DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
SELIR CHUNLY .


__ADS_3

"Benar Kek...kami akan selalu bersama Yue'er..." ucap Rong Hao.


"Yue'er...apa pasti mereka bisa masuk kesana...?" tanya Kakek Fang Bo.


" Kita harus bisa kek...kita akan berusaha agar bisa di trima di Sekte Tapak Dewa..." jawab Yuan Ru dengan yakin. Dan semyanya mengiyakan ucapan Yuan Ru . Mereka berbicang cukup lama, hingga akhirnya Siyue memutuskan untuk pergi.


"Yue'er...kalau boleh tahu itu istana kan...?" tanya Simayun pada Siyue sambil menunjuk kearah istana milik Siyue.


"Benar kenapa Kak...?" tanya Siyue.


"Milik Siapa...?" ucapnya lagi.


"Istana Yue'er kak...apa kalian belum kesana...?" tanya Siyue.


"Apaa...istamamu...?" seru ke empat saudaranya. Begitu juga dengan Kakek Fang Bo. Siyue menganggukan kepalanya.


"Rong kau tenang , apakah kau pernah kesana...?" tanya Kakek Fang Bo pada Kakek Si.


"Aku pernah kesana bersama Siyue ..."jawab Kakek Si .


"Kakek pernah kesana ...?kapan...?" tanya Fang Yan .


" Saat akan menyembuhkan Kakek Fang Bo . Dan saat itu kau juga di bawa kesana kak... Kau di rendam dengan air suci ..." ucap kakek Si.


"Aku Di rendam air Suci...aku...?" ucap Kakek tak percaya sambil menunjuk kepada tubuhnya sendiri.


"Tentu saja...Kalau tidak dengan cara seperti itu, bagaiaman kau akan cepat sembuh dan sadar diri Kak...?" ucap Kakek Si .


"Dan Kau juga Tuan Yuan Ru...kau fikir kau tidak mengalami seperti Kakek di rendam air suci juga..." kata Siyue membuat Yuan Ru kaget mendengarnya.


"Yue'er...apakah saat aku tersadar dan berendam di dalam sebuah kamar indah , aku berada di dalam istana itu...?!" kata Yuan Ru.


"Benar sekali....kau berada di kamar mandi di dalam istana itu..." ucap Siyue .terlihat kekaguman di wajahYuan Ru.


"Kalau ada kesempatan, aku akan mengajak kalian kesana . tapi bukan sekarang... sekarang aku harus kembali ke alam nyata..." kata Siyue .


"Sekarang aku harus kembali, karena takut Raja Chu Tian Ji mencariku..." lanjut Siyue.


"Pergilah nak...tapi kau harus selalu hati-hati." ucap Kakek Si.


"Jangan khawatir Kek...besok aku akan mencari rumah untuk kita. Jadi kalian tidak lama lagi akan kembali ke alam nyata..." ucap Siyue.


"Tapi aku betah di Sini Yee'er..." ucap Yuan Ru .


"Bukan cuma kau yang betah, kami juga betah. tapi kita harus berada di alam nyata secepatnya.." ucap Feng Xun bijak.


"Ya sudah aku pergi dulu. Kalau kalian perlu apapun mintalah pada Xiao Tu. Dia akan mengambilkannya untuk kalian, asalkan barang yang kalian minta ada di sini..." ucap Siyue.


"Baik Yue'er..."ucap mereka.


Akhirnya Siyue pergi meninggalkan mereka semua. Siyue tak langsung keluar dari ruang Teratai. Dia menemui Zuzaku dan twins Naga. Merasakan kehaduran Siyue. Kedua Naga itu segera turun dari pohon Roh . Terlihat tubuh mereka sekarang bertambah besar .


"Ibuuuu....!" seru mereka sambil berjalan kearah Siyue. Memang naga kecil ini memiliki dua kaki kecil di tubuh nya. Mendengar mereka memanggil Ibu padanya , membuat Siyue ternganga.


"Hey...aku bukan Ibu kalian...kalian bisa memanggilku Yueyue...."ucap Siyue sambil mengusap kedua kepala Naga kecil itu.


"Ibu...ibu...ibu..." ucap Mereka dengan wajah sedih. Melihat wajah mereka , Siyue merasa tak tega.


"Mereka menganggapmu ibu mereka Yue'er.. Sebab saat mereka membuka mata, hanya ada kau dan Raja yang ada di depan mereka. Aku yakin mereka akan memanggil Raja Chu Tian J dengan panggilan Ayah..." ucap Zuzaku yang telah berdiri di depan mereka.


"Mengapa jadi begini... "ucap Siyue bingung .


"Nggak masalah Yue'er...itu memang sudah takdirmu dengan Raja Tian Ji..." kata Zuzaku.


terlihat Siyue menghela nafas panjang . Dia menatap Twins Naga dengan wajah kasihan .


"Baiklah, kalian boleh memanggilku Ibu... Tapi ingat , kalian harus nurut pada ibu. tidak boleh membantah ucapan ibu....." ucap Siyue lembut .


"Ibu. Ibu..ibi...." seru mereka gembira.


Mereka segera melingkar di tangan kiri dan Kanan Siyue. Sambil menjilati telapak tangan Siyue. Melihat tingkah mereka, Siyue tertawa .


"Ya sudah kalian sekarang kembali lagi bermain dengan paman Zuzaku, aku akan pergi dulu...."ucap Siyue lembut .


Terlihat mereka meneteskan air mata dengan wajah sedih.


"Hey...kenapa menangi... Kalian boleh ikut tapi bukan sekarang, sekarang biarkan ibu pergi. Bukankah kalian sudah berjanji akan menuruti perintah ibu..." ucap Siyue lagi. Seketika mereka diam, dan akhirnya mereka melongarkan belitan tubuh mereka ditangan Siyue.


"Nach begitu baru anak-anak ibu yang baik, sekarang ibu pergi dulu ya... Kuh...aku titip mereka..." ucap Siyue.


"Jangan cemas aku akan menjaga mereka.. kaulah yang harus hati-hati, sebab wanita yang bertarung denganmu akan datang kembali mencarimu . Dia datang ingin membuat perhitungan denganmu . Dia akan membawa seseorang yang agak tinggi ilmunya... Dan kalian bertiga jangan. tinggalkan. Siyue.." ucap Zuzaku..


"Trimakasih Kuh...aku akan berhari -hati. Pasti yang kau maksud Lin Yun,.." kata Siyur .


"Benar memang dia ...namun kebenaran akan segera terungkap Yue'er...Kau harus menerimanya apapun itu...." kata Zuzaku .


"Kebenaran...kebemaran tentang apa...?" tanya Siyue heran .


"Kau akan tahu sendiri nanti...." ucap Zuzaku .


"Baiklah Aku pergi...." Siyue segera menghilang dari pandangan setelah mengusap lembut kedua Naga itu. Dia pergi bersama ketiga hewan kontraknya.


Ketika sampai di alan nyata, ternyata di sini hari masih terlalu pagi . Akhirnya Siyue memutuskan untuk berbenah diri. Siyue segera pergi kekamar mandi. ternyata di dalam kamar mandi sudah ada kolam air untuk Dia mandi. Setelah Mandi dan berganti baju, Siyue membuka jendela kamarnya, dan ternyata hari sudah mulai terang . Dia menghirup udara segar sebanyak- banyaknya


"Qui..." Panggil Siyue.

__ADS_1


"Ya Yue'er..." jawab Feng Qui .


"Kau bisa menyelidiki siapa yang memiliki Racun yang ada di tubuh Kakek Kaisar...?" tanya Siyue.


"Jangan khawatir Yue'er...aku akan mencarinya. "jawab Feng Qui .


"Tunggu Qui....aku ikut... lebih baik aku ikut denganmu . aku lebih peka pada bau racun itu..!" seru Poison Ivy .


"Benar juga kata dia Qui..." ucap Siyue .


"Dengan cara apa kau ikut denganku..." kata Feng Qui.


"Tenang...aku tidak akan merepotkanmu..." ucap Poison Ivy .


Tak lama dia lepas dari leher Siyue dan berubah menjadi sulur kecil yang melingkar di leher Feng Qui. tentu saja perbuatannya membuat Siyue dan Feng Qui kaget .


"Ivy...kau tidak akan meracuniku kan...?!" seru Feng Qui kaget.


"Ha ha ha...kau takut Qui...?" ucapnya sambil tertawa .


"Ck...tentu saja...seluruh tubuhmu itu beracun..." ucap Feng Qui.


"Tidak akan Qui...mana mungkin aku membunuhmu dengan racunku..." . Dan tiba- tiba Poison Ivy memasukkan buah kecil ke dalam mulut Feng Qui .


"Hey apa yang kau berikan padaku ...!" seru Feng Qui kaget .


"Tenanglah...aku memberimu buah yang akan membuatmu tak mudah terkena racun, ya sudah ayo pergi ..." kata Poison Ivy. Mereka segera berpamitan pada Siyue.


"Hati-hati...jaga dirinkalian baik-baik . Kaau memang berbahaya , kalian harus kembali . Aku tidak ingin kalian celaka . " ucap Siyue yang membuat kedua mahluk kontraknya terharu dan bahagia .


"Baik Yue'er...serueteka bersamaan . Dan akhirnya mereka pergi dari hadapan Siyue.


Sedangkan Siyue segera keluar dari ruang tidurnya. Dia ingin melihat keadaan kerajaan ini. Namun belum sempat dia melangkah keluar pintu. Terlihat Raja Chu Tian Ji sudah berada di hadapannya.


"Gege...kau susah ada di sini...?" ucap Siyue pada pria penguasa kerajaan Darga itu .


"Aku ingin memperlihatkan kerajaan Darga padamu..." ucap Raja.


"Kebetulan sekali ....aku ingin melihat kerajaan ini di saat siang hari..." jawab Siyue.


"Kalau begitu ayo..." ucap Raja sambil menggandeng tangan Siyue.


"Tian'ge. Tangan anda..." ucap Siyue.


"Kenapa...?" tanya Chu Tian Ji heran. .


"Hamba sekarang seorang pria yang Mulia..." jawab Siyue . akhirnya Chu Tian Ji melepas tangan Siyue dengan enggan. Mereka berjalan beriringan keluar dari istana tempat Siyue bermalam. Raja membawa Siyue berkeliling melihat Istananya. Dan saat mereka melewati istana tempat selir dan para putri tinggal. Pada saat itulah seorang wanita paruh baya melihat pada mereka dengan tatapan marah. Terutama pada Siyue ,


Gara-gara Siyur, semua rencananya bakalan gagal . Putri yang sudah dia persiapkan dengan baik , agar bisa mendapatkan sang Raja, kini dalam masalah dan di hukum. Hanya karena membela pria muda itu (Siyue )


' Pria itu memang tampan juga , namun Dia lebih memilih sang Raja yang memiliki kekuasaan tertinggi. Dia tidak bisa membayangkan , saat kelak dia menjadi ibu Suri karena putrinya menikah dengan sang Raja. Betapa bahagia dan bangganya Dia .


"Aah brengsek...Semua itu di karenakan Raja membela seorang tamu pria dan dia orangnya... ." serunya marah. .


Para pelayan hanya diam ketakutan. mereka takut menjadi pelampiasan kemarahan Selir .


Tadi malam dia sudah menemui Raja untuk meminta maaf atas kesalahan yang di perbuat sang Putri. Namun tanggapan sang Raja sangat membuat dia kecewa. Karena Raja tidak ingin mengampuni Pitri Chu Ling Say .


.


"Jadi pria muda inikah yang membuat Raja menghukum putriku...dasar pria brengsek. Kau memang tampan...tapi kau telah salah mengahalangi jalanku..." ucapnya dingin. Terlihat senyuman licik di wajah cantiknya yang kini sudah mulai menua.


Sedangkan Siyue dan Raja Chu Tian Ji berjalan meninggalkan istana para selir. Namun tanpa di sadari dan di ketahui wanita itu, Raja telah melihat keberadaannya.


Raja Chu Tian Ji masih teringat akan kejadian tadi malam. Setelah kepergian Siyue dari istana Naganya, Dia segera melangkah kedalam kamarnya. Namun langkahnya berhenti saat dia mendengar keributan di pintu gerbangnya. Terlihat para penjaga sedang bertengkar dengan seseorang. Akhirnya Ye Xie datang melaporkan.


"Yang Mulia selir Chunly memaksa ingin bertemu dengan yang Mulia . kami sudah beralasan kalau yang Mulia sedang beristirahat . tapi dia tetap ngotot ingin menemui anda... " ucap Ye Xie.


"Mau apa dia ingin menemuiku malam- malam begini...?" tanya Raja .


"Entahlah yang Mulia...atau mungkin tentang Putri Chu Ling Say..." ucap Ye Xie .


"Kalau begitu Bawa dia ke ruang tamu, aku ingin melihat apa maunya..." ucap Raja dengan nada marah.


"Hamba yang Mulia..." ucap Ye Xie. Dia segera pergi meninggalkan sang Raja. Sedangkan Raja Chu Tian Ji segera berjalan kearah ruang tamu yang berada tidak terlalu jauh dari tempat dia berdiri.


Tak berapa lama terlihat Selir Chunly masuk kedalam ruang tamu. Dia melihat pria dingin yang ingin dia jadikan calon suami putrinya sedang duduk dengan wajah dingin menatapnya .


"Selamat malam Yang Mulia.." ucap Selir Chunly sambil berjalan masuk dan medekati Raja Tian Ji .


"Malam...ada keperluan apa anda menemui saya... Bukankah masih ada hari esok untuk bertemu denganku.. ?" kata Raja Tian Ji dingin .


"Tapi ini menyangkut putriku yang Mulia..., hamba mendengar kalau anda telah menghukum dia..?" tanya Selir Chunly .


"Benar...lalu...?" ucap Raja datar.


"Apa kesalahan dia hingga dia mendapat hukuman....apa benar dia di hukum karena telah berani memukul pria yang menjadi tamu yang Mulia...?" kata Selir Chunly.


"Benar...dia telah menampar dan menghina tamuku. Karena itu dia mendapatkan hukuman...apakah kau keberatan...?" kata Raja datar.


"Yang Mulia...bukanya dia saudara anda, orang yang mencintai anda, lalu kenapa anda lebih membela tamu anda dari pada saudara yang mencintai anda . Mungkin dia melihat tamu anda bertindak kurang ajar hingga dia marah dan memukulnya..." bela Selir Chunly pada sang Putri.


" Dari mana kau tahu kalau tamuku yang salah...?" kata Raja dengan menatap Selir Chunly dengan tatapan tajam.


"Itu...itu tebakan hamba yang Mulia...sebab hambar tahu kalau Say'er tidak akan nemukul orang tanpa sebab...pasti orang itulah yang salah...." ucap Selir Chunly dengan perasaan cemas.

__ADS_1


"Sudah cukup...kau seharusnya mendidik putrimu dengan baik .. Bukan malah membela dan mendorongnya melakukan kejahatan.. Dia telah bersalah dan dia tetap akan mendapat hukuman . sekarang kembalilah ke istana selir karena aku tidak akan merubah keputusanku. Dan ingat..jika dia masih bersikap sama padaku maupun pada tamuku maka aku akan lebih berat menghukumnya. dan katakan padanya. Jangan pernah berfikiran aku akan jatuh cinta padanya. walaupun dia bukan adik kandungku . dan bukan Putri Ayah Kaisar..." ucapan Raja bagai petir yang menampar wajah Selir Chunly .


"Apa maksud yang Mulia..?" kata Selir Chunly dengan wajah pucat .


"Jangan kau fikir kalau aku tidak tahu siapa Ayah kandung Ling Say dan Niatmu yang ingin berusaha membuatku jatuh Cinta pada putrimu . .lebih baik menjauhlah dariku dan tamuku..atau kalian berdua akan mendapatkan masalah .." ucap Raja datar.


"Anda mengancam kami yang mulia...?" tanya Selir Chunly dengan wajah marah.


"Anggap seperti itu...jadi jauhkan putrimu dari kami..."ucap Raja dengan wajah dingin.


Dengan marah Selir Chunly pergi keluar dari istana Naga. Setelah melihat kepergian Selir Chunly , Raja segera pergi ke kamarnya.


"Yang Mulia....yang Mulia....ada apa....?apakah ada masalah, atau anda merasa ada yang sakit..?" kata Siyue sambil menyentuh lengan kekar itu lembur.


Merasakan sentuhan tangan Siyue, membuat Raja tersadar dari lamunannya .


"Aah tidak...tidak Yue'er...aku hanya berfikir kenapa kau tidak tinggal di sini saja, kita bisa pulang, pergi ke sekte untuk belajar bersama- sama dari kerajaan ini..." kara Raja berbohong.


"Tidak, tidak mungkin yang mulia..bukankah tujuan hamba yang utama untuk belajar, lalu apa kata mereka jika hamba seorang gadis tinggal di kerajaan ini. Sedangkan hamba tidak memiliki ikatan kekerabatan dengan keluaega kerajaan..." kata Siyue dengan cepat.


'Hey...bukanya kau calon istriku..." ucap Raja .


"Yang Mulia...jangan bercanda dech..." ucap Siyue kesal .


"Aku tidak bercanda Yue'er..."ucap Raja .


"Yang Mulia... identitas hamba belum terungkap , ...hamba belum tahu siapa hamba sebenarnya...siapa orang tua hamba, siapa keluarga hanba, mengapa hamba harus di buang...dan banyak lagi pertanyaan untuk mereka..." ucap Siyue dan kini di dalam fikiran Siyue terbayang lagi Mama dan Papa serta keluarganya yang ada di masa depan(di jaman modern) tiba- tiba kesedihan melanda hatinya.


"Apakah kalau kau sudah tahu Siapa dirimu sebenarnya kau bersedia menjadi istriku..." ucap Raja . Siyue yang saat itu sedang melamun karena teringat akan dirinya yang bagai anak terbuang tidak sadar akan pertanyaan Raja. Dan Raja sadar itu. Terlihat senyuman licik dibibirnya.


"Tentu saja yang Mulia..." ucap Siyue yang masih tenggelam dalam lamunannya. Dia teringat saat di jaman Midern dulu. Dia memiliki Mama dan Papa serta Kakak dan Adik, tapi dia bagai anak yatim piatu. Hidup mengandalkan kedua tangannya sendiri. Sekolah mengandalkan Biasiswa. Kehidupan hanya untuk bekerja dan belajar. Hanya ada tante adik mama yang masih mencintai dia Siyue melamun sampai tak sadar akan jawaban pertanyaan Raja . Mendengar ucapan Siyue tiba-tiba Raja tertawa gembira.


Tawa sang Raja menyadarkan Siyue


"Jadi apakah itu berarti kau telah menerima diriku...? Dan kalau identitasmu telah terungkap, Maka kita akan segera menikah ...?" tanya Raja. Tentu saja Siyue kaget mendengar ucapan Raja Chu Tian Ji.


"Itu..itu..." ucapan Siyue terpotong dengan kalimat Raja.


"Tidak, tidak...kau tidak boleh mengingkari ucapanmu sendiri. Kau harus menepatinya. Dan aku tidak mau tahu. Kau harus menepati janjimu, dan mulai sekarang kita Resmi menjadi sepasang kekasih. Dan kau tidak bisa mengelak lagi dan berusaha menjauh dariku..." ucap Raja dengan tegas.


"Tunggu...tunggu Tian'ge...kapan aku menyetujuimu menjadi kekasih ku..memang aoa yang kau tanyakan dan apa yang kujawab.... "Tanya Siyue dengan wajah heran.


"Tadi...tadi aku bertanya padamu, kalau identitasmu sudah terungkap apakah kamu mau menikah denganku , dan kau jawab tentu saja Yang Mulia. .. " ucap Raja dengan wajah gembira .


'"Gege...kau tidak sedang membodohiku kan..? Mana mungkin aki berkata seperti itu...?" kata Siyue dengan wajah tak percaya .


"Ooo....aku tak mau tahu... Kau sudaj mebgatakan itu tadi...hewan kontrakmu menjadi saksinya...." ucapnya dengan wajah menggoda Siyue.


"Ya Dewa orang ini.... kenapa aku harus bertemu dengan pria pemaksa seperti Dia... " kkeluh Siyue dalam hati.


"Apa benar aku berkata seperti itu Tiger ,Xiao Tu...?" tanya Siyue pada kedua hewan kontrak nya.


"Memang ucapan itu yang kau katakan Yue'er...." kata Tiger sambil tiduran


"Yang benar...." kata Siyue .


"Itu memang benar Yueyue...." jawab Xiao Tu


Mendengar ucapan kedua mahluk kontraknya, Siyue tak dapat berbicara. Dia terdiam .


"Nach kau sudah percaya kan...?" ucap Raja sambil tersenyum licik .


"Baiklah kita akan menikah setelah identitas Siyue telah terungkap dan Siyue bisa bertemu dengan kedua orang tua Siyue jika mereka masih hidup. Tapi ada satu syaratnya..."ucap Siyue.


"Benarkah apa yang kau katakan barusan...?" kata Raja tak percaya.


"Hmm...(angguk Siyue ) tapi dengan satu syarat..." kata Siyue lagi .


"Apa itu Yue'er....aku akan berusaha mengabulkannya kalau aku bisa...?" kata Raja dengan wajah bahagia.


" Yang Mulia tahu Siyue tidak mudah jatuh cinta. Dan Yang mulia tahu Siyue belum mencintai yang mulia...tapi Siyue berjanji akan mencintai yang Mulia sepenuh hati, karena itu, Siyue tidak ingin yang Mulia membatasi persahabatan hamba dengan sahabat , teman, saudara angkat ataupun saudara hamba sendiri. Hamba tidak ingin yang mulia menekan hamba untuk menjau dari mereka. Karena yang mulia harus tahu. Saat hamba dalam kesedihan. ketakutan dan hampir mati , hanya ada mereka di dekat hamba, hanya mereka dan mahluk kontrak hambalah yang selalu ada.....hanya itu permintaan hamba. ." ucap Siyue dengan lancar Dia tidak ingin jika hubungannya dengan Raja akan mengorbankan para sahabat, dan saudaranya . Siyue tidak mau itu.


"Tenang sayang....aku akan menuruti permintaanmu itu, walaupun mungkin aku akan sangat cemburu tapi aku akan tetap menghargai mereka.. " jawab Raja Chu Tian Ji.


"Gege...jangan cemburu pada mereka . jika aku memang ada hati pada mereka. Mengapa bukan dari dulu Siyue menjadi kekasih mereka..." ucap Siyue.


"Baik...aku akan selaku percaya padamu... jadi sekarang kita menjadi sepasang kekasih kan...?" ucap Raja dengan tatapan menggoda.


"Apakah harus sekarang...?" goda Siyue. Siyue memang belum mencintai Raja dengan baik, tapi dia merasakan ketenangan saat bersama pria ini...entah perasaan apa itu tapi yang Siyue tahu , kalau dia akan berusaha mencintai pria di depannya ini.


"Tentu saja.... Jadi kita sekarang sepasang kekasih kan...?" ucap Raja dengan jantung berdebat. Terlihat Siyue nenganggukkaan kepalanya dengan wajah memerah . Seketika Raja memeluk tubuh Siyue dengan erat. Untung saja mereka sekarang berada di taman khusus milik Raja. Yang tidak seorangpun yang di ijinkan datang dan masuk kedalam taman itu . di sini ada ruang kaca yang penuh dengan bermacam bunga. Saat Siyue tadi baru masuk, Dia sudah terpesona dengan keindahan taman itu. dan saat Siyue bertanya taman siapa ini... Raja menjawab Kalau taman ini milik calon istrinya dan itu Siyue sendiri . Mendengar ucapan Raja yang selalu berterus terang membuat Siyue jengah , malu tapi sekaligus merasakan kehangatan didalam hatinya.


"Tapi ingat Tian'ge. ..Siyue tak ingin berbagi cinta dengan siapapun, Siyue tak ingin ada selir di kehidupan kita. dalam bentuk apapun , Siyue tak ingin membagi Cinta Tian'ge dengan gadis manapun. Cinta Tian'ge hanya untuk Siyue dan Putra , Putri kita. Dan Jika nantinya ada orang lain di antara kita, jangan salahkan Siyue jika Siyue pergi bersama putra Kita..." ucapan Siyue membuat Raja pemaksa itu tersenyum lembut.


"Aku tahu itu sayang....jangan khawatir. tak akan ada orang lain di antara cinta kita. Cintaku hanya untuk gadis yang telah mengembalikan kehidupan ku di alam bawah dia telah membawa Cintaku sepenuhnya..." ucapnya sambil memeluk dan mencium lembut kening Siyue.


"Ya sudah ayo kita pergi melihat Kakek , aku takut beliau mencariku..." ucap Siyue .


Akhirnya mereka berdua pergi dari taman itu. Dengan lembut, Raja menggandeng tangan Siyue. Sedang ketiga pengawal bayangan Raja tersenyum bahagia. Mereka bahagia melihat Raja junjungan mereka mendapatkan dan mencintai gadis yang memang benar- benar cocok untuk Raja mereka. Walaupun mereka tahu kelicikan Raja mereka untuk menjebak Siyue agar menjadi kekasihnya .


"Mai....aku bahagia calon Ratu kita adalah Putri Siyue, selain kuat, cerdas , Cantik dan anggun, dia juga wanita yang bijaksana. Tak akan pernah ada wanita seperti dia..." ucap Ye Xie .


"Benar katamu Xie...beruntung sekali Raja mendapatkan gadis itu..." ucap Ye Mai. Mereka turut bahagia melihat junjungan mereka mendapatkan gadis yang baik.


Udahan dulu ya...aku lanjut besok.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote. dan komennya selalu author tunggu .


Bersambung.


__ADS_2