
Saat mereka berjalan ke arah rumah makan, mereka menjadi pusat perhatian para murid . ada yang kagum , juga ada yang iri melihat Siyue berjalan dengan Sang Raja. Apalagi Terkadang tangan nakal Raja mengacak atau membetulkan rambut Siyue yang menutup matanya. Sebenarnya Siyue tak ingin sang kekasih berbuat seperti itu. Karena dia sekarang dalam dandanan sebagai seorang Pria. Tapi mau bagaimana lagi. Si posesif akan semakin menjengkelkan kalau di ingatkan .
Mereka berjalan kearah rumah makan dengan santai . Ketika sampai di sana , Mereka segera masuk kedalam ruangan rumah makan yang penuh dengan para murid sekte . saat kelima orang itu masuk, suasana rumah makan seketika sunyi. Mereka menatap kearah lima pria tampan yang masuk kedalam ruangan dengan wajah kagum dan takut . Sebab di depan mereka berdiri penguasa kerajaan Darga yang terkenal dingin itu . Para gadis terlihat melongo kagum ketika menatap pada lima pria tampan di depan mereka.
"Ya Dewa.. Bukankah itu yang Mulia Raja Chu Tian Ji....betapa tampannya Pria itu. Dan lihatlah , bukankah dia si Siyue pria tampan kedua di Sekte kita ini....Dan kenapa dia bisa berjalan bersama sang Raja...dan lihatlah, dia sedekat itu dengan sang Raja...?" kata salah satu gadis yang berada di antara murid yang ada di dalam Rumah makan itu .
"Hey lihatlah bukankah itu pria yang selalu bersama Siyue..Jadi dia salah satu pengawal Raja... Tapi kenapa dia selalu mengawal Siyue..apa hubungan Siyue dengan Raja...?" tanya seorang gadis pada sang kawan.
"Entahlah...tapi lihatlah sepertinya hubungan Siyue dan Raja akrab sekali..." jawab yang lain.
Sedangkan Di pihak Siyue. Terlihat Ye Xie dan Ye Gu segera mencarikan tempat duduk untuk sang junjungan. Sedangkan Ye Mai terlihat sedang berjalan untuk memesam makanan untuk mereka .
setelah mendapatkan tempat duduk, Siyue dan Raja berjalan kearah meja yang di siapkan oleh Ye Xie dan Ye Gu. Tak berapa lama terlihat Ye Mai dan dua pelayan rumah makan datang membawa beberapa makanan untuk mereka. Setelah semua tersaji di atas meja, mereka dengan tenang menyantap makanan itu tanpa memperhatikan sekitar mereka yang asyik memandang dan membicarakan mereka . Terlihat sesekali Raja menaruh makanan di mangkok Siyue. Atau sebaliknya. Para murid kembali menikmati makanan mereka sambil sesekali menatap interaksi mereka berdua. Namun ke tenang itu terusik saat tiba- tiba seorang gadis bersama teman- temannya berlari masuk kedalam ruangan. Dia menatap keliling dan berakhir di meja sang Raja. saat melihat Raja Chu Tian Ji. Terlihat tawa di bibirnya.
"Kak Chu Tian Ji...!" seru gadis itu sambil berlari kearah sang Raja .
Tentu saja seruan gadis itu membuat semua orang menatap pada gadis itu. Mereka melihat si gadis yang ternyata Putri Lusia sedang berlari menuju sang Raja .
"Kakak...kau ada di sini kapan datang... kenapa tidak memberitahukan padaku...!" ucapnya dengan manja . dia mendekat dan memeluk Raja yang sedang duduk. Melihat kejadian itu. Raja marah.
"Lusia .. Jaga sikapmu. Apa- apaan kau ini...!" seru Raja marah. Sambil mendorong tubuh Lusia hingga hampir terjatuh. Melihat sang Raja marah. Ketiga pengawalnya segera berdiri di dekat sang Raja menghalangi gadis itu agar tidak mendekati Raja lagi .
"Kakak...aku Rindu tau...hey kalian kenapa menghalangi aku , pergi sana....." ucapnya sambil berusaha mendorong Ye Mai yang ada di depannya.
"Maaf Putri Lusia....Raja tidak menginginkan anda mengganggunya..." ucap Ye Mai .
"Bodoh....aku ini calon istrinya , mana mungkin mengganggu Kakak... " ucapnya percaya diri.
"Bukanya anda sudah melihat Raja marah Putri....lebih baik anda pergi..." ucap Ye Xie .
"Seharusnya kalian menyingkirkan dia dari pada aku....dia itu yang menggganggu kak Chu Tian Ji...hey kau...pergi sana...kau ini pengganggu...!" serunya dan ingin mendorong Siyue. Namun usahanya gagal saat tangan Ye Gu menahan tangannya yang ingin menyentuh Siyue.
"Nona Lusia...jaga sikap anda..." kata Ye Gu dingin.
"Kalian.... Apa- apaan kalian ini kenapa kalian melindungi pria ini. Suru dia pergi....!" teriaknya marah.
"Kau yang pergi... Siapa yang mengijinkan dirimu berteriak lancang seperti itu..." kata Raja dingin.
"Kak... Kau membela dia...kau lebih memilih dia daripada aku...?" ucapnya dengan marah.
"Ya... Aku lebih memilih dia daripada kamu, Ye Xie...bawa dia pergi , sebelum selera makanku hilang...!" seru Raja dingin. Raja menaruh makanan di atas mangkok milik Siyue. Sedangkan Siyue sendiri tak perduli dengan keributan di sekitarnya. Dengan tenang dia menyantap makanan yang di beri Raja. Atau dia akan mengambil sendiri makanan yang ada di atas meja.
"Mari putri Lusia...anda sudah mendengar ucapan Raja kan...silahkan pergi..." ucap Ye Xie sopan walaupun wajahnya dingin.
"Tidak...aku tifak akan pergi . aku lebih berhak di sini dari pada Pria kecentilan ini . Hey kau pria bodoh... seharusnya kau tahu diri. Aku ini calon istri dari Raja , tapi kau ...dengan enaknya makan bersama Raja...apakah kau ingin merayu Raja ha....!" teriak gadis itu semakin berani . Mendengar ucapan Lusia, terlihat wajah Raja memerah karena marah. "Lusia...kau semakin kurang ajar Ya.... Apakah kau ingin mendapat hukuman dariku...? Sekali lagi kau berkata kalau kau calon istriku, kau akan mendapat hukuman dariku. Sudah ku kakatakan aku bukan calon Suamimu, jangan sembarangan bicara...Ck...kau membuat selerah makanku hilang. Yue'er ayo kita pergi....!" seru Raja yang marah.
Dia segera berdiri dan membawa Siyue pergi dari tempat itu. Putri Lusia ingin mengejar mereka . Namun Ye Xie dan Ye Gu segera menghalangi jalannya. Setelah melihat Raja dan Siyue tak terlihat lagi. Barulah Ye Xie dan Ye Gu menyusul mereka .Ye Xie masih sempat berkata pada putri Lusia.
"Apakah anda mendengar ucapan dari Raja .. tadi....? Jadi jangan berharap beliau akan menjadi suami anda, karena sudah ada gadis lain yang akan menjadi Ratu kami..." ucap Ye Xie lalu berjalan pergi. Ucapan Ye Xie banyak di dengar oleh para Murid. para Murid yang melihat kejadian itu. Mencibir pada Putri Lusia. Mereka yang dulunya percaya kalau Putri Lusia adalah calon permaisuri Raja. Kini tahu kalau berita itu hanya khayalan putri Lusia sendiri . Apalagi saat mereka mendengar ucapan dari Ye Xie kalau Raja sudah memiliki calon istri .
Sedangkan Siyue sendiri kini sedang berjalan bersama Raja menuju kamar tempat mereka tinggal. Sesampainya di kamar Siyue. Siyue mengajak Raja untuk masuk kedalam ruang Teratai. Ketika sampai di sana. Siyue menunjukkan semua tempat di dalam ruang Teratai. Yang memang belum Raja ketahui . Raja sangat mengagumi ruang Teratai Siyue yang lengkap . Saat melihat pondok tempat para sahabat dan saudara tinggal, Raja bertanya.
"Tempat ini....?" tanya Raja dengan wajah heran. sebab seperti rumah tempat tinggal manusia.
"Tempat Kakak dan teman- teman tinggal. Dan rumah kecil itu. Tepat Kakek Si dan Kakek Fang Bo tinggal..." kata Siyue. Raja ingat kalau mereka pernah tinggal di sini selama mengikuti Siyue . Raja menatap sebentar dan kembali berjalan. Setelah melihat semua isi ruang Teratai dan bertemu dengan hewan kontrak Siyue , Siyue segera mengajak Raja berlatih pedang dua nyawa. . mereka melakukan selama seharian penuh di ruang Teratai. Tapi di Alam nyata mereka melakukannya selama setengah hari. Setelah selesai, Siyue membuat makanan untuk Raja dan para sahabat atau hewan kontraknya. Di Sini Raja mengeluarkan hewan kontraknya Ye Sha dan Ye Qin . Ye Sha adalah hewan Qilin sedangkan Ye Qin hewan bertubuh kuda tapi berkepala harimau dan memiliki sayap . saat kedua hewan itu keluar, Raja menyuruh mereka berubah menjadi manusia . Begitu juga dengan Siyue . Saat melihat para hewan kontrak berubah menjadi manusia terlihat wajah kesal di wajah tampan Raja. Melihat semua itu, Siyue mendekati Raja.
__ADS_1
"Ada apa...?" tanya Siyue.
"Jadi mereka hewan kontrakmu...?" tanya Raja dengan wajah cemberut.
"Iya kenapa...?" tanya Siyue heran. Terlihat wajah Raja cemberut. Akhirnya Siyue tahu kalau sang Raja cemburu . Dia tertawa geli melihat tingkah Raja bucinnya
"Kau cmburu pada mereka...?" tanya Siyue.
"Tidak. Untuk apa.. " ucapnya kesal..
"Lalu kenapa cemberut..." tanya Siyue sambil tertawa geli.
"Karena mereka para pria tampan..." jawab Raja. Siyue kembali tertawa
"itu tandanya kau cemburu kan..?" goda Siyue.
"Iya, iya aku cemburu..." jawab Raja. Akhirnya Siyue menghentikan tawanya saat melihat Raja semakin kesal.
"Baiklah kau dengar ini...jika aku mencintai seseorang, aku akan mencintai dia selama hidupku, tidak ada pria lain di hatiku selain pria itu. Dan mereka ... mereka sahabat, teman, saudaraku. Mereka yang selalu ada untukku saat kau tidak ada , mereka yang menolong dan membelaku selain para sahabat manusiaku . lalu apakah kau masih mencemburui mereka...?" kata Siyue sambil duduk di dekat Raja pencemburu itu. Sedangkan para hewan kontrak Siyue hanya tersenyum melihat tingkah kebucinan Raja.
Mendengar ucapan Siyue. terlihat wajah Raja kembali cerah. "
"Baiklah aku tidak cemburu...." ucapnya. sedang kedua hewan kontrak Raja yang belum pernah keluar dan melihat kebucinan Raja , terkejut melihat sikap Raja .
'Ye Sha...apakah itu master kita....?" busik Ye Qin.
"Entahlah....aku juga baru tahu sekarang..." ucap Ye Sha.
Raja segera mempersiapkan mereka berdua pada mahluk kontrak Siyue. dan berkata kalau kedeoqnnya mereka harus bekerja sama juga .
Merekapun segera makan bersama. Setelah makan , Siyue mengajak Raja kembali ke kamar dia di Sekte. Saat mereka berada kembali di kamar, ternyata hari telah larut malam. Raja segera keluar dari kamar Siyue setelah mencium lembut kening sang kekasih. Ketik sampai di luar kamar Siyue. Ternyata Para pengawalnya sedang menunggu .
"Ada apa dengan kalian. Kenapa kalian tidak tidur di kamar kalian sendiri...." kata Raja heran.
"Ampun yang Mulia... Kami berjaga karena putri Lusia nekat ingin masuk kedalam kamar yang mulia..." kata Ye Mai.
"Brengsek ....wanita itu semakin berani melakukan tindakan di luar batas . kalian bertiga jauhkan dia dariku , apalagi dari Yue'er... Aku tidak mau Yue'er marah padaku..." ucap Raja dengan kesal dan marah.
"Baik yang Mulia..." ucap mereka serempak. Raja segera masuk kedalam kamarnya. Demi menjaga sang Raja dari gangguan putri Lusia, mereka bertiga berjaga bergantian . mereka takut kenekatan putri Lusia akan merugikan Raja mereka .
Keesokan paginya, Siyue dan Raja sudah bersiap pergi ke kaki bukit untuk menemui guru mereka. Pagi sekali mereka berangkat berlima,
Sedangkan di tempat Putri Lusia terlihat gadis itu uring- uringan sendiri . Dia tak pernah menyangka kalau dia akan kesulitan bertemu dengan kakak sepupuh jauhnya itu. Dia menginginkan menikah dengan Raja. Dia ingin menjadi Ratu kerajaan Darga. Namum semua itu tidak semulus dalam bayangannya. Ternyata Raja tidak pernah menyukainya . Apalagi mendengar dari Ye Xie kalau Raja sudah memiliki calon Ratunya. Maka Lusia semakin bertekat untuk memuliki Raja. Dia tidak patah semangat, karena dia di dukung oleh sang Ayah. Kini apapun akan dia lakukan.
Tadi malam dengan sengaja dia ingin masuk kedalam kamar Raja , untuk merayu pria tampan itu, tapi dia di halangi ketiga pengawal Raja .
"Aku akan pergi ke kamar tinggalnya dan menjebaknya. Mumpung sekarng masih pagi. Pasti dia masih tidur. ." ucapnya . dia segera keluar kamarnya dan .berjalan kearah kamar tinggal Raja yang berada di sebelah kebun obat-obatan. Namun saat dia sampai di sana. Ternyata keadaan sudah sepi dan kamar Raja terkunci dengan rapat . Dengan perasaan kecewa dia kembali ke kamar tinggalnya. Sebenarnya Lusia tidak ingin tinggal di Sekte ini. Dia masuk kesini karena ada Raja. Entah dengan cara apa dia bisa masuk kedalam sekte. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali kerumahnya. Dia ingin bertemu dengan dang ayah.
Sedangkan Siyue bersama Raja dan ketiga pengawalnya sudah sampai di kaki bukit. Terlihat kedua guru telah ada di sana menunggu kedatangan mereka.
"Salam guru...." ucap mereka bersama.
"Salam juga yang Mulia, Siyue ...." ucap Guru Yang Si.
"Kalian sudah siap ...?"lanjutnya .
__ADS_1
"Sudah guru..." jawab mereka berdua.
" Bagus....sekarang cobalah kalian berdua berlatih. Raja... Kau harus membimbing Siyue ...." kata Guru yang Si.
"Baik Guru..." jawab Raja . dan keduanya mulai bersiap- siap. Tak lama terlihat mereka berdua mulai berlatih pedang bersama . Pada awal seperti biasa gerakan mereka terlihat pelan . namun lama kelamaan terlihat cepat. Tapi yang paling membuat kagum adalah. Mereka bagai sepasang kekasih yang sedang menari. Gerakan mereka lembut tapi sangat cepat. Cahaya kuning kemerahan dari pedang Siyue bercampur dengan cahaya biru keputihan dari pedang Raja bagai sebuah selendang yang sedang di mainkan oleh sepasang penari.
" Kak....indah sekali gerakan mereka....!" seru guru Wang .
"Benar Wang...baru sekarang aku melihat gerakan pegang dua nyawa di mainkan dengan gerakan seindah itu...." kata Gitu Yang Si dengan wajah kagum.
" Dulu aku pernah memainkannya dengan San Yin . tapi tidak seindah ini. ..." lanjut guru Yang Si. Yan Sin adalah adik sroergutuan mereka. yang kini berada di Ketajaan sebelah. menjadi Tetua dari perguruan milik Sektenya .
"Apakah ini karena mereka berjodoh...." tanya guru Wang lagi.
"Mungkin juga Wang.... mungkin mereka memang jodoh yang sudah di takdirkan...." ucap Guru Yang Si. Apalagi dia sudah tahu siapa sebenarnya Siyue. Terlihat Senyum bahagia di bibir tua guru Yang Si. Sedangkan ketiga pengawal Raja hanya bisa menatap sang Raja yang sedang berlatih bersama Siyue dengan wajah kagum dan bahagia.
"Mai...lihatlah indah sekali gerakan mereka...." ucap Ye Xie sambil menatap pada kedua orang yang melayang di udara.
"Benar Xie....aku tidak pernah melihat gerakan pedang yang seperti ini...gerakan mereka bagai dua orang penari yang sedang menari...." jawab Ye Mai.
"Benar kata kalian, aku yakin mereka memang sudah memiliki takdir bersatu. Lihatlah dalam gerakan mereka. Bagai gerakan satu orang yang sedang melakukan tarian...." ucap Ye Gu .
"Iya benar ...." ucap mereka berdua. Setelah hampir tiga jam berlatih tanpa henti, Akhirnya Siyue dan Raja Chu Tian Ji mengakhiri latihannya. Setelah selesai mereka mendekati kedua guru mereka.
"Bagaimana guru...apakah masih ada gerakan kami yang kurang....?' tanya Raja.
"Bagus , bagus nak...kalian memang sudah menjadi takdir berjodoh. Gerakan kalian menyatu dalam satu gerakan. Guru sangat bangga dan kagum melihat gerakan kalian tadi...." kata guru Yang Si.
"Raja...tapi aku heran, kenapa gerakan kalian langsung bisa menyatu...bukankah kalian berdua baru du satukan dan tidak pernah berlatih....tapi kenapa gerakan kalian seperti sudah tidak canggung lagi...?" kata Guru Wang keherananan . Mendengar ucapan guru Wang, Raja Dan Siyue saling bertatapan. Tak lama Raja berkata.
"Mungkin karena kami sudah berjodoh guru...jadi gerakan kami langsung menyatu..." ucap raja sambil tersenyum.
"Benar kata Raja...mungkin karena itulah gerakan kalian terlihat sangat indah.." ucap guru Yang Si .
"Mungkin juga guru..." jawab Raja sambil tersenyum senang.
"Kalian harus berlatih lebih keras lagi. Kalian juga bisa menciptakan jurus lain dalam pedang dua nyawa ini..." kata Guru Yang Si.
"Baik guru...!" jawab Siyue dam Raja serempak.
" Ya sudah ayo kita kembali ..." ucap Guru Yang Si.
"Guru....biarkan kami di sini dulu untuk berlatih..." pinta Raja.
"Baiklah kalau begitu kami kembali dulu...ayo Wang kita kembali .." ucap guru Yang Si.
"Baik kak ayo...kalian berdua berlatihlah. Kami pulang dulu..." ucap guru Wang.
" Baik guru..." jawab mereka berdua. Guru Wang dan guru Yang Si segera kembali ke perguruan .
Sedangkan Siyue , Raja dan ketiga pengawalnya tetap di tempat itu untuk berlatih. Setelah kedua guru itu pergi, Siyue dan Raja kembali berlatih. Mereka berlatih hingga sore hari. Untuk makan siang , Siyue mengambil buah dan air suci dari ruang teratai untuk mereka makan. Merasakan kesegaran dari buah yang di berikan Siyue pada mereka, ketiga pengawalnya merasakan heran. Apalagi saat meminum air yang di berikan Siyue. Kesegarannya membuat lapar menjadi hilang. Dan kekuatan mereka bertambah.
Maaf ya....siapa di dini dulu..aku lanjut nanti lagi. Maaf telat up karena kesehatan author sedikit terganggu. Maaf ya...🙏
Jangan lupa like, vote,dan komennya author tunggu.
__ADS_1