
Saat mereka masuk ternyata banyak murid yang ada di luar ruang belajar. Saat rombongan Siyue masuk, mereka menjadi pusat perhatian para murid perguruan. Bagaiaman tidak menjadi pusat perhatian, jika yang masuk adalah wajah - Wajah tampan dan cantik yang membuat mereka melongo tak percaya. Apalagi dua orang yang berjalan paling depan. Membuat para murid tak bisa memalingkan wajah dari mereka berdua. "
Ya Dewa...Rombongan dari mana ini...wajah mereka...wajah mereka sangat tampan dan Cantik...seumur- umur aku belum pernah melihat wajah setampan dan secantik mereka. Apa mereka Dewa dan Dewi Ya...?" seru salah satu dari mereka para murid perguruan Lentera putih .
"Benar...apalagi dua orang yang paling Depan itu , mereka seperti bukan manusia... Juga tiga diantara mereka itu...wajah mereka seperti bersinar...mungkin karena kecantikan mereka ya...?" kata yang lain.
"Apa mereka dulu murit dari perguruan ini...?" tanya yang lain .
Dan banyak lagi pertanyaan dan ucapan kagum dari para murid yang mereka dengar. Namun Siyue Cs dengan tenang berjalan menuju Ruang dari guru guru Besar Ming Hao. hingga akhirnya seorang guru berpapasan dengan rombongan Siyue Cs. Dan guru itu pun kaget melihat pada meteka. Karena Dia mengenal Chan Sin, Ning Si , Feng Xun , serta Ketiga Kakak Siyue dan Juga Pangeran Ke Enam Luo Yi. yang dia tahu murid perguruan ini enam tahun yang lalu.
"Pangeran Luo Yi, ..salam yang Mulia.." ucap sang guru sambil memberi hormat.
"Salam juga guru..." ucap Pangeran Luo Yi di ikuti Siyue dan semua temanmu . terkecuali empat Dewa Dewi.
"Bukankah kalian Keluarga Si...dan ini Ning Si, Chan Sin dan Feng Xun...kalian di sini..?lalu mana Siyue...kok tidak bersama kalian..?" Tanya guru itu dengan wajah heran . karena setiap ada mereka, pasti Siyue ada.
"Itu di samping anda..." ucap Fang Yan yang ada di depan sang guru.dengan cepat Guru itu menatap orang di sebelahnya .
"Di..dia..? Bu.. bukankah Siyue seorang Pria...?" ucap Sang guru dengan wajah kaget. Sebab yang berdiri di sampingnya adalah seorang wanita muda yang teramat cantik.
"Ini memang Siyue guru.. Saat itu aku sedang menyamar..." ucap Siyue lembut.
Melihat wajah yang sangat cantik di depannya terlihat sang guru tercengang. Dan Dewa Wiqya yang Posesif segera memeluk pinggang ramping itu.
"Apakah kau Yueyue yang di kabarkan meninggal itu...?" tanya sang guru.
"Benar guru...dan demi keselamatanku, aku menyamar menjadi murid laki- laki..." ucap Siyue.
"Maaf guru kami harus pergi ke ruang guru besar..." ucap Siyue lembut. setelah Siyue melihat guru itu masih saja tercengang melihat wajahnya .
"Silahkan, silahkan...kebetulan beliau ada di ruangan..." ucap Sang guru.
Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang guru besar. Ketika mereka sampai di sana , ternyata ruangan guru besar terbuka, dan di dalam ruangan itu ternyata ada tamu. Melihat itu, Siyue Cs tidak enak hati, mereka memilih pergi. Namun sebelum langkah mereka meninggalkan ruang guru besar, terdengar suara guru Ming Hao .
"Siapa di luar...!" seru guru Ming Hao .
Akhirnya Siyue Cs melangkah masuk kedalam ruang guru besar. Melihat beberapa wajah yang sangat dia kenal berdiri di depannya, Guru Besar Ming Hao yang terlihat masih kuat itu tertegun tak percaya.
"Kalian....!" serunya sambil berdiri dari kursi yang ia duduki .
"Salam Guru...semoga guru selalu sehat..." ucap mereka bersamaan.
"Ya Dewa...kalian kembali...!?" seru Guru Ming Hao tak percaya
"Lo guru mengharap kami tidak kembali...?" tanya Chan Sin keheranan.
"Bukan begitu nak... Guru hanya tidak menyangka kalian bisa guru lihat kembali. Ini bagai mimpi buat guru.." ucap Guru Ming Hao dengan wajah bahagia.
"Lalu siapa pria tanpa ini...?" tanya Guru dengan wajah tanya.
"Dia suami Yueyue Guru..." ucap Siyue sambil tersenyum manis.
"Kau sudah menikah...?" ucap guru Ming Hau dengan wajah bahagia.
"Benar guru...." jawab Siyue lbut .
Mereka mengobrol cukup lama , Hingga siang hari , Siyue Cs pamit pulang. Siyue mengatakan tujuan sebenarnya selain berkunjung yaitu mengundang guru Ming Hao untuk datang ke kediamannya . tanpa menyebutkan siapa Dia dan di mana rumah mereka .
Namun karena guru Ming Hao sudah tua dan tak bisa meninggalkan Perguruan . Dia meminta maaf tidak bisa ikut. Akhirnya mereka pamit Pulang. Namun belum juga mereka keluar dari ruangan Guru Ming Hao tiba - tiba telinga tajam Siyue dan Dewa Wiqya serta Guru Ming Hao mendengar keributan Di gerbang perguruan. Mereka secara serempak bangun dari tempat duduk mereka. Guru Ming Hao segera keluar di ikuti Siyue dan Kawan - kawan. Ketika sampai di luar ruangan yang memang bisa melihat keadaan pintu gerbang, mereka melihat kalau di pintu gerbang segerombolan besar Manusia , sedang masuk dengan paksa. Dan mata mereka yang tajam dapat melihat kalau penjaga di gerbang sepertinya terluka atau mati. Dengan cepat guru Ming Hao terbang mendekat di ikuti Siyue dan Dewa Wiqya . melihat ketiganya pergi dengan cepat. Para sahabat segera lari mengikuti mereka bertiga. Begitu juga Dewa Kunlau dan Kedua adiknya. Mereka tanpa sadar terbang melayang menuju sang Kakak. Ketika sampai Di depan geronbolan itu , Mereka melihat beberapa guru dan Murid senior sudah menghadang di halaman perguruan yang memang cukup luas. Terlihat pertengkaran di antara mereka.
Jelas sekali kalau gerombolan itu berusaha menindas guru dan murid perguruan Dan Siyue merasakan kalau kekuatan mereka para tamu tak di undang cukup tinggi.
"BERHENTI...!" seru guru Ming Hao dengan suara keras. Membuat mereka yang sedang bertengkar menatap kearah datangnya suara . mereka melihat guru Ming Hao melayang dan turun di depan mereka. Melihat kedatangan Tiga orang di depan mereka , dan fokusnya pada pria tua yang tadi berteriak oada mereka . para tamu terlihat semakin congkak .
__ADS_1
"Ck kenapa guru Tua ini baru datang... Apakah kau akan tetap sembunyi sampai aku menghabisi semua muridmu Ha...!" teriak pria yang sepertinya kepala gerombolan itu dengan wajah sombonnnya .
"Siapa kalian...dan untuk Apa kalian datang kemari...?" tanya guru Ming Hao dengan wajah kesal.
"Ha ha ha... Perkenalkan kami dari kerajaan Iblis. Dan kami kemari memberi kehormatan akan mengajak kalian menjadi prajurit kerajaan Iblis..." ucap Pria itu dengan dingin dan angkuh .
"Kerajaan iblis...? Kalian Dari kerajaan iblis.. ?" tanya Guru Ming Hau dengan wajah kaget. Namun tak lama terlihat kekesalan di wajah tuanya .
"Benar ...pasti kalian bangga kami ajak bergabung dengan kami " ucap pria itu dengan sombong .
"Kalau kami tidak mau...?" ucap Guru Ming Hau dengan sinis.
"Apaa..kalian tidak mau...?Kami tidak mau mendengar penolakan . dan kalau kalian tetap tidak mau, kami akan meratakan dan meleyapkan Perguruan ini dari muka bumi Ini... Kalian tahu kekuatan kami kan..?" ucap Prajurit iblis itu dengan angkuh . Terlihat kemarahan di wajah guru Ming Hao.Hingga membuat guru besar itu terdiam karena kesal
"Apakah kalian mampu...?" tanya Siyue yang melihat Guru Minggu Hau terdiam dengan wajah merah karena marah. Mendengar suara lembut itu, para manusia iblis itu segera menatap kearah Siyue yang berdiri dengan tenang bersama Dewa Wiqya dan beberapa orang yang berdiri dengan gagah di belakang Dia . Begitu juga dengan para murid dan guru perguruan. Mereka menatap Siyue dengan penuh ke kaguman dan kekawatiran .
"Waah...tak sia- sia aku di tugaskan ke perguruan ini... Ternyata perguruan ini penuh dengan wanita cantik.. !" Seru pria itu dengan wajah terlihat gembira dan penuh nafsu melihat Siyue.
"Jaga matamu manusia Iblis...!" seru Dewa Widya dingin. Suaranya membuat bulu kuduk orang berdiri.
"Aah..ternyata ada yang berani juga... Waaa... hebat, hebat ... aku sangat senang hari ini.. Aku bisa menghabisi banyak orang hari ini. Kau bilang apa aku sanggup wanita cantik..? tentu saja .. Tentu saja aku samggup..Apalagi kalau nanti tidurnya bersamamu... Lebih baik kau sekarang kemarilah.. Aku nanti akan membuatmu bahagia di atas ranjangku. Kau akan kujadikan istri mudaku Ha ha ha ...!" ucapnya dengan Wajah mesumnya menatap Siyue . Mendengar ucapan sang pemimpin para anak buahnya tertawa gembira . Dewa Widya semakin marah mendengar ucapan kotor pria itu . tapi tangan lembut sang Istri yang memang tahu apa yang Akan di lakukan Dewa Widya. Menahan dengan lembut tangan sang suami.
"Apakah aku sudah gila...menukar suamiku yang tampan dengan mu yang berwarna jelek, menakutkan dan bau itu..? pembantuku saja tidak akan mau denganmu iblis jahat..." ucap Siyue sambil tersenyum manis membuat semua yang melihat Senyum Siyue menjadi mabuk kepayang. Dan suami yang mendengar ucapan Siyue dan melihat senyumannya segera memeluk pinggang ramping dengan Posesif . Sedangkan Pria yang ada di depannya Terlihat bengong dan tak lama wajahnya memerah.
"Ha ha ha... Senyummu membuatku semakin tergila- gila padamu cantik... Aku yakinkan padamu, aku pasti akan mendapatkan dirimu...." ucap Pria yang semakin terlihat mesum menatap Siyue.
"Yakin...? Kau yakin bisa mendaoatkan diriku..? kalau begitu trimalah kematian kalian....!kak...kita habisi mereka..." teriak Siyue. Sambil melayang keudara dan segera menyerang mereka bersama sang Suami . Para sahabatnya segera maju serempak menghajar para prajurit kerajaan Iblis. Pertarunganpun terjadi. Siyue menggunakan cambuk Sinarnya menghajar para prajurit kerajaan Iblis. Cambuk itu meliuk- liuk mencari mangsa . Banyak darinoara orajurit jerajaan Iblus yang terkena sambaran cambuk itu roboh dan tak bangun lagi . Walaypun ada juga yang bisa menghindari cambuk Siyue . Namun ternyata kerajaan Iblis menurunkan lebih dari seratus prajuritnya untuk datang ke kerajaan Juhan. Untung saja Perguruan Lentera Putih merupakan pintu gerbang menuju kerajaan Juhan. Hingga sebelum para prajurit itu masuk ke kota kerajaan Juhan, mereka harus melewati Perguruan Lentera putih yang merupakan perguruan terbesar di seluruh wilaya kerajaan Juhan. Pertarunganpun terjadi dengan Sengit. Dan para murid perguruan Lentera putihpun tak mau tinggal Diam. Saat melihat pertarungan Siyue Cs melawan Para Prajurit kerajaan iblis, mereka sempat bengong karena gerakan mereka yang sangat cepat dan kuat, namun setelah tersadar mereka segera membantu.
"Guru ...tolong bawa para murid menjauh....! biarkan kami yang menyelesaikan semua ini...!" seru Siyue pada seorang guru.
"Tapi kami juga ingin membantu nak...!" teriak guru itu.
"Biarkan Murid senior saja yang membantu, mereka tak perlu menyetor nyawa untuk menghabisi mereka guru...!" seru Siyue lagi.
"Baik aku akan melakukannya...!" teriak sang Guru. Dan tak lama guru itu mengajak para murid baru ataupun murid yang kekuatannya masih rendah untuk menjauh. Hanya para murid senior yang boleh membantu mereka. Merekapun segera menjauh dan melihat pertarungan dari jauh.
"Baik Sayang....!" serunya lantang .
Dan Dia segera mengeluarkan Pedangnya, cahaya Putih keperakan semburat keemasan keluar dari pedang Dewa Wiqya . dan akhirnya ilmu pedang dua nyawa mukai terlihat mereka mainkan. mereka bagai sedang menari di udara. Namun dampaknya berpuluh prajurit Iblis jatuh dengan berbagai luka di tubuh nya. Malah banyak dari mereka yang kepalanya terpisah dari tubuhnya. Melihat perbuatan dewa Wiqya dan Siyue. Para Murid yang tadinya bertarung terngaga tak percaya. Dan bukannya bertarung , mereka malah menyaksikan pertarungan itu dengan perasaan ngeri. sedangkan para sahabat Siyue masih tetap bertarung, karena mereka sudah terbiasa melihat kekuatan pemimpin mereka. Yaitu Siyue dengan sang Suami.
Setelah beberapa waktu kemudian, prajurit yang tadinya tidak habis- habis itupun secara perlahan akhirnya berkurang dan tak lama mati tak tersisah. Mereka bagai menyetor nyawa di ujung pegang Siyue Cs. Para guru yang melihat kejadian itu hanya bisa geleng kepala karena kagum sekaligus ngeri . Kini terlihat lebih dari seratus prajurit kerajaan iblis yang mati di halaman dan luar gedung perguruan Lentera Putih. Terlihat para Sahabat Siyue berdiri dengan gagah di antara mayat yang bergeletakan di tanah. Guru Ming Hao dan para guru lainnya menatap Siyue Cs dengan wajah kagum. Begitu juga dengan para murid perguruan.
"Trimakasih nak...trimakasih atas bantuanmu....!" seru Guru Ming Hao pada Siyue Cs.
"Jangan berterimakasih pada kami guru... karena ini memang sudah kewajiban kami untuk membantu Perguruan..." ucap Siyue .
"Ilmu kalian semakin tinggi. Apakah jalian berguru di alam tengah...?" tanya Guru
Ming Hao.
"Kami berguru di perguruan tapak Dewa guru...di Alam Atas..." ucap Siyue.
"Apaaa...! Alan Atas...? Kalian sampai di Alan Atas...?" ucap Guru Ming Hao dengan wajah kaget .
"Benar guru...dan suami Siyue ini adalah penguasa kerajaan Darga Di Alam Atas...Dia Raja Chu Tian Ji..." ucap Siyue yang menyembunyikan jati diri sang Suami yang sebenarnya .
"Ya Dewa...kenapa kau tidak mengatakan sejak tadi...kami tahu pengusa kerajaan Darga yang kuat itu Nak...Salam Yang Mulia Raja Chu Tian Ji...maaf hamba tidak tahu siapa anda.." ucap Guru Ming Hao dengan penuh hormat. Melihat guru besar memberi hormat dan salam pada pria yang di katakan Suami wanita Mudah itu. Mereka semua segera mengucap salam juga.
"Sudah- sudah bangunlah...kita satu keluarga, tidak usah seformal itu.... !" ucap Dewa Widya . ( bagaimana jika mereka tahu kalau Siyue dan Dewa Wiqya seorang Dewa Dan Dewi Ya...🤔🤔,)
"Trimakasih yang mulia..." ucap mereka serempak .
"Nach sekarang mari kita bawa mayat ini ke tanah lapang di belakang dekat hutan guru... kita harus membersihkan mereka fari halaman ini , agar tidak menjadi sumber penyakit..." ucap Siyue.
__ADS_1
"Baik...mari kita lakukan bersama- sama..." ucap guru Besar.
Akhirnya mereka gotong royong mengangkut mayat untuk di bawa ke tanah lapang yang cukup luas yang ada di belakang Perguruan. karena semua murid bekerja sama.malah para penduduk juga membantu . maka tidak memakan waktu lama, semua mayat yang ada di halaman depan perguruan semuanya dapat di angkut dan di tumpuk di tanah kapang itu. setelah semuanya terkumpul, Siyue dan Dewa Wiqya membakar dengan Api Nirwana . saat tubuh para penjahat itu terbakar tercium bau hangus daging panggang . Banyak penduduk yang melihat kejadian itu. mereka menatap pada Siyue dan Dewa Widya yang membakar tumpukan mayat dengan kekuatan mereka dengan tatapan kagum . banyaknya mayat yang menumpuk, butuh waktu satu jam lebih kobaran api besar menghanguskan mereka. dua jam kemudian, mayat yang berserakan sudah menjadi bubuk hitam halus. dan Dengan kekuatan Angin dan air yang di ciptakan oleh mereka berdua, debu halus itu mereka terbangkan ke arah hutan yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka. dalam sekejab saja, tempat itu telah bersih kembali.
Semua orang menatap takjub pada mereka berdua.
"Trimakasih nak...kau telah membuat keadaan Perguruan menjadi seperti semula . dan itu membuat kami lega . " ucap Guru Ming Hao.
"Sama- sama guru....kalau begitu kami mohon pamit ..." ucap Siyue dengan sopan.
"Silahkan...sekali lagi trimakasih nak.." ucap Guru Ming Hao penuh hormat dan bangga. Dia tak pernah menyangka kalau gadis yang dulu menjadi hinaan para penduduk kota kerajaan Juhan itu, kini telah menjelma menjadi wanita yang sangat kuat dan hebat . dan hari ini Dia dan para murid lainnya yang menjadi sahabat dan saudatanya telah menunjukkan kekuatan mereka hingga menjadi pahlawan Perguruan mereka. terlihat senyum kebanggaan di wajah Tuanya . begitu juga para guru lainnya. mereka merasa bangga pada murid yang pernah belajar di perguruan mereka. dan mereka yakin kalau kabar ini akan membuat perguruan mereka di tahun depan akan semakin banyak yang berminat masuk ke perguruan mereka. tak terkecuali para murid di sana. mereka menatap penuh pesona dan bangga pada para Alumni murid perguruan mereka yang terlihat sangat hebat tadi , saat mereka menumpas para prajurit kerajaan Iblis. seketika Siyue dan Kawan- kawan menjadi idola murid perguruan Lentera Putih. dan dengan cepat kabar itu menyebar keseluruh pelosok kerajaan Juhan. Siyue dan Kawan- kawan belum sampai di rumah mereka, tapi Kakek Si dan seluruh penghuni rumah telah mendengar kabar pertarungan Siyue. begitu juga Raja yang sedang Rapat , Saat itu mereka membahas masalah yang tadi pagi tertunda tiba- tiba pengawal kusus kerajaan masuk kedalam ruang pertemuan segera melapor .
"Maaf yang Mulia ...hamba mengganggu pertemuan.." ucap Pengawal tadi.
"Ada apa Prajurit...apa yang akan kau laporkan pada kami... apakah ada masalah di kerajaan...?" tanya Raja.
"Ampun hamba yang Mulia... hamba melaporkan kalau ada penyerangan di perguruan Lentera Putih oleh prajurit kerajaan Iblis..." lapor pengawal itu .
"Apaa...penyerangan oleh prajurit kerajaan Iblis...? kapan...?" ucap Raja sambil berdiri karena kaget.
"Tadi Siang Yang Mulia...lebih dari seratus prajurit menyerang perguruan lentera Putih. mereka ingin merekrut murid perguruan menjadi prajurit mereka..." ucap pengawal itu dengan wajah datar .
"Lalu apa yang terjadi...apakah mereka menyerah...?" tanya Raja khawatir.
"Tidak yang Mulia...untunglah Ratu Siyue dan Kawan- kawan serta Pangeran ke enam berada di sana..mereka segera memusnahkan mereka..." ucap pengawal khusus itu yang membuat semua peserta rapat bernafas lega.
"Jadi mereka membantu murid perguruan melawan prajurit iblis...?" ucap Raja dengan bangga.
"Bukan membantu yang Mulia...tapi mereka sendiri yang menumpas para penjahat. mulanya mereka membantu, namun saat Ratu Siyue dan Dewa Wiqya mulai mengeluarkan jurus pedang entah jurus apa itu, mereka terdiam terpesona. sebab jurus pedang yang mereka gunakan seperti jurus pedang berpasangan . dan mereka bagai menari di udara. namun akibatnya banyak prajurit mati terkena tebasan pedang mereka yang Mulia..." ucap Pengawal tu . tentu saja berita itu sangat mengejutkan Raja dan para pembesar kerajaan.
"Dari mana kau tahu itu..?" tanya Raja lagi.
"Banyak penduduk yang menyaksikan kejadian itu. walaupun sebelumnya mereka resah dan takut, karena banyak dari prajurit kerajaan iblis itu yang membunuh dan menindas serta melecehkan para penduduk perbatasan. saat mereka datang, banyak penduduk yang masuk rumah. namun saat terjadi pertarungan di perguruan Lentera Putih mereka semua para penduduk sekitar perguruan melihat kejadian itu. dan semua penduduk kota Darga ini sudah mendengarnya. Dan mereka juga tahu kalau Ratu Siyue merupakan Putri Angkat yang Mulia..." ucap pengawal itu.
Terlihat kebanggaan di wajah tua Raja kerajaan Juhan . Dia tak pernah menyangka keputusannya mengangkat Siyue menjadi Putri Angkatnya kini malah mengharumkan namanya. juga keputusannya membiarkan Putra Bungsunya yang terkenal lemah mengikuti Siyue ternyata membuat sang Putra menjadi kuat dan mengharumkan kerajaan Juhan.
"Lalu di mana mereka...?" tanya Raja.
"Mereka masih dalam perjalanan pulang dari perguruan yang Mulia..." ucap Pengawal itu.
"Kalau begitu siapkan kereta , aku akan pergi ke rumah keluarga Si... " ucap Raja dengan bahagia.
"Baik yang Mulia...kalau begitu hamba undur diri..." ucap Prajurit itu . Lalu terlihat dia meninggalkan ruang pertemuan .
Sedangkan di sebuah Rumah terlihat sebuah keluarga sedang berbincang.
"Apaaa...keluarga Si telah kembali...? jadi benar yang aku dengar kemarin kalau Siyue dan Kakeknya telah kembali...?" kata seorang Pria paruh baya dengan wajah tak percaya .
"Mana mungkin Ayah... mana mungkin gadis hina itu bisa kembali kemari setelah melalui perjalanan yang sulit . Mana mungkin mereka bisa melalui hutan sunyi dan hutan kegelapan. kalian tahu kan, kalau kedua hutan itu jarang di masuki orang karena keangkerannya yang sudah di ketahui banyak orang..." ucap seorang gadis dengan wajah bopeng dan terlihat banyak luka di wajah dan tubuhnya.
"Tapi Xio Lan...kami semua mendengar kalau Dia sudah kembali bersama para sahabatnya, dan ketiga Kakaknya. juga beberapa pria tampan dan gadis cantik yang berada bersama mereka. mereka teramat cantik. bukan aku saja yang melihat, kemarin kami melihat dia berjalan Di tengah kota . dan Dia membantu para gelandangan kecil membeli makanan, baju dan juga bahan makanan untuk mereka. tak tanggung- tanggung lebih dari sepuluh orang yang dia bawa. semua dia bawa kerestoran terkenal dikota kita. Dan Kau tahu... pemilik Restoran besat itu membiarkan dia masuk kedalam restoran bersama anak- anak gembel itu...Dan satu lagi... pria yang bersama dia ya Dewaa... Dia sangat tampan.. aku tak pernah melihat Pria tampan seperti Dia...tapi maklum saja Sih...karena Siyue sekarang sangaaat...Cantik..." ucap wanita mudah dengan wajah kagum membayangkan Siyue dan Dewa Wiqya .
"Tidak...bukan Dia....aku yakin Dia bukan Siyue...Mana mungkin Dia sampai bisa sekuat dan sebaik itu, gadis bodoh , tolol , dan idiot itu mana bisa menjadi sehebat itu...!" serunya dengan marah.
"Itu Sich terserah kamu , mau percaya atau tidak. dan kini yang aku dengar....hari ini mereka telah menumpas prajurit kerajaan Iblis yang ingin mengganggu perguruanmu, yaitu perguruan Lentera putih...." ucap Gadis itu lagi.
"Apalagi berita itu...aku tidak akan percaya sama - sekali..." ucapnya dengan nada marah dan iri.
"Terserah...kalau kau tidak percaya datang saja kerumah keluarga Si. karena yang aku dengar , banyak warga yang ingin mengucapkan banyak Terimakasih pada Siyue..." ucap gadis itu lagi.
Dan para orang tua yang duduk di sana hanya mendengarkan saja perdebatan mereka berdua .
udahan dulu ya...maaf kemarin ada kepentingan keluarga.
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
bersambung