
"Ya sudah Ye Xie ..kau tahu kan di mana Kamar tinggal Siyue....?" ucap Guru Yang Si pada Ye Xie.
"Saya guru...." jawab Ye Xie .
"Kalau begitu bawa Siyue beristirahat di ruangannya..." kata guru Yang Si .
"Baik guru...kami pergi..." ucap Ye Xie sambil mengajak Siyue pergi . Siyue berpamitan pada guru Yang Si dan guru Munsa .
"Oh ya Siyue...Setelah berbenah kau bisa datang kenari lagi ...ada sesuatu yang akan aku tunjukkan padamu...."kata guru Yang Si saat Siyue akan keluar .
"Baim Guru...." jawab Siyue . Lalu dia segera keluar dari ruang tinggal Guru Yang Si dan mengikuti Ye Xir berjalan di sekitar perguruan, Siyue bisa melihat betapa besarnya Sekte tapak Dewa. Ruang kelas para murid sudah tertata Rapi dan besar . Dan setiap kelas terlihat penuh dengan murid.
Siyue memperhatikan setiap apa yang ada di sekte tapak Dewa dan itu membuatnya semakin kagum . Ye Xie membawa Siyue terus melewati tempat tinggal murid yang lain. Sesekali mereka berpapasan dengan mutid lainnya. Dan mereka menatap Siyue penuh tanya . Dan akhirnya mereka melalui sebuah lahan dengan tanaman obat yang bermacam - macam . juga ada lahan yang di tanami sayuran
"Lahan obat ucap Siyue sambil melihat tempat itu .
"ini tanaman obat yang di miliki oleh perguruan..." ucap Ye Xie yang berada di depannya.
"Ye Xie...kenapa kau bisa tahu seluk beluk Sekte ini..dan mengenal guru Munsa...?" tanya Siyue .
"hamba dan kedua sahabat hamba adalah murid perguruan ini , bersama juga dengan yang Mulia Kaisar . juga guru Munsa tadi ..dia sahabat kami ...kami merupakan murid inti perguruan ini......" jawab Ye Xie.
"Jadi sebenarnya kalian itu bersahabat sejak dulu...?" tanya Siyue.
"Benar Putri..kami bersahabat sejak kami berguru di sekte ini. Dan pada tahun ke tiga kami bertemu dengan Raja yang saat itu merupakan putra Mahkota . namun Putra Mahkota merupakan murid satu-satunya Guru Yang Si. Karena kecerdasan Putra Mahkota membuat dia cepat melampaui kami. Dan membuat kami yang lebih tua darinya tertinggal jauh. Beberapa tahun kemudian, kami menjadi pengawal Putra Mahkota , dan sampai sekarang ini..." ucap Ye Xie bercerita . tampa terasa merekapun telah tiba di depan ruang sebuah kamar tinggal .(kalau di jaman modern mungkin kayak rumah kos-kosah) . Dan beberapa lagi pintunya tertutup rapat . yang menunjukkan kalau kamar-kamar itu tidak berpenghuni atau pemiliknya sedang keluar. . Siyue Dan Ye Xie berdiri pada kamar paling ujung.
"Kamar ini....?" tanya Siyue.
"Kamar tempat putri tinggal. Dan kamar sebelahnya dulu dan sampai sekarang tempat Raja , jika beliau berada di Sekte ini...." jawab Ye Xie .
"Memangnya Raja sering kemari...?" tanya Siyue.
"Setelah dari dunia bawah dulu. saat Putri menolong Raja, beliau baru tiga kali datang kemari untuk bertemu Guru Yang Si ..." kata Ye Xie menerangkan .
"Lalu kamar yang lain...?" tanya Siyue.
"Tempat kami saat mengikuti Raja datang kemari . dan paling ujung tempat Munsa tinggal. " kata Ye Xie menjelaskan . "
Apakah sampai sekarang guru Munsa tetap tinggal di sana...?" tanya Siyue.
" tentu saja Putri..." jawab Ye Xie.
"Hubungan kalian dekat Ya...?" tanya Siyue lagi.
"Seperti dengan Ye Mai dan Ye Gu Putri.. . kami bagai empat bersaudara . terkadang Dia juga mengikuti Kami saat kami bertugas..." kata Ye Xie.
"Lalu kamar ini ....?" tanya Siyue yang penasaran kenapa ada kamar yang sudah di siapkan .
"ini di buat saat Raja baru kembali fari alam bawah...." ucap Ye Xie .
"Ya sudah aku mau masuk dulu Ye Xie... sebentar lagi aku akan kembali menghadap guru... Kau istirahatlah...." kata Siyue .
"baik Putri..." jawab Ye Xie. Siyue segera masuk kedalam kamar tempat dia tinggal. Ternyata tempatnya cukup bersih dan rapi. Ada meja intuk belajar, ada almari untuk tempat baju. Ada meja dengan kaca besar berdiri di atasnya . Dan ada tempat tidur kecil seukuran satu orang , terlihat berada di dekat jendela. Siyue mendekati Jendela dan membukanya. Dan betapa terkejutnya Siyue. Ternyata dari jendela ini dia bisa melihat hutan dan gunung yang terlihat di kejauhan. Dan persis di belakang kamar terdapat sebuah padang luas sampai di kaki gunung . Siyue menatap keindahan itu dengan hati gembira. .namun dia segera sadar kalau dia harus segera berbenah . karena dia harus menghadap Guru Yang Si , mungkin untuk menerima pelajaran pertama dari beliau. Setelah selesai , dia Segera menemui Guru Yang Si. Dan ternyata saat bertemu dengan beliau, Siyue mendapatkan dua buku tentang ilmu pedang serta satu buku tentang ilmu pengobatan.
" Kau pealajari buku itu. Dalam satu minggu kau datang ke dekat gunung pada pagi hari. Aku akan melihat kekuatanmu dalam mempelajari ilmu pedang itu...dan soal buku pengobatan, kau bisa menpelajari buku itu perlahan saja. Karena Guru tahu kau lebih tahu tentang pengobatan dari pada guru. .." kata guru Yang Si sambil menatap muridnya dengan. Tersenyum.
"Guru...mana mungkin murid lebih tahu daripada guru. Kebetulan saja saat itu Siyue tahu soal Racun. Ada yang harus Siyue katakan pada guru..." Siyue terdiam.
"Apa itu...?" tanya guru.
"Mengenai mengapa Siyue tahu soal racun.... Sebebarnya semua itu Karena Siyue memiliki tumbuhan kontrak yang sangat beracun..." kata Siyue pelan .
"Kontrak dengan tumbuhan beracun...? kau memiliki kontrak dengan tumbuhan...?tumbuhan apa Siyue...?" tanya Guru Yang Si heran . sebab baru sekarang ada tumbuhan yang bisa melakukan kontrak dengan manusia. sebab jarang sekali kejadian itu terjadi .
"Tanaman Poison Ivy..." jawab Siyue .
"Apaaa...Poison Ivy si raja racun....?" kata Guru Yang Si dengan wajah kaget.
"Benar guru...." ucap Siyue tenang.
"Yue'er....jangan membuat guru kaget..jangan bercanda. Mana ada tumbuhan itu mau menjadi tumbuhan kontrak Manusia..." kata sang guru tak percaya. sebab tumbuhan itu adalah tumbuhan paling jahat dan sombong .
"Itu kenyataan Guru...baiklah akan murid tunjukkan pada guru. Tapi tolong jangan sampai guru menyentuh dia. Walaupun itu hanya bajunya... " ucap Siyue .
"Maksudmu....?" tanya sang guru tak mengerti .
"jangan menyentuh apapun dari dia Guru..." jawab Siyue.
"Ivy...keluarlah..." kata Siyue memanggil Ivy. Dan tak lama di depan guru Yang Si di sebelah Siyue terlihat seorang Pria tampan dan gagah berbaju hijau berdiri di sebelah Siyue , dengan manja dia memegang tangan Siyue.
"Yue'er...ada apa kau memanggilku...?" ucapnya.
"Jangan manja ...kau tidak sopan, ada guru di depan kita. Beri salam padanya..." kata Siyue lembut.
"Tapi Yue'er...." ucapnya manja ingin menolak memberi hormat pada guru Yang Si.
"Ivy...dia guruku..." ucap Siyue lembut.
"Baiklah aku mau karena dia gurumu..." ucap Ivy.
"Salam guru..." ucap pria tampan itu dengan memberi hormat walaupun terlihat oga-ogahan. Dan guru Yang Si tercengang melihat Poison Ivy.
Melihat itu , Siyue memanggil guru Yang Si dengan agak keras .
"Guru....!" ucap Siyue. Panggilan Siyue yang agak keras menyadarkan Guru yang Si.
"Aah...Siyue, inikah tumbuhan Poison Ivy yang terkenal kejam dan jahat itu...tapi kenapa dia terlihat baik..." kata Guru Yang Si dengan Wajah heran.
"Maaf guru.. Dia hanya baik saat bersama Siyue...." ucap Siyue sambil tersenyum.
"Benarkah .. ? Darimana kau mendapatkan tumbuhan ini Siyue.
__ADS_1
"Ivy kembalilah..." ucap Siyue.
"Baik Yue'er..." dia kembali menjadi kalung giok Siyue. Melihat bentuk Ivy yang sudah kembali menjadi kalung giok Siyue guru Yang Si menatap tak percaya .
"Jadi kalung itu. Kalung beracun nak...?" kata guru Yang Si lagi.
"Benar... Kalung ini beracun guru...jangan sampai bersentuhan dengannya. " kata Siyue .
"Jadi karena itulah kau kebal racun dan tahu orang yang terkena racun...?" tanya guru Yang Si lagi.
"Sebelumnya Siyue sudah ahli dalam racun. Tapi semakin Ivy bersama murid, murid semakin mengenal bermacam racun... Siyue mendapatkan Ivy saat perjalanan ke alam tengah..." kata Siyue.
"Ternyata banyak sekali keahlianmu nak... sekarang mulailah berlatih dengan benar. Aku akan selalu membimbingmu..." kata Guru Yang Si dengan menatap Siyue penuh kagum dan sayang.
"Trimakasih guru...Siyue akan melakukan. yang terbaik untuk menjadi murid guru.. Kalau begitu Siyue mohon diri guru..." ucap Siyue sambil memberi hormat.
"Pergilah.. Ingat satu munggu lagi guru tunggu kau di kaki gunung , Nanti ajak Ye Xie, dia tahu tempatnya...." ucap guru Yang Si.
"Baik guru .." jawab Siyue. Dia segera pergi meninggalkan tempat itu. Dia akan kembali ke kamar tempat tinggalnya. Ketika keluar dari rumah tinggal Guru Yang Si, Siyue melihat Ye Xie sudah menunggunya.
"Kau disini Ye Xie...?" tanya Siyue.
"Hamba melihat Anda pergi , jadi hamba mengikuti Putri..." ucap Ye Xie.
"Jangan memanggilku Putri Ye Si..." ucap Siyue mengingatkan
"Maaf tuan muda..." jawab Ye Xie.
"Kita cari makan Ye Xie...di Sekte ada rumah makan kan...?" tanya Siyue.
"Ada tuan Muda...mari kita kesana..." kata Ye Xie . Mereka segera berjalan mencari rumah makan. Ye Xie juga menunjukkan beberapa gedung yang Siyue ingin ketahui. Ternyata setiap bulan, mereka para murid mendapat jatah bulanan obat yang dapat mereka ambil di riang obat. Seperti apotik jaman modern. Atau bagi para murid yang menekuni ilmu pengobatan , tabib atau dokter, mereka bisa membeli bahan- bahan pil obat di toko obat.
Dan tanpa terasa mereka sampai juga di rumah makan yang ada di dalam area Sekte. Terlihat sekali kalau rumah makan itu sangat ramai penuh dengan para murid perguruan.
"Ye Xie..ramai sekali tempatnya...?" kata Siyue.
"Di sini tempat satu- satunya rumah makan yang ada di dalam Sekte tuan Muda... " jawab Ye Xie .
"Apa para murid tidak di perbolehkan makan di luar gerbang....?" tanya Siyue.
"Tidak... Kalau tidak ada keperluan , para murid tidak di perbolehkan keluar dari gerbang. Mereka di beri waktu satu hari dalam satu bulan untuk keluar dari gerbang.." kata Ye Xie.
Mereka berdua masuk kedalam rumah makan. Dan mereka menjadi pusat perhatian para murid yang sedang berada di dalam rumah makan. Maklum ketampanan kedua pria yang masuk kedalam ruangan itu. Tidak main- main, apalagi Siyue. Melihat wajah tampan Siyue. Para gadis mulai salah tingkah. Dan para Prianya terlihat penasaran dan juga ada tatapan iri.
"Ya ampun...tampan sekali kedua pria itu. Lihatlah wajah dati pria yang lebih muda. Imut menggemaskan . aku rasa aku belum pernah melihat wajah setampan itu...." ucap salah satu wanita cantik yang saat ini sedang duduk bersama beberapa temannya.
"Benar katamu. Tapi ada satu pria yang bisa mengalahkan dia...'" kata yang Lain.
"Siapa...?" tanya sang teman serempak.
" Yang Mulia Raja Chu Tian Ji..." jawab gadis itu tenang.
"Ya benar katamu... Benar sekali , hanya Raja Chu Tian Ji yang bisa mengalahkan Ketampanan pria itu..." kata gadis yang lain.
"Tuan muda ...carilah tempat duduk biar hamba yang memesan makanan..." kata Ye Xie pada Siyue.
" Baiklah.." jawab Siyue. Ye Xie segera berjalan meninggalkan Siyue yang sedang memperhatikan tempat duduk yang kosong . terlihat di pojokan ada meja yang masih kosong dengan empat tempat duduk. Dengan tersenyum lega Siyue berjalan kearah tempat itu. Namun tanpa dia sadari , saat dia tersenyum karena bahagia, banyak gadis yang terpesona dengan senyuman dia. Bukan hanya para gadis. Tapi banyak para pria yang tak berkedip menatap Siyue. Dengan tenang Siyue mulai duduk di dekat jendela. Tanpa Menghiraukan tatapan dan omongan para murid. Tak berapa lama Ye Xie datang setelah memesan makanan. Dia duduk di dekat Siyue.
"Ye Xie...apakah kau tidak perlu pergi membantu junjunganmu . Mungkin dia lebih membutuhkan pertolonganmu daripada aku..." kata Siyue pelan.
"Tidak Putri...jika aku kesana...aku akan mati..." ucapnya dengan wajah sungguh- sungguh.
"Kok bisa...memangnya medannya sulit...? atau apakah aku harus ikut kesana...?" tanya Siyue dengan wajah cemas. Bagai manapun juga pria itu adalah penguasa kerajaan ini. Jika terjadi sesuatu. Rakyat juga yang akan mendapatkan dampaknya.
"Bukan....bukan karena itu tuan muda...tapi karena aku meninggalkan dirimu sendiri di sini. Lihatlah mata mereka. Mereka bagai serigala melihat mangsa..." kata Ye Xie sambil menatap kearah ruang restoran itu di ikuti Siyue.
"Ck...bukankah aku sekarang tuan muda , bukan seorang gadis...." kata Siyue bingung.
"Anda menjadi gadis atau tuan muda sama saja. Lihatlah sebentar lagi pasti banyak para gadis yang akan datang menyapamu...." ucap Ye Xie. Dan benar saja. Baru saja mulut Ye Xie berhenti bicara . dua orang gadis cantik datang mendekati mereka berdua. Dan bisa kamu bayangkan wajah Ye Xie yang tampan tapi dinginnya persis kayak jujungannya .
Saat kedua gadis itu datang. Waah Coolnya minta ampun. Hingga membuat Siyue menahan tawa melihat tingkah Ye Xie.
"Hey...apa boleh aku duduk di sini...." ucap salah satu dari mereka. Dan Ye Xie segera mendekatkan kursinya kearah Siyue.
"Boleh...tapi Memangnya ada apa ya...?" tanya Siyue.
"Boleh kami berkenalan dan duduk bersama kalian ...?" ucapnya lembut.
"Tidak....tidak boleh...kami ingin makan sendiri. Jika kalian tidak ada kepentingan lain, silahkan pergi..." ucap Ye Xie datar. Terlihat kekecewaan di mata mereka.
"Maaf sahabatku sedang tidak enak badan, jadi aku minta kalian tinggalkan kami..." ucap Siyue dengan lembut.
"Aah...baiklah terimakasih, maaf aku mengganggu. Namaku Cunya dan dia meila...." ucap gadis itu.
"Aku Siyue Ucap Siyue sambil tersenyum tipis. Dan dengan bahagia mereka pergi dari tempat itu. Benar saja kata Ye Xie. Tidak hanya satu atau dua orang saja yang datang . hingga Siyue kesulitan untuk menikmati makanannya.
Dan akhirnya mereka pergi setelah makan separuh makanan mereka. Melihat kejadian itu, Siyue berniat akan membuat makanan mereka sendiri di ruang Teratai.
Ketika sampai di kamar tinggal mereka. Siyue memberikan buah pir dan apel pada Ye Xie.
"Makanlah buah ini.. Aku tahu kau tadi belum kenyang. Nanti malam kita makan di kamar saja. Agar tidak di ganggu mereka ..." kata Siyue sambil tertawa.
"Tuan muda...darimana buah ini...?" kata Ye Xie. sebab setahu dia , mereka tadi tidak membrli buah. Dan buah ini terlihat sangat segar .
"Aku memiliki beberapa buah di cincin ruangku..." kata Siyue .
"Maaf Ye Xie...aku berbohong padamu. Belum waktunya kau tahu ruang Terataiku " ucap Siyue dalam hati .
"Trimakasih tuan muda..."jawab Ye Xie.
"Sekarang kau beristirahatlah....tolong jangan ada yang menggangguku. Aku akan mempelajari buku ini. Aku masuk Ye Xie...." kata Siyue sambil membuka pintu.
__ADS_1
"Baik tuan muda. Tidak akan ku biarkan seorangpun mengganggu tuan Muda..." kata Ye Xie.
"Baiklah aku masuk, sekali lagi jangan biarkan orang mengganggu..." kata Siyue.
"Baik tuan Muda..." jawab Ye Xie. Setelah menutup pintu, Siyue segera masuk kedalam ruang teratai. Sampai di sana ternyata para hewan Kontraknya sudah menunggu kedatangannya. Memang tadi pagi Siyue melarang mereka ikut keluar. Dan saat inilah mereka terlihat duduk bersama Siyue di bawah pohon Roh.
"Kau membawa apa Yue'er...? Tanya Tiger.
"Buku tentang ilmu pedang. Dan buku kedokteran yang di beri guru Yang Si ..." jawab Siyue.
Dia menaruh buku diatas rumput. Dua buku tentang ilmu pedang dia ambil satu. Dan dia mulai membacanya.
" Ilmu pedang dua nyawa...?apa maksudnya ini...?" tanya Siyue. Tiger dan Feng Qui serta Xiao Tu ikut membaca. Setelah lama membaca , tiba - tiba Feng Qui berseru.
"Aah...aku tahu...itu ilmu pedang berpasangan ...." kata Feng Qui dengan yakin.
"Kau yakin Qui...?" tanya Siyue .
"Aku yakin sekali Yue'er..lihatlah di setiap gerakan langkahnya. Ini menunjukan kalau ilmu pedang ini berpasangan. Tapi juga bisa di pakai sendiri. Cuma, mungkin jika berpasangan lebih baik lagi..." ucap Feng Qui.
"Lebih baik aku mencoba melatihnya lebih dahulu..dan aku lihat gerakan pedang ini dasarnya hampir sama dengan gerakan ilmu pedang Phoenix hingga mudah untuk di hafal. ." kata Siyue. Dan dia mulai bersiap untuk berlatih. Karena tidak ingin merusak tamannya, Siyue memilih berlatih di tempat yang biasa dia gunakan untuk berlatih pedang ataupun cambuk Sinar . Tak berapa lama terlihat Dia mulai melakukan pelatihan. dengan menggunakan pedang langit. Pada awalnya Siyue membaca dan kemudian berlatih gerakan yang ada di dalam buku. Itu doa lakukan terus menerus . lama- kelamaan terlihat dia mulai melakukan gerakan tanpa melihat buku lagi. Hingga akhirnya gerakan tangan yang semula pelan, lama- kelamaan bertambah cepat. Dan akhirnya hanya terlihat cahaya merah dari pedang dan warna baju Siyue yang hijau yang terlihat bergerak dengan cepat di udara . melihat semua itu para sahabat hewan kontrak Siyue tersenyum senang.
"Dasar gadis cerdas dan jenius . Baru sekarang aku memiliki master kontrak seperti dia..." kata Feng Qui sambil menatap Siyue.
"Benar sekali Feng. Aku fikir master ruang Teratai sebelum Siyue, adalah master paling jenius yang aku temui. Namun ternyata gadis Yueyue lebih pintar dari dia..." kata Xiao Tu.
"Memangnya dulu master pemilik Ruang teratai ini ,seorang gadis juga." kata Tiger .
"Bukan...dia seorang laki-laki. Karena itu Dia tidak memiliki darah Phoenix sejati.." jawab Xiao Tu.
"Maksudnya...?" tanya Feng Qui .
" Dia hanya bisa memiliki ruang Teratai ini . tapi tidak bisa menambah kekuatan ruang teratai. Dulu tidak ada hutan dan padang luas itu. Juga sungai pelangi . hanya ada kebun buah dan gunung salju tempat Xiao Hua tinggal serta Istana dan taman. Air jiwa tidak ada, hanya ada air suci dan pohon Roh .." jawab Xiao Tu .
"Benar...dan tidak sebesar dan sedingin sekarang. Lagian sungai pelangi membuat tanaman Teratai putih atau lotus milikku tidak sesubur sekarang. Oh ya..kalian juga melihat kalau di dalam sungai pelangi ada ikan pelangi kan...?kau tahu manfaat ikan pelangi...?" tanya Xiao Hua .
"Tidak...Memangnya apa manfaatnya. ...?" tanya Tiger.
"Ada...bisa membersihkan atau memurnikan darah. Hingga seseorang yang memakan ikan itu dalam keadaan sakit. Dia seperti meminum pil Ramuan..." jawab Xiao Hua.
"Hey...kenapa kau tidak menceritakan ini...?" kata Xiao Tu yang juga baru tahu. Sebab Sungai pelangi baru ada saat ruang teratai di miliki Siyue.
" Aku juga baru menelitinya" kata Xiao Hua.
"Apa yang baru kau teliti Hua..?" tanya Siyue.
Yang sudah berdiri di antara hewan kontraknya .
"Aah...kau sudah selesai Yue'er..." kata Xiao Hua. Sedangkan Feng Qui segera memberi Siyue air suci yang dia bawa.
"Trimakasih Qui..." kata Siyue sambil meminum air suci pemberian Feng Qui
"Sama- sama...." jawab Feng Qui .
Xiao Hua lalu menceritakan penelitiannya. Dan itu membuat Siyue kaget.
"Apa benar Hua...waaah...kalau begitu kita coba saat seseorang sakit dong..." kata Siyue gembira .
"Benar...tapi kita harus melindingi kehidupan mereka juga..." kata Xiao Tu.
"Jangan khawatir Hua...itu pasti...." ucap Siyue sambil menepuk pelan pria yang kini beranjak dewasa itu.
"Kau sudah selesai Yue'er...?" tanya Tiger.
"Sepertinya hari sudah malam di dunia nyata. Sayup aku mendengar Ye Xie memanggilku.." jawab Siyue.
"Ya sudah aku pergi dulu , setelah selesai dengan Ye Xie , aku akan kembali berlatih..." kata Siyue.
"Bersihkan dulu mukamu dengan ini Yue'er..." kata Tiger sambil memberikan kain putih kepada Siyue.
"Trimakasih sahabat-sahabat ku aku pergi..." ucap Siyue.
Tak lama dia menghilang dari ruang Teratai. Ketika kembali ke kamarnya , Siyue mendengar ketukan di daun pintu kamarnya. Setelah mengusap peluh di keningnya , Siyue segera membuka pintu kamarnya . terlihat Ye Xie dan guru Munsa berdiri di depan pintu dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Tuan Muda... Hamba tadi makan bersama guru Munsa dan hamba membawakan ini untuk anda..." kata Ye Xie.
"Waah...kebetulan sekali Ye Xie, aku dalam keadaan lapar sekarang ...." ucap Siyue sambil menerima makanan itu dari tangan Siyue.
"Kalau begitu hamba kembali kekamar tuan muda..." kata Ye Xie setelah barang yang dia bawa berada di tangan Siyue .
"Lo uang makanan....!" kata Siyue.
"Yang Mulia Raja telah memberi Ye Xie bekal yang Mulia..." kata Ye Xie. Mendengar ucapan Ye Xie , Siyue tertegun sejenak. Tak lama dia berkata.
"Trimakasih Ye Xie..." kata Siyue.
" Sama-sama tuan muda..." jawab Ye Xie . Dia segera pergi dari kamar Siyue. Setelah melihat kepergian Ye Xie , Siyue menutup pintu dengan hati yang menghangat.
"Raja Mesum...kau terlalu baik....apakah begitu juga pada gadis lain...?" kata Siyue . terlihat senyum kecil di bibirnya.
Dia segera menyantap makana itu .setelah selesai dia kembali ke Ruang Teratai. Dan dia kembali berlatih. Begitulah hari-hari Siyue lalui . dan dengan setia Ye Xie membelikan makan untuk Siyue. Dan Terkadang Siyue memberi makanan dan buah untuk Ye Xie dan guru Munsa.
Tak terasa satu minggu berlalu dengan cepat. Dan hari ini janji Siyue denga. guru Yang Si telah tiba. Pagi sekali Siyue telah bersiap-siap. Setelah berbena dia berangkat ke kaki bukit yang terlihat dari kamar tinggalnya bersama Ye Xie . Mereka berlari dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Dalam waktu sepembakaran dupa, mereka telah tiba di kaki bukit . Ye Xie membawa Siyue ketempat Guru Yang Si. Ketika sampai di sana, terlihat guru Yang Si sudah duduk sambil bermeditasi. Merasakan kehadiran orang lain, guru Yang Si membuka matanya.
"Kau sudah datang Siyue ..." kata guru Yang Si dengan lembut .
"Benar guru..." jawab Siyue .
"Apakah kau sudah siap...?" tanya guru Yang Si .
"Siap Guru...." jawab Siyue sambil mengeluarkan pedang Tianfang (pedang langit ) dari cincin ruangnya.
__ADS_1
Maaf...ceritanya sampai di sini dulu ya...aku lanjut besok lagi. Jangan bosan , dan harus bersabar ya....Saranghaeyo untuk kalian semua. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu selalu . maaf kalau ada typo lagi ya.🙏
Bersambung .