DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
UNDANGAN UNTUK SIYUE .


__ADS_3

"Belum Tentu...dia sudah hidup jauh darimu hampir dua tahun ini . jadi Siapa tahu dia sudah memiliki Kekasih. .." Ucap Saojin dengan masih bernada kesal.


"Akan aku rebut kembali Dia . dari siapapun yang berani mengambil dia dariku..." Ucapnya lantang .


"Wiqya...apa Kau tidak malu dengan ucapan mu dulu .... bukankah Kau mengatakan kalau Siyue jangan berharap Kau akan menyukainya lalu kenapa sekarang Kau mengklaim Siyue milikmu..." ucap Dewa Saora .


"Untuk dia nggak Ada rasa malu pada diriku ... dengan cara apapun akan aku lakukan agar dia jadi milik Chu Tian Ji kembali ..." Ucapnya dengan yakin .


"Kau itu bukan Chu Tian Ji tapi Dewa Wiqya..." kata Saora mengingatkan .


"Aku Memang Dewa Wiqya...tapi aku Chu Tian Ji kekasih Siyue. ..."ucap Dewa Wiqya dengan yakin dan tegas .


Mendengar ucapan Dewa Wiqya, Dewa Saora hanya bisa geleng kepala. Dia tak pernah menyangka, kalau sahabat dinginnya akan bersikap seperti itu saat Virus Cinta melanda.


Waktupun berjalan dengan cepat . tak terasa hari vestival bunga akan di selenggarakan kurang dari dua minggu lagi. Namun dalam kurun waktu itu. Dewa Wiqya tak pernah putus asa untuk mencari Siyue. Walaupun terbukti usahanya sia- sia saja .


Sedangkan di tempat lain terlihat Siyue bersama para sahabat dan saudaranya sedang berlatih di tempat latihan kerajaan bersama Beberapa murid Sekte Phoenix .


"Untuk kalian para murid Sekte Phoenix, aku harap dalam latihan nanti, kalian tidak menganggapku sebagai Ratu kalian, aku tidak suka itu. Anggap aku sebagai teman satu perguruan kalian . kalian paham...!" Ucap Siyue pada murid Perguruan Sekte Phoenix yang kini terlihat terdiam mendengar ucapan Siyur .


"Kenapa kalian Diam...?" ulang Siyue. Mendengar teguran Siyue nereka saling pandang . dan tak lama terdengar suara mereka .


"Mengerti yang Mulia..!" Ucap Mereka bersamaan.


"Bagus....Sekarang Kita mulai latihan Kita. Aku ingin melakukan pertarungan satu persatu..." Ucap Siyue. Dan terlihat mereka pun mencari kawan Masing - masing.


Untuk memperkenalkan para sahabatnya dengan penduduknya, Siyue meminta murid Sekte melawan sahabatnya. Dan mereka menyetujui pertandingan itu.


"Pertandingan ini bukan mencari musuh. Tapi aku ingin mengakrapkan kalian satu sama lain, Karena kalian semua Adalah kekuatan yang di miliki kerajaan ini. Jadi jangan sampai Ada permusuhan di antara kalian..." Dan banyak lagi nasehat Siyue kepada mereka semua. Mendengar ucapan Siyue. Baik teman maupun murid Sekte kagum mendengar nya. Mereka Merasa bangga memiliki seorang pimpinan ataupun saudara seperti Siyue. Dan pertandinganpun di mulai. Satu persatu mereka saling serang. Dan Siyue yang menjadi pengoreksi mereka. Dia akan memberi tahu kekurangan mereka dalam gerakan mereka. Melihat semua itu, murid Sekte yang baru mengenal Ratu mereka lebih dekat , Merasa semakin kagum dan Malah memuja Ratu mereka. Siyue tak Segan memberi ilmu atau pengetahuannya pada mereka. Dan dia juga tak segan memarahi mereka . Hingga tiba- tiba seorang prajurit datang mengganggu di sela latihan mereka.


"Salam yang Mulia..." Ucap Prajurit itu sambil menunduk memberi hormat .


"Ada apa Prajurit...?" Tanya Siyue.


"Maaf yang Mulia... hamba di untus Kaisar untuk memberi tahu Yang Mulia, kalau Ada urusan dari Alam Nirwana.." Ucap prajurit tadi dengan sopan .


"Alam Nirwana..?" Ucap Siyue membeo.


"Alam Nirwana, Alam para Dewa Yue'er...bisik Zuzaku yang berada di pundak Siyue sejak tadi. Memang sejak Tadi di pundak Siyue Ada dua burung yang hinggap dan diam dengan tenang. mereka bagai hiasan baju Siyue. Satu kecil satu agak besar. Namun mereka terlihat Manis di pundak Siyue.


"Oo...lalu untuk apa mereka datang kemari. Lagian kenapa mereka bisa masuk..bukankah lonceng artevak aku akrtifkan..." Kata Siyue. Lonceng Artefak Adalah lonceng kecil sebesar genggaman tangan bayi. Artevak lonceng itulah yang membuat Negri Phoenix hilang dan tak bisa terlihat .


"Pasti untusan itu Adalah Dewa yang jadi kepercayaan Dewa Agung. Bukankah Kau sudah di beri tahu, kalau Yang Bisa masuk kedalam Negri Phoenix saat artevak itu di aktifkan hanya dua Dewa , Dewa Agung dan Dewa Penguasa Alam. ... Karena itu jika Ada yang bisa masuk , pasti Karena adanya campur tangan dari kedua Dewa itu..."ucap Zuzaku yang mengetahui kekuatan Loceng yang Ada di tangan Siyue. Lonceng itu setelah terkena darah Siyue , benda itu langsung masuk ke telapak tangan Siyue seperti busur Dewa. Karena itu, Hilang dan terlihatnya Negri Phoenix ada di tangan Siyue.


"Kalau begitu Ayo kita temui mereka. Dan Kalian semua ...berlatihlah dengan benar. Kalian aku tinggal dulu..." Ucap Siyue.


"Baik Yang Mulia.." Ucap mereka serempak . Siyue segera berjalan meninggalkan tempat latihan. Ketik sampai di istana, Siyue masuk setelah Kasim mengumumkan kedatangan nya .


Ketik Siyue masuk Dia melihat seorang Pria Dewasa dan tampan dengan memakai pakaian serba putih dengan rambut panjang di ikat sebagian dengan pit ah putih . dan sebagian lagi di biar kan tergetai. Pria itu terkesan berwibawa. Namun dia terlihat sedikit kaget saat melihat kemuncukan Suyue. Zuzaku yang Ada di pundak Siyue Berisik .


"Dia Dewa keadilan...dia merupakan Dewa kepercayaan Dewa Agung Selain Dewa Wiqya San Dewa Saora gurumu. lihat saja dia juga tampan. Hanya saja Dewa yang paling tampan Adalah Dewa angkuhmu itu..." Ucap Zuzaku menggoda. Zuzaku hanya bisa Bercanda atau berucap lembut hanya dengan Siyue. Zuzaku mengetahui semua itu Karena dia dulu penghuni Alam Nirvana juga .


"Its...kenapa Kau katakan dia dewaku kak..." Ucap Siyue kesal. Merekapun Sampai di depan Kaisar dan utusan dari Nirvana.


"Salam Kakek , salam Dewa keadilan..." Ucap Siyue lembut sambil menangkupkan tangan yang terkepal sebelah di depan Dada dan membungkuk sedikit.


"Sayang ...kemari kah..." Ucap Kaisar sambil melambaikan tangannya. Siyue tersenyum dan berjakan ke dekat sang Kakek. dan duduk dengan tenang.


"Inikah Ratu Phoenix..? Dan yang Mulia sudah mengetahui Siapa aku...?" Kata Dewa keadilan sambil tersenyum. Dewa yang jarang tersenyum itu. Ternyata tersenyum juga di depan Siyue. Bagai mana dia tidak tersenyum . tadi saja saat Siyue baru masuk dia kaget bukan main, Seorang gadis Muda dengan memakai baju kuning dengan dandan ringkas dengan rambut diikat di aras kepala dan mahkota kecilnya terlihat sangat imut, anggun dan teramat cantik . Membuat dia kaget. dan saat dia semakin mendekat, pesona gadis itub sangatlah kuat. dan ternyata dialah Ratu Phoenix yang di maksud oleh Dewa Agung. Bagaiaman dia tidak akan tersenyum melihat keindahan itu .


"Maaf Dewa...jika Siyue telah lancang..." Ucap Siyue lembut. Suaranya...suara nya membuat jantung Dewa Keadilan berdebar. Suara itu sangatlah Merdu di telinganya.


"Tidak...tidak masalah... Perkenalkan namaku Wuhcan, Dewa keadilan..." Ucap Dewa yang masih terpesona dengan Siyue .


"Saya Siyue yang di percaya Menjadi Ratu Kerajaan Phoenix.." Ucap Siyue lembut. Melihat Sikap Siyue yang sopan dan merendah anggun dan tegas menbuat Dewa Wuchan semakin kagum. Dia menatap wajah cantik itu dengan penuh kekaguman.


"Maaf...kalau boleh tahu, Ada apakah yang Mulia Dewa Wuchan datang ke istana kami...?" Ucap Siyue sambil menatap Dewa Wuchan dan senyum ramah masih terlihat di wajah cantik itu. Beberapa detik Dewa Wuchan tak bisa berkata Apa - apa.


Melihat tingkah Dewa Wuchan Kaisar Song ingin tertawa. Dia tahu kalau Dewa Wuchan terpesona melihat senyuman manis sang Cucu. Tapi dia juga tahu kalau Siyue sudah memiliki seorang Kekasih.


"Yang Mulia..." Panggil Siyue yang Merasa enggan melihat tatapan Dewa Wuchan. Namun Dewa Wuchan tetap tak bergeming. Hingga panggilan ketiga Kalinya Dewa Wuchan tersadar.


"Aah..maaf.. Anda tanya apa Ratu...?" Ucapnya sambil menetralkan Sikap nya.


"Apa yang membuat yang Mulia sampai di kerajaan kami ..." Ucap Siyue.

__ADS_1


"Oo..Maaf...kedatangan saya kemari untuk memberikan undangan pada Ratu...undangan Pesta festival bunga di Nirvana..." Ucap Dewa Wuchan sambil memberikan undangan yang terbuat dari lempengan emas murni yang berbentuk oval pipih sebesar tiga jari orang dewasa , dengan ukiran bunga di tengahnya. Siyue memperhatikan benda di tangan nya. dan tak lama terdengar suara nya .


"Apakah hamba harus datang yang Mulia...?" Tanya Siyue ragu.


"Itu saja harus Ratu...sebab undangan ini Dewa Agung sendiri yang mengundang anda.." ucap Dewa Wuchan .


Mendengar ucapan dari Dewa Wuchan , Siyue terdiam. Dia mengatakan itu sebab Dia tak ingin bertemu dan bergaul dengan yang Namanya Dewa. Walaupun dia tahu gurunya juga merupakan seorang Dewa .


Namun setelah mendengar Dewa Agung yang mengundang dia sendiri. Siyue mau tak mau harus hadir. Bagaimana dia bisa berani ingin menyinggung Dewa yang memiliki kedudukan tinggi itu.


"Kapan acara itu di laksanakan...?" Tanya Siyue kemudian.


"Delapan hari lagi Ratu..." Ucap Dewa Wuchan .


"Baik.. Hamba akan akan berusaha datang..." Ucap Siyue lembut.


"Trimakasih Ratu...kalau begitu aku mohon diri.." Ucap Dewa Wuchan sambil berdiri. Setelah tersenyum menatap Siyue dan mengangguk sedikit pada Kaisar, Dewa Wuchan menghilang. Setelah melihat kepergian Dewa Wuchan, Siyue berkata.


"Kek.. apakah tidak bisa di wakilkan ya...?" Ucapnya pelan.


"Itu tidak Bisa sayang...Kau tahu Selama beberapa ratus tahun ini..baru sekarang Kerajaan Phoenix mendapat undangan lagi Dari Nirvana. Itu menandakan kalau mereka mengakui dirimu sebagai Ratu Kerahaan ini. Dan ini menunjukkan kalau Kau tidak bisa menolak untuk pergi ke sana Cucuku. ..." ucap Kaisar lembut.


"Lagian kenapa Kau harus menolaknya, ini bisa membuat Kau semakin banyak di kenal dan imbasnya, kerajaan kita akan semakin terkenal Cucuku..." Ucap sang Kakek.


"Apakah aku boleh membawa Ayah dan Bunda...?" Tanya Siyue.


"Tidak Sayang...tidak Ada yang bisa masuk ke dalam Nirwana,.." Kata Kaisar yang membuat Siyue heran.


"Mengapa Kek...? lalu kenapa Siyue bisa..?" Tanya Siyue .


"Karena Kau beda dari kami..." Ucap Kaisar lagi.


"Maksud Kakek...?" Tanya Siyue semakin tak mengerti.


"Kau ingat saat Kau di nobatkan Menjadi Ratu...?" Ucap Kaisar Song.


"Iya..lalu apa hubungan nya Kek...?"tanya Siyue heran .


"Saat itu Mahkota Phoenix langsung memilih sendiri dirimu Karena Kau memang darah Phoenix. Lalu apakah Kau tidak sadar, kalau saat itu Ada sayap emas di punggungmu...?" Ucap Kaisar lembut .


"Benar...kalau tidak percaya tanyakan pada burung Zuzakumu itu..." Ucap Kakek..Siyue tertegun mendengar ucapan dari sang Kakek.


"Lalu apa hubungannya dengan Siyue sendiri yang bisa masuk ke Nirwana...?" Tanya Siyue kemudian.


"Karena Kau itu setengah Dewi. Kakek Yakin, kekuatan mu melebihi seorang Dewi nak..." Ucap sang Kakek.


"Ck...Kakek....Kakek jangan mengada - Ada... itu tidak baik Kek..." Ucap Siyue sambil berjalan mendekati sang Kakek yang sangat membanggakan dirinya. Dia mencium lembut tangan sang Kakek dam memeluk nya.


"Siyue tahu. Kakek sayang Pada Siyue, tapi nanti jika Dewa mendengar ucapan Kakek, aku takut Dewa akan marah..." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue, Kaisar Tang Song Tertawa.


"Ha ha ha...Kau ini Bukannya bangga Malah ketakutan Kakekmu di marahin Dewa..." Ucap Kaisar Song sambil memeluk sang Cucu. Dia tak pernah menyangka saat dia mulai Tua, Dia memiliki seorang Cucu yang begitu baik, cerdas dan Jenius. Dan Dia tak pernah membayangkan kalau keadaan Kerajaan yang dia pimpkin akan berkembang pesat di tangan sang Cucu. Perubahan yang dia buat membuat Kerajaan Phoenix semakin membaik.


"Ya sudah sekarang Kau mulai membuat persiapan untuk pergi ke Nirwana ..." Ucap sang Kakek.


"Baik Kek sayang...tapi Siyue juga akan tetap melakukan program pembangunan Kerajaan Kita Kek..." Jawab Siyue.


"Sayang...Kau ini seorang gadis...jangan terlalu memikirkan pekerjaan saja, berbuatlah seperti gadis- gadis seusiamu nak..." Ucap Kaisar Song sambil mengusap lembut kepala Siyue.


"Oo..No, No , No...Siyue tidak suka itu , Siyue sejak dulu suka bekerja dan berlatih, jadi Siyue akan tegap melanjutkan pekerjaan Siyue...." Ucap Siyue sambil tersenyum.


"Sayang apa itu No.No...?" Tanya sang Kakek tak mengerti. Mendengar pertenyaan sang Kakek, Siyue menyadari ucapannya.


"Maaf Kek...Siyue membaca di perpustakaan ruang Teratai Siyue. Dan di sana Ada buku tentang bahasa masa depan. No itu artinya tidak Kek.." Ucap Siyue. Kaisar Song memang sudah tahu kalau Siyue memiliki Ruang Teratai. Dan Diapun sudah pernah di bawa kesana oleh Siyue bersama sang Istri .


"Anak nakal....Kau membuat Kakek semakin bangga Padamu sayang..." Ucap Kaisar Song dengan bangga. mendengar sebutan Dari sang Kakek, membuat hati Siyue sedikit sakit. dia teringat wajah tampan itu lagi .


"Ya Sudah Kek kalau begitu Siyue pergi dulu...Siyue akan melanjutkan Latina dulu bersama murid Sekte dan teman - teman Siyue ...." Ucap Siyue lembut .


"Pergilah..tapi jangan lupa mempersiapkan kepergianmu ke Nirvana..." Ucap Kaisar Song .


"Baik Kakek sayang...." Ucap Siyue sambil mencium pipi sang Kakek lalu berjalan pergi keluar dari ruangan itu.


Melihat tingkah sang Cucu, Kaisar Song tersenyum bahagia. Dari sekian banyak Cucu nya, hanya Siyue yang berani bermanja seperti itu padanya. Tapi semenjak kehadiran Siyue. Sikap Cucu, menantu dan Putra Putrinya sudah banyak berubah. Mereka sekarang tidak terlalu kaku lagi menghadapi dia dan sang Istri. Hanya Saja mereka masih belum berani seperti Siyue.


Sedangkan Siyue sendiri kini telah sampai di tempat latihan. Dan Dia melihat sahabat dan Murid Sekte masih berlatih. Dia segera mendatangi mereka.

__ADS_1


"Yang Mulia...!" Seru mereka bersamaan.


"Sekarang ganti aku yang Ingin berlatih. Aaku menginginkan kalian menyerangku dengan sungguh- sungguh. Dan jika di antara kalian tidak mendengar kan perkataanku, dan menyerangku dengan main - main...jangan salahkan aku jika aku menghajar kalian. Dan aku harap kalian mendengar kan ucapanku.." Ucap Siyue sambil bersiap memasang kuda - kuda .


"Apakah kami maju semua Yue'er...." Ucap Chan Sin .


"Benar...kalian harus menyerangku bersamaan . dan ingat perkataanku tadi , jangan main- main dan jangan sungkan, jika aku melihat itu jangan menyesal jika mendapat hukuman dariku.. Kalian PAHAM..!" Ucap Siyue.


"Kami Paham Yang Mulai.." Seru mereka serempak. Dan tak lama terlihat Siyue di serang oleh lebih dari dua puluh orang. Sahabat , saudara dan Murid Sekte.


Saat pertama kali menyerang Siyue , murid sekte agak bimbang. Dan itu membuat mereka mendapatkan pukulan yang sangat menyakitkan dari Siyue. membuat mereka sadar Kalau Siyue memang serius. apalagi melihat sahabat dan saudara dari sang Ratu memang menyerang dengan sungguh- sungguh. Akhirnya mereka pun menyerang Siyue dengan penuh semangat. Terlihat Siyue bermain dengan Lincah menerima serangan Mereka .walaupun di keroyok lebih Dari duapuluh orang , terlihat gerakan Siyue sangat ringan. Malahan Dia masih sempat mengoreksi kesalahn mereka dan memberi pelajaran pada mereka. Tentu saja para murid Sekte sangat gembira berlatih dengan Siyue. Dengan penuh semangat mereka terus menyerang Siyue. Tanpa mereka sadari di sudut tempat latihan Ada seorang Pria Tua yang mihat pertarungan itu dengan senyuman gembira. Dia sangat kagum dengan kekuatan sang Ratu dan juga kecerdasannya memberi pelajaran pada Beberapa murid yang berlatih dengan Sang Ratu. Dia melihat kalau para murid itu Adalah Murid seniornya. yang dia tahu kalau kekuatan mereka berada di level tinggi.


"Yang Mulia...ternyata kau memang pantas menyandang sebagai Ratu kami...di dalam tubuh Muda mu itu. Aku tidak menyangka kalau Kau begitu kuat..." Ucap Pria itu sambil tersenyum. Tak lama seorang Pria paruh baya datang ke arena latihan .


"Guru...ternyata guru Ada di sini.." Ucap Pria paruh baya itu.


"Sstt..jangan Karas- Karas..lihat itu..." Ucapnya sambil menunjuk pada perkelahian Ratu mereka.


"Yang Mulia Ratu..." Seruan tertahan orang itu.


"Sst..aku bilang jangan keras- keras... Kau akan mengganggu mereka.." Ucap Pria pertama. Mereka Adalah guru besar Tang Hiling. Juga merupakan Kakek buyut Siyue. Ayah dari Kaisar Song. Sedangkan Pria paruh baya itu Adalah salah satu guru Sekte Phoenix. Yaitu guru Sam.


"Yang Mulia... mereka...?" Ucap guru Sam cemas.


"Jangan cemas...itu perintah Dari Ratu sendiri. Dan mereka bukan hanya berkelahi, tapi Ratu memberi pelajaran pada mereka. lihat dan saksikan dengan benar..." Ucap guru Tang Hiling dengan wajah Senang. Dengan patuh guru Sam menonton di dekat guru Tang Hiling . dan benar saja apa yang di ucapkan sang guru besar. Terlihat Siyue menyalahakan atau memukul gerakan mereka yang di rasa Salah dan terdengar ucapan dari Siyue yang menyalahkan atau memberi petunjuk pada mereka. Akhirnya dia melihat dengan gembira pertarungan itu. Cukup lama pertarungan itu terjadi.


Hingga akhirnya Siyue melihat kelelahan di wajah mereka. Dan gerakan mereka agak melambat, Siyue pun berseru .


"CUKUP...!" ucapnya sambil Melayang Di udara dan mendarat agak jauh dari mereka dengan ringan. Terlihat sekali kalau ilmu meringankan tubuh Siyue sudah tinggi .


"Aku kira latihan kita hari ini cukup dulu. Dan untuk yang tadi aku salah kan, berlatih lebih giat. Dua hari lagi, aku ingin melihat perubahan gerakan kalian,.." Ucap Siyue .


"Baik yang Mulia...!" Ucap mereka serempak. Walau terlihat kelelahan, tapi wajah mereka terlihat bahagia . Siyue lalu mengeluarkan sebuah botol dari Cincin Ruangnya.


"Kak Feng Xun...Tolong Kau bagikan pil ini pada mereka satu- satu....kalian bisa meminumya setelah mandi dan makan. Untuk memperlancar kerja Pil di dalam tubuh kalian, berusahalah berkultivasi sebentar untuk melancarkan kerja pil itu..." Ucap Siyue. Saat mereka melihat Pil yang di berikan Siyue pada mereka, mereka terbelalak kaget .


"Pil penyerap Qi tingkat tiga...!" Seru para murid Sekte serempak .


"Benar...Karena itu jangan sia- siakan kekuatan pil itu. Lebih bagus lagi kalau kalian bermeditasi semalaman ..." Ucap Siyue lagi. Terlihat binar kebahagiaan di wajah setiap murid.


"Trimakasih Ratu..." Ucap mereka bersamaam.


"Sama- sama...sebab jika kalian kuat , aku juga ikut bahagia..." Ucap Siyue.


"Ya sudah, kalian boleh pergi...aku juga akan kembali..." Ucap Siyue sambil tersenyum dan melangkah pergi. Sedang kan sang Kakek dan guru Sam sangat kaget dan kagum pada Ratu mereka.


"Guru...begitu mudah nya Ratu memberi mereka pil penyerap Qi tingkat tiga, bukankah pil itu sangat mahal..." Ucap guru Sam dengan Wajah heran .


"Aku tahu...kini aku yakin kalau dia juga bisa memurnikan ramuan..." Ucap guru besar sambil melihat kepergian Siyue.


"Mana mungkin guru...Ratu masih terlalu Muda untuk bisa memurnikan ramuan tingkat tinggi...." Ucap guru Sam.


"Kau jangan meremehkan kekuatannya Sam...Kau lihat tadi , apakah Kau melihat wajah kelelahan di wajah Cantiknya...Malah kita bisa melihat bukannya lelah, tapi wajah itu semakin sehat dan cantik. Tak Ada setetes peluh di wajah Cantiknya. Apakah Kau masih meragukan kekuatan nya...?" ucap guru Tang Hiling .


"Benar Kata anda guru..maafkan hamba.." Ucap guru Sam.


"Sudah- sudah Ayo kita pergi ke Istananya. Aku belum pernah kesana, dan saat dua Kali dia pergi keistanaku, aku tidak bisa menenuinya..." Ucap guru besar sambil melangkah pergi. Karena mereka sudah tidak melihat Siyue dan rombongannya lagi . mereka semakin kagum pada Siyue Cs. Karena mereka melihat kalau ilmu meringankan tubuh mereka sangat tinggi. guru besar dan guru Sam yakin kalau mereka mendapatkan pelajaran meringankan tubuh mereka dari Siyue .


"Apakah kita langsung ke istana Ratu , Yang Mulia....?" tanya guru Sam yang berjalan di sebelah Guru Tang Hiling .


"Tentu saja...Kau fikir kita mau pergi ke mana...?" ucap Guru besar.


Mendengar ucapan guru besar, Guru Sam berjalan dengan diam di sebelah Kakek Tua itu yang masih terlihat Kuat. sesampainya do Istana Siyue. kebetulan Siyue masih berada di halaman Istananya. Saat melihat kedatangan Guru besar Tang Hiling yang juga Kakek buyutnya yang dulu juga mantan Kaisar terdahulu, Siyue segera menangkupkan tangannya di depan Dada dan berucap.


"Salam Kakek Buyut...Semoga Kakek Buyut selalu sehat dan bahagia ..." ucap Siyue lembut.


'Salammu aku terima , Boleh Kakek Buyut memelukmu....?" ucap Sang Kakek. Tentu saja Siyue kaget tidak terkecuali guru Sam dan para prajurit yang berada di sana. Siyue segera mendongakkan kepalanya. Tak lama Siyue tertawa dan berucap.


"Tentu saja Kek...Siyue Malah bahagia mendapat pelukan dari Kakek...." ucap Siyue sambil berjalan kearah Guru Tang Hiling dan memeluk Pria Tua itu yang terlihat masih gagah. tapi beda dengan tuan Tang Hiling. terlihat Ada air mata di sudut Matanya.


Dia tak menyangka di Usia tuanya ini , masih bisa melihat dan memeluk Cucu jeniusnya.


Udahan dulu ya...aku lanjut besok. Yang penasaran pertemuan Siyue dan Dewa Wiqya, Insyaallah author ceritakan besok .


Jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2