DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MENYEMBUHKAN AYAH .


__ADS_3

"GRRAAAAA.....PUTRIIII....KAU DATANG.... KAU SUDAH DATANG....!" seruan keras terdengar memecah udara dingin di Gunung salju itu .


"Nah lihatkah yang Mulia...dia telah mencium kedatanganmu..." ucap beruang Salju.


"Siapa Dian..?" tanya Siyue heran.


Raja yang kaget segera memeluk Siyue. Dia takut akan terjadi sesuatu pada Siyue.


"Jangan kaget yang Mulia...ayo kita keluar..." ucap Beruang Salju. Dia mengajak ketiga orang itu keluar dari goanya. Sedangkan Xiao Tu dan Xiao Hua sudah kembali berada di tubuh Siyue .


Ketika mereka sampai di luar goa, mereka di kejutkan dengan seekor naga putih, seputih salju melayang di udara. Dan Saat melihat Siyue keluar Naga itu tiba tiba melayang turun dan berubah menjadi seorang Pria yang tampan dengan rambut putih yang di ikat ekor kuda. Dan di pangkal ikatan terlihat mahkota kecil berada di kepalanya. Dia memakai baju putih bersulam benang emas bergambar naga di dada kirinya. Pria itu berdiri di depan Siyue dan berucap.


" Yang Mulia kau kah itu...?" ucapnya dengan wajah gembira.


"Siapa kau...?" tanya Siyue heran.


"Salam Yang Mulia.....hamba Liong Bay pengawal yang Mulia memberi salam..." ucap pria itu .


"Pengawal...maksud kalian, kalian ini pengawal gadis darah Phoenix...?" tanya Siyue.


"Benar yang Mulia...." ucap mereka berdua bersama- sama. Xiao Tu dan Xiao Hua melompat turun kebawah dan menyapa Pria itu.


"Liong apa kabar...!" seru Xiao Hua yang sudah berubah menjadi pria remaja dan memeluk Pria itu. Begitu juga dengan Xiao Tu .


":Kalian sudah bersama Putri...!" tanya Liang Bay .


" Putri menemukan diriku .." ucap Lotus putih.


"Dan aku menjaga ruang Teratai..." jawab Xiao Tu.


"Jadi kalian adalah penjaga atau pengawal gadis darah Phoenix..?" tanya Siyue.


"Benar Putri..." jawab mereka serempak.


" Lalu kenapa Xiao Tu tidak mengatakan padaku...?" tanya Siyue.


" Aku takut kami tidak bisa bertemu Yueyue..." jawab Xiao Tu sambil menunduk.


"Seperti pemilik sebelum dirimu. Dia seorang pria dan sampai ajal menjemput , kami tidak bisa bertemu dengan mereka berdua. malah Malah teratai putih, merah dan hitam di curi penjahat...." jawab Xiao Tu.


" Kok Bisa....?" tanya Siyue .


"Semua karena kecerobohan kami sendiri ..." jawab Xiao Hua .


" Lalu ada berapa mahluk yang menjadi pengawal gadis Darah Phoenix...?" tanya Siyue.


" Hanya kami bertiga Yueyue. Cuma kalau lotus masih ada teratai merah dan hitam entah di mana mereka sekarang..." jawab Xiao Tu.


"Jadi masih ada teratai merah dan hitam....?" tanya Siyue.


"Benar Yueyue " jawab Xiao Tu.


"Ya Sudah. Karena Beruang telah sembuh. Antarkan kami ke guru..." kata Siyue lagi.


"Guru...maksud yang Mulia...?" tanya Liong Bay tak mengerti.


"Putri kemari sebenarnya ingin mencari gurunya, dia tidak tahu kita berada di sini..." jawab Beruang salju.


"Oo.. Kalau begitu ayo antarkan putri ketempat gurunya..ee..tapi tunggu dulu putri...kenapa hamba merasa nafas yang sangat hamba kenal..." ucap Liong Bay sambil menatap lengan Siyue . Setelah dia perhatikan kalau itu bukan sebuah gelang giok, tapi seekor Naga kecil.


"Putri...Dia anak Naga....?" ucapnya sambil melihat Twins Naga.


"Dia Naga kembar ..Twins Kenarilah...?" ucap Siyue sambil membuka kedua telapak tangannya. kedua Naga segera melayang kearah tangan Siyue.


"Ibuuuu....." seru mereka sambil mengusapkan kepala kecil mereka di tangan Siyue .


"Naga kembar...darimana Yang Mulia mendapatkan mereka....?" tanya Liong Bay .


"Bay....Mereka Putra Liong Li... Saudaramu..." kata Xiao Tu pelan .


"Apaa...putra Lili....darimana kau tahu itu...!" seru Liong Bay dengan wajah kaget.


"Karena Yueyue lah yang menyelamatkan mereka dari Ular hitam yang ingin mengambil Putra Lili..." ucap Xiao Tu.


"Xiao Tu...jadi ibu dari ular ini saudara Liong Bay..." kata Siyue yang juga kaget mengetahui semua itu .


"Benar Yueyue..." jawab Xiao Tu.


"Kenapa kau tidak memberitahukan padaku Tu....?" kata Siyue kesal .


"Aku tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Liong Bay...maafkan aku Yueyue.." ucap Xiao Tu sedih .


"Baik aku akan memaafkanmu kali ini. tapi tidak untuk lain kali...." ucap Siyue kesal.


'Triamakasih Yueyue...kau memang yang terbaik..."ucap Xiao Tu gembira .


"Lalu dimana adikku Lili....?" tanya Liong Bay lagi .


"Dia terluka parah daat bertemu dengan kami. Dan dia mati setelah memberikan Twins Naga pada Yueyue dan Raja... Dan Raja telah membunuh ular hitam itu..." ucap Xiao Tu .


Mendengar ucapan Xiao Tu terlihat wajah sedih Liong Bay .


"Twins...datanglah pada paman Liong Bay. beri dalam padanya dalam wujud kalian yang sebenarnya...." ucap Siyue lembut .


"Baik ibu....." jawab mereka setempak.


Twins Naga segera berubah menjadi naga kecil yang sebenarnya , mereka segera mendekati Liong Bay yang sedang bersedih. Dan berkata.


"Salam Paman Liong Bay...." ucap mereka serempak . Liong Bay segera memeluk kedua Naga itu sambil menangis. Setelah puas dia melepas pelukannya .

__ADS_1


"Mereka memanggilmu Ibu oadamu Putri...?" tanya Liong Bay .


"Iya...saat lahir wajah yang meteka lihat adalah wakahku dan Raja...jadi mereka menganggapku Ibu dan Raja Ayah mereka. Tapi itu tak jadi masalah. Karena mereka berdua anak angkat kami...." jawab Siyue. Mendengar ucapan Siyue , ada senyum kebahagiaan di wajah Liong Bay .


"Trimakasih Putri...." ucap Liong Bay .


"Sama- sama...ya sudah ayo kita pergi..." ajak Siyue . Akhirnya mereka segera melanjutkan perjalanan mereka.


Xiao Tu membawa Liong Bay masuk kedalam ruang Teratai yang dulu memang tempat dia bersama para pengawal Putri Phoenix tinggal .


Sedangkan Siyue , Raja, Wei Zi dan Beruang Salju segera pergi menuju tempat guru Yun Jin. Ternyata tempat yang di tuju hampir di puncak gunung salju . Dan akhirnya mereka sampai pada sebuah goa yang terdapat di sisi sebuah tebing. Dari luar tidak akan terlihat kalau di sana ada sebuah goa.


Mereka berjalan melewati sisi tebing yang curam. Dan jika tidak hati-hati dan bukan manusia berilmu . Akan sulit melewati tebing itu. Akhirnya mereka sampai juga di mulut goa. Wei Zi segera maju kedepan dan berseru.


"Paman.....aku Wei Zi datang...!" seru Wei Zi keras . namun rak terdengar suara apapun .


"Guruuu....aku Siyue datang... apakah guru ada di dalam...." teriak Siyue.


Teriakan Siyue menggema di dalam goa. Namun tak terlihat adanya gerakan dari dalam. Namun saat WeiZi akan berteriak kembali. Tiba- tiba bayangan putih berkelebat malah dari luar masuk kedalam goa melewati mereka . Dan kini berdiri pria paruh baya yang masih terlihat ketampanannya.


"Guruuu....!"


"Pamaan....! seru Wei Zi dan Siyue bersamaan.


Mereka segera memberi hormat. Begitu juga dengan Raja yang ada di samping Siyue. guru Yun Jin menatap Siyue. Lalu dia bergerak mendekati Siyue. Dan tiba- tiba dia memeluk Siyue.


"Yue'er...kau ternyata sampai juga di sini nak.. Aku tahu kau pasti mampu melakukan itu..." ucapnya. Ada air mata yang menetes di pipinya. Melihat Pria itu memeluk Siyue, Raja terlihat marah. Ingin rasanya dia menarik Siyue. Namun dia sadar siapa pria yang ada di depannya. Bukan karena takut pada Pria itu, tapi dia tahu perasaan sang kekasih pada sang guru.


Setelah puas melepas rindu dan rasa bahagiaan. Guru Yun Jin melepas pelukannya.


"Kapan kau datang...?" tanya Guru Yan Jin.


"Beberapa bulan yang lalu guru..." jawab Siyue.


"Lalu kau tinggal dimana...?" lanjut guru Siyue.


" Siyue sekarang menjadi murid perguruan Tapak Dewa, dan juga Elang Putih Guru..." jawab Siyue.


"Apa maksudmu...kenapa kau jadi murid dua perguruan...?" kata Guru Yun Jin heran. Akhirnya Siyue menceritakan semua yang terjadi padanya hingga dia menjadi murid dari dua guru besar sekte terbesar di Kerajaan Darga itu. Mendengar cerita Siyue. Guru Yun Jin tertawa. Dan dia mengacak lembut rambut Siyue.


"Dasar anak nakal...bisa-bisanya kau menjadi rebutan kedua guru besar itu...lalu siapa dia..." kata Guru Yun Jin sambil menunjuk Raja.


"Dia kekasih Siyue paman....!" seru Wei Zi memberitahu.


Mendengar ucapan Wei Zi guru Yun Jin kaget. Tapi dia semakin kaget saat Raja membuka topengnya.


"Salam guru Yun Jin..." sapa Raja sambil memberi salam sejarah satria.


"Yang Mulia....!" seru guru Yun Jin kaget. Mendengar teriakan sang Paman Wei Zi juga kaget. Dia segera menatap kearah Raja.


"Yang Mulia Raja Chu Tian Ji...!" serunya tak kala kaget.


"Lo..kau tidak tahu kalau yang bersamamu Raja Darga...?" tanya guru Yun Jin pada Wei Zi dengan heran .


"Tidak Paman...yang aku tahu , Dia kekasih Siyue itu saja..." ucap Wei Zi dengan perasaan malu.


"Maaf Kak...itu semua aku lakukan karena aku menghindari kejadian yang tidak di inginkan , lagian aku takut mereka orang - orang serakah itu akan membuat keonaran di kerajaan Darga jika tahu Raja tidak ada di kerajaan...." kata Siyue sambil menatap Wei Zi meminta maaf .Mendengar ucapan Siyue, Rajapun kaget.


"Sayang....kau lakukan semua ini karena alasan itu...?" tanya Raja tak percaya.


"Maaf Gege...aku takut jika mereka tahu kerajaan dalam keadaan kosong tanpa Raja. Walaupun ada saudaramu di sana, aku takut akan ada masalah saat kau tidak ada di kerajaan...." kata Siyue lagi. Mendengar ucapan Siyue, perasaan haru mengalir di hati Raja . Dan tanpa merasa malu pada guru Yun Jin, Raja memeluk Siyue


"Kau ini....tindakanmu selalu membuatku kaget dan kagum sayang..." ucap Raja sambil memeluk sang Kekasih. Siyue kaget melihat reaksi Raja . perasaan perbuatan ittu biasa saja...pikir Siyue.


Melihat perbuatan Raja di depannya. Guru Yun Jin berdehem dan tersenyum. Mendengar deheman Guru Yun Jin , Raja tersadar dan melepas pelukannya secara perlahan. Seakan dia tak rela melepas pelukan itu . Terlihat wajah Siyue yang memerah karena malu .


"Maaf Guru..." ucap Raja dengan wajah tak bersalah .


"Jadi kalian berdua memiliki hubungan dekat...?" kata Guru Yun Jin.


"Bukan hanya dekat guru...tetapi dia calon Ratu Kerajaan Darga. Dan Yue'er berjanji padaku, jika masalah keluarganya telah terungkap , Dia akan menerima lamaran Raja ini dan kami akan bertunangan...." ucap Raja dengan nada yakin sekali.


" Anda sudah yakin yang Mulia..?" tanya Guru Yun Jin .


"Sangat Yakin Guru..." jawab Raja dengan cepat.


"Oh ya Guru...ada yang ingin Siyue tanyakan pada guru...?" kata Siyue menyela pembicaraan Raja dan sang guru .


"Aku tahu yang akan kau tanyakan padaku, tapi sebelum itu ikutlah denganku..." kata guru Yun Jin .


"Kemana guru..." ucap Siyue.


Guru Yun Jin tidak Menjawab dia hanya berjalan kearah dalam goa .


"Ayo ikut..." ajak Guru Yun Jin.


Mereka masuk kedalam goa . Beruang Salju meminta ijian untuk masuk kedalam ruang Teratai Siyueb.


"Apakah kau bisa masuk sendiri...?" tanya Siyue.


"Bisa Putri...karena hamba pelayan Putri..." ucap Beruang itu.


Siyue pun mengijinkannya. Dia lalu mengikuti Guru Yun Jin masuk kedalam goa. Mereka masuk semakin kedalam. Dan pada ujung goa , Guru Yun Jin menekan Sisi samping goa. Tak lama terlihat dinding ujung goa bergeser. Dan terlihat jalan yang hanya bisa di lalui satu orang. Mereka segera masuk pergantian . pada ujung jalan, terlihat ruangan yang tak terlalu besar. Dan di tengah ruangan terlihat ada batu giok putih setinggi lutut orang dewasa .lebarnya sekitar satu meter dan panjangnya hampir dua meter . Di atas batu giok itu terlihat seorang pria paruh baya sedang tidur. Tapi wajah pria itu sangat pucat. Entah kenapa ada perasaan bergetar saat Siyue menatap wajah dari pria itu. Apalagi saat melihat kulitbtangan dan kaki mrnghitam . Perasaan sedih dan ingin menangis tiba- tiba menyerang perasaannya. Perlahan dia mendekati tempat tidur giok itu. Dia menatap wajah yang terlihat sangat tampan walaupun terlihat pucat. Semakin dia menatap, semakin dia merasakan perasaan sedih. Dan wajah itu...wajah itu terlihat sangat femiliar.


"Yueyue....wajah itu sangat mirip dengan wajahmu, saat kau berpakaian seperti ini...." ucap Xiao Tu yang tiba-tiba berada di bahunya. Entah kenapa tiba-tiba air matanya mengalir dengan deras.


"Guru.... Siapa pria ini....?" tanya Siyue di sela tangisannya. Raja yang melihat sang kekasih menangis segera mendekat dan menggenggam tangannya dengan erat.


"Dia Ayahamu....." ucap guru Yun Jin perlahan.

__ADS_1


"Apaaa...!" seru Siyue sambil menatap pada sang guru lalu pada pria di atas batu giok putih.


"Dia ayahmu yang bernama Sima Yuan...dia yang menjadi kunci dari semua pertanyaan yang akan kau tanyakan. Sayang sekali dia sudah sejak delapan belas tahun yang lalu seperti itu. Dia tersiksa selama itu. "ucap guru Yun Jin sambil menatap Sima Yuan .


"Maksud guru...?" tanya Siyue.


"Dia menderita Racun ganas. Seseorang menyerangnya dengan kekuatan hitam yang beracun . Tubuhnya hanya bisa bertahan di atas batu giok abadi. Batu giok itu akan menyerap panas yang di sebabkan racun di dalam tubuh Ayahmu...dan sayangnya tidak ada obat yang dapat menyembuhkan racun itu..." mendengar ucapan sang guru. Air mata Siyue semakin deras. Dan akhirnya Raja memeluk tubuhnya. Gadis itu menangis dalam dekapan sang kekasih. Cukup lama dia menangis . tak lama dia berucap sambil melepas pelukannya .


" Biarkan Siyue mencoba menyembuhkannya guru...?" ucap Siyue.


"Kau bisa pengobatan....?" tanya guru Yun Jin dengan wajah kaget.


" Sedikit, tapi Siyue akan mencoba menyembuhkan Ayah. Semoga bisa Paman..." ucap Siyue. Sekali lagi Siyue menatap sang Ayah. Raja segera mengambilkan tempat duduk yang ada di sudut ruangan. Tempat duduk itu berbentuk kotak seukuran orang duduk dengan nyaman. Siyue segera duduk dan mengeluarkan jarum peraknya yang terlihat mengkilat. Melihat jarum itu, terlihat guru Yun Jin kaget .


'Yue'er...kau bisa melakukan pengobatan tehnik akupuntur....?" tanya GurunYun Jin tak percaya. Begitu juga dengan Wei Zi. Dia menatap Siyue dengan wajah kagum.


"Iya guru...." jawab Siyue .


"Gege, kakak... bantu Siyue membuka baju Ayah...." kata Siyue yang terlihat masih mengeluarkan air matanya.


Dengan cepat Raja dam Wei Zi membuka baju Ayah Siyue . mereka hanya meninggalkan ****** ***** sang pendekar. Siyue terlihat menghela nafas berat dengan wajah sedihnya. Karena melihat tubuh sang ayah berwarna hitam di sekujur tubuhnya. Hanya menyisahkan wajahnya saja yang putih pucat. Itupun lehernya sudah berwarna biru kehitaman.


"Aku hanya bisa menahan kekuatan Racun itu sampai di leher nak... Sudah satu tahun ini racun tertahan di sana. Mungkin hanya beberapa bulan lagi. racun itu akan menjalar kewajah Ayahmu..." ucap Guru Yun Jin dengan wajah terluka.


'Tolong Bantu dengan do'a agar Siyue bisa menyembuhkan Ayah..." ucap Siyue dingin. Dia merasakan penderitaan sang Ayah terlalu parah.


Perlahan Siyue mulai konsentrasi menusukkan jarum pada titik akupuntur di tubuh sang Ayah. Terlihat mulai dari ujung Kaki sampai kepala, tubuh Sima Yuan penuh dengan jarum akupuntur. Setelah itu Siyue duduk lotus di atas kursi kayu. Dan dia mulai mengeluarkan tenaga dalamnya. Perlahan dengan pasti. Dari jari telunjuk Siyue keluar cahaya biru yang bercampir putih dan merah. Dan di telapak tangan kiri Siyue keluar cahaya putih cemerlang. Kedua cahaya itu terlihat mulai bersatu membungkus tubuh Sima Yuan.


Melihat ke kejadian itu, Yun jin terlihat menatap Siyue tak percaya. Begitu juga dengan Wei Zi. Sedangkan Raja menatap sang Kekasih penuh dengan kekaguman. Mereka berdiri dengan wajah yang berbeda. Wei Zi terlihat melongo dengan mulut menganga, Guru Yun Jin dengan wajah tak percaya , sedangkan Raja dengan wajah penuh pesona dan senyuman di bibirnya.


Sedangkan Siyue sendiri terlihat penuh konsentrasi. Terlihat sekali wajahnya perlahan memucat. Siyue bisa merasakan tekanan kuat dari racun yang menyerang sang Ayah. Terlihat bulir keringat memenuhi wajah dan tubuhnya. Melihat keadaan sang Kekasih Raja terlihat sangat khawatir. Melihat itu Raja berdiri di belakang Siyue. Dia berbisik.


"Sayang...jangan menolak, aku akan membantu kekuatanmu...." ucapnya. Dia lalu menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Siyue. Dan Siyue mulai merasakan aliran hangat masuk kedalam tubuhnya. Dan tak lama dia merasakan kekuatan yang tadi hampir terkuras habis kini merasa ada kekuatan baru membantunya. Dua jam kemudian terlihat dari setiap tusukan jarum akupunturnya , cairan hitam keluar dari sana. Juga dari mulut Sima Yuan. Setelah hampir tiga jam melakukan pengobatan, Siyue berkata .


."Gege...kita akhiri dulu pengobatan.." ucap Siyue.


Raja segera menarik perlaham kekuatannya. Perlahan cahaya yang menyelimuti Sima Yuan memudar secara perlahan .Dan tak lama hilang semua . Raja dan Siyue membuka matanya . Setelah itu dia mulai mencabuti jarum yang ada di dalam tubuh sang Ayah.


"Kita hentikan dulu pengobatan hari ini. Besok kita lanjut lagi..." ucap Siyue.


Dia mengambil air suci dari dalam ruang Teratai nya. Lalu meminumkan kepada sang Ayah secara perlahan . Setelah itu dia mulai membersihkan tubuh sang Ayah dengan lembut. Kini tubuh itu tidak sehitam tadi.


" Yue'er...apakah tadi yang di namakan tehnik akupuntur jari emas....?" kata Guru Yun Jin dengan Wajah yang masih Syok.


"Bebar guru.... itu tehnik pengobatan akupuntur jari emas..." jawab Siyue.


"Sejak kapan kau bisa melakukan pengobatan akupuntur.


"Sudah lama guru... Hanya saja tidak sekuat sekarang..." jawab Siyue.


"Apakah saat guru masih ada di dunia bawah kau sudah mempelajari ilmu itu...?" tanya sang guru.


"Sudah guru...hanya saja tidak terlalu kuat.


"Dasar anak nakal...kenapa kau tidak memberitahu guru..." kata Guru Yun Jin dengan wajah kesal.


"Guru tidak bertanya kata Siyue sambil tersenyum . namun tangannya masih tetap membersihkan badan sang Ayah.


"Guru....maaf...selama tiga hari kedepan, Siyue harus membawa Ayah ke suatu tempat. Jadi maaf Siyue belum bisa membawa guru kesana..." kata Siyue. Melihat kesungguhan Siyue, Yun Jin mengerti kalau Tempat itu sangat rahasia.


"Baik pergilah. Kalau begitu, aku dan kakakmu Wei Zi akan pergi dulu sebentar. Tiga hari lagi guru akan datang kemari..." ucap guru Yun Jin.


"Trimakasih guru..." jawab Siyue.


"Pergilah...." ucap Guru Yun Jin.


"Gege...kau bisa membawa ayah...?" kata Siyue.


Tanpa bicara Raja segera mengangkat Sima Yuan . dan tak lama mereka bertiga hilang dari tempat itu. Melihat kejadian itu, Wei Zi terkejut.


"Paman mereka....?" ucapnya.


"Biarkan Siyue mencoba mengobati Ayahnya Wei Zi...mungkin dia membawa Ayahnya ketempat yang kita tidak tahu di mana itu. Biarkan saja. Yang Membawa Sima Yuan Putrinya sendiri. Mungkin saja itu jalan kesembuhan Sima Yuan..." ucap guru Yun Jin .


"Kita pergi saja Wei Zi. Kita akan turun dulu. Tiga hari lagi kita akan kembali lagi kemari..." ucap guru Yun Jin.


"Baik Paman..." jawan Wei Zi dan mengikuti sang Paman keluar dari goa.


Sedangkan Siyue yang membawa sang Ayah masuk kedalam ruang Teratai kini sudah berada di dalam kamar mandi. Raja memasukkan perlahan Sima Yuan kedalam bak mandi. Sambil merendam tubuh sang Ayah. Siyue kembali mengobati dengan kekuatan jari emasnya dan bekas tusukan jarum yang di lakukan tadi, terlihat kembali mengeluarkan darah hitam kental. Setelah air menjadi hitam , Siyue menyudahi pengobatannya. Setelah mengganti air dengan air suci yang baru, Siyue meninggalkan sang Ayah untuk berendam.


"Mau kemana Sayang....?" tanya Raja yang sejak tadi menemaninya.


"Membuat makanan untuk kita, dan membuat jus yang akan aku berikan pada Ayah...." jawab Siyue .


"Jus....!" tanya Raja.


"Minuman Air sari buah dan daun Roh di campur dengan air suci dan air jiwa..." jawab Siyue.


"Ooo.. kalau begitu aku ikut..." ucapnya.


Dia menggandeng tangan sang kekasih keluar dari kamar mandi . Siyue hanya bisa mengikuti pria itu.


Sesampainya di dapur, Siyue mulai membuat beberapa makanan untuk mereka makan. Dia juga membuat jus seperti yang dia katakan tadi. Melihat semua yang di lakukan Siyue , Raja terlihat tersenyum bahagia. Dia tak menyangka kalau calon istrinya, calon Ratu kerajaan Darga memiliki kemampuan di segala bidang . Tidak ada wanita yang pernah dia temui di tiga alam ini sepintar dan sejenius sang Kekasih . Dengan apapun, dia tak ingin menukarnya dengan wanita lain, dan dia tak butuh wanita lain lagi dalam hidupnya .


Setelah beberapa jam kemudian, Mereka telah membuat beberapa makanan dan di tata di atas meja. Xiao Tu dan Beruang yang ternyata bernama Tongsa dan telah berubah menjadi seorang pria besar dan gagah , membantu mereka juga . Tak berapa lama terlihat Siyue dan Raja sedang makan bersama dengan beberapa hewan kontrak dan hewan penjaga Siyue .


Udahan dulu ya...maaf jika masih ada typo di setiap episode. Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu .


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2