DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
CHU LING SAY .


__ADS_3

"Ye Mai...! bawa gadis ini pergi dari hadapanku. Dan pastikan Kalau dia jauh dariku dan Siyue , masukkan dia ke istananya, berikan penjagaan padanya, sebelum aku ijinkan dia keluar, jangan biarkan dia keluar dari kediamannya...!" ucap Raja dengan marah.


"Hamba yang Mulia..." kata Ye Mai sambil memberi hornat.


"Tidak , tidak aku tidak mau...tidak Kak...aku tidak mau , aku mau dengan Kakak, aku mencintaimu kak. Jangan hukum Ling Say. aku tidak ingin jauh dari Kakak.. kak tolongjangan hukum Ling Say, Ling Say mencintai kak Chu Tian Ji..Aku tidak mau kak..aku tidak mau pergi....!!" teriak Gadis itu dengan marah .


Namun Ye Mai segera menyuruh anak buahnya membawa gadis itu pergi.


Masih terdengar suara kerasnya dan teriakan serta sumpah serapahnya pada Ye Mai .


Siyue hanya bisa melihat kejadian itu dengan wajah melongo. Dia tak Pernah menyangka kalau adik perempuan Raja jatuh hati pada sang Kakak.


"Aneh...kok bisa- bisanya Adik jatuh cinta pada sanh Kakak..." batin Siyue .


Terlihat wajah Raja semakin memerah karena marah . Melihat itu Siyue merasa kasihan dan Dia segera berjalan mendekati Raja muda itu.


"Gege...kenapa bisa jadi begini...Siapa sebenarnya Chu Ling Say itu..apakah dia adik kandungmu...?" tanya Siyue .


"Bukan...dia saudara perempuan ku dari Selir Chunly...selir keempat Ayah..." jawab Raja dengan wajah masih terlihat Marah.


"Jangan marah...Dia terlalu teropsesi pada yang Mulia..." jawab Siyue.


"Terobsesi...?" ucap Raja pelan.


"Iya ..maksud hamba....dia terlalu menginginkan Yang Mulia... " ucap Siyue.


"Apakah dia dekat dengan Yang Mulia...?" lanjut Siyue.


"Aku tidak pernah suka dekat dengan siapapun... kehidupanku hanya untuk berkultivasi dan berlatih..." ucapnya datar .


"Ck...kenapa mereka bisa jatuh cinta pada pria sedingin ini ya...?" gimana Siyue pelan. Namun telinga Raja bisa mendengar dengan baik.


" Kau barusan berkata apa hmm...." ucap Raja menggeram kesal . dia memeluk pinggang ramping Siyue. Tentu saja si pemilik kaget bukan main. Karena saat itu mereka sedang berjalan masuk kedalam istana Kakek Kaisar . Buru- buru Siyue menekan dada bidang milik sang Raja dengan kedua telapak tangannya.


"Tunggu...tunggu yang Mulia... Anda tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat kita malu terutama anda yang Mulia...mana bisa seorang Raja memeluk seorang pria tampan seperti Hamba di tempat umum..." ucap Siyue ketakutan .


"Memangnya kenapa....? Tidak ada yang akan berani berbicara macam- macam tentang kita..." ucap Chu Tiqn Ji dengan Nada menggoda .


"Mereka tidak akan membicarakan anda, tapi hamba...hamba akan kehilangan pengemar - penggemar cantik hamba nantinya..." ucap Siyue sambil mengedipkan matanya dengan genit. Melihat tingkah Siyue, Raja menjadi gemas .


" Kau mulai berani berbuat genit....!" serunya sambil melotot tak percaya. Terlihat wajahnya memerah .


"Aah...ternyata Melihat Raja tersipu membuat aku ingin tertawa. apakah wakahnya memerah karena aku goda tadi, atau kalimatku yang mencari kesempatan menggoda para wanita.."ucap Siyue dalam hati.


"Dasar gadis nakal....ingin rasanya aku mencium bibirnya, namun mana mungkin... kami berada di depan istana Kakek . atau.... dia tahu kalau aku tidak akan menghukum dia.. Dasar gadis nakal...awas kau nanti..." ucap Raja dalam hati . .


" Jangan khawatir Yang Mulia .. Hamba hanya genit di depan yang mulia saja kok...sekarang tolong lepaskan tangan yang Mulia dari pinggang hamba..." ucap Siyue sambil melepas lilitan tangan Raja di pinggangnya.


"Dasar gadis nakal...berapa kalian kau memanggilku Yang Mulia...?" ucap Raja .


"Ck...maaf hamba lupa..untuk kali ini jangan di hukum ya.. ? " pinta Siyue .


"Mana bisa...tapi untuk kali ini akan aku tunda tapi hukuman akan berlipat . " ucap Raja sambil menyentil kening Siyue. Dan terlihat senyuman licik di wajah tampannya .


"Aauuu...ya ampun yang Mu....maaf Tian'ge, Kenapa kau suka sekali menyentil keningku sich...!" seru Siyue sambil mengusap keningnya . Sedangkan Ye Xie dan Ye Gu menahan tawa melihat tingkah kedua junjungannya itu .


"Untuk menghilangkan kebandelanmu dari otak kecil di kepalamu..." ucap Raja sambil menyeret Siyue masuk kedalam istana tempat sang Kakek.


"Tapi tidak harus di sentil kan..." ucap Siyue .mendengar ucapan Siyue, Chu Tian Ji berhenti melangkah. Dia menatap gadis yang ada di sampingnya.


"Oo..jadi nggak di sentil...apakah aku harus mencium dan menggigit bibirmu....?" ucap Raja sambil menatap Siyue denga. tatapan menggoda.


"Ck...dasar otak mesum..." ucap Siyue sebal.


"Apaa..dengan mencium saja.?Ya.. baiklah , siapa yang nau menolak permintaan kekasih cantikku..." ucapnya sambil memeluk kembali pinggang Siyue .


"Hey...siapa yang bilang mau di cium... !" seru Siyue.


"Lo...bukanya kau tadi bilang seperti itu...?" ucapnya dengan wajah serius.


"Idih maunya...tidak, Siyue tidak minta di cium, aah..sudahlah ayo kita masuk...kakek sudah menunggu...!" seru Siyue sambil berusaha melepas tangan yang memeluk pinggangnya


."tidak, tidak akan ku lepas kalau kau belum memberikan pengganti kesalahanmu, karena aku tidak akan menunda hukuman..." ucap Raja manja.


"Ya ampun...mana mungkin aku melakukan apa yang dia minta. pasti permintaannya yang aneh - aneh... tapi aah....aku punya ide, akan aku coba...." ucap Siyue dalam hati. Dan dia menatap Raja yang berada di depannya. Dan


CUP....


Sebuah kecupan lembut mendarat di hidung mancung pria tampan itu. Dan benar saja, Siyue melihat keterkejutan di wajah Raja posisif itu. Dan dengan cepat Siyue membuka tangan pria yang sedang tertegun itu . dan dengan cepat pula Siyue berlari kecil masuk ke istana Kakek Kaisar. Sedangkan sang Raja yang di tinggal dalam keterkejutan segera sadar apa yang dilakukan Siyue. Tak lama terlihat wajahnya memerah . Saat dia tersadar , dia melihat Siyue sudah pergi menghilang masuk ke istana sang Kakek.


"Siyue....dasar gadis nakal....!" serunya sambil berjalan cepat menuju kamar sang Kakek . Bukan hanya Raja yang teekejut, tapi tiga pengawalnya tertegun tak percaya melihat aksi nekat Siyue . Setelah mereka melihat sang Raja berteriak dan mengejar Siyue, mereka tertawa pelan. Sedangkan Raja Chu Tian Ji segera mengejar Siyue. Sesampainya di sana terlihat gadis nakal itu sedang berbicara dengan sang Kakek sambil mengupas buah apel dengan tenang . Melihat kedatangan sang Raja , Siyue berputar-pura sibuk. Walaupun dia merasa malu, namun dia bersikap tenang.


"Raja...kau dari mana...? Kenapa tidak bersama Siyue...?" ucap Kakek kaisar Tua.


."Kami tadi barengan kek...hanya saja aku ingin menangkap mencuri nakal kek.." jawab Raja sambil tersenyum.


"Pencuri nakal...?" tanya Kakek sambil mengerutkan keningnya.


"Hmm..." jawab Raja sambil mengangguk. Dia mengerling pada Siyue .Akhirnya Kakek tahu maksud sang Cucu.

__ADS_1


"Oo..apakah kau sudah menangkapnya...?" tanya Kakek sambil menahan senyum.


"Dia lari kek... Tenang saja , kalau sampai tertangkap akan aku penjarakan sampai dia tidak bisa keluar selama hidupnya..." ucap Raja sambil tersenyum senang. Mendengar ucapan Raja, Kakek Kaisar tertawa. Begitu juga Ye Xie dan Ye Gu serta Ye Mai yang sudah menyelesaikan tugasnya yang memang sejak tadi ingin tertawa melihat sang Raja yang bengong saat mendapat ciuman dari Putri Siyue. Hampir saja mereka tak tahan menahan tawa mereka. Sedangkan Siyue sendiri hanya bisa cemberut mendengar percakapan mereka berdua.


"Raja...aku tadi mendengar ada keributan di luar...dan Kata para pelayan itu ulah putri Chu Ling Say...apa yang di lakukan gadis itu...?" kata Kakek Kaisar.


Akhirnya Raja menceritakan masalah yang terjadi tadi .


"Gadis itu...kenapa selalu membuat keonaran ,...." ucap Kakek prihatin .


"Dia menampar Siyue kek..." kata Raja mengadu.


"Yaa...aku yang di gampar dia yang mengadu.." ucap Siyue dalam hati.


"Apaa.. Dia menampar Siyue..." seru Kakek sambil menatap Siyue. Dan dia memang melihat bekas merah lima jari di pipi Siyue.


"Bedebah...berani sekali dia menampar Siyue, dan kau juga Yang Mulia...kenapa kau tidak bisa menjaga Siyue ha...! Kenapa Dia bisa menampar Siyue sekeras ini ...!" seru Kakek Marah.


"Kakek, kakek, sudah Ya...Siyue nggak Apa- apa kok...benar ini sudah nggak sakit lagi, jadi Kakek sabar Ya...nanti penyakit Kakek kambuh Lo...."ucap Siyue menghibur Kakek. Walau sebenarnya penyakit Kakek nggak akan kambuh lagi. Karena racun di tubuh Kakek sudah hilang seluruhnya . mendengar ucapan Siyue , terlibat Kakek menghela bagas panjang . Dia menatap wajah Siyue kembali.


"Dan kau anak cerdik...kenapa kau bisa sampai lengah..." kata Kakek pada Siyue.


"Saat itu Siyue sedang menghalangi Tian'ge yang akan memukul dia kek...tapi tiba-tiba malah Siyue yang dapat pukulan dari dia. Jadi sebenarnya semua itu bukan salah Tian'ge, tapi salah Siyue sendiri . jangan marah lagi Ya...tadi Tian'ge sudah menampar Dia dua kali..." ucap Siyue dengan lembut. Mendengar ucapan Siyue, terlihat Kakek menghela nafas panjang. Sedangkan Raja tersenyum mendengar Siyue membela dia .


"Lalu di mana dia sekarang...?" ucap Kakek.


"Dia aku hukum tidak boleh keluar dari istana kediamannya Kek..." jawab Raja Chu Tian Ji.


"Aaah...kenapa tidak kau taruh di istana dingin saja ..."seru Kakek Kaisar marah. Sang Raja terdiam mendengar ucapan kaisar tua.


"Kakek...itu tidak perlu...Bukankah Siyue sudah sembuh dan tidak terluka. Kalau tanda merah di pipi bukankah malah membuat Siyue lebih cantik..." goda Siyue .


"Kau ini...dasar gadis nakal...kau terlalu baik nak... Kalau kau kelak berada di istana ini, kau harus lebih tegas lagi..." ucap Kaisar membuat Siyue memerah wajahnya. Sedangkan Raja terlihat tersenyum gembira.


"Baiklah sekarang Kakek harus Istirahat, sepertinya pil Bery Red milik Kakek tinggal satu butir. Jadi Kakek tinggal sekali ini saja meminum obat itu . dan Kakek sudah bisa berkultivasi kan...?" kata Siyue.


"Benar Nak... Kakek sudah merasa kalau badan Kakek semakin kuat dan Kultivasi Kakek tidak terhambat lagi..." ucap Kaisar tua dengan bahagia.


"Syukurlah kalau begitu Kek...?" ucap Siyue. Dan merekapun berbincang sebentar setelah Kakek meminum obatnya. Siyue dan Raja Chu Tian Ji segera keluar dari kamar sang Kakek. Mereka berjalan kembali ke istana. Namun karena Siyue bukan anggota kerajaan , Siyue ingin mencari penginapan di luar istana. Namun Sang Raja memberi perintah selama memantau keadaan kesehatan Kaisar , Raja berharap Siyue tinggal di istana tempat para tamu Kerajaan bermalam. Akhirnya Siyue mengikuti keinginan sang Raja. Melihat Siyue menuruti keinginannya , Raja sangat bahagia .


Malam harinya Raja mengadakan makan malam di kediamannya dengan mengundang Siyue . Sudah biasa bagi seorang Raja mengundang tamu kerajaan untuk makan bersama di istananya. Jadi saat Siyue datang ke istana Naga tempat tinggal Raja, terlihat para pelayan telah menyambut kedatangannya.


"Selamat datang tuan Muda .."sapa seorang penjaga gerbang istana Naga. Siyue hanya tersenyum ramah menjawab sapaan penjaga.


"Silahkan Tuan Muda...yang Mulia telah menunggu kedatangan anda di dalam. .." sapa seorang pelayan mempersilahkan Siyue masuk.


"Selamat datang di istana milik Kita Yue'er..." sapa Raja saat melihat gadis impiannya berdiri dengan anggun di depannya. Walaupun dengan pakaian pria, gadis ini masih tidak bisa menyembunyikan kecantikan dan keanggunannnya .." batin sang Raja .


"Selamat malam Gege..." jawab Siyue mencari aman .


"Kita langsung ke ruang makan ya...aku sudah lapar..." ucap Raja sambil menggadeng tangan Siyue.


"Kenapa tidak makan dulu...bukankah Hamba bisa makan di tempat tinggal hamba... bagaimana kalau anda menjadi sakit..." ucap Siyue saat mendengar pria ini mengatakan lapar.


"Tidak....selama kau tinggal di istana ini , kita akan selalu makan bersama... Beberapa hari lagi kita pergi ke Sekte... "Ucap Raja . mereka berjalan ke ruang makan. Sepanjang perjalanan mereka keruang makan, Siyue bisa melihat ruang yang mereka lewati.


"Ya ampun...indah sekali istana ini...." ucap Siyue dalam hati. Bebar-benar mega kerajaan Darga ini... apakah keadaan kotanya juga semewah istana ini..." batin Siyue.


Merekapun masuk kedalam ruangan yang terlihat seperti ruang makan ,tapi keindahannya tidak kalah dengan ruangan lainnya.


"Ada apa...apakah kau suka dengan istananya...?" kata Raja saat dia melihat sang kekasih menatap ruangan dengan tatapan takjub .


"istana mu Indah Tian'ge..." jawab Siyue.


"Kau akan kuajak berkeliling melihat keadaan istana setelah makan . Ayo makan dulu..." ucap Raja sambil tersenyum.


Akhirnya mereka makan bersama. Setelah makan, Raja menepati janjinya, dia mengajak Siyue melihat istana nya. Dan sudah bisa di bayangkan kekaguman Siyue saat melihat keadaan istana itu. Setelah puas berkeliling , Siyue Pamit undur diri untuk istirahat.


Setelah masuk kedalam ruang tidurnya, Siyue mengunci pintu Dan pergi ke ruang Teratai. Sudah beberapa hari ini dia tidak bisa melihat keadaan keluarga dan sahabatnya. Baru hari ini dia bisa melakukannya. Dan saat berada di ruang Teratai, Siyue bisa melihat keadaan ruang teratainya terlihat ramai. Dia melihat Kakak dan sahabatnya sedang berlatih.


Mencium bau tubuh Siyue, Xiao Tu yang sedang melihat latihan mereka segera mencari keberadaan Siyue. Dan dia bisa melihat tuannya sedang berjalan kearah mereka .


"Yueyue.....!" serunya membuat mereka yang sedang berlatih menengok kearah Xiao Tu. Mereka melihat kearah pandangan Xiao Tu. Betapa gembira mereka melihat Siyue sedang berjalan kearah mereka.


"Yue'er..."


"Yueyue...".seruan tedenger dari mereka. Mereka segera berlari kearah Siyue yang berjalan bersama tiger dan Feng Qui . dan tanpa di komando, mereka memeluk tubuh langsing Siyue .


"Yue'er...kami merindukanmu..." ucap Feng Xun yang baru bisa memeluk tubuh cantik itu paling akhir .


"He he he...aku juga merindukan kalian...tapi bagaimana lagi , aku tidak bisa menemui kalian karena keadaan...." ucap Siyue .


"Nggak masalah , kami tahu itu , kami baik-baik saja dan tapi kami sangat merindukan mu Yueyue...." ucap Chan Sin .


"Yue'er...ternyata kau memiliki Dunia dimensi yang indah ini..." ucap Si Yuan Ru yang sudah berbaur dengan para sahabat dan saudara Siyue yang lain.


'Benas kata Yuan Ru Yue'er...sejak kapan kau memiliki Dunia Teratai ini..." tanya Simayun .


"Sudah kama kak... Hanya saja aku tidak memberitahukan pada kalian..." jawab Siyue sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kau memang Adik kami yang paling Nakal ." ucap Rong Han sambil mwngacak rambut sang adik.


"Tapi kau tidak mendapatkan masalah di luaran kan..." tanya Pangeran Luo Yi yang sudah berdiri dengan posesifnya di sebelah Siyue.


"Tidak...aku tidak apa-apa kak.. Lalu mana Kakek...?" tanya Siyue yang tidak melihat kehadiran Kakek Si dan Kakek Fang Bo.


"Mungkin mereka berada di pondok, sebab beberapa hari ini kakek Fang Bo selalu rajin bermeditasi..." jawab Yuan Ru.


"Apakah kesehatannya sudah pulih .. ?" tanya Siyue.


"Sudah.. Beliau sudah sehat dan kuat " jawab Yuan Ru dengan wajah gembira.


"Kalau begitu kalian lanjutkan latihannya dan aku akan pergi menemui mereka..." ucap Siyue .


"Aku ikut Yue'er...ucap Pangeran Luo Yi yang tak ingin berpisah dengan adik kesayangannya itu.


" Aku juga.." ucap Rong Hau.


" Aku juga..!" seru mereka bersamaan.


"Ya ampun...apa kalian tidak berlatih lagi...?;" ucap Siyue keheranan.


"Tidak untuk hari ini. Karena kami tahu kau hanya sebentar datang kemari. " kata Feng Xun menjawab pertanyaan Siyue.


"Baiklah ayo kita ke Kakek. Sebab aku juga punya kabar untuk kalian..." ucap Siyue sambil mengajak para saudara dan sahabatnya menemui kedua Kakeknya. Mereka berjalan bersama menuju pondok yang ternyata telah di bangun oleh mereka .


Mereka membangun beberapa pondok tempat mereka tinggal di dekat pondok yang di buat para sahabatnya .


"Waah...kalian sudah membangun tempat tinggal ya...?" kata Siyue sambil tertawa .


"Seperti katamu , kami membuat pondok untuk tempat tinggal kami..." ucap Feng Yan .


"Bagus...jadi saat kalian datang kemari kalian tidak bingung harus tidur di mana.." ucap Siyue.


Tak lama mereka sudah sampai di pondok tempat tinggal kedua Kakek itu . saat mereka mengetuk pintu, terdengar seruan dari dalam


"Ada apa kalian kemari... Kalian akan mengganggu kami...!" seruan dari dalam rumah.


"Kakek...apakah aku mengganggu kalian...!" seru Siyue .


Mendengar suara Siyue , suasana terlihat Sunyi. Tak lama terlihat pintu rumah terbuka dengan cepat. Dan terlihat kedua orang tua itu berdiri di pintu masuk .


"Kau datang Yue'er...?;" seru Kakek Si sambil berjalan kearah sang Cucu dan langsung memeluknya.


"Nak..kau baik-baik saja kan..?" kata Kakek Si .


"Siyue baik- baik saja Kek.. Gimana kalian berdua...?" kata Siyue . kakek Si perlahan melepas pelukannya.


"Kami baik- baik saja nak... Malah Kakekmu Fang Bo sudah benar- benar sembuh .lihat itu..." ucap sang Kakek sambil memperlihatkan kakek Fang Bo yang berjalan dengan gagah ke arah mereka.


"Sayang apa kabar....? Boleh kakek ini memeluk Cucu penolong Kakek...?" ucap Kakek Fang Bo sambil merentangkan kedua tangannya.


"Tentu saja Kek.. " jawab Siyue sambil berjalan memeluk sang Kakek.


" Kami merindukanmu nak..." ucap kakek Fang Bo.


"Siyue juga kek...tapi keadaan yang membuat Siyue nggak bisa masuk kemari ..." jawab Siyue. .


Setelah beramah tama sebentar mereka segera duduk bersama di depan rumah tempat tinggal kedua kakek itu. Memang di depan rumah tempat tinggal mereka, terdapat sebuah tanah lapang yang berlapis rumput tebal hijau. Dan keempat mahluk kontrak Siyue juga ikut berkumpul di sana. Mereka duduk dengan tenang di pundak Siyue dengan badan mereka yang mengecil.


"Nak...bagaimana perjalanan kalian menuju alan atas. Apakah kita sudah berada di alam atas....?" tanya Kakek Fang Bo.


"Sudah Kek...malah sekarang Siyue sedang berada di dalam istana Kerajaan Darga.." jawab Siyue.


"Apaa...di dalam kerajaan...!" seru mereka bersamaan.


"Lo Bukankah seharusnya kau pergi ke sekte ..?" tanya Kakek Si .


Akhirnya Siyue menceritakan perjalanan mereka. Serta pengobatan Kaisar tua yang terkena racun.


"Jadi Kaisar tua terkena racun...?" kata Kakek Fang Bo.


"Benar Kek...malah Racun yang mematikan, untunglah masih bisa tertolong ,karena itulah Siyue berada di Kerajaan ini untuk melihat keadaan Kasar tua selama beberapa hari . karena keadaan ini , juga memberikan kesempatan pada Siyue untuk mencarikan rumah tempat tinggal kita di kota kerajaan... Namu Siyue fikir, lebih baik kita mencari rumah dekat dengan Sekte saja. Sebab saat kami masuk Sekte, kami bisa sesekali menemui kalian berdua..." ucap Siyue.


"Itu ide bagus nak...tapi apa sudah pasti kalian semua akan masuk kedalam Sekte tapak Dewa...?" tanya Kakek Si.


"Itu pasti Kek...di mana ada Siyue, fi sana kami berada..." ucap Pangeran Luo Yi .


"Benar Kek...kami akan selalu bersama Yue'er..." ucap Rong Hao.


"Yue'er...apa pasti mereka bisa masuk kesana...?" tanya Kakek Fang Bo.


" Kita harus berusaha Kek..." jawab Yuan Ru dengan yakin.


Udahan dulu ya...maaf agak siang habis melihat acara mas Kaesang dan mbak Erina menikah .


Jangan lupa like, vote san komennya author tunggu .


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2