DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
FESTIFAL BUNGA 2


__ADS_3

"Baiklah aku akan pulang...tapi biarkan selama dia di sini aku akan meluluhkan hatinya..." ucap Dewa Wiqya .


"Baik....tapi jika Kau menyakiti dia lagi, akulah lawan mu...." ancam Dewa Saora.


"Baik aku berjanji...." Dengan wajah lesuh dan sedih , Dewa Wiqya keluar dari rumah Dewa Saora . .


Melihat kepergian Dewa Wiqya, Dewa Saora merasakan kasihan . tapi semua itu Karena ulah dia sendiri yang terlalu sombong. Tapi sebenarnya dia dulu tidak seperti itu. Mungkin semua itu Karena dia sering nya di kejar dan di dambakan banyak wanita. Tak terhitung banyak nya wanita atau Dewi yang berusaha mendekatinya. Hingga sampai Ada yang berani menjebaknya dengan obat Cinta . untunglah kekuatan Dewa Wiqya mampuh menyelamatkan dia dari semua masalah yang akan menghancurkannya . Dan Ada juga yang berani datang kerumahnya dan ingin naik Ranjangnya. Hingga berujung sang Dewi mati .


Karena peristiwa itulah akhirnya dia menjadi Dewa yang Kejam, mulut Tajam , sombong dan ber prasangka buruk pada Setiap Dewi maupun manusia yang berjenis melamin wanita. Apalagi seorang manusia. Yang dia anggap memiliki derajat lebih rendah dari seorang Dewa. Namun kini dia tidak bisa berkutik menghadapi Siyue yang tangguh. Apalagi hanya Siyue yang berani menolak dia. Dewa Saora menghela nafas panjang. Dia juga menyadari kalau Dewa Wiqya adalah Dewa yang paling tampan dan gagah . Dewa Saora akhirnya melangkah masuk ke dalam rumah nya.


Dan saat hari menjelang petang, Terlihat Siyue datang bersama ketiga mahluk kontraknya. Saora yang melihat ketenangam di wajah Siyue , hanya bisa Menghela nafas panjang. Benar Kata Ketiga mahluk kontraknya Kalau Siyue pandai menyimpan kesedihannya. Terlihat wajah nya sudah cerah bagai tak pernah terjadi apapun padanya. Sedangkan Wiqya tadi berkata kalau Siyue pergi dalam keadaan marah. Dan dewa Saora tahu kalau Siyue pergi ke Ruang Teratai.


" Kau sudah datang Yue'er...?" Tanya Dewa Saora.


"Maaf Guru.. Siyue baru kembali..." Ucap Siyue sambil tersenyum lembut.


"Tidak masalah...sekarang Pergilah ke kamar mu yang Ada di rumah kecil milik guru itu , istirahatlah Malam ini, besok akan banyak kegiatan dan lomba , dan Nanti pelayan akan mengantarkan makanan buat kalian..." Ucap Dewa Saora pada Siyue.


"Baik guru.. " Siyue pun Segara berjalan kearah rumah tinggal yang berada di sebelah rumah induk .


Tanpa Siyue sadari seseorang sejak kedatangan dia tadi, Sosok itu selalu melihat dan memperhatikan Dia. Ya.. siapa lagi kalau bukan Dewa Wiqya. Setelah kepulangannya dari rumah tinggal Dewa Saora, Dia duduk di atas Pohon yang berada di depan rumah nya, menunggu kedatangan Siyue . dia tidak berani terang- terangan menunggu Siyue , takut terjadi seperti apa yang di katakan Dewa Saora tadi , yaitu Siyue akan menjauh dari mereka.


Dia bernafas lega saat melihat wajah Siyue yang terlihat biasa. Namun Dia semakin bertekat akan memiliki Siyue. Tanpa dia sadari perasaan dan memori otak Raja Darga mulai terbuka. Dia mulai merasakan kepalanya sakit.Perlahan Dia mulai terbayang semua yang pernah Dia atau Raja Darga lakukan pada Siyue. Sifat manjanya, Difat posesifnya, dan perasaan takut dan cemasnya ketika Dia di tinggal Siyue pergi kedunia kecil . semua apa yang di alami Raja Chu Tian Ji mulai dia ingat kembali. Membuat kerinduannya para Siyue semakin kuat. setelah melihat Siyue masuk kedalam rumah kecil milik Saora , Dia segera berjalan masuk ke dalam Rumah nya Sendiri sambill memegang kepalanya yang masih sefikit sakit .Dia memilih masuk ke dalam pemandian panas miliknya. Dan melakukan Kultivasi untuk sedikit melupakan Siyue. Namun semakin Dia berusaha. Semakin lekat wajah cantik itu di benaknya.


"Yue'er...maaf kan aku...maaf kan aku baby...." Ucapnya pelan. Dia ingat panggilan kesayangan dia pada Siyue . dan dia ingat kalau panggilan itu Siyue yang mengajarinya.


Keesokan harinya Siyue segera keluar dari rumah tinggal nya setelah berbena dan makan makanan yang di sediakan oleh pelayan . tak lupa dia membawakan Dewa Saora Buah dari ruang Teratainya. Walaupun Dia tahu Buah di Alam Nirwana lebih enak di banding buah yang di hasil kan di Alam Bumi. Seperti air yang dia minum tadi. Rasa air di sini Terasa agak Manis dan menyegarkan.


Ketika sampai di rumah Sang guru, Siyue melihat Dewa Saora sedang berbincang dengan seseorang. Dia berjalan mendekat. Dewa Saora yang melihat Siyue datang segera berdiri.


"Pagi guru..." Sapa Siyue lembut .


"Pagi Yueyue...Kau sudah siap berangkat...?" Tanya Dewa Saora .


"Siap guru.. Kita berangkat sekarang...?" Tanya Siyue.


"Baik...kita berangkat sekarang..." Ucap Dewa Saora.


"Selama pagi sayang..." Suara lembut di belakang Dewa Saora membuat jantung Siyue kembali bergetar.


"Ya Dewa...buat hati dan jantung hamba tidak merespon suara pria di depanku ini..." jerit Siyue dalam hati. Terlihat Pria tampan itu telah berdiri dengan gagah di sebelah Dewa Saora.


"Pagi Yang Mulia..." Ucap Siyue dingin. Walaupun di dalam Dada jantung nya berdebar tak menentu . Sejak peroisahannya Dengan Raja . Siyue sudah pandai sekali menyembunyikan perasaannya di depan orang lain. Hanya para hewan kobtraknya saja yang bisa merasakan dan mengetahui apa yang terjadi para Siyue. Siyue mundur ke belakang dan memegang Lengan Zuzaku . melihat itu terlihat Kilatan tak rela Dewa Wiqya saat melihat tangan lembut Siyue memegang Lengan kuat Zuzaku.


Terlihat wajah Siyue yang memakai baju hijau Tua dengan kombinasi hitam membuat Kulit putih nya terlihat bercahaya. Wajah cantik itu terlihat Segar menawan membuat siapapun enggan lepas dari wajah lembut itu. Tapi kini wajah Siyue terlihat datar. Walau tak mengurangi kecantikannya.


Melihat Susana yang memanas, Dewa Saora segera mengajak mereka berangkat. Di dalam perjalanan Dewa Wiqya memilih berjalan di sebelah Siyue. Walaupun Siyue tidak perduli dengan kehadirannya.


Ketika mereka sampai di balai pertemuan Istana Nirwana ,Terlihat sudah banyak Dewa dan Dewi yang datang di Sana. Salah satunya Adalah Dewi Nadya .


Dewi Nadya Adalah salah satu Dewi yang Mencintai Dewa Wiqya. Namun Dewa Wiqya tidak pernah memperhatikannya.tidak memperdulikannya . Demi ingin mendekati Dewa Wiqya, Dewi Nadya rela berlatih di ketentaraan Nirwana. Hingga dia menjadi salaha satu Dewi yang di Segani oleh pasukan Nirwana. Karena kedudukan dan kekuatan itilah yang membuat Dewi Nadya menjadi seorang Dewi yang sangat arogan dan Sombong. Dia tidak pernah mau menghargai Dewa atau Dewi lainnya . Dia menganggap dirinya lebih tinggi kedudukannya dari Dewi yang lain . Banyak Dewi yang takut dan Segan sekaligus benci dengan sifat Dewi Nadya. Karena dia tak Segan menghukum atau menyingkirkan Dewi yang dia fikir ingin mendekati Dewa Wiqya. Atau yang tidak dia sukai . Dan kemarin dia melihat dengan mata kepala sendiri kalau Dewa Wiqya Menyapa manusia dari Bumi yang tiba-tiba datang di pesta pembukaan festival bunga bunga dengan ramah dan lembut . Melihat itu Dia sangat marah. apalagi saat dia melihat Dewa Wiqya menarik Siyue keluar dan menghilang Dari tempat itu. Hatinya bagai di bakar . melihat kejadian itu. Dia berfikir dengan dada penuh kemarahan.


"Apa sich kurangnya Dia ...kalau cantik , Dia berfikir lebih cantik dari Siyue ...soal kekuatan , dia salah satu parwira tentara Nirwana. Lalu kenapa Dewa Wiqya Malah memperhatikan gadis manusia itu daripada Dia yang merupakan seorang Dewi. Rasanya dia tak Rela melihat Dewa Wiqya dekat dengan Siyue. Dan kini di dalam hati Dewi Nadya ada dendam yang mulai tumbuh. Dan Kini dia melihat gadis yang dia benci datang bersama dua orang yang merupakan Idolah Nirwana. Dan dia juga melihat dua pria tampan yang berjalan dengan gagah di sebelah, dan di belakang Siyue. Sedang kan Dewa Wiqya Ada di sebelah persis gadis itu. terlihat Sekali kalau Dewa Wiqya sangat posesif pada gadis itu. Hingga membuat Dewi Nadya semakin marah.


"Kita duduk di sana Yueyue..." Ucap Dewa Saora sambil berjalan kearah sebuah meja yang masih belum Ada penghuninya.


Mereka duduk bersama di ruangan itu. hari ini akan di adakan pertandingan memanah sambil menaiki kuda. Dan sebagai pembukaan , maka Dewa Agung membuka perlombaan. Tak lama acarapun di mulai. Setelah mendengarkan Beberapa pesan Dari Dewa Agung. Para peserta maupun penonton berjalan ke arena latihan para prajurit kerajaan Nirvana .Mereka yang ingin mengikuti perlombaan segera mendaftar, dan para pesertapun Bisa menunjuk seseorang untuk mau melawan Dia si penantang.


Siyue dengan tenang berjalan bersama ke empat Pria tampan yang bersama nya sejak tadi.

__ADS_1


Kali ini Liong Bay tidak keluar dari ruang Teratai. Mereka sekarang akan bergantian menjaga Siyue. Semua itu Karena permintaan dari Dewa Saora. Dewa Saora meminta pada mereka untuk memberi kesempatan pada Dewa Wiqya mendekati Siyue. Dan mereka setuju .


Lombapun segera di mulai. Di pertengahan Lomba. Zuzaku dan Feng Qui bosan menjadi manusia. Dia segera berkata.


"Yue'er...aku bosan, boleh aku berubah...?" Ucap Zuzaku.


"Benar Yue'er...boleh ya...?" ucap Feng Qui . Mendengar ucapan Zuzaku dan Feng Qui , Siyue menatap pada kedua mahluk kontraknya. Terlihat sekali Zuzaku dan Feng Qui duduk dengan wajah bosan.


"Baiklah kalian boleh berubah .." Ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue keduanya tersenyum dan segera berubah menjadi burung kecil dan bertemgger di pundak Siyue. Dan kini terlihat bandul giok hujau sudah berada di lever Siyue kembali. Ternyata Poison Ivy telah bangun dari meditasinya.


"Yue'er...aku merasakan seseorang sedang mengawasimu dengan penuh kemaraham dan kebencian... " Ucap Poison Ivy.


"Aku berubah Karena ingin tahu Siapa Dia...." Ucap Zuzaku.


"Ck...Mana mungkin...bukankah aku baru datang di Alam Nirwana ini...Mana mungkin aku sudah memiliki musuh .."ucap Siyue keheranan.


"Dan ternyata Ada ternyata Ada Yue'er, aku melihat nya ....di atas sana Ada seorang Dewi yang menatapmu dengan penuh kebencian..." Ucap Feng Qui yang bertengger di pundak Siyue. Saat ini Siyue memang sedang duduk di antara dua pria Tampan. setelah Kedua hewan kontrak Siyue berubah. Saora pindah tempat duduk di sebelah Siyue .


"Seorang Dewi...? di mana...?" Tanya Siyue .


"Di sebelah Kiri atas..." Ucap Feng Qui.


Dengan cepat Siyue menatap arah yang di tunjukkan Feng Qui. Dan benar Saja. Seorang Dewi menatap Siyue dengan penuh kemarahan dan kebencian. Saat mata mereka saling bertemu, terlihat sorot mata kebencian tertuju pada Siyue . Melihat itu Siyue membalas tatapan itu penuh keheranan .


"Guru...Siapa di antara kalian berdua yang menjadi Kekasih Dewi itu...kenapa dia menatapku dengan penuh kebencian...?" Ucap Siyue sambil menatap kedua orang di sampingnya.


"Siapa..?" Tanya mereka hampir bersamaan.


"Mana Siyue tahu.....Dewi yang duduk di sebelah Kiri atas...dia menatap Siyue sejak tadi..." Ucap Siyue mengadu seperti anak kecil. Wajah cemberit kesal membuat wajah nya semakin imut Dewa Wiqya yang ingin mengetahui Siapa Dewi yang di katakan Siyue. Terpesona pada wajah imut Siyue.


Seketika dia terbayang saat Raja Chu Tian Ji memcium gemas wajah Siyue Karena melihat Siyue kesal. Melihat wajah Dewa Wiqya yang bengong membuat Siyue heran.


"Ada apa yang Mulia...kenapa Dewa Wiqya Malah bengong Sich..." Ucap Siyue.


"Dia bukan Siapa- Siapa kami... Dia anak Buah Dewa Wiqya..." Ucap Saora.


Mendengar Namanya di ucaokan sang sahabat, Dewa Wiqya segera tersadar.


"Apa Katamu Sao...?Siapa yang Kau maksud..?" Tanya Dewa Wiqya sambil menatap Dewa Saora.


"Dewi Nadya...lihat di sebelah kiri atas, Dia menatap Siyue penuh kebencian...." Ucap Dewa Saora yang memberikan peringatan pada Dewa Wiqya.


"Nadya...?" Ucap Dewa Wiqya. Dia segera menatap arah yang di tuju Dewa Saora. Dan dia melihat Dewi Nadya menatap kepadanya dan tersenyum. Melihat itu Terlihat wajah Dewa Wiqya seketika dingin. Dan Dia segera mengalihkan pandangannya dari wajah Dewi Nandya setelah menatap wajah Dewi Nadya dengan tajam.


"Bukan Siapa- Siapa kami...Dia hayalah salah satu Perwira pasukan Nirwana...Jangan Kau hiraukan dia sayang..." Ucap Dewa Wikya sambil mengusap pelan kepala Siyue.


"Yang Mulia...jaga tangan anda.. Jangan membuat hamba memiliki musuh lagi..." Ucap Siyue.


"Tidak akan kubiarkan siapapun menyentuhmu atau menyakitimu..." Ucap Dewa Wiqya sambil menatap Siyue lembut. Siyue melihat tatapan Dewa Wiqya hanya bisa menghela nafas panjang. Karena tatapan Dewa Wiqya mengingatkan Siyue pada tatapan lembut sang Kekasih.


"Kau harus menanamkan di fikiran dan otak kecilmu ini Yue'er...tidak akan Ada , bahkan tidak akan pernah Ada nama atau wajah gadis lain di dalam hati dan otakku Ini..di sini dan di sini hanya Ada kamu, namamu ..ingat itu..." Ucap Dewa Wiqya sambil menunjukkan kepala dan dadanya. Tentu saja membuat Siyue memerah mendengar kata- kata gombal dari sang Dewa. Dia segera diam sambil menatap ke arah pertandingan. Melihat wajah Siyue yang memerah. Terlihat senyuman Tipis di bibir sang Dewa walaupun Hanya sekilas .


Sedangka Dewi Nadya yang melihat Dewa Wiqya menatap kearah nya tadi..segera memberikan senyuman termanisnya pada sang pujaan hati. Namun kekecewaan melanda hatinya saat wajah Dingin Dewa Wiqya menatap Tajam Padanya . Bukannya tataoan cinta yang dia harapkan dari Dewa Wiqya, tapi tatapan Tajam mematikan yang dia dapatkan. dan terlihat Dewa Wiqya kembali berbicara dengan Siyue dengan tatapan penuh Cinta. Kemarahan kembali membuat hatinya semakin terbakar. Dia menatap Siyue dengan penuh kebencian dan dendam. Sedang kan Siyue Sendiri menikmati pertandingan dengan tenang bersama Guru dan Dewa Wigya .


Namun saat di puncak pertandingan memanah, tiba - tiba Dewi Nadya melompat ke udara dan berdiri di tengah- tengah arena. Dia lalu menatap pada Siyue. Tak lama tetdengar suaranya menantang Siyue.


"Kau yang di sana...yang duduk bersama Dewa Wiqya dan Dewa Saora, aku tantang Kau dalam lomba memanah... bukankah Kau tamu undangan Dewa Agung junjungan kami....!" Serunya lantang.


Tentu saja Siyue dan semua orang kaget. Terutama Dewa Wiqya. Terdengar ucapan dari para penonton mencemioh Siyue.

__ADS_1


"Ha ha ha... mana mungkin manusia itu bisa mengalah kan Dewi Nadya Yang merupakan perwira Prajurit kita....aku akan bertaruh untuk kekalahan gadis itu ....!" Seru salah satu Dewa yang terlihat berwajah Dewasa dengan nada Sinis . .


"Cih...manusia genit...berani nya dia Merayu Dewa Wiqya... Aku tahu Dewi Nadya marah Karena gadis itu berani Merayu Dewa Wiqya..." Ucap Salah satu Dewi.


"Sepertinya kamu salah...aku melihat sejak tadi Dewa Wiqya lah yang selalu menempel padanya...." Ucap dewi yang lain .


Dan banyak lagi komentar dari yang lainnya.


Mendengar suara - suara ITU Dewa Wiqya ingin berdiri. Tapi Siyue segera menariknya duduk kembali. Dan tangan Siyue yang Merada di lengannya membuat Dewa Wiqya kembali tenang.


"Jangan lakukan itu....yang Mulia akan membuat hamba malu..." Ucap Siyue yang ingin menerjang ke arah Dewi Nadya.


"Lalu apa yang akan Kau lakukan...?" Ucap Dewa Wiqya khawatir.


"Menerima tantangannya..." Ucap Siyue.


"Kau....Kau bisa memanah...?" Ucapnya dengan wajah kawatir.


"Yang Mulia jangan khawatir , lihat saja nanti... Apakah yang Mulia tidak tahu Siapa hamba...?" Tanya Siyue angkuh.


"Dasar gadis nakal...aku percaya Padamu sayang...lajukanlah apa maumu..." Ucap Dewa Wiqya dengan senyuman lembut.


"Guru ..Siyue pergi boleh kan...?" Pamit Siyue pada Dewa Saora.


"Tentu saja boleh Yue'er... Kalah kan Dia... Jangan membuat guru Malu.." Ucap Dewa Saora memberi semangat.


"Pasti guru..." Ucap Siyue. Siyue segera terbang Melayang mendekati Dewi Nadya.


"Aku menerima tantanganmu Dewi....!" Ucap Siyue dingin .


Melihat Sikap Siyue, Dewa Wiqya dan Dewa Saora terlihat tersenyum bangga. Sedang kan Dewi Nadya tersenyum Sinis .


"Bagus....ternyata Kau bukan pengecut..." Ucapnya Tajam . Mendengar ucapan Dewi Nadya , Siyue hanya tersenyum dingin .


"Tentu saja Aku bukan pengecut yang menyalahkan tidak beruntung nya kita pada orang lain..." Ucap Siyue dingin.


"Apa maksudmu gadis sombong....!" serunya marah .


"Tentu anda tahu maksudmu hamba..." Jawab Siyue datar .


" Kau terlalu sombong dan Arogan anak manusia...Kau sadar Siapa aku...?" Ucap sang Dewi dengan nada sombong ..


"Saya fikir semua orang yang di sini tahu Siapa yang sombong dan arogan. Dan saya pun tahu Siapa anda.. ." Ucap Siyue dingin.


"Kalau begitu kita mulai petarungan kita ini... aku menantang Kau beradu ketangkasan dalam memanah di atas kuda yang sedang berlari.. Kau lihat Titik Panah itu...itulah sasaran kita... Dan Kau bisa memilih salah satu kuda di sana...." Ucap Dewi Nadya.


"Boleh saya memakai kuda saya sendiri...?" Ucap Siyue.


"Kau...Kau mau memakai kuda dari Bumi..? Hi hi hi ...Tentu saja boleh...dan jangan salah kan saya jika Kau Kalah. Dan satu lagi. Kita di atas kuda Bukan nya duduk , tapi berdiri..." Ucap Dewi Nadya dengan bangga. Mendengar ucapan Dewi Nadya , Dewa Wiqya ingin berdiri dan protes. Tapi tangan nya di tarik oleh Dewa Saora.


"Kau dengar tadi perkataan Siyue....? Kau akan mempermalukan Dia kalau Kau mau protes ...Kaubingin mempersulit usahamu mendekati dia...?" Ucap Dewa Saora.


"Tapi Sao...!" Seru Dewa Wiqya dengan wajah khawatir dan cemas .


"Percayalah padanya. Kau akan tahu kekuatanya... Dan Kau tahu sekarang sifat dan tabiat dari Dewi Nadya..." Ucap Dewa Saora dengan wajah tenang.


Akhirnya Dewa Wiqya kembali duduk walaupun tidak tenang . Ada pancaran kemarahan di wajah nya.


Cukup dulu ya....sebebarnya tadi author tidak akan up date Karena kesibukan author. Tapi author tahu kalian lagi menunggu. Jadi maaf jika tidak terlalu panjang..🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung.


__ADS_2