
"Tidak ada...dia hanya memberi selamat padaku..." ucap Dewa Wiqya .
Merekapun melanjutkan perbincangan mereka. Dan akhirnya Pesta akhir vestifal Bunga di lanjutkan dengan Pesta pernikahan Dewa Wiqya . walaupun tanpa kedua orang tua dan keluarga Siyue yang di Bumi . Karena itu , esok hari Siyue beserta keluarga Dewa Widya dan Dewa Saora akan pergi Ke Negri Phoenix . Mereka akan berangkat setelah Siyue mengantarkan keempat pengawalnya berpamitan pada keluarga mereka .
Kepergian Keluarga Dewa Wiqya ke Negri Phoenix adalah untuk mengantarkan Siyue serta menemui keluarga Siyue di Negri Phoenix . meneruskan Adat lamaran seperti mahluk Bumi . bagai manapun juga, Siyue masih mengikuti Adat Bumi .
Namun di tengah keramaian pesta, tiba- tiba datanglah Dewa Kenzho . Dia segera berjalan dengan Cepat kearah ketiga Dewa utama. Dia segera menghadap mereka bertiga .
."Salam sejahtera hamba ucapkan untuk tiga Dewa utama..." ucapnya denga. cepat sambil memberi hormat .
"Bangunkah...." ucap Dewa Brahmadya datar .
"Ampun hamba yang mulia...hamba terpaksa menghadap yang Mulia ditengah pesta ini..." ucap Dewa Kenzho lagi .
"Ada apa Dewa Kenzho...?* ucap Dewa Brahmadya dengan wajah datarnya.
"Yang Mulia tolong hamba ..tolong putri hamba Yang Mulia..."ucap Dewa Kenzho dengan wajah cemas . seketika ruangan. pesta yang tadinya ramai seketika menjadi Sunyi. mata para undangan tertuju pada Dewa Kenzho .
"Apa yang bisa kami bantu...?" ucap Dewa Agung .
"Putri hamba terkena penyakit yang kami tidak tahu, penyakit apa itu... Hamba mohon sembuhkanlah Dia yang Mulia..." ucap Dewa Kenzho lagi .
"Sembuhkan...?Kenapa mesti aku...aku bukan seorang Dokter atau pun tabib...dan Penyakit Putrimu aku tidak tahu...bukankah banyak dokter...bawa saja dia kedokter.." ucap Dewa Brahmadya dingin .
"Ampun yang Mulia sudah berpuluh tabib maupun Dokter yang kami panggil , namun tak satupun dari mereka yang dapat menyembuhkan putri hamba..." ucap Dewa Kenzho.
"Saharusnya kau tahu , kalau penyakit putrimu karena dosa yang Dia lakukan. Dia berani berbuat yang tak pantas selama ini. Dan Dia juga berani berniat buruk pada tamu Dewa Agung... Dan kini Dia sakit , itu hasil dari perbuatannya sendiri..." ucap Dewa Brahmadya datar.
"Ampunkan Putri hamba Yang Mulia.."ucap Dewa Kenzho lagi.
"Jangan meminta ampun padaku, Dia bukan memiliki kesalahan padaku... Aku dengan sampai sekarang pun Putrimu tidak merasa bersalah. Dia malah menyalahkan Dewi Siyue yang telah Dia Fitnah..?" ucap Dewa Brahmadya .
Mendengar ucapan Dewa Brahmadya , Dewa Kenzho terdiam. Memang benar apa yang Di katakan Dewa Brahmasya. Sampai sekarang Dewi Langsy masih menyalahkan Siyue soal penyakitnya . Dia masih berteriak dengan marah sambil tetap menyalahkan Siyue .
"Sekarang Pulanglah. Akupun tak sanggup mengobati Putrimu jika Dia belum bertobat tentang kesalahannya. Setidaknya Dia mau bertobat dan menyadari kesalahannya . dan mau mintalah ampun pada Siyue..dan perlu kau tahu...Siyue sekarang adalah Dewi Pengadilan dan Dia juga seorang Dokter . Sipa tahu jika putrimu meminta ampun padanya. Dia mau menolong Putrimu.." ucap Dewa Brahmadya dengan. datar.
Mendengar ucapan Dewa Brahmadya , Dewa Kenzho menatap Siyue yang memang sedang berdiri tak jauh dari tempat Dewa Brahmadya. Gadis itu sedang berdiri di dekat Dewa Widya yang Terlihat menatapnya dengan tatapan Sinis.
"Dan katakan pada Putrimu kalau Siyue dan Dewa Wiqya telah menikah hari ini...semoga dia mau sadar kesalahannya... " ucap Dewa Brahmadya.
"Baiklah Yang Mulia... Hamba akan memberitahukan oada Putri hamba. Dan meminta putri hamba untuk meminta maaf pada Dewi Siyue...kalau begitu hamba undur diri yang Mulia...." ucap Dewa Kenzho dengan tatapan sedihnya.
"Pergilah..." ucap Dewa Brahmadya datar.
Tak lama terlihat Dewa Kenzho keluar dari ruang Pesta.
"Apakah Putrinya mau melakukannya kak..." tanya Dewa Agung .
"Kalau dia ingin sembuh, pasti dia mau meminta maaf. Kalau tidak, yaaa... apa boleh buat. Itu pilihan dia sendiri..." ucap Dewa Brahmadya dingin. Merekapun melanjutkan pesta mereka. Ketika hari menjelang Sore, pestapun perlahan usai. Para tamu segera pulang ke istana mereka. Tak terkecuali keluarga Dewa Yang Xi dan Dewa Dai Huo. Mereka segera kembali ke istana Dewa Wiqya dan Dewa Saora. Terlihat wajah Dewa Widya bahagia. Senyuman bahagia selalu berada di bibir Merahnya saat dia menatap sang Kekasih yang Kini sudah menjadi Istrinya. Setatus baru Siyue 😂 😂 .
Dengan Posesif Dia memeluk Pinggang Siyue saat keluar dari ruang pesta.
"Honey... Lepaskan tanganmu.. Kau tidak malu di lihat para tamu lainnya...?" ucap Siyue. Karena masih banyak Para Dewa dan Dewi yang masih berada di sana dan mereka menatap iri pada pasangan baru yang baru saja menikah itu.
"Tidak...untuk apa aku malu... Aku memeluk Istriku sendiri... Lagian mereka semua harus tahu. Kalau kau itu istriku yang sangat, sangat aku cintai.. " ucap Dewa Wiqya sambil mencium lembut kening Siyue. Melihat tingkah sang Suami baru baru menikahinya tanoa dia sadari itu . Siyue semakin malu dan wajahnya memerah seketika .
__ADS_1
"Ck..dasar Pria posesif..." umpat Siyue dalam hati. Melihat wajah sang Istri Dewa Widya tertawa pelan.
" Ada apa...kenapa wajahmu memerah...?" ucapnya pura- pura bodoh.
"Dasar mesum...ini di muka umum Honey.. " ucap Siyue sambil mencubit perut Sixpack sang suami.
"Aauuu...sayang ..kenapa kau sekarang sering mencubit perutku...?" ucap Dewa Wiqya yang pura-pura kesakitan.
"Untuk menghilangkan sifat mesummu Honey..." ucap Siyue dengan wajah kesal. Mendengar ucapan Sang Istri Dewa Widya tertawa lagi dan Dia berbisik.
"Atau istriku mulai tergila- gila pada tibuhku yang jantan ini..atau sudah tidak tahan lagi hmm..?." ucapnya pelan sambil menaik turunkan alis matanya . Mendengar perkataan Dewa Widya tentu saja Siyue kaget sekaligus malu. Dengan cepat wajah ya memerah seperti udang rebus.
"Honey...apa yang kau katakan..." ucap Siyue menahan malu dan Kesal. Dewa Widya tertawa dan segeta mengajak Siyue pergi dari tempat itu . karena dia melihat wajah Siyue yang malu terlihat sangat imut. Dan dia takut tak bisa mengontrol tubuhnya lagi.
Sedangkan para Dewi yang melihat kemesraan mereka berdua menatap mereka dengan penuh iri dan juga heran. Pria yang dulunya sangat dingin dan kaku itu kini bisa - bisanya memperlihatkan kemesraannya di muka umum tanpa malu . Malah sang istrilah yang terlihat sangat kesal dan malu atas godaan dari Dewa yang terlihat manis di depan istrinya itu .
"Aku tak menyangka Dewa Widya bisa semesra itu pada Dewi Siyue..." ucap salah satu Dewi.
"Benar sekali perkataanmu teman ..saat melihat kegenitannya pada sang istri, aku tak percaya kalau Dia Dewa Wiqya yang Dingin dan Kaku pada wanita..." jawab sang Teman.
"Benar katamu teman...Dia terlihat manja dan genit pada Dewi Siyue. Namun saat melihat orang lain, terlihat wajah dingin dan kakunya kembali lagi..." ucap teman yang lain .
"Beda sekali wajah tampan itu jika berhadapan dengan sang Istri..." ucap yabg lain . Dan banyak lagi gosip yang tercipta dari tamu yang masih ada saat melihat sepasang pengantin bari itu.
***""***
Sedangkan di rumah Dewa Kenzo tepatnya Di kamar Dewi Langsy, terlihat gadis itu berteriak-teriak kesakitan . tubuhnya yang terluka semakin mengeluarkan bau tak nyaman, karena luka yang ada di tubuhnya sekarang sudah banyak mengeluarkan Nanah. Dan itu semakin membuat tubuhnya berbau busuk.
"Brengsek Keparat...pasti semua ini ulah wanita ular itu, ini pasti ulah penyihir perempuan itu... Pasti Dia yang telah menyihirku sampai seperti ini. ayah.... Ayah... tolong aku....tolong aku ayah...! Ayah aku tidak tahan lagi Ayah...!" teriaknya dengan suara serak karena terlalu banyak berteriak.
Dia bukannya berobat , malah Dia semakin benci dan menyalahkan Siyue. Sedangkan sang ibu hanya bisa menangis melihat penderitaan yang di alami sang Putri . Dan Saat Dewa Kenzho datang. Dewi Langsy sedang mengumpat dan menyalahkan Siyue. Sumpah serapah dia lontarkan dari mulut yang sudah busuk itu.
"Brengsek, dasar pe****r murahan... Awas saja kau...saat aku sembuh nanti , aku akan membuatmu menderita. Akan ku buat kau hidup egan mati pun tak mau... Aku akan membuatmu menderita melebihi penderitaanku ini....!"serunya dengan marah.
"CUKUP..!cukup Langsy... dasar gadis tak tahu diri. Sudah mendapat hukuman , masih saja kau berbuat bodoh .. Kau tahu siapa gadis yang kau umpat itu... Dia sekarang seorang Dewi...Dia Dewi Keadilan... Gadis seperti itu yang kau benci dan kau musuhi...dasar gadis tak tahu diri. Seharusnya kau itu berteman dengan gadis seperti itu... Bukan dengan mereka teman- temanmu yang bisanya banyak membuat dosa . Aku tak pernah menyangka putri yang kami agungkan hanyalah gadis bodoh, tolol, serta berbuat banyak dosa. Kau berfikir tidak...kau itu seorang Dewi , Dewi yang di hormati banyak orang...bukannya mencari kebaikan, tapi kau memilih jalan membuat banyak Dosa... Sifatmu ini , bukanlah Sifat seorang Dewi . Tapi Sifat manusia rendah... Ooo.yang kuasa.. apa salah hamba hingga kau hukum hamba memiliki anak perempuan seperti Dia... kenapa tidak kau ciptakan anak perempuan seperti Siyue... andai dia memiliki sedikit saja siat Dewi Siyue...betapa bangganya hamba ..." ucap Dewa Kenzho dengan wajah sedih. Mendengarkan ucapan sang Ayah , Dewi Langsy semakin marah dan sangat membenci Siyue.
"Ayah...kau membela dan menyayangi wanita iblis itu..? Ayah...kau telah terkena sihirnya , kau seharusnya bangga pada putri ini, aku tidak memiliki ilmu sihir seperti Dia. Lihat saja Ayah..Dewa Wiqya yang merupakan calonku, telah dia sihir hingga tergila-gila padanya, Shushu (paman) Yang Xi dan Ayi( tante) Bao Yu juga terkena sihir darinya. Dan sekarang Kau pun juga terkena sihirnya. Ayolah Ayah...kau sadarlah...kenapa kau membela gadis iblis itu..." Teriak Dewi Langsy yang terlihat penuh kesakitan dan gatal .
"Tutup mulutmu...kau tahu...Penyakitmu itu tidak akan sembuh jika kau masih berfikiran kotor. Kau sudah tahu kan , kalau tidak ada satupun Dokter atau tabib yang bisa menyembuhkan dirimu . Sekarang bertobatlah dan sadarlah dari kesalahanmu, minta maaflah pada gadis itu. Agar penyakitmu sembuh...hanya itu pesan dari Dewa Brahmadya. Dan perlu kau tahu kalau Dia sudah menikah dengan Dewa Wiqya hari ini... Mereka memang pantas menjadi suami istri. Karena mereka saling mencintai...." ucap Dewa Kenzho dengan menatap sang putri dengan wajah sedih.
"Apaa menikah...? Mereka telah menikah Ayah...? tidak, tidak... Mereka tidak boleh menikah..Dewa Kenzho adalah milikku..Dia hanya milikku... Tidak seorangpun yang boleh memilikinya....!" teriaknya marah.
"Ternyata kau memang benar- benar gila Langsy...Ayah tak dapat lagi menolongmu... aku fikir kau masih bisa di selamatkan, ternyata kau memang benar - benar gadis bodoh dan serakah. Kau tahu bukan...sejak dulu Dewa Wiqya tidak pernah mencintaimu. Jangankan mencintaimu, menyukaimu sebagai teman atau saudara saja tidak. Tapi kau tetap saja membandel. Sudahlah... aku tidak bisa lagi menolongmu.. Mungkin sudah nasibku harus membiarkan dirimu menderita.... karena itu sudah pilihanmu..." ucap Dewa Kenzho dengan wajah marah. Bagaimana tidak marah. kalau sekarang dia mengetahui sifat sang Pitri yang sangat bodoh , culas dan serakah. Dia segera meninggalkan kamar yang bau itu. Jika kamar itu bukan kamar sang Putri. Mungkin Dia tidak akan sanggup berada di dalam kamar itu. Jangankan di kamar, berdiri di depan saja , sepertinya Dia tidak akan sanggup. Dewa Kenzho berdiri sejenak dan menatap ruang kamat itu dekali lagi sebelum akhirnya Dia kembali berjalan meninggalkan kamar itu.
Sedangkan di tempat lain yaitu Di istana Dewa Widya, terlihat Dewa Yang Xi dan sang Istri sedang duduk berhadapan dengan sang menantu dan putranya. Dan di sebelah lain, ketiga putra dan Putrinya sedang duduk menikmati makanan dan buah yang tadi pagi Siyue berikan.
"Yue'er...sekarang kau tidak usah lagi kembali ke istana gurumu dewa Saora..Kau sekarang harus tinggal di sini bersama suamimu. Istana ini adalah istana suamimu. Dan mulai sekarang merupakan istanamu juga. Jadi kau sudah harus tinggal di istana ini.." ucap Dewa Yang Xi lembut.
"Siyue harus tinggal di sini Ayah...?" ucap Siyue sambil menatap Dewa Yang Xi heran.
"Tentu saja... bukankah tadi siang kalian baru saja melangsukkan pernikahan. Jadi sekarang kalian ini sudah resmi menjadi suami istri..." ucap Dewa Yang Xi dengan wajah lembut .
Seketika wajah Siyue memerah. Sebenarnya saat bersama Raja Chu Tian Ji dulu, mereka sering berada satu kamar. Tapi mereka segera pergi ke ruang Teratai untuk berlari ataupun bermeditasi. Jadi bukan melakukan hal- hal lainnya . Tapi sekarang...mereka adalah pasangan suami istri . di mana dia harus melakukan kewajibannya sebagai istri dari Dewa Widya atau Raja Chu Tian Ji . Dan itu tidak pernah ada di dalan fikirannya atau dia bayangkan. Dia tak menyangka kepergian dia ke alam Nirwana ini akan merubah setatusnya sebagai seorang Istri dari Dewa Wiqya.
"Apakah itu harus Ayah...!" tanya Siyue dengan wajah menunduk karena malu.
__ADS_1
"Tentu saja sayang...kau itu istriku...bukan kekasihku lagi Beby..."ucap Dewa Wiqya menjawab pertanyaannya Siyue. pria Bucin itu segera memeluk pinggang sang istri.
"Honey...tanganmu..." ucap Siyue semakin malu. hingga mukanya merah bagai tomat.
"Kak...jangan mengotori mata kami dengan tingkahmu itu kak... Aku tahu kakak sangat sayang dan cinta terhadap Kakak ipar, tapi kasihan kami yang masih tidak memiliki kekasih..." ucap Dewi May adik bungsu Dewa Wiqya .
"Siapa suruh kau tidak memiliki kekasih.... bukankah umurmu dan umur Kakak iparmu lebih tua umurmu...?" ucap Dewa Wiqya datar.
"Kakaaaak....!" seru sang Adik yang bernama May dengan wajah kesal.
"Honey...jangan berkata seperti itu...Selain tidak baik, juga kasihan pada May'er.. Bukankah umur seorang Dewa dengan manusia beda ya...?kalau manusia seumuran denganku itu sudah wajar jika berpacaran atau menikah ..tapi untuk ukuran seorang Dewa atau Dewi seumuran adikmu masih di bilang Anak - anak kan..?" ucap Siyue lembut.
"Yeee...aku mendapat pembelaan dari kakak Iparku...!" seru senang Dewi May saat mendengar perkataan Siyue. Sedangkan Dewa Widya terlihat berwajah kesal.
"Sayang..kenapa kau bela adikku Sich..." ucapnya .
"Karena itu suatu kebenaran dan dia adikmu dia juga adikku... Karena aku suka dan mencintai kamu maka aku juga harus suka pada mereka .. Karena mereka sekarang adakah keluarga dekatku juga..." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue, mereka berlima terdiam dan tak lama terdengar suara tawa Dewa Yang Xi.
"Ternyata Didikan kedua orang tuamu sangat hebat Yue'er...Ternyata masih ada juga manusia bijak...." ucap Dewa Yang Xi. "Trimakasih Ayah...Tapi bukan aku saja manusia bijak...masih banyak lagi manusia yang lebih bijak dari Siyue... " ucap Siyue lembut .
"Sifatmu ini ternyata yang membuat banyak orang dan hewan kontrakmu menyukai dan mencintaimu ...aku bangga memiliki menantu sepertimu nak... " ucap Dewa Yang Xi sambil tersenyum haru .
"Sekali lagi trimakasih Ayah... Tapi ijinkan hamba berpamitan pada Guru , Ayah dan ibu angkat , tidak enak rasanya jika Siyue langsung pergi tanpa pamit. Karena guru sudah Siyue anggap sebagai orang tua dan Kakak...." ucap Siyue lagi .
"Baik..Ayah akan mengantarmu kesana, sekalian kita akan berunding membahas kepergian kita besok ke Negri Phoenix . Tapi apakah kita Bisa pergi kesana Yue'er...Ayah mendengar tidak ada seorangpun tanpa terkecuali seorang Dewa yang bisa masuk sembarangan kesana. mereka juga bilang hanya Dewa Agung yang bisa masuk kesana tanpa meminta ijin..." ucap Dewa Yang Xi. mendengar itu Siyue tersenyum . tapi sebelum dia menjawab , Dewa Wiqya berkata lebih dahulu .
"Ayah lupa kalau Yue'er adalah Ratu kerajaan Phoenix...dialah yang memegang seluruh kekuasaan Negri Phoenik walaupun Di sana ada Kaisar agung. Dialah pemegang terkuat keluatan Negri Phoenix..Dialah yang bisa mengijinkan seseorang untuk bisa masuk atau tidak kesana, Tanpa ijin dari Dia, tidak ada seorang manusia atau Dewa yang bisa pergi ke sana kecuali Dewa Agung , Ayah...." Ucap dewa Wiqya yang sudah tahu siapa Siyue. Dia pernah di marahi Dewa Saora , gara-gara Dewa Saora tidak bisa lagi masuk kedalam Negri Phoenix . Dan saat itulah Dewa Saora memarihi dia habis- habusan.
"Nak...apa benar ucapan Suamimu itu...?" tanya sang Ayah. Mendengar kata Suami, sebenarnya telinga Siyue masih geli. Namun Dia berusaha menyembunyikan nya. Dan Dia menjawab dengan lembut.
"Memang seperti itu Ayah... Siyue hanya bisa melindungi Negri kekuasaan Siyue dengan cara seperti itu...?" kata Siyue lembut.
"Lalu jika kau pergi seperti sekarang ini, lalu bagaimana dengan mereka...? Apakah mereka bisa keluar dari Negri Phoenix.." tanya Dewi Bao Yu.
"Siyue pergi tidak terlalu lama kan Bun... paling lama satu bulan, Dan buktinya Siyue di sini hanya dua minggu saja..." ucap Siyue. .
"Beb...kau di sini lebih dari dua minggu lo..." ralat Dewa Wiqya .
"Masak Sich...aku fikir malah hanya satu minggu lebih lo..." ucap Siyue.
"Jadi walaupun di sana ada Kaisar Agung , namun kekuasaan tertinggi masih ada pada seorang Ratu Phoenix...?" ucap Dewa Yang Xi.
"Benar Ayah... Walaupun ada Kakek sebagai Kaisar. Namun kekuatan Ratu Phoenix lebih kuat lagi. Karena itu di sana ada dua kekuasaan , Kekuasaan Kaisar dan kekuasaan Ratu Phoenix . Sedangkan Kasian masih Di bawah Ratu Phoenix. Ini semua karena Ratu Phoenix hanya akan ada atau terlahir beratus tahun malah terkadang sampai seribu tahun kemudian. Seperti contohnya Siyue ini Ayah..sebelum ini tidak ada Ratu Phoenix kurang lebih seribu tahun lalu, dan pada saat itulah kekuasaan mutlak ada pada Kaisar agung...dan jika di kerajaan Phoenix bisa terlahir kembali gadis yang memiliki darah Suci Ratu Phoenix. Maka itu suatu anugrah dari Dewa Penguasa kekuatan . yang berarti keberkahan di miliki Kerajaan Phoenix . ..." ucap Siyue menjelaskan panjang kali lebar .
"Ooo..begitu...Ternyata kekuasaanmu lebih besar dari yang kami bayangkan nak..." ucap Dewa Yang Xi lagi.
"Tidak Ayah...itu bukan kekuasaan bagi Siyue.. tapi suatu anugrah atau kepercayaan yang harus Siyue jaga dan Siyue hormati. Siyue tetap memberikan kekuasaan penuh pada Kaisar...Siyue hanya membantu menjaga ketentraman dan kedamaian Negri Kerajaan Phoenix..." ucap Siyue merendah .
Mendengar ucapan dari sang menantu yang terdengar sangat bijak dan merendah, Dewa Yang Xi sangat bangga.
Setelah berbincang Sebentar, akhirnya mereka kembali ke Istana Dewa Saora untuk mengantarkan Siyue berpamitan sekaligus mempersiapkan keberangkatan mereka menuju Negri Phoenix . Mereka harus membicarakan ini bersama- sama .
Maaf udahan dulu Ya...aku sambung Besok.
Jangan lupa like, vote dan kome nya author tunggu . lagi- lagi author katakan , maaf jika masih ada salah ketik atau typo 🙏🙏
__ADS_1
Bersambung.