
"Sudah Cukup Yuna...Diamlah Kau... Kakek tidak akan perduli pada Si pecundang itu. Dia tidak akan terlihat oleh Kakek..." Ucap sang Kakak yaitu Ning Soilo . seketika Ning Liyun terdiam mendengar ucapan Ning Soilo .
"Benar kata kakak...semoga Kakek twk melihat dia..." Ucap Lanyu dalam hati .
Mereka hanya bisa menatap kearah depan dengan hati berdebar dan rasa cemas . Tapi mereka yakin kalau Ning Si tidak akan bisa bertemu dengan sang Kakek .
Tak lama acarapun di mulai. Acara pertama Adalah ucapan Dari sang Raja. Dengan nada berwibawa Sang Raja memberi ucapan selamat atas selesainya tugas mereka di Dunia kecil dan Beberapa kata petuah dari Raja.Namun tatapan sang Raja tak pernah lepas dari satu titik entah pada Siapa itu. Hanya Siyue CS yang tahu Siapa yang Menjadi pusat perhatian Raja. Setelah ucapan dari Raja, acara di lanjutkan dengan penentuan peringkat tertinggi dalam menyelesaikan tugas di Dunia kecil .dan juga menentukan kekuatan tertinggi akan segera di perlihatkan .
Di depan dekat mimbar , Ada semacam Batu Alam lebar dan tinggi yang nantinya bisa menunjukkan nama - nama dari para peserta yang mendapatkan peringkat . dari hampir seribu peserta , Akan di Tentu kan seratus besar peserta di dalam urutan kekuatan . Terlihat kedua Guru besar Yang Si dan San Wa berjalan kearah batu peringkat dan segera menekan tombol di bawa Batu peringkat itu dengan kekuatan mereka . tak lama terlihat cahaya keluar dari batu itu. Setelah cahaya pudar di atas batu terlihat nama- nama para peserta dari lima puluh sampai nomer seratus tercetak dengan sempurna . mereka yang Namanya tertulis berteriak kegirangan. Sedang kan yang tidak berharap akan muncul di nama selanjutnya. Dari urutan itu sebagian murid tapak dewa ada walau hanya beberapa orang saja. Begitu juga murid dari elang putih. Sedangkan dari sekte darah Suci tidak ada sama sekali . Dari lima puluh sampai nomer empat puluh. Murid dari sekte tapak Dewa dan Elang putih mulai unjuk diri. Ada dua dari Elang putih dan tiga dari tapak Dewa. Sedang yang lain dari Beberapa perguruan salah satunya sekte darah Suci yang hanya Ada satu orang saja . Dan pada urutan empat puluh sampai dua puluh Nama Siyue dan Kawan-kawan belum juga keluar. Melihat itu para sahabatpun resah.
"Yueyue...ternyata kita tak Ada di urutan itu..." Ucap Chan Sin.
Mendengar ucapan sang sahabat, Siyue hanya tersenyum. Dan dia menhawab dengan cuek.
"Kalau tidak Ada di urutan itu, untuk apa sedih. bukankah kita sudah mendapatkan lebih baik Dari itu... Bukankah kalian sudah mendapatkan ilmu dan senjata dari dalam Prasasti..." Ucap Siyue dengan tenang.
"Aah benar juga Katamu Yue'er...kita sudah mendapatkan ilmu dan senjata dari sana..." Ucap Sima Yuan.
Namun saat peringkat duapuluh sampai sepuluh di sebutkan. Ternyata peringkat 16, 17 , 18 di tempati oleh murid dari sekte pedang Terbang yang satu kelompok dengan Siyue. Melihat nama mereka berada di urutan tersebut mereka berteriak kegirangan .
"Siyue...kami ada di batu peringkat.... trimakasih saudara Siyue..!" Seru Cici salah satu wanita murid Pedang Terbang . terlihat dia menangis bahagia. Begitu juga dengan kedua temannya .
"sama -sama..." Jawab Siyue sambil tersenyum ikut bahagia . Dan di nomor sepuluh sampai lima belas terlihat nama murid Elang putih dari kelompok Wei Zi . terdengar kembali teriakan kebahagiaan mereka. Dan benar saja Kelompok Siyue menempati urutan satu sampai sembilan . Dengan urutan peringkat Satu Tentu saja Siyue, di susul Feng Xun, Ning Si , Pangeran Luo Yi, Weizi , Chan Sin serta ketiga kakak Siyue . Urutan itu membuat semua orang kaget. Sebab mereka bisa memiliki peringkat yang berurutan. Itu menunjukkan kalau sang pemimpin memiliki keadilan yang sama rata . Melihat semua itu Siyue dan kelimpoknya bersorak gembira. Begitu juga dengan dua guru besar di batas mimbar. Mereka tahu kalau semua itu pasti Ada campur tangan Siyue. Saat para peserta Dari satu sampai lima puluh di harus kan tampil keatas mimbar. Terlihat Raja berdiri tiba- tiba melayang turun kebawah . kearah tempat Siyue dan kawan- kawan berada . dan dengan tenang pula Dia membawa Siyue naik keatas mimbar lebih dahulu. Sedangkan ketiga pengawalnya mengawal rombongan Siyue naik keatas mimbar terlebih dahulu. Semua orang kaget bukan main. Mereka hanya bisa melihat dengan Mulut terbuka. Sesampainya di atas mimbar, dengan lembut Raja menurunkan Siyue . Tak lama kelompok Siyue naik keatas mimbar. Saat itulah semua irang yang pernah berada di tanah Prasasti kaget bukan main, melihat kelompok Siyue .
"Lo...bukankah mereka kelompok yang tertelan prasasti itu...!" Seru mereka .
"Benar sekali...mereka Adalah peserta yang telah berada di dalam prasasti saat Prasasti tertutup...lalu kenapa mereka sudaj berada di sini...?" kata yang lain .
"Mungkunkah mereka mendapatkan manfaat dari dalam prasasti itu..." ucap yang lain pula . Dan banyak lagi ucapan ke kagetan mereka saat melihat kelompok Siyue yang telah mereka anggap mati ternyata Segar bugar .
Tak terkecuali Kakek Li , Dia kaget melihat cucu yang di usir dari sekte nya kini Malah menjadi salah satu murid terkua. Malah Ada pada urutan ketiga . Terlihat penampilan sang Cucu sangat berbeda . Gadis itu terluhat sangat cantik, kuat dan lembut . Melihat itu perasaan haru dan bangga ada dalam hatinya . Tanpa sadar tetes air mata mengalir di pipinya . Cepat -ceoat dia menghapusnya . Saat dia melihat Ning Si yang berjalan kearah Siyue bersama para sahabat yang lain , Kakek Li berdiri dan menghampiri Ning Si.
"Kau Ning Si...?" Tanya Kakek Li. Mendapat sapaan dari sang Kakek, Ning Si menatap Pria Tia itu.
"Benar tetua Li. hamba Ning Si murid Sekte Tapak Dewa..." Jawab Ning Si datar.
" Nak...Ada apa...Kau melupakan kakekmu sendiri...?" Ucap Pria Tua itu dengan wajah sedih .
Mendengar ucapan yang lembut dari sang Kakek, Ning Si tak tahan lagi. Terlihat air mata mengalir di kedua pipinya .
"Apakah Ning Si masih boleh menyebut Kakek ..." Kata Ning Si sambil berurai air mata.
"Hey.. Tentu Saja nak...Siapa yang tidak memperbolehkan kamu memanggilku Kakek..sini peluk Kakek tuamu ini .." Kata Kakek Li sambil merentangkan kedua tangannya. Aakhirnya Ning Si berjalan dan memeluk sang Kakek.
"Maaf kan Ning Si Kek..." ucap gadis ITU dengan sedih .
"Kakek juga minta maaf sayang....selamat ya...Kau telah mendapatkan peringkat tinggi dan juga telah masuk ke dalam Sekte tapak Dewa..." Ucap sang Kakek. Sambil membelai Ning Si.
"Trimakasih Kek..." Ucap Ning Si.
"Ya sudah nanti kita berbicara lagi, sekarang kita masih berada di atas mimbar..." Ucap sang Kakek sambil melepas pelukannya.
"Baik Kek..." Jawab Ning Si.
Setelah memberi hormat pada raja yang masih berdiri di sebelah Siyue. Kakek Li segera kembali ketempat duduknya. Sedang kan Siyue cemberut pada Raja.
"Yang Mulia ...apa kata mereka jika melihat Raja mereka begitu dekat dengan seorang Pria...." Kata Siyue kesal.
"Raja tak perduli..." Ucapnya Asal
Mendengar ucapan Raja. Siyue tak dapat berbicara. Dia sadar kalau sang kekasih merindukannya. Tapi bukan begitu juga kan.. Apa kata mereka tadi saat melihat Raja dengan entengnya membawa Siyue Terbang ke atas mimbar sendiri. Kalau dia dalam ujud wanita sich nggak masalah , Nach ini.. bukankah dia sekarang berpenampilan sebagai anak laki- laki...apa kata mereka nanti.
"Baiklah sekarang Yang Mulia duduk dulu di tempat duduk yang Mulia, hamba akan menerima lencana dahulu. Setelah itu kita pulang..." Ucap Siyue berusaha membujuk sang Raja .
Akhirnya dengan berat hati. Raja melepas pengangan tangannya dan kembali duduk. Untunglah mereka sedang bergerombol
Hingga ulan Raja yang tak ingin melepas tangannya dari tangan Siyue tertutup dari pandangan para peserta yang ada di bawah mimbar kehormatan .
Sedangkan di bawa mimbar, Terlihat kedua saudara Ning Si yaitu NingbSoulo dan Nibg Lanyu ketakuan . mereka tak pernah menyangka kalau kelompok mereka itu bisa menguasai delapan belas teratas dan teman mereka yang ikut serta dalam kelompok itu juga mendapatkan peringkat juga. Mereka sangat iri. Tapi saat Kelompok Siyue naik keatas mimbar, mereka semakin Merasa ketakutan, karena mereka takut Kakek Li mengenali Ning Si . Mereka semakin pucat Saat melihat Kakek Li mendatangin Ning Si dan beberapa menit kemudian mereka melihat Kakek Li dan Ning Si berpelukan, mereka bagai merasa kehancuran dan kematian menjemput mereka.
__ADS_1
"Kak...bagaimana ini... Lihat Kakek sudah mengenali Kak Ning Si... Aoa yang akan terjadi dengan kita kak..." Ucap Ning Lanyu ketakutan.
"Diam Kau.. Asal kita tidak mengakui perbuatanku itu maka tidak akan Ada yang tahu kalau Ning Si kitalah yang menjebak dia..." Ucap Ning Soilo dengan kesal namun tak urung kecemasan melanda hatinya .
"Tapi kalau kakak Ning Si bercerita pada Kakek yang sebenarnya..." ucap Lanyu.
"Dia tidak memiliki bukti untuk menuduh kita...." ucap Soilo dengan yakin .
"Bagaimana jika mereka menangkap pemabuk itu. Kita akan ketahuan..." Ucap Ning Lanyu lagi .
" Bodoh....aku tidak sebodoh dirimu...Kalau soap pabuk itu jangan khawatir. Dia sudah aku habisi empat tahun yang lalu sat Dia gagal memperkosa si jarang Ning Si itu ...
Dasar pria bodoh..memperkosa satu orang yang sudah pingsan saja dia tidak bisa. Dasar laki- laki pecundang.." Umpat Ning Soilo dengan kesal .
Sedang kan di atas mimbar terlihat para peserta telah mendapatkan lencana kebanggan sebagai murid yang diakui kekuatannya oleh para ahli kultivator . oara pemenang satu sampai dua puluh . Noleh masuk kedalam perguruan yang mereka inginkan . Tentu saja mereka semakin gembira . Setelah itu acarapun di tutup . Karena gerbang pintu Dunia kecil akan tertutup dengan sendirinya . Saat Merak akan turun dari mimbar. Kakek Li mendekati Ning Si dan ketiga murid pedang terbang yang akan pergi bersama Siyue dan kawan-kawan.
."Ning Si Ayo pulang bersama Kakek ..." Ajak Kakek Li.
"Maaf Kek...Ning Si sekarang bukan lagi keluarga Li. Sejak Ning Si di usir dari Sekte pedang Terbang, Ning Si bukan lagi keluarga Li. Begitu juga dengan mereka bertiga Mereka juga sudah di usir dari sekte..jadi mereka kini bukan murid perguruan pedang terbang lagi Kek..." Ucap Ning Si.
"Apaa...mereka di usir...?siapa yang telah me ngusir mereka dan apa salah mereka...?" Kata Kakek Li dengan nada marah.
Namun percakapan mereka terhenti saat Siyue datang.
"Maaf Kek..lebih baik kita pergi mencari kedai makan terlebih dahulu. Sebab sejak kemarin kami belum makan..." Ucap Siyue memotong pembicaraan mereka. Dan Kakek Si melihat di belakang Siyue Ada Raja yang dengan tenang berdiri di belakang pria tampan itu .
"Kau Siapa Nak...Ada hubungan apa dirimu dengan cucuku...?" Ucap Kakek Li ramah. tapi sebelum Siyue menjawab , Ning Si menjawab lebih dahuku.
"Dia sahabat, saudara bahkan dia bagai seorang guru buat kami Kek...dia yang selalu melindungiku, membelaku, menganggapku seperti Kakak sendiri. Dia menyayangiku mengalah kan kasih sayang saudaraku sendiri..."ucap Ning Si sambil menatap Siyue.
Mendengar ucapan Ning Si. Kakek Li menatap Siyue dengan haru.
"Trimakasih nak...Kau telah menyelamatkan Cucuku... " ucapnya dengan tatapan trimakasih.
"Tidak masalah Kek...sebab Siyue sudah menganggap Ning Si bagai kakak Siyue sendiri..." ucap Siyue lembut .
Akhirnya Kakek Li mengikuti Siyue bersama Cucu dan muridnya. Untunglah tidak terlalu jauh dari tempat tadi, mereka menemukan sebuah kedai . Mereka segera masuk dan memesan makanan untuk mereka semua . Ternyata pengunjung di dalam kedai itu banyak juga. Rata- rata mereka yang baru saja pulang dari Dunia kecil. Untunglah Siyue telah memasang Topeng di wajah sang kekasih .
Karena tidak mencukupi tempat duduk untuk mereka semua . Akhirnya mereka memilih makan di luar kedai . Karena Ning Si masih perlu berbicara dengan sang Kakek. Maka Dia dan Kakek Li duduk di dalam bersama Raja dan Siyue .
Sambil menunggu makanan datang, Kakek Li meneruskan pemberbicaraan mereka yang tertunda tadi.
" Sekarang katakan pada Kakek. Siapa yang telah mengusir mereka dari perguruan kita...?Jangan Kau katakan kalau dia Ning Soilo...?" Ucap Kakek.
"Benar Kek...Putri kesayangan Ayah itulah yang telah mengusir mereka . Kakak pertama Ning Soilo marah pada mereka bertiga .." jawab Ning Si .
" jadi benar Ning Soilo yang mengusir mereka.?" Kata Kakek Li dengan wajah kaget dan tak percaya . "Benar kek.." Akhirnya Ning Si menceritakan semuanya . Mengapa mereka sampai membuat Ning Soilo marah dan mengusir mereka .
"Andai kami tidak bertemu dengan mereka saat itu dan Siyue tega meninggalkan mereka hanya bertiga, aku yakin kek, Mereka tak akan ada lagi di sini . sebab saat itu setelah kami berjalan beberapa waktu, tiba- tiba serombongan hewan liar berkekuatan tinggi datang. Untung di antara kami memiliki hewan terbang, hingga kami terhindar dari petaka. Sekarang kakek bayangkan apa yang akan terjadi dengan mereka jika saja Siyue membiarkan mereka tinggal di sana hanya bertiga...." Ucap Ning Si . terlihat wajah sang Kakek memerah menahan marah .
"Mereka mengikuti Kami sampai hari terakhir ini . dan kebetulan sekali saat kemarin kami tiba di kota singga terakhir , kami bertemu dengan Kakak. Saat itulah Kakak memarahi mereka. mereka sudah menjelaskan masalahnya , tapi kakak malah mengeluarkan mereka dari perguruan .
Mereka bisa kembali ke sekte jika mereka merangkak meminta maaf pada kak Soilo . melihat tindakan Kakak yang di luar batas, Siyue sangat marah. Dan mengajak mereka ikut kami jika perguruan Kakek mengusir mereka. Kek...sebenarnya mereka terpisah dari Kelompok Kakak juga Karena Kakak yang salah . Saat pusaran Angin menyedot kami, Salah Satu Dari mereka yang dekat dengan Kak Soilo secara tidak sengaja memegang tangannya , mungkin Karena Kakak tidak suka di pegang, Dia Malah medorong orang yang memegangnya hingga terpental bersama kedua temannya yang kebetulan berpegangan dengan dia . hingga mereka terpisah dari kelompoknya..." Ucap Ning Si menjelaskan. .
apa yang terjadi sesungguhnya .
"Tapi Bukan nya kakak menyadari kesalahannya. Dia Malah semakin marah . untunglah Siyue bisa mengusir dia..." lanjut Ning Si.
"Bodoh...Dasar anak manja dan Bodoh...Soilo benar-benar keterlaluan, bagaimana Li pak Yu mendidik dia Hingga Menjadi anak tak berguna seperti itu... dasar Ayah tak berguna..." Ucap Kakek Li marah. terlihat Kakek Li menghela nafas untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya Karena marah.
"Lalu ceritakan pada Kakek, apa yang terjadi sebenarnya hingga kau di usir dari sekte. Dan mereka berbicara kalau kau telah berbuat tak senono dengan seorang pemabuk di gudang ..." Kata Kakek Li . Mendengar ucapan sang Kakek Ning Si tertawa .
"Kakek...jika aku memang benar- benar ingin berhubungan dengan seseorang, mengapa aku harus berhubungan dengan seorang pria pemabuk yang jelek, buncit dan bau. Apakah aku bodoh...jika aku mau. Aku masih bisa mencari pria normal yang tampan dan wangi...apakah cucu kakek ini tidak laku lagi...?" Ucap Ning Si . dan sang Kakek membebarkan .
" Lalu mengapa aku melakukannya mesti siang hari saat banyak tamu hadir pada pesta Kak Solio...?kenapa tidak malam hari saja pada saat semua orang tertidur lelap kek... Kalau memang itu perbuatan yang aku sengaja , apa aku sebodoh itu....?andaikan aku sekotor itu, mana mungkin aku melakukannya di saat Sekte dalan keadaan ramai...saat itu aku sedang ada di kamar kek...tiba- tiba adik Lanyu datang memintaku mengantarkan dia kegudang , karena ada barang yang akan dia ambil, dia beralasan takut kegudang sendiri...( Ning Si kemudian menceritakan seperti apa yang dia ceritakan pada para sahabatnya) begitulah Kek...aku yakin Adik Lanyu melakukan itu Karena hasutan kak Soilo. Setelah aku terusir dari rumah tanpa apapun. Aku meminta temanku yang masih perduli dan tsk percaya aku melakukan perbuatan bejat itu untuk mencari kebenarannya, Siapa yang tega melakukan semua ini padaku. Dan akhirnya dari sahabatku aku tahu semuanya . ternya yang melakukan semua rencana ini adalah Kakak Soilo dan adik Lanyu. Mereka melakukan semua ini hanya karena Kakak iri padaku karena aku lebih baik darinya. Sedangkan adik yang sangat aku sayangi melakukan ini Karena Dia Mencintai kak Bingyu kek... kenapa dia tidak mengatakan saja padaku ....mengapa harus memfitnaku..."ucap Ning Si mengakhiri ceritanya .
Braaak...
"Keterlaluan...dasar anak kurang ajar, tega sekali dia memfitnah saudaranya hanya karena masalah seperti itu... "Ucap Kakek Li sambil menggebrak Meja . untung saja mejanya tidak rusak .
__ADS_1
Sedangkan Siyue sendiri harus menghadapi Raja Bucin yang tidak ingin berpisah dari Siyue barang sedikitpun . Setelah keluar dari ruang Dunia Kecil tak henti Raja memeriksa keadaan Siyue.
"Sayang...Kau benar-benar tidak mengalami sesuatu masalah yang membahayakan dirimu kan...?" Ucap Raja sambil menatap kembali Siyue Dari atas sampai bawah .
"Gege..tidak terjadi apapun padaku ..aku baik- baik saja Kok..." Ucap Siyue.
"Kau Bohong...sayang bukankah kita sudah berjanji tidak Ada rahasia di antara kita..." Ucap Raja Tajam dan tegas.
Mendengar ucapan dari pria pisesif itu Siyue menghela nafas berat.
"Sebenarnya aku hanya tidak ingin Kau Menjadi cemas, tapi baiklah akan kukatakan, tapi bukan di sini. akan kukatakan nanti saat kita masuk ke dalam ruang teratai..." Ucap Siyue.
"Tidak.. Kau ikut aku ke ruang Dimensiku Saja. Di sana Ada Ayah dan Paman Yun Jin..." Ucap Raja lagi.
"Baiklah terserah Padamu , tapi jangan sekarang Ya..Siyue mohon..." Ucap Siyue menunjukan wajah imutnya pada Raja.
"Jangan berwajah seperti itu...baiklah , baiklah.. tapi Kau tidak boleh jauh dariku..." Ucap Raja sambil mencubit hidung mancung Siyue.
Namun sebelum Siyue menjawan...mereka dinkejutkan oleh meja yang di pukul dari arah tempat Ning Si ternyata Kakek Li lah yang memukul meja , Hingga membuat semua orang menatap pada meja Ning Si .
"Sayang...ada apa dengan mereka...?" Tanya Raja.
"Mungkin Ning Si sudah menceritakan semuanya pada sang Kakek..." Jawab Siyue.
Sedangkan di tempat Ning Si sendiri . Tetlihat gadis itu sedang membujuk sang Kakek.
"Kakek jangan marah...jaga kesehatan Kakek..." Ucap Ning Si sambil mengusap pelan punggung sang Kakek .
"Aku harus menghukum mereka..." Ucap Kakek Li dengan marah.
"Tenang kek... masalah itu pasti akan terjadi pada mereka. tidak usah Kakek yang Turin tangan , mereka pasti akan mebdapatkan hukuman jika mereka tidak mengarakan apa sebenarnya yang terjadi.... Jika mereka tetap tutup mulut. Mereka akan sengsara...balasan kejahatan mereka pasti akan terjadi kek... siapa yang menanam kejahatan, pasti dia akan menerima balasan kejahatan.. " ucap Ning Si.
Untnglah makanan tang mereka pesan telah datang hingga akhirnya mereka di sibukkan dengan makanan di depan mereka . namun terlihat sekali kalau Kakek Li masih menahan kemarahan. .
Jika kalian bertanya kemana kedua saudara Ning Si berada. Kenapa tidak bersama sang Kakek, maka jawabannya Adalah. Mereka di paksa pulang bersama Beberapa guru yang telah menunggu kepulangan mereka di depan gerbang Dunia kecil . dengan berat hati dan ada rasa cemas dan ketakutan , mereka pulang bersama teman dan para guru. Mereka tidak bisa menolak lagi saat mendengar perintah dari sang Kakek . Setelah selesai makan, mereka berkumpul kembali di luar kedai. Saat sang Kakek mengajak ke tiga murid nya kembali ke perguruan, Mereka Malah meminta ijin untuk mengikuti Siyue saja. Mereka ingin Menjadi pelayan Siyue . Tentu saja Siyue kaget.
"Hey...tidak seperti itu ...kalian masih harus Belajar lebih dulu. Lelah jika kalian sudah keluar Dari perguruan, kalian baru mencari diriku.." Ucap Siyue .
"Tuan Siyue...kami tidak ingin kembali ke sekte Pedang Terbang. Ijin kan kami bertiga mengabdikan hidup kami pada anda saja....." Ucap salah satu dari mereka. Siyue tetdiam sejenak.
"Di mana rumah orang Tua kalian..." Tanya Siyue .
"Kami bertiga Yatim piatu tuan,..tapi sejak kecil kami di rawat oleh deorang ibu angkat.."
Ucap salah Satu Dari mereka . mendengar itu Siyue tetdiam lagi.
"Baiklah kalau kalian memang tidak ingin kembali lagi kembali lagi ke Sekte pedang Terbang, kalian bisa ikut aku...tapi kalian tidak boleh kembantah apa yang aku lakukan untuk kalian. Dan maaf Kakek Li... Siyueinta maaf, ijin kan mereka ikut saya." Jawab Siyue.
"Baik...aku menginjinkan mereka ikut denganmu . mereka juga tidak bersalah. Karena cucuku telah mengusir mereka..." Jawab Kakek.
"Trimakasih Kakek guru...." ucap mereka bertiga.
"Ning Si...apakah Kau masih mencintai Bingyu...?" tanya Kakek Li .
"Sudah tidak Kek...sejak aku pergi Dari sekte dan kak Bingyu aku sudah tidak mencintai dia lagi ..." jawab Ning Si .
"Sukurlah kalau Begitu.." ucap Kakek Li.
"Memangnya kenapa kek...?" tanya Ning Si.
"Dia sudah bertunangan dengan adikmu..." jawab Kakek Li.
"Oo..baguslah..." jawab Ning Si enteng . Dia memang benar - benar sudah tidak mencintai pria itu lagi . Dan akhirnya Kakek Li pulang sendiri.
Bersambung Ya...aku lamjut besok . jangan lupa like, Vite dan komennya aku tunggu .
Bersambung .
"
__ADS_1