
Perlahan dengan pasti darah Siyue bisa merendahkan Amarah Dewa Wiqya . dan Akhirnya amarahnya benar- benar meredah. Siyue segera melepas Ciumannya. tubuh yang melayang perlahan Turun. melihat sang Suami telah kembali dengan wajah Dinginnya, Siyue merasa lega. jika tadi usahanya gagal. tak bisa di bayangkan, kehancuran alam bawah bisa terjadi. bukan hanya perwira itu yang mati, tapi penduduk alam bawa juga habis.
Setelah sampai di tanah Siyue menatap pada sang Suami yang telah kembali normal kembali Dia juga telah berubah menjadi Siyue lagi.
"Sudah tidak marah lagi...?" kata Siyue sambil menatap Dewa Wiqya yang sedang menatap padanya dengan tatapan lembut.
"Kenapa kau lindungi dia..." tanya Dewa Wiqya dengan nada tak senang .
"Bukan Dia yang aku lindungi tapi Bumi dan berjuta isinya.. ." jawab Siyue lembut.
Mendengar ucapan Siyue Dewa Wiqya tertegun.
"Kau bisa membunuh Dia tanpa kekuatanmu, sekarang pun kau bisa membunuhnya dan aku tidak akan menghalangimu. Tapi tidak pada saat tadi... Kau bisa bayangkan sendiri apa yang terjadi jika kau tadi aku biarkan melakukannya..." ucap Siyue lembut.
Dewa Widya tertegun dia menatap sang istri dengan haru. Dan kini dia melihat luka di bibir sang istri. Terlihat penyesalan di wajah Dewa Widya melihat luka itu.
"Sayang...bibirmu...?" seru Dewa Wiqya sambil mengusap bibir sang Istri.
"Tidak masalah..ini hanya luka kecil. sekarang kita tangkap mereka dan kita bawa ke kerajaan..."ucap Siyue.
"Maafkan aku sayang...maafkan aku ya...?" ucap Dewa Wiqya penuh penyesalan .
"Iya... Aku tahu Kau tidak sengaja...?" ucap Siyue .
"Trimakasih sayang ...baik kita bawa mereka ke istana. tapi sekarang sudah malam Beb ..." Ucap Dewa Wiqya .
"kita buat mereka tidak sadar diri dan kita masukkan kedalam ruang Teratai..." ucap Siyue.
"Baik ayo. kita lakukan..."ucap Dewa Wiqya. Dan merekapun fokus pada berpuluh penjahat yang kini terlihat sedang sujud ketakutan. Ternyata mereka para prajurid yang tidak tahu permasalahannya . mereka hanya patuh pada pemimpin. Banyak ucapan penyesalan dan ketakutan yang mereka ucapkan di dalam fikiran mereka . Dan mereka baru tahu sekarang kalau Perwira yang mereka banggakan telah selingkuh dengan Selir Raja mereka. Berbuatan itu sangat memalukan dan dosa besar. Dan hukumannya adalah kematian . Mereka mengumpat dan ingin marah. Tetapi mereka telah terlanjur ikut serta . sebagai bawahan mereka memang harus patuh pada atasan. tanpa harus tahu untuk apa mereka melakukannya. Namun Siyue juga mengengar dari oembicaraan fikiran mereka, kalau sebenarnya mereka banyak yang tahu dan juga merupakan kaki tangan Perwira Song Ran.
"Kak Mai tangkap dan buat Pembinor itu pingsan..." ucap Siyue pada Ye Mai.
"Pembinor Ratu..?" tanya Ye mai . lagi- lagi sang Ratu mengucapkan kata itu.
"Itu nama untuk seseorang yang selingkuh dengan Istri orang Kak...." ucap Siyue menjelaskan .
"Ooo baik Ratu..." ucap Ye Mai .
"Ada -ada saja Sang Ratu...dia memakai nama pembinor untuk orang yang merebut istri orang..lalu kalau wanita perebut kekasih atau suami orang dia mau menyebut apa..?." batin Ye Mai dalam hati. Namun Dia ttidak berani bertanaya dia segera berjalan kearah Perwira Song Ran yang terlihat terpuruk di bawah pohon besar dengan wajah pucat. Sedangkan Siyue berjalan dan menatap pada para mengikuti perwira Song Ran. Tak lama dia berucap.
"Aku tahu kalian ada yang tidak tahu masalah ini karena kalian hanya bawahan dari perwira Song Ran. Tapi aku juga tahu di antara kalian ada yang murni bawahan Perwira Song Ran dan tahu hubungan Perwira dengan Selir Anchi. Dan kalian juga berani menyimpan rahasia ini dengan rapat. Untuk itu akan aku pilih siapa di antara kalian yang murni bawahan atau kaki tangan Perwira Song Ran...untuk itu yang aku tunjuk silahkan pindah kesebelah kananku dan yang tidak tetap di tempat .." ucap Siyue.
Dan Siyue mulai menunjuk satu parsatu prajurit di depannya. Dan mereka yang Siyue tunjuk terlihat berjalan disebelah kanan Siyue seperti yang Siyue perintahkan . dan yang tidak tetap di tempat. Hampir sebagian besar pasukan pindah disebelah kanan Siyue. Dan yang masih terpisah. Hanya ada hampir duapuluh orang saja, tepatnya 17 orang . Melihat itu baik Dewa Wiqya maupun para sahabat menatap Siyue dengan wajah heran.
"Apa maksud Ratu membagi mereka..." ucap mereka dalam hati. Namun sebelum mereka bertanya, tiba- tiba sebagian dari mereka bersujud meminta ampun.
"Ampun yang Mulia...kami bersalah...tapi kami harus melakukan itu demi kehidupan keluarga kami.." ucap mereka beralasan .
"Apakah sampai bertahun- tahun kalian membohongi Raja kalian...sekecil itulah kesetiaan kalian pada Raja...aku tak percaya dengan semua alasan kalian. Kak Ye Xie , Kak Ye gu dan Kak Feng Xun...buka penutup muka mereka..." ucap Siyue. "Baik Yue'er...." ucap mereka serempak. mereka segera melangkah kearah para penjahat yang ternyata prajurit kerajaan. Namun sebelum mereka mendekat , tiba- tiba Siyue betseru.
"Tunggu...!" seru Siyue tiba- tiba. Dengan segera ketiganya berhenti. Dan Siyue tiba- tiba meghantamkan tenaga dalamnya pada dua orang prajurit yang mengarahkan pukulannya pada Ye Gu dan Feng Xun dan ternyata mereka ingin menyerah Ye Gu dan Feng Xun yang berjalan kearah mereka. Tentu saja keduanya terlontar terkena kekuatan Siyue. Yang satu menabrak rekannya. Dan yang satu terlempar keluar dari barisan dan menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Pria itu seketika meregang nyawa. Sedangkan yang terlempar kearah temannya memuntahkan darah segar. begitu juga dengan pria yang terkena imbas kejatuhan temannya .
"Kalian ingin berbuat curang...? Baik...kalau kalian masih penasaran , ayo maju... Kalian. bisa menghadapi aku.." ucap Siyue dingin.
Dan semua prajurit senior itu terlihat bangun dari duduknya dan berdiri siap tempur .
"Baik...kami memilih melawan kalian, daripada kami sampai di istana mendapatkan hukuman mati , lebih baik kami bertempur dengan kalian. Hitung- hitung mengajak kalian mati bersama kami.." ucap salah satu prajurit itu dengan nada kesal .
"Bagus...kalau begitu serang Aku agar kalian puas...." ucap Siyue.
"Biar kami yang menghadapi mereka Ratu..." ucap Wei Zi .
"Benar...jangan biarkan tanganmu kotor darah mereka Ratu..." ucap Ning Si .
"Baik...jangan kalian bunuh semua...sisahkan untuk menjadi hadiah buat selir Anchi .
Wai Zi dan ketiga Kakak Siyue segera kedepan . begitu juga Ye Mai yang sudah mengikat perwira Song Ran. Dan kini berada tidak jauh dari Siyue. Sedangkan Dewa Kunlau memandang mereka dengan wajah tenang. Dan akhirnya pertarunganpun terjadi juga. Tapi mereka bukan tandingan para sahabat Siyue. Walaupun mereka seorang prajurit , tapi pengalaman para sahabat dan Kakak Siyue lebih banyak dari mereka. Dan kekuatan mereka jauh di bawa para sahabat Siyue. Dengan mudah sekali mereka bisa di lumpuhkan . melihat kejadian itu, para prajurit yang lain hanya menelan ludah ngeri. Setelah melihat mereka telah dapat di lumpuhkan , Ada yang mati dan ada juga yang hanya pingsan. karena itu permintaan Siyue. Dan saat penutup wajah mereka terbuka, ternyata mereka seumuran Perwira itu. pria - pria paruh baya itu mungkin prajurit Senior.
"Kalian memang bukan kelompok seperti mereka . karena kalian tidak tahu masalahnya. Buka penutup muka kalian...!" perintah Siyue. Dengan Cepat mereka membuka Penutup muka mereka. Dan terlihat mereka merupakan Prajurit muda kerajaan Juhan.
"Apakah mereka senior kalian...?" tanya Siyue pada mereka .
"Benar Ratu....ucap mereka menirukan Ye Mai , Ye Gu dan Ye Xie saat mereka memanggil Siyue.
"Tapi kalian tetap bersalah. Kalian tetap harus mendapatkan hukuman dariku...sekarang kembali ke barak kalian, besok pagi aku tunggu kalian di lapangan latihan. Jangan sampai lari atau sembunyi. Karena aku sudah melihat wajah kalian semua. Jika besok ada yang tidak datang, maka hukuman akan lebih berat dariku. PAHAM...!" seru Siyue dengan tegas.
"PAHAM RATU...!" seru mereka bersamaan.
"Baik sekarang kalian boleh kembali ke barak kalian , ingat aku tunggu kalian besok pagi di lapangan...!" ucap Siyue.
"Baik Yang Mulia...!" ucap mereka bersama. Merekapun segera kembali ke kota kerajaan.
__ADS_1
Setelah kepergian mereka, Siyue memeriksa keadaan para orajurit yang telah melawan para sahabatnya. Dan Ternyata para sahabat telah membuat sebagian mati dan sebagian pingsan . Siyue menyuruh melainkan yang telah mati dan yang masih hidup . ternyata yang hidup tinggal 10 orang saja.
Siyue segera memasukkan yang masih hidup kedalam ruang Teratai dan Minta para heran kontaknya untuk menjaga mereka. Wei Zi melihat prajurit dan perwira itu menghilang, Dia mendekati Siyue.
"Yue'er...kemana mereka pergi...apakah kau bawa mereka ke ruang Teratai yang kau sebut tadi...?" tanya Wei Zi dengan wajah ingin tahu.
"Hmm..." Angguk Siyue.
"Apakah kau juga akan pergi kesana membantu mahluk kontrakku menjaga mereka...?" tanya Siyue.
"Apa boleh...?dan mahluk kontrakmu tidak marah...?" ucapnya lugu.
"Tidak asal kau jangan macam- macam..." goda Siyue .
"Biar aku menemaninya Yue'er.."Ucap Feng Xun.
"Baiklah, kalian akan pergi bersama kuda kalian, naiklah..." ucap Siyue.
Siyue segera mengirim mereka pergi ke ruang Teratai. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah keluarga Si .
***""***
Keesokan harinya pagi sekali ternyata Pangeran Luo Yi telah datang. Tentu saja Siyue yang sedang latihan di halaman belakang rumah keluarga Si menjadi kaget. Sebab sang pangeran tiba- tiba sudah berada di hadapan mereka.
"Pagi Yue'er , Dewa Wiqya ....." sapa Pangeran Luo Yi .
"Pagi kak..Lo kakak pagi sekali datangnya...!" seru Siyue yang baru saja berlatih dengan Dewa Wiqya. Dan sedang minum air suci .
"Pasti dia sudah tidak tahan jauh dari kita Yue'er....!" seru Ning Si yang menghentikan latihannya dan berjalan mendekat .
"Dia itu cocoknya bukan jadi kakakmu Yue'er... tapi putra pertamamu...!" goda Fang Yan yang berdiri dekat Ning Si.
"Benar kata Kak Fang Yan . Saat kau tinggal pergi ke Nirwana tempo Dulu.. Dia sampai sering tidak makan karena takut kau belum makan atau ada apa- apa denganmu..." ucap Simayun menambahi .
"Ck kalian ... Jangan percaya Yue'er...aku hanya takut saja kau kenapa- napa... bukankah saat itu kita belum tahu kalau ada Dewa Wiqya dan Dewa Saoyan di sana...aku fikir Siyue sendirian menghadapi para Dewa dan Dewi...." ucap Pangeran Luo Yi dengan wajah kesal sekaligus wajahnya memerah karena malu .
"Apa benar kau sampai tidak enak makan...? Aah..kalau begitu bagai mana kalau kau kujadikan Putra Sulungku...?" goda Siyue.
"Yue'er...jangan menggodaku...mereka hanya menambahkan cerita saja..." ucap Pangeran Lio Yi malu.
"Aku juga setuju jika kau jadi putra pertama kami..." goda Dewa Wiqya yang memang sudah haoak dengan kemanjaan Pangeran Luo Yi pada Siyue .
Mendengar ucapan Dewa Wiqya terlihat wajah pangeran Luo Yi semakin merah . Siyuepun tak tega . akhirnya pangeran Luo Yi Di ajak latihan bersama walau hanya sebentar.
"Kok ke istana ...?" ucapannya heran.
"Ada sesuatu yang ingin kami laporkan pada Ayah ..." ucap Siyue.
"Apa itu...?" tanya Pangeran Luo Yi .
"Nanti kakak akan tahu,, ayo kita berangkat.." ucap Siyue.
Merekapun segera berangkat ke istana. Sampai di Sana ternyata di istana masih ada pertemuan. Namun Siyue meminta ingin bertemu dengan Raja. Dengan terpaksa Kasim masuk kedalam ruang pertemuan. Dan di sana ternyata ada putra mahkota Juga.
Saat Raja mendengar kalau Siyue ingin menghadap , Beliau merasa heran, namun Dia mempersilahkan Sang Putri Angkat untuk menghadap. Tak lama terlihat Siyue dan kawan- kawan masuk kedalam ruang pertemuan termasuk Pangeran Luo Yi.
"Salam Sejahtera yang Mulia Raja, salam sejahtera Putra Mahkota...semoga Yang Mulia berumur panjang dan sehat selalu..." ucap mereka serempak.
"Salam kalian aku terima. Duduklah nak..." ucap Raja.
"Trimakasih Yang Mulia..." ucap mereka kembali . Mereka segera duduk bersama .
"Ada apa ini nak... Katanya kalian akan ke perguruan, lalu kenapa kemari...? Ayah senang jika kalian datang mengunjungi Ayah, tapi sepertinya ada yang ingin kalian katakan...?" ucap Raja.
"Benar yang Mulia...tapi sebelum itu, boleh Siyue meminta kehadiran Selir Anchi...?" kata Siyue .
"Selir Anchi...?" tanya Raja .
"Benar yang Mulia...karena masalah hamba ada hubungannya dengan ibunda Selir..." ucap Siyue sopan.
" Apakah masalahnya dengan putriku Lingling kemarin nak...Bukankah masalah itu sudah selesai...?" ucap Raja dengan nada Sedih .
"Bukan Ayah...tapi masalah lain, namun ada hubungannya dengan Putri Lingling.." ucap Siyue.
" Baiklah..Pengawal...!" seru Raja .
Dia orang Pengawal masuk kedalam ruangan.
"Hamba yang Mulia..." ucap mereka.
"Panggilkan Selir Anchi untuk datang kemari sekarang juga..." ucap Raja .
__ADS_1
"Baik yang Mulia..." ucap Mereka. Mereka segera keluar dari ruangan itu.
Sambil menunggu kedatangan Selir Anchi, Raja bertanya Pada Siyue.
"Kalian tidak jadi ke Perguruan...?" tanya Raja dengan lembut.
"Setelah dari sini Ayah.. Setelah dari Sini kami akan mengunjungi perguruan..." ucap Siyue lembut.
"Yue"er..sebenernya ada apa...kenapa kalian terlihat serius sekali..." tanya Putra Mahkota.
"Kita akan membahasnya setelah Selir Anci datang Kak..." ucap Siyue lembut.
"Yue'er...apakah masalahnya sangat serius..?" tanya Pangeran Kedua.
"Mungkin bagi kalian tidak terlalu serius, tapi bagiku ini sangat serius.." ucap Siyue lembut.
30 menit kemudian, terdengar Kasim berseru kalau Selir Anchi telah datang, setelah Raja mempersilahkan , sang Selir masuk . terlihat Selir Anchi datang bersama dua pelayan yang berjalan di belakangnya.
"Salam sejahtera dan panjang Umur . Semoga keberkahan selalu bersama yang mulia..." ucap Selir Anchi.
"Trimakasih, sekarang duduklah Selir Anchi..." perintah Raja dengan lembut.
"Trimakasih yang mulia..." ucap Selir anci dan duduk di tempat yang memang sudah tersedia buatnya.
"Ada apa yang Mulia...kata pengawal hamba harus menghadap yang Mulia...? " ucap Selir Anchi dengan lembut.
"Benar...karena Siyue meminta kehadiranmu di tempat ini. ..." ucap Raja . Mendengar nama Siyue. Selir Anci segera Melihat kearah ruangan dan dia melihat Siyue yang duduk bersama beberapa orang . juga ada Pangeran Ke enam dan juga seorang Pria tampan yang duduk diam di sebelah Siyue.
"Kenapa gadis ini masih ada di sini...? Apakah perwira Song Ran belum membunuh gadis itu... Dan Siapa pria tampan itu...apakah Dia yang di inginkan oleh Putriku Lingling..." ucap Selir Anchi dalam hati. Mendengar ucapan Dalam hati Selir Anchi , Siyue tersenyum.
"Nach Yue' er... Selir Anchi sudah berada di sini. Sekarang kau bisa memberitahukan pada kami apa maksud kedatamganmu kesini..." ucap Raja lembur.
Mendengar ucapan sang Raj, terlihat Siyue tersenyum.
"Trimakasih Ayah.. Tapi sebelumnya, Siyue ingin menjawab pertanyaan Selir Anchi. Maaf Selir...tuan Song Ran memang sudah datang pada kami, untuk membunuhku...tapi karena dia tidak sanggup menyelesaikan tugas dengan baik, maka aku masih bisa ada di sini. Dan kalau kau tanya Siapa dia ( menatap Dewa Wiqya ) Dia adalah suamiku. Dan kau juga tahu kalau Putrimu menginginkan Suamiku ..." ucap Siyue tenang.
Mendengar perkataan Siyue, Selir Anci sangat kaget. Dia tak pernah menyangka pertanyaan di dalam hatinya bisa di jawab Siyue dengan tepat. Terlihat wajahnya pucat. Namun dengan cepat dia menetralkan wajahnya dan berkata.
"Apa maksud Putri Siyue dengan mengatakan kalau tuan Song Ran ingin membunuh putri. Dan ada hubungan apa hamba dengan tuan Song Ran Kenapa Putri Siyue berkata seperti itu pada hamba..." ucap Selir Anchi berusaha tenang .
"Nak...jaga sikap dan omonganmu.. Walaupun kau putri angkatku, tapi kau bisa di penjara karena ucapanmu. Kau menuduh perwira Song Ran Ingin membunuhmu ..? Kalau kau tidak ada bukti kau bisa di anggap memfitnah mereka... Dan kau bisa di hukum nak..." ucap Raja Gong Saoci.
"Siyue mengatakan itu karena Siyue punya bukti ayah..." ucap Siyue.
"Kau punya bukti...? Oo dewa...salah apa diriku, hingga ada yang ingin memfitnah diriku...yang Mulia hamba rasa hamba tidak mempunyai masalah dengan Putri Siyue, namun kenapa dia menuduh hamba seolah bersekongkol dengan perwira Song Ran dan ingin membunuhnya..." ucap Selir Anchi dengan wajah sedih. Dan tak lama dia menangis.
"Yue'er..jangam Bersikap demikian..kau bisa masuk penjara. Kau lupa kalau Selir Anchi adalah istri Ayahmu...ucap Raja.marah .
"Tidak Ayah. Aku sangat tahu, karena itulah aku datang padamu... Aku hanya ingin kejujuran Selir Anchi. Tapi ternyata Dia tidak bersalah. Tapi hamba ingin minta penjelasan selir Anchi atas rekaman yang hamba miliki..." ucap Siyue .
Mendengar kata rekaman semua orang menatap Siyue.
"Iya rekaman... Saya hanya ingin penjelasan Soal ini dari Selir Anchi....Ucap Siyue dingin . Terlihat sebuah batu ada di tangan Siyue .
"Apa itu...?" tanya Raja .
"Batu Dewa Ayah..." ucap Siyue.
Mendengar Siyue menyebut nama batu Dewa, semua orang yang ada di ruangan itu sangat kaget. Begitu juga Raja dan Selir Anchi.
"Batu Dewa...?" ucap mereka.
"Benar...aku akan memperlihatkan pada Ayah dan Selir Anchi..." ucap Siyue. Lalu Siyue mulai menyalurkan tenaga dalamnya ke batu Dewa. Dan tak lama terlihat sinar memancar dari dalam batu Dewa . tak berapa lama terlihat bayangan yang terlihat sedikit buram namun semakin lama , terlihat semakin jelas . dan tak lama terlihat wajah Selir Anchi yang sedang menulis dan di depannya ada seorang pengawal yang sedang bersamanya. Dan tak lama terlihat Selir anci memberikan sebuah surat yang harus di kirim sang pengawal. Semua ucapan dan permintaannya terdengar dengan jelas. Dan terlihat pengawal itu pergi dari istana Selir Anchi . Lalu mengambil kuda dan keluar istana. Perjalanan tidak terlalu lama , dan akhirnya pengawal itu samoai fi sebiah rumah cukup besar . melihat sebuah bangunan rumah yang terlihat cukup besar itu , Pengawal tadi Lalu masuk ke jedalan rumah itu .
"Rumah tuan Perwira Song Ran..." seru beberapa orang . rekaman terus berjalan. Terlihat tuan Song Ran keluar daro rumahnya lalu membawa pengawal itu masuk rumah . Keduanya masuk dan duduk di ruang tamu. Terlihat sang Pengawal memberikan surat itu pada Tuan Perwira Song Ran. Lalu terlihat Perwira Song Ran membuka surat . Dan semua orang bisa membaca tulisan yang ada di dalam surat itu. Karena saat itu Feng Qui memang mendekat pada perwira Song Ran. Setelah itu terlihat tuan Song Ran meremas surat dan melemparkan ke atas meja . Dan terdengar semua yang di ucapkan Perwira song Ran, Siapa Putri Lingling yang sebenarnya . melihat semua itu, Selir Anchi pucat pasi. Namun dia masih berusaha kembali berbohong.
"Tidak, itu bukan aku... Kau ingin membodohi kami..kau ingin memfitnah diriku...!" teriak Selir Anchi dengan marah namun wajahnya pucat pasih .
"benarkah...lalu ini satu bukti lagi...." Siyue berdiri dan berjalan kearah Raja.
"Ayah...ini surat yang di berikan Selir Anchi pada Perwira Song Ran . dan ini Surat- serat mereka selama ini. Dan hamba juga mendengar kalau sebenarnya Selir Anchi adalah kekasih masa remaja perwira Song Ran. Ini Surat mereka yang Mulia..." ucap Siyue. Surat itu Siyue temukan tadi malam di ruang kamar Selir Anchi. Siyue sudah menduga kalau Selir Anchi akan sangat sulit mengakui pembuatannya. Karena itu. Tengah malam dia keluar rumah bersama Feng Qui untuk memdatamgi istana milik sang selir. Juga rumah perwira Song Ran . Dan saat mencari barang bukti perselimgkuhan Mereka, Siyue menemukan tumpukan surat cinta mereka. Menerima tumpukan surat itu, dan juga rencana pembunuhan Siyue, terlihat wajah Raja merah padam karena marah.
"Aah...hampir lupa yang Mulia... Hamba juga membawa hadiah untuk Selir Anchi..." ucap Siyue. Dia lalu menggerakkan tangannya. Dan di depan mereka tiba- tiba tubuh perwira Song Ran dan 10 orang anak buahnya berada di depan mereka. Siyue segera membuka totokannya. Dan tak lama mereka pada sadar semua..dan saat mereka membuka mata dan melihat di mana mereka, mereka kaget bukan main.
"Itu bukti kalau Kekasih yang mulia memang melakukan tugas dari anda Selir Anchi..." ucap Siyue dingin .
seketika badan Selir Anchi lemas melihat Perwira Song Ran yang terpuruk tak bisa berdiri karena hajaran dari Dewa Widya. Raja tahu apa maksud Siyue.
"Kau bisa menjelaskan semua yang di katakan Siyue dan bukti yang dia bawa Selir Anci...?" tanya Raja dengan wajah dingin.
Aah maaf dulu ya...aku lanjut besok.
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . Maaf jika masih ada typo nya 🙏🙏
Bersambung