
"Jangan gegabah...apakah Kau ingin di permalukan...." Ucap sang Ayah datar. Dia memang sadar kalau Dewa Wiqya tidak menyukai Putrinya. Tapi bukan hanya Putrinya yang di tolak oleh Dewa tampan dan gagah itu. Banyak gadis yang sama nasibnya dengan sang Putri. Dan Melihat Sikap Dewa Wiqya pada gadis cantik itu, sang Ayah Dewi Langsy tahu perasaan Dewa Wiqya pada gadis itu. Tapi Siapa dia...? Ucap Dewa Ayah dari Dewi Langsy dalam hati .
Sedang kan orang yang menjadi pusat perhatian di tempat itu masih saja berada di dekat Siyue yang sedang menata makanan bersama para pelayan. Mereka menambah makanan khas para Dewa yang tinggal Di Nirwana. Tadi saat mereka hampir selesai memasak , Tiba- tiba seorang pelayan yang masuk terburu- buru mengatakan kalau di luar ada beberapa tamu yang datang ke istana Dewa Yang Xi. Dan kini sedang bercengrama dengan Dewa Yang Xi Tentu saja berita itu membuat Siyue segera meminta koki dan pelayan istana untuk membuat makanan dengan cepat. Akhirnya mereka dengan cepat membuat makanan seperti biasanya . karena itulah sekarang Siyue bisa menghidangkan makanan selain makanan yang dia buat. Tak lama Siyue menatap makanan di meja dengan puas.
" Sudah selesai..." Ucap Siyue sambil menatap makanan di atas meja dengan puas sekali lagi .
"Sudah selesai Beb...?" Ucap Dewa Wiqya sambil mengusap peluh di dahi Siyue dengan penuh kasih sayang tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya yang menatap ke duanya dengan penuh keheranan , terutama para Dewa Wiqya .
"Sudah Han...kita menghadap Bunda.."
Ucap Siyue lembut .
Mereka berjalan kearah Dewa Yang Xi dan Dewi Bao Yu yang duduk bersebelahan. Tanpa menghiraukan tatapan tak percaya dari para Dewa yang berada di Sana (terkecuali Saora) terhadap tingkah Dewa Wiqya .
"Yang Mulia Dewi..semua telah tersaji di hadapan yang Mulia...silahkan anda menikmatinya yang Mulia..." Ucap Siyue lembut. Suara nya membuat semua orang terpaku.
" Oo...benarkah nak....kalau begitu Mari kita mulai menikmati makanan nya..." Ucap Dewi Bao Yu.
Beliau segera mepersilahkan para tamu untuk menikmati makan siang bersama . Merekapun mulai mendekati meja makan, saat mereka melihat masakan yang Ada di meja makan, mereka merasa heran, dan terkesan enggan untuk memakan makanan yang Ada di sana, tapi beda dengan Dewa Saora , Dewa Yang Xi Dan Dewa Wiqya. Saat acara makan di mulai, mereka bertiga segera mengambil makanan yang terlihat aneh di mata mereka. Dan dengan tenang mereka makan makanan itu. Malah terkesan sangat menikmati dengan nikmat . Dewi Bao Yu yang melihat Suami , Keponakan dan Putranya sedang makan dengan lahab perlahan dia mulai mengambil makanan yang Ada di atas meja . dengan tangan agak ragu dia memasukkan makanan ke dalam Mulut nya. Perlahan dia mulai mengunya dan dia merasakan betapa lezat nya masakan yang terlihat aneh itu.
"Hmm...enak...Yue'er... Enak sekali masakan ini... Ucap Dewi Bao Yu . diapun segera mengambil makanan lebih banyak lagi. Melihat sang pemilik rumah , memakan msakan itu dengan enak malah seolah takut kehabisan, merekapun segera mengambil makanan yang Ada di atas meja. Dan mulai merasakan rasanya. Dan betapa terkejutnya mereka. Ternyata makanan itu enak sekali. Lembut gurih dan lezat. Seperti Dewi Bao Yu, merekapun segera mengambil lebih banyak makanan yang tadinya mereka enggan melihat, Kini malah berebut mengambil makanan itu. Siyue yang melihat kejadian Itu hanya tersenyum lembut. Sedang kan dia sendiri mencoba mengambil makanan yang di buat pelayam istana Dewa Yang Xi. Tak berapa lama terlihat hidangan di atas meja telah habis semua, Selain masakan yang di buat pelayan istana, masakan pelayan istana hanya berkurang sedikit. Malah terkesan masih utuh. tak berapa lama selesai juga acara Makannya.
"Ayi..ternyata pelayan Ayi sangat pintar, Andai di rumah Ada pelayan seperti ini...pasti kami akan bangga, apa boleh kami meminta koki rumah kami untuk Belajar pada pelayan Ayi...?" Ucap Dewi Langsy sambil mendekati Dewi Bao Yu . Mendengar ucapan Dewi Langsy , terlihat raut wajah Dewi Bao Yu kesal dan marah. Dia marah Karena Langsy menganggap calon menantunya sebagai pelayan .
"Kenapa Kau berkata seperti itu...?" Tanya Dewi Bao Yu dengan datar.
"Sebab masakan itu sangat enak sekali Ayi.. Jadi aku ingin di rumahku Ada pelayan yang pandai seperti itu...."jawab Dewi Langsy .
"Kenapa Kau tidak ingin Belajar memasak sendiri...?" Tanya Dewi Bao Yu.
"Aku memasak...?Ayi... untuk apa aku harus repot-repot Belajar memasak..bukankah Ada pelayan.. Jika itu kulakukan, untuk Apa aku membayar pelayan di rumahku... Intuk apa aku memiliki pembantu...?"ucap Dewi Langsy dengan nada angkuh dan sombong .
" Oo..jadi sebagai wanita kita tidak perlu Belajar memask....? Lalu bagaiaman kalau Suami mu ingin merasakan masakan yang Kau buat...?" tanya Dewi Bao Yu lagi.
" Gampang saja Ayi....kita suruh saja pelayan membuat makanan yang Suami minta , beres kan...?" Ucapnya dengan bangga.
"Yu'er...jangan berkata seperti itu...tidak baik nak...?" Ucap Sang Ibu yang sudah berada di dekat mereka.
Dan pada saat itu Siyue berjalan ingin keluar ruangan. Tanpa sengaja dia melewati mereka. Saat itulah Dewi Langsy yang tadi sangat marah pada Siyue Karena Sikap Dewa Wiqya pada Siyue . Milihat Siyue yang melintas tak jauh dari mereka yang sedang mengobrol.
"Ayi...apakah gadis itu pelayan baru Ayi...?" Serunya dengan nyaring.
Namun belum sempat Dewi Bao Yu menjawab, Dewi Panyu berseru.
"Hai Kau pelayan baru...kemarilah...!" Seru nya nyaring Hingga membuat semua yang berada di sana menatap Dewi Lanyu.
Tentu saja Siyue yang merasa dia bukan pelayan tetap bejalan keluar ruangan . Tapi tiba- tiba Dewi Lanyu berjalan mendekati Siyue dan langsung menampar dia di depan semua orang, Tentu saja Siyue yang tidak menyadari akan mengalami kejadian itu tertegun.
"Dasar pelayan bodoh...aku memanggilmu, tapi kau dengan seenaknya kengabaikan panggilanku...aku membantu Ayi Bao Yu menghajarmu...jangan mentang- mentang Kau memiliki wajah cantik, Kau lupa Siapa dirimu. dasar perempuan penggoda...!" Serunya dengan marah. Dan tangannya Melayang lagi kearah wajah Siyue. Namun sebelum tangan Siyue menangkap tangan kurang ajar Dewi Langsy, sebuah tangan kekar menangkap Tangan Dewi Langsy .
"Lancang sekali Kau..Berani sekali Kau menampar wajah kekasihku..." Ucap Dewa Wiqya sambil melempar Dewi Lanyu hingga dia melayang terlempar agak jauh dan menabrak dinding istana Dewa Yang Xi. Sedangkan Dewa Wiqya segera memeluk tubuh Siyue dan mengusap Pipinya . terlihat memar merah cap lima jari di pipi Siyue.
"Sayang Kau tidak apa- apa kan...?" ucap nya dengan cemas .
" Sedikit Sakit Han...." Ucap Siyue sambil mengusap pipinya. Bukan hanya Dewa Wiqya yang menghampiri Siyue, tapi Dewa Yang Xi, Dewi Bao Yu dan Dewa Saora datang menghampiri Siyue .
"Yue'er.. Kau tidak apa- apa nak....;" seru Dewi Bao Yu sambil melihat Pipi Siyue.
"Hanya sedikit nyeri Bunda ..tidak masalah Bun , Biasa wanita yang cemburu berfikiran dangkal...." ucap Siyue lembut. Namun badan nya masih dalam pelukan Dewa Wiqya.
__ADS_1
"Dewi Langsy Apa yang Kau lakukan....berani sekali Kau membuat kekacauan di istana ku..!." seru Dewa Yang Xi dengan wajah dingin dan marah . dan terlihat beliau berusaha menahan kemarahan . Hingga terlihat wajahnya memerah . Sedang kan Dewi Langsy yang bangun dari tempat dia jatuh, berusaha berduri dengan di bantu sang Ayah . Namun perasaan cemburunya mengalah kan otak dan akal yang dia miliki . Apalagi melihat dewa Wiwya memeluk Siyue . Dia semakin cemburu saat Dewa Yang Xi dan Dewi Bao Yu berlari kearah Siyue . Bukan nya berusaha menolong Dia. Dan dia sempat mendengar ucapan dari Dewa Wiqya yang mengatakan kalau gadis itu Kekasih nya. Dengan cepat dia mencari dukungan Dewa Yang Xi.
"Maaf Paman... tapi pelayan itu tak tahu diri...dia berlagak seperti tamu... Aku hanya membantu Ayi untuk memberi peringatan padanya...." Ucapnya dengan wajah seolah mengadu.
" Andai dia memang pelyanku, Kau tidak memiliki hak untuk memukul dia . apalagi dia bukan pelayan...Dari man''a Kau bisa mengatakan dia pelayan, sedang kan gaya dan kecantikannya mengalahkan dirimu..." Ucap Dewa Yang Xi dengan wajah dingin .
Mendengar ucapan Dewa Yang Xi membuat Dewi Langsy seperti mendapat tampar di wajah nya. Dan semua orang membenarkan perkataan Dewa Yang Xi.
"Dan perlu Kau ketahui Dewi Langsy....yang Kau tampar tadi bukankah seorang pelayang, Kau mengatakan kalau dia pelayan Karena Kau melihat dia membawa makanan , tapi apakah Kau tidak melihat kalau Putraku Wiqya juga membawa makanan bersama nya....? Dia melakukan itu Karena Dia yang memasak makanan yang Kau makan tadi. Semua makanan yang Teresa lezat itu hasil buatan dia...dan Kau tahu...dia murid tunggal dari Dewa Saora, dan juga Kekasih atau calon Istri Dewa Wiqya Putraku ...." Ucap Dewa Yang Xi dengan dingin. Namun di wajahnya terlihat suatu kembanggan .
mendengar ucapan Dewa Yang Xi membuat Dewi Lanyu kaget.
"Tidak , itu tidak mungkin Paman... Bukankah aku Adalah tunangan Dewa Wiqya, mana bisa Paman membatalkan nya..." Ucapnya percaya diri.
"Kau jangan memfitnah kami Langsi...Kapan kami menyetujui pertunangan itu...jangan mengatakan ucapan yang tidak- tidak...Kau tahu hukuman orang yang berani mengucapkan kata- kata Bohong kan...dan maaf Dewa Kenzho...jaga ucapan dan tingkah laku Putrimu... Aku merasa belum pernah menyetujui apapun itu. Dan aku merasa tidak Ada ikatan di antara Putraku dan putrimu... jadi jaga ucapan Putrimu itu..." Ucap Dewa Yang Xi marah.
"Maaf Yang Mulia atas semua kesalahan yang anakku lakukan, lebih baik kami mohon diri..." Ucap Dewa Kenzho dengan wajah takut dan malu. Dia malu terhadap perbuatan sang Putri yang memang keterlaluan. Mendengar sang Ayah akan mengajaknya pergi Dewi Langsy marah dan kesal.
"Tidak Ayah...aku tidak mau pulang, mana mungkin aku membiarkan gadis Hina dan Rendahan itu akan merebut calon kekasihku...!" Teriaknya marah.
Plaak..
"CUKUP YU'ER...kita pulang..." Terdengar suara tamparan dan seruan dari Dewa Kenzho setelah menampar Dewi Langsy . Terlihat keterkejutan dari Dewi Lanyu. Saat sebuah tamparan mendarat di pipi mulusnya .
"Ayah...." Ucapnya dengan wajah kaget.
"Pulang...!" Seru sang Ayah sambil melangkah keluar ruangan. Di susul Istri dan Dewi Langsy dengan langkah enggan . mereka mendapat tatapan dari para Dewa yang masih berada di sana.
"Sayang.. Kau tidak apa -apa kan...?" Tanya Dewa Wiqya.
"Aku tidak Apa - apa.."ucap Siyue sambil ingin lepas dari Dekapan Sang Kekasih. Dewa Wiqya melepas pelukannya, tapi membimbing Siyue ke sebuah Kursi. Di ikuti Dewi Bao Yu.
"Tidak apa - apa Han... Pipiku sudah sembuh Kok . .." Ucap Siyue.
Dengan lembut Dewa Wiqya mengusap wajah Siyue. Melihat tingkah Sang Putra, Dewi Bao Yu tersenyum.
" Melihat dingin nya dirimu dulu , aku tak pernah menyamgka kalau Kau akan Begitu mencintai gadis ini Ya'er..." Ucap hati Dewi Bao Yu. Terlihat sikap Dewa Wiqya sangat Manis terhadap Siyue.
Sedang kan Dewa Saora terlihat kembali mendekati kedua orang tuanya yang sejak tadi menatap kejadian itu dengan diam . wajah itu bagai tak percaya menyaksikan drama di depannya . ketika sang Putra telah sampai di depan mereka, sang Ayah berkata.
"Putraku Saora...Siapa gadis itu..apa maksud dari ucapan Pamanmu itu...?" Ucap sang Ayah.
"Dia murid yang Ayah tanyakan tadi...".ucap Dewa Saora .
"Maksudmu Murid yang di katakan Dewa Agung itu..? Jadi dia seorang wanita....?" Kata Ayah Dewa Saora.
"Benar Ayah...Dia seorang gadis dan Dia adalah Kekasih Dewa Wiqya...." Ucap Dewa Saora dengan wajah serius. Melihat pada Siyue sang Ibu tiba- tiba berkata.
"Sao...kenapa tidak Kau ambil dia sebagai kekasihmu saja... Kenapa Kau Kalah dengan sepupuhmu...." Ucap sang Ibu.
"Ibu... Kenapa ibu bisa berkata seperti itu... Itu tidak baik ibu... Dia itu mutidku..." Ucap Dewa Saora .
"Aku juga ingin memiliki menantu seperti dia , Sao...lihatlah betapa Cantiknya gadis itu . Andai dia kekasihmu....pasti saat ini ibulah yang akan bahagia..." ucap Sang Dewi orang Tua dari dewa Saora.
mendengar ucapan sang Ibu, Dewa Saora hanya bisa geleng kepala.
Dan beda di Suatu tempat tepatnya di rumah Dewa Kenzho. Dewa Kenzho yang pulang dari istana Dewa Yang Xi terlihat sangat marah. Dewa menatap Sang istri dan Putrinya yang kini masih berada di depannya. mereka berdua terlihat ketakutan setelah melihat Dewa Kenzho marah.
"Dasar gadis bodoh... Kau membuat aku jadi bahan ejekan dan omongan mereka... seharusnya Kau bertingkah seperti anak baik dan lembut , bukan seperti tak tahu malu...? bukan seperti tapi anak yang tak tahu malu..!"
__ADS_1
teriak Dewa Kenzho marah.
"Tapi Ayah...aku mencintai kak Wiqya... bukankah Ibu dan Ayah pernah membicarakan pada mereka kalau kami sebaiknya di jodohkan..." ucap Dewi Langsy kekeh.
"Dasar anak bodoh...! benar kata Dewi Bao Yu...Kau itu bodoh dan aku tambah kan tak tahu malu...bukankah Saat itu Dewi Bao Yu menolak lamaran kita dengan halus. bukankah Kau tahu itu...? walau begitu beliau masih memberi kesempatan Padamu untuk mendekati Dewa Wiqya...tapi Kau tidak bisa mendaparkan cintanya..itu salahmu, itu kebodohanmu...!" ucap Dewa Kenzho dengan marah.
"Tapi aku sangat mencintai Dia Ayah..!" seru Dewi Langsy . mendengar jawaban dari Dewi Langsy sang Ayah ingin rasanya memukul kepala sang Putri. namun dia masih memiliki kesadaran kalau Dewi Langsy di depan nya Adalah Putrinya. dengan perasaan marah dia keluar dari tempat itu. dia duduk di Ruang perjamuan tamu(Ruang tamu) beliau termenung memikirkan sang Putri.
Bagaimana pun juga dia Adalah Putrinya. dan sang putri sangat Mencintai Dewa Wiqya. tapi dia juga tahu kalau Dewa Wiqya tidak Mencintai Dewi Langsy . Apalagi sekarang sudah ada gadis tadi yang semakin membuat Dewa Wiqya tak mungkin berjodoh dengan Putrinya. Setelah termenung sejenak kini dia memiliki Cara. yaitu menjauhkan Dewi Langsy dari Dewa Wiqya dan pasangannya. Agar tidakbterjadi masalah para Dewi Langsy maupun pasangan Dewa Wiqya
Tapi beda dengan Dewi Langsy. dia segera pergi dari rumah nya dia pergi kesuatu tempat. dan dia menemui seseorang di sana. di Suatu tempat tepatnya di Restoran cukup besar .
Dia bertemu dengan seorang Pria yang telah dia hubungi melalui pelayan kepercayaannya. dan ternyata Pria itu telah berada di sana.
"Kau telah datang...?" ucap Oria itu dengan wajah terlihat mesum.
"Aku Ada pekerjaan untuk mu.." ucap Dewi Langsy.
"Ha ha ha...Kau membutuhkan tenagaku...?apa itu...apakah untuk menghangatkan ranjang empukmu lagi..?" ucap Pria itu mesum.
"Membunuh seseorang...!" ucap Dewi Langsy datar.
"Membunuh seseorang...? Kau punya musuh.?". ucap Pria itu.
"Bunuh dia dan Kau akan aku puaskan..."ucap Dewi Langsy dingin .
" Ha ha ha...bukankah itu sudah biasa kita lakukan..." ucap Pria itu mesum.
" Aku juga akan memberimu kepingan emas jika Kau sudah membunuh gadis itu..." ucap Dewi Langsy lagi.
"ha ha ha..baik akan aku lakukan..Lalu Siapa yang harus aku bunuh ..?" tanya pria itu.
" Dia Wanita yang telah merebut Dewa Wiqya dari tanganku ..." ucap Dewi Langsy.
"Dewa Wiqya...? bukankah dia bukan apa- apamu...lalu kenapa Kau marah ...?" kata Pria itu.
"Karena Aku sangat Mencintai Dewa Wiqya, jadi jika Dewa Wiqya tidak bisa aku dapatkan, maka tidak Ada gadis manapun yang boleh memiliki nya...." ucap Dewi Langsy.
"ha ha ha.. Ternyata kau sangat egois... Tapi bodoh amat, baiklah akan aku lakukan, lalu kapan aku harus melakukannya..?" ucap Pria itu.
"Terserah...yang penting bunuh gadis itu. " ucap Dewi Langsy dingin .
"Baik.. kalau begitu tunggu beberapa hari lagi, Kau akan mendengar kabar itu. tapi aku minta jatah dulu hari ini..." ucapnya dengan pandangan mesum.
" Baik...datanglah ke kediamanku, aku akan menunggumu..." ucap Dewi Langsy.
"Baik aku akan kesana setelah ini..." ucap Pria itu . Terlihat Dewi Langsy berduri lalu melangkah pergi .
"Dasar wanita murahan.. seandainya aku jadi Dewa Wiqya, akupun tidak sudi menikah dengan wanita murahan seperti dia.... tapi aku memang suka dengan tubuh putih nya..." batin pria mesum yang di tinggal pergi Dewi Langsy itu.
Sedangkan Dewi Langsy segera melangkah dengan cepat kembali kerumahnya. Ada senyuman tipis di wajah Cantiknya. senyuman kepuasan membayangkan gadis yang telah di Bela Dewa Wiqya mati di tangan orang suruhannya.
udahan dulu ya...maaf telat yo date nya.
jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu. maaf jika masih Ada salah tulis.
Bersambung.
.
__ADS_1