DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PESTA PERNIKAHAN SIYUE .


__ADS_3

'Tidak Ayah...karena menjadi seorang Ratu tidaklah mudah. Tidak sembarang keturunan Kaisar bisa menjadi Ratu, karena Ratu Phoenix adalah Seseorang yang memiliki darah Phoenix ... jadi hanya gadis atau wanita darah Phoenix saja yang bisa menjadi seorang Ratu ..." ucap Feng Xun menjelaskan. namun percakapan mereka terputus saat Siyue meminta mereka mengikuti pelayan untuk menunjukkan kamar yang akan mereka tinggali.


para pelayan yang terlihat cantik dan gagah mengantar mereka ke tempat tinggal yang sudah di persiapankan oleh Kerajaan Phoenix .


Kakek Kaisar Kerajaan Darga tinggal berdekatan dengan kamar Kakek Si . Sedangkan Siyue dan Sang Suami serta kedua orang tuanya pergi menemui sang Kakek setelah menyapa para pembesar kerajaan.


Mereka bersama pergi ke istana Kaisar Tang Song . Sesampainya Di istana sang Kakek Siyue melihat ternyata di sana ada Paman dan para sepupu sedang berdiskusi . Ternyata mereka belum mengetahui kalau Siyue datang.


"Kalian...kalian kalian datang...!" seru Ratu Hua Ma dengan wajah kaget .


"Kalian datang kenapa kami tidak mendengarnya..." ucap Kaisar Tang Song . Siyue mendekati Ratu Hua Ma lalu memeluk sang Nenek.


"Kami membawa banyak keluarga Kek...jadi kami belum sempat memberitahu Kakek..." jawab Siyue.


"Tapi kenapa prajurit tidak ada yang memberitahu kami ....?" Tanya Raja dengan wajah heran .


"Kami datang memakai kapal Milik Dewa Wiqya Kakek... 'dan mereka belum sempat memberitahu Kakek, karena kami telah lebih duku sampai di sini... ucap Siyue sambil memeluk pria tua itu.


" Oo begitu.. Tapi kalian sudah datang den dalam keadaan sehat , Kakek sudah bahagia sayang..." ucap Kaisar Tang Song membalas pelukan sang Cucu . Cucu yang tak pernah dia sangka akan membuat Kerajaan Phoenix menjadi srmaju sekarang ini. Dia taknbosan mengucap Syukur telah memiliki Cucu seperti Siyue . Siyue dan Dewa Widya juga menyapa para Paman dan Sepupu. Mereka menyambut kedatang calon penganten itu dengan gembira.


Mereka berbicara tentang semua hal, dari pernikahan sampai keadaan Kerajaan Phoenix dan Siyue meminta maaf karena telah kama meninggalkan kerajaan Phoenix. Setelah cukup lama mereka berbicara, Siyue pamit kembali ke istana. Saat sedang duduk bersama di dalam kamar, Dewa Wiqya melihat wajah sang istri yang terlihat agak pucat.


"Sayang...kau kenapa...? Kenapa wajahmu pucat..? Apakah kau sakit...?" ucap Dewa Wiqya sambil membelai kepala sang istri .


"Kepalaku agak pusing Han..entah kenapa akhir - akhir aku merasa lelah dan sering pusing..?" ucap Siyue.


"Kalau begitu tidur ya....biar aku temani, jangan sampai kau sakit saat hari bahagia kita.. " ucap Dewa Widya sambil masih mengusap rambut sang Istri.


"Baiklah kita tidur sebentar sebelum makan malam , bangunkan aku nanti ya..." ucap Siyue lembut .


"Baik akan aku lakukan..." ucap Dewa Wiqya sambil membantu sang Istri berbaring dan menyelimuti tubuhnya . Dia juga tidur dan memeluk pinggang sang Istri. Dan tak lama terlihat mereka berdua lelap dalam mimpi.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Kini pernikahan Siyue tinggal satu minggu lagi. Keramaian sudah terjadi Di seluruh kota Kerajaan Phoenix . Seluruh kota dan istana telah di hias dengan sangat indah. Dari mulai pejabat, Rakyat dan petinggi kerajaan apalagi murid perguruan Kerajaan Phoenix terlihat mulai sibuk menghias kota dan istana.. Juga para petugas yang akan menjemput para undangan sudah pada pergi semua. Mereka akan tiba di istana tepat saat acara di mulai. Sedangkan Siyue Sendiri kini sedang berada di dalam ruang teratai. Entah kenapa akhir- akhir ini dia merasa tubuhnya cepat lelah, dan agak malas. Tadi saja setelah mengadakan pertemuan dengan para petinggi kerajaan, dia merasakan badannya sangat lelah dan agak pusing .


"Kenapa Sayang... Kok wajahmu terlihat lelah sekali. ...?" tanya Dewa Wiqya.


"Entahlah Han... Akhir- akhir ini aku merasa cepat lelah...." jawab Siyue.


"Ya sudah...sini aku temani..." ucap Dewa Wiqya yang langsung naik ke atas ranjang.


Melihat sang suami ikut tidur Siyue segera berkata .


"Tapi jangan macem- macem ... " kata Siyue dengan wajah cemberut. Siyue berkata seperti itu karena setiap Dewa Wiqya dekat dengannya , pasti selalu membuat Dia lelah. Pria itu bagai memiliki tenaga super saja. Andai rak sayang , pingin rasanya Siyue menampol wajaj tampan itu . terlihat sekali kelelahan di wajah cantiknya.


"Iya sayang... Tapi cium Dikit nggak apa- apa kan...?" ucap Dewa Wiqya sambil mulai memeluk Pinggang Siyue. Dan tangan nakalnya mulai bekerja .


"Han...." ucap Siyue dengan mata masih terpejam.


"Apa Sayang..." jawab Dewa Wiqya merasa tak bersalah .


"Tanganmu..." kata Siyue pelan . Namun matanya tetap saja terpejam. Dan Dewa Wiqya tahu , sang Istri benar- benar kelelahan.


"Iya aku cuma pingin peluk pinggangmu saja kok..." ucapnya lembur . Dan akhirnya terlihat mereka berdua tidur dengan posisi Dewa Wiqya memeluk pinggang Siyue dari belakang.


Watupun berlalu dengan cepat, Kini hari pernikahan itu akan Di laksanakan esok hari. Dan para tamu yang di undangan sudah mulai berdatangan. Tak terkecuali guru besar Yang Si dan Guru San We . juga Kaisar Kerajaan Darga yang datang bersama Pangeran ketiga Pangeran Waisan. Siyue Segera menemui kedua gurunya yang berada di penginapan bersama para guru perguruan Tapak Dewa dan perguruan Elang Putih . Begitu juga dengan keluarga Ning Si dan beberapa tamu dari beberapa kerajaan yang berada di wilaya kerajaan Alam Atas. Para sahabatnya menemui Keluarganya . Hanya orang tua Chan Sin yang tidak ada di sana. Chan Sin Sudah mengajak mereka untuk pindah ke alam Atas, Tapi mereka menolak karena mereka berkata kalau di Alam Atas tidak memiliki kerabat . Akhirnya Chan Sin memakluminya . Para undangan sudah sudah mulai berdatangan. Dan mereka sudah berada di rumah' atau penginapan yang sudah di siapkan oleh istana . Mereka yang pernah datang dahulu saat pelantikan Siyue, sangat takjub dengan keadaan Istana Phoenix sekarang, karena Siyue telah banyak merubah Istana itu hingga hampir sama dengan bangunan di jaman modern. Walaupun ciri khas kerajaan Phoenix masih terlihat sangat jelas. Yaitu ciri khas Kerajaan yang sangat di sakralkan. Sedangkan Keluarga Dewa Wiqya dan Dewa Saora telah datang dua hari yang lalu, mereka datang dengan rombongan besar para Dewa. Ada Dewa Shui datang bersama sang Putri Dewi Tumbuhan, Ada Dewi Bunga dan Ada pula Dewa Keadilan . Dan beberapa lagi yang Dekat Dengan Dewa Wiqya . mereka semua datang bersama Dewa Yang Xi dan Ayah Dewa Saora. Sore hari sebagai Ratu yang sangat di banggakan kerajaan Phoenix, Siyue datang di acara makan malam seluruh tamu yang datang. dengan pakaian yang terlihat Simpel namun memperlihatkan keanggunannya, Siyue datang bersama suaminya. Saat Siyue datang, semua mata menatap Ke arah Mereka berdua. Wajah tampan Dari Dewa Wiqya, dan Wajah Cantik Siyue membuat semua orang terpesona .

__ADS_1


"Gila...Diakah Ratu kerajaan ini...aku kira Dia seorang wanita Paruh baya yang berwajah sederhana ...tapi ternyata gadis mudah yang sangat cantik. bukan cantik saja , tapi teramat cantik . " ucap salah satu wanita yang ada di ruangan itu.


"A..apakah pria itu suami Ratu....?" tanya seorang gadis Putri dari seorang RAJA yang Di undang.


"Tentu saja... Yang aku dengar Mereka sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Dan besok hanya perayaan saja...dan apakah kalian tahu..katanya Suami Ratu adalah seorang Dewa...?"kata Panitia yang lain.


"Benarkah.. Tapi aku percaya itu. Lihatlah wajahnya yang tampan. Aku tidak pernah melihat wajah tampan, seperti Suami Ratu Siyue..." ucap tamu yang pertama menilai Siyue .


"Aaah....aku para hati ibu....?" ucap gadis yang menanyakan Dewa wiqya suami Siyue dengan gaya konyol membuat para wanita yang lain terkikik pelan .


"Mereka memang sangat pantas sekali. Yang Satu seorang Pria taman, dan Ratu Siyue merupakan wanita yang sangat cantik. Kecantikan baru aku lihat kali ini. Lihatlah dua gadis di belakang mereka dan pria tampan di belakang Suami Ratu . kecantikan mereka hampir sama dengan Ratu Siyue...." ucap seorang tamu. Dan banyak lagi ucapan dan pujian dari mereka.


Tapi tak semua orang akan bersikap baik pada Siyue . Ada juga yang Sirik dan marah melihat Siyue menjadi Ratu dan memiliki Pria yang sangat tanpan . Contohnya seperti salah satu dari tamu Siyue. Dengan wajah penuh Iri wanita muda itu. menatap Siyue penuh dengan tatapan marah dan iri.


"Ayah...beruntung sekali gadis itu...sudah menjadi Ratu, Dia juga menikah dengan pria tampan, kenapa bukan aku...aku juga putri seorang Raja...cantiknya masih juga cantik aku...?" ucapnya dengan wajah angkuh dan sombong . Mendengat ucapan sang Putri. Pria yang di panggil Ayah sangatlah kaget dia segera menatap wajah sang Putri dengan wajah marah .


"Jaga ucapanmu Putri... Bukanya Ayah sudah bilang padamu, jika kau ikut Ayah, kau harus bisa menjaga sikap dan ucapanmu, apakah kau akan membuat kerajaan kita mengalami bencana.." ucapnya perlahan. Sebab di sekitar mereka banyak tamu yang lain, namun ada salah satu Ibu - ibu. Sepertinya dia istri dari Raja.(Atau permaisuri ) mendengar ucapan gadis itu. memang letak duduk wanita itu bersebelahan dengan gadis itu . Dia berkata pelan.


"Nak...benar kata Ayahmu, jagalah ucapanmu. Dia penguasa kerajaan ini . Sebagai tamu, seharusnya kita menjaga Sikap dan bicara kita. Wanita itu penguasa kerajaan yang telah mengundang kita datang ke kerajaannya . Seharusnya kita menghornati Dia . Tidak baik kita mengucapkan kata- kata seperti itu . Jangan sampai sikap dan tutur kata kita akan membahayakan kita dan kerajaan kita...." ucap Wanita itu lembut. Nadanya penuh dengan nasehat .


"Cih aku tidak butuh nasehatmu wanita tua... Ini mulut - mulutku sendiri. Aku mau aoapun itu, srmua terserah aku . Apa yang aku katakan memang kenyataan kan... Kalian membanggakan wanita yang seperti itu. Apa sich istimewanya Dia...? cantik , cantikan aku apalagi aku Putri Seorang Raja..." ucapnya angkuh dan sombong . Mendengar ucapan wanita muda yang sombong itu, wanita paruh baya itu kesal bukan main.


"Nona..ternyata kau sangat sombong. Kau ingin tahu apa istinewanya Ratu Siyue...? Satu dia merupakan wanita yang sangat cerdas dan Pintar, kau tahu...saat aku datang dalam pelantikan Dia sebagai Ratu kerajaan ini, kami melihat Kerajaan ini seperti kerajaan yang lain, hanya saja memang terlihat sangat mega karena tiang dan ornamen istana banyak yang terbuat dari emas, tapi saat kami kembali lagi kemari , seperti saat ini... kami melihat banyak perubahan yang terjadi di istana ini tataupun keindahan kerajaan ini. Entah dari mana Ratu Siyue mencontoh keindahan kerajaan ini . banyak bangunan yang di buat Ratu Siyue dengan bentuk yang tidak pernah kami lihat. Seperti tangga berjalan yang tadi kita naiki , apakah kau pernah melihat tangga seperti itu...?" ucap Wanita tua itu. terlihat wanita muda itu terdiam.


"Kau tidak bisa menhawab...?dan apakah Kau juga bisa seperti Dia...? Itu tidak akan bisa , Karena kau tidak bisa seperti Dia..Dan kedua. kau bilang kalau kau lebih cantik dari Ratu Siyue...? He he he...apakah kau tidak pernah berkaca Nona...kecantikan dirimu jika di bandingkan dengan Ratu Siyue , jauh...sangat jauh Nona...kau tidak dibanding dengan dia... Jika di ibaratkan, kau berdiri di bumi, sedangkan Ratu Siyue berada di bulan. Kau tahu maksudku kan...?" ucap Wanita itu tajam dengan penuh kekesalan . Namun tak lama Dia berhenti dan berbalik menghadap gadis itu .


"Aku sarankan berhati - hatilah dalam setiap ucapanmu . Karena ucapanmu bisa membunuhmu...jangan terlalu sombong . aah.. kau tadi bilang kalau kau Putri dari seorang Raja, lalu apakah kau tahu Siapa Siyue...? Dia Cucu dari Kaisar kerajaan Phoenix ini . Kalau kau membandingkan Dia dengan dirimu yang seorang Putri Raja, maka jawabannya, Dia lebih mulia darimu Nona..." ucap wanita itu sambil berjalan kembali. Dan dia segera berjalan meninggalkan gadis itu yang melongo kaget mendengar hinaan wanita paruh baya itu.


"Ayaaah...wanita itu berani menghina ku...!" Seru wanita muda itu dengan wajah marah dan kesal.


"Diam...! bukankah Ayah sudah bilang...jaga sikapmu,...tapi kau malah menjadi... untung wanita itu yang mendengarkan ucapanmu, bagai mana tadi jika yang mendengar ucapanmu tadi adalah Ratu Siyue atau anak buahnya...!" ucap sang Ayah marah dan kesal.


" Sudah cukup.. ! jangan membuat Ayah mendapatkan masalah hanya karena dirimu..." seru pria itu dengan wajah sangat marah Wanita itupun terdiam namun hatinya masih tak relah . Dia iri dengan kedudukan Siyue. Sebab Dia pernah mendengar kalau Ratu Phoenix sebenarnya gadis biasa dari Alam bawah. Dia tiba- tiba di angkat menjadi seorang penguasa di kerajaan Phoenix . Tanpa Dia tahu siapa Siyue sebenarnya . Dan apa sebab Siyue di angkat menjadi Ratu . Karena itulah hatinya sangat iri. Kenapa dia yang seorang Putri Raja tidak bisa terpilih menjadi seorang Ratu. Ratu dari sebuah kerajaan yang sangat di hormati dan Di sakralkan oleh semua orang .


Apalagi melihat pria yang menjadi Suami dari wanita yang dia anggap Rendahan itu. Namun tanpa gadis itu sadari, ucapannya di dengar oleh para Mahluk kontrak Siyue. Begitu juga dengan Dewa Wiqya dan Siyue sendiri . Siyue merasakan ketegangan di lengan sang Suami. Dia tahu sang Suami marah mendengar ucapan gadis itu. Siyue mengusap lembut lengan yang di pegang dan Siyue tahu Mahluk Kontaknya pun kini Marah juga .


"Ck...kenapa wanita itu mencari penyakit Sich....ck ck ck ..penyakit iri memang tidak ada obatnya . " ucap Siyue dalam hati.


Setelah berada di tempat duduk yang memang di sediakan untuk Dia dan sang Suami, yaitu di dekat Kaisar. Siyue segera memberi sambutan pada para tamu setelah Sang Kakek memberi sambutan terlebih dahulu . Setelah itu Acara makan malam segera di mulai. Mereka segera menikmati makanan yang memang sudah di sediakam untuk mereka.


Keesokan harinya acara puncak di mulai. Sejak pagi banyak penduduk yang datang ke istana. Siyue memang tidak menutup gerbang Istana . Dia juga ingin masyarakat menikmati makanan yang sudah di sediakan khusus untuk mereka yang ada di halaman Istananya . Para Rakyat sangat bangga dan bahagia mengikuti acara pernikahan Ratu mereka. Pada saat Sore harinya, Semua rakyat Kerajaan Phoenix bisa melihat Ratu mereka yang melakukan pawai keliling Kota Kerajaan Phoenix . Dan pesta pernikahan Siyue di laksanakan selama tiga hari. namun pesta Rakyat di lakukan selama satu minggu. Pada hari kedua, Para Dewa Kembali Ke Nirwana . Dan para tamu tidak ada yang tahu kalau di antara mereka ada beberapa Dewa Dan Dewi yang hadir di pernikahan Dewa Wiqya dan Ratu Siyue Dan Pada hari keempatnya, Para Tamu di antar kembali ke kerajaan mereka .


"Ratu Siyue boleh aku tinggal di sini...?" tanya Feng Bao Putra Mahkota kerajaan Feng adik dari Feng Xun.


"Hey...kau ini Putra Mahkota kerajaan Feng... sebentar lagi Ayah akan menobatkan dirimu menjadi Raja...!" seru Raja Feng Tao Si sambil memukul pelan kepala sang Putra.


"Ayah...lebih baik Kak Feng Shan Wa yang Ayah suruh pulang, bukankah seharusnya Dia yang menjadi Raja kerajaan Feng..." ucap Putra Mahkota Feng Bao dengan wajah kesal.


"Mana bisa...aku sekarang pengawal Ratu Siyue...aku tidak bisa digantikan Bao'er..." ucap Feng Xun .


"Ck...kau memang Curang Kak..." ucap Feng Bao Kesal.


"Sudah jangan sedih...kau bisa kapan saja datang kemari kalau kau menginginkannya. Ini Terimaklah burung ini...pelihara Dia, kirim kabar melalui dia jika kau ingin datang kemari.." ucap Siyue sambil memberikan merpati putih itu pada Feng Bao. mendapatkan hadiah seekor Burung Merpati, Terlihat wajah Feng Bao bahagia.


"Dan burung itu juga bisa kau jadikan alat untuk menghubungi diriku jika kalian ataupun kerajaan Feng dalam bahaya. tulis surat dan ikat di kaki burung itu. Dia akan datang pada kami..." kata Siyue lembut.

__ADS_1


"Trimakasih Ratu Siyue....kau memang Saudara yang paling Cantik dan baik hati. tidak seperti seseorang yang mau menang sendiri.." ucapnya sambil melirik kesal pada Feng Xun. sedangkan Feng Xun hanya bisa tertawa melihat Sikap dari sang adik.


"Kak Chu Tian Ji..kalau aku boleh kan tinggal Di sini...aku bukan Putra Mahkota kan...?" ucap Pangeran Waizan dengan wajah memelas .


"Kau adalah penggantiku mana mungkin kau meninggalkan Kerajaan Darga..." ucap Dewa Wiqya.


"Kak...apakah kau tidak akan kembali kesana..?" tanya Pangeran Waizan .


"Aku akan sesekali kesana. kau tahu kan Siapa aku...?" kata Dewa Wiqya.


"Iya aku tahu....Tapi..." belum selesai ucapan Pangeran Waizan, terdengar suara Siyue berbicara.


"Bagai mana kalau Pangeran Waizan tinggal di sini selama satu tahun Ayah...Agar Dia bisa belajar memegang kekuasaan sebagai penguasa kerajaan dengan lebih baik.. Dia bisa belajar di perguruan Phoenix selama satu tahun...." kata Siyue memberi saran. Tentu saja ucapan Siyue membuat Pangeran Waizan Kaget. dan tak lama terdengar seruan gembira dari mulutnya.


"Yeeeaa....Ayah..benar kata Kakak Ipar ...aku akan belajar di sini selama satu tahu . bukankah sekarang di kerajaan sudah ada Ayah. selama Ayah ada aku banyak mengangggur Bukankah lebih baik aku belajar di sini...aku akan kembali ke kerajaan Darga dengan ke pandaian yang lebih dari sekarang.." ucap Pangeran Ke tiga Waizan.


terlihat Raja Darga terdiam. tak lama dia berkata.


"Semua terserah Kakak Chu Tian Ji. Jika Dia setuju, Ayahpun menyetujui apa kata Kakakmu..." ucap Raja Darga.


"Kak...boleh ya aku belajar di sini...bukankah Kakak Ipar yang mengusulkannya..." ucap Pangeran Waizan penuh harap. Terlihat Dewa Wiqya menatap Siyue. Siyue membalas dengan senyuman.


"Baiklah kalau itu memang sudah keputusan Istriku....Aku mengijinkannya. tapi ingat... belajarlah yang benar..." ucap Dewa Wiqya.


Mendengar ucapan Dewa Wiqya , Pangeran Waizan meloncat gembira . Dan akhirnya Dia tinggal di Kerajaan Phoenix selama satu tahu.


Satu persatu mereka mulai pergi meninggalkan kerajaan Phoenix. sedangkan Raja Gong Saocin dan sang Istri serta pangeran Kedua tinggal di kerajaan Phoenix.


Setelah semua orang pergi. Siyue segera berbalik ingin kembali ke istananya. namun tiba- tiba dia merasakan kepalanya pusing . dan tak lama dia tiba- tiba ambruk . untunglah Dewa Wiqya yang ada di sebelahnya cepat menangkap tubuhnya .


"Sayang....!" seru Dewa Wiqya kaget.


Bukan hanya Dewa Wiqya yang Kaget . semua orang kaget bukan main. sang ibu dan Ayah yang melihat itu. berseru .


Dengan Cepat Dewa Widya membawa Siyue masuk kedalam istana. dan memberikan Di atas pembaringan. Sedangkan Sang Ayah segera memanggilkan Dokter . Putri Tang Yin sendiri segera mengikuti Dewa Wiqya yang masuk kedalam istana. Tak lama seorang Dokter atau tabib datang. dan Dia segera memeriksa Siyue. Dewa Wiqya yang berada di sebelah Siyue terlihat sangat cemas. Saat Dokter atau tabib selesai memeriksa terlihat senyuman Di bibirnya.


"Ada apa Tabib....kenapa kau malah tersenyum setelah melihat keadaan istriku...!" ucap Dewa Wiqya.


"Maaf yang Mulia...hamba tersenyum karena gembira, sebab yang Mulia Ratu sedang hamil..." ucap Tabib tersebut yang membuat Dewa Wiqya kaget bukan main.


"Hamil....? istriku hamil...?" ucapnya tak percaya.


"benar yang Mulia...sepertinya yang mulia hamil empat minggu...." ucap Sang Tabib. mendengar perkataan tabib atau Dokter itu, Dewa Wiqya bahagia sekali. dia sampai meneteskan air mata.


"Trimakasih tabib..." ucapnya sambil memandang sang Istri.


"Kalau begitu hamba mohon diri Yang Mulia..." ucap tabib berpamitan.


"Silahkan..trimakasih..." ucapnya. Dokter atau tabib segera keluar dari ruangan dengan wajah bahagia juga. sebab tabib tahu , bukan hanya tabib saja tapi Semua penduduk kota Phoenix memang tahu kalau Sang Ratu Sudah menikah lebih dari dua bulan yang lalu. hanya saja perayaannya baru sekarang . Berita itu menyebar dengan cepat keseluruh kota kerajaan Phoenix . Dan berita itu membuat kebahagiaan seluruh kota kerajaan Phoenik. Kaisar sangat bahagia mendengar kalau Siyue hamil . Begitu juga dengan Ayah dan bundanya. Akhirnya pesta perayaan itu bukan hanya pesta perayaan pernikahan Siyue saja , tapi pesta kebahagiaan akan adanya calon Putra dari penguasa kerajaan Phoenix .


Maaf cukup sekian dulu ya...aku lanjut besok lagi. Tak Lupa Author ucapkan Selamat hari Raya IDUL FITRI


MINNAL AIDZIN WAL FAIDZI


MOHON MAAF LAHIR BATIN.

__ADS_1


jika selama ini author ada banyak salah oada kalian . Author mohon maaf sebesar - besarnya . 🙏🙏💗


Bersambung .


__ADS_2