DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEMBALI KE BUMI 2


__ADS_3

"Sok tahu...dari mana kau tahu itu...?" ucap Dewa Wiqya .


"Ibu pernah menanyakan soal Siyue padaku. dia bertanya karena kau mencarinya...dan aku tahu kalau kau sangatencintai Dia...." ucapnya dengan wajah menatap Siyue dan Dewa Wiqya bergantian.


"Menanyakan Siyue....?" Apa katanya...?" tanya Dewa Wiqya dengan heran .


"Ibu bertanya Siapa nona Siyue dan apa hubungannya kau dengannya..." ucap Pangeran Waisan .


"Aku mengatakan kalau Nona Siyue Cucu dari Kakek Sang Baiki dan putra dari Paman Sima Yuan, dan aku berkata kalau kau menyukai Nona Siyue..." ucap Pangeran Waisan .


"Lalu apa yang di katakan Ibu...?" tanya Dewa Wiqya lagi .


"Tidak ada...beliau hanya diam saja..." jawab Pangeran Waisan .


"Ya sudah... lebih baik kita bertemu Ayah dan Bunda lebih dahulu, Oh ya bagai mana keadaan Kakek Kaisar..." ucap Dewa Wiqya.


"Kakek baik - baik saja...hanya beberapa bulan ini keadaannya agak kurang baik, mungkin karena usia yang lanjut..." ucap Pangeran Wanisan lagi. Mendengar keadaan Kakek Kaisar, terlihat wajah Siyue cemas.


"Han...kita harus melihat Kakek..." ucapnya pelan. melihat kecemasan di wajah sang istri membuat Dewa Wiqya tahu kalau penyakit sang Kakek pasti agak serius. Siyue merasakan ada yang tidak beres dengan keadaan Kakek. sebab walaupun Siyue pergi, dia tak pernah lupa mengirimkan obat untuk Kakek kaisar . dan baru terlepas dari pengamatan Siyue setelah beberapa minggu ini . Itupun karena Siyue pergi ke Alam Nirwana .


"Baik...ayo kita menghadap Ayah dan Ibu lebih dahulu..." ucap Dewa Wiqya.


Merekapun segera ke istana pertemuan . benar saja, Di sana terlihat sudah ada Kasar dan Ratu. Mereka segera memberi salam. sebenarnya Dewa Wiqya enggak menunduk pada manusia. tapi yang ada di depannya adalah kedua orang tua dari separuh jiwanya. dan sang Istri telah mewanti- wanti untuk menjadi Raja Chu Tian Ji yang memang identitas dia yang lain.


"Salam sejahtera dan mulia bagi Kaisar dan Ratu. Semoga selalu Di berkati Dewa..." ucap mereka serempak. Dewi Guanli yang ada bersama mereka hanya diam saja . Dia hanya mengikuti tingkah mereka tanpa mengucap Apapun.


"Sudah - sudah ayo bangun..." ucap Kasar.


merekapun segera berdiri dari berlutut. Lalu duduk pada kursi yang sudah di sediakan .


"Ji'er...kemarilah..." ucap Kaisar Chu Nang Bo.


pada Dewa Wiqya. Dewa Wiqya mendekat, dan Kaisarpun memeluk anak laki- lakinya yang telah lama pergi tanpa tahu kalau yang Di depannya seorang Dewa. begitupun dengan Ratu. dia segera memeluk Dewa Wiqya.


"Darimana Saja kau Raja...kami menunggu kedatanganmu...kau telahblama pergi setelah kedatanganmu untuk terakhir kalinya saat menjenguk Ayah...." ucap Kaisar lembut.


"Kau melupakan kami nak...hanya karena wanita itu, kau melupakan kedua orang tuamu.." ucap sang Ibu terlihat marah. dia menatap Siyue dengan tatapan tajam dan Sinis . Melihat tatapan Ratu , Siyue kaget.


"Ada apa ini..." ucap Siyue dalam hati.


"Yue'er...sepertinya ada sesuatu yang kita tidak tahu...." ucap Feng Qui yang ada di pundak Siyue.


"Yue'er....aku tidak suka dengan sikap Ratu... berani sekali dia menatapmu seperti itu. apakah dia lupa siapa yang telah membebaskan dia dari penjara Raja Iblis..." teriak Poison Ivy marah .


"Sabar kak... kak Qui...apakah kau bisa mencari penyebabnya...?" ucap Siyue .


"Baik akan aku lakukan...." ucap Feng Qui.


"Aku juga Yue'er...." ucap Liong Bay.


"Baik pergilah dan hati -hati..." ucap Siyue .


Namun ternyata yang melihat tatapan Ratu dan ucapannya bukan hanya Siyue dan Mahluk kontraknya. tapi semua sahabat Siyue , Para pengawal siyue , termasuk adik Dewa Wiqya yaitu Dewi Guanli serta kedua orang tua Siyue . Terlihat kemarahan Di wajah Sima Yuan dan DewibTang Yin .Melihat sikap Ratu Darga dan mendengar ucapannya , Dewi Guanli sangat marah. Wanita itu berani sekali bersikap seperti itu pada sang Kakak Ipar yang mereka sayangi. berani sekali manusia rendah seperti mereka menatapnya dengan penuh kebencian.


"Kak...aku tidak suka dia menatap dirimu seperti itu..." ucap Dewi Guanli dengan marah .


"Sabar sayang....kita lihat apa sebenarnya yang terjadi...bagaimana pun juga dia adalah ibu kandung dari separuh jiwa kakakmu...." ucap Siyue lembut sambil mengusap lembut tangan Dewi Guanli yang duduk di dekatnya .


"Bunda ... jangan berkata seperti itu...Dia adalah Wanita yang sangat nanda Cintai.." ucap Dewa Wiqya sambil menahan kemarahannya mendengar wanita di depannya menghina sang istri. jika saja tak ingat pesan Siyue, mungkin Dia sudah lupa siapa wanita di depannya .


"Kau membela Dia Ji'er..kau membela gadis murahan itu.." ucap sang ibu .


"IBUUU....!" seru Dewa Wiqya mulai marah .


"Sudah, sudah...kenapa kau marah saat putramu datang...seharusnya kau tidak membuat Putramu marah dan sedih... duduklah nak..." ucap Kaisar lembut.


Dewa Wiqya segera berjalan kearah tempat duduk di sebelah sang Istri. tapi terlihat Ratu belum puas dengan sikap dari Sang Suami dan putranya. Setelah berbicara sebentar, Dewa Wiqya dan Siyue serta rombongan berpamitan untuk menemui Kasar Tua yang sedang tidak enak badan. Kaisarpun menyetujuinya. terlihat Ratu Gu Hua Li masih marah dan menatap Siyue dengan tatapan Sinis.


Mereka segera berjalan kearah Istana Kaisar Tua. namun sampai di luar ruang pertemuan, Kedua orang tua Siyue pamit akan pulang lebih dahulu . Mereka takut kehilangan kontrol diri jika tetap di istana . Akhirnya Siyue dan Dewa Widya mengijinkan.


"Kak...aku tidak suka dengan sikap Ratu jelek itu...Berani sekali dia menatap Kakak Ipar dengan tatapan tajam dan Sinis. apa salah Kakak padanya..." ucap Dewi Linxi Guanli nama kepanjangan Dewi Guanli . .


"Benar Yang Mulia...sepertinya ada sesuatu yang terjadi di sini...aku curiga ada yang ingin membuat nama Dewi Siyue jelek di mata ibu kandung Raja...." ucap Ye Mai


"Kau bisa menyelidiki...?" tanya Dewa Wiqya pada Ye Mai.


"Sanggup Yang Mulia...Kalau begitu hamba Mohon Diri..." ucap Ye Mai .


"Tunggu kak Mai...tadi Feng Qui dan Liong Bay telah pergi lebih dulu, kita tunggu saja dulu. Bukankah kau belum mengucap salam pada Kakek kaisar dan bertemu dengan beberapa bawahanmu yang masih berada di istana Kakek Kaisar ...." ucap Siyue.


"Benar kata Istriku Mai...kita melihat keadaan Kakek Kaisar lebih Dulu . baru nanti kita lakukan penyelidikannya..." ucap Dewa Wiqya.


"Baik yang Mulia..." ucap Ye Mai .


Tanpa sengaja mereka telah berada di depan Istana Kaisar Tua. dan saat melihat Siapa yang datang, para prajurit segera berlutut memberi salam.


"Salam hormat Yang Mulia ..Salam hormat Nona Siyue..." ucap mereka bersamaan. dan tak kama dua pria muda berlari mendekat dan segera berlutut juga.


."Salam hormat Yang Mulia Raja Chu Tian Ji.. salam Nona Siyue...maaf kami terlambat menyambut yang mulia..." ucap Mereka bersamaan.

__ADS_1


"Sudah bangunlah...." ucap Raja.


Mendengar perintah dari sang Raja merekapun segera berdiri.


"Bagaimana perasaan Kakek...?" tanya Dewa Wiqya lagi .


"Beliau..." belum sempat salah satu perwira itu menjawab, Siyue langsung berkata sambil berjalan masuk.


"Sudah jangan di teruskan, aku langsung saja masuk... keadaan Kakek butuh penanganan secepatnya...." ucapnya sambil berjalan cepat menuju kamar. dengan cepat Siyue membuka pintu. dan dia kaget melihat keadaan Kakek Kaisar yang Lemah.


"Kakek..!" seru Siyue sambil berlari mendekat.


Dengan cepat dia melihat keadaan Kaisar Tua. dan betapa terkejutnya Dia saat melihat keadaan pria tua itu. keadaan Denyut nadinya sangat lemah. Dan ada warna hitam di kuku tangan dan kakinya . begitu juga sebagian badan dan wajahnya . Melihat itu dengan cepat Siyue memeriksa seluruh tubuh Kakek Kaisar. Setelah itu Dia segera mengeluarkan jarum akupunturnya.


"Tutup pintu dan Kunci...Kak Xie kau di sini membantuku bersama Kak Ning Si dan Kak Feng Xun, Kak Ye Gu dam Kak Ye Mai berjagalah di Denpan Kamar Kakek bersama para penjaga, jangan biarkan siapapun masuk ..." ucap Siyue .


"Baik Yang Mulia ...." ucap Mereka berdua. Mereka segera keluar, dan pintu segera di kunci dari dalam oleh Pangeran Luo Yi.


"Kak...tolong buka baju Kakek. hanya bajunya saja..." ucap Siyue.


"Baik Yue'er....." ucap Ye Mai dan Feng Xun .


"Li'er...kalau kau tidak enak hati, agak menjauh saja...." ucap Siyue pada Dewi Gauli dan memandang sang adil ipar sekilas .


"Baik kak..." ucap sang Dewi. Dia berdiri agak menjauh dari tempat tidur . Tak lama terlihat Kakek Kaisar telah bertelanjang Dada . dan celana panjangnya di tekuk sampai di atas lutut .


"Kak Ning Si dan Kak Feng Xun kalian ikut Xiao Tu,..Kak Ning Si buat ramuan untuk menghilangkan Racun dan menguatkan tenaga campur ramuanmu dengan daun Roh. Ingat kompisisi bahan obat harus sama. Buat untuk tiga pil saja . dan untuk Kak Feng Xun , buat Pil untuk jantung dan kesehatan Kakek serta pil penambah darah ...." ucap Siyue .


"Baik Yue'er...." ucap mereka berdua. Mereka berdua segera menghilang dari teman itu .


Sedangkan Siyue Sendiri dengan Cepat mulai Duduk lotus di dekat Kakek Kaisar. Ye Xie segera brjalan mendekat kearah Siyue dan berdiri di sebelah Siyue.


"Kak perhatikan setiap apa yang aku lakukan, walaupun tidak memakai kekuatan jari emas, tapi kau bisa mempelajari ilmu akupuntur yang aku miliki ...." ucap Siyue . Memang dari ketiga pengawal Siyue, Ye Xie yang lebih dekat dengan Siyue telah mempelajari tentang ilmu pengobatan .


"Baik Ratu....." ucap Ye Xie . Dengan Cepat Siyue mulai menancapkan jarum akupunturnya pada titik akupuntur kakek Kaisar. dan tak Lama terlihat Siyue mulai konsentrasi mengobati Kakek kaisar dengan akupuntur jari emasnya . Tak lama terlihat cahaya Putih keperakan bercampur dengan cahaya keemasan keluar dari telunjuk Siyue. Kedua cahaya itu mulai membungkus Kakek Kaisar dari ujung rambut sampai ujung kaki . Terlihat tangan Siyue yang berada di atas tubuh sang Kakek mulai bergetar . cukup lama cahaya itu membungkus Kakek Kaisar. dan tak lama mulai meredup dan hilang. bersamaan dengan cahaya itu menghilang terlihat mata Siyue mulai terbuka.


Dan ternyata Xiao Tu tahu apa yang di butuhkan Siyue. terlihat sebuah pisau kecil dan tipis serta dua mangkok berukuran agak besar berada di dekat tubuh Siyue .


"Tolong Pisau...." ucap Siyue. Ye Xie terlihat mengambil pisau kecil tipis yang terlihat sangat tajam bersama salah satu mangkok yang tersedia dan memberikannya pada Siyue. dan terlihat Siyue mengiris kecil ujung jemari telunjuk Kakek Kaisar. dan tak lama darah hitam keluar dari tubuh kakek Kaisar.


"Kak Ye Xie...dorong darah hitam keluar..." ucap Siyue . dan dengan cepat Ye Xie duduk lotus di dekat Kasar Tua dan mulai melakukan apa yang di suruh Siyue. terlihat darah hitam mulai dengan cepat keluar dari tubuh Kakek Kaisar . Melalui jarum akupuntur dan luka di tangan Kakek Kaisar . Setelah darah mulai berwarna merah , Ye Mai menghentikan pekerjaannya. Dan Siyue menuntaskan dengan pengobatan jari emasnya kembali. terlihat cahaya putih perak dan kuning emas mulai keluar dari telunjuk Siyue dan mulai menyelubungi tubuh kakek kembali. itu hanya sebentar. dan tak lama Siyue mulai mencabut jarum akupuntur yang sudah menghitam. tak lama terlihat Siyue bernafas lega. dan berbarengan Ning Si dan Feng Xun kembali .


"ini Yue'er..." ucap Feng Xun .


Feng Qun dan Ning Si memberikan pil yang Siyue minta. Juga sebetol air suci yang di berikan Xiao Tu . setelah menatap ketiga macam pil itu, Siyue tersenyum . Dia mengambil satu setiap pil yang hanya ada tiga di setiap macamnya .


"Pil buatan kalian semakin sempurna..." ucap Siyue.


Siyue segera meminumkan satu tiap pil itu ke pada Kakek Kaisar .


"Kekuatanmu semakin bagus kak...kau mulai bisa mengontrol kekuatanmu sendiri..." Ucap Siyue pada Ye Xie . Melihat kejadian itu, Dewa Wiqya dan Dewi May terdiam kaget. mereka baru tahu kalau Siyue sangat mahir dalam pengobatan. Dewa Widya memang tahu kalau Siyue bisa mengobati. namun baru kali ini Dia melihat secara jelas pengobatan Siyue. memang saat Siyue mengobati tadi, ada lintasan peristiwa yang terluntas di pikirannya. mungkin itu ingatan Raja Chu Tian Ji . tak lama senyum kebanggaan terlukis di bibir merahnya. apalagi Dia tahu maksud Siyue menyuruh ketiga orang yang dia tunjuk untuk menyembuhkan Kakek Kaisar tadi


"Wanita ini...dalam keadaan seperti inipun Dia masih berusaha memberi pelajaran pada sahabatnya...dasar wanita baik hati..." ucap hati Dewa Wiqya .


"Kak...apakah kau tahu kalau kakak ipar pandai dalam pengobatan...?" ucap Dewi May.


"Tidak...tapi separuh Jiwaku tahu itu...sebab dia sudah lama mengenal Kakak iparmu..." ucap Dewa Wiqya .


"Kalau Dia kembali ke tubuhmu..bukankah ada ingatan darinya..." ucap Dewi Guanli .


"Ingatan itu tidak sekaligus aku dapatkan..


mereka muncul secara perlahan...." jawab Dewa Wiqya .


"Karena itukah kau tadi menghadap Kaisar dan Ratu jelek itu..." ucap Guanli yang masih marah pada Ratu .


"Benar...bagaiamapun juga mereka yang telah menyelamatkan Separuh jiwaku..." ucap Dewa Wiqya .


"Tapi aku tidak suka wanita itu menghina Kakak ipar..." ucap Dewi Guanli.


"Aku juga tidak menyukai itu..." ucap Dewa Wiqya.


Tak lama Siyue mendekati mereka berdua.


terlihat senyum kelegahan di wajahnya.


"Siapa lagi orang yang menginginkan kematian Kakek Kaisar ini .... Han jika Kakek mau, boleh aku membawa dia ke istana Phoenix...biar kakek tinggal Di sana saja. aku takut Dia akan mati karena racun lagi..." ucap Siyue dengan wajah sedih.


"Sayang...kita akanembujul Dia agar mau ikut kita, aku tahu kau itu sangat sayang pada Kakek ini..." ucap Dewa Wiqya sambil memeluk sang Istri.


"Dialah yang menerimaku dengan baik dan penuh kasih sayang saat aku baru datang di Alam Atas ini..." ucap Siyue.


"Baiklah kita akan membujuknya saat dia sadar nanti...." ucap Dewa Wiqya.


percakapan mereka terhenti saat terdengar keluhan pelan dari arah Ranjang. mereka serentak menatap kearah ranjang . dan terlihat mata Kakek Kaisar terbuka secara perlahan. dengan cepat Dewa Wiqya dan Siyue mendekat. dan saat mata Kakek Kaisar terbuka, Dia melihat dua orang yang sangat dia sayangi dan dia rindukan berada di samping Ranjangnya .


"Apakah aku sudah mati...atau aku berhalusinasi...." ucapnya perlahan.


"Kakek...ini Chu Tian Ji dan Siyue Kek... apakah kakek sudah tidak mengenali cucu kakek...?" ucap Dewa Wiqya .

__ADS_1


"Ya Dewa...jadi kalian memang benar - benar ada di depanku...." ucap Kakek Kaisar kaget .


"Benar Kek...kami ada di sini...." ucap Siyue sambil memeluk badan tua itu yang sedang terbaring di ranjang.


"Ternyata kalian datang juga...dan aku tahu pasti kaulah yang telah menyembuhkan Kakek kembali....benarkan anak nakal.." ucap Siyue .


"He he he...Siyue tanya nggak tega melihat Pria tampan ini kesakitan dan tidak menyambut Siyue..." ucap Siyue lembut sambil tertawa pelan.


"Sayang...." ucap Dewa Wiqya melihat Siyue menggoda sang Kakek. (Dasar pecembutu 😂).


"Hey..pria bandel...apakah kau akan berubah setelah menjadi seorang Dewa ha...! kau fikir aku tidak berani memukul kepalamu itu setelah kau menjadi seorang Dewa he...?" ucap Kakek Kaisar sambil pura - pura marah pada Dewa Wiqya . mendengar ucapan Kakek, Dewa Wiqya hanya bisa cemberut. Karena Kakek Kaisar memang sudah tahu kalau Dia Dewa Wiqya .


"Kek...aku rasa Kakek Di sini selaku dalam bahaya, bagaimana kalau kakek ikut kami ke istana Phoenix...Kakek bisa hidup dengan tenang...aku takut meninggalkan kakek Disini..." ucap Siyue.


"Nak...aku tahu kau sangat menyayangiku, tapi ini Negriku...ini kerajaanku... bagaimana aku bisa meninggalkan Kerajaan ini...?" ucap Kakek Kaisar


"Kakek... kau di sini selalu dalam bahaya... apakah kau tidak ingin menimang cicit dariku.. aah aku hampir lupa . Saat Yue'er mendapat undangan ke Nirwana, Tiga Dewa telah menikahkan kami. dan Siyue telah Di angkat menjadi Dewa Keadilan . jadi kami ini sekarang sepasang suami istri kek..


dan sebentar lagi Kami pasti memiliki seorang Putra..." goda Dewa Wiqya pada sang Kakek .


"A..apaaa...kalian sudah menikah...?!" seru Kakek Kaisar.


"Benar kek... sebenarnya kami kemari selain menjenguk kakek, kami juga ingin mengundang Kakek, atau membawa kakek untuk menghadiri pernikahan kami di Kerajaan Siyue. apakah Kakek Mau..." ucap Siyue .


"Benarkah...kalau begitu aku mau ikut...aku juga mau tinggal dengan kalian..." ucap Kakek Kaisar . Dan pada saat itulah tiba - tiba pintu di ketuk dari luar. Siyue meminta pada Chan Sin yang kebetulan berdiri di dekat pintu. Chan Sin pun segera membuka pintu kamar itu. Dan Saat pintu terbuka, Terlihat Ye Mai masuk dan berkata.


"Maaf Yang Mulia...seorang pelayan urusan dari Ratu, memaksa ingin menghadap. Dia berkata ingin menyampaikan perintah dari Ratu Hua Li..." ucap Ye Mai.


"Baiklah suru Dia masuk..." ucap Dewa Wiqya.


"Baik yang Mulia..." ucap Ye Mai.


Ye Mai pun segera keluar. dan tak berapa lama terlihat seorang dayang yang sudah tua masuk kedalam ruangan. Dayang itu terlihat agak sombong .


"Siapa kau dan ada perlu apa Ratu menyuruhmu datang kemari...!" ucap Dewa Wiqya dingin. melihat Siapa yang berbicara wanita pelayan itu terdiam. ada guratan ketakutan di wajahnya.


"Hamba dayang kepercayaan Ratu Hua Li ..hamba Diburus untuk menjemput Nona Siyue dan membawa dia ke istana Ratu . .." ucap dayang paruh baya itu .


"Baik...sekarang pergilah dan katakan pada Ratu kami akan kesana sebentar lagi..." ucap Dewa Wiqya.


"Maaf...Ratu tidak ingin siapapun ikut dengannya. tak terkecuali Yang Mulia Raja..." ucap dayang itu .


"Apaaa...kau berani mekarangku....?!" seru Dewa Wiqya marah.


"Han...biar kan aku pergi...aku juga ingin tahu apa mau Dia..." ucap Siyue.


"Biar aku bersamamu kak..." ucap Dewi Guanli.


"Benar Yue'er...biarkan dia bersamamu..." ucap Dewa Wiqya.


"Baiklah... ayo ikut Li'er..."ucap Siyue.


"Tapi tidak boleh ada yang ikut dengannya..." ucap Dayang itu kekeh. tiba- tiba seekor burung kuning hinggap di pundak Siyue.


"Yue'er...ternyata semua ini ulah dari sahabat Ratu. beberapa bulan lalu Dia memasukkan putrinya ke dalam istana sebagai dayang Ratu . tapi sebenarnya, Niat dari sahabat Ratu ingin menjodohkan Putrinya dengan Suamimu. dan Dia katanya telah menukar obat yang kau kirim dengan obat buatan mereka yang mengandung Racun yang tidak dapat terlihat . Mereka ingin membunuh Kakek kaisar secara perlahan . sebab mereka tahu kalau Kaisar tua masih hidup , rencana mereka tidak akan berjalan mulus. dan mereka telah mencuci otak ratu dengan. cerita mereka...." ucap Feng Qui.


"Darimana mereka tahu aku mengirim obat-obatan..." tanya Siyue .


"Didalam rumah sakit kerajaan , Ada tabib yang masih saudara mereka. dan mereka curiga dengan obat yang selalu keluargamu kirimkan, empat bulan yang lalu mereka berhasil mengelabu salah satu petugas kepercayaan. dan mengetahui obat apa itu . Akhirnya mereka bisa menukar obat itu saat melakui biro peneliti obat. karena mereka berhasil menjadi salah satu tabib di sana..." ucap Feng Qui. memang semua obat yang masuk ke istana harus di periksa dulu oleh Biro peneliti obat . setelah itu baru di berikan pada si bersangkutan .


"Hmm begitu...jadi ada lagi lalat yang membuat cerita baru...dan dia berani mengusik Kakek Kaisar...kak..kau dekati Dia, dan usahakan masukkan pil kejujuran padanya. dan aku tidak menyukai wanita yang telah membuat namaku jelek...." ucap Siyue. namun baru saja Siyue berhenti berbicara, tiba- tiba seekor ular putih melayang dan melingkar di pergelangan tangan Siyue.


"Maaf Yue'er...aku telah menemukan wanita sahabat Ratu . Dan aku telah menggigit kakinya...." ucap Liong Bay.


"Apaa...kau telah membunuh dia...!" seru Siyue kaget .


"Tentu saja Tidak...enak saja kalau mereka mati dengan cepat.. Berani sekali mereka mengusikmu...kau akan lihat apa yang terjadi nanti . namun percakapan Siyue dan para mahluk kontraknya terputus saat pelayan itu berkata.


"Nona silahkan ikut kami...jangan karena Raja kau mau menghindari panggilan sang Ratu..." ucap Dayang paruh baya itu dengan sombong. Mendengar ucapan dari seorang dayang , Raja marah . Dia hampir menghantamkan tangannya namun Siyue mencegah.


"Sabar Han....kita ikuti permainan mereka..." ucap Siyue. Seketika Dewa Wiqya menghentikan tindakannya . terlihat matanya merah karena marah .


"Baik aku ikut , tapi adikku harus ikut juga... kalau tidak , aku tidak mau pergi..." ucap Siyue datar .


"Apakah kau tidak takut dengan Ratu..." ucap Dayang itu dengan marah.


"Apa yang aku takuti...aku bukan penduduk Kerajaan Darga..." ucap Siyue dingin .


Terlihat wajah dayang itu marah, namun akhirnya dia mengajak Siyue dan Dewi Guanli . mereka segera berjalan ke istana Ratu. Ketika sampai Di sana, ternyata Ratu telah menunggu di ruangannya. mereka segera menghadap. Siyue dan Dewi Guanli langsung memberi hormat.


"Salam Ratu..sa..." tapi sebelum kalimat hormat Siyue selesai , tiba- tiba dua buah tamparan melayang di wajahnya.


Plaaaak...


Plaaaak....


"Kau fikir siapa kau...berani sekali kau melanggar perintahku....! kau fikir kau itu calon menantuku ha...!dasar gadis munafik...! aku tak akan pernah menjadikanmu istri dari Putraku Chu Tian Ji . Dasar wanita tak tahu diri...seharusnya kau itu sadar diri...gadis rendahan dan murahan selertimu ingin jadi Ratu...? mimpi...? teriak Ratu dengan marah dan menghina .


Dewi Guanli dan Siyue terdiam. mereka kaget bukan main atas kejadian itu .

__ADS_1


maaf...aku lanjut besok ya...ini aku uda Up date dua , jangan marah kalau aku gantung.😂😂🙏


jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu.


__ADS_2