
'Kita tak pernah menyangka kalau wajah cantik Nona Lin Yun merupakan topeng cantik untuk mengelabui segala perbuatan jahatnya. Untung saja Raja bertindak cepat kalau tidak kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Siyue dan dua pria murid baru guru Yang Si...." jawab Ye Xie .
"Memangnya apa yang dilakukan Nona Lin Yun pada ketiga Muridku itu...." tiba-tiba terdengar suara dari belakang kedua pengawal sang Raja. Tentu saja suara itu membuat Ye Xie dan Ye Gu kaget bukan main, sebab mereka sudah mengecilkan suara mereka agar tidak terdengar orang lain, (Ah...ngerumpi ketahuan 😂 😆).
"Guru Yang Si, guru wang....!!" seru mereka bersamaan. Terlihat guru Yang Si dan guru Wang berdiri de belakang mereka dengan wajah terlihat marah.
"Maaf guru..." ucap Ye Xie . "Katakan pada kami apa maksud kalian dengan ucapan yang kalian ucan kalian tadi...?" kata Guru Yang Si sambil menatap mereka berdua. Akhirnya Ye Xie memberitahukan pada guru sang Junjungan , apa yang terjadi saat mereka kembali dari kota dingin.
Mendengar penutupan darinYe Xie terlihat wajah guruYang Si sangat marah.
" Dia berani ingin membunuh murid yang telah kami pilih...apakah dia sadar aoa yang telah dia perbuat...!" seru guru Wang dengan marah. Sedangkan guru Si terlihat semakin dingin . Dia menatap kebawah kearah Nona Lin Yun yang sedang menyambut kedatangan Kaisar dan Raja.
"Tapi apa benar dia yang menyuruh mereka...?" ucap guru wang setelah melihat wajah lembut Lin Yun.
"Mereka mengatakan semua itu sebelum mereka menyerang kami. Mereka mengatakan semua itu karena mereka berfikir kalau kami akan segera mati...." ucap Ye Xie.
"Bodoh...apakah mereka tidak mengenal kalian berdua...?" tanya guru wang loada kedua pengalaman Raja .
"Hamba juga tidak tahu guru...sepertinya mereka tidak mengenal hamba.." jawab Ye Xie.
"Apakah Kau juga lupa Wang 'er...yang selalu terlihat di muka umum bukankah hanya si Ye Mai.. Mereka berdua hanya ada dalam bayangan Raja..." ucap guru Yang Si.
" Lalu mengapa mereka ada di sini...?" kata Guru Wang lagi.
"Sekarang Kami pengawal pribadi Putri Siyue..." ucap Ye Gu menjawab pertanyaan dari guru Wang . Mendengar ucapan Ye Gu , Guru Wang terlihat kaget.
"Kak...apakah kau tahu maksud Raja yang sangat perduli pada murid Siyue...!" kata GurunWang bodoh.
"Dasar bodoh...tentu saja aku tahu...itu bertanda kalau Siyue murid kita akan menjadi Ratu kerajaan ini di masa depan..." ucap Guru Yang Si . Tentu saja guru Wang Kaget, namun percakapan mereka terhenti saat para penyabut Kaisar dan Raja memberi salam dan penghormatan pada Raja dan Kaisar Tua.
"Salam sejahtera dan sehat selalu untuk Kaisar tua dan Raja. Simoga keberkahan dan kebahagiaan selaku bersama yang Mulia berdua...." ucap mereka serempak
"Trimakasih atas sambutan kalian semua. Tapi mari kita masuk kedalam istana, sebab aku harus banyak beristirahat agar penyakitku lekas sembuh..." ucap Kaisar tua sambil tersenyum lembut . Sedangkan Raja Chu Tian Ji seperti biasa terlihat Dingin tak tersentuh. Dan Siyue terlihat menuuntun dengan lembut tubuh Kakek Kaisar . wajahnya yang tampan terlihat lembut meneduhkan.
Dan Di antara para penyambut Raja dan Kaisar. Terlihat wajah lembut sedang menahan tangis saat melihat wajah Siyue . wanita itu berpegangan pada lengan sang suami yang terlihat juga berwajah Sedih.
"Ayah...siapa pria tampan itu...." ucapnya pelan .
"Aku juga belum tahu Bu...." ucap dang suami
Namun saat Siyue semakin mendekati mereka. Wanita itu tak mampu lagi menahan tangisannya. Dia hampir jatuh ke lantai saat menahan kesedihannya .untung sang suami cepat- cepat menahannya .
"Ibu ...kau tidak apa - apa kan...?" kata sang Suami.
"Ayah....kenapa dengan Ibu.." tanya seorang pria paruh baya seumuran Ayah Lian Kun . Pada oasangan suami istri itu .
"Ibumu tidak apa- apa nak..."jawab pria itu nyonya perdana mentri Sang Baiki ibu dari Lin Yun . Setelah melihat keadaan sang Ibu, tidak apa-apa. Dia kembali ketemoatnya.
"Ayah....kenapa pemuda tampan itu memiliki kemiripan dengan Dia... Siapa dia Yah....?" ucap Nyonya Sang Baiki pelan .
"Aku juga tidak tahu Bun... Coba nanti kita tanyakan pada Kaisar tua..." ucap Perdana Mentri dengan pelan. Pembicaraan itu hanya bisa di dengar oleh kedua orang itu sendiri. Walaupun ada orang di sekitar mereka, mereka tak akan bisa mendengar percakapan mereka berdua. Karena mereka meruoakan Kultivator yang sangat tinggi.
"Ibu harus sabar...Kita pasti akan tahu siapa dia. Dan apakah dia mempunyai ikatan dengan putra bungsu kita....!" ucap perdana Mentri Sang Baiki . sedangkan Lin Yun terlihat menahan Marah saat melihat begitu dekat Siyue dengan Kakek Kaisar.
"Bedebah...bagaimana bisa pria brengsek itu bisa bertemu dengan Kakek Kaisar. Sedangkan aku yang sudah lama tinggal di kerajaan ini dan keluar masuk kerajaan tidak sempat berbicara dengan beliau, apalagi sampai bertegur sapa dengan beliau . Tapi dia...Cih dengan seenaknya berjalan bersama Kaisar tua dan Yang Mulia Raja. Dasar pria brengsek...apa dia nggak sadar diri...dia itu seorang pria, apa dia pantas ingin merayu yang Mulia...dan dia adalah rakyat miskin, Cih tak tahu diri...baik, karena kau sudah membuatku marah , ku akan merasakan akibat dari perbuatanmu. Lagian kemana penjahat yang aku bayar tempo hari... Brengsek mereka telah mengambil uangku tapi pekerjaan tidak mereka laksanakan. Atau...mereka tidak bisa mengalahkan mereka...? tidak, itu tidak mungkin .. Pasti mereka tidak melakukan tugas mereka. Dasar pria-pria brengsek..." umpat Lin Yun dalam hati . Sedangkan Siyue masih bersama Raja dan Kakek Kaisar.
Tiba- tiba seorang gadis cantik dan lincah menghampiri mereka.
"Kakak...kenapa kalian baru datang...aku merindukanmu...!" seru gadis yang seumuran Siyue. Mungkin juga lebih tua gadis itu.
"Ping'er...jaga Sikapmu... Ini di muka umum putri...." ucap Raja dengan sikap dingin.
"Ck ...kakak...emangnya kenapa..? Aku adikmu dam aku merindukan Kakak dingin dan tampan yang aku sayangi..." ucapnya sambil bergayut manja di lengan sang Raja. akhirnya Raja Chu Tian Ji tak bisa berkutik. Dia hanya bisa membiarkan Gadis yang di panggil Ping'er itu berjalan di sampingnya. Mereka berjalan melewati para pangeran Dan putri yang berdiri dengan tenang di sepanjang jalan menuju istana. Siyue dengan tenang berjalan bersama Kakek Kaisar.
__ADS_1
"Yue'er...gadis Lin Yun menatapmu dengan penuh kemarahan.." ucap Tiger.
"Benar Yue'er...dia nenatapmu bagai mau menelanmu bulat-bulat..." ucap Feng Qui sambil tertawa.
"Hey...siapa Lin Yun...kenapa dia marah pada Yueyue ku..." tanya Xiao tu yang baru keluar dari dalam ruang Teratai .
"Xiao Tu...kau keluar... bagaimana twins naga..."ucap. Siyue kaget.
"Aman Yueyue...mereka bersama Zuzaku..." ucap Xiao Tu.
"Zuzaku...kenapa mereka bisa bertemu Zuzaku...?" tanya Siyue heran.
"Zuzaku sendiri yang datang menemui mereka..." jawab Xiao Tu.
"Oo...ya sudah. Ayo kita ikutibkakek Kaisar ke istananya..." jawab Siyue. Dan akhirnya Ketiganya tetap berada di pundak Siyue. Karena bentuk mereka yang kecil dan Cntik, setiap orang yang melihat mereka, menganggap mereka hanya hiasan baju saja. Apalagi baju yang Siyue pakai. Berwarna kuning dan ada haris putih di tangan dan pinggang. Hingga sesuai dengan warna mereka. Sedangkan bulu Tiger bagai hiasan leher baju yang berbulu. Para tamupun mengikuti mereka masuk ke dalam balai pertemuan di dalam istana. Kakek segera duduk di singgasana yang memang sekali dia duduki jika dia berasa di balai pertemuan itu. Sedangkan sang Raja segera duduk di singgasana sang penguasa.
Setelah mengantar Kakek Kaisar untuk duduk , Siyue bermaksud untuk duduk bersama guru dan kedua temannya. Namun Raja berucap.
"Yue"er...duduklah di dekat Kakek..." ucapnya kembut.
"Tapi Yang Mulia... Biarkan hamba duduk bersama guru .."ucap Siyue menolak.
"Lalu kalau penyakit Kakek kambuh bagaiaman...?" tanya sang Raja di depan semua orang. Akhirnya Siyue terpaksa menuruti omongan Sang Raja. Dia duduk di dekat Sang Kakek yang memang masih ada satu bangku kosong. Dan semua keluarga kerajaan juga mulai duduk di tempat mereka. Setelah menanyakan masalah kerajaan . Raja memberikan Waktu bada semua orang yang hadir di pertemuan untuk bertanya. Dan pada saat itulah Perdana Mentel Sang Baiki menanyakan soal Siyue.
"Maaf yang Mulia...kalau hamba boleh tahu, Siapa sebenarnya pemuda yang kini sedang bersama Kaisar Tua itu...?" ucap Tuan perdana Mentri Sang Baiki. Terlihat Perdana Mentel bersama Sang Istri menatap Siyue penuh perhatian.
"Oo...Dia...Dia Dokter khusus Kakek, dan juga murid utama Guru Yuan Si. Namanya Siyue.." ucap Raja dengan datar.
"Siyue....?" kata Perdana mentri Sang Baiki sambil menatap Siyue. Terlihat wajah tampan itu sedang Sibuk sendiri membantu sang Kakek Kaisar minum dan membetulkan kain selimut yang ada di bangkuan Kaisar Tua .
'Maksud Yang Mulia..?" tanya tuan Sang Baiki .
"Dia Murid terpilih Ketiga guru Sekte Tapak Dewa. Dan Dia juga Dokter yang telah menyelamatkan Kakek Kaisar dari kematian...." ucap Raja menjelaskan .
"Jadi dia juga seorang Dokter...?" tanya tuan Sang Baiki dengan. wajah kaget.
"Apakah dia penduduk Alam tengah...?" tanya Perdana Mentri lagi.
"Dia penduduk kota Dingin..." ucap Raja menjelaskan. Tuan Sang Baiki terdiam .
"Masih ada yang ingin kau tanyakan...?" tanya Raja .
"Tidak yang Mulia..." ucap Pria yang seumuran Kakek Si Rong Hu.
"Ada pertanyaan lainya...?" tanya Raja Lagi.
"Yang Mulia...kenapa pria yang berasal dari Alam tengah di perbolehkan mendekati Kaisar Tua. .Kita ini lebih mulia dari mereka. kita lebih pandai dan cerdas dari mereka , lalu kenapa pria muda seperti dia di perbolehkan masuk dan duduk berdampingan dengan Kaisar tua...Bukankah Di sini juga masih banyak Tabib atau dokter." sebuah suara terdengar memprotes Keberadaan Siyue di dekat Kaisar tua. Ternyata suara itu berasal dari pria yang duduk dekat dengan Nona Lin Yun.
"Benar yang Mulia...tidak seharusnya Kaisar di tangani oleh pria rendahan seperti dia...." ucapannya lembut. Tapi masih dapat di rasakan kalau ucapannya bernada sombong dan menghina.
"Lalu menurutmu siapa yang pantas menyembuhkan Kakekku...?" tanta Raja Dingin .
"Bukankah masih ada Dokter kerajaan yang nampuh menyembuhkan Kakek Kaisar tua ... Jika itu masih kurang , masih banyak lagi fokter atau tabib lainnya yang ada di kerajaan ini..." ucap Lin Yun dengan nada menasehati . wajah Raja Chu Tian Ji terlihat semakin dingin.
"Kalau begitu kau tanyakan pada Dokter kerajaan yang sekarang ada di sini apa yang Dia lakukan saat Kakek dalam keadaan kritis. Lalu siapa lagi yang akan kau tunjukkan padaku, lalu kau bisa mengatakan pada mereka apa saja yang mereka lakukan. untuk menyembuhkan Kakek . Oh iya aku hampir lupa....Bukankah kau gadis yang memiliki darah Phoenix... Yang aku tahu gadis berdarah Phoenix merupakan ahli pengobatan. Dan yang aku dengar juga, Dia memiliki keahlian dalam pengobatan akupuntur jari emas....lalu saat Kakek Kaisar tua Sakit, Kenapa kau tidak bisa apapun soal pengobatan. Malah sekarang kau menunjuk seseorang yang memang sudah tidak mampu mengobati Kakek Kaisar. Dan kau malah menghina Dokter yang telah merawat Kakek...?" ucap Raja, tajam dan langsung membungkam mulut Lin Yun.
Mendengar ucapan Raja, pria yang tadi mengucapkan kata-kata yang menghina Siyue sebelum Ling Yun berbicara , Kini terlihat akan pergi. Namun sepasang tangan kuat memegang bahunya.
"Mau kemana tuan..." ucap Ye Mai yang sudah berada di dakatnya .
"Hey...ada apa ini....aku akan kemana , itu bukan urusanmu...!" seru pria itu marah.
"Kau telah menyinggung Yang Mulia Raja , jadi itu sudah menjadi urusanku..." ucap Ye Mai.
__ADS_1
"Ye Mai...bawa dia kemari...." ucap Raja. Dan saat pria itu di bawa pergi menghadap Raja, terlihat wajah Lin Yun memucat.
Dengan wajah takut pria itu berdiri di hadapan Raja.
"Duduklah...." ucap Raja Chu Tian Ji dingin. Semua orang menatap kearah pria itu. perlahan Pria itu duduk di depan Raja .
"Kau tadi sengaja menghina Dokter yang merawat Kakek Kaisar. Apakah Kau seorang Dokter atau tabib...?" tanya Raja dengan Wajah Dingin.
"Ampun yang Mulia....hamba bukan Tabib ataupun Dokter. Hamba adalah seorang pelajar..." ucapnya dengan wajah pucat.
"Lalu kenapa kau menghina tamuku , apakah kau tahu Siapa dia dan dari mana dia berasal...?" tanya Raja dengan nada semakin Dingin.
"Ampun yang Mulia... Hamba tahu Dia seorang Murid bodoh yang baru saja akan menjadi murid guru Yang Sing . tapi dia tidak pantas memeriksa Yang Mulia Kaisar tua , Pria seperti itu mana mungkin memiliki kemampuan. pengobatan..." ucap pria itu dengan nada yakin.
"Begitukah...?lalu apakah kau bisa...?" tanya Raja kembali .
"Ampun yang Mulia hamba bukan seorang dokter ataupun tabib, tapi dengan melihat yang mulia kaisar tua , semua orang pasti tahu penyakitnya..."ucapnya dengan tenang .
"Begitu....? lalu apakah kau tahu penyaki
Kakek Kaisar tua...?" tanya Raja dengan menatap wajah pria itu dengan tatapan marah.
"I...itu...bukanya penyakit yang Mulia hanyalah penyakit Tua yang tidak terlalu parah...." ucapnya dengan nada sok tahu.
"Lancang sekali mulutmu... Kau fikir hanya penyakit biasa yang di derita Kakek Kaisar ha..! Kau tahu...berpuluh dokter dan tabib yang telah memeriksa dan berusaha menyembuhkan Kakek Kaisar. Dan kau tahu siapa yang terahir berusaha menyembuhkan Kakek... Dia guru besar Yang Si dan Guru Wang...tapi mereka belum busa menemukan obat Untuk Kakek Kaisar. Dan kau sekarang mengatakan kalau Kakek menferita penyakit biasa deperti para orang tua...Dasar pria bodoh . Dan Kalian para penjaga...!kenapa kalian membiarkan orang seperti ini masuk kedalam istana...?" Seru Raja marah.
Mereka semua terdiam . tiba- tiba seorang pelayan yang kebetulan ada di sana Maju dan berkata.
"Maaf yang Mulia...hamba ingin mengatakan sesuatu..." ucap pelayan itu sambil bersimpu dan menunduk memberi hornat .
"Katakan, apa yang ingin yang kau katakan.." ucap Raja datar.
"Hamba melihat pria ini masuk bersama Nona Lin Yun dari pintu samping ..." ucap pelayan itu .
"Kapan itu....?" tanya Raja lagi.
"Beberapa waktu yang lalu setelah kedatangan anda..." jawab Pelayan itu lagi.
"Bohong....dia berbohong yang Mulia... Hamba sejak tadi berada di sini..." ucap Nona Lin Yun.
"Saya bisa membuktikan kalau anda lewat di samping istana..." ucao Pelayan itu lagi.
"Apa buktinya...." kata Lin Yun menantang.
"Coba anda lihat di alas kaki anda, juga ujung baju putih anda..di sana pasti ada tanah merah dan nida tanag nera di baku outih anda. yang sempat anda injak , begitu juga denga. Pria itu yang Mulia..." ucap pelayan itu. Mendengar ucapan pelayan, Semua orang menatap pada kaki dan ujung baju Lin Yun serta pada Kaki pria itu. Dan bebar saja, mereka melihat kotoran tanah merah pada sepatu dan gaun putih Lin Yun . begitu juga di alas kaki pria itu . Akhirnya mereka berdua rak bisa mengelak lagi .
"Aku tahu kau di suruh wanita bodoh itu untuk menghina Dokter Kakek Kaisar. Dan apakah kau tahu, orang yang kau turuti perintahnya tidak bisa berbuat apapun pada penyakit Kaisar Tua. Jangankan Dia yang hanya seorang Murid...gurunyapun tidak mampu menyembuhkan Kakek Kaisar . dan sekarang kau malah menghina orang yang telah menyembuhkan Kakekku...lalu sekarang hukuman apa yang harus kujatuhkan padaku ha....!!" seru Raja Marah.
"Ampuuun...ampun yang Mulia...ampunkan hamba.... Nona Lin Yun Mengatakan kalau anda terkena guna-guna pria itu. Dia berkata Kalau pria Miskin ini hanya menginginkan anda, Dia telah merusak anda. Karena itu jika hamba ingin menyelamatkan yang Mulia, maka jalan satu-satunya adakah mengusir Dia dari kerajaan ini..." ucap Pria itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu terpanah tak percaya.
'Bohong...bohong... Mana mungkin hamba mengatakan kalimat seperti itu yang Mulia. Dialah yang telah menghasut hamba untuk memprofokasi yang mulia. Hingga Wanita itu pergi dari kerajaan ini..." seru Lin Yu menyangkal ucapan Pria itu. Namun sang Raja sudah sangat marah. Terdengar teriakannya. "Pengawal....!! Tangkap pria ini.. Penjarakan dia karena telah berani mengacau penyambutan Kaisar tua dan Raja yanh baru datang... . Dan Untuk kau Nona Lin Yun...karena aku masih melihat wajah tuan Sang Baiki yang merupakan sahabat Kakek Kaisar, maka kau mendapat hukuman mulai saat ini kau tidak boleh masuk kedalam istana ini. Dan aku berharap kau tidak juga terlihat di sekitar istana Kekaisaran...." ucap Raja dengan wajah Dingin .
Duaar....
bagai di sambar petir saat Lin Yun mendengar ucapan Pria yang selama ini dia kejar memutuskan hukuman untuknya , yaitu menjauh dari istana. Dan itu berarti kalau dia akan semakin jauh dari sang Raja..
"Yang Mulia...mohon ampun...ampun kan hamba yang Mulia... Hamba minta maaf , hamba akan meminta maaf pada dokter penolong Kaisar, tapi hamba mohon jangan hukum hamba menjauh dari Istana...." ucapnya dengan nada memohon .
"Tidak...aku tidak butuh permintaan maafmu kau telah dengan sengaja menghina tamuku..." ucap Raja dingin.
"Kau memang salah wanita muda... Kau tidak puas saat kau melihat Siyue menjadi murid kami, masih kurangkwh ucapan pada kami saat di turnamen di alam tengah kemarin.... ? Dan Kini kau kembali menghina muridku. Beruntung aku saat kau meminta diriku menjadi gurumu, aku menolaknya..." ucap guru Yang Si dengan. Wajah terlihat marah. Mendengarkan perkataan dari Guru Besar Yang Si .
Udahan dulu ya...maaf agak Pendek karena Seperti biasa author dalam keadaan sibuk.
__ADS_1
Janda. Lupa like, vote san komennya aku tunggu.
Bersambung.