DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEMBALI KE BUMI .


__ADS_3

Keesokan harinya di pagi hari, Siyue , Dewa Wiqya , ketiga saudara Dewa Wiqya , ketiga pengawal Siyue yaitu Ye Mai , Ye Xie dan Ye Gu dan seluruh sahabat ,saudara dan Kakek Si serta kedua orang Tua Siyue, segera berangkat menuju Bumi. Karena waktu mereka hanya tidak sampai dua bulan, Siyue mencoba menggunakan kekuatan Cincinnya. namun sebelumnya , Siyue membawa mereka semua masuk ke ruang Teratai. Tak terkecuali ketiga saudara Dewa Wiqya. Melihat tempat yang berbeda, Ketiga Saudara Dewa Wiqya kaget.


"Ini di mana...? Tanya Dewi May.


"Ruang Teratai milik Ratu Siyue Dewi...." ucap Xiao Tu Yang membawa mereka .


"Ruang Teratai...maksudmu...? Dan kamu siapa ...? Aku tidak pernah melihat keberadaanmu...?" ucap Dewi May lagi .


"Hamba mahluk Kontrak Ratu Siyue , dan soal pertanyaan yang Mulia..maaf hamba tidak bisa menjawab, tolong tanyakan pada Yang Mulia Ratu Sendiri....." ucap Xiao Tu lembut .


"Baiklah...Trimakasih...." ucap Dewi May .


Sedangkan Yang Di luar , haya Dewa Wiqya dan Siyue saja . Siyue mengusap Cincin merah di tangannya sambil membayangkan daerah kosong dekat kota Nandaka. Kota yang dekat dengan perguruan Tapak Dewa. Dan benar saja, dalam sekejap mata mereka berdua telah berada di sana. di tempat kosong di sebuah kebun dekat sebuah Desa. tempat itu Siyue ingat saat Dia pernah menolong seorang wanita saat ingin pergi ke Perguruan Elang Putih .


"Han...kita sudah ada di sini...?" seru Siyue bahagia sekaligus takjub.


"Ini di mana...?" tanya Dewa Wiqya .


"apakah tidak ada di dalam ingatanmu...?" tanya Siyue.


"Tidak... " jawab Dewa Wiqya.


"Ini dekat kota perguruan tapak Dewa. Tempat Separuh jiwamu belajar dan di kota itu aku juga mempunyai sebuah rumah tinggal.. fan kita pernah menolong seorang wanita saat kita akan pergi ke perguruan Elang Putih...." jawab Siyue.


"Ooh jadi separuh jiwaku belajar di sini..." ucap Dewa Widya.


"Kami murid dari perguruan tapak Dewa.."ucap Siyue.


"Tunggu...jadi ilmu tapak Dewa yang kau miliki berasal dari perguruan itu..?" tanya Dewa Widya.


" Benar...aku mendapatkan ilmu itu dari perguruan tapak Dewa Ucap Siyue.


"Apakah guru kalian juga mahir ilmu itu.." tanya Dewa Wiqya .


" Kami tidak tahu...hanya Saja guru memberikan buku yang berisi ilmu tapak Dewa padaku, namun di saat aku meperlajari buku itu, gerakannya hampir sama seperti buku tanpa judul yang aku dapatkan di dalam perpustakaan ruang Teratai. mungkin bisa di katakan persis dengan ilmu itu . malah sepertinya ada gerakan yang tidak aku dapatkan di buku tapak Dewa ..." jawab Siyue .


"Buku tanpa nama...?" ucap Dewa Wiqya.


"Hmm..." angguk Siyue.


"Lalu untuk apa kita ke perguruan Elang Putih...." tanya Dewa Wiqya .


"Aku juga murid perguruan itu...dan kedua guru Besar kedua perguruan itu bersahabat.."


Ucap Siyue .


"Kok Bisa kau menjadi murid mereka berdua...?" tanya Dewa Wiqya.


"Ceritanya panjang ..nanti akan aku ceritakan Han...kita lanjut nanti lagi setelah sampai di istanamu . Ayo Kita lanjut saja perjalanan kita ..." ucap Siyue.


"Baiklah....Tapi lebih baik mereka kau keluarkan dari ruang Terataimu di sini sekarang saja..." ucap Dewa Wiqya.


"Aah hampir lupa... Benar katamu, lebih baik kita keluarkan mereka di sini...." ucap Siyue. Siyue segera menghilang. Dan tak berapa lama dia kembali bersama semua orang . Terlihat mereka menatap daerah sekitar dengan wajah bahagia. Sedangkan ketiga saudara Dewa Wiqya hanya bisa bingung menatap sekitarnya .


"Ini di mana kakak Ipar...?" tanya Dewi May . wajahnya yang cantik terlihat memerah. Sebab kebetulan sekarang musim panas .


" Ini di Bumi sayang...tepatnya di Alam Atas . apakah kau bisa bertahan dengan panas di sini, atau kau dan Guanli kembali saja ke ruang Teratai . Dan Kak Kunlau juga bisa ikut kembali...nanti kalau sudah sampai di istana, kalian. bisa keluar lagi..." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue, mereka saling berpandangan,


"Tidak aku akan ikut di luar saja..." ucap Guanli .


"kalau begitu aku dan Kakak Kunlau yang kembali .." ucap Dewi May .


"Sebenarnya aku juga ingin Di luar, tapi baiklah akau akan menemani May'er...." ucap Dewa Kunlau.


Xiao Tu segera membawa mereka berdua kembali ke ruang Teratai .


Sedangkan Feng Qui segera mengeluarkan kuda milik Siyue dan Raja. Setelah itu para sahabat Siyue mengeluarkan kuda mereka masing -masing. Begitu juga dengan keluarga Si. Mereka memang telah di beri kuda oleh Siyue. Saat melihat kuda putih milik Siyue, Dewi Guanli berseru kagum.

__ADS_1


"Kak...ini kuda milikmu...?" tanya Dewi Guanli .


" Benar...dan yang hitam itu milik Kakakmu... kau bisa naik kuda...?" tanya Siyue .


"Aku tidak bisa Kak... Sebab Ayah melarang kami naik kuda.." ucap Dewi Guanli.


"Para Dewi jarang yang di perbolehkan naik kuda ...karena mereka sudah memiliki ilmu meringankan tubuh..." ucap Dewa Wiqya menjelaskan .


"Kalau begitu kau naik kuda bersamaku..." ucap Siyue.


"Trimakasih Kak... Setelah ini aku ingin belajar berkuda , kau mau mengajariku kan ...?" ucap Dewi Guanli. . "Boleh...Tapi nanti kau bisa belajar pada Kakakku Luo Yi , sebab dia juga mahir dalam berkuda..." ucap Siyue .


"Aku...kau menunjukku mengajari Dewi Guanli...? kau tidak salah Yue'er...?" tanya pangeran Luo Yi.


"Tidak Kak...aku tidak salah...bukankah kau mahir dalam berkuda ..." ucap Siyue sambil mengedipkan sebelah matanya. Melihat itu Pangeran Luo Yi heran. apa maksud sang adik.


Siyue melakukan itu karena dia melihat kalau Dewi Guanli yang cantik ini sepertinya tertarik pada Sang Pangeran ke enam kerajaan Juan .


"Oh ya kek ....Kakek mau ikut ke istana atau langsung ke rumah keluarga Si.." tanya Siyue mengalihkan pembicaraan.


"Lebih baik kakek langsung kerumah kita saja nak...kakek Rindu pada keluarga Si..." ucap Sang Kakek. Siyue tahu kalau kakek Si sudah rindu dengan keluarganya.


"Dan kalian bertuju...? Tanya Siyue.


"Aku ikut dengan Yue'er... bukankah kami belum pernah pergi kesana.?" kata Feng Xun.


"Benar...aku juga ingin kesana ..." ucap Luo Yi dan Chan Sin hampir bersamaan.


"Kami kembali ke rumah tinggal saja Yueyue..." ucap Simayun .


" Benar Yue'er... Kami pergi ke rumah tinggal kita saja. Tapi saat kalian pergi ke alam tengah dan bawah kami ikut ya...?" ucap Fang Yin.


"Baiklah...lalu kak Ning Si...?" tanya Siyue.


"Tidak, aku ikut kalian saja...kalian tahu kan kalau aku masih tidak terlalu dekat dengan orang tuaku.." ucap Ning Si.


"Kak...apakah kau masih dendam pada mereka...?" tanya Siyue lembut .


"Baiklah kau boleh pergi dengan kami, nanti kita akan pergi bersama ke tempat tinggal Ayahmu...." ucap Siyue.


"Baiklah kalau begitu kita mengantarkan mereka dulu Han... Kita akan membelikan kuda untuk Ayah dan Bunda . tapi untuk pergi ke kota nandaka ...."ucapan Siyue terpotong oleh ucapan sang Ayah.


"Jangan cemaskan kami...kita bisa berlari mengejar kalian..." ucap Sima Yuan.


"Tidak...tidak seperti itu Ayah...."Akhirnya karena jarak kota Nandaka dengan tempat mereka berhenti agak jauh. di putuskan, Dewi Guanli ikut Ning Si. Sedangkan Siyue berkuda dengan Sang Suami, dan Sima Yuan bersama Sang Istri Putri Tang Yin.


Merekapun segera berkuda menuju kota Nandaka . Saat akan naik kudapun mereka berdua , Siyue dan Dewa Widya berdebat, Siyue maunya di belakang, tapi Dewa Wiqya maunya di depan. Akhirnya Siyue lah yang mengalah. Dia duduk di depan Hingga Dewa Widya bisa memeluk pinggang sang Istri. ( waah ini suami modus apa suami sayang istri ya... 😂 😅)


Mereka pun memacu kuda mereka kearah kota Nandaka. Sesampainya di kota Nandaka, mereka membeli kuda untuk sang Ayah dan Putri Tang Yin (sang ibu) . Setelah itu mereka mengantar Kakek Si dan ketiga Kakaknya kerumah tinggal mereka dahulu. Namun mereka tidak mengantar sampai di dalam tumah . Setelah mengucapkan kata berpisah mereka segera berangkat menuju kota Kerajaan Darga . Mereka memacu kuda mereka dengan cepat. Terlihat sekali kalau kuda, kuda mereka merupakan kuda yang sngat hebat. Namun sesekali mereka memperlambat laju kuda mereka agar Ayah dan sang Bunda tidak tertinggal jauh .


"Sayang...kuda ini sangat hebat...apakah kuda ini sejak dulu ada padamu...!" seru Dewa Wuqya di sela memacu kuda mereka.


"Apakah tidak ada dalam memori otak Raja Chu Tian Ji , Han...?" ucap Siyue.


"Tidak ada..." ucapnya.


"Kuda itu miliknya dan dia merawatnya sendiri . namun saat Dia tahu kuda milikku ini, dan kuda- kuda sahabatku bertubuh bagus karena berada di ruang Teratai, , Dia menaruh kuda itu di Ruang Teratai juga.." teriak Siyue.


"Terutama milik keempat sahabatku itu. Dua tahun lebih kuda itu ada di sana. Kami hanya mengeluarkan kuda , saat kami sangat membutuhkan mereka . kalau tidak, kami hanya berjalan dan lari , sambil berlatih ..." jawab Siyue.


"Tentu saja kuda mereka berbeda dengan kuda biasa. Lihatlah itu, kuda milik Ayah dan Bunda ..kedua kuda itu sudah meruoakan kuda terbaik yang kita beli akan tetapi mereka tetap kalah oleh kuda milik kalian... terutama milikmu dan kuda ini....." ucap Dewa Wiqya . namun percakapan mereka terhenti saat mereka melihat gerbang Kota . Siyue dan kawan- kawan segera memperlambat laju kuda mereka. Mereka berjalan perlahan mendekati gerbang kota . Enam tentara maju menghadang mereka.


"Siapa kalian dan mau apa...?" ucap salah satu dari mereka.


"Apakah kalian lupa dengan pria di depan kalian...?kalian lupa dengan junjungan kalian Sendiri...?" ucap Siyue sambil menunjuk pada Raja.


Saat mereka melihat Dewa Wiqya, seketika wajah mereka pucat. Dan langsung sujud di tanah.

__ADS_1


"Ampun yang Mulia Raja... Ampun putri Siyue..." ucap Mereka bersamaan . Mereka gemetar ketakutan .


"Sudah bangun kalian, dan buka pintu gerbang. Kali ini kalian aku maafkan, jangan di ulang lagi...cepat..!" seru Dewa Wiqya dingin.


"Baik yang Mulia Trimakasih....." ucap mereka serempak. Mereka segera berlari untuk membuka pintu gerbang. Setelah itu terlihat kuda - kuda mereka masuk kedalam kota kerajaan.


"Ya Dewa....kenapa kita sampai lupa...?" ucap salah satu dari mereka. setelah melihat kuda Raja dan rombongan berlalu .


"Benar...mungkin karena wajah mereka berbeda. Mereka terlihat sangat tampan dan cantik serta bersinar. Mereka bagai malaikat Atau Dewa...terutama Raja dan Nona Siyue..dan satu lagi wanita yang berada di belakang Nona Siyue..." ucap sang Teman . Mereka memandang gerombolan Siyue hingga menjauh .


Saat Rombongan memasuki kota, Rakyat yang melihat kedatangan Siyue dan Dewa Wiqya kaget bukan main, mereka terpanah sebentar , lalu mereka segera bersujut dan berkata.


"Salam Yang Mulia Raja...." ucap mereka serempak.


"Sudah, Sudah .. kalian bangun semua...!" ucap Dewa Wiqya sambil mengibaskan lengan bajunya dan tersenyum (walau terlihat kaku😂 ). mereka meneruskan perjalanan mereka. dan di belakang mereka, terdengar teriakan para penduduk


"Hidup baginda Raja.. Hidup Baginda Raja...hidup Baginda Raja... "seru mereka berkali- kali.


Siyue dan Rombongan segera menuju kerajaan. Mungkin ada yang sudah melaporkan kedatangan Dewa Wiqya dan Rombongannya . atau mereka sudah mendengar teriakan para rakyat . Hingga ketika mereka sampai di gerbang istana, Banyak prajurit yang menunggu mereka.


Dari jauh sudah terlihat gerbang istana di buka, dan berpuluh prajurit berdiri menunggu . Dan salah satu dari mereka adalah sang Jendral muda yang merupakan pengusaha kedua setelah Raja. siapa lagi kalau bukan Jendral muda Waisan. Jendral muda yang juga adik kandung Raha Chu Tian Ji . Melihat itu, Siyue segera berkata perlahan .


" Han...kau tidak lupa dengan jendralmu kan...?" ucap Siyue.


"Maksud Baby ,Pria yang di tengah itu kan...?" ucap Dewa Wiqya.


"Dia adikmu Han...namanya Pangeran Waisan, Dia adik kandungmu maksudku adik kandung Raja Chu Tian Ji , Dia juga orang kepercayaanmu , yang menjaga kerajaan ini saat kau pergi...Dia sangat manja pada Raja, karena Raja adalah kakak satu- satunya..." ucap Siyue. Mereka berjalan pelan kearah gerbang yang telah terbuka lebar.


"Salam sejahtera dan panjang Umur yang Mulia Raja Chu Tian Ji..." ucap mereka serempak.


"Salam kalian aku trima , Bangunkah..." ucap Dewa Wiqya sambil masuk kedalam wilaya istana bersama rombongan. Dan Di sana dia Di sambut oleh Pangeran Waisan,


"Salam Yang Mulia...apa kabar...?" ucap nya lembut.


"Aku baik- baik saja..bagai mana kabarmu...?" ucap Dewa Widya.


"Aku baik kak..." ucapnya. Lalu Dia menatap Siyue yang Masih berada di atas Kuda bersama seorang gadis .wajah mereka bertiga terlihat bercahaya. beda dengan yang lain . tak lama Dewa Wiqya turun dari kuda di ikuti Siyue dan rombongannya. Beberapa prajurit segera membantu membawa Kuda mereka ke istal kuda.


"Nona Siyue apa kabar...?" ucap Pangeran Waisan yang sejak tadi selalu menatap kearah Siyue.


Melihat itu Sifat cemburu Dewa Wiqya segera timbul . Dia segera memegang tangan Siyue. Para sahabat yang telah tahu sifat Dewa Widya yang tak jauh dari sifat Raja Chun Tian Ji hanya bisa menahan tawa mereka.


"Baik pangeran trimakasih...." ucap Siyue lembut .


"Dimana Ayah dan Ibu...?" tanya Dewa Wiqya mengalihkan pembicaraan pangeran Waisan .


"Mereka sedang menunggu Kakak Di istana Ayahanda...kak..boleh aku memelukmu...?" ucap pangeran Waisan . Mendengar ucapan dari Pangeran Waisan Dewa Wiqya memandang Siyue. terlihat Siyue menganggukkan kepalanya samar . akhirnya dengan suara datar dia berkata.


"Kemarilah... kau boleh memelukku"ucap Dewa Wiqya pelan.


Dengan cepat Pangeran Waisan berjalan kearah Dewa Wiqya dan memeluknya .


"Kak... kau lama pergi aku merindukanmu..." ucap Pangeran Waisan dalam pelukan sang Kakak.


"Jangan seperti anak kecil...kau itu sudah besar. sebentar lagi kau memiliki istri..." ucap Dewa Wiqya .


"Iya aku tahu...tapi kali ini kau lama tidak pulang. jika kau pulang itupun hanya sebentar


aku tahu kau mencari Siyue..." ucapnya dengan pelan sambil mengurai pelukannya .


"Sok tahu...dari mana kau tahu itu...?" ucap Dewa Wiqya .


"Ibu pernah menanyakan soal Siyue padaku. dia bertanya karena kau mencarinya...dan aku tahu kalau kau sangat mencintai Dia...." ucapnya dengan wajah menatap Siyue dan Dewa Wiqya bergantian.


"Udahan dulu ya...akan aku coba membuat lagi hari ini...( tapi nggak janji lo😂)


jangan lupa like Vote dan komennya author tunggu. maaf tadi malam author nggak up date . 🙏🙏.

__ADS_1


kalau masih salah ketik dan typo , Maaf🙏🙏


Bersambung.


__ADS_2