
"Satu bulan sudah Siyue berada di Sekte Tapak Dewa. Kini ilmu pedang dua nyawa hampir sepenuhnya dia kuasai. Guru Yang Si hanya bisa geleng kepala. Sebab biasanya sebuah ilmu pedang akan dapat di kuasai oleh si pengguna dalam beberapa tahun. Tapi untuk Siyue, dalam satu bulan saja, ilmu pedang pertama sudah dia kuasai sepenuhnya. Mengubah pada buku kedua. Terpaksa Siyue harus belajar perlahan. Karena dalam mempelajari jurus kedua ini, dia harus mencari pasangan. Sedangkan untuk berpasangan , Siyue belum mendapatkannya.
Sedang teman-temannya ada di luar Sekte. Dan ilmu itu tidak mungkin dia pelajari bersama para sahabatnya tanpa Seijin sang guru. Akhirnya Siyue hanya bisa menghapal jurus yang bisa dia lakukan sendiri. Dan untuk yang berpasangan dia hanya menghapal gerakannya saja , tanpa bisa menggunakan secara langsung. Hari ini dia jenu di dalam kamarnya. Dia mengajak Ye Xie yang sudah dia anggap sebagai kakaknya untuk keluar mencari makan di kantin. Saat mereka sedang berjalan. Tiba-tiba terdengar suara memanggil namanya.
"Siyue....!" seruan itu membuat keduanya berhenti dan berpaling pada pemilik suara. Terlihat dua pria berlari mendekati mereka berdua.
"Siyue kau kah...?" kata salah satu pria setelah dekat dengan mereka berdua.
"Kak Lian...ternyata kalian...lama tidak bertemu apa kabar... " sapa Siyue dengan wajah senang . sebab sudah satu bulan lebih mereka tidak bertemu.
"kami baik -baik Saja Siyue...kapan datang, Aku fikir kau masih ada di Istana...?" jawab Lian Kun .
"Tidak...aku sudah berada di sini satu bulan yang lalu..." jawab Siyue.
"Ini tuan Ye Xie kan...? Pengawal Raja..? " ucap Murong menyapa Ye Xie yang diam saja. dan yang di tanya hanya tersenyum sedikit.
"Kok tuan Ye Xie ada di sini...? Apa yang mulia Raja juga ada di sini...?" tanya Murong lagi .
"Tidak...Ye Xie di sini bersamaku..." kata Siyue menjelaskan .
"Denganmu...?" tanya Murong heran . Siyue hanya mengangguk dan tersenyum . kedua pria itu saling pandang. Dan tak lama Lian Kun berkata .
"Siyue...kalau kau sudah satu bulan yang lalu datang, lalu kau ada di kelas mana...kenapa kita tidak pernah bertemu...?" tanya Lian Kun lagi.
"Aah maaf.. Aku murid guru Yang Si jadi tidak di kelas kalian.." kata Siyue tak enak hati.
"Iya benar.. Kau murid langsung guru Yang Si. Aku tahu saat turnamen duku .Jadi kita tidak bisa sekelas ya...?" kata Murong.
"Benar...aku langsung di bawa bimbingan guru Yang Si...." jawab Siyue.
"Oh..begitu.. Siyue , bukannya Kakek Si dan Kakek Fang Bo bersama Yuan Ru dan kakak serta sahabatmu pergi ke Alam ini juga, apakah mereka sudah sampai...?" tanya Lian .
"Sudah Kak... Kalau kau ingin bertemu dengan mereka, kita bisa pergi kesana saat ada ijin keluar..." kata Siyue.
"Apakah kita memiliki ijin itu...?" tanya Murong.
"Ada...dalam satu bulan kalian akan mendapatkan libur satu hari penuh. Saat itu kalian bisa keluar Sekte..." kata Ye Xie.
"Waah...kalau begitu kita bisa keluar ...." kata Lian Kun.
"Ya sudah...kita akan mengunjungi kakek jika saat itu tiba. Oh ya kalian saat ini mau kemana...?" kata Siyue.
"Kita mau ke rumah makan, kami tadi pagi belum makan..." kata Murong.
"Kalau begitu ayo kita kesana sama-sama...?" ajak Siyue. Akhirnya mereka pergi bersama-sama ke rumah makan Sekte. Setelah beberapa kali makan di rumah makan itu, mereka sudah tidak terlalu jadi pusat perhatian. Apalagi mereka sudah banyak yang tahu kalau Siyue murid dari guru Yang Si. Para murid Pria tidak lagi merendahkan atau menghina Siyue, mereka malah merasa kalah dari pria muda itu. Mereka merasa Siyue akan sombong karena jadi murit istimewah . Tapi saat melihat keramahan Siyue. mereka sadar kalau mereka salah. Karena itu mereka berusaha mendekati Siyue , ingin menjadi sahabat si pria muda itu. Namun saat mereka mendekat, penghalang Siyue akan cepat menghalangi mereka. Dengan. wajah Dingin, Ye Xie akan menjawab semua pertanyaan mereka tanpa di minta. Terkadang tatapan Ye Xie yang dingin, akan membuat mereka keder mendekati Siyue. Entah kenapa pria gagah ,tampan dan dingin itu begitu melindungi Siyue.
Siyue , Ye Xie , Lian Kun dan Murong sedang menikmati makanan mereka dengan tenang. Karena para pengganggu akan takut melihat Ye Xie yang dingin. Dan pada saat itu masuklah tiga orang wanita bersama dua pria yang terlihat angkuh dan sombong . Mereka berdiri di depan pintu masuk dan memperhatikan ruangan restoran dengan gaya angkuhnya . sepertinya mereka sedang mencari tempat untuk duduk. Dan kebetulan di sebelah Siyue masih ada meja dengan empat kursi yang masih kosong. Mereka berjalan kearah meja kosong itu. Ketika mereka melewati Siyue , salah satu wanita yang terlihat begitu sombong menatap Siyue dengan cemooh. Mereka segera duduk di meja yang masih kosong itu. Namun karena kursi hanya empat orang sedangkan yang harus duduk lima orang maka kursipun kurang satu.
"Putri kursi kurang satu..." kata salah satu pria yang tidak mendapatkan kursi.
"Ambil milik pria itu..." ucapnya sambil menunjuk pada kursi yang sedang diduduki Murong. Yang memang dekat dengan meja mereka.
Pria itupun segera melangkah kearah kursi Murong. Siyue makan sambil memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh orang itu pada Murong. Pria itu mendekati Murong. Dan dia segera mendorong Murong yang sedang makan . melihat kejadian itu, Siyue yang berada di sebelah Murong segera menahan tubuh dan kursi Murong dengan cepat . hingga pria itu gagal mengambil kursi murong. Mendapatkan perlakuan seperti itu, Murong marah. Dia segera berdiri dan berkata dengan keras.
'Apa yang sedang kau lakukan ha....!" teriaknya marah.
"Aku butuh kursimu...." ucapannya sambil menatap Murong dengan sinis.
"Enak saja... Kau buta ya...bukankah kursi masih aku pakai...!" seru Murong marah.
"Hey pria miskin...kau berani melawan kami ha...! aku tak perduli , apakah kursi masih kau pakai atau tidak, berikan kursi itu padaku...!" teriak pria itu marah.
"Dasar pria gila...apa kau tidak melihat kami sedang makan...tidak, aku tidak akan memberikan kursiku padamu...!" seru murong dengan marah .
"Bedebah....kau berani pada kami....!" ucapnya marah .
"Memangnya apa yang harus kami takuti. Kita sama -sama belajar di Sekte ini..." kata Murong kesal.
"Hey pria bodoh....apakah kau tidak tahu siapa kami ha...!" serunya marah.
"Aku tidak tahu siapa kau dam aku juga tidak perduli itu...!" kata Murong dengan wajah tak perduli.
"Brengsek... Kau berani pada kami ha...!" teriaknya kembali.
" Aku tidak takut pada siapapun, karena kami tidak bersalah...." kata Murong dingin.
"Kau...!"seru pria itu marah. Dia segera menyerang Murong. Namun dengan ringan Murong menghindar dari serang pria itu. Melihat akan terjadi keributan, Ye Xie yang sejak tadi diam langsung berdiri dan menahan tangan pria itu . Begitu juga dengan Siyue yang memang sudah selesai .
"Jika berani keluar...jangan membuat keributan di dalam ruangan..." ucap Ye Xie .
"Murong kita keluar.." lanjut Ye Xie.
"Baik tuan...dan kau... kalau masih tidak terima keluar...!" ucap Murong menantang. Mereka berempat segera keluar ruangan dengan tenang. Namun wanita yang tadi di panggil putri yang sepertinya memiliki pengaruh dengan kelompok tadi, terkejut ketika melihat Ye Xie di antara keempat orang yang bermasalah dengan temannya. Memang tadi dia tidak melihat wajah Ye Xie yang memunggungi dia.
__ADS_1
"Ye Xie...apakah itu kau...?" ucapnya sambil menatap Ye Xie . Namun Ye Xie tidak menjawab dan berlalu tanpa melihat wanita itu.
" Ye Xie tunggu...!" serunya sambil berdiri. Dia mengejar Ye Xie yang berjalan kearah kasir Restoran. Setelah membayar, Ye Xie berjalan menuju Siyue yang berjalan keluar restoran tanpa menghiraukan wanita itu .
"Ye Xie... Tunggu...tunggu aku, aku ingin bertanya padamu...!" serunya kembali. Dan kini Ye Xie sudah berada di dekat Siyue. Dan gadis itu juga sudah berada di dekat mereka.
"Tunggu Ye Xie... Kenapa kau tidak mendengar panggilanku. .." ucap gadis itu dengan marah.
"Karena itu tidak penting Nona..." ucap Ye Xie dingin.
" Kau di sini...?kau Di Sekte, ..?apakah kak Chu Tian Ji juga ada di Sini...?" ucap Gadis itu dengan wajah gembira. Walaupun tadi sempat marah karena tidak di hiraukan panggilannya.
"Nona Lusia...jaga ucapan anda...Nama yang Kau sebut tadi bukankah itu nama Raja kita. Jangan sembarangan memanggil dia...lagian saya di dini atau tidak, itu bukan urusan anda. Dan ada tidaknya tuan kami...itupun bukan urusan anda..." ucap Ye Xie dengan dingin.
"Hey...jangan macam - macam kau Ye Xie... Tentu saja ada hubungannya. Aku sudah lama tidak bertemu dengan kak Chu Tian Ji. Dan apa kau lupa kalau dia calon suamiku...!" ucapnya marah.
" Calon suami..? Ha ha ha...bukankah itu hanya keinginan sepihak dari keluarga anda. Sejak dulu tuan kami tidak pernah setuju dan tidak ingin menikah dengan anda, lalu dari hubungan mana anda mengatakan kalau anda calon istri yang Mulia....?" kata Ye Xie tajam .
"Brengsek...kau berani sekali Ye Xie... Akan ku adukan kau pada Kak Chu Tian Ji. Dan Ayah. biar mereka yang memberikan hukuman pada pengawal yang berani padaku. Dasar pria brengsek. Kau akan merasakan hukumannya nanti. Dasar pengawal bodoh...!" serunya marah.
" Anda bisa mengatakan itu pada Ayah anda, ataupun yang Mulia Raja..." ucap Ye Xie dingin. dia segera berjalan mengejar Siyue yang berjalan bersama saudara dan sahabatnya. Melihat Ye Xie pergi mengejar temannya dan tidak menghiraukannya, gadis itu marah dia menghentakkan kakinya dengan penuh kebencian dan kemarahan.
"Dasar pengawal bodoh. Brengsek...awas kau... Akan ku adukan pada Ayah. Dan akan ku katakan pada Ayah kalau Kak Chu Tian Ji sudah kembali . Agar Ayah secepatnya meminta kesediaan kak Chu Tian Ji menikah denganku..." ucapannya dengan wajah kesal. Dia segera kembali menemui para sahabatnya. Sedangkan Ye Xie berjalan bersama Siyue. Setelah mereka berpisah dengan sahabat dan Saudaranya, Siyue berjalan menuju kamar kediamannya.
"Maaf Putri... Jangan percaya dengan omongan gadis tadi..." ucap Ye Xie takut Siyue mempercayai omongan gadis itu.
"Ada apa Ye Xie...siapa gadis itu...?apakah dia kekasih tuanmu...?" kata Siyue dengan wajah tenang.
"Bukan...dia bukan kekasih yang Mulia Raja... Dia Lusia putra dari Pangeran Shan Qi saudara tiri Kaisar Chu Nang Bo . nama gadis itu Shan Lusia...." kata Ye Xie.
"Tapi dia tadi bilang kalau dia calon Istri junjunganmu...?" kata Siyue dengan tenang .
" Tidak, tidak...dia bukan Calon Istri Yang Mulia Raja.... Saya menjamin itu Putri... sunggu..! Yang Mulia tidak pernah memperdulikan gadis itu. Memang, Ayah gadis itu ingin menikahkan putrinya dengan Raja... Mereka Ayah dan anak memang sangat serakah. Mereka ingin menikahkan Putri Lusia dengan Yang Mulia , agar kerajaan menjadi kekuasaan mereka. Tapi Raja sejak awal memang tidak pernah menyukai putri Lusia. Dia terlalu berani pada laki-laki. Dan Dia sangat egois dan menang sendiri..." kata Ye Xie dengan nada kesal.
"Ya sudah jangan di bicarakan lagi. ...tenang saja Ye Xie...Aku memaklumi itu , karena selain junjunganmu seorang Raja, dia juga tampan. siapapun akan terpikat dengan ketampanannya..." jawab Siyue dengan wajah tenang dan ada senyum di bibirnya.
"Kecuali anda putri..." tambah Ye Xie dalam hati.
"Baik Putri..." jawab Ye Xie.
Tanpa terasa mereka telah sampai di kamar tinggal mereka.
"Ya sudah aku masuk dulu. Ingat jangan ada orang yang menggangu pelatihan ku. Aku akan mempelajari ilmu tapak dewa yang di berikan guru padaku itu..." kata Siyue sambil membuka pintu kamarnya.
Namun ternyata Siyue tidak langsung masuk kedalam ruang Teratainya . dia terlihat berdiri di depan jendela menatap kearah pegunungan. Ternyata perasaannya tidak setenang wajahnya. Entah kenapa saat mendengar gadis itu menyebutkan kalau Dia adalah gadis calon istri dari Chu Tian Ji. Siyue merasakan perasaan lain di dalam hatinya.
"Ada apa ini...kenapa aku merasakan sesak di dalam dada saat gadis itu bilang kalau dia calon istri dari Chu Tian Ji. Ck...ada apa denganku...kenapa aku merasa marah saat gadis itu berkata kalau dia calon Istri Pria mesum itu. Bukankah aku seharusnya bahagia karena akan terbebas dari dia jika dia memiliki kekasih...?" ucapnya keheraman sendiri.
Akhirnya dia memilih untuk masuk ke ruang teratai . Dia segera kembali menekuni ilmu pedang milik guru Yang Si. Tapi Siyue juga mulai mempelajari dasar-dasar dari ilmu tapak Dewa.
"Lebih baik aku pelajari ilmu tapak dewa ini..." ucap Siyue. Dia mulai konsentrasi dalam seriap langkah dasar dari ilmu tapak dewa. Namun semakin lama dia berlatih , Siyue semakin heran. Sebab gerakan ilmu Tapak Dewa yang dia pelajari ini, kenapa gerakannya hampir sama dengan gerakan pada buku Yang dia dapatkan di kamar kakek Si dulu. Buku itu tersimpan dengan rapi di laci kamar Kakek Si. Buku yang di bungkus kain hitam .
"Kenapa gerakan dasar dari ilmu tapak Dewa sama dengan gerakan di dalam buku itu..." ucap Siyue pelan. Walaupun dia heran, dia tetap mempelajari buku itu.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Setelah di rasa dia cukup lama berada di dalam ruang Teratai, Siyue segera keluar dan kembali kedalam kamarnya setelah mandi dan berganti pakaian. Setelah sampai di dalam kamar kembali ternyata hari menjelang pagi. Cahaya pagi mulai masuk kedalam kamarnya. Siyue membuka jendela kamarnya dan menghirup udara segar. Dan tanpa Siyue sadari. Tiba-tiba dia teringat pada Raja Chu Tian Ji.
"Ck...kenapa aku ingat wajah pria mesum itu ya...apakah karena kemarin bertemu dengan calon istrinya...?" Siyue berkata dengan pelan.
"Siapa yang memiliki calon Istri Yue'er..." ucap suara yang membuat Siyue kaget bukan main, apalagi pria itu tiba-tiba memeluk pinggang nya dengan erat .
Untung saja dia mengenal suara dari pria itu. Kalau tidak mungkin dia telah menyerang nya dengan pukulan . Pria yang tadi tiba-tiba terbayang dalam ingatannya.
"Yang Mulia....?" Seru Siyue sambil membalikkan badannya. Dan tiba- tiba bibir sang Raja telah menempel di bibirnya. Siyue kaget bukan main. Saat dia ingin lepas dan menjauh , Raja telah memegang tengkuknya. Dan gigitan di bibir membuat dia tak bisa berkutik lagi. Setelah membuat Siyue hampir kehabisan nafas. Raja baru melepas ciumannya.
"Gege...kau..!" seru Siyue yang wajahnya memerah karena kaget dan malu .
"Pertama itu Hukuman karena masih memanggilku yang Mulia, dan kedua aku sangat merindukan dirimu..." ucap Raja sambil memeluk kembali Siyue dengan erat. Siyue yang semula ingin menolak, terdiam karena dia merasakan kehangatan yang mengalir dalam hatinya saat pelukan pria posesif itu memeluknya . Akhirnya dia diam dan membalas pelukan itu . Setelah cukup lama memeluk Siyue Raja menjauhkan sedikit wajahnya dari Siyue, namun tangannya masih memeluk pinggang ramping Itu .
"Aku rindu...." ucapnya manja sambil menatap wajah sang kekasih .
"Kapan datang...!" kata Siyue lembut.
"Beberapa waktu yang lalu..." ucapnya lembut.
"Kau mencariku...?" tanya Siyue.
"Tidak...aku tahu kau berada di ruang Terataimu..." jawab Raja.
"Apakah kau ingin kesana...?" tanya Siyue lembut.
"Nanti saja setelah bertemu guru... Oh ya Aku ingin bertanya. Siapa yang kau katakan. Memiliki Calon istri yang kemarin sempat membuat kau kesal.. istri siapa...?" tanya Raja Chu Tian Ji curiga . .
"Istri Gege..." jawab Siyue dengan tenang .
__ADS_1
"Istriku....?" kata Raja tak mengerti .
"Hmm..." angguk Siyue.
"Maksudmu...?" kata Raja lagi. Akhirnya Siyue mengatakan semua yang dia dengar kemarin . percakapan antara gadis itu dengan Ye Xie.
"Siapa namanya...?" tanya Raja dengan wajah dingin. Terlihat kemarahan di wajah tampannya.
"Kalau nggak salah namanya Shan Lusia..." jawab Siyue.
"Ck gadis gila itu.." kata Raja dengan marah.
"Tian'ge...jangan mengumpat..." ucap Siyue.
"Tapi aku sangat kesal dengan gadis itu Yue'er... Kau tau..andai dia bukan saudaraku, mungkin dia sudah aku bunuh..." ucap Raja.
"Janga. seperti itu...kau tahu...jarak kebencian dengan cinta itu selebar rambut . maka itu, janganlah kita membenci orang keterlaluan, takutnya hati kita di balik oleh Dewa, yang dulunya benci. akhirnya menjadi cinta. .." ucap Siyue sambil tersenyum lembut.
"Bukan...aku bukan membenci dia sich . tapi kesal karena kebandelannya. Dia itu masih saudara dari Ayah. Dia Putri Pangeran Shan Qi...tapi dia nekat ingin menjadi istriku. Permaisuriku. Dan Dia mendapat dukungan dari Ayah gilanya... " kata Raja dengan marah.
"Tapi apakah Raja juga Mencintai dia...?" goda Siyue.
"Mana mungkin sayang...kau tahu kan... cintaku sudah habis untuk gadis lain, cintaku sudah kau ambil semua..." ucap Raja menggombal.
"Ck..yang Mulia...mulai dech.." namun tak urung wajah Siyue memerah . melihat wajah sang kekasih memerah, Raja tertawa senang .
"Kau semakin menggemaskan sayang... Dan aku merasa kau memiliki perubahan... wajahmu kenapa semakin cantik, dan kulit ini...kulit ini kenapa semakin lembut... Kau tahu kau .membuatku semakin tak ingin jauh darimu...?" ucap Raja dengan wajah keherananan.
" Jangan berucap manis... Tapi mungkin karena beberapa hari yang lalu Siyue mengalami terobosan dan Siyue mendapatkan petir kesengsaraan..." ucap Siyue berkata jujur. Sebab Siyue tahu Pasti Ye Xie sudah menceritakan kejadian itu pada sang junjungan.
"Aku juga mendengar kejadian itu dari Ye Xie...sayang...kenapa kau harus mengalami itu, aku tidak ingin terjadi lagi padamu..." ucap Raja dengan wajah sedih.
"Apakah Tian'ge tidak ingin Siyue lebih kuat...?" kata Siyue dengan lembut.
"Iya aku tahu...tapi..." sebelum ucapan Raja berlanjut, tangan lentik Siyue telah mendekap mulutnya
"Siyue tidak apa-apa kok...Siyue bisa mengatasi semua ini. Ini juga agar Siyue sepadan dengan gege...?" jawab Siyue lembut.
Mendengar ucapan Siyue Raja terharu . Dia kembaki memeluk Siyue.
"Aku bahagia apapaun Dirimu Yue'e... Ya sudah ayo kita makan dulu, lalu kita menghadap guru..." ajak Raja sambil melepas pelukannya , Setelah mencium kembali kening Siyue dengan lembut. Merekapun segera keluar dari kamar Siyue . Saat mereka.keluar, terlihat Ye Xie , Ye Mai dan Ye Gu telah menunggu di luar kamar.
"Salam sejahtera yang Mulia, kebahagian dan kemuliaan selalu bersama yang Mulia Raja..." ucap mereka bertiga.
"Bangunlah..." ucap Raja.
"Salam Putri...." ucap Mereka menyapa Siyue.
"Salam juga untuk kalian bertiga..." jawab Siyue.
"Ayo kita menghadap guru lebih dahulu...." kata Raja .
Akhirnya mereka berlima pergi ke rumah tinggal guru Yang Si. Kebetulan guru Wang juga berada di sana. Setelah memberi salam Raja dan Siyue duduk di depan kedua guru Mereka .
"Yang Mulia.. Sekarang anda bisa berlatih jurus pedang dua nyawa bersama Siyue..." ucap guru Yang Si .
"Maksud guru Yue'er sudah bisa berlatih jurus pedang itu...?" kata Raja dengan wajah kaget .
"Benar yang Mulia... Sekarang anda bisa berlatih berpasangan dengannya .. " ucap Guru kembali .
"Bagus guru....guru memang yang terbaik, dengan memiliki pasangan Yue'er, ilmu pedang ini akan semakin baik..." kata Raja. Mendengar ucapan sang Raja, guru Yang Si tertawa.
"Bukankah itu memang keinginanmu anak nakal..." ucap sang guru Membuat Raja tertawa. Sedangkan Siyue hanya bisa memerah wajahnya.
"Apakah Siyue sudah menguasai jurus itu kak....?" tanya guru Wang tak percaya.
" Jika tidak melihatnya sendiri, kau tidak akan percaya Wang..." jawab sang Kakak.
"Kalau begitu, besok pagi Raja dan Siyue bisa berlatih bersama..." ucap Guru Wang.
" Boleh saja guru...kau siap Yue'er...?" kata Raja sambil menatap sang kekasih.
"Boleh..." jawab Siyue.
"Baiklah kalau begitu besok pagi kalian datanglah di kaki gunung , kami akan menunggu kalian di sana..." kata guru Yang Si .
"Baik Guru...." jawab mereka bersama . Dan akhirnya mereka pamit akan pergi ke rumah makan . Dengan gembira Guru Yang Si mengijinkan mereka pergi. Mereka berlima segera pergi kerumah makan yang ada di dalam Sekte . Raja yang berpakaian seperti para murid terlihat gagah dan tampan . berjalan di sebelah Siyue yang ramping dan tampan , Raja terlihat bahagia walaupun masih terlihat dingin . mereka bagai sepasang harimau kembar berjalan dengan anggunnya. Saat mereka berjalan ke arah rumah makan, mereka menjadi pusat perhatian para murid . ada yang kagum , juga ada yang iri melihat Siyue berjalan dengan Sang Raja. Apalagi Terkadang tangan nakal Raja mengacak atau membetulkan rambut Siyue yang menutup matanya. Sebenarnya Siyue tak ingin sang kekasih berbuat seperti itu. Karena dia sekarang dalam dandanan sebagai seorang Pria. Tapi mau bagaimana lagi. Si posesif akan semakin menjengkelkan kalau di ingatkan .
Udahan dulu ya...aku lanjut besok. untuk kalian yang ingin doble up . bukankah cerita Author sudah panjang Say...ini bisa di buat dua episode lo...😂.
Jangan lupa like, vote fan komennya aku tunggu . jika masih ada typo maaf ya....🙏🙏
Bersambung .
__ADS_1