
Bola- bola itu membawa kekuatan hangat . namun lama - kelamaan mulai memanas. semakin lama semakin memanas. Dan kini bukan lagi panas, tapi bagai di panggang di atas bara Api. Siyue bertahan Hingga peluh mengucur deras di seluruh tubuh nya. Dia bagai antara hidup dan mati.
"Ya Dewa... apakah aku bisa Bertahan..." Ucapnya dalam hati. Karena panas yang menyerang tubuh nya begitu menyiksa, Hingga air mata Siyue mengalir juga . air mata itupun Teresa panas. Siyue bagai benar - benar di ujung kematian..andai dia tak ingat kalau sang Ayah dan paman Yun Jin serta para mahluk kontraknya berada di dalam Alam teratai ,Siyue pasti sudah sejak tadi menyerah . Namun dengan kekuatan yang tersisah, Siyue mempertahankan kesadarannya. Hingga beberapa jam kemudian, masih bisa untuk bertahan . akhirnya mungkin Karena sudah kelelahan dan tidak tahan lagi, Siyue merasakan dunianya gelap gulita .
Sedang kan di sebuah Ruangan di sebuah benteng di perbatasan utara ketajaan Darga, Raja Chu Tian Ji merasakan dadanya tiba- tiba terasa sesak, dan wajah Siyue begitu terbayang di Matanya . Dia merasakan kesedihan yang sangat mendalam .
"Ada apa ini...kenapa aku Merasa kan kesedihan yang sangat...apakah Ada masalah yang terjadi pada Dia.Ya Dewa...aku tidak pernah meminta Padamu, Tolong lindungi Siyueku, selamatkan dia dari apapun itu..." Ucapnya sambil menahan dadanya yang terasa semakin sesak. Ada ketakutan dan kecemasan yang melanda hatinya, dia menepuk dadanya agar sesak di Dada hilang namun tidak bisa... perasaan sedih dan sesak membuat dia suit bernafas. dia cepat-cepat duduk lotus dan berkultivasi. Dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk tenang. Namun wajah Siyue terbayang di otaknya. Setelah dengan susah Payah menenangkan fikiran dan perasaannya , akhirnya Raja Chu Tian Ji Merasa sedikit lebih tenang. Dia meneruskan Kultivadinya.
Dan di sebuah rumah mewah di keluarga Sima. Terlihat tuan Sang Baiki dan Jendral Long Bai sedang duduk bersama seorang pelayan wanita yang masih Muda.
Pelayan muda itu baru bisa kembali ke rumah jendral Karena penjagaan di rumah tuan Lo Chang Wa akhir-akhir ini sangat ketat . Dia hampir tidak bisa keluar sama sekali . pekerjaan sangat banyak , Ada saja yang harus di kerjakan olehnya. Hingga dia tidak bisa kembali ke rumah Jendral Long Bay .
"Maaf Jendral...hamba baru bisa kembali hari ini. Sejarang saja hamba tidak bisa berlama- lama, sebab hamba hanya ijin pergi membeli bahan untuk menyambut Putri Lin Yun kembali dari Dunia Kecik Dua munggu lagi.
"Menyambut Lin Yun...?" Ucap Tuan Sang Baiki dan Jendral Long hampir bersamaan.
"Benar tuanku..." Ucap Pelayan itu.
"Apa Maksudnya ini.. kenapa keluarga Chang Wa ingin merayakan kembalinya Lin Yun . Ada hubungan apa mereka...?" ucap Jendral dengan wajah heran.
"Benar Katamu Bay...kenapa mereka mesti merayakan kembali nya Lin Yun ..." ucap tuan Sang Baiki.
"Maaf hamba tidak tahu kenapa. Tapi hamba akan melapor kan sesuatu pada anda Jendral, Sesuatu yang juga membingungkan saya sendiri..." Ucap pelayan wanita itu.
Ternyata pelayan itu Adalah pengawal pribadi keluarga Jendral Sima Long Bay. Di keluarga Sima Long Bay Ada tiga pengawal wanita yang di pekerjakan di sana, satu untuk menjaga Putri bungsunya yang masih berusia enam belas tahun dan dua Menjaga istri tercintanya. Dan yang sekarang dia tugas kan Menjadi mata-mata di rumah tuan Chang Wa Adalah salah satu pengawal sang istri yaitu Yusi seorang kultivator yang berasal dari Sekte Tapak Dewa juga. Dia memasukkan Yusi ke dalam rumah tuan Chang Wa Saat mereka mulai melihat kejanggalan di diri Siyue dan LinnYun . umur mereka yang hampir sama membuat jendral Long Bay menaruh curiga para tuan Chang Wa . pada saat kecilnya Lin Yun, Tuan Chang Wa membawa Lin Yun pada keluarganya. Dia mengatakan kalau Sima Yuan menitipkan Lin Yun padanya untuk di berikan pada Sang Ayah . Sebab dia terbutu - buru pergi meninggalka kota kerajaa . Sima Yuan meminta tolong untuk memberikan Lin Yun pada sang Ayah . daBamun setelah itu tidak ada lagi kabar tentang kehidupan sang adik. Setelah gadis itu Dewasa, kenapa dia tidak ada mirip- mirinya dengan Sima Yuan. Dulu- dulunya mereka fikir itu mungkin biasa saja. Tapi setelah kemunculan Siyue, Membuat keluarga Sima mulai curiga para Lin Yun m Karna itulah Jendral Long Bay menugaskan Yusi masuk ke dalam keluarga tuan Chan Wa.
"Apa yang Kau temukan di sana Yusi...?" tanya Jendral Long Bay dengan wajah terlihat penasaran.
"Hamba melihat Putri Lin Yun datang kesana dua hari lalu. Saat masuk ke dalam Rumah dia berteriak dengan keras memanggil ibu pada nyonya Lodya . dan dengan tergopoh - gopoh nyonya Lodya keluar dari dalam rumah. Dia memarahi PutrinLin Yun dan berkata.
"Sst..jangan Karas- keras Yun'er...bagaiaman kalau Ada yang mendengar teriakanmu itu. Dan apa Ada yang tahu Kau datang kemari...?Ucap nyonya Lodya saat itu. Dia terlihat ketakutan saat Putri Lin Yun menyebut nya Ibu..." Ucap Yusi .
"Apaa...dia menyebut Lodya Ibu...?" tanya Tuan Sang Baiki dengan kaget.
"Benar tuan...lalu nyonya Lodya membawa putri Lin Yun dengan penuh masih sayang masuk ke dalam kamar nya. Mereka berbicara soal yang Mulia Raja.
Sepertinya Raja tidak menyukai Putri Lin Yun, tapi Putri jatuh cinta pada Raja..." Ucap Yusi lagi.
"Tentu saja dia tidak menyukai Lin Yin, Karena gadis lain lebih segalamya dari Lin Yun..." Gumam tuan Sang Baiki.
"Ayah... kenapa semakin kesini, aku semakin curiga kalau Lin Yin bukan cucu Ayah..." Ucap Jendral Long Bay.
"Aku juga Merasa seperti itu juga Bay..." ucap Tuan Sang Baiki .
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya..." ucap Jendral Long Bay
"Maaf Jendral...hamba tidak bisa tetap menguping percakapan mereka, Karena tuan Chan Wa tiba - tiba datang. Dan anak buahnya berdiri di depan pintu kamar..." Ucap Yusi menyesal.
"Tidak masakan Yusi.. Sekarang kembalilah kesana, dan jangan sampai Kau kehilangan Berita lagi. Aku yakin kita akan mengetahui semua ini..." Ucap jendral Long Bay dengan yakin.
"Bay...kenapa hati Ayah lebih yakin kalau Siyue lah Cucu Ayah yang sebenarnya..." Ucap tuan Sang Baiki dengan wajah terlihat tegang.
"Tenang Ayah...Suatu saat kebenaran akan terungkap. Jika benar kalau Siyue Putri Sima Yuan , aku lebih bahagia Ayah..." Ucap Jendral Long Bay.
"Benar Katamu Bay...jika memang Lin Yun bukan Cucuku dan Dia tahu itu tetapi dia tetap menikmati kasih sayang kita dengan tenang , itu tandanya dia memang gadis yang berhati jahat. ..."ucap tuan Sang Baiki.
"Benar Kata Ayah...tapi ya sudahlah Ayah... kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Dan Kau Yusi kembalilah sebelum tuan Chang Wa tahu kau tidak ada di rumahnya..." ucap Jendral Long Bay pada Yusi.
" Baik Jendral..Hamba mohon diri..." Yusi segera pergi dari rumah keluarga Sima.
Sedangkan di Dunia kecil para sahabatnya Siyue sudah keluar satu persatu dari dalam kamar yang telah mengurung mereka. Mereka saling Menyapa mempertanyakan keadaan mereka selama ini. Mereka berada di dalam ruang tertutup itu selama enam hari.
Ketik mereka sudah kumpul bersama Pangeran Luo Yi berucap.
"Kenapa pintu kamar Yue'er masih tertutup.?' Ucapnya dengan Nada cemas.
"Kita tunggu saja..lagian kita juga tidak bisa keluar dari dalam ruangan ini..." Ucap Feng Xun dengan wajah tak Kalah cemas. Para sahabat Siyue memperhatikan kamar Siyue yang masih tertutup . Akhirnya mereka menunggu Siyue di depan pintu ruangan tempat Siyue berada.
Sedangkan di dalam ruangan kamar tempat Siyue berada . terlihat Siyue mengerjabkan Matanya Karena terkena silau cahaya dari Batu cahaya yang berada di dalam ruangan itu. Ketika dia sudah terbiasa dengan cahaya , Siyue membuka Matanya dan melihat sekitarnya.
"Aku dimana...?"ucapnya pelan. Dia merasakan badanya sakit semua. Perlahan Siyue bangun dari tidurnya. Dan saat dia melihat di mana Dia tidur, barulah dia tersadar apa yang telah terjadi para dirinya.
__ADS_1
"Aah...aku ingat, bukankah aku menerima kekuatan manik- manik jiwa...jadi aku telah berhasil.." Ucapnya gembira.
"Tapi guru di mana... Guru...! Guru...!" Seru Siyue yang telah menganggap tuan Saujin sebagai gurunya. Pria itu yang telah menyelamatkan dia beberapa Kali walaupun tanpa dia sadari,
"Guru...Kau dimana..?" Seru Siyue kembali. Namun tidak Ada lagi suara atau apapun yang terdengar . dan tanpa sengaja Siyue melihat sebuah Kain putih tergeletak di atas Batu yang menyerupai meja . perlahan Siyue bangun dari ranjang yang terbuat dari Batu giok itu.
Dengan pelan Siyue melangkah kearah meja yang tidak terlalu jauh dari pembaringan nya. Setelah dekat, Siyue baru tahu ternyata Kain yang tergeletak itu merupakan Kain putih yang Ada tilisannya. Dengan perlahan Siyue mengambil dan membaca tulisan di atas Kain putih itu.
Siyue...
Setelah Kau bangun dari tidurmu, Kau akan merasakan seluruh badanmu sakit semua. Untuk itu Kau harus berkultivasi di atas ranjak giok itu.
Karena Kau kini telah menerima kekuatan Manik-manik jiwa , otomatis Kau sudah Menjadi muridku, Karena itu jangan sampai Kau membuat gurumu ini malu di masa depan. Kau muridku satu-satunya , Gunakan kekuatanmu untuk kebajikan. Aku tahu Kau juga murid dari si Tua Yang Si dan San Wa. Katakan juga pada mereka kalau Kau juga muridku.
Nach Yue'er...sekarang gunakan waktu selama Satu hari ini untuk mengembalikan kekuatanmu dan juga melatih kekuatan manik- manik jiwa yang sekarang sudah berada di tubuhmu.
Nach guru pamit, saat kau selesai berlatih otomatis pintu kamarmu akan terbuka dengan sendirinya. Juga pintu depan prasasti . selamat bekerja muridku. Kita akan bertemu kembali saat kau sudah Menjadi Ratu Kerajaan Phoenix .
Selamat tinggal . cepatlah berangkat setelah Kalian keluar dari dalam prasasti. Karena waktu kalian tinggal tuju hari lagi.
(Membaca Surat itu, Siyue kaget bukan main, jadi dia tertidur di ruangan ini selama enam hari. )
Ohya Yue'er..kalau kau mau membawa batu giok itu untuk penyembuhan , kau bisa membawanya ke dunia terataimu. Guru tahu kau memuliki itu. Di dalam ruang prasasti ini kau tidak bisa menggunakan ruang Terataimu. Jadi taruh saja untuk sementara batu giok kedalam kantung sutra Alammu. Guru tahu juga kau memilikinya.
Ya sudah guru pergi . Jaga diri baik- baik .
Gurumu
SAUJIN .
. Siyue mengheka nafasnya setelah membaca surat dari sang Guru. Dia segera berjalan kembali ke arah pembaringannya . tak berapa lama dia sudah tenggelam dalam kultivasinya. Siyue berusaha mengendalikan manik-manik jiwa yang berada di tubuhmya. . cukup lama Siyue berusaha bisa menggunakan kekuatan itu. Hingga akhirnya setelah berlatih hampir satu hari penuh dia baru bisa mengeluarkan kekuatan itu sesuka hati. Dia sudah bisa mengendalikan dan menggunakan kekuatan manik- manik jiwa . Melihat keberhasilannya, Siyue Tertawa gembira.
Benar saja saat dia telah bisa menguasa kekuatan nya dan tubuh nya kembali sehat secara otomatis pintu kamar terbuka . begitu juga dengan pintu prasasti . Srtekah memasukkan batu giok kedalam kantung Sutra Alam miliknya, Siyue segera keluar dari kamar itu . Sedangkan di luar kanarnya, para sahabatnya yang melihat pintu kamar yang di huni Siyue terbuka, semua sahabat dan saudaranya bangun dari tempat mereka duduk dan menatap kearah ruang Siyue. Terlihat seorang pemuda yang semakin tampan itu terlihat keluar dari ruangan yang baru terbuka.
"Siyue....!!" Seru mereka bersamaan.
"Lo...kalian di sini.. sejak Kapan..apa kalian di sini sejak enam hari yang lalu...?"Tanya Siyue dengan wajah kaget .
"Kami sempat mencenaskan dirimu, kami takut terjadi sesuatu denganmu..." Ucap Rong Han sambil memeluk sang adik yang amat Dia sayangi itu.
Siyue merasakan perasaan lain saat dia tahu kalau dia juga pemilik tubuh Siyue yang sebenarnya. Kalau dia dan Yueyue Adalah satu jiwa dan satu raga.
"Trimakasih kak...trimakasih telah menyayangi Siyue selama ini..trimakasih kalian telah menjaga dan merawat Siyue..." Ucapnya dengan lembut. Tak terasa air mata mengalir di pipinya membuat kedua kakaknya segera datang ikut memeluk Siyue. setelah puas berpelukan mereka melepas pelukannya dan menatap Siyue .
"Ada apa...? Kenapa Kau berkata seperti itu..." Tanya Fang Yan.
"Tidak kak...Siyue Merasa sangat berhutang banyak kebaikan para kalian semua, terutama Kakek Si..." Ucap Siyue.
"Hey...mana bisa Kau berkata seperti itu...Kau Adalah adik perempuan kami satu- satunya tentu saja kami sangat menyayangimu.. kami bangga pada Yue'er." ucap Simayun sambil mengacak rambut Siyue.
" Tapi aku selalu membuat kalian sedih dan malu Karena kebodohanku..." Ucap Siyue .
"Tidak sayang...itu sudah kewajiban kami melindungi dan menyayangimu . jadi jangan lagi Kau berkata seperti itu, Kau mengeti...?" ucap Rong Han sambil mencium lembut dahi Siyue (untung tidak Ada si raja bucin 😂 ).
"Baiklah..kalau begitu Ayo kita pergi dari sini. Sebab sebentar lagi prasasti ini akan kembali lenyap. Dan kita juga harus mengejar waktu ke perbatasan. ..." Ucap Siyue.
Merekapun segera keluar dari prasasti yang telah menelan mereka selama enam hari lebih. Ketika mereka sampai di luar terdengar gemuruh dan tanah yang bergetar. Perlahan prasasti tenggelam lagi kedalam tanah. Tak lama setelah gemuruh berakhir. Terlihat prasasti telah hilang dari pandangan. Siyue menatap sebentar kearah tempat prasasti yang telah hilang, lalu menatap pada para sahabatnya. Dia terdiam sejenak . dan tak lama Siyue berucap.
"Kalian semua baik-baik saja kan...?" Ucapnya dengan bahagia.
"Tentu Yue' er... kami baik- baik saja...kami Malah mendapatkan ilmu dari dalam Prasasti itu...." Ucap Feng Xun.
"Benarkah...? Kalau begitu kita harus bersyukur pada Dewa yang telah mengijinkan kita menerima ilmu dari dalam prasasti..." ucap Siyue .
"Kami juga Ada yang mendapatkan sejata dari dalam sana Yueyue .." ucap Chan Sin.
"Bagus...tapi kalian harus berjaji menggunakannya untuk kebaikan..." ucap Siyue .
"Baik Siyue..." ucap mereka serentak . Siyue tersenyum bahagia menatap pada semua orang yang berada di depannya . namun senyumnya hilang saat menatap wajah
Pangeran Luo Yi yang terlihat sedih. Dia segera mendekati pria tanpan itu.
__ADS_1
"Ada apa kak...kenapa wajahmu sedih...?" Tanya Siyue sambil memegang tangan kekar Pangeran Luo Yi .
"Kau tahu aku sangat cemas dan rindu Padamu, tapi Kau Malah tak perduli padaku.." ucapnya dengan wajah sedih .
"Ya ampuun.. Ternyata Pria tampan ini sedang kesal padaku..." batin Siyue. Siyue tersenyum dan berkata .
"Aah...maaf, Bukan nya Siyue melupakan kakak tampan Siyue ... tapi Karena kita harus cepat keluar..., ya sudah Sini peluk Siyue..." ucap Siyue sambil membuka labar kedua tangan nya. Dan Pangeran Luo Yi segera memeluk tubuh ranping itu dengan erat.
"Kau tahu...aku sangat ketakutan melihat kau masih berada di dalam kamar itu..." ucapnya dengan suara sedih.
"Aku tahu.. Maafkan Siyue...Maaf kan Siyue yang selalu mengganggumu selam ini .." ucap Siyue lembut .
"Tidak Kau Adalah adik dan sahabat terbaikku.. Jika tidaka Ada Siyue kecilku, aku tak akan bisa melewati hari - hari di mana aku selalu di kucilkan dan di hina..jadi jangan mengucap trimqkasih lagi ya..." ucap Pangeran Luo Yi lembut . Sedangkan Ketiga kakak Siyue sudah memaklumi semua itu. Sejak mereka kecil Pangeran Luo Yi memang sangat manja pada Siyue. . setelah Menyapa semua teman nya, Siyue segera membawa mereka pergi dari sana dengan cepat. Mereka harus sampai di batas kedua dunia dalam waktu enam hari. Karena itu mereka menggunakan kekuatan meringankan tubuh mereka untuk berlari. mereka akan istirahat hanya untuk makan . Serta tidur di manapun mereka berada saat hari sudah malam . Sebelum hari mejadi terang, mereka telah kembali berlari menuju pintu masuk kota perbatasan. Mereka melakukan nya dengan menyamakan kekuatan mereka dengan teman baru mereka , Sebab Kekuatan meringankan tubuh mereka tidaklah sama dengan Kekuatan sahabat dan Kakak Siyue . seperti para murid dari perguruan Elang Putih dan murid dari pedang Terbang . yang kebetulan sekarang sedang bersama mereka. Sebenarnya murid dari perguruan pedang Terbang sudah bertemu dengan anggota kelompoknya yangbdari sektevpefang Terbang. Tapi mereka lebih memilih mengikuti kelompok Siyue yang ramah dari pada mengikuti kelompok dari Sekte mereka sendiri . Apalagi satu kelonpok dengan si sombong Putri Ning Soilo . Aoalagi memiliki ketua kelompok seperti Siyue yang ramah, pintar , pemberani , dan adil. Dia tak membedakan satu dengan yang lain. Terkadang kelompok Siyue yang tidak terlihat lelah itu akan bertanya pada mereka, apakah mereka masih mampu meneruskan perjalanan..?dan jika mereka berkata masih , merekapun akan melanjutkan perjalananan tapi jika mereka berkata ,
"Boleh kami istirahat sebentar, .."maka mereka akan istirahat . dan Ada satu lagi yang membuat mereka heran, setiap pagi dan sore , mereka akan mendapatkan air yang di taruh dalam botol yang terbuat dari tanah liat . air itu jernih dan rasanya manis tapi setelah minum air itu, mereka akan Merasa Segar dan semua kelelahan hilang , entah air apa itu.
Tak Teresa waktu berlalu dengan cepat kini mereka sudah mulai mendekati kota perbatasan. banyakmurid dari perguruan lain yang mereka temui di perjalanan . Sehari lagi mereka akan sampai di kota perbatasan dan hari itu juga di mana mereka akan kembali ke dunia Nyata.
Siyue Cs kini masuk kedalam sebuah kota yang berdekatan dengan kota perbatasan. Mereka memang harus tinggal di kota ini Karena hari sudah menjelang malam.
"Kak Wei Zi..." Sebuah suara mengejutkan kelompok Siyue. Merekapun melihat kearah asal suara. Terlihat sekelompok murid dari perguruan Elang Putih mendekati mereka. Dan dua orang gadis terlihat berjalan dengan cepat mendatangi kelimpok Wei Zi .
"Salam Putri Shi Wa..." Siapa mereka saat melihat Putri Chu Shi Wa . terlihat Shi Wa tersenyum sambil mengangguk .
"Kalian juga sudah Ada di sini...?" Tanya Wei Zi.
"Benar Kak... Kami juga baru datang..." Ucap gadis Cantik yang sekarang sedang bergelayut manja pada Wei Zi .
"Lilian jangan manja...kau tidak malu oada mereka...kau itu sudah besar dek..." Ucap Wei Zi sambil mengacak rambut gadis itu pelan .
"Biarkan saja...Lulian meluk Kakak sendiri ... Tapi memangnya Siapa mereka kak...?" Tanya Gadis itu sambil menatap kelompok Siyue.
"Tunggu kak... Kau.. Kau Siyue kan...?" Ucap gadis itu tiba- tiba. Sambil menatap Siyue yang berdiri di apit Pangeran Luo dan Feng Xun .
"Benar aku Siyue....Kau mengenalku...?" Ucap Siyue heran.
"Tentu saja aku mengenalmu...aku Lilian, dan ini Yusia.. Kami orang yang pernah Kau selamatkan dari para penjahat di dekat kota Nandaka , Kau lupa...?" Tanya gadis yang bernama Lilian.
"He he he maaf aku lupa..." ucap Siyue sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal .
"Kalian mengenal Siyue...?" Tanya Wei Zi .
"Tentu saja Kak...dia yang menolongku saat aku membawa Bibi Liuma saat kembali dari rumah keluarga Bibi Liu..." Ucap Lilian .
"Lo Memangnya kemana kedua pengawal Bibi...?" Tanya Wei Zi.
"Sedang bertugas bersama Paman Long . Paman Long memintaku mengawal Bibi, dan saat kereta kami baru keluar dari rumah makan , ternyata kami di serang. Untung ada saudara Siyue yang menolong Kami...ucap Lilian .
"Oo.. begitu..(lalu Weizi menatap Siyue) Yue'er..kenalkan Mereka Putri dari keluarga Sima. mereka putri Paman Dion dan Paman Chan Li .... " Ucap Wei Zi memperkenalkan mereka berdua. Mendengar mereka putri keluarga Sima hati Siyue bahagia.
"Ternyata mereka sepupuku...." kata Siyue dalam hati .
"Maaf... Aku melupakan kalian berdua..." Ucap Siyue sambil mengepalkan tangan di Dada untuk meminta maaf dan menyapa , sambil tersenyum .
"Tidak masalah sobat Muda.. Hanya saja kami tidak bisa melupakan Pria yang telah menolong kami..." Ucap Lilian sambil Tertawa.
"Benar...kami akan selalu ingat pada penolong kami, Andai saat itu tidak Ada Kau di sana untuk menolong kami . Mungkin kami sudah terluka parah atau mati..."ucap Yusia membenarkan .
"Begitu ya...bagaimana kalau kita berteman.." Ucap Siyue ringan .
""Boleh...itu yang kami harap kan..." Ucap Lilian . Yusia juga gembira saat Siyue mengajak mereka berteman. Tak lama terdengar suara Wei Zi.
"Karena hari semakin malam, bagaiaman kalau kita mencari tempat untuk beristirahat, sepertinya kita akan kesulitan mencari nya, lihatlah terlalu banyak yang datang di kota ini..."ucap Wei Zi sambil melihat sekitar yang telah di penuhi orang.
"Coba kita Cari dulu...Siapa tahu kita masih mendapatkan tempat untuk istirahat. .." Ucap Siyue . Merekapun berjalan mencari tempat untuk istirahat.
Cukup dulu ya...aku lanjut besok.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . Jika masih Ada Typo tolong maaf..🙏🙏
Bersambung.
__ADS_1