
"Tinggalah di sini ...soal makanan kau akan aku jamin...jadi jangan banyak tingkah... " ucap Siyue dengan wajah serius..
"Cih sok baik...dia fikir aku percaya padanya..?" gumam anak itu dalam otak ya
"Kau percaya atau tidak itu terserah dirimu... kalau kau masih ingin bebas dari Raja Iblis, turuti Perintahku .." ucap Siyue datar . Terlihat mahluk itu menatap Siyue dengan pemuh keheranan
"Ck...apakah Dia tahu pikiranku...? atau hanya kebetulan saja..." batin Mahluk peiry
Namun Siyue tak menjelaskan pada pria ikecil itu . Siyue berjalan meninggalkan Peiry dan mendekati Dewa Yang Xi yang sedang membersihkan dan memulihkan kekuatannya.
"Kita akan membawa Ayah keluar dari sini setelah keadaan Ayah tidak membahayakan.
Setelah keadaan Dewa Yang Ci telah terlihat segar tidak seperti pertama masuk kerumah Teratai. , Siyue segera memba sang Ayah mertua kembali ke istananya . Siyue, Dewa Wiqya dan Dewa Kunlao segera keluar dari ruang Teratai .
Saat mereka muncul kembali di ruang tidur Dewa Yang Xi. Ternyata sang Istri Dewi Bao Yi masih setia menunggu di dalam ruangan itu. Hanya kedua Putrinya, entah pergi kemana .
" Kalian kembali...Ayah... ?Ayah sudah sadar...!" seru Dewi Bao Yu kaget . Saat melihat sang Suami telah berdiri di depannya. Dewa Yang Xi terlihat hanya sedikit lemas, maklum saja beberapa hari tidak sadarkan Diri.
"Iya Bun...menantumu yelah membuat aku sembuh..." ucap Dewa Yang Xi dengan bangga.
Dewi Bao Yu.. segera memeluk sang Suami dengan derai air mata bahagia. Tak berapa lama terlihat dia baru melepas pelukannya dan menyuruh sang suami tidur di pembaringan . Setelah menyelimuti Dewa Widya sampai sebatas dada, Dia menatap Siyue , dan segera memeluk Sang Menantu dengan wajah bahagia.
"Sayang...trimakasih , trimakasih kau telah menyelamatkan nyawa Ayahmu, Nak bagaimana Bunda harus berterimakasih padamu...?" ucap sang Ibu mertua.
"Bunda... Kenapa bunda harus bicara seperti itu.... Apakah aku bukan Putri Kalian...apakah kalian menganggap aku hanya sebatas menantu saja...?" ucap Siyue sambil menatap Sedih. Terlijat matanya mulau berkaca- kaca. Entah kenapa saat kandungan Siyue mulai membesar, terlihay mood si Bumil selalu berubah - ubah. Namun perasaannya sangat pekah dan sedikit Melou . Mendengarkan ucapan Siyue, tentu saja Dewi Bao Yu kaget , Dia segera memeluk Bumil itu dengan rasa bersalah.
"Bukan, bukan begitu Sayang...tentu saja kau Putri kami, kau putih kami yang sangat kami sayangi..." ucap Dewi Bao Yi dengan mengusap punggung Situe yang kini menangis dalam pelukan sang Bunda. Melihat Itu, Dewi Bao Yu dan Dewa Yang Xi kaget. Mereka menatap Dewa Wiqya yang terlihat berjalan mendekati sang Istrinya .
"Sayang...ibu tidak bermaksud begitu... Ibu sangat bahagia dan haru karena Ayah sudah sembuh Sayang..." ucap Dewa Wiqya lembut sambil mengusap punggung sang Istri. Perlahan Siyue melepas pelukannya. Dia menatap sang Bunda.
"Bunda tidak boleh mengatakan seperti itu lagi... Ayah adalah Ayah Siyue juga, jadi sudah kewajiban Siyue membuat Ayah sembuh. kalau Ayah atau ibu sakit, Siyue juga sedih..." ucap Siyue merajuk.
Mendengar ucapan Siyue, terlihat Dewi Bao Yu terharu. Dia kembali memeluk Siyue. Tanpa terasa air matanya mengalir di pipinya.
"Sayang...maafkan Bunda...bukan maksud bunda membuatmu sedih, bunda bahagia karena Putri Bunda sudah bisa menyelamatkan Ayahnya . Trimakasih sayang...Putri Bunda..." ucap Dewi Bai Yu sambil mencium kening Siyue.
"Iya Bunda.. Bunda tidak perlu minta Maaf...Siyue juga heran, entah kenapa Siyue menjadi cengeng Seperti ini..." ucap Siyue sambil tersenyum. Bgitu juga Dewi Bao Yu.
"Bunda...sudah Bunda...dia istri Wiqya..." ucap Si Bucin sambil menarik pelan tubuh Siyue .
"Ck kau ini...ini Bunda Ya'er... Bukan Pria hidung belang..." ucap Dewi Bao Yu kesal.
"Tidak boleh terlalu lama Memeluk Yue'er ku..." ucap Dewa Wiqya .
"Ck kau ini..." ucap Sang Bunda sambil menatap Dewa Wiqya dengan kesal.
Dia tak pernah menyangka kalau Putranya sebegitu bucinnya pada Sang Istri. Tapi Memang Siyue pantas menerima perlakuan Dewa Wiqya seperti itu. Siapa yang tak akan takut kehilangan, jika pasangannya seperti Siyue. Sudah Cantik, Lembut, anggun juga sangat cerdas, tak Lupa juga luar biasa Siapa yang tak takut kehilangan jika memiliki wanita yang memiliki paket Komplit seperti Siyue.
"Dewi Bao Yu segera berbalik ingin mendekati Sang Suami, namun sebelum langkah kedua dia berjalan, tiba- tiba.
"Aaauuu....." seruan Siyue menghentikan langkanya . Dia segera berbalik, dan terlihat Siyue memegang Perutnya.
"Aauuu.. Sstt Sakit Han..." ucap Siyue perlahan. Tentu saja Dewa Wiqya dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu kaget bukan main, apalagi Sima Yuan sang Ayah . begitu juga dengan Dewi Bao Yu. Melihat Itu, Ning Si dan Feng Xun juga kedua orang tua Siyue segera mendekat .
__ADS_1
"Kita duduk dulu..." ucap Dewa Wiqya
sedangkan Ning Si segera memeriksa denyut nadi sang pasien.
"Yang Mulia... sepertinya Ratu akan melahirkan... Kita harus memiliki ruang untuk tempat melahirkan..." ucap Ning Si.
"Kalian bawa Siyue kenari, kalian bisa menggunakan kamar ini ..." Ucap Dewa Yang Xi. Mendengar ucapan Dewa Yang Xi mereka segera membawa Siyue keranjang Sang Ayah .
"Maaf hamba tidak bisa membatu yang Mulia...lebih baik mencari seorang Dokter atau tabib wanita untuk membantu Ning Si..." ucap Feng Xun. Mendengar ucapan Feng Xun, Dewa Wiqya segera memanggil pengawal sang Ayah intuk mencarikan Tabib atau Dokter perempuan . Dengan cepat Pengawal bayangan itu segera pergi untuk mencarikan Seorang Dokter .
Akhirnya Siyue di baringkan di pembaringan Dewa Yang Xi setelah sang pemilik dengan di bantu sang Istri keluar dari kamarnya. Terlihat Ning Si mulai memeriksa Siyue. Tak berapa lama dua dokter atau tabib wanita datang. Mereka segera membantu Ning Si menolong Siyue yang akan melahirkan. Sebenarnya sakit diperut Siyue sudah sejak tadi saat menolong menyembuhkan Dewa Yang Si sudah sakit. Tapi dia merasa kalau waktunya melahirkan masih belum tiba . Jadi dia berusa bertahan sambil menolong lsang Ayah . Dewa Wiqya tak mau beranjak dari Sisi Siyue. Dia berkata akan menjaga Siyue.
Ning Si yang memang sudah belajar ilmu kedokteran dari Siyue. segera mempersiapkan semua yang Di butuhkan . walaupun dalam keadaan Kesakitan, Siyue masih sempat memberi intruksi pada Ning Si. Aoa yang harus di lakukan . Melihat itu kedua tabib yang di panggil tadi hanya bisa geleng kepala.Baru sekarang mereka melihat seseorang yang akan melahirkan masih sempat memberi perintah . dan memberitahu apa yang harus di lakukan seorang Dokter.
Mulanya mereka terlihat Kesal, namun karena takut pada pria tampan yang menatap si pasien dengan wajah cemas, merekapun hanya bisa mengomel dalam hati. Tugas Mereka hanya membantu mengambilkan apa yang di butuhkan Dokter wanita yang memang sejak tadi sudah ada di sana.
Dan Saat waktu kelahiranpun tiba, dengan sedikit kekuatan, Siyue mampuh melahirkan dengan sempurna. Suara tangis bayi yang di pegang Ning Si membuat semua orang bahagia. Dan kedua perawat itu sangat kagum pada kinerja Dokter yang mendapat intruksi dari Si Pasien . mereka berucap Syukur karena bayi yang di nanti kelahirannya, kini telah lahir. Ning Si memberikan bayi itu pada tabib wanita yang nembantunya untuk di mandikan. Sedangkan Ning Si Sendiri merawat Siyue. Namun tib- tiba Siyue berkata.
" Kak...sepertinya aku ingin melahirkan lagi..." ucap Siyue dengan wajah kaget.
"Apaa...melahirkan lagi...?Ya Dewa...kalau begitu ayo bersiap lagi..." ucap Ning Si.
Sebenarnya Siyue memang sudah curiga kalau Dia akan melahirkan anak kembar, saat pada bulan ketiga, Dia merasakan ada dua denyut Nadi yang lain, tapi dia tidak yakin, (habis di jaman itu tidak ada USG sichπ) . Dan Siyue pun kembali berusaha mengeluarkan bayi yang ingin segera melihat alam luar. Tak berapa lama terdengar kembali tangisan bayi dari dalam ruang kamar tidur Dewa Yang Xu .
"Lo kok aku mendengar suara dua tangisan bayi...?" ucap Dewi Bao Yu heran.
"Ayah...apakah hanya aku yang mendengar suara itu...?" tanya sang Istri.
"Aah...apakah Cucu kita kembar Yang Mulia...!" seru Dewi Bao Yu pelan.
"Mungkin juga Bunda..." ucap Dewa Yang Xi. Namun di saat ketegangan di antara mereka yang ada di luar kamar Dewa Yang Xi, tiba- tiba terdengar suara seseorang datang.
"Bunda...apakah Kakak ipar telah
kembali....!?" seru seorang hadis. Dan tak lama terlihat dua wanita masuk kedalam ruang keluarga yang ada di depan kamar Dewa Yang Xi dengan wajah bahagia.
Namun saat melihat sang Ayah telah duduk di sebelah sang Bunda, keduanya terkejut sekaligus bahagia.
"Ayah....Ayah sudah sembuh...!" seru Dewi Guanli sambil berlari kearah Dewa Yang Xi. Sedangkan Dewi Nay hanya bisa menutup mulutnya dan air mata mengalir di pipinya. Tak kama terdengar seruannya sambil berlari memeluk Dewa Yang Xi.
"Ayah...!" seru mereka berdua bersamaan . Terlihat kedua putri Dewa Widya itu menangis sambil memeluk sang Ayah. Sedangkan Dewa Kunlao yang memang tahu dan ikut mengantar Dewa Yang Si masuk kedalam ruang Teratai. Tersenyum melihat sang adik bahagia.
"Lalu kenapa kalian ada di luar...? Mana kakak Wiqya dan Kakak ipar...?" tanya Gunali yang telah melepas pelukannya.
"Ada di dalam.." ucap Dewa Yang Xi.
"Di dalam...? Maksud Ayah...?" tanya Dewi May bingung dan heran. Namun sebelum Dewa Yang Xi menjawab pertanyaan Dewi May, tiba- tiba pintu kamar terbuka. Dan dua tabib perempuan keluar sambil menggendong dua bayi dalam gendong Mereka . masing - masing membawa satu bayi .
"Tabib...." ucap Dewa Yang Xi yang tak bisa meneruskan ucapannya karena hatinya bahagia.
"Benar yang Mulia.. Cucu anda kembar..." ucap salah satu perawat.Terdengar seruan bahagia dari mereka yang ada di sana. Mereka segera melihat bayi tang ada di gendongan tabib.
"Boleh kami menggendong mereka...?" tanya Dewi Bao Yu dengan wajah lembut.
__ADS_1
"Tentu saja yang Mulia... Silahkan..." ucap tabib itu sambil tersenyum. Maka kedua bayi itu telah berpindah gendongan . Satu di tangan Dewa Bao Yu dan yang lain berada di dalam dekapan Putri Tang Yin . Terlihat sekali kebahagiaan di mata kedua orang tuan Dewa Wiqya dan Siyue .
"Apa jenis kelamin mereka...?" tanya Dewi Bao Yu
" Semua laki - laki Yang Mulia.." ucap si Tabib.
Setelah menjawab pertanyaan Dewi Bao Yu, mereka masuk kedalam ruangan lagi. Sedangkan mereka yang ada di kuar ruangan melihat pada kedua bayi yang terlihat sangat tampan. Kulit putih bagai giok, mata biru sebening air, bibir merah srmerah mawar . hidung mancung Seperti milik Siyue dan Dewa Wiqya.Dan saat bibir itu bergerak- gerak bagai minta *****, terlihat sangat lucu sekali. Mereka terlihat sangat mengemaskan . Tak berapa lama terlihat Ning Si Keluar dari ruangan bersama dua tabib tadi.
"Ning...bagaimana Siyue...?" tanya Sima Yuan pada Ning Si.
"Baik Paman. Paman bisa melihat dia sekarang..." ucap Ning Si dengan wajah gembira. kedua orang Tua Siyue dan Kedua orang Tua Dewa Wiqya segera masuk kedalam ruang kamar Dewa Yang Xi yang memang cukup lebar itu. Dan mereka bisa melihat Siyue yang berbaring dengan wajah masih Pucat.
"Sayang....!" seru Sima Yuan Sambil menghampiri Siyue .bersama sang Bunda. Begitu Sima Yuan Dan Istrinya ingin masuk kedalam, ruang kamar tidur Dewa Wiqya . Sedangkan bayi Siyue sudah berpindah tangan. Melihat Kedua orang Tua Siyue dan kedua orang tuanya masuk, Dewa Wiqya pamit keluar. dia ingin melihat kedua Putranya yang kini pasti bersama para sahabat Siyue dan Ketiga saudaranya.
"Sayang bagaimana keadaanmu sekarang.." ucap Putri Tang Yin sambil memeluk dan mencium kening Siyue .
" Baik Bunda... " jawab Siyue sambil tersenyum.
"Kau memang kadisku yang Kuat...." ucap Sima Yuan sambil ikut mencium kening Siyue dengan penuh kasih sayang.
"Trimakasih Ayah..." ucap Siyue sambil tersenyum.
"Kau tahu..Putramu sangat tampan sayang..." ucap Putri Tang Yin.
"Benar nak...kedua Putramu sangat tampan dan me gemaskan. Trimakasih sayang... trimakasih kau telah memberi kami hadiah istimewa saat Ayah baru sembuh dari koma, sekali lagi trimakasih sayang.." ucap Dewa Yang Xi sambil mengusap pelan kepala Siyue dengan penuh kasih sayang .
"Bunda sangat bahagia melihat Cucu Bunda nak.... Mereka tampan dan lucu. Bunda tidak menyangka kalau akan mendapatkan dua cucu yang sangat imut itu....trimakasih ya Sayang..." ucap Dewi Bao Yu sambil ganti mencium kening Siyue.
"Sama- sama Bunda ..." ucap Siyue. Mereka bergantian menjenguk Siyue . Setelah beberapa saat Di ruang kamar Dewa Yang Xi, Siyue meminta Sang Suami untuk di pindahkan ke kamar milik Dewa Wiqya. Karena Siyue berkata, kalau Dewa Yang Xi harus banyak beristirahat. Dewa Wiqya segera menggendong Siyue dan berjalan keluar menuju kamar tempat dia tinggal saat pulang ke Istana sang Ayah.
Kamar Dewa Widya memang berada di istana Sang Ayah, hingga membuat Dewa Widya tidak terlalu jauh berjalan menggendong Siyue. dan Ternyata kamar Dewa Widya terlihat cukup luas dan berkesan elegan , ciri khas kamar seorang pria.
"Kau sering Pulang Kemari Han...?" tanya Siyue.
"tidak juga... terakhir aku datang kemari saat datang bersamamu di saat Festival Bunga..." ucap Dewa Wiqya.
"Lo memangnya saat kau telah bersatu dengan separuh Jiwamu , kau tidak kembali kemari...?" tanya Siyue heran.
"Tidak...aku malah tidak kembali ke Nirwana sama sekali . aku kembali kemari bersamaan dengan dirimu saat kau menghadiri perayaan Festival Bunga ..." ucap Dewa Wiqya yang ikut tiduran di sebelah Siyue.
"Memangnya selama gua tahun lebih itu kau kemana..?" tanya Siyue heran.
"Mencari keberadaanmu...namun aku tidak bisa menemukan keberadaanmu...Selama dua tahun aku mencarimu, aku hampir putus asa, untunglah Saora bersamaku ... " jawab Dewa Wiqya dengan wajah tenang .
"Dia datang dengan .membawa berita tentang Festival bunga... dan pada saat itu, aku berharap semoga kau di undang dan kau mau datang...dan untungnya kau datang juga. ." ucap Dewa Wiqya .
Maaf udahan dulu ya...aku lanjut besok.
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
maaf jika ada typo atau salah ketik. ππ
Bersambung.
__ADS_1