DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
DEWA WIQYA LAGI .


__ADS_3

Akhirnya mereka segera pergi meninggalkan kota Nandaka menuju Sekte Elang Putih . setelah berpamitan dengan Guru San We. Malah di sana Yun Jin memaksa ikut kembali pergi bersama Siyue . Akhirnya Rombongan segera pergi meninggalkan alam atas menuju kerajaan Phoenix.


Untuk mempercepat perjalanan, Siyue memasukkan semua orang dalam Ruang Teratai . dan Dia menggunakan Zuzaku sebagai kedaraannya . Perjalanan pun tak membutuhkan waktu lama jika Zuzaku yang menjadi alat terbang Siyue. Tapi Siyue bertekat memperdalam ilmu teleportasi nya .


Dan dalam empat hari saja, Mereka telah mendarat dengan Cepat di depan Istana Siyue. Karena saat itu hari menjelang pagi . dan keadaan istana masih Sunyi . maka saat mereka datang hanya Prajurit jaga Saja yang mengetahui kedatangan Siyue. Dan saat mereka melihat seorang pria yang sangat tampan, yang sedang menaiki burung merah ke kuningan dan Menyala itu. Para prajurit tahu Siapa dia. Karena tidak Ada seorang pun yang memiliki burung se menakutkan itu. Dan tidak akan Ada yang berani menaiki burung yang memiliki Api di tubuhnya selain Ratu mereka yaitu Ratu Siyue . Karena itu ketika mereka melihat kedatangan Siyue yang menaiki burung yang memiliki cahaya api fi tunuhnya dan terlihat menakutkan itu, mereka sudah terbiasa . sebab mereka dudah terbiasa melihat burung itu . Mereka segera berjongkok memberi salam dan hormat pada junjungan mereka itu.


"Bangunlah...." Ucap Siyur lembut sambil mengibaskan tangannya . Siyue segera turun dari tubuh Zuzaku. Dan Zuzaku sendiri segera menghilang . Dan saat seorang prajurit ingin memberitahu kedatangan Siyue pada Kaisar, Siyue mencegahnya.


"Tidak usah... Aku sendiri nanti yang akan menghadap kakek.." Ucap Siyue lembut.


Melihat sikap Siyue yang Ramah, para prajurit semakin menghormatinya. Siyue segera masuk kedalam istananya . sesampainya di dalam ruang Istananya, Siyue mengeluarkan semua saudara dan sahabatnya.


"Sudah sampai.." Ucap Siyue .


Keadaan istana yang tadinya sepi Kini menjadi ramai. Prajurit yang menjaga di Istananya menjadi kaget.


"Bukankah tadi Ratu hanya datang sendiri. Lalu kenapa aku mendengar suara orang lain..batin penjaga.


Melihat keterkejutan sang teman yang baru di tugas kan menjadi prajurit istana Ratu , prajurit yang sudah lama bertugas di sana tertawa pelan.


"Ada apa Kau tertawa...?" Tanya prajurit yang kaget tadi.


"Jangan kaget jika melihat kejadian aneh di sini...kau akan tetkejut melihat kekuatan Ratu yang bisa membawa bebetapa orang tanpa Ada yang tahu...Kau akan banyak mengalami dan melihat kejadian yang aneh Karena kekuatan Ratu kita. Ratu Adalah orang yang sangat kuat dan bijak. Beruntung lah Kita yang di tugas kan di sini... Dan perlu kau tahu, mereka yang sudah bertugas di sini akan enggan pergi Karena Kebaikan Ratu kita..." Ucap Prajurit yang tadi tertawa.


"Benarkah...?" Ucap sang teman baru dengan wajah bersinar bahagia mendengar ucapan prajurit lama. Dia memang pernah bertemu dengan prajurit yang pernah di tugas kan di tempat Ratu. Namun Karena sesuatu hal prajurit itu di pindahkan oleh Pemimpin . dan prajurit itu menjadi sedih Karena dia di pindahkan . walaupun jabatan nya lebih tinggi dari prajurit penjaga.


Sedangkan di dalam ruang tamu , Siyue sedang berbincang dengan kedua orang tuanya dan para sahabatnya.


"Ye Xie, Ye Gu dan Kau Ye Mai...bisa kah kalian menampung salah satu dari mereka di tempatmu..Karena Kau tahu sendiri ruang di istanaku kan...?"ucap Siyue.


"Baik Yang Mulia..." Ucap mereka serempak.


Dan merekapun bukan hanya datu orang yang mereka pilih . Tapi mereka membagi tempat tinggal mereka untuk sahabat dan saudara Siyue . hanya Kakek Si dan Ning Si yang tinggal di Istana Siyue.


Setelah menempatkan para sahabat dan temannya, Siyue segera berjalan ke kamar pribadinya untuk membersihkan badan. Dia merubah kembali penampilannya Menjadi wanita cantik. Begitu juga dengan Ayah dan Ibunya. Mereka memutuskan membersihkan badan mereka di istana sang Putri. Mereka akan kembali ke kediaman mereka setelah menghadap Kaisar.


Setelah makan bersama para sahabat dan saudaranya serta kedua orang tuanya. Siyue bersama kedua orang tuanya menghadap Kaisar yang kebetulan berada ruang pertemuan . Dan saat Kaisar Melihat kedatangan Putri Tang Yin , Sima Yuan dan Cucu nya yang sekaligis Ratu Kerajaan Phoenix, Kaisar bangun dan menyambut mereka. Begitu juga dengan para pembesar kerajaan. Setelah menyapa sang Kakek, Siyue mulai duduk di Singgasana nya. Siyue dan kedua orang tuanya ikut juga di dalam pertemuan para pembesar kerajaannya.


mereka membahas masalah kerajaan.


##โ‚นโ‚น


Sedang kan pagi hari menjelang Siang di hari kemarin, Saat Siyue dalam perjalanan meninggalkan Alam Atas menuju Kerajaan Phoenix . Terlihat Dewa Wiqya dan Dewa Saora mendatangi kerajaan Darga. Dewa Wiqya kembali menjadi Raja Cu Tian Ji, sedangkan Dewa Saora berubah Menjadi guru Saojin. ketika hampir sampai di kerajaan Darga . Mereka yang terbang dengan menggunakan kekuatan mereka, memilih menunggangi kuda menuju istana Kerajaan Darga. Mereka melakukan itu agar tidak di ketahui identitas mereka. Ketika mereka sampai di gerbang kerajaan, para Prajurit yang melihat kedatangan sang Raja dan seorang pria yang juga berwajah tampan, mereka segera memberi salam dan hormat serta membuka gerbang istana. Dengan gagah mereka masuk ke Istana kerajaan Darga . Sesampainya di depan Ruang pertemuan, para prajurit dan Kasim sangat kaget melihat kedarangan Raja Darga yang sudah lama tak kembali . Mereka segera memberi hornat lalu kasim berseru dengan lantang .


"Yang Mulia Raja Chu Tian Ji telah tiba...!" Seru seorang Kasim. Tentu saja teriakan Kasim membuat orang yang ada di dalam ruangan Menjadi terkejut, mereka segera berdiri dan menatap pintu masuk . dan saat Raja dan seorang pria tampan masuk , mereka segera salam dan hormat para sang Raja .


"Salam hormat dan sejahtera yang Mulia Chu Tian Ji. Semoga kebahagiaan selalu menyertai Raja. " ucap mereka bersamaan. Melihat Sikap Mereka. Terlihat Raja hanya menatap mereka dingin sambil mengibaskan tangannya . dan berjalan kearah kedua orang tuanya bersama guru Saojin .


"Salam Ayah Kaisar, Ibu Ratu..." ucapnya datar. sebab mana Ada Dewa memberi hornat pada manusia. hanya saja Ada bagian dia yang mengharuskan dia memberi hornat pada kedua manusia di depannya Melihat tingkah sang Raja, mereka sudah tidak kaget lagi. Karena dulu sikap Raja juga seperti itu. Hanya saat Ada Putri Siyue saja mereka bisa melihat wajah lembut sang Raja.


"Salam juga Raja..." ucap Kaisar lembut.


"Ayah ibu....Apa kabar..." Ucap Raja dengan datar.


"Anakku...Kau sudah datang...? Kemarilah..." Ucap Ratu dengan lembut. Dewa Wiqya datang dan memeluk mereka berdua bergantian. Setelah itu dia berkata,


"Ada yang akan aku katakan pada Ayah dan Ibu. bisakah kita pergi ke ruang kerjaku Ayah...?" Ucap Raja dengan wajah serius.


Mendengar ucapan dari Putranya yang terlihat sangat serius . Kaisar dengan penuh tanda tanya menunda pertemuan dan mengikuti sang Putra yang mengajak mereka pergi keruangannya. Ingatan Raja menuntun Dewa Wiqya di mana ruang kerja nya. Ketika dia masuk ke dalam ruangan nya , Tiba- tiba dia mengingat segala yang pernah terjadi di antara dia dan Siyue. perdebatan, kemesraan mereka, kebucinannya terhadap Siyue. serta segala Ide dan Cara Siyue membantu dia dalam segala hal. Dia tertegun di depan pintu Ruang kerja nya. Bayangan itu bagai sebuah rekam kejadian yang di putar di depannya . Melihat Dewa Wiqya yang terdiam dengan raut muka yang berubah- ubah , guru Saojin tersenyum dingin. Dia tahu apa yang terjadi dengan Dewa Wiqya.


"Ada apa nak.? Ada apa dengan mu..?" Tanya Kaisar ketika melihat Dewa Wiqya terdiam cukup lama. Mendengar suara Kaisar Chu Nang Bo Dewa Wiqya tersadar.


"Aah tidak Ayah...hanya aku sedikit teringat sesuatu tadi... Ya sudah Ayo kita Duduk... Silahkan duduk Ayah, Ibu..." ucap Dewa Wiqya ramah . Merekapun segera duduk di ruang kerja Raja.


"Ada masalah apa Hingga Kau ingin berbicara pada Ibu dan Ayah..apakah Ada sesuatu yang sangat penting...?" Kata sang Ayah.


"Benar Ayah...Ada sesuatu yang akan aku katakan pada Ibu dan Ayah...." Ucap Dewa Wiqya.


"Katakan saja Ji'er...?" Kata Sang Ayah lembut .

__ADS_1


"Maaf sebelumnya Ayah. jika kabar ini mengagetkan Ayah..." ucap Raja datar .


"Apa itu Nak....katakan saja..." kata Kausar dengan wajah penasaran .begitu juga sang Istri .


'Aku bukan Chu Tian Ji Ayah..." Ucap Dewa Wiqya dengan pelan.


" Bukan Chu Tian Ji...apa maksudmu...!" Tanya Kaisar dengan wajah heran.


"Benar nak....Apa maksud dari ucapanmu itu.?" Tanya Ratu Hua Li.


Akhirnya guru Saojin menceritakan semua tentang Dewa Wiqya dan Raja Chu Tian Ji Putra Mereka. Dan juga tentang penyatuan mereka .


"Jadi Putraku Chu Tian Ji Adalah separuh jiwa Dewa perang Wiqya...?" seru Kaisar dengan wajah kaget .


"Benar Ayah.... aku Dewa Wiqya tapi aku juga Chu Tian Ji Putra Ayah dan Ibu..." Ucap Dewa Wiqya menjawab pertanyaan dari Kaisar . Mendengar ucapan sang Putra , Terlihat keduanya masih terdiam kaget dan tak percaya . Dan pada saat itulah terdengar langkah kaki datang dari luar. Keempat orang yang Ada di ruangan itu secara serempak menatap kearah pintu ruangan . Terlihat Kakek Kaisar berjalan masuk.


"Ternyata Kau datang juga anak nakal...!" Ucap Kakek Kaisar dengan nada kesal.


"Kakek...!" Ucap Dewa Wiqya tanpa sadar.


"Ternyata Kau masih mengenalku Dewa Wiqya...!" Ucap Kakek Kaisar dengan nada acuh.


Mendengar ucapan Kakek Kaisar. Keempat orang di dalam ruangan itu kaget.


"Kakek mengenalku...?" Tanya Dewa Wiqya heran.


"Ck aku sudah tahu semuanya dari Yue'er..." ucap Kakek dengan Santai.


"Yue'er...! Maksud Kakek Siyue..?" Seru Dewa Wiqya dengan nada kaget.


"Tentu saja Siyue... Kau fikir Siapa,...?" ucap Kakek Kaisar Sinis .


"Tunggu Kek....apakah Dia datang ke kota ini...?" tanya Dewa Wiqya sambil berdiri dan mendekati Kakek Kaisar yang sudah duduk di dekat Kaisar Chu Nang Bo .


"Tentu saja anak Bodoh...lalu Siapa yang bisa mengantarkan Ayah Ibumu kembali ke kerajaan Darga ini, kalau bukan Dia... lalu Siapa yang bisa mengembalikan kesehatan dan kekuatan kedua orang tuamu kalau bukan dia...!" Seru sang Kakek Marah dan kesal


"Kapan diaengantarkan Ayah kembali kesini ..?" Tanya Dewa Wiqya dengan cepat.


"Benar Bu... hampir setahun ini Aku sudah mencarinya kemana- mana...tapi aku belum menemukan dia...maaf...sebenarnya aku juga sering datang kemari untuk mencari nya. Tapi aku tidak bisa menemukannya...." Ucap Dewa Wiqya.


"Kalau begitu apakah dia masih berada di kota ini...?" Tanya Dewa Wiqya lagi.


"Entahlah...yang kami tahu, dia hari ini akan kembali ke Kerajaan Phoenix . tapi kami tidak tahu...dia sudah pergi atau belum..." kata sang Kakek .


"Kerajaan Phoenix....?" Ucap Raja atau Dewa Wiqya dengan wajah heran .


"Benar..." Jawab Kaisar Darga terus terang.


"Untuk apa dia pergi kesana.... Apakah dia tinggal di sana..bukankah dia rakyat Kerajaan Darga ini...?" Ucap Dewa Wiqya dengan tatapan heran pada mereka yang Ada di depannya. Tentu saja Kaisar dan Ratu juga Kakek Kaisar heran dengan pertanyaan Dewa Wiqya. Sedangkan Soujin Hanya diam saja. Walaupun dalam hati berucap .


"Yue'er...jangan salah kan aku.. Bukan aku yang memberi tahu dia kalau Kau Ratu kerajaan Phoenix ..."ucap Saojin dalam hati.


"Lo...apakah Kau lupa Siapa Siyue...?" Tanya Kakek Kaisar.


"Benar Kek...setelah penyatuan kami.. memori otak Chu Tian Ji banyak yang belum terbuka di otakku..." Ucap Dewa Wiqya.


"Ooh..ternyata ini yang di sembunyikan Siyue... kenapa sekarang wajah nya terlihat agak murung dan sedikit kurus. Walaupun terlihat Dewasa dan makin cantik.... Aku tahu Kau telah menyakiti dia terlalu parah..." Ucap sang Kakek dengan nada sedih.


"Lalu Siapa Dia sebenarnya Kek....?" Tanya Dewa Wiqya lagi .


"Kalau kau sudah melupakannya untuk apa lagi Kau ingin mengetahui tentang dia.. Bukankah Kau sudah tidak mengingat dia lagi...?" Ucap Kakek Kaisar dengan nada marah . Mendengar ucapan Kaisar Tua. Ingin rasanya Dewa Wiqya marah, tapi di dalam hatinya, kasih sayang Raja pada Pria Tua itu sangat dalam.


"Kek..Tolong katakan dengan benar Siapa Dia sebenarnya...apakah dia bukan penduduk Alam atas ini, dan untuk apa dia berada di Negri kerajaan Phoenix...!" Ucap Dewa Wiqya.


"Dasar anak bengal...dia itu Ratu kerajaan Phoenix...separuh jiwamu yaitu Chu Tian Ji. Berada di sana saat Dia di nobatkan sebagai Ratu Kerajaan Phoenix..." Ucap Kakek Kaisar.


"Tunggu dulu Kek... bukankah Ratu Kerajaan Phoenix bukan sembarang orang atau bukan manusia biasa yang bisa menjadi Seorang Ratu kerajaan Phoenix . Ratu kerajaan Phoenix merupakan keturunan dari Rakyat Negri Phoenix sendiri, itupun harus gadis Yang berdarah Phoenix... Dan aku tahu, kalau dalam Beberapa ratus tahun ini, tidak Ada seorang gadis dari Negri itu yang berdarah Phoenix. Mana mungkin gadis biasa bisa menjadi Ratu kerajaan Phoenix..." Ucap Dewa Wiqya dengan. wajah tak percaya.


"Semua itu bisa Kau tanyakan pada guru Saojin yang tahu semuanya. Kalau kau memang ingin bertemu dengan Siyue, Lebih baik Kau kajar dia lebih dahulu. Karena Dia berkata kalau hari ini Dia akan pergi dari Sini pagi tadi. Dan Sekarang hari sudah menjelang Siang . aku fikir kau akan kembali kehilangan Dia jika Kau tidak segera mengejarnya..." Ucap Kakek Kaisar.

__ADS_1


Mendengar ucapan Kakek Kaisar, Dewa Wiqya bagai mendengar suara guntur di siang hari . Dia segera berlari keluar sambil berkata.


"Maaf Ayah , Ibu, Kakek,..aku pergi...!" Serunya sambil berlari keluar ruangannya . Di ikuti Saojin yang berlari mengejar di belakangnya setelah berpamitan pada Kaisar , Ratu dan Kaisar Tua. Mereka berlari bagai Terbang di atas atap Istana.


"Hey.. Wiqya..!apakah Kau tahu tempat rumah tinggal keluarga Siyue...?"Seru guru Saojin dari belakang . Mendengar ucapan Saojin, Dewa Wiqya langsung berhenti.


"Tidak...aku tidak tahu..apakah Kau tahu...?" Tanya Dewa Wiqya sambil menatap Dewa Saora yang berdiri di depannya. Mendengar ucapan Dewa Wiqya , Dewa Saora hampir Sana tertawa dengan ketas. Dia menatap sahabatnya sambil menahan tawa.


"Jangan tertawa Sao..Aku tidak tahu , apakah Kau tahu...?" Ucapnya lagi .


"Tentu saja aku tahu...bukankah aku yang mengetahui kisah hidupnya . dan aku juga gurunya..." Ucap guru Saojin sombong.


"Ck Kau ini..Kau tega sekali menyembunyikan semua itu dariku. ....Kau tegas Sao..."Ucap Dewa Wiqya sambil menatap sang Sahabat dengan kesal.


"Karena aku sudah berjanji pada Siyue.. Untuk tidak mengatakan apapun pada mu.." Ucap guru Saojin.


"Apakah dia begitu membenciku...?" Ucap Dewa Wiqya pelan.


"Kau yang membuat dia ilfil Padamu... Bukankah Kau sendiri yang berkata kalau Kau tidak suka dan jijik melihat gadis seperti dia...' Ucap Dewa Saora dengan Nada kesal.


"Aku memang salah Sao...aku mengira kalau dia seperti gadis- gadis yang lainnya. Kau tahu sendiri. Bagai mana para Dewi -Dewi itu bertingkah laku mengesalkan saat mereka melihat aku..." Ucap Dewa Wiqya dengan Nada sedih.


"Itu salahmu sendiri...Kau menyamakan semua gadis seperti itu... Memang semua gadis akan tertarik melihat ketampananmu .. Tapi bukan dia Wiqya...." Ucap guru Saojin.


"Aku tidak tahu itu...." Kata Dewa Wiqya menyesal .


" Makanya jangan berburuk sangka dulu pada orang lain....nach kalau sudah seperti ini , kau sendiri yang rugi , dan akupun terkena imbasnya..."ucap Dewa Saora dengan kesal.


"Iya aku salah...maafkan aku...Ya sudah Ayo antar aku kesana...moga saja dia masih Ada di sana.. Dan Kau berhutamg penjelasan tentang Siyue padaku..." Ucap Dewa Wiqya dengan kesal. Akhirnya Dewa Saora segera berlari mendahului Dewa Wiqya. Ketika mereka sampai di kediaman keluarga Sima , kebetulan mereka sedang berada di luar rumah. Setelah kepergian Siyue dan Sima Yuan tadi pagi, Tuan Sima Sang Baiki akan pergi kekerajaan bersama Jendral besar Sima Long Bay. Dan saat mereka akan naik ke dalam kereta. Tuan Sima Sang Baiki dan Jendral Long Bay melihat Raja Ada di depan Mereka, bersama pria yang mereka tahu kalau dia guru Siyue , sang peramal masa depan Saojin . Tuan Sima Sang Baiki dan Jendral Long Bay juga para penjaga rumah Sima segera bersujud memberi hornat.


"Salam yang Mulia Raja...Salam Guru Agung Saojin...Semoga keberkahan selalu bersama yang Mulia..." Ucap mereka bersamaan .


"Salam kalian aku terima , sekarang kalian berdirilah...aku kemari ingin bertemu Siyue...!" Ucap Raja datar dan langsung .


"Lo..bukankah Siyue sudah kembali ke Negri Kerajaan Phoenix yang Mulia...!" Ucap Tuan Sima Yuan .


"Aaiiis..Kapan mereka berangkat...." Tanya Dewa Wiqya.


"Tadi pagi yang Mulia...mereka pergi pagi sekali Karena masih akan berpamitan dengan guru dan para sahabatnya.... " ucap Jendral Long Bay .


"Guru dam sahabat...? di mana mereka....?!" Tanya Dewa Wiqya dengan cepat .


Namun sebelum Jendral Long Bay menjawan pertanyaan Dewa Wiqya , Karena tertegun dan merasa heran atas pertanyaan Dewa Wiqya yang mereka anggap Raja, guru Saojin sudah berkata.


"Aku tahu...ikut aku cepat...!" Ucap Saujin . sebab dia juga sudah merindukan murid cerdasnya itu. Gadis yang sangat cerdas dalam segala hal . mereka segera melesat Terbang menuju Sekte Tapak Dewa. Namun lagi - lagi mereka telat . Guru Yang Si berkata kalau Siyue sudah pergi . begitunjuga dengan guru San We . GurubSan We malah berkata kalau Yun Jin ikut Siyue . mendengar itu terlihat Rona marah di wajah Dewa Wiqya . Dengan gerakan cepat mereka kembali terbang dengan kekuatan mereka untuk mengejar Siyue. Saat mereka sampai di perbatasan antara Negri Kerajaan Phoenix dengan Alam Atas, mereka melihat seekor Burung Zuzaku sedang Terbang tinggi menuju sebuah awan putih . Dan mereka berdua bisa melihat dengan mata Tajam mereka. Seorang Pria Muda dan sangat Tampan berada di atas punggung burung Zuzaku yang membara dengan wajah tenang. Melihat itu Guru Saojin berusaha mengejar. Namun mereka terlambat Karena burung dan penumpangnya tiba - tiba menghilang dari pandangan bersama awan putih yang terbentang luas di langit ikut hilang juga.


"Aaah...kita terlambat....!" Seru Guru Saojin dengan wajah kesal.


"Apa maksudmu.. Siapa pemilik burung Nirwana itu...bukankah burung Zuzaku di nirwana sangat sulit di temukan...lalu Siapa pria pemilik burung itu.. Dan di Mana Siyue... apakah Oria tadi yang membawanya...?" Ucap Dewa Wiqya beruntun tanpa jedah . dan di dalam nadanya terlihat sekali Ada rasa cemburu pada pria tampan itu .


"Ck..Kau ini...Pria muda tadi adalah Siyue..!" ucap guru Saujin kesal.


"Siyue...hey Kau ini tidak salah lihat kan...orang yang Ada di atas burung Zuzaku itu seorang pria..bukan wanita Sao...kita itu mencari seorang gadis...!" Ucap Dewa Wiqya dengan Kesal juga. Sebab saat itu dia membayangkan kalau Siyue bersama pria tampan itu .


"Dia Siyue yang sedang menyamar Wiqya.... Dia akan menyamar menjadi seorang pria jika sedang dalam perjalanan . Karena itu banyak wanita yang jatuh cinta padanya. Bukan hanya wanita. Banyak Pangeran - pangeran Tampan yang rela berkorban menjadi sahabat atau saudaranya demi bisa betsama dia , membela dan melindungi dia. Karena itulah Raja Chu Tian Ji tidak ingin berpisah dengannya. ." ucap guru Saijin kepada Dewa Wiqya dengan Kesal.


"Jadi Dia Siyue...?" Ucapnya dengan lemas.


"Ya ampuun...ternyata aku memiliki banyak saingan. Terang saja dia begitu cuek dan percaya diri...dia memiliki segudang keistimewaan . Lalu apalagi kejutan yang ada pada dirinya....tidak Aku harus menemykan dia , aku akan merebut cintanya kembali. Bagaiamapun caranya . aku akan mrmbuat kau kembali padaku Yue'er.." tekadnya dalam hati .


"Salahmu juga kenapa kemarin aku Ajak pergi Kau tidak mau. Jika kita pergi kemarin pasti kita bisa bertemu dengannya..." Ucap kembali guru Saujin dengan kesal.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Sao..aku ingin bertemu dia...aku ingin meminta maaf padanya....." Ucapnya dengan nada sedih.


"Kita kembali dulu ke nirwana. Kita fikirkan Cara agar Siyue keluar Dari Kerajaan Phoenix.. Semoga saja dia mau memaafkan dirimu.." Jawab guru Saojin sambil Melayang kembali ke Nirwana. Di ikuti Dewa Wiqya dengan sedih .


Udajan dulu ya...aku lanjut besok lagi. Yang Merasa kurang greget maaf...๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa like, vote dam komennya author tunggu ya.. Dan jika masih Ada Typo bertebaran maaf...๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2