DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEADAAN NEGRI PHOENIX


__ADS_3

"Benar Yang Mulia..Maaf.. wajah anda mirip sekali dengan Raja Chu Tian Ji..." ucap Feng Xun . Terlihat Dewa Wiqya menatap Siyue yang ada di sampingnya.


"Mereka satu jiwa... Teman- teman.. Dewa Wiqya ya Raja Ch Tian Ji sendiri..." ucap Siyue lembut .


"Maksud Yue'er mereka kembar...?" tanya Luo Yi .


"Bukan..mereka bukan kembar, tapi..."Akhirnya Siyue menceritakan Siapa sebebaenta Dewa Widya dan Siapa Raja Chu Tian Ji .


"Aa...jadi kalian sempat berpisah... Dan kau pergi ke alan Iblis hanya berdua dengan Raja Chu Tian Ji, saja...?Kenapa kami tidak di ajak Yue'er...?" kata Pangeran Luo Yi.


"kami bukan berdua..tapi Ye Mai, Ye Gu. Dan Ye Xie ikut juga..."ucap Siyue lembut.


"Lalu kenapa kau tidak mengajak kami...?" tanya Chan Sin .


"Saat itu kaliam sedang menjakankan tugas dari kerajaan. Karena saatbitu kami sedang mengejar waktu untuk keselamatan Dia.." ucap Siyue .


."Saat itu kalian sedang bertugas, mana mungkin aku bisa menunggu kalian...?" lanjut Siyue lagi. .


"Maafkan kami Yueyue...kami tidak ada saat kau membutuhkan kami...?" ucap Chan Sin sedih. Chan Sin yang dulunya agak gendut, sekarang sudah kehilangan berat badannya. Hingga terlihat agak kurusan dan tinggi hingga dia terlihat lebih tampan dari pada saat dia gemuk .


"Jadi Dewa Wiqya juga Raja Chu Tian Ji...?" tanya Feng Xun .


"Benar...aku Dewa Wiqya juga Raja Chu tian Ji ..." ucap Dewa Wiwya menegaskan . Dan pada saat itulah , tiga orang pria gagah dan tak kalah tampan dengan para sahabat Siyue datang dan langsung memberi hormat pada Siyue.


"Salam Ratu...Maaf Ratu...hamba terlambat datang menyambut kedatangan anda , Maaf sekali lagi maafkan kami. ...?" ucap mereka sambil menunduk memberi hormat. .


"Baik..aku baik -baik saja Kak.. Apa kabar kalian bertiga. ..." tanya Siyue lembut.


" Kami baik saja Ratu... " jawab mereka serempak.


"Sudah bangunlah....aku tak masalah kalian telat..aku yakin kalau kalian sedang mengerjakan tugas... sekarang angkat kepala kalian, aku ingin menunjukkan pada kalian siapa yang ada di depan kalian...?"ucap Siyue lagi. Mereka bertiga segera berdiri dan mendongakkan kepala menatap Siyue dan pria yang ada didekat Siyue . wajah mereka seketika kaget bukan main saat melihat wajah tampan Dewa Wiqya yang berada di depan meteka, membuat hati mereka terkejut, gembira , namun ada perasaan sedih juga .


"Yang Mulia Raja....!" seru mereka serempak.


"Kalian tahu dia yang sekarang berada di depan kalian bukanlah Raja Chu Tian Ji kan...?" ucap Siyue lembut.


"Maaf yang Mulia...karena itu kami sangat sedih." jawab mereka.


"Siapa mereka Beb..?" tanya Dewa Wiqya.


"Kau lupa...? Mereka adalah pengawal setia Raja Chu Tian Ji , mereka pengawal setiamu.... Di mana ada dirimu, di situlah mereka berada. Mereka bagai Ye Sha...nama mereka Ye Gu , Ye Mai dan Ye Xie..." ucap Siyue mengingatkan.


"Jadi mereka pengawalku..? Tapi Aku memang merasakan keakrapan pada mereka..." ucap Dewa Wiqya.


"Benar...lama- lama kau akan ingat pada mereka. ..." ucap Diyue.


"Iya juga sich...." jawab Dewa Wiqya .


"Setelah kepukangan kami dari Penyatuan tubuhmu..Mereka mengikutiku, mereka menjadi pengawal setiaku ...saat itu mereka tidak mengikuti dirimu karena mereka sangat kecewa mendengar ucapanmu padaku..." ucap Siyue.


"Jadi mereka lebih memilih menjaga kekasihku daripada mengikutiku...?" ucap Dewa Widya.


"Karena kami tahu saat itu Ratu Siyue pergi dengan hati terluka...kami tak ingin terjadi apapun pada Ratu Siyue. Dia adalah jodoh junjungan kami, dan kami tak ingin dia menjadi milik pria lain . karena kami tahu , suatu saat junjungan hamba Raja Chu Tian Ji pasti akan kembali pada Ratu Siyue. Untuk itulah kami sepakat menjaga dia dari apapun itu..." ucap Ye Mai .


"Ooo..jadi itukah alasan kalian tidak mau mengikuti Dewa Widya maupun kembali kekeluarga kalian...? Dasar kalian Ya..." ucap Siyue pura- pura marah.


"He he he maaf Yang Mulia..." ucap Ye Mai .


"Ternyata pengawalku memiliki kecerdasan juga.. Tak salah aku memilih mereka dulu..." ucap Dewa Wiqya sambil tertawa.

__ADS_1


"Tunggu... jadi sebenarnya kau telah mengingat mereka, dan kau sengaja bertanya padaku...?" tanya Siyue kesal.


"Sayang ...tidak seperti itu... Aku baru mengingat mereka saat mendengar suara Ye Mai....tiba- tiba saja aku teringat pada mereka bertiga..." ucap Dewa Wiqya sambil memeluk pinggang Siyue yang berada di sampingnya.


Dan merekapun berbincang - bincang sebentar seperti Raja Chu Tian Ji saat dulu.


Setelah beberapa saat berbicara dan bercanda dengan para sahabatnya, dan saudara, Siyue dan Dewa Wiqya segera kembali ke tempat keluarga yang kini sedang berbincang membahas sesuatu dengan keluarga Siyue. Ketika mereka datang baru mereka berdua tahu kalau keluarga sedang mempersiapkan perkawinan Mereka. Dan perkawinan itu akan di laksanakan dalam dua bulan lagi dan selama itu keluarga Dewa Yang Xi dan Dewa Dai Huo akan kembali dahulu ke Alam Nirwana. Dan dalam dua bulan itu , Kedua adik Dewa Widya akan berada di Kerajaan Phoenix bersama Dewa Saora yang memang menjadi guru besar kerajaan Phoenix saat menjadi Saojin. Sebelum pulang kembali ke Nirwana, Dewa Saojin dan Dewa Dai Huo menyempatkan diri melihat keadaan kerajaan Phoenix. Betapa kagetnya Dewa Yang Xi. Sebab istana Negri Phoenix Milik Siyue terlihat sangat indah. Banyak gedung yang di bangun di sana. Ada gedung perpustakaan kerajaan , ada gedung olah raga yang tertata rapi , Di halam yang luas terlihat sebuah lapangan yang terlihat ada beberapa orang sedang bermain, mereka berebut seperto bola yang terbuat dari Rotan. ada tempat untuk berlatih memanah dan tempat untuk berkuda , dan kebetulan ada beberapa orang yang sedang berlatih kuda. Kuda yang di naiki mereka terlihat berlari dengan kencang dan melintasi beberapa Rintangan yang sengaja di buat. .


"Kenapa aku merasa tempat ini hampir seperti tempat di masa depan...?" tanya Dewa Yang Xi.


"Maaf yang Mulia...apakah anda lupa dari mana separuh jiwa Siyue berada..." ucap Dewa Saora.


"Aah...kenapa aku jadi lupa dari mana Dia. Benar- benar wanita cerdas..." ucap Dewa Tang Xi.


Setelah puas melihat keadaan halaman , merek masuk kedalam ruang latihan , terlihat beberapa ruang tersedia di dalamnya . semua nya lengkap dengan alat peraganya. Setelah puas melihat di dalam ruangan, Mereka di bawa berkeliling ke seluruh istana. Dan Dewa Yang Xi , Dewi Bao Yu , Dewi Ruyung juga Dewa Dai Huo terpanah ketika mereka melihat sebuah bangunan mega berlantai dua. Yang terdapat di sebelah istana . bangunan itu sangat basar . dan letak jalan masuk dan keluarnya langsung di jalanan kita kerajaan bukan lagi di dalam istana .


"Ini gedung apa...?" tanya Raja. Saat itu yang mengawal mereka Siyue sendiri bersama sang Suami.


"Ini Rumah sakit Ayah..." jawab Siyue.


"Rumah sakit...? Tanya Dewa Yang Xi.


"Rumah sakit seperti rumah berobat Ayah...hanya saja bagi mereka yang memiliki penyakit agak parah, harus bermalam di sini sampai sembuh. Karena Dokter harus selalu mengontrol keadaan si pasien..." jawab Siyue.


'Kau menerapkan rumah pengobatan seperti Rumah masa Depan...?" tanya Dewa Yang Xi dengan wajah kaget.


"Benar Ayah... di sini pasien langsung di tangani oleh perawat dan Dokter. Jadi jika pasien mengalami luka ringan, mereka tidak perlu menginap, tapi jika parah, mereka harus menginap di sini..." ucap Siyue . mereka telah mulai masuk ke dalam arena rumah sakit. Saat para penduduk atau Dokter dan perawat yang melihat Siyue datang , mereka segera memberi salam.


"Salam yang Mulia..." ucap mereka serempak, dan mereka segera berjejer di sepanjang jalan masuk kedalam rumah sakit.


"Sudah, sudah ayo berdiri ....dan yang lain silahkan melanjutkan pekerjaan kalian... Kami hanya melihat keadaan di dalam rumah sakit, Apakah Dokter Canlu ada...?" tanya Siyue.


"Apakah luka pasien parah...?" tanya Siyue dengan cepat .


"cukup parah...tapi sudah hampir selesai yang Mulia...."ucap pria itu yang ternyata seorang perawat .


"Oo Syukurlah...nanti tolong bilang pada tuan Canlu untuk menghadap padaku..."ucap Siyue .


"Baik Yang Mulia..." ucap Pria itu.


"Triamaksih...dan kembalilah kepekerjaan yang kau kerjakan..." ucap Siyue lembut.


"Trimakasih yang Mulia..." ucap Pria itu sambil berlalu setelah memberi salam pada mereka semua.


"mereka semua Dokter Nak...?" ucap Dewa Yang Xi.


"Benar Ayah...mereka oara Dikter san Oerawat yang ada di sini....." ucap Siyue .


"Lalu siapa yang mengajari mereka...?" tanya Dewa Yang Xi lagi .


"Kebetulan ada beberapa buku kedokteran yang ada di dalam ruang Teratai milik Siyue. Entah itu ada sejak Pemilik ruang teratai yang dulu, atau terbawa saat Siyue masuk ke alam ini. Sebab kebetulan sekali Siyue belajar tentang ilmu Kedokteran di Alam Modern. Jadi Buku - buku itu yang menjadi petunjuk untuk mempersiapkan ilmu para tabib di sini Ayah..." ucap Siyue menjelaskan.


"Kau ini...." ucap Dewa Yang Xi sambil menatap Siyue penuh dengan Kekaguman .


"Lalu mereka belajar di mana...apakah kau memberi pelajaran di ruang terbuka atau di istanamu...?" tanya Dewa Dai Huo .


"Tidak paman... di sebelah ada gedung sekolah untuk mereka. Memang selama dua tahun Siyue terlebih dahulu mengambil 10 tabib senior terpandai untuk Siyue didik menjadi seorang Dokter. Dan kesepuluh Tabib inilah yang sekarang mulai memberi pelajaran untuk mereka para tabib atau Dokter muda..." ucap Siyue.


"Ya ampun Yue'er...kau ingin merubah negri Phoenix ini menjadi alam masa depan...?" tanya Dewa Yang Xi .

__ADS_1


"Kalau bisa Ayah... Dan di Negri Phoenix ini , Siyue juga membuat beberapa Sekolahan yang bisa mendungkung keinginan para . murid dari sejak kecil sampai Dewasa. Mereka bisa mempelajari segala ilmu tentang Dinia ini, tentang kehidupan , juga tentang ilmu dan kekuatan, semua Siyue siapkan untuk menjadikan Rakyat Siyue cerdas dan kuat ..." ucap Siyue membuat Dewa Yang Xi semakin ternganga dengan otak kecil Siyue .


"Bagaimana kalau kau bawa kami untuk melihat gedung yang kau sebut tadi..." tanya Dewa Yang Xi .


"Boleh Ayah.mari kita lihat sekarang..." ucap Siyue. Mereka segera keluar setelah melihat beberapa ruangan yang mereka lalui. Ternyata gedung itu terdiri dari lima puluh kamar pasien dan ada juga ruang pemeriksaan, para pasien yang baru datang. Semua memang Siyue buat persis dengan Gedung Rumah sakit di jaman modern


Setelah dari sana , mereka melihat beberapa gedung yang berdiri mega. Gedung sekolah bagi para penduduk juga gedung sekolah bagi para bangsawan dan keluarga kerajaan. Bagaiamanpun juga Siyue tidak bisa langsung menyatukan mereka secara cepat, para bangsawan dan rakyat jelata. Namun Siyue bertekat kalau kedepannya dia akan membuat peraturan kalau rakyat jelata yang memang cerdas dan mampu masuk kedalam sekolah elit itu, akan mereka terima terutama yang memiliki kecerdasan di atas rata- rata .


"Kau benar- benar cerdas nak... Semua sudah kau rencanakan dengan matang....."ucap Dewa Yang Xi .


"Benar kak...Putri ku Siyue memang sudah merencanakan dengan matang. Buktinya dia juga sudah mempersiapkan para pengajar di setiap sekolahnya...." ucap Dewa Dai Huo.


"Istri siapa dulu..." ucap Dewa Widya yang sejak tadi hanya diam saja di dekat Siyue.


"Siyue hanya ingin membuat Negri Phoenix ini lebih baik lagi Ayah..." ucap Siyue merendah.


"Kau mang selalu merendah Anakku..." ucap Dewi Bao Yu yang selalu tersenyum sejak tadi. Mereka melihat beberapa gedung yang di buat Siyue. Dan saat hari sudah hampir sore , mereka segera kembali ke Istana milik Siyue. Ketika mereka melintasi gedung olah raga . Terlihat ketiga saudara Dewa Wiqya telah akrab dengan para sahabat dan saudara Siyue . Saat mereka melewati gedung olahraganitu , mereka melihat Dewi May , Dewi Guanli dan Putra pertama Dewa Yang Xi sedang berlatih memanah bersama para sahabat dan saudara Siyue . Mereka terlihat sudah sangat akrab.


Saat mereka melihat kedatangan sang Ayah , Dewa Kunlau berkata.


"Ayah.... Belajar dengan mereka sangat baik Ayah...mereka semua ahli dalam memanah..." ucap Kunlau.


"Bagus kalau begitu belajarlah dengan mereka..." ucap Dewa Yang Xi.


"Apa boleh aku tinggal juga bersama kedua adikku Yah..?"tanya Dewa Kunlau .


terlihat Dewa Yang Xi terdiam. Tak lama dia berkata,


"Baiklah kalian bertiga tinggal di sini.. Ayah akan kembali kemari saat acara pernikahan Adikmu Wiqya di laksanakan. Jaga diri kalian baik- baik...jangan menyusahkan Adik iparmu.." ucap Dewa Yang Xi lembut. Mendemgar ucapan dari sang Ayag, Dewa Kunlau sangat bahagia .


"Trimakasi Ayah...aku pasti akan bertindak hati- hati . .." ucao Dewa Kunlau bahagia. "Kau juga akan tingal kan Sao'er...?" tanya Dewa Yang Xi pada Dewa Saora .


"Tentu Paman... Bukankah aku sudah berkata kalau Aku juga menjadi guru besar di sini...gara- gara Wiqya aku tidak bisa datang kenari lagi...." ucap Dewa Saora kesal.


"Sao...kau juga salah..kenapa kau tidak menghalangi atau membujuknya untuk menunggu aku sadar kembali ..." ucao Dewa Wiqya dengan wajah tenang .


"Bodoh... Mana mau Siyue menunggii dirimu yang telah berkata tak terkontrol itu.." ucao Saora Kesal "Sidah, sudah...memgapa malah kalian berdua yang sekarang bertengkar...ya sudah Kunlau.. kau juga boleh mencari pendamping seperti Adikmu, tapi ingat mencari gadis yang benar- benar baik...." ucap Dewa Yang Xi .


:"Atau kau bisa bertanya pada Adik iparmu itu..." ucap Dewa Yang Xi.


"Ayah...mana bisa.. Kakak biar cari sendiri...manamungkin istriku yang harus mencarikannya...." ucap Dewa Wiqya memprotes. "Ya sudah terserah kalian.. Besok pagi aku akan kembali, awas jaga adik dan Kakakmu itu..." ucap Dewa Yang Xi lagi.


"Mereka sudah dewasa ayah..." ucap Dewa Wiqya.


"Ayah tahu...tapi ini bukan Alam Nirwana...mereka todak seperti kalian yang selalu berkelana..." ucap Dewa Yang Xi dengan sedikit kesal .


"Sayang... Jangan berkata seperti itu...Baiklah Ayah... Aku akan menjaga mereka. Ayah jangan khawatir, mereka di wilayah kerajaan Siyue. Dan ayah tahu kan, tidak akan ada yang bisa keluar atau masuk kedalam Wilaya kerajaan Siyue tanpa ijin dari ananda..." ucap Siyue menghibur.


"Benar, Ayah lupa nak... " ucap Dewa Yang Xi sambil tertawa.


"Ya sudah ayo kita kembali..." ajak Siyue pada mereka.


Merekapun kembali ke istana Siyue. Ketika mereka kembali ke istana milik Siyue, ternyata Sima Yuan Telah menunggu.


Keesokan harinya, Dewa Yang Xi , Dewi Bao Yu , Dewi Ruying dan Dewa Dai Huo kembali ke Akan Nirwana.


udahan dulu ya...maaf jika agak sedikit, l hari ini .maaf ..jangan lupa like vote dan keklmennya aku tungu. maaf kalau ada typu.


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2