DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PERGI KE ISTANA DEWA YANG XI


__ADS_3

"Tidak...setelah aku mendengar ceritamu, lebih baik Kau merasakan hukuman dari Siyue...biar mulut baumu itu tidak sembarangan lagi berucap..." Ucap Dewa Yang Xi sambil berdiri dan berjalan kekamar yang sering dia gunakan saat Dia berada di rumah sang Putra. Dewa Wiqya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sedangkam Dewa Saora hanya bisa tertawa sambil bangun dari duduknya serta pergi keluar istana Dewa Wiqya untuk Kembali ke Istana miliknya.


Sedang kan Siyue sendiri yang di perbincangkan oleh ketiga Dewa tersebut , kini sedang bermeditasi dengan para sahabat hewan kontraknya di bawah Pohon Roh .


Setelah di rasa hari di alam nyata menjelang pagi, Siyue segera keluar dari ruang teratai setelah membuat makanan serta makan bersama dengan para sahabatnya sekalian membersihkan badan . Dia juga tak lupa membawa beberapa makanan yang tadi dia buat serta buah segar dan air Suci dari dalam ruang teratainya . Hari ini entah turnamen apa yang akan di adakan. Siyue hanya akan hadir untuk menonton.


Jikapun bisa , Dia ingin segera pulang ke Negri Phoenix. Tapi apalah daya , mereka harus menunggu sampai acara festival bunga berakhir.


Dan benar saja saat dia keluar dari ruang Teratai , Terlihat hari mulai terang. Walaupun malam di dunia Nirwana lebih cepat dari Alam Bumi. Dan saat Dia keluar dari ruang kamar nya , terlihat Dewa Wiqya sudah menunggu dia di teras Istana yang dia tempati.


"Honey.. Sejak kapan Kau di sini...kenapa tidak mengetuk pintu...?" Tanya Siyue sambil melangkah menghampiri Dewa Wiqya .


"Tidak..baru saja aku datang..." Ucap Dewa Wiqya sambil memeluk dan mencium kening Siyue lembut.


" Ini apa sayang...?" Tanya Dewa Wiqya sambil melihat keranjang Yang Siyue bawa. Lalu Dia mengambil keranjang makanan yang di bawa Siyue.


"Aku tadi membuat makanan setelah bermeditasi..." Ucap Siyue.


Mendengar ucapan Siyue, Dewa Wiqya terlihat cemberut .


"Aku iri pada mahluk kontrakmu, mereka bisa menikmati makanan yang Kau buat Setiap kali Kau membuat masakan ....." Ucap Dewa Wiqya sambil melihat masakan dalam ranjang makanan .


"Saat kita sudah menikah , honey juga bisa menikmati makanan buatanku Setiap hari..." Ucap Siyue lembut.


"Tapi itu masih lama...." ucapnya merajuk .


"Tidak lama...bukankah kita akan menikah setelah kita kembali ke Negri Phoenix.." hibur Siyue .


'Kalau begitu , bagaimana kalau kita menikah sekarang ..biar aku selalu bersamamu..." kata Dewa Wiqya dengan wajah menggoda .


"Ck...mulai dech..." Ucap Siyue cemberut . Dewa Wiqya tertawa dan mengusap kepala Siyue dengan penuh cinta . "Kau selaku membuatku gemas Beb...." ucap Dewa Wiqya.


Siyue hanya menangapi dengan senyuman .


" Hari ini acara nya apa dan di mana...?" Tanya Siyue sambil melangkah di Sisih Dewa Wiqya yang menggenggam jemari tangan nya, sedang tangan yang satu membawa keranjang makanan.


"Sayang... Ayah ingin bertemu dengan mu..." Ucap Dewa Wiqya lembut.


"Ayah...aah..Dewa Yang Xi , ...untuk aoa Honey...?" tanya Siyue heran.


"Entahlah...ada sesuatu yang ingin Ayah tanyakan padamu..." ucap Dewa Wiqya.


"Menanyakan sesuatu....? apakah beliau sudah tahu hubungan kita" Ucap Siyue.


Kemarin memang Dia sudah di perkenalkan pada Dewa Yang Xi . Namun sebatas berkenalan biasa.


"Sudah...Karena itulah Ayah ingin bertemu dengan mu..." ucap Dewa Wiqya lembut.


"Apakah Dewa Yang Xi tidak menyetujui dengan hubungan kita...?" Tanya Siyue dengan tenang, walau di dalam hati Ada kekawatiran. Bagaimana tidak...beliau Adalah seorang Dewa dan Dia hanya manusia biasa walaupun masih Ada keturunan darah phoenix .


"Oo..Siapa bilang.. Lebih baik Kau bertemu dengannya sekarang Kau akan tahu, apakah dia suka atau tidak dengan mu..." Ucap Dewa Wiqya dengan lembut.


Ketika mereka sampai di ruang tamu


Istana milik Dewa Saora, mereka melihat Dewa Saora telah menunggu .


"kalian Sudah Datang...?" Ucap Dewa Saora.


""Pagi guru...?" Sapa Siyue.


"Pagi... Apa itu...?" Tanya Dewa Saora.


"Makanan dan buah guru...tadi murid membuat nya di ruang Teratai..." Ucap Siyue sambil meminta keranjang dari tangan Dewa Wiqya .


"Saora...lebih baik makanan ini kita bawa kerumahku saja , mungkin ayah telah men anti kedatangan kita..." Ucap Dewa Wiqya.


sambil menahan tangan Siyue yang akan mengambil keranjang makanan dari tanga. Dewa Wiqya .


"Boleh juga...kalau begitu kita langsung saja kerumahmu..." Ucap Dewa Saora.


Dia juga tidak ingin ketinggalan menikmati makanan yang di buat Siyue. Sebab masakan yang di buat Siyue sangat enak.


Akhirnya mereka bertiga segera keluar dari Istana Dewa Saora dan berjalan menuju Istana Dewa Wiqya yang berada bersebelahan dengan Istana Dewa Saora. Walaupun bersebelahan, jarak istana Dewa Wiqya tidak sama seperti jarak tetangga kita sekarang ,😂. Jarak rumah mereka berkisar sekitar hampir dua ratus meter dari rumah Dewa Saora.


Saat mereka masuk melalui pintu gerbang, banyak Padangan Mata para prajurit melihat pada Siyue walau dengan sembunyi- sembunyi dengan tatapan kaget dan tak percaya. Sebab mereka melihat Dewa Wiqya yang menggandeng tangan Siyue seakan takut hilang . Setelah mereka melihat Dewa Wiqya dan Dewa Saora serta wanita yang bersama mereka berlalu masuk ke dalam istana. . Merekapun membicarakannya secara perlahan. bagaiamaoun juga yang mereka gosipkan Adalah tamu dari junjungan mereka.


"Apakah dia Dewa Wiqya...?" Tanya prajurud pertama.


"Iya...Kok aku nngak yakin kalau dia Dewa Wiqya ya...?" Ucap Prajurit kedua.


"Kalian buta apa...jelas-jelas dia Dewa Wiqya kenapa kalian masih bertanya...?" Ucap Prajurit ketiga.

__ADS_1


"Bukan begitu...bukankah Dewa Wiqya sangat dingin terhadap wanita. Kau masih ingat tidak, pada gadis yang pernah masuk ke dalam kamar Dewa Wiqya saat Dewa Wiqya selesai berlatih berpuluh tahun Lalu, yang mengakibatkan dia mendapatkan hukuman mati bersama prajurid yang berani membantu dia masuk kedalam istana malah ke kamar yang Mulia..." Ucap Prajurit pertama.


"Benar..dan banyak lagi kejadian yang membuat kita merasa kasihan pada gadis- gadis yang mengejar Dewa Wiqya, Karena mereka akan mendapatkan masalah dari Dewa Wiqya jika mereka berani mendekat dan sengaja Merayu dia..." Ucap prajurit kedua.


"Dasar mereka saja yang salah ...sudah tahu Dewa Wiqya tidak menyukai mereka, mereka Malah mencari perkara...kita tahu Dewa Wiqya sangat alergi pada mereka yang berjenis kelamin wanita....."ucap prajurit ke tiga.


"Tapi kenapa sekarang Ada gadis yang bisa berjalan dengan Dewa Wiqya, Malah sepertinya Dewa Wiqya yang jatuh cinta pada gadis itu...kita lihat tadi...gadis itu berjalan dengan anggun tanpa berusaha Merayu junjungan kita...sedang kan sebaliknya, Dewa Wiqtya bagai orang yang takut kehilangan..." Ucap parajurit keempat yang sejak tadi diam mendengar kan ucapan teman- teman nya.


"Kalau gadis seperti tadi, aku yakin tidak akan Ada seorang Dewapun yang akan menolak pesonanya. Kalian lihat sendiri, Kecantikannya tiada bandingnya. Hanya Dewi Rukmy yang hampir setara dengan nya..." Ucap prajurit ke tiga.


"Jangan membicarakan Dewa Wiqya...atau kalian akan kehilangan Nyawa kalian..." Sebuah suara menghentikan pembicaraan mereka berempat. Dan saat mereka melihat Siapa yang berbicara.mereka terdiam , Karena kepala prajurit lah yang telah Menegur mereka.


"Ma...maaf kami tuan..." Ucap Mereka bersamaan.


"Jangan di ulang lagi...atau kalian akan mendapatkan hukuman dariku.." Ucap pria gagah yang Menegur mereka.


"Trimakasih tuan...kami tidak akan mengulangi lagi...." ucap mereka dengan wajah takut . Akhirnya mereka kembali ketempat pos mereka.


Sedangkan Siyue dan Dewa Wiqya serta Dewa Saora terlihat memasuki ruang Istana milik Dewa Wiqya. Ketika mereka berada di ruang utama, mereka melihat Dewa Yang Xi sedang duduk menikmati minuman nya. Saat dia melihat sang Putra berjalan masuk bersama Dewa Saora dan gadis cantik dan lembut serta anggun itu, Dewa Yang Xi terlihat tersenyum gembira.


"Kalian sudah datang..." Ucap Dewa Yang Xi lembut. Dia menyembunyikan kegemburaannya melihat sang Putra terlihat sangat sayang pada Siyue.


"Salam Yang Mulia Dewa Yang Xi..." Ucap Siyue sambil memberi hormat.


"Salam Paman...." Ucap Dewa Saora memberi salam juga .


"Bangunlah kalian ... duduklah..." Ucapnya lembut.


Siyue dan Dewa Saora segera duduk di sebuah Kursi yang mirip dengan sofa di jaman modern. Malah terlihat lebih Indah. Namun sebelum pantat Siyue berada di atas sofa . sebuah tangan menarik tubuh nya. Hingga dia jatuh di atas pangkuan si penarik. Dan ternyata si Dewa bucin lah yang menarik Siyue hingga jatuh di pangkuannya .


"Yang Mulia...!" Seru Siyue kaget. Begitu juga dengan Dewa Yang Xi. Dia tidak menyangka putra dinginnya sekarang menjadi seorang Dewa yang sangat posesif sekali pada orang yang dia cintai . Sedang kan Dewa Saora hanya tersenyum. Dia tahu si bucin itu pasti tidak rela Siyue duduk di sampingnya.


"Dasar pria pecemburu..." batin Dewa Saora menertawakan Dewa Wiqya .


"Duduklah di sini...jangan dekat dengan Saora..." Ucapnya dengan wajah cemberut.


"Kenapa...?Bukan nya di pertandingan hamba juga duduk di dekat guru...lagi pula dia guru hamba..." Ucap Siyue protes.


"Kalau di sana nggak masalah. Tapi kalau sekarang Kau hanya boleh duduk dekat denganku , tidak dengan yang lain..." Ucapnya posesif. Dia mendudukkan Siyue di dekat nya.


"Wiq...Kau lupa kalau dia muridku..?"Sindir Dewa Saora .


"Lalu apa ini...?" Tanya Dewa Yang Xi mengalihkan pembicaraan sambil menunjuk keranjang makanan yang Ada di atas meja.


"Ah..itu makanan yang di buat Yue'er Ayah..." ucapnya sambil berdiri.


"Biar Siyue yang membukanya yang Mulai...." Ucap Siyue sambil berdiri. Siyue segera menggantikan keinginan Dewa Wiqya yang akan menata Makana yang dia bawa .


Siyue lalu menatap semua makanan dan buah di atas meja. Melihat Beberapa makanan yang di bawa Siyue. Dewa Yang Xi heran. melihat masakan di atas meja. Mencium harum wangi masakan membuat dia lapar, tapi ketika melihat masakan yang mengandung banyak bumbu membuat dia takut.


"Kau yang mebuat masakan ini nak...?" Tanya Dewa Yang Xi dengan wajah kagum. Sebab dia mencium harum masakan yang di buat Siyue sangat harum. walaupun dia masih meragukan rasa masakan Siyue .


"Hamba Yang Mulia..." ucap Siyue lembut .


Sedamgkan Dewa Wiqya segera meminta pelayan untuk mengambilkan mangkuk makanan serta beberapa makanan yang mereka buat tadi . untuk di sajikan di atas meja ruang tamu. tak berapa lama Para pelayan membawakan makanan yang di maksud Dewa Wiqya dan beberapa mangkuk bersih . terlihat Dewa Yang Xi agak ragu mengambil makanan Yang di olah Siyue. Namun melihat keponakan dan Putranya makan dengan Lahab diapun segera mengambil makanan dengan sumpitnya. Dengan ragu dia memasukkan makanan ke dalam Mulutnya. Tak lama terlihat matanya terbelalak dengan wajah kaget.


"Ya ampuun..makanan ini enak sekali...!" Seru nya dengan gembira.


Dan dia segera mengambil lebih banyak. Namun Karena Putra dan Keponakannya sudah makan sejak tadi. Akhirnya makanan itu tinggal sedikit.


"Sudah kalian makan yang di masak pelayan saja , biar ini aku yang menghabiskan....!" seru Dewa Yang Xi sambil mengambil mangkuk berisi makanan Dari Siyue. Sedangkan Siyue yang sejak tadi hanya melihat mereka makan, hanya bisa menahan tawanya saat melihat tiga Dewa berebut makana yang Dia buat.


"Ayah... kenapa di ambil semua...?" tanya Dewa Wiqya tak rela .


"Kau makan masakan Pelayan, ini sudah menjadi milik Ayah..." Ucap Dewa Yang Xi.


Walaupun begitu, Dia terlihat makan masih dengan anggunnya. Dewa Saora dan Dewa Wiqya hanya bisa diam. Dan mereka mengambil makanan yang di buat pelayan. Namun setelah merasakan makanan yang di buat Siyue, mereka sudah tak selera lagi dengan masakan yang di buat pelayan. Akhirnya mereka menyudahi makan mereka. Setelah selesai makan dengan drama di ruang tamu, Siyue ikut Dewa Yang Xi ke istana miliknya .


Mereka berempat segera berangkat. Namun sebelum pergi Dewa Yang Xi berkata Pada Siyue.


"Nak...apa benar Xuzaku bersamamu...? Apa benar Dia mahluk kontrakmu...?" tanya Dewa Yang Xi agak tak percaya. bagaiaman bisa, burung pelindung mulik Dewa Agung bisa di miliki seorang manusia .


"Benar yang Mulia..." Ucap Siyue lembut.


"Boleh aku bertemu dengan Dia...?" Ucapnya lagi.


" Akan hamba tanyakan dulu yang Mulia..." Ucap Siyue. Lalu terlihat Siyue terdiam sambil memejamkan matanya.


"Kakak..Kak Zuzaku Kau sedang bermeditasi ya....? " ucap Siyue. tidal Ada jawaban dari Zuzaku. "Kak...apakah Kau masih bermeditasi..?" tanya Siyue lagi.


"Ada apa Yue'er..." Terdengar suara Zuxaku.

__ADS_1


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu, apakah Kau berkenan....?" Tanya Siyue.


"Siapa ...?" Jawab Zuzaku.


"Dewa Yang Xi..." Jawab Siyue .


" Oo. Calon mertuamu...?" Ucap Zuzaku menggoda.


"Kakak..ngomong apa sich..." Ucap Siyue.


Terlihat wajah Siyue memerah Karena malu.


"Baiklah aku akan keluar, bagaimana mungkin aku membiarkan calon Ayah mertua adikku akan kecewa jika aku tidak keluar...' Ucap Zuzaku menggoda.


"Trimakasih Kak..."Ucap Siyue.


Dia segera membuka matanya. Namun di depan mereka telah berdiri Zuzaku yang berubah menjadi seorang Pria.


"Siapa yang ingin bertemu denganku Yue'er...?" Ucap Zuzaku lembut.


"Zuzaku....!" Seru Dewa Yang Xi menatap tak percaya para Zuzaku .


"Oo..ternyata Dewa Yang Xi yang ingin bertemu denganku..apa kabar yang Mulia...?" Ucap Zuzaku sambil memberi hormat.


"Jangan seperti itu Zuzaku...jadi benar Kau sekarang mahluk kontrak Ratu Siyue...?" Tanya Dewa Yang Xi.


"Benar yang Mulia...hamba sekarang mahluk kontrak Ratu Siyue..." Ucap Zuzaku lembut .


"Oo..ternyata calon menantuku Adalah gadis yang selalu membuatku terkejut..." Ucap Dewa Yang Xi.


"Dia memang seperti itu Yang Mulia. Dan mungkin banyak lagi kejutan yang akan anda lihat nanti..." Ucap Zuzaku lagi .


"Benarkah..?"Ucap Dewa Yang Xi.


"Anda bisa melihat nya nanti, dan kalau tidak Ada lagi yang penting, boleh hamba undur diri...?" Ucap Zuzaku yang memang tak pernah mau berbasa- basi.


"Tidak, tidak Ada lagi, silahkan..." ucap Dewa Yang Xi. Akhirnya mereka pergi ke tempat Dewa Yang Xi atau rumah keluarga Dewa Wiqya. Tiba- tiba Dewa Yang Xi mengibaskan tangan nya dan tiba- tiba di depan mereka berdiri sebuah Kereta yang sangat idah. Kereta yang terbuat dari emas dan Perak . Kereta yang di tarik oleh emoat kuda berwarna putoh mengkilap. Namun jika di lihat, kegagahan dan halus bulu dan Kulit sang kuda masih kalah dengan bylu dan kulit Whote yang mengkilap putih dan halus. Tentu saja Siyue kaget bukan main. Tapi dengan cepat dia berusaha menutupi kekagetannya. Dalam sekejap saja wajah Siyue terlihat sangat tenang. Tak Ada riak kekaguman ataupun pancaran terpesona dari wajahnya. Wajah nya terlihat tenang Anggun dan masih lembut. Dia bagai tak terpengaruh sama sekali dengan ke idahan yang berada di depannya. Semua itu tak luput dari tatapan Dewa Yang Xi. Membuat Dewa paruh baya itu tersenyum gembira.


"Gadis ini...benar- benar gadis yang istinewa.. Ada kemewahan di depannya, dia terlihat sangat tenang dan cuek, seolah dia sudah biasa melihat keindahan seperti ini.. Sedang kan para Dewi di Alam ini saja jika melihat Kereta milikku akan berseru kagum ..." Ucap Dewa Yang Xi dalam hati.


"Ha ha ha... Ayah..Kau akan kecewa melihat Sikap Siyue saat Kau tontonkan kekayaanmu..." Seru hati Dewa Wiqya.


"Kau salah Paman...Siyue bukan tipe gadis yang kagum akan kekayaan. Gadis di depanmu sudah memiliki banyak harta . mungkin Paman yang akan kaget jika melihat apa yang di miliki Siyue.." Ucap Dewa Saora dalam hati.


Melihat Putra dan keponakannya tersenyum melihat Sikap Siyue, Dewa Yang Xi kesal.


"Dasar anak- anak nakal...mereka sudah tahu niatku, dan mereka sudah menebak Sikap Siyue. Awas kalian. Berdua ya..Kalian Belum menceritakan keseluruhan tentang menantuku..." Runtuk hati Dewa Yang Xi kesal.


"Ayo naik Yue'er...ini kereta calon mertuamu, kau harus merasakan naik kereta dewa Yang Xi..." Ucap dewa Yang Xi dengan bangga .


Terlihat wajah Siyue memerah ketika mendengar ucapan Dewa Yang Xi yang mengatakan Calon mertua .


Mereka pun segera naik keatas Kereta yang di tarik oleh empat kuda milik Dewa Yang Xi . Dan ternyata kuda- kuda ITU membawa mereka terbang. Dan tak lama mereka sudah berada di udara. Membutuhkan waktu tiga jam lamanya untuk sampai di tempat atau istana Dewa Yang Xi. Ketik masih di udara, Siyue sudah dapat melihat kemilau istana milik Dewa Yang Xi. terlihat di depan mereka sebuah istana yang sangat mega. Istana ini bersinar cerah. Seolah berpuluh atau beratus lampu berada di sekitar istana itu. Cahaya yang keluar dari istana sungguh menyilaukan mata. Setelah mereka mendarat , Dewa Wiqya menuntun Siyue turun dari kudanya. Dan mereka langsung masuk ke dalam istana yang penuh cahaya itu . Tentu saja kedatangan Dewa Yang Xi bersama Dewa Wiqya dan Dewa Saora membuat seluruh istana kaget. Sebab Mereka sudah sangat lama tidak pertemu dengan kedua Dewa tampan itu .Sang Bunda Dewi Bao Yu yang berada di Istananya segera berjalan keluar dengan cepat setelah seorang pelayan terengah - engah mengatakan kalau Dewa Yang Xi datang bersama Dewa Wiqya dan Dewa Saora. Dan saat Dewi cantik dan anggun itu sampai di depan Istananya, Mereka terlambat, Karena Dewa Wiqya dan Dewa Yang Xi serta Dewa Saora sudah masuk keistana Dewa Yang Xi atau Istana utama .


"Di mana mereka ..?" Ucapnya sambil melihat kanan dan kiri mencari keberadaan mereka. Dewi Bao Yu melihat Kereta sang Suami memang Ada di sana .


"Mereka masuk ke dalam istana utama yang Mulia..." Ucap seorang pelayan Dewi Bao Yu. Terlihat Dewi cantik dan anggun itu berjalan dengan cepat kembali kearah Istana utama . dan ketik sang Dewi sampai di sana, Dia melihat Dewa Yang Xi sedang duduk bersama sang Putra Dewa Wiqya dan keponakan Putra dari sang Kakak Dewa Saora. Namun Dia kaget saat di sebelah sang Putra duduk seorang gadis yang terlihat sangat cantik dan anggun. Wajah sabar dan percaya diri membuat aura kecantikannya semakin menonjol. Dan yang membuat Dewi Bao Yu kaget. Ketik dia melihat Putra Dinginnya yang dingin nya melebihi kulkas dua pintu atau kutup utara, terlihat sangat manja dan memegang erat tangan gadis itu. Walaupun terlihat gadis itu agak tidak enak mendapatkan perlakuan dari sang Putra.


"Siapa Dia... Tapi gadis itu sangat cantik..." Ucapnya sambil tersenyum Senang . Tapi secepatnya seyum itu dia hapus Dari wajah nya saat mereka berempat menatap wajah nya.


" Salam Yang Mulia..." Ucap Dewi Bao Yu dengan lembut. Siyue dan kedua Dewa yang ada di sebelahnya juga segera berdiri. Dan memberi salam .


"Salam Dewi...." Ucap Siyue lembut.


"Salam Bibi....." Ucap Dewa Saora.


"Salam Bunda...." Ucap Dewa Wiqya .


Mereka bertiga segera memberi hormat para Dewi Bao Yu.


"Salammu aku terima Istriku...duduklah..." Ucap Dewa Yang Xi .


"Trimakasih yang Mulia..." ucap Dewi Bao Yu. Lalu dia menatap pada sang Putra yang masih menunduk memberi salam.


"Salam kalian aku terima...Wiqya...Kau telah datang nak...." ucap sang Ibu sambil berjalan mendekati Dewa Wiqya. Dan dengan. Penuh Rindu Dewi Bao Yu memeluk Dewa Wiqya.


Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya...aku lanjut besok lagi. Maaf...jika masih Ada kesalahan tulisannya. 🙏🙏


Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2