ke sana Karena semenjak Kak Sima Yuan datang aku belum menemui dia. Jadi hari itu aku pergi kerumahnya. Namun betapa terkejutnya Yun Jin , saat aYun Jin melihat Kak Sima Yuan dalam keadaan hampir mati. Melihat keadaannya yang terluka parah dan Ada bayi mati dalam keadaan terluka juga . aku tidak berani mengatakan pada siapapun, keadaan Kakak saat itu. Aku memilih membawa Dia pergi setelah mengubur bayi itu . Saat itu aku sudah Yakin kalau keadaan Kakak ada hubungannya dengan orang dalam . Murid berusaha mengeluarkan Racun di dalam tubuh Kak Sima Yuan dengan kekuatan murid , Namun mutif tidak mampuh . Akhirnya mencoba mencari tabib , namun Murid bingung takut di pembunuh tahu kalau Kakak masih hidup , akhirnya Murid membuatkan topeng untuk Kakak. setelah itu. Yun Jin baru mencarikan tabib untuk Kak Sima Yuan . Apakah guru ingat, saat murid meminta guru Wang dan guru They yang murid minta mengobati seseorang yang terluka Karena racun...?" ucap Yun Jin.
.
" Wang..dan They...." Terlihat guru Yang Si berusaha mengingatnya.
"Jadi pria yang terkena racun hitam yang sedang sekarat itu Sima Yuan...!?" Seru guru Yang Si dengan kaget.
"Benar guru...Dia Kakak Sima Yuan. Dan ternyata guru Wang Dan guru They pun tidak sanggup menyembuhkannya. Karena segala upaya dan berpuluh tabib dan dokter tidak Ada yang bisa menyembuhkan Kakak. Akhirnya aku hanya bisa memperlambat kerja Racun hitam itu di dalam tubuh kakak .. dengan Cara membawa Dia ke gunung Naga salju. dan menidurkan Kakak di atas batu Giok penyembuh . Namun Murid masih berusaha mencari obat untuk dia guru... tapi drgala usaha murid sia - sia. Namun saat Racun di tubuh kakak sudah mencapai leher. Dan Murid mulai outus asa, Tiba- tiba Siyue datang. Yun Jin tidak pernah tahu kalau gadis itu bisa menyembuhkan segala racun.." Ucap Yun Jin dengan bangga.
"Dia memiliki Ivy di sampingnya.. " ucap Sima Yuan tiba-tiba.
"Siapa ivy...?" Tanya Guru Yang Si .
"Poison Ivy tumbuhan kontrak Siyue guru..." Ucap Sima Yuan .
"Apaa... Poison Ivy.. Mana mungkin Yuan... bukankah tumbuhan itu Adalah tumbuhan Racun yang sangat mematikan , dan kabarnya sulit di taklukkan ....?" Ucap Guru Yang Si .
"Tapi Kenyataannya tumbuhan itu memang Siyue miliki guru..." Ucap Sima Yuan.
"Aku juga pernah melihat nya guru. Tapi aku tak yakin..." Ucap Yun Jin.
"Kak...selama aku di sini kenapa aku tidak melihat tumbuhan itu...?" Tanya Yun Jin.
"Dia selalu bersama Siyue. Apalagi Siyue pergi kedaerah berbahaya. Pria itu tidak akan membiarkan Siyue dalam bahaya. "Ucap Sima Yuan.
Percakapan itu berlanjut Hingga Siyue mengajak mereka makan bersama. Merasakan Masakan Siyue, guru Yang Si mengatakan kalau masakan Siyue sangat enak. Beliau makan Hingga kekenyangan. Melihat sang guru, ketiga muridnya mau takmau menahan tawa. Setelah itu, Siyue membawa guru Yang Si Kembali .
"Guru...sekarang bolehkan Siyue besok membawa mereka pergi....?" Ucapnya sambil tersenyum.
"Kau akan memasukkan mereka kedalam ruang Terataimu...?" Tanya Guru Yang Si.
"Benar guru..." Jawab Siyue.
"Apakah bisa...?₹ tanya guru Yang Si tak percaya.
"Maaf guru...sebenarnya mereka pernah tinggal di sana berhati- hari saat mengikuti Siyue datang ke Alam atas ini..." Ucap Siyue .
"Maksudmu, saat itu mereka bukan pergi sendiri, tapi pergi bersamamu .?" tanya sang Guru dengan Wajah kaget .
"Ya ampun Siyue...guru tak pernah mendengar orang bisa tinggal di dunia Dimensi milik seseorang .." Ucap guru Yang Si takjub. Siyue hanya tersenyum menanggapi perkataan sang guru .
"Ya sudah aku ijinkan Kau membawa mereka pergi. Tapi Kau pergi dengan Siapa...?" Tanya guru lagi.
"Tentu saja dengan Raja ini guru....mana mungkin dia pergi dengan orang lain..." Ucap Raja dengan datar.
"Ck Kau ini..iya , iya guru tahu , kalau Siyue itu calon Ratu kerajaan ini..." Ucap guru Yang Si kesal. Sebenarnya Dia ingin Siyue bersama dengannya. Tapi apa boleh buat, Siyue sudah memiliki sang Raja yang selalu lengket dengan gadis itu.
Ketika mereka keluar dari ruangan guru Yang Si. terlihat ketiga pengawal Raja dengan setia menunggu mereka . memang saat mereka berada di dalam ruang Teratai selama lebih dari enam jam, maka di dunia Nyata , mereka hanya pergi selamanya tiga jam. Tentu saja Ketiganya tidak tahu kalau mereka di tinggal pergi di depan ruang tinggal sang Guru.
Karena hari telah menjelang sore. Siyue mengajak semua teman dan saudaranya untuk pulang . mereka heran saat Siyue mengajak mereka pergi. Tapi melihat keseriusan Siyue . mereka tidak bertanya lagi. Mereka segera pulang ke rumah Kakek Si tak terkecuali Murong dan Lian Kun. Setelah sampai di rumah Siyue , barulah Siyue memberi tahu masalah nya. Mereka berseru gembira saat mendengar mereka akan kembali masuk keruang Teratai.milik Siyue. Sedangkan Ke tiga pengawal Raja , Murong , Lian Kun dan Kakek Li yang tidak tahu apa yang di maksud mereka, hanya bisa diam tak mengerti . mereka hanya tahu kalau mereka akan menghadiri penobatan Ratu Phoenix yang memang sudah di ketahi banyak orang .
Karena mereka tidak perlu mempersiapkan sesuatu yang penting. Siyue segera membawa mereka masuk kedalam ruangan Teratainya di Bantu Xiao Tu. Kali ini ke tiga pengawal Raja juga masuk kesana Karena tempat mereka dalam kuota undangan di istana Di pakai oleh Putra dan Putri kerajaan . Tentu saja saat masuk kedalam ruang Teratai. Ketiga pengawal Raja , Kakek Li , Murong Dan Lian Kun sangat kaget.
"Yang Mulia...I.. Ini di mana...?" Tanya Ye Mai pada Raja yang berdiri Persis di depannya.
"Ini ruang Teratai milik calon Ratumu..." Ucap Raja dengan bangga. Mendengar ucapan sang Raja, mereka bertiga ternganga heran . Begitu juga ke tiga tamu baru Siyue.
Mereka seperti tak percaya melihat keadaan di sekitar mereka .
"Ning Si...ini ... ini ruang Dimensi milik Siapa...?" Kara Kakek Li yang tahu kalau ini di ruang Dimensi seseorang.
"Milik Siyue Kek..." Jawab Ning Si.
"Milik Pria tampan sahabatmu itu...?" Tanya Kakek Kaget.
"Sett...Dia itu seorang wanita Kek...dia itu sahabatku...juga kekasih Raja " Bisik Ning Si di telinga sang Kakek.
"Apaaa..." Seru Kakek kaget.
"Stt jangan Karas- Karas Kek..." Bisik Ning Si. Mereka kini berada di sebuah Padang rumput nan hijau. Dan di sebelah kanan mereka Ada Aliran Sungai yang tidak terlalu lebar dengan Aliran air yang terlihat sangat tenang . Sungai kecil itu memiliki air yang sangat jernih. Hingga ikan ber warna - warni terlihat dengan jelas berenang di dasat sungai. Tak lama para sahabat dan saudara Siyue segera berlari kepondok mereka sambil mengajak para pendatang Baru . tak terkecuali Kakek Fang Bo yang mengajak Kakek Li untuk pergi berjalan ke pondok mereka. Namun Kakek Si memulih tinggal. dia mendekati Siyue.
"Yue'er...di mana Ayahmu...?" Tanya Kakek Si.
"Kakek ingin bertemu Ayah...?" Tanya Siyue. Sang Kakek menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu ikut Siyue Kek...Siyue akan membawa Kakek kesana..." . Jawab Siyue.
Akhirnya Siyue membawa Sang Kakek pergi ketempat Ayah Sima Yuan . Ke tiga Pengawal Raja terlihat mengikuti sang junjungan yang berjalan bersama Kakek Si dan Siyue . mereka kagum dan masih tidak percaya dengan apa yang ada di depan mereka .
"Putri..apakah ketika anda dan Yang Mulia menghilang , kalian berdua berada di sini...?" Tanya Ye Mai pada Siyue .
__ADS_1
. "Iya Mai...Maafkan aku yang belum bisa berterus terang pada kalian bertiga..." Jawab Siyue.
" Jadi kuda- kuda itu tinggal di Padang rumput itu...?" Tanya Ye Gu.
"Benar...dan air yang mereka minum Adalah air sungai tadi.." Jawab Siyue.
"Ya ampuun...terang Sana kuda-kuda kita tidak Ada duanya. Karena setiap hari memakan dan meminum makanan yang tak Ada di dunia Nyata..." Ucap Ye Gu .
" Ya sudah kami akan pergi .kalian tinggal di sini dulu sampai kita nanti berada di kerajaan Phoenix . Kalian bisa melihat keadaan ruang Teratai ini tapi kalian jangan pergi terlalu jauh. Takut nya kalian tersesat. Atau Kau bisa mengajak salah satu teman atau saudaraku... Jika tidak ingin berjalan- jalan kalian bisa berkultivasi dengan baik di dekat Aliran dungai itu..." ucap Siyue.
"Baik Putri..." Jawab mereka serempak. Siyue segera berpamitan para Kakek Si , Paman dan Ayahnya.
Setelah berpesan Pada semua hewan konteaknya dan pengawalnya, untuk membantu mereka jika Ada yang di butuh kan. Siyue dan Raja segera keluar dari Ruang Teratainya dengan membawa kuda mereka. Sesampainya di Alam nyata, Mereka segera memacu kuda mereka munuju Istana.
Sesampainya di istana , Raja dan Siyue segera menemui sang Kakek Kaisar . Ternyata Kakek Kaisar sudah menunggu kedatangan mereka .
"Kalian Dari mana..." Tanya Kakek Kaisa saat melihat mereka berdua .
"Menemui guru Yang Si Kek.." Jawab Raja sambil mengajak sang Kekasih duduk di dekat pembaringan Kaisar Tua.
"Besok kakek Ikut kan...?" Tanya Siyue.
.
"Tentu saja saja sayang ....mana mungkin Kakek melewatkan penobatan Cucu Kakek Menjadi Ratu kerajaan Phoenix..." Ucap Kakek Kaisar sambil tertawa.
"Kalau begitu, setelah selesai makan malam, Kakek harus minum obat dan langsung Tidur, bukankah petugas dari kerajaan Phoenix yang menjemput kita datangnya pagi hari..." Ucap Siyue.
.
"Baik...Kakek akan segera tidur setelah selesai makan Malam, Asal kalian menemani Kakek makan malam..." ucap Kakek Kaisar.
"Baik Kek.." jawab Siyue
*""""*****
Di lain tempat , tepatnya di rumah tuan Sang Baiki. Terlihat tuan sang Baiki dan Jendral Ling Bay sedang berbicara dengan Lin Yun .
"Kita akan berangkat besok pagi, karena itu kita harus bersiap pagi sekali Karena jemputan akan datang pada pagi hari. Dan kita harus tepat waktu. Kalau tidak , mereka akan meninggalkan kita..." Ucap tuan sang Baiki.
"Baik Kek..." Jawab Lin Yun.
"Kau tetap akan membawa Bibimu Lodya dan Kakek Lo Chang Wa...?" Tanya tuan Sang Baiki.
Kemarin Lin Yun berkata kalau dia akan membawa kedua orang itu. Sebelum tuan Sang Baiki menyuruh Lin Yin untuk membawa kedua orang itu, ternyata gadis penipu itu sudah mengatakan sendiri.
"Tapi Ayah...untuk APA mereka ikut...?bukankah mereka tidak Ada sangkut pautnya dengan urusan ini...?" Ucap Jendral Long Bay agak kesal.
"Biar kan saja Bay...bukankah Lin Yun yang mengajak mereka. Dia merupakan gadis Phoenix yang akan di nobatkan Nak..." Ucap Tuan Sang Baiki dengan tenang. Dia memang tidak memberi tahu Long Bay soal pertemuannya dengan putra bungsunya dan sang Cucu . Dia takut Ada yang mendengar saat dia berbicara dengan Jendral Long Bay.
"Tapi Ayah.... " terlihat Jendral Long Bay sangat kecewa. Sebab dia sebenarnya akan membawa Putra pertamanya yang Ada di Sekte Elang putih. Dia tahu kalau sang Putra sangat menginginkan ikut dan melihat penobatan Ratu phoenix . kalau Putra saudara sepupunya Wei Zi pasti ikut , Karena pria itu merupakan murid kepercayaan Sekte.
"Sudahkah Bay...apa di tempat kita sudah cukup sepuluh orang..." Kata Kakek Sang Baiki lagi.
"Sudah Ayah... Sebab Kak Dion dan Kak Chan Li membawa putra mereka..." Ucap Jebdral Long Bay.
"Ya sudah nanti aku akan mencoba datang ke Istana, Siapa tahu masih Ada tempat untuk Putramu..." Ucap Tuan Sang Baiki dengan sabar , walaupun di dalam hati dia sangat kesal. Ternyata yang Dia duga benar, kalau Lin Yun sudah tahu Siapa dia sebenarnya. Dasar gadis jahat.. umpat tuan Sang Baikin. Ingin rasanya dia mencekik gadis yang berpura- para Menjadi Cucu nya itu. Mendengar ucapan sang Ayah terlihat kalau Jendral Long Bay tak puas. Sedangkan Lin Yun terlihat tersenyum penuh kemenangan.
Sore harinya, Tuan Sang Baiki pergi ke istana untuk menemuimu Cucu perempuannya. Dan di sana dia bercerita tentang keinginan sang Paman. Akhirnya Siyue memberi Solusi untuk menanyakan sendiri pada guru San We. Malam harinya Dia pergi ke sekte Elang Putih untuk menemui guru San We. Dia menaiki Feng Qui. Karena saat itu hari telah malam . jadi saat Feng Qui berubah tidak Ada yang tahu.
Dengan kecepatan penuh, mereka pergi ke sekte Elang Putih. Tak butuh waktu lama, Siyue dan Raja yang menaiki Feng Qui dengan cepat sampai di sekte Elang Putih. Mereka turun di dekat rumah tinggal sang guru. Saat mereka datang , tentu saja Guru San We kaget . Setelah di katakan masalahnya, Dan ternyata di Sekte Elang Putih masih Ada satu kuota yang bisa di pakai putra Jendral Long Bay. Setelah selesai menemuimu Guru San We. Siyue dan Raja segera kembali ke istana .
Ke esokan harinya, benar saja Dua Kereta datang untuk menjemput para tamu yang akan datang ke Kerajaan Phoenix. Satu Kereta khusus untuk Raja dan Siyue namun Siyue mengajak Kakek Si satu kereta dengan mereka . sedangkan satu Kereta lainnya . untuk mereka yang akan datang ke istana Phoenix. Begitu juga dengan perguruan yang mendapat undangan dari Istana Phoenix. Mereka juga mendapatkan satu kereta jemputan .Hanya saja mereka mendapatkan Satu Kereta yang cukup besar cukup untuk sepuluh orang .
Setelah semua orang masuk kedalam Kereta , semua Kereta secara bersama- sama Melayang Terbang keudara bersama kuda nya menuju kearah utara. Tempat di mana kota Kerajaan Phoenix berada. Beberapa Kereta terlihat Melayang di udara secara bersama . Dan dalam waktu satu hari, satu malam. Mereka telah sampai di sebuh padang yang sangat Luas. Perlahan Kereta yang mengangkut para undangan satu- persatu turun dari udara.
"Yue'er...kau tahu, tempat ini Ada di sebelah utara gunung Naga Saju. Teoatnya Beberapa mil dari gunung Naga Salju tempat aku menunggu kedatanganmu Beberapa bulan lalu. "Ucap Naga Salju.
"Tapi kenapa tempat ini Sunyi... Ee..tunggu... aku melihat sebuah kota di atas awan...." Seru Siyue kaget . mendengar seruan Siyue, Kusir Kereta yang ada di depan tetkejut dan segera menatap Siyue . tak lama terlihat senyum lembut di wajah Kusir yang terlihat masih Muda dan tampan itu.
"Sayang.. Apa yang Kau katakan....aku tidak melihat apapun...?" Ucap Raja.
"Yue'er...pegang tangan Raja lalu Kau tiup kedua mata Raja. "Ucap Long Bay dalam telepati.
"Maaf sayang..." Siyue lalu mendekat dan men I up pelan kedua mata Raja sambil menggenggam tangan Raja. Raja yang kaget dengan tingkah Siyue , hanya diam saja. Dia fikir sang Kekasih akan menciumnya. Namun setelah Siyue hanya meniup kedua Matanya. Raja tertawa pelan.
"Kenapa Tertawa..." Tanya Siyue .
"Aku fikir Kau akan menciumku Karena itu aku tertawa. Ternyata Kau hanya meniup mataku..." Ucap Raja tanpa malu.
"Ck.. Dasar otak mesum ..." Ucap Siyue. Sekarang lihat di atas awan itu Ada apa...?" Kata Siyue . Rajapun menatap kearah Awan yang di tunjuk Siyue. Dan betapa terkejutnya Dia saat melihat keatas. Sedangkan si Kusir yang mendengar perkataan mereka berdua semakin tersenyum bahagia.
Aah....udahan dulu ya....akan author lanjut besok lagi . jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu...kalau Ada typo sekali lagi maaf.....🙏🙏🙏🙏
Bersambung.
__ADS_1