
"Aaah... sudah kuduga. sejak aku bertemu dengan Siyue. Aku curiga dia Putrimu. Dan ternyata benar dugaanku. Lalu Siapa Lin Yun itu...dan Kau pergi kemana selama dua puluh tahun lebih tidak Ada kabar beritanya. Aku hanya mendengar Kau sudah menikah..." tanya Kakek Kaisar lagi.
"Ceritanya panjang yang Mulia.." Jawab Sima Yuan.
"Ayah ,Kakek Kaisar ceritanya nanti dulu ya...Kakek baru sembuh sekarang Harus keluar dari bak mandi dan mengganti bajunya yang basah .." Ucap Siyue sambil tersenyum melihat antusias Ayah dan Kakek Kaisar saat baru bertemu .
"Maaf yang Mulia.... Hamba sampai lupa di mana saat ini anda berada , kita lanjut ceritanya nanti saja..." Kata Sima Yuan sambil tertawa pelan. Begitu juga dengan Kakek Kaisar .
"Tidak masalah Sima Yuan....aku juga yang salah. aku terlalu bahagia melihatmu,.. untuk dokterku tidak marah... Ya sudah kalian pergi dulu. Aku akan mengganti bajuku dulu..." Kata Kakek Kaisar tua sambil Tertawa bahagia .
"Putri biarkan hamba yang menemani Kakek ganti baju. ..." Ucap Tongsa dengan hornat pada Siyue .
"Baiklah dan ini baju yang bisa kakek pakai sekarang...maaf Kek Siyue tidak membawakan baju Kakek dari kamar Kakek . tapi jangan khawatir Kek., itu baju Baru Kok... Maksud Siyue baju itu belum pernah di pakai sama sekali . Maaf Kek..." Ucap Siyue. Sebab berani sekali dia memberi baju lama untuk seorang Kaisar.
"Tidak masalah Yue'er...ini sudah bags kok... tapi tunggu...Siyue Siapa mereka...? apa mereka hewan lontrakmu juga...lalu kenapa mereka memanggilmu Putri, setahuku hewan kontrakmu memanggil nama Padamu..?" Ucap Kaisar Tua.
"Kata mereka sendiri, mereka adalah hewan penjaga atau pengawal Gadis Phoenix...hanya gadis Phoenik yang memiliki mereka...." kata Siyue.
"Hewan Pengawal....memangnya mereka hewan apa saja Yue'er...?" tanya Sima Yuan .
"Naga Salju, Kelinci Darah dan Dia Beruang Salju. Serta tiga terati . Yang ada di sini Teratai Putih sedang merah dan hitam di curi orang Ayah...entah aku bisa menemukan mereka atau tidak..." jawab Siyue .
"A...apaa....penjagamu sebanyak itu...?" tanya Sima Yuan kaget.
"Dia juga memiliki hewan kontrak lain Ayah..." kata Raja sambil tersenyum bangga .
"Maksud yang Mulia...?" tanya Sima Yuan kebingungan .
"Yang di sebutkan Yue'er tadi hewan penjaganya. Sedangkan hewan kontraknya ada banyak Ayah..." ucap Raja menjelaskan .
"Apa benar Yue'er...?" tanya Sima Yuan oada sang Putri.
"Maaf...yang dibkatakan Yang Mulia Raja memang benar Ayah....Masih ada lima hewan kontrak yang aku miliki. Harimau Mangli, burung Phoenix , Naga putih yang ternyata keponakan dari pengawalku Liong Bay , Naga ini berpasangan dengan Raja. Karena mereka kembar. Ada juga tumbuhan kontrakku Poison Ivy dan burung Zuzaku...." jawab Siyue .
"Ya Dewa....nak...apakah semua itu benar- benar kau miliki...?" tanya sang Atah tak percaya .
"Benar Ayah...Ayah bisa bertemu mereka nanti...hanya saja Feng Qui si burung Phoenix tidak berada di sini Karena sedang mendapatkan tugas dari kami bersama hewan kontrak Tian'ge..." jawab Siyue. Sima Yuan hanya bisa menatap sang Putri dengan tatapan kagum dan tak percaya . Akhirnya Siyue, Sima Yuan dan Raja keluar dari kamar mandi dan berjalan ke kamar pengobatan. Namun Siyue tidak langsung ke ruang pengobatan,
"Ayah...aku pergi ke daour dulu ya..." Ucap Siyue berpamita .
__ADS_1
"Kedapur mau apa sayang..?" Tanya Raja yang berjalan di sisihnya.
'Iya Yue'er... Kau mau apa kedapur...?" Tanya Sima Tuan.
"Membuat makanan yang akan kita makan Ayah...perutku sudah lapar. Sejak di perbatasan tadi, Siyue dan Raja Belum makan sama sekali . karena terburu- buru menolong Kakek Kaisar. kami takut terlambat sampai di istana . kami takut penyakit Kakek parah. dan Kenyataan nya kami hampir terlambat menolong kakek ." Kata Siyue menjelaskan .
"Pergilah...Ayah akan menunghu kakek di ruang pengobatan..." Kata Sima Yuan.
"Ayah.. Raja juga akan Ukut Siyue..." Ucap si Raja bucin.
"Iya , pergilah kalian berdua. Tapi jangan lama -lama takutnya Kakek menunggu kalian berdua...." Ucap Sima Yuan. Akhirnya Siyue pergi kedapur untuk memasak. Dia memasak menu yang paling muda dan cepat sekesai.
Tak butuh wakti lama , beberapa masakan telah terbuat. Setelah semuanya ter tata dengan baik di atas meja. Siyue segera memanggil para sahabat hewan Kontraknya. Sedangkan Raja memanggil kedua oramg tua yang ada di ruang pengobatan. Dan tak lama terlihat mereka semua makan bersama di ruang makan. Raja juga memanggil hewan Kontraknya. Hanya Qui dan Ye Sha , Zuzaku serta kedua twins naga yang tidak berada di sana. Tak lupa Siyue memperkenalkan para hewan kontrak pada Ayah dan Kaisar Tua . Sang Ayah hanya bisa menatap Siyue dengan tatapan tak percaya . Baru kali ini Dia melihat seorang Kultivator yang memiliki hewan kontrak lebih dari satu dan itu Putrinya sendiri dan calon menantunya .
Setelah selesai makan , mereka kembali ke tempat mereka masing- masing. Sedangkan Siyue, Raja , Sima Yuan dan Kakek Kaisar memilih duduk tenang di taman . hari yang mulai senja di Ruang teratai membuat suasana sejuk dan nyaman. Mereka duduk di Kursi taman di bawah Pohon bunga sakura yang sedang berbunga lebat.
"Yuan...sebenarnya selama ini kamu Ada di Mana...? Sejak Kau pergi dari kerajaan Darga puluhan tahun lalu, aku tidak pernah lagi bertemu denganmu ataupun mendengar kabarmu . Hanya aku sempat dengar saat Kau kembali dari berkelana , katanya kau membawa istri yang sedang mengandung . apakah istrimu sedang mengandung Siyue.?" Tanya Kaisar .
"Benar Yang Mulia...istri hamba saat itu sedang mengandung Siyue.." Jawab Sima Yuan .
"Tapi setelah kelahiran Siyue. Kami mendengar Kau pergi dari kerajaan ini bersama istrimu, dan Kau menitipkan Lin Yun pada pamanmu. Lalu pamanmu menyerahkan pada Mentri Sang Baiki..." Kata Kaisar Tua.
"Apaa..dia bukan Putrimu..Kok bisa..?.lalu Siapa Dia...?" Tanya Kaisar kaget bukan main.
"Ceritanya panjang Yang Mulia...." ucap Sima Yuan .
"Kau bisa menceritakan pada kami...?" tanya Kaisar tua.
"Bisa Yang Mulia...sekalian hamba menjelaskan pada Putri hamba kenapa kami harus berpisah . Akhirnya Sima Yuan menceritakan semua kisahnya.
Bermula saat dia mulai meninggalkan kerajaan Darga . Saat itu Raja belum lahir. Dan dia bersahabat dengan Raja Chu Nang Bo Ayah dari Raja Chu Tian Ji. Mereka bersahabat bagai saudara. Walaupun Sima Yuam bukan pejabat kerajaan ( Karena dia tidak mau di kekang oleh jabatan maka saat Raja menunjuk dia sebagai Mentri di kerajaannya , Sima Yuan menolak) namun Dia merupakan pelindung kerajaan Darga. Kekuatan nya yang sangat besar, membuat tidak Ada satu kerajaan lain yang berani melawan Kerajaan Darga. Sejak itulah kerajaan Darga berkembang pesat Hingga menjadi kerajaan besar di dunia Atas hingga saat ini . Jadi walaupun Sima Yuan bukan pejabat kerajaan, tapi pengaruh kekuasaannya melebihi pejabat kerajaan. Dan saat Sima Yuan pergi, Raja sangat sedih. Namun Dia tidak bisa mencegah sang sahabat pergi. Hingga Bertahan- tahun Sima Yuan berkelana tanpa berita . Tak hanya kerajaan Alam atas yang mengenalnya. Tapi kerajaan Alam tengah dan Alam bawah banyak yang mengenal Namanya. Hingga akhirnya Dia bertemu dengan sang Istrimu yaitu Putri dari kerajaan phoenix . Yang juga sedang berjelana . Kerajaan Phoenix adalah kerahaan legenda yang tidak sembarang orang bisa berada di sana.Jika bukan darah Suci ataupun keturunan Phoenix Sendiri tidak akan bisa tinggal atau masuk kesana . Dan jika Ada orang yang mengaku- ngaku darah Phoenix pun jika masuk kedalam Alam Phoenix mereka akan di tolok dengan sendiri nya oleh Alam Phoenix sendiri . Sima Yuan bertemu dengan Tang Yin dan saling jatuh cinta . Setelah mereka menjadi sepasang kekasih mereka menikah tanpa setahu keluarga masing - masing . Dan Saat Sang Istri mulai hamil tua , Sima Yuan membawa Sang istri Pulang ke Kerajaan Darga .
Ketika mereka berdua sampai di rumah keluarga Sima, betapa kagetnya kedua orang tua Sima Yuan . Ketika mendapatkan sang Putra bungsu datang dengan membawa seorang Istri . dan betapa kagumnya mereka melihat kecantikan Istri Sima Yuan. Dengan bahagia mereka menerima kehadiran sang Menantu . Namun tanpa di sadari oleh Sima Yuan dan keluarganya, seorang wanita yang merupakan putri dari adik sang Ibu menatap pada pasangan itu dengan tatapan benci dan Dendam . Dia Lodya.... Gadis yang pernah mengatakan cintanya para Sima Yuan . Tentu saja Sima Yuan menolak Dia. Selain dia merupakan sepupunya sendiri . dia juga tidak Mencintai gadis itu. Saat itu Sima Yuan melihat tatapan dan gelagat tak enak dari sang Sepupu. Tapi dia berfikir, mungkin hanya perasaannya saja , mana mungkin dia akan bernuat yang bukan- bukan . Setelah berbincang sebentar, Sima Yuan berpamitan masuk ke dalam kamar mereka .
Dua minggu setelah dia pulang ke rumah, gadis yang bernama Lodya mulai datang ke rumah mereka. Dia datang beralasan ingin bersahabat dengan Tang Yin . Karena mereka memang bersaudara , mereka tidak curiga . Dia sering datang sambil membawa makanan. Saat itu Sima Yuan Curiga, namun saat Di periksa tidak ada Racun di makanan itu . Dan kebetulan sekali Lodya juga mengandung. Mengandung anak ke duanya. Anak pertama Lodya merupakan anak laki-laki. Satu minggu setelah makan makanan dari Lodya , Tang Yin jatuh sakit. Ketika di periksa Dokter maupun tabib Tang Yin mengalami sakit Karena kandungannya semakin Tua. Namun hari- hari berlalu tubuh Tang Yin semakin parah. Dan tiba-tiba. Sima Yuan juga jatuh sakit. Hanya saja Karena kekuatan nya Dia masih bisa berdiri dengan teggar . beda dengan Tang Yin yang sedang hamil . Dia tak bisa bangun dari tempat tidur . Satu bulan sebelum Siyue lahir, Lodya melahirkan, Dia melahirkan seorang Putri. Dan satu bulan kemudian, Siyue lahir dengan. penuh kesulitan. Berkali - Kali Tang Yin sang Istri jatuh pingsan dalam melahirkan Siyue. Akhirnya Siyue lahir dengan selamat. Dan Saat Siyue lahir. Banyak orang melihat kalau di atas rumah keluarga Sima , terlihat cahaya yang bersinar dalam bentuk bunga teratai. Maka gembarlah semua orang. Sedangkan Tang Yin Sudah dalam keadaan koma . Dokterpun sudah angkat tangan . Sima Yuan tidak busa berbuat apapun . Karena diapun dalam keadaan Sakit . Ketika malam hari saat semua orang tertidur . Dan Sima Yuan sedang menunggui sang Istri . Tiba- tiba. Dua orang datang keruma Sima Yuan . Dan langsung menemui Sima Yuan . orang itu berkata kalau mereka Adalah keluarga Tang Yin dari kerajaan Alam Phoenix . Mereka datang karena merasakan keadaan Tang Yin yang sedang sekarat . Karena itu mereka mau membawa Tang Yin pergi Saat itu juga . Tentu saja Sima Yuan Tidak rela dan tidak mau. Mana bisa dia berpisah dengan Sang Istrimu. wanita yang sangat Dia cintai . Melihat Sima Yuan yang tidak menginjinkan mereka membawa Tang Yin , Mereka pun berkata.
"Kau dan Istrimu dalam keadaan keracunan . begitu juga Putrimu. hanya satu yang bisa menyelamatkan Tang Yin yaitu kembali ke tanah kerajaan Phoenix . hanya itu satu-satunya Cara. Atau kau ingin melihat dia mati...! ucap salah Satu pria yang Ada di depan nya . Akhirnya Sima Yuan membiarkan Tang Yin di bawa. Saat itu Sima Yuan juga mengharapkan Putrinya yang Di beri Nama Yueyue(Bulan) juga Di bawa. Namun mereka berkata kalau Yueyue tidak dapat pergi kesana Karena dia keracunan dan kondisi badanya tidak kuat menahan kekuatan tanah Phoenix.
Tapi dia Adalah calon Ratu Phoenix. Pewaris kerajaan Phoenix , Jadi orang itu meminta Sima Yuan untuk merawat Siyue sampai sembuh . Karena di saat Siyue berumur sembilan belas tahun, mereka akan menetapkan Dia sebagai Ratu penguasa kerajaan Phoenix. Dan jodohnya juga sudah di tentukan oleh Dewa . yaitu laki-laki Yang lahir dengan tanda teratai di keningnya .Dan mereka tahu Kalau pria itu adalah Putra dari Raja kerajaan Darga. Setelah berkata demikian Dua Pria itu pergi. Dan baru saja dua orang itu pergi. Seorang Pria datang dengan membawa bayi perempuan yang baru lahir juga.
__ADS_1
"Kau berikan banyimu itu sebentar padaku..." Ucap Pria itu memaksa . Tentu saja Sima Yuan tidak mau. Melihat Sima Yuan yang tidak mau memberikan bayinya Pria itu membntak .
"Apa Kau ingin anakmu mati ha...!" Teriaknya marah. Akhirnya Sima Yuan memberikan bayi Yueyue pafa Pria itu. Pria itu berwajah tampan. Tapi tingkahnya sangat lembut. Dia menusuk jemari Siyue sedikit. Tentu saja Sima Yuan kaget. Saat dia ingin merebut Yueyue kecil kembali , Pria itu berkata.
"Diamlah...apakah Kau ingin Putrimu mati..!" Serunya marah. Akhirnya Sima Yuan diam Saja . Dia diam sambil menggendong bayi yang Ada di gendongannya. Tak lama setetes darah yang keluar dari tangan Yueyue kecil Melayang di udata .
" Dekat kan gadis itu padaku...." Ucap Pria itu. Dengan heran Sima Yuan menuruti apa yang di katakan Pria itu. Tampak darah yang Melayang tadi masuk ke kening bayi itu. Masuk di antara kedua Alis mata bayi kecil. Terlihat sinar memancar keluar dari kening yang telah memiliki darah Phoenix milik Siyue.tak lama pria itu menatap para Sima Yuan.
"Sekarang tugasmu jauhkan putrimu dari sini agar dia selamat. Aku akan membantu kalian pergi dari sini. Tapi Kau harus cepat kembali. Kalau tidak mereka akan mengetahui semua ini. Dan akan sangat membahayakan keselamatan Putrimu ..." Ucap Pria itu.
"Tunggu...Siapa Kau ini sebenarnya...?" Tanya Sima Yuan kesal dan heran .sejak pria ini datang tadi. Dia selalu memerintah dirinya .
"Aku Saojin...." Ucapnya pelan.
"A...apaa..Saojin...? Peramal masa depan itu..!" Seru Sima Yuan dengan wajah kaget .
"Iya...Karena itu cepatlah Kau pergi. Aku akan berada di sini. Tapi ingat, jangan lama- lama. Aku akan mengirimmu ke Alam tengah...! Oh ya aku hampir lupa. Bawa Cincin ini , dapat dia gunakan setelah kekuatan nya kembali .... tapi ingat kan pada orang Yang merawatnya, untuk merahasiakan Siapa dia. .dan ini Cincin untuk Kau kembali kemarin lagi . Ingat Kau Hanya kuberi waktu selama dua hari. Aku yakin mereka sudah mempersiapkan semua ini. ." Ucap Saojin sambil menyerahkan Yueyue kecil dan Cincin berbentuk bunga Teratai. serta Cincin untuk Sima Yuan kembali .
"Siapa yang kau maksud itu..." Tanya Sima Yuan .
"Kau akan tahu Sendiri nanti...." Ucap Saojin . Setelah itu dia segera mengirim Sima Yuan yang telah benggending Putrinya . dan ternyata Dia di kirim ke Alam tengah oleh Saojin. Tepat pada Saat dia berdiri di tanah. Dia melihat sebuah keluarga yang sedang di serang oleh Beberapa orang berkepandaian tinggi . Tiga anak kecil sepasang suami istri dan seorang Pria paruh baya yang Sima Yuan tebak Adalah Ayah dari sepasang suami Istri itu.
Mereka terdesak dan hampir di babat habis. Akhirnya dengan Sisah kekuatan yang Dia miliki. Dia membantu mereka keluar dari kesulitan . Setelah mendapat pertolongan dari Sima Yuan .mereka sangat bersyukur telah di Tolong. Setelah memperkenalkan diri. Ternyata mereka Adalah keluarga Si yang telah di fitnah oleh saudaranya sendiri. Dan kemungkinan besar yang menyerang Mereka barusan Adalah kelompok dari sang saudara. Untuk menghindari mereka bertemu kembali dengan para utusan dari sang saudara. Akhirmya mereka memilih untuk pergi kedunia Bawah dan menetap Di sana. Saat itulah Sima Yuan menyadari kalau keluarga itu keluarga yang baik .Karena itu dia mempercayakan Yueyue kecil pada Mereka. Dengan berat hati dia pergi meninggalkan putri kecilnya. Namun demi keselamatan Siyue kecil dia harus tega meninggalkan darah dagingnya sendiri di tangan orang lain. Setelah memberikan Siyue dan Beberapa barang dan memberikan pesan , Dia segera kembali Karena waktu yang di berikan padanya hampir habis. Kerika sampai di runahnya Kembali , terlihat Saojin masih berada di ruangnya.
"Aku pergi, ingat perlakukan bayi ini seperti Putrimu sendiri. Dan ingat jangan sampai mereka curiga kalau dia bukan darah dagingmu..." Ucap Saojin Dengan sungguh- sungguh .
"Baik aku akan melakukannya..." Ucap Sima Yuan . pria itu melanjutkan melangkah keluar rumah. Ketika sampai di depan Pintu, Dia masih sempat berkata kembali .
"Lakukan apa yang aku katakan, semua ini demi kebaikan Putrimu. Semua yang Kau lakukan hari ini semua demi gadis kecilmu. Jika Kau salah, Nyawa gadis kecil itu dalam bahaya..." Ucapnya sambil berlaku pergi. Sima Yuan terduduk di dalam rumah nya dengan airmata jatuh deras di pipinya. Dia menatap bayi yang tengah tidur kelap itu dengan derai air mata.
"Sebenarnya apa yang akan terjadi . Kenapa aku harus berpisah dengan putri Kecilku...Sayang... maaf kan Ayah...jika saja Ayah tidak dalam keadaan seperti ini, tidak akan kubiarkan kita sampai berpisah nak..." Ucap Sima Yuan dengan air mata tetap mengalir sera's di pipinya. Dia mengambil putri yang bukan Putrinya itu.
"Nak....maafkan aku. Aku melibatkan dirimu dalam masakan ini. Sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi . lalu Kau ini Siapa...?" Ucap Sina Yian dalam hati .
Saat Dia masih mendekap gadis kecil itu. Dia di kejutkan dengan kehadiran dua pria di depan nya.
"Siapa kalian....!" Seru Sima Yuan dengan marah.
Maaf udahan dulu ya...jangan lupa like, Vote dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung.