DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KESEDIHAN DEWA WIQYA .


__ADS_3

"Kita kembali dulu ke Nirwana. Kita fikirkan Cara agar Siyue keluar Dari Kerajaan Phoenix.. Semoga saja dia mau memaafkan dirimu.." Jawab guru Saojin sambil Melayang kembali ke Nirwana. Di ikuti Dewa Wiqya dengan sedih .


Ketika sampai di kediaman Dewa Saora, terlihat Dewa Wiqya terduduk di Kursi yang Ada di taman yang Ada di rumah tinggal Dewa Saora. Dan Dewa Saora sendiri terlihat menatap sang sahabat dengan Perasaan kasihan .


"Sao...Tolong Kau ceritakan Siapa dia sebenarnya... aku tahu aku salah Sao...tapi aku sekarang bagai mendapat hukuman dari Dia..." Ucap Wiqya dengan nada Sedih.


"Seharusnya Kau jangan terlalu sedih Wiqya... aku tahu itu bukan perasaanmu sendiri...


perasaan suka dan Cintamu pada dia , itu hanya sementara. Karena aku yakin itu perasaan milik Raja kerajaan Darga bukan Perasaanmu yang sebenarnya. Dan aku yakin lambat laun perasaan itu akan hilang dan Kau akan melupakan dia...." Ucap Dewa Saora yang Ingin melihat perasan Dewa Wiqya yang sebenarnya .


"Tidak Sao... Ini perasaanku sebagai Wiqya bukan Chu Tian Ji. Mungkin benar perkataanmu kalau ini perasaan Chu Tian Ji tapi lambat laun perasan itu telah meracuni hidupku. Aku tersiksa Sao...aku ingin bertemu dengan Dia. Sekarang tolong Kau katakan Siapa dia sebenarnya Sao.." Ucap Dewa Wiqya dengan Menatap Dewa Saora dengan. Tatapan sedih.


"Baiklah akan kuceritakan semua tentang kehidupannya...." Akhirnya Dewa Wiqya menceritakan semua kehidupan Siyue mulai dari lahir samapai separuh jiwanya terbagi dua seperti Dewa Wiqya. Hanya Saja, kekuatan kedua milik Jiwa Dewa Wiqya sama kuatnya. Beda dengan Siyue. jiwanya terbagi dua. Satu berada di Alam bawah dalam tubuh lemah tanpa kultivasi. Hingga dia terkenal dengan sebutan sampah masyarakat . Sedangkan yang Satu hidup di jaman berjuta tahun yang akan datang dengan otak jeniusnya. Dan saat umur empat belas tahun . lima atau enam tahun yang lalu dia baru kembali dan bersatu di tubuhnya yang Asli yaitu yang Ada di Alam bawah.


" Dan Dia menjadi Ratu Phoenix Karena dia merupakan gadis darah Phoenix..Ibunya Adalah Putri kerajaan Phoenix . Sedang kan sang Ayah Adalah manusia dari Alam Atas." Ucap Saojin mengakhiri ceritanya .


"Jadi jiwanya terbela jadi dua juga...?" Tanya Dewa Wiqya tak percaya.


"Benar..Dan Kau tahu....kekuatan Kultivasinya melebihi kekuatan seorang Dewi . Kekuatannya hampir setara dengan Dewi tumbuhan....mahluk kontaknya lebih dari sepuluh mahluk hidup. Dan Kau tahu ... tumbuhan sombong Poison Ivy Adalah mahluk kontraknya yang paling manja padanya. Siyue bisa membuat tumbuhan Racun poison Ivy takluk padanya . Hingga saat separuh jiwamu menjadi Kekasih Siyue. Dia selalu bertengkar dengan tumbuhan sombong itu Karena cemburu. Dan dalam tubuhmu sekarang Ada biji Buah milik Poison Ivy yang membuat Kau kebal terhadap semua Racun , Racun apapun itu ..."ucap Dewa Saora dengan Tenang. Mendengar ucapan sang sahabat membuat Dewa Dingin itu semakin terpukul, gadis yang Dia sangka menyukai Separuh jiwanya Karena kedudukan, dan mengetahui kalau dia separuh jiwa dari Dewa perang , ternyata semuanya salah . penyesalan yang Ada dalam hati Dewa Wiqya semakin kuat.


" Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan Sao... Aku benar - benar ingin bertemu dengannya.entah Ini perasaan Chu Tian Ji, atau perasaanku yang sebenarnya aku sudah tidak petduli lagi. Yang aku tahu sekarang Adalah, aku sangat tersiksa dengan. Perasaan ini Sao...tolonglah aku Sao..." Ucap Dewa Wiqya memohon. Melihat Sikap Dewa Wiqya yang bertolak belakang dengan. Sijapnya Selama ini . Membuat Dewa Saora Merasa kasihan.


"Kita akan mencoba melihat mungkin Ada jalan untuk Kau bisa bertemu dengan nya.." hibur Dewa Saora sambil beranjak dari tempat duduknya .


"Sao...apa tidak Ada jalan lain yang dapat mempercepat pertemuanku dengan Siyue..." tanya Dewa Wiqya yang membuat gerakan Dewa Saora berhenti dan kembali duduk.


"Ck Kau ini...kan aku sudah bilang kalau kita berfikir dulu untuk mencari jalan bagaimana menemukan Soyue.. Kalau dulu gampang, tinggal datang saja ke Negri Phoenix, kita pasti sudah bertemu dengan dia, ...tapi sekarang tidak bisa Wiqya... hanya Dewa Agung yang bisa datang kesana. Kekuatan Kita memang lebih tinggi dari Siyue. tapi Artevak Kerajaan Phoenix lah yang tidak bisa kita lawan. sedangkan kekuatan. artevak itu hanya patuh para orang yang memiliki darah Phoenix... " ucap Dewa Saora sambil menatap wajah sang Sahabat yang terlihat murung. .


"Maksudmu kekuatan kita Kalah dengan. Dia...?" ucap Dewa Wiqya .


Mendengar ucapan Dewa Wiqya, Dewa Saora tertawa . Kita bukan Kalah dengan. Siyue Wiqya....tapi kita Kalah dengan. kekuatan Artevak Kerajaan Phoenix. kita tidak bisa menemukan Negri Phoenix Karena kekuatan Artevak itu dalam menghilangkan Nevada Phoenix..." ucap Saora .


"Bersabarlah...kita akan mencari Cara ... " lanjut Dewa Saora .


Dewa Saora kembali beranjak dari tempat duduknya dan berjalan masuk kedalam rumah tinggal nya. Namun sebelum masuk kedalam rumah nya, Dewa Saora berhenti dan berbalik melihat sang sahabat.


"Pulang dan beristirahatlah....tubuhmu lelah dan Bai....." Ucap Dewa Saona Merasa kasihan pada sang sahabat.


Setelah itu dia kembali meneruskan langkahnya. Tak berapa lama terlihat Dewa Wiqya berdiri dan berjalan kearah rumah nya sendiri yang memang bersebelahan dengan rumah sang sahabat. Dia masuk ke dalam rumah nya dan langsung masuk kedalam ruang tidurnya. Terlihat Dia berbaring terlentang di ranjangnya . kini bayangan Siyue kembali hadir dengan jelas di pelupuk Matanya.


"Yue'er...sampai Kapan Kau akan menghukum dan menyiksaku seperti ini... aku memang bersakah Padamu...tolong beri kesempatan padaku untuk bertemu dan meminta maaf Padamu.." ucapnya dengan sedih.


Mungkin Karena kesedihan itu, akhirnya dia terlelap dan tertidur tanpa mandi dan berganti baju.


###


Sedangkan di belahan dunia. Tepatnya di Negri kerajaan Phoenix, terlihat Siyue yang sedang bermeditasi di ruang Teratainya bersama para mahluk kontraknya tiba- tiba jantungnya berdebar dengan. kencang . dan bayangan Raja Chu Tian Ji terbayang di Matanya. "Aah...kenapa aku terbayang lagi wajah Tian'ge... Ada apa ini...bukankah dia sudah persatu dengan. Dewa Songong itu.. dan kenapa petasaan sedih tiba- tiba mrnyetangku...Ada apa ini...Ck..sabar, sabar Siyue....Kau harus bisa melupakan Tian'ge mu...dia bukan lagi Kekasih mu, dia Dewa yang sombong dan angkuh...sabar...sabar..." Ucap Siyue sendiri sambil mengusap dadanya dan membuka Matanya. Tak lama dia kembali berusaha memfokuskan fikirannya. Namun ternyata dia tidak berhasil. Akhirnya dia berdiri . dia menatap sekelikungnya . ternyata para sahabat hewan kontraknya sedang bermeditasi semua. Perlahan Siyue berjalan meninggalkan tempat itu tanpa suara. Dia berjalan ke arah Istananya. Dia ke dapur untuk membuat Makanan bagi semua hewan kontraknya yang memang sangat suka dengan masakan yang di buat Siyue. Mencium bau harum masakan Siyue , semua hewan Kontraknya segera membuka mata dan mengakhiri Kultivasi mereka. Dan fengan cepat pergi ke Istana.


Dan benar saja saat mereka masuk kedapur , terlihat di aras meja sudah Ada Beberapa masakan yang di buat Siyue. Dengan Senang hati mereka segera duduk mengelilingi meja makan. Tak lama terlihat mereka menikmati masakan Siyue dengan wajah gembira . Setelah makan Siyue segera mandi fan berrrrbena diri . Setelah itu Siyue fi temani Feng Qui, Tiger, Liong Bay dan Ivy kembali ke dunia Nyata. Namun dia tak lupa membawa sekeranjang besar Buah yang berasal dari ruang Teratainya. Ketik sampai di dalam kamar pribadinya. Siyue memanggil pelayan pribadinya.


"Salam Ratu... Kami menghadap..." Ucap dua pelayan Muda dan cantik yang memang merupakan pelayan Pribadinya .


"Caca , Pingyu..kalian bawa buah- buahqn itu kekuqr, taruh beberapa buah saja di meja kamarku, dan juga taruh di meja makan untuk sahabat dan saudaraku, dan Sisah lainnya bisa Kau bagikan pada pelayan dan Para prajurit penjaga yang ada di istana kita ini. Tolong bagi dengan benar dan rata , jika kurang ambil mulikku saja. Jangan sampai Ada yang tidak kebagian..." Ucap Siyue.


Melihat sekeranjang Buah yang Ada di kamar junjungan mereka, mereka sangatlah bahagia, sebab Buah yang selalu mereka terima dari sang Ratu, membuat tubuh mereka segar dan kuat , dan aneh nya mereka Muda berkultivasi. Entah dari mana Ratu mendapatkan buah itu. Buah - buahan itu rasanya Manis dan Segar. depertinya meteka tidak oetnah memakan buah yang seoeryi milik sang Ratu . Mereka juga tahu, kalau Ratu suka membawa buah itu untuk Kakek dan keluarga kerajaan . Mendengar ucapan Dari sang Ratu, ke duanya segera berucap.


"Baik Kami akan melakukannya yang Mulia..." Ucap Mereka bersamaan.


"Ya sudah, panggil Beberapa penjaga untuk membawa Buah ini keluar..." Ucap Siyue lembut. Mereka segera memanggil dua lenjaga yang berbadan besar untuk membawa keranjang Buah yang memang terlihat cukup besar.


Setelah mereka semua keluar, Siyue segera berbenah diri dan keluar dari ruang kamar nya. Ketik sampai di ruang tamu, dia bertemu dengan Ning Si dan Kakek Si. Serta Beberapa teman dan saudaranya. Dan di tangan mereka sudah Ada Buah yang baru di bawa oleh para pelayan dan penjaga tadi.


"Salam yang Mulia Ratu..." Ucap mereka bersamaan .

__ADS_1


"Salam juga...kalian sudah mendapatkan buah...?" tanya Siyue.


"Sudah Ratu...itu mereka telah menaruh di meja " ucap Chan Sin sambil menunjuk meja yang terlihat terdapat keranjang buah yang sudah berisi Beberapa macam buah yang Siyue bawa tadi dari Ruang Teratai .Melihat itu Siyue tersenyum . Dan saat melihat para sahabat dan Sang Kakak terlihat rapi, Siyue berkata .


"Kalian mau pergi...?" Tanya Siyue.


"Kami ingin ikut anda pergi Ratu..." Ucap Pangeran Luo Yi sambil berjalan mendekati Siyue.


Baguslah...Kalau begitu bersiaplah , kita akan pergi sekarang.. Kek ..apakah Kakek ingin jalan- jalan...?" Tanya Siyue. Melihat sang Kakek masih terlihat kuat, Siyue tersenyum.


"Iya Yue'er...Kakek bosan di rumah ..." Ucap Sang Kakek.


"Bagaimana kalau Kakek keliling kota dan melihat Ke indahan Kota...bukankah Kakek belum pernah melihat nya... Biar nanti kakek di temani Beberapa penjaga..." Ucap Siyue dengan penuh kasih sayang.


"Boleh Sayang...Kakek ingin melihat Kerajaanmu..." Ucap sang Kakek.


"Kalau begitu akan Ku panggilkan mereka untuk menemani Kakek.." Ucap Siyue. Dia segera memanggil kepala penjaga .


Tak lama terlihat seorang pemuda tampan masuk kedalam ruangan itu. Dan dengan gagah Pria Muda dan tampan itu memberi hornat.


"Salam Yang Mulia...apakah anda membutuhkan hamba..." Ucap pemuda itu dengan sopan.


"Apakah Kau bisa menyuruh Beberapa orang untuk menemani Kakek pergi jalan- jalan keliling Kota...?" Ucap Siyue lembut .


"Tentu yang Mulia... hamba akan menyuruh Beberapa orang untuk menjaga dan menemani Kakek Yang Mulia , untuk berkeliling melihat ke indahan kota..." Ucap kepala penjaga dengan sopan .


" Bagus...kalau begitu kuserahkan keselamatan Kakek pada kalian..." Ucap Siyue lembut.


"Hamba yang Mulia..." Ucapnya lagi. Siyue segera keluar dari Istananya bersama saudara, sahabat dan penjaganya.


Hari ini Siyue akan mengajarkan Beberapa pelajaran tambahan pada Beberapa guru yang dia persiapkan untuk menjadi guru di sekolah yang akan dia siap kan untuk para penduduk.


Kegiatan itu sudah dia lakukan dalam beberapa bulan ini. Dan semua program yang dia kerja kan, semua mendapat dukungan Dari para pejabat ataupun Kaisar dan keluarga kerajaan. Hari- hari Siyue lalui dengan banyak kegiatan, terkadang dia pergi ke Alam atas untuk menemui sang Kakek . karena tugas Kerajaan , sang Kakek tidak bisa ikut dia pergi ke Negri Phoenix . Hanya saja Siyue tidak berani datang ke Istana Darga . Saat pertama kali Siyue pulang kerumah sang Kakek setelah kepulangannya yang mengantar Kaisar dan Ratu tempo dulu . tuan Sang Baiki mengatakan kalau Raja dam tuan Saojin mencari dia.


"Raja dan guru...aah ternyata mereka sudah datang kesini...syukurlah..." Ucap Siyue .


"Sayang...Apakah sekarang Kau tidak bersama Raja lagi...." Kata sang Kakek.


"He he he...tidak lagi Kek...kami sudah berpisah lebih dari satu tahun yang Lalu..." Jawab Siyue sambil tersenyum . walau dalam hati dia masih merasakan sakit .


"Jadi kalian tidak bersama lagi...?" Tanya Tuan Sang Baiki tak percaya.


"Benar Kek...kami sudah berpisah. " jawab Siyue .


"Kenapa....bukankah Kau di takdirkan hidup bersama dengannya...?" Tanya sang Kakek.


"Mungkin. Salah jodoh Kek..." Jawab Siyue Asal.


" Maksudmu ....?" Tanya Kakek tak mengerti.


"Karena Kami sudah berpisah Kek.." ucap Siyue.


"Tapi waktu Kau pulang Kapan hari itu, beliau datang bersama gurumu...beliau mencarimu..." Ucap sang Kakek lagi.


"Bukan Raja yang mencari Siyue,.. kakek salah sangka. Tapi guru...mungkin guru ada penting sama Siyue, suatu saat nanti kami pasti akan bertemu Kek..." Jawab Siyuem


"Oo...aku kira baginda Raja yang mencarimu sayang..." Ucap sang Kakek.


"Bukan Kek...ya sudah Siyue akan melihat keadaan Kakek lebih dahulu..." Ucap Siyue. Siyue pun segera meneriksa keadaan tubuh tuan Sang Baiki. Pada saat itulah sang Paman terlihat sudah memakai baju rapi dan mendekati Mereka.


"Sayang ...paman pergi dulu Ya...jika nanti kau mau pulang, kau harus menunggu paman dulu..." Ucap Jendral Long Bay sambil mencium lembut kening Siyue.


"Baik Paman...tapi kalau terlalu sore, maaf Siyue harus pergi Paman...srbab kami nasih akan dingga di Sekte Pedang terbang .." ucap Siyue .

__ADS_1


"Baik.. paman mengerti..." ucqp Jendral Long Bay . Bagai manapun juga fi depannya Adalah seorang Ratu, walaupun dia keponakannya .


"aah hampir lupa paman..bisa titip sesuatu untuk Kakek kaisar..?" tanya Siyue.


"Boleh...tapi kenapa tidak pergi kesana saja sayang....?" Tanya jendral Long Bay .


"Tidak Paman...Siyue titipkan saja ini pada Paman, dan jika nanti Kakek menanyakan Siyue, bilang Saja Siyue akan menjenguk Kakek Kaisar saat datang lagi..." Ucap Siyue sambil memberikan Beberapa botol pil dan


Vitamin pada sang Paman.


"Baiklah akan aku sampai kan,...." Ucap Jendral Long Bay .


"Trimakasih Paman... Dan tolong jika Ada yang menanyakan Siyue. Bilang Siyue telah kembali...Siyue tak ingin berjumpa dengan. siapapun..." Ucap Siyue.


"Iya sayang...sekarang Paman pergi dulu.. Ayah aku pergi..." Ucap Jendral Long Bay berpamitan.


Siyue menatap kepergian sang Paman dengan tersenyum. Setelah hampir sore hari sang Paman tidak kunjung datang, Siyue terpaksa harus segera kembali. Karena dia akan mengatar Ning Si berpamitan pada kedua orang tuanya. Hubungan Ning Si memang telah membaik dengan kedua orang tuanya . . Dan saat sang Ayah mengetahui Kalau Ning Si sudah hidup di kerajaan Phoenix, Mereka sangat bahagia. Dan mereka memberi inin Nung Si tinggal di Negri Phoenix , Asal Ning Si sesekali pulang ke tempat mereka. Dan di bulan lain, Siyue yang sudah mampuh berteleportasi. Sengaja datang ke Alam tengah Karena akan membawa keluarga Si pindah dari Alam tengah ke Alam Atas.


Semua pergerakan Siyue tidak bisa di ketahui oleh Dewa Wiqya. Karena seperti biasa , Feng Qui akan menyuruh beberapa burung sebagai mata - mata yang akan melihat apakah Dewa Wiqya Ada di Alam atas atau tidak. Dan Dewa Wiqya yang tidak mengetahui kalau banyak burung anak buah Feng Qui yang selalu mengatakan keberadaannya Para Siyue melakui Feng Qui. Hingga enam Bulan berlalu dengan cepat. Dan saat ini terlihat Dewa Wiqya sedang duduk dengan tenang di ruang Latihan Dewa Saora. Dia terkejut saat mendengar seruan Dewa Saora yangdatang dari luar.


"Wiqya ...Penantianmu untuk bertemu dengan Siyue akan terkabulkan. ..!"Ucap Dewa tampan itu yang baru masuk ke dalam rumah tinggal nya.


"Apa maksudmu...!" Tanya Dewa Wiqya yang duduk dengan tegap saat mendengar suara sang sahabat.


"Kau ingat festival bunga...?" Ucap Dewa Saora .


"apa hunmbungannya dengan Siyue...?" Tanya Dewa Wiqya heran.


"Tentu saja Ada...Karena dia akan datang menghadiri acara pesta menyambut Festival bunga. .." Ucap Dewa Saora dengan. Antusias.


"Benarkah...?" Ucap Dewa Wiqya tak percaya


. "Benar sekali, sebab Nirwana selalu mengundang Negri Kerajaan Phoenix setiap Ada acara Festfal bunga yang akan di hadiri Dewi Bunga dan Dewi - Dewi lainnya. Dan Kau ...jika Kau ingin bertemu dengan. Gadis pujaanmu itu, maka datanglah di Peta menyambut festival bunga . kalau tidak, aku tidak bisa membantumu lagi...." Ucap Dewa Saora .


"Apakah dia pasti di undang....?" Ucap Dewa Wiqya dengan penuh bahagia namun Ada nada cemas.


"Tentu saja ...Karena aku melihat undangan yang akan di kirin ke Negri Phoenix.." Ucap Dewa Saora lagi. Mendengar ucapan Dewa Saora, dengan serta Marta Dewa Wiqya melompat dan memeluk Dewa Wiqya.


"Trimakasih Sobat...Kau memang sahabat terbaikku..." Ucapnya dengan bahagia.


"Wiqya...lepaskan, lepas kan Wiqya...Kau menjijikkan...!" Seru Dewa Saora marah. Dia berusaha melepas pelukam Dewa Wiqya. Namun Dewa Wiqya Malah menciumi Pipi dan wajahnya. Setelah puas dia baru melepas pelukannya.


"Dasar Dewa sadeng...Kau menjijikkan Wiqya...!" Seru Dewa Saora marah dan kesal . Dia mengusap seluruh Mukanya yang mendapat ciuman dari Dewa Wiqya . sedangkan Dewa Wiqya tertawa kegirangan.


"Kapan festival itu di laksanakan. ..." Taanya Dewa Wiqya lagi.


"Ck dasar Dewa Sadeng .. Kenapa Kau selalu tidak tahu acara di Nirwana..." Ucap Dewa Saora marah.


"Karena aku tidak suka acara -acara seperti itu.." Ucapnya masih dengan santai.


"Satu bulan lagi...dan jika Kau tidak menghadirinya, maka Kau sendiri yang akan menyesal..." Ucap Saora dengan wajah kesalnya.


"Tidak akan... Karena kekasihku akan hadir di sana..." Ucapnya dengan gembira .


"Cih..sejak kapan dia me jadi kekasihnu...bukankah Kau telah menolaknya..." Ucap guru Saojin marah.


"Tidak bisa...dia Adalah milikku...selamanya milikku..." Ucapnya mengklim Siyue sebagai milik nya .


" belum Tentu...dia sudah hidup jauh darimu hampir dua tahun ini . jadi Siapa tahu dia sudah memiliki Kekasih. .." Ucap Saojin dengan masih bernada kesal.


"Akan aku rebut kembali Dia . dari siapapun yang berani mengambil dia dariku..." Ucapnya lantang .


Udahan dulu ya...jangan luoa like vote dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2