DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
DUA ANAK NAGA


__ADS_3

Dan saat telur berada di tangan Siyue dan Chu Tian Ji. Tiba- tiba telur itu pecah secara bersama-sama.. Dan di dalam masing - masing telur terlihat naga Kecil menggeliat lembut di tangan Siyue dan Raja Chu Tian Ji . Terlihat Naga kecil itu sangat lucu dan imut .


"Siyue, Yang Mulia...lebih baik segera teteskan darah kalian pada mereka, sebab orang Tua mereka telah menyerahkan naga itu pada kalian berdua . Karena hamba merasakan kekuatan jahat yang membahayakan mereka berdua sedang mendekat kemari..." Kata Feng Qui yang berada bersama mereka. Dengan cepat Siyue dan Raja Cu Tian Ji segera melukai jarinya sedikit dan meneteskan darah di kepala Naga Kecil di tangan mereka. Dan saat darah menetes membasahi kepala naga. Terlihat cahaya terang memancar dari tetes darah mereka dan membukus keduanya dalam cahaya yang terpancar dari darah yang menetes di kepala Naga. Semakin lama cahaya semakin besar membungkus Siyue dab Chu Tian Ji. Dengan kedua naga kecil itu. Beberapa saat kemudian, Cahaya itupun hilang. Siyue melihat naga yang ada di tangannya kini telah berubah lebih besar dari awal dia lahir.


"Yang Mulia, Siyue...ayo kita kembali..." ucap Phoenix setelah melihat mereka berdua mengikat kontrak. "Baik....ayo Yue'er...ucap Raja Chu Tian Ji sambil membawa Siyue nelompat ke punggung Phoenix . Mereka segera terbang kembali ke kapal . Sesampainya di kapal Raja segera memerintahkan kapal segera berjalan kembali . Dengan kecepatan penuh, kapal melaju menembus lautan Sunyi. Setelah kepergian kapal kerajaan Darga. Beberapa saat kemudian datang sekelompok orang yang terdiri dari tigapuluh orang lebih , badan kekar dengan pakaian hitam datang ketempat itu. Mereka mengendarai kapal teleportasi. Yang cukup besar. Namun keindahan kapal itu kalah dengan kapal milik Raja Darga


Terlihat wajah bengis mereka saat melihat daerah itu. Dan saat mereka melihat bangkai ular hitam itu , terlihat salah satu pria terlihat marah , wajahnya yang memerah karena marah.


"Bedebah...siapa yang telah membunuh ular kesayanganku ini . dan di mana Naga putih itu...!" teriak marah salah satu dari mereka. Pria dengan badan besar dan wajah garang menakutkan . sepertinya dua adalah pimpinan gerombolan itu .


"Melihat luka di tubuh ular hitam, sepertinya dia berkelahi dengan Naga Kak...dan lihat ini... Bukankah ini luka bekas cakaran....!" seru salah satu pria sangar itu sambil menunjuk luka di badan bangkai ular hitam.


"Tapi luka di leher ini adalah luka sebuah pedang...!" seru pria pertama.


"Mungkin ada seseorang yang telah menolong Naga itu kak..dan aku merasakan kalau Naga itu telah lahir..." ucap Pria itu lagi.


"Apaaa...kahir...?tidak...itu tidak mungkin... guru berkata kalau Naga itu akan menetas masih dalam waktu lama " seru pria pertama tak percaya dengan wajah kaget.


"Tapi aky merasakan energi kecil milik mereka.." ucap pria yang ternyata memiliki kemampuan. mengetahui sesuatu .


"jadi mereka telah menetas...?" kata pria pertama.


"Benar Kak...aku merasakan Naga itu telah lahir. Tapi aku tidak bisa merasakan keberadaannya lagi..." ucap Pria kedua.


"Bedebah....siapa yang telah mengambil naga itu dari tangan kita....!" teriaknya semakin


marah.


"Apa yang akan kita katakan pada Yang Mulia...! Selama ini beliau sudah menunggu lama kelahiran Naga ini " ucap pria itu dengan wajah takut.


"Kita katakan seadanya. Apapun yang kita dapatkan,, sudah menjadi resiko kita ..." ucap Pria itu pasrah.


"Pasti guru kecewa pada kita...." ucap Pria kedua.


"Apa boleh buat....kita telah kehilangan mereka, dan kita tidak tahu arah mana yang mereka tempuh...." ucap pria pertama .


"Lalu bagaimana dengan bangkai ular milikmu ini...?" kata pria kedua.


"Kita bakar ..."ucapnya dan dari tanganya dia mengeluarkan Api yang langsung membakar ular yang mengambang di permukaan air laut.


Seketika api melanggar bangkai ular hingga berubah debu hitam yang mengambang di air . Namun tanpa mereka sadari, di balik sebuah awan, seekor burung kuning memperhatikan dan mendengar kan percakapan mereka. Setelah puas melihat dan mendengar, burung itu terbang menjauh dari tempat itu tanpa di ketahui oleh mereka. Namun pria kedua merasakan pergerakan kecil dari atas awan. Saat dia menatap ke awan bekas Feng Qui bersembunyi. Dia tak melihat apapun , hanya ada awan putih di langit. Dia masih tak percaya. Dia menyerang awan hingga awan terpecah . namun pria itu tak melihat apapun di sana. Dia hanya melihat awan yang musnah dan hanya kekosongan yang ada .


"Ada apa Ro..." ucap pria pertama.


" Tidak Kak...hanya aku merasa ada sesuatu tadi di sana...." kata pria yang di panggil Ro .


"Itu hanya perasaanmu saja Ro...buktinya tidak ada apa - apa di sana..." uca pria pertama.


"Lalu apa yang akan kita lakukan Kak...?" ucap Pria itu.


"Kita kembali dan melaporkan semua ini pada guru dan Yang Mulia..." ucap Pria itu lagi.


"Kalau begitu kita kembali kak..." kata pria yang bernama Ro. Mereka segera pergi dari tempat itu . Sedangkan Siyue sendiri kini sedang bersama para guru dan sang Raja serta Kakek Kaisar. Mereka menanyakan aoa yang terjadi tadi . dan cahaya cerah memabcar dari tubu Siyue dan Raja Chu Tian Ji.


"Kenapa kalian tadi di kelilingi cahaya... sepertinya kalian mendapatkan hewan kontrak....?" tanya guru Wang.


"Benar guru...kami mendapatkan sepasang hewan kontrak..." kata Raja dengan senang.


"Sepasang....?maksud yang Mulia...?" tanya guru Yang Si tak mengerti .


Siyue dan Raja Chu Tian Ji mengeluarkan Naga kecil dari lengan baju mereka. Naga itu terlihat sangat imut berada di tangan Raja dan Siyue .


"Anak Naga...!" seru ketiga orang tua itu hampir bersamaan.


"Kalian mendapatkan sepasang anak Naga...?" tanya Kakek Kaisar dengan wajah kaget. Dan anak naga yang ada di tangan mereka berdua masih kecil sudah tumbu tanduk kecil . dan di atas masing -masing kepala Naga, terlihat memiliki permata yang berada di tengah- tengah antara mata mereka. Permata itu terlihat bersinar merah sangat terang.


"I...ini...ini anak Naga yang tadi bertarung dengan ular hitam kan...?" kata guru Wang gagah .


"Benar guru..." jawab Raja pelan.


"Apa kalian merebut mereka dari orang tua mereka....?" tanya sang Kakek.


"Tidak kakek...ibu mereka sendiri yang memberikan padaku sebelum dia pergi. Dan dia memang sudah lama menunggu Siyue untuk memberikan telurnya pada Siyue. Malah dia sudah memberikan mana yang Punya Siyue dan Mana Punya Yang Mulia Raja..." kata Siyue dengan tenang.


"Menunggumu....?" ucap mereka bersamaan.


"Hmm (angguk Siyue) dan sang ibu berkelahi dengan ular hitam itu karena ular itu akan merebut telur dari sang Naga..." kata Siyue lagi.


"Ya ampuun beruntung sekali kalian. ini...!" seru Kakek Kaisar .


"Boleh Kakek Melihat Naga itu Yue'er...?" tanya Sang Kakek.

__ADS_1


"Boleh Kek..."jawab Siyue sambil mengulurkan Naga yang asa di telapak tangannya . Namun saat tangan Kakek Kaisar terulur hendak menegangnya , terdengar geraman tak suka dari si Naga kecil.


"Waaaa.... Teryata dia tak suka di dekati oleh orang lain. Dan lihat, Di tangan Siyue malah dia asyik tidur dengan tenang...coba Yang Mulia...kakek ingin memegang Naga milikmu, apakah dia sama seperti milik Siyue..." ucap sang Kakek. Raja Chu Tian Ji mendekati Kaisar tua dan memberikan Naga yang ada di tangannya . Namun seperti milik Siyue. Naga itu menggeram marah saat tangan Kakek hampir menyentuhnya.


"Ha ha ha...ternyata mereka sepasang Naga yang ganas. Mereka tak ingin di sentuh orang laun selain sang pemilik..." ucap sang Kakek. Guru Yang Si dan guru Wang hanya bisa menatap kedua pemilik Naga itu dengan penuh kekaguman .


"Anda beruntung sekali memiliki hewan Kontrak seperti Naga itu yang Mulia... Naga putih itu hanya bisa memiliki keturunan setekah mencapai ribuan tahun. Dan sekarang mereka memiliki sepasang keturunan yang di serahkan pada kalian berdua. Kalian memang sangat pantas berjodoh dengan naga itu...." kata guru Yang Si dengan bangga.


" Mungkun sudah takdir kami memang harus bersatu , hingga Naga pun merestui hubungan kami, hingga dia memberikan keturunan mereka pada Kami..." ucap sang Raja dengan penuh bangga dan bahagia . Siyue sendiri hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan sang Raja.


" Yue'er...kalau bisa keluarlah... aku ada berita untuk kalian...." ucap Feng Qui dalam fikiran Siyue. Mendengar ucapan Feng Qui , Siyue kaget. dia segera mengajak Raja keluar .


"Yang Mulia kita keluar sebentar, Kakek , Guru...ijinkan murid keluar sebentar.." kata Siyue.


Mendengar ucapan Siyue, Raja Chu Tian Ji tahu ada sesuatu yang ingin di bicarakan. "


"Benar Kakek...ijinkan Chu Tian Keluar bersama Siyue..." ucapnya .


"kalian mau kemana..?" tanya Kakek lagi.


"Ada sesuatu yang harus kami bicarakan Kek..." ucap Raja pada sang Kakek .


"Baik... kalau begitu kalian pergilah . biarkan kami bertiga berbincang - bidang Dulu..." ucap Kakek Kaisar.


"Trimakasih Kek...kami keluar dulu..." pamit mereka berdua .


.Raja dan Siyue akhirnya pergi keluar bersama dari kamar Kake Kaisar .


Setelah mereka keluar ruangan , seekor burung kecik kuning hinggap di bahu kiri Siyue


"Ada apa Qui....?" tanya Siyue setelah mereka berada di kamar tempat Siyue tidur. Kamar milik Siyue bersebelahan dengan kamar Raja Chu Tian Ji .


"Ada kabar untukmu , Yang harus kalian ketahui. ...?" ucap Feng Qui


"Tunggu Yue'er.. burung ini...?" tanya Raja dengan wajah heran.


"Dia Feng Qui , Phoenix yang tadi membawa kita di lautan..." jawab Siyue.


"Dia burung tadi...?" tanya Raja tak percaya.


"Ck.. Dia bisa lebih kecil dari ini Tian'ge..." ucap Siyue. Terlihat wajah sang Raja menatap Siyue dengan tatapan sulit di gambaran.


"Ada apa....?" tanya Siyue lagi.


"Ada beberapa ...Memangnya kenapa Tian'ge...." jawab Siyue.


"Boleh aku tahu....?" ucap Raja penasaran.


"Kau nanti pasti akan tahu..." jawab Siyue.


" Aku ingin mengenal mereka dan kau juga harus tahu mahluk kontrakku. . " ucap Raja . "


"Baik... Tapi jangan sekarang, saat ini bukan waktunya.." ucap Siyue.


"Baik...lalu ada kabar apa yang dia bawa ...?" tanya Raja .


"Katakan Qui..." ucap Siyue .


"Ternyata yang memiliki ular hitam itu adalah Kepala prajurit kerajaan Iblis. Mereka sengaja mencari keberadaan dua naga kembar itu..." ucap Feng Qui.


"Berapa orang tadi. .." tanya Siyue.


"Lebih dari tiga puluh orang..." jawab Feng Qui.


"Jumlah yang tak seimbang, untunglah kita segera pergi..." kata Raja Chu Tian Ji.


"Benar...mereka Rata-rata berada di alam puncak dan Alam Roh . dan satu ada di Alam Roh akhir...walaupun aku tahu ada Yang Mulia Raja Chu Tian Ji , ketiga guru namun masih ada Kakek Kaisar yang sakit dan sedang membutuhkab perawatan pemulian kesehatannya . yang membuat hamba harus meminta yang Mulia bersama Siyue menghindar dari mereka. Hamba fikir belum saatnya Siyue bertemu dengan mereka..." kata Feng Qui.


"Aku mengerti tindakanmu , dan aku mengucapkan terimakasih. Ternyata Mahluk kontrak calon istriku berfikir bijaksana .... " ucap Raja Chu Tian Ji memuji .


"Trimakasih yang Mulia..." jawab Feng Qui.


"Tunggu Qui, Tian'ge...siapa Prajurid iblis itu , Dan darimana mereka...?" tanya Siyue.


" Mereka adalah Prajurid kerajaan Iblis. Dan kau pasti akan bertemu dengan mereka suatu saat nanti Yueyue...." tiba- tiba terdengar suara Xiao Tu yang baru keluar dari ruang Teratai. setelah beberapa waktu tidak pernah keluar . karena dia menjaga keluarga Siyue dan para sahabatnya . kini dia sudah berada di pundak Siyue bersama Tiger yang tidur tenang di pundak Siyue.


"Xiao Tu... Kau keluar...?" tanya Siyue .


"Aku mendengar suara Feng Qui yang menyenut prajurit Kerajaan Iblis... Ada apa dengan mereka Feng....?" ucap Xiau Tu .


"Mereka muncul di tangah lautan mati ini.." jawab Feng Qui.

__ADS_1


"Yue'er...hewan apa ini...? Sepertinya aku pernah melihatnya. ..."Tanya Raja pada Siyue. .


"Tentu saja Tian'ge... Bukankah dulu kau sudah pernah bertemu saat berada di jurang hutan Roh..." kata Siyue .


" Oo...Dia Mahluk yang selalu bersamamu...? Tapi dia tidak sekecil ini..?" kata Raja Chu Tian Ji lagi .


"Dia bisa sekecil yang kita harapkan, seperti juga ketiga hewan Rohku ini.." jawab Siyue .


"Tunggu Yueyue....kenapa aku mencium bau Naga Nagin....? Apakah dia berada di sini...?" tanya Xiao Tu sambil. mengenduskan hidungnya membau udara. dia mencium udara kanan kiri . Dan saat sampai di lengan Siyue , Xiao Tu berhenti


". Yue...kau bau Nagin !" serunya .


"Nagin Siapa...?" tanya Siyue heran.


"Naga putih..." jawab Xiao Tu.


"Kau mengenal dia Tu...?" tanya Siyue .


"Dia sahabatku..." ucap Siyue . terlibat wajahnya mulai cemas.


"Kami memiliki keturunannya...." ucap Raja Chu Tian Ji .


"Maksud yang mulia...?" ucapnya semakin cemas. Dan akhirnya Siyue menceritakan pertemuan mereka dengan Naga putih yang bertarung dengan seekor ular hitam besar. Dia terluka sangat parah. Karena ular itu akan mengambil telur miliknya.


"Dia berkata kalau dia menungguku Tu... apakah dia tahu tentangku..?" kata Siyue heran.


"Dia bukan menunggumu Yue... Tapi menunggu pemilik darah Phoenix, dan kebetulan kaulah pemilik asli darah Phoenix . Dia menginginkan putranya menjadi mahluk kontrak pemilik darah Phoenix..." kata Xiao Tu .


.


"Apaaa...Yue'er pemilik darah Phoenix....!" seru Raja Tian Ji dengan wajah kaget.


"Yang Mulia...kau mengatakan kalau kau kekasih Siyue, tetapi kau tidak tahu kalau kekasihmu adalah pemilik darah Phoenix...!" seru Xiao Tu dengan wajah kesal.


"Ya Dewa....Ternyata Siyue pemilik darah Phoenix yang Asli... Lalu Lin Yun Itu....?" tanya Raja Chu Tian Ji lagi.


"Apakah kau melihat tanda seorang gadis berdarah Phoenix ada padanya...?" tanya Xiao Tu dengan nada kesal.


"Tidak...!" ucap Raja dengan cepat.


"Nah itu anda sudah tahu... " jawab Xiao Tu lagi.


"Yue'er...apa benar yang dikatakan Mahluk kontrak mu...?" kata Raja pada Siyue ..


"Karena dia bukan mahluk kontrak, tapi mahluk milik manusia yang memiliki darah Phoenix...." jawab Siyue.


"Yang Mulia...dia Kelinci darah yang merupakan Mahluk surgawi. Dia pengikut manusia yang memiliki darah Phoenix..." ucap Feng Qui yang kini sudah berkumpul dengan kedua temannya di bahu Siyue. Raja hanya bisa tertegun mendengar ucapan mereka.


"Yueyue...aku boleh melihat anak dari sahabatku...?" ucapnya memohon.


"Mereka ada dua hewan Xiao Tu..." ucap Siyue.


"Dua...?" ucap Xiao Ti dengan wajah kaget.


"Benar mereka ada dua. Naga Nagin memberikan satu padaku dan satu lagi pada Tian'ge..." jawab Siyue.


Mendengar ucapan Siyue, Xiao Tu kaget.


"Aah...Yueyue.. Ayo..aku ingin melihat dua Anak Nagin...!" seru Xiao Tu. Akhirnya Siyue menunjukkan Naga yang ada padanya. Dan Raja Tian Ji juga menunjukkan Naga yang ada pada dia.


"Aah...lucu sekali mereka...ucap Xiao Tu dengan wajah gemas. Dan anehnya dua binatang itu terlihat sangat senang pada Xiao Tu. Setelah melihat dan memegang Dua Naga itu , Xiao Tu berkata.


"Siyue...biarkan mereka bersamaku. Tidak baik mereka berada di luaran seperti ini. Banyak manusia yang ingin memiliki Mereka ..." ucap Xiao Tu


. "Kalau aku memang ingin menitipkan mereka padamu Tu...tapi yang Mulia belum tentu setuju miliknya kau bawa..." kata Siyue.


"Aku juga setuju Xiao Tu menbawanya. Memang benar kata dia. keselamatannya lebih baik jika Naga itu bersama Xiao Tu..." kara Rajin Chu Tian Ji ramah. "Kalau begitu aku akan membawa mereka sekarang..." ucap Xiao Tu.


Tak lama Siyue menghilang bersama kedua anak naga tersebut. . Melihat kejadian itu terlihat kekagetan di wajah Raja ChubTian Ji.


"Mereka kemana Yue'er...?" tanya Dia.


"Mereka berada di tempat aman Tian'ge...kay percaya padaku kan...?" ucap Siyue.


"Pasti Sayang...apapun yang kau lakukan aku selalu percaya padamu..." jawab Raja Chu Tuan Ji.


"Suatu saatbkay akan tahu, tapu bukan sekarang...." kata Siyue lagi. mendengar ucapan itu, Raja Tian Ji bahagia. karena itu menunjukkan kalau Siyue mulai mempercayainya .


udahan dulu ya...aku sambung besok.


jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu . Maaf kalau masih ada typo nya

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2