DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
RENCANA KEMBALI KE ALAM ATAS .


__ADS_3

Merekapun kembali ke istana Siyue. Ketika mereka kembali ke istana milik Siyue, ternyata Sima Yuan Telah menunggu.


Terlihat keluarga Dewa Yabg Xi berbincang dengan serius dengan sang Ayah.


Keesokan harinya, Dewa Yang Xi , Dewi Bao Yu , Dewi Ruyung dan Dewa Dai Huo kembali ke Alam Nirwana . Setelah melihat kedua kereta yang di naik Ayah mertua dan sang paman Pergi, Siyue mengajak Dewa Wiqya pergi melihat kerajaan Negri Phoenix . Setelah pulang dari perjalanan mereka, Siyue dan Dewa Wiqya duduk di taman kerajaan yang sudah di rombak oleh Siyue menjadi taman bunga yang indah. Di tengah taman ada danau kecil yang Di tengahnya di beri pulau dengan bangunan Gasebo yang di bangun dengan indah. Jika kita akan kesana hanya melewati sebuah jembatan kayu yang penuh dengan ukiran. Dan danau tersebut sengaja Siyue isi dengan ikan yang dia bawa dari ruang teratai. Yaitu sepasang ikan pelangi yang sudah dewasa. Dan pada saat ini ikan itu sudah beranak pihak . hingga terlihat di dalam danau kecil itu, ikan pelangi berkeliaran dengan indah. Terlihat Siyue mulai melangkah di atas jembatan menuju gasebo .


"Sayang...apakah ini sudah lama ada.. maksudku sebelum kau datang taman dan danau kecil ini sudah ada...?" tanya Dewa Wiqya.


"Tidak ada...aku yang membuatnya. Dan ikan yang ada di Danau itu tidak ada di alam ini.. aku yang membawanya dari dunia Teratai. Sekarang terlihat sudah banyak...dulu aku hanya membawa satu pasang saja yang sudah dewa..." jawab Siyue.


"Apakah mereka dapat di konsumsi..?" tanya Dewa Wiqya lagi.


"Sangat...lebih baik lagi bagi mereka yang sedang sakit, atau anak kecil dalam masa pertumbuhan...karena daging ikan itu selain lezat juga mengandung Qi yang lumayan Kuat.." ucap Siyue.


" Apaaaa ..mengandung Qi..?" ucap Dewa Wiqya dengan wajah kaget dan tak percaya.


"Benar...Kau tak petcaya akan kubuktikan. Ayo kita bakar satu..." ucap Siyue. Lalu Siyue mengarahkan telunjuknya kearah danau. Dan tak lama terlihat sinar putih keluar dari telunjuk lentik itu mengarah kedalam danau . Tak lama terlihat seekor ikan yang cukup besat melayang dari dalam danau, membuat para pelayan yang mengikuti mereka kaget dan kagum. Dan dengan sigap Siyue menangkap ikan yang menuju kearahnya . setelah itu Dia memberikan ikan yang berwarna- warnu bagai pelangi itu pada salah satu pelayan.


"Tolong kau bawa ikan ini pada koki istana ya...bilang suru bakar ikan ini seperti bumbu yang biasa Aku buat. Dan hidangkan untuk makan siang kami..." ucapnya lembut dan sopan pada pelayan tadi.


"Baik yang Mulia..." ucap Pelayan tadi dengan penuh hormat . setelah itu pelayan pergi. Sedangkan Siyue segera mencuci tangannya di wadah yang sudah di siapkan oleh salah satu pelayannya. Melihat interaksi Siyue dan para pelayannya membuat Dewa Wiqya tersenyum bahagia.


"Apakah sikapmu seperti itu pada semua pelayan...?" ucapnya sambil melangkah di sisi sang istri.


"Tentu saja Han...Mereka semua sama denganku, sama- sama manusia...hanya saja nadibku lebih baik dari mereka. Untuk apa kita harus membedakan derajat dan kedudukan kita. kita sama di mata sang pencipta..." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue Dewa Wiqya sangat bahagia.


"Aku benar- benar beruntung memilikimu sayang... Ajari aku tentang kebaikan, dan tegur aku jika aku bersalah..." ucap Dewa Wigya sambil memeluk sang Istri dan mencium lembut keningnya.


"Tentu saja.. Itu sudah tugasku Han...namun sebaliknya begitu juga denganku. Aku harap kau mau menegurku kalau aku berbuat salah. Kita akan belajar bersama untuk menjadi manusia yang baik dan berguna di kehidupan ini..." ucap Siyue lembut.


"Baik..akan aku lakukan..." ucap Dewa Wiqya lembut. Merekapun sampai di gasebo yang ada di tengah danau . mereka duduk berdampingan. Siyue segera menyuruh para pelayan untuk kembali ke pinggir Danau. Sebab sejak dulu dia paling tidak suka di tunggui .


"Sayang...bagaiaman kalau kita pergi ke alam bawah...kita berkunjung ke tempat Ayah dan Bunda Raja Chu Tian Ji . kita harus bertemu dengan mereka dan mengundang mereka datang kepernikahan kita. Terutama Kakek Kaisar , Kakek Sang Baiki serta paman- paman yang lain... " ucap Siyue.


"Boleh juga...Chu Tian Ji adalah Putra Mahkota kerajaan Darga. Kita harus datang kesana. Dan lagi aku akan menyerahkan Kekuasaan Negri Darga pada adik ku pangeran Waisan .." ucap Dewa Wiqya .


"Hey...kau sudah mengingat mereka..?" tanya Siyue.


"Benar...sejak aku bertemu dengan Ye Mai , semua ingatanku akan Alam Atas kembali semua..." ucap Dewa Wiqya .


"Syukurlah....aku bahagia Han..." ucap Siyue sambil memeluk dang Suami. Dan tentu saja kesempatan itu membuat Dewa Wiqya tak menyia- nyiakannya. Dengan cepat dia mencium dan ******* bibir merah Sang Istri . Dan Siyue pun hanya bisa menikmati dan mengikuti kemauan sang Suami . setelah puas dia baru melepaskannya. Dan tentu saja para Pelayan segera kembalikan badannya dengan wajah memerah (aah kasihan. 😂😂)


"Ck kau ini... Tidak mengenal tempat..." ucap Siyue.


"Aku sangat bahagia sekali, karena aku sudah di perbolehkan kapanpun aku menginginkan dirimu ,.." ucapnya sambil tersenyum bahagia. Dan mengusap bibir sang istri yang sedikit luka karena gigitan sayangnya.


"Sakit ...?" ucapnya lembut.


"Kau keterlaluan Han..." ucap Siyue dengan wajah cemberut.


"Kau menggemaskan sich...jangan cemberut, aku paling tidak tahan melihat wajahmu ini..." ucap Dewa Wigya. akhirnya demi keselamatan Siyue tersenyum . walaupun begitu , cubitan mendarat mulus di pinggang sang suami.


"Sayang...sakit...kau tadi malam sudah mencubitku..." ucap Dewa Wiqya manja. Seketika wajah Siyue memerah karena malu. Dia tadi malam memang mencubit sang Suami karena kesal . bagaiaman yidak kesal jika dia meminta bukan hanya sekali .


Dan Siyue Tentu saja tahu kalau ucapan Dewa Wiqya hanya kepura- puraan saja. Dia hanya ingin bermanja. (Dasar si bucin..😭😂)


"Han...apakah kau ingin ku cubit lagi...?" ucap Siyue sambil memelototkan mata indahnya. Bukannya takut Dewa Wiqya malah gemas .


"Sayang..kenapa kalau kau melotot seperti itu, malah semakin cantik lo..." goda Dewa Wiqya


" Honeeeyy....!" seru Siyue gemas.


"Ha ha ha..baiklah kita kembali dan berbicara pada Ayah dan Kakek Ya...?" ucap Dewa Wiqya sambil memegang tangan sang Istri yang ingin kembali mencubit dia. Mereka pun segera kembali ke istana. Dan segera menuju tempat Ayah dan Bunda Siyue. Melihat kemesraan junjungan mereka dan kemesraan mereka, para dayang walaupun wajah mereka memerah, mereka sangat bahagia. Mereka bahagia melihat keromantisan pasangan itu. Ketika sampai di istana Putri Tang Yin , Terlihat sang ibu dan Ayahnya akan keluar.


"Kalian datang...!" seru sang Ibu..


"selamat siang Ayah , Ibu...kalian mau kemana..?" tanya Siyue.


"Kami akan ke istanamu nak..." kata sang Ayah sambil membawa mereka masuk kedalam istana tempat tinggal kedua orang tuanya .


"Ada yang ingin kami sampaikan ayah..." ucap Siyue sambil duduk.


"Apa itu Yue'er...?" tanya Sang Ayah.


"Kami mau meminta ijin pergi ke alam atas untuk bertemu dengan Kakek dan mengunjungi kerajaan Darga..." ucap Siyue. Walaupun Siyue seorang Ratu dan Dewa Wiqya seorang Dewa , namun mereka tak lupa meminta ijin kepada yang lebih tua .

__ADS_1


"Waah..Ayah juga berpikiran sama denganmu nak...Ayah ingin menemui Kakekmu di Alam Atas...kalau begitu bagaimana kalau kita pergi bersama...?" ucap Sang Ayah.


"Tapi Siyue akan pergi bersama keluarga Kakek Si dan sahabat Siyue Ayah....kami berencana ingin membawa mereka mengunjungi keluarga mereka fi alam tengah dan alam bawah..." jawab Siyue.


"Nggak masalah...Ayah akan berangkat bersama kalian, kalau begitu ayo kita pamit pada Kakek Kaisarmu Dulu. Dan besok pagi kita pergi..." ucap Sima Yoan sambil berdiri.


Akhirnya mereka berempat dengan di iringi para dayang pergi Ke istana Kaisar Tang Song . Ketika sampai di Istana sang Kakek ternyata para Paman dan sepupu sedang berkumpul. Mereka membicarakan Rencana pernikahan Siyue Ratu mereka . Saat mereka melihat kedatangan Siyue. Mereka segera memberi hormat.


"Salam Ratu , Dewa Wiqya...semoga kebahagian dan umur panjang selalu menyertai yang Mulia..." ucap mereka serempak.. Dewa Wiqya hanya tersenyum lembut , sedangkan Siyue buru - buru berkata .


"Hey...sudah paman , Bibi ..jangan seperti itu... Bukankah di sini hanya ada kita... " ucap Siyue yang tidak enak hati.


"Tapi nak..." ucapan sang paman belum selesai , Siyue telah memotongnya.


"Baiklah, baik...Siyue terima salam kalian, tapi sekarang bangunlah dan tolong jangan seperti ini lagi kalau tidak ada orang kain... Siyue ini masih putri kalian, ayo bangun..." ucap Siyue. Dengan wajah gembira mereka bangun dan kembali duduk di tempat mereka. Sedangkan Siyue juga duduk di Singgasananya yang ternyata sekarang ada dua Singgasana yang sama dengannya. Melihat itu Siyue tersenyum dan dia duduk di singgasana sebelah kiri. sedangjan Dewa Wiqya duduk di singgasana di sebelah kanannya . Sedangkan Ayah dan ibunya duduk bersama para paman. Setelah duduk Siyue dan Sima Yuan Mengutarakan maksud kedatangan mereka.


"Kapan kalian akan berangkat ...?" tanya Kausar Tang Song setelah mendengar perkataan Sima Yuan .


"Besok Ayah..." jawab Sima Yuan .


"Baiklah...tapi kalian harus hati- hati...dan kami akan mempersiapkan pernikahanmu Yue'er..." ucap Kaisar Tang Song.


"Trimakasih kek..." ucap Siyue. Setelah berbincang sebentar masalah kerajaan dan mendengar laporan dari kegiatan paman dan para sepupunya, Siyue dan Dewa Wiqya serta kedua orang tuanya segera berpamitan. Karena mereka akan mengabarkan berita ini pada sahabat dan saudaranya. Dalam perjalanan Siyue bertanya pada Dewa Wiqya.


"Apakah para pengawal bayangan Raja Dulu tidak akan kau gunakan lagi Han...?" tanya Siyue.


"Itu juga aku fikirkan Beb...akan kulihat kekuatan mereka lebih dahulu. Kalau mereka memiliki kemampuan yang kuat, mungkin akan aku gunakan lagi. Terutama setelah kau di angkat menjadi Dewi Keadilan, kau banyak membutuhkan pengawal bayangan..." jawab Dewa Wiqya.


"Apakah seorang manusia bisa hidup Di Nirwana...?" tanya Siyue.


" Karena itu aku ingin melihat kemampuan dan kekuatan mereka. Karena kekuatan dan kemampuan mereka akan menjadi penentu mereka bisa berada di Alam Nirwana atau tidak..." ucap Dewa Wiqya.


"Bagaimana dengan para sahabat dan Ketiga Kakakku..." tanya Siyue lagi.


" Akan kita lihat bersama- sama. Tapi perasaanku mereka memiliki kekuatan itu.." ucap Dewa Wiqya sambil menatap Sang Istri.


"Tentu saja...siapa dulu pelatihnya..." ucap Siyue bangga . memang benar kata Siyue, Kekuatan Ketuju sahabat dan saudaranya itu memang beda dengan para kultivator lainnya. Apalagi ke empat sahabat Siyue.


"Iya aku percaya...dasar suka pamer..." ucap Dewa Wiqya sambil mengusap kepala sang Istri .


"Nach itulah yang membuat mereka beda dengan yang lain. ...." ucap Dewa Wiqya .


Tak terasa mereka telah sampai di istana milik Siyue. Karena saat itu memang waktunya makan Siang, maka Mereka gera berjalan kearah meja makan setelah mencuci muka dan tangan. Tak lupa Siyue menyuruh para sahabatnya untuk datang makan bersama Dia sebelum masuk kekamar tadi . Ketika Dewa Wiqya dan Siyue sampai di dalam ruang makan, terlihat para sahabatnya dan ketiga kakak lelakinya sedang duduk bersama sang Kakek. Juga tak luput ketiga pengawal Raja dulu yaitu Ye May , Ye Gu dan Ye Xie. dan juga pendatang baru ketiga saudara Dewa Wiqya .


"Kalian sudah datang...?" ucap Siyue.


"Salam Ratu, salam Dewa Wiqya..." ucap Mereka serempak.


"Hmm..." ucap Dewa Wiqya sambil duduk pada kursi yang sudah di tarik pelayan untuk dia duduk .


"sudah, sudah ..duduklah kembali ..." ucap Siyue lembut .


"Kita makan lebih dahulu...setelah itu ada sesuatu yang akan aku kabarkan pada kalian..." ucap Siyue. Mereka segera menikmati makanan yang sudah tersedia di atas meja. Sedangkan Siyue segera mengambilkan ikan pelangi bakar yang Siyue tangkap tadi. Ikan itu berdaging putih dan gemuk . sedangkan tulang kecil dan tidak terlalu banyak. Jika di masak apapun aromanya sangat harum. Dan tak ada bau amis ikan saat di makan . Ketika merasakan ikan itu , Dewa Widya sangat kaget.


"Ya ampun sayang...ikan ini sangat enak... " ucapnya bahagia.


"Dan rasakan kekuatan Qi di dalam tubuhmu..." ucap Siyue .


Dan Dewa Widya segera diam . Dan benar saja ada kekuatan Qi yang mengalir salam nadinya.


"Benar sekali Beb...ada aliran hangat masuk kedalam tubuhku. ...!" seru Dewa Wiqya


"Dan kalau kita memakan ikan ini semua. Kau akan tahu akibatnya..." ucap Siyue.


"Kalau begitu ayo kita makan berdua..." ucap Dewa Wiqya . namun saat Dia baru makan, tiba- tiba dia berhenti.


"Tunggu sayang...kalau ikan itu sangat berarti, apakah kau tidak takut ada yang mencuri ikan yang ada di danau...."Ucap Dewa Wiqya.


"Tidak akan..Karena aku sudah memasang aray di dekitar danau itu. Tanpa seijnku tidak akan ada orang yang akan bisa masuk kedalam area Danau itu..." ucap Siyue.


"Lalu siap yang membersihkan Danau itu...? Aku melihat Di sekitar danau sangat bersih dan di dalam Danau airnya sangat jernih. " tanya Dewa Widya.


"Para sahabatku, dan saudaraku, mereka bergantian membersihkan kolam itu dan memberi makan ikan - ikan itu . Termasuk aku...' jawab Siyue dengan tenang . Jadi yang lain tidak bisa...?" tanya Dewa Wigya.


"Tidak...." jawab Siyue.

__ADS_1


"Kak..boleh aku minta sedikit ikan di depanmu...?" tanya Dewi May yang sejak tadi memang menatap ikan di depan sang Kakak.


"Tidak...ini ikan khusus buatku...?" ucap Dewa Wiqya. Sebab tadi yang menangkap ikan itu sang istri sendiri .


"Aah..kakak pelit..!aku kan cuma minta dikit.." ucap Dewi May.


"Biarpun sedikit atau kau mengatai aku pelit , aku tak perduli . karena ikan ini kakak iparmu sendiri yang menangkapnya.." ucap Dewa Wiqya . Melihat kekecewaan di mata Dewi May. Membuat Siyue merasa kasihan.


"Kak Feng...apakah kalian nanti bisa menangkap ikan itu barang beberapa ekor.. kita akan membakarnya nanti malam..." kata Siyue pada Feng Xun .


"Baik Yue Er...kami akan menangkap ikan itu..." ucap Feng Xun


"Sekalian tangkap juga untuk di kembalikan ke ruang Teratai. Dan kakak bisa menyisahkan beberapa pasang saja di sana, sebab aku melihat ikan iti berkembang dengan cepat , kita juga bisa memberikan pada Kakek Kaisar beberapa ekor..." ucap Siyue.


"Baik Yue'er. ..." ucap Feng Xun.


"May'er...kita nanti membakar sendiri ikan itu, karena yang ada di depan Kakakmu telah habis..." ucap Siyue menghibur .


"Yeee..Terimakasih kak...kakak ipar memang yang terbaik..." ucap Dewi May dengan wajah gembira. Mereka akhirnya meneruskan makan mereka. Namun tiba- tiba Dewa Wiqya berseru.


"Sayang...aku akan mengalami terobosan..!" seri Dewa Wiqya.


"Lakukanlah ... Kau bisa melakukannya di sini , kami tidak masalah dan tidak akan mengganggumu... kami sudah terbiasa melihat itu ..." ucap Siyue.


Dewa Wiqya segera duduk lotus di atas kursi dan mulai bermeditasi. Tak berapa lama terlihat cahaya kuning memancar dari tubuh Dewa Wiqya . Cukup lama kejadian itu terjadi. Namun tak berapa lama terlihat Siyuepun duduk lotus di atas kursinya. Ternyata keduanya mengalami terobosan bersama, dan tak lama cahaya kuning juga memancar dari tubuh Siyue. Namun itu cuma sebentar, cahaya kuning perlahan meredup dan berganti dengan cahaya terang yang menyelimuti tubuhnya. Hampir satu jam mereka berdua bermefitasi. Tak berapa lama cahayaoun segera meredup . Dan tak berapa lama keduanya hampir bersamaan mereka berhenti bermeditasi. Saat membuka mata reaksi keduanya berbeda. Siyue kembali duduk tenang , sedangkan Dewa Widya terlihat kaget bukan main,


"Yue'er...ternyata yang kau katakan benar sekali. Aku mengalami terobosan...!" seru Dewa Wiqya dengan wajah bahagia. Dia menatap pada semua orang, namun mereka hanya tersenyum padanya. Hanya Kakak dan kedua adiknya terlihat bengong menatap padanya.


"Yue'er...para sahabatmu... sepertinya sudah terbiasa...?" tanya Dewa Wiqya.


"Benar sekali...bukankah aku sudah bilang padamu Han..mereka sudah terbiasa melihat kejadian itu. Tetapi memakan ikan itu tidak selalu membuat kita mengalami terobosan. Kekuatan Qi yang di kandung ikan itu hanya menambah kekuatan semata. Jika kultivasi kita mengalami kemacetan, barulah energi dari ikan akan memicu kekuatan itu..." ucap Siyue.


"Ooo begitu.." ucap dewa Wiqya .


"Yue'er...kau mengatakan kalau kau akan mengatakan sesuatu pada kami kalau kita sudah selesai makan , kalau kami boleh tahu apakah itu....?" ucap pangeran Luo Yi.


"Aah..hampir lupa...begini, besok pagi kita akan berangkat ke alam bawah. Maksudku kita akan pergi ke Kerajaan Darga untuk mengunjungi Kaisar dan Kakek Kaisar serta Kakek Sima Sang Baiki, serta paman dan Bibi Sima.. Saat itu kalian bertiga ye Mai, Ye Xie dan Ye Gu , kalian bertiga bisa mengunjungi keluarga kalian . Dan jika orang tua kalian mau ikut, ajak saja.. lalu kita akan melanjutkan menemui paman Dan bibi keluarga Si , Dan keluarga Ning Si. Lalu kita akan melanjutkan ke Alam tengah ke kerajaan Feng dan Long. Terakhit kita akan datang ke alam bawah menemui Ayah Gong Saoci dan Ibu We Suya serta orang tua Chan Sin. Nanti kalau orang tuamu mau Sin..mau ikut ke Alam atas agar bisa dekat denganmu. Ajak saja...mereka bisa tinggal di rumah kita di Alam atas bersama keluarga Si. kita masih ada tanah kosong di belakang rumah keluarga Si .kita akan membangunkan rumah untuk mereka . dan jika Bunda dan Ayah Gong Saocin mau beliau juga bisa tinggal bersama kita Kak Luo Yi ...apakah kalian mau ikut kami ...?" tanya Siyue.


"Tentu saja Yue'er...tentu saja kami mau ikut..." ucap mereka serempak .


"Tapi kau tidak akan meninggalkan kami di keluarga kami kan...?" tanya Chan Sin .


"Apakah kalian mau....?" Siyue balik bertanya .


"Tidak....!" seru mereka bersamaan .


"Nach...iti sudah kalian jawab..." jawab Siyue tenang.


"Trimakasih Yue'er..." ucap Pangeran Luo Yi .


"Kalian bersaudara Ya....!" tanya Dewi Guanli.


"Tidak...kami orang lain...tapi kami seperti saudara . Siyue adalah sahabat, guru, teman dan Adik buat kami..." ucap Chan Sin.


"Tapi kalau Dia ...Dia saudara angkat Ratu Siyue...Dia pangeran keenam kerajaan Terbesar di Akan bawah..." ucap Feng Xun.


"Dan Dia Putra mahkota di kerajaan Feng yang ada di alam tengah ,yang meninggalkan tugasnya demi mengikuti Siyue kami..." ucap Pangeran Luo Yi .


"Jadi kalian ini bukan saudara , dan rela meninggalkan kemewahan demi kak Siyue..?" tanya Dewi May.


"Ikatan kami melebihi ikatan saudara. Satu sakit, kami akan merasakan juga... Dulu di mana Siyue berada . pastilah kami ada di sana..." ucap Ning Si.


"Dan Kakek...?" tanya Dewi May sambil menatap Kakek Si .


"Kakekku...dan tiga pria tampan itu Kakak ku..." ucap Siyue dengan menatap mereka penuh kasih sayang .


"Kakek...? Lalu Kakek Kaisar...?" tanya Dewi May tak mengerti .


"Kakek Si adalah kakek sejatiku sayang... suatu saat Kakak akan menceritakan padamu hubungan kami...andai tidak ada adoh sayang mereka, mungkin sekarang kau dan kakakmu tak akan pernah bertemu denganku..." ucap Siyue sambil menatap Kakek Si dan Ketiga Kakaknya dengan penuh kasih. Sedangkan keoat Kakaknya terlihat menatap Siyue dengan haru dan bahagia.


Udahan dulu ya...akan kulanjut besok lagi .


Jangan lupa like. Vote dan komennya author tunggu.


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2