
Terlihat tuan Li Pak Yu menatap putrinya dengan tatapan tajam. Namyn Dia melihat Ning Soilo dalam keadaan tenang.
"Soilo apa benar semua yang di ucapan temanmu itu...?" Kata Li Pak Yu sambil menatap pada Soilo dengan tatapan Tajam .
"Tidak Ayah...mana mungkin aku melakukan senua itu , dia ingin memfitnah diriku Ayah..." Seru Soilo dengan Wajah Tenang. .
"Lalu apakah kau akan mengatakan kalau aku juga memfitnah dirimu Soilo...?" Ucap Kakek Li dingin. Pertahanan Soilo yang tadi tenang perlahan terlihat gelisa dan takut. Melihat dia mulai terpojok, tiba-tiba dia menangis dan berkata.
"Kakek...kenapa Kau sangat membenciku apakah Karena Kau telah bertemu dengam Ning Si lalu Kau akan membuat diriku bersalah dan Menjadi hinaan orang ... apa salahku Kek..apa yang di ucapan adikku itu Padamu Kek...Hingga membuat Kakek begitu membenciku..aku juga cucu Kakek, tapi mengapa Kakek lebih menyayangi Ning Si.. ." Seru Soilo sambil menangis histeris. Dia ingin mempermalukan sang Kakek, dan ingin mengatakan Kalau Kakek Li telah bertemu dengan pe***ur ITU. Karena Ning Si sudah menjadi aib bagi Sejte Pedang Terbang, maka jika para terua tahu kalau Kakek bertemu dengan Ning Si maka Dia akan menjadi comohan di kalangam para tetua dengan Cara itu dia berhatap Kakek akan malu dan pergi meninggalkan ruangan itu. Namun perkiraan Soilo salah. Malah dia membuat jalan keruntuhannya sendiri . Dengan tenang Kakek berucap.
"Oo..jadi Kau tahu aku bertemu dengan Ning Si...kenapa Kau tidak mengatakan juga kalau Ning Si merupakan peserta yang ikut masuk kedunia kecil dan menduduki peringkat ketiga dalam Batu penguji...Dan katakan juga Kalau dia sekarang murid dari perguruan atau Sekte terbesat di seluruh Alam atas ini...kenapa...? APA Kau malu... sebab jangankan mengalah kan Ning Si. Namamu tertulus di seratus besar saja tidak ada...." Ucap Kakek Li dengan wajah terlihat sangat dingin. Semua orang menatap kearah Soilo dengan. tatapan kaget dan tak percaya.
Tuan Pak Yun bagai di sambar petir saat mendengar kalau sang Ayah bertemu dengan anak gadis nya yang dulu sangat dia sayangi. Namun dengan teganya dia telah mengusir gadis itu Karena Merasa di permalukan saat dia menemukan Putri kesayanganya itu dalam keadaan tanpa busana dengan seorang pria di gudang rumah nya.
"Ayah...Apa benar Kau bertemu dengan dia...?" Ucap Pak Yun dengan perasaan sedih.
"Benar...aku bertemu dengannya...apakah Kau juga akan mengusirku Karena aku bertemu dengan cucu terbaikku..." Ucap sang Ayah menatang.
"Ayah...dia putri tak bermoral. Kenapa Ayah menemui dia...;" ucap Pak Yu dengan nada kesal .
"Tak Ber moral...Ha ha ha.... Kau mengatakan Ning Si tak bermoral..? seharusnya Kau katakan itu pada kedua putrimu itu. Pada putri yang paling Kau sayangi . tanyakan pada.mereka , kenapa hanya Karena dia menginginkan pria yang Mencintai Ning Si dia berkomplot dengan Ning Soilo untuk menjebak Ning Si sampai sejauh itu...? Dia lupa Siapa yang selalu menyayangi Dia, Siapa yang selalu membela dia... Dengan teganya dia menjebak Ning Si hanya Karena menginginkan seorang Pria... !" Ucap Kakek yang tak sanggup lagi menahan kemarahanya .
"Apaa....!Menjebak...?" Seru mereka yang Ada di dalam aula Sekte. Mendengar ucapan Kakek Li , Ning Soilo Merasa semakin terpojok.
"Kakek...jangan berbohong lagi Kek...demi membela Ning Si , Kakek begitu tega memfitnahku...!" Seru Ning Soilo sambil menangis. Sedangkan Ning Lanyu hanya bisa menangis ketakutan.
"Memfitnahmu... Baik, kita lihat saja. Dewa Maha bijaksana , jika Kau masih memfitnah Ning Si, jangan salahkan Dewa jika Dewa menghukum kalian berdua. Sepertinya aku sudah tidak sanggup lagi tinggal di sekte ini. Kebusukan membuatku ingin mu***h..." Ucap Kakek sambil berdiri . namun melihat apa yang akan di lakukan Kakek Li, membuat para tetua bersimpuh meminta ampun.
"Guru besar...kami mohon jangan tinggal kan Sekte ini...kami akan Hancur jika guru agung pergi Dari Sekte ini. Kami mohon guru..." Seru mereka bersamaan. Melihat itu, Kakek Li terdiam.
"Baiklah aku akan tinggal. Aku tinggal Karena aku ingin melihat apa yang akan Dewa lakukan pada manusia yang tega memfitnah saudara sendiri Karena iri..." Ucap Kakek Si .
"Kakek...kenapa Kakek begitu membenciku, Kakek beberapa hari yang lalu kau begitu memyayangiku, lalu kenapa Kakek berubah setelah bertemu dengan adikku Ning Si ..." Ucap Ning Soilo dengan. Wajah sedih.
"Sudah jangan bersamdiwara. Aku menyayangimu, Karena aku fikir Kau memang gadis anggun yang baik hati, ternyata Kau gadis munafik yang kejam dan jahat. Demi memuaskan keinginanmu dan memuaskan sifat jahatmu. Kau begitu tega membuat saudaramu menderita. Dan Kau Pak Yu... Tanpa menyelidiki kebenarannya Kau tega menghukum Putrimu darah dagingmu yang cerdas dan baik, hanya karena melihat Kesalahan yang tidak dia lakukan.
Sekarang kamu fikir dengan benar. Putrimu itu gadis yang sangat sopan dan baik, dia cantik dan Anggun . Jika memang dia benar- benar ingin berbuat tak senono dengan seorang pria, kenapa harus memilih Pria pemabuk, jelek , tua dan bau . kenapa dia tidak merayu kekasihnya untuk tidur dengannya. Dan tanyakan pada Pria mudah dan bodoh itu. Apakah dia melihat tingkah Ning Si yang keterlaluan sebagai seorang gadis....? Jikapun dia takut ketahuan sifat jeleknya oleh Pria Bodoh itu, Dia masih laku kalau ingin menjual diri pada pria - pria tampan... Mengapa harus memilih Pria pemabuk, jelek Tua dan bau..." Ucap Kakek Li menirukan ucapan Ning Si "Dan kau anak jahat...untung Dewa masih melindungi Ning Si... Jika tidak...habis kau...!Aku ingin tahu apa yang akan di perbuat Dewa pada kalian berdua..." Ucap Kakek Li lalu langsung pergi dari hadapan mereka semua . Mendengar ucapan Kakek Li, semua orang terdiam . Mereka berfikir kebenaram dari ucapan Kakek Li. Dan merekapun mulai menyadari Ada yang nggak beres di dalam masalah itu. Begitu juga dengan Bingyu. Hatinya bagai di hantam palu besar yang membuatnya sesak . Dia terkejut dan tersadar dengan semua yang terjadi . Dia merasakan dadanya sesak. Dia baru sadar apa yang di ucapankan Kakek Si semuanya benar adanya. Semenjak dia mengenal Ning Si. Dia tidak pernah melihat tingkah Ning Si yang keterlaluan, gadis itu gadis yang agak tertutup. Hanya dengan dia dan sedikit teman dan kerabat , Ning Si mau berbicara babas dan Bercanda. Namun semua itu Dia lupakan , Dia mempercayai apa yang dia saksikan dengan matanya sendiri lima tahun lalu itu . Pada saat itu , Dia melihat Ning Si telanjang bulat di dalam kamar dengan. seorang pemabuk yang sudah Tua, jelek dan bau. Saat ITU dia marah dan kecewa. Dia pergi selama Beberapa hari dari sekte. dan baru kembali sebulan setelah kejadian . dan Dia mendengar kalau gadis itu telah di usir dari Sekte.
"Aah... kenapa saat itu aku tidak merasa curiga sama sekali .. bagaimana mungkin gadis secantik dan sekembut Dia mau dengan pria pemabuk , kotor , Tua dan bau..." ucap Bingyu dalam hati.
Sedangkan Ning Soilo Makin takut melihat mereka semua terpengaruh oleh ucapan Kakek Li. Begitu juga dengan Ning Lanyu. Dia kerakutan ketika dia melihat Bingyu terlihat Lemas ketika mendengar ucapan Kakek Li.
"Ayah...bukankah kita me,lihat sendiri saat itu apa yang di lakukan Adik Ning Si. Kenapa Kakek tetap membela dia... Mungkin saja saat itu dia melakukan Karena dia sudah tidak tahan lagi Ayah...jadi dia mengambil sembarang orang untuk memenuhi hasratnya...." Ucap Ning Soilo mempropokasi sang Ayah.
"DIAM ....! tega sekali Kau berkata seperti itu pada adikmu sendiri....tidak oantas ycaoan seoeryo itu keluar dari mulut seorang gadis baik- baik . melihat ucapanmu itu , Ayah semakin ragu denganmu...jangan - jangan yang di ucapkan Kakekmu Suatu kebenaran...?! " Seru sang Ayah sambil menatap.Ning Soilo dengan tatapan Tajam.
"Ayah...kenapa Ayah berkata seoerti itu..." Namun tiba - tiba Ning Soilo merasakan lehernya mulai gatal. Sedang kan Bingyu mulai hatinya tak enak . Dia segera mohon diri untuk keluar dari ruang pertemuan. Dia memang salah Satu Putra Tetua di sekte Pedang Terbang. Dia segera pulang kerumahnya dengan perasaan yang mulai merasakan penyesalan.
"Kau tahu...jika semua yang di ucapan oleh Kakekmu merupakan kebenaran, maka aku tak akan pernah bisa memafkan kalian..." Ucap Pak Yu sambil berdiri dan menutup pertemuan . Dia meminta pertemuan kembali dua hari lagi. Mendengar ucapan dari sang Ayah, Ning Lanyu bagai mendengar suara halilintar di siang hari. Para tetua satu - persatu pergi dari ruangan itu. Tuan Li Pak Yu terlihat keluar dengan. wajah terlihat sedih dan kecewa. Dia mulai menelisik semua apa yang di ucapkan sang Ayah.
"Ya Dewa Jika benar ucapan Ayah. Betapa jahatnya aku...aku begitu saja percaya pada apa yang terlihat saat itu..." Ucapnya perlahan. Tak terasa air Matanya mengalir jatuh di pipinya . Dia mulai mengingat sifat sang Putri yang tertutup. Dan kesukaan Ning Si yang selalu ingin berlatih . beda dengan kedua Putrinya yang lain, Ning Soilo yang sombong dan arogan Dan Ning Lanyu yang terlihat sangat ceriah sebenarnya menyimpan Sifat sedikit culas. Dan keduanya memiliki sifat yang Sama yaitu. Jika menginginkan sesuatu, mereka akan berbuat apapun demi mendapatkan apa yang mereka ingin kan.
Saat semua orang meninggalkan ruang Aula, Ning Soilo segera pergi kembali ke rumah nya. saat sampai di dalam rumah, Dia Menjadi histeris . semua barang yang Ada di depan kaca riasnya terlempar jatuh di lantai dengan suara keras . Begitu juga dengan guci pajangan di dalam rumahnya. Mereka Menjadi sasaran kemarahan Ning Soilo .
"Brengsek...dasar Pe****r murahan. Kenapa Kau masih hidup sich...dan lagian kenapa Kau kembali kekota ini...!" Teriaknya marah.
" Aku sudah berusaha membuat Ayah benci padamu dan mengusirmu dari keluarga ini . dan aku juga sudah berusaha membunuhmu dengan mengirimimu pembunuh bayaran, tapi kenapa Kau masih bisa kembali kemari..
__ADS_1
dan si Kakek Tua itu.... Kenapa dia bisa menfetahui semuanya dan membongkar di Depan mereka....dasar kakek- kakek tua Brengsek, brengsek....!!" Teriaknya marah. Namun gatal di tubuhnya semakin terasa.
"Aaaah.... Kenapa juga dengan tubuhku ini.. .." ucapnya sambil sesekali menggaruk tubuhnya. Namun kemarahan di dalam hatinya masih belum terpuaskan, Dia melempar Beberapa barang dari tempatnya . Keributan itu membuat sang ibu mendengar dan mendatangi kediamannya. Ketik sang ibu masuk , Dia melihat ruangan di dalam rumah tinggal sang Putri terutama ruang kamarnya bagai terkena gempa,, barang - barang di ruang tamu maupun di kamar banyak yang pecah dan berserakan di lantai. Kursi dan meja dalam keadaan terbalik .
"Ning Soilo Ada apa ini...!" seru sang ibu dengan wajah heran . Mendengar suara sang ibu. Ning Soilo segera berlari memeluk sang ibu.
"Ibuuuu.. " serunya sambil menangis .
"Ada apa...apa yang Kau lakukan dengan Rumahmu...?" Kata sang ibu. Gadis itu menangis dalam pelukannya sang ibu. Dengan lembut nyonya Pak Yu menenangkan sang Putri.
"Ada apa...?" Ucapnya lembut.
Setelah menangis dalam pelukan sang ibu. Ning Soilo Merasa agak tenang.
"IBU .. Tolong aku....Tolong beri keadilan padaku ..."ucap Ning Soilo sambil masih berurai air mata.
" Ada apa..?" Kembali pertanyaan di lontarkan oleh sang ibu .
"Tolong Bantu aku meminta keadilan pada Ayah.... Aku telah di fitnah oleh Kakek..!" ucap Ning Soilo. Mendengar ucapan Ning Soilo sang Ibu kaget.
"Di fitnah Kakek...? Kok bisa...?" Kata sang Ibu heran.
"Ibu...Kakek memfitnah diriku di depan ayah dan beberapa tetua setelah bertemu dengan Ning Si ibu , Entahbaoa yang di ucapan P****ur itu pada Kakek....." ucap Ning Soilo dengan wajah manja.
Namun reaksi sang ibu tidak seperti yang dia harap kan. Ketik sang ibu mendengar nama Ning Si di ucap kan, sang ibu kaget dan langsung melepas pelukannya .
"Apa...Kakek bertemu Ning Si...?" Tanya nyonya Pak Yu dengan wajah kaget . tapi Ning Soilo tidak menyadari itu.
" Iya ibu...Kakek bertemu dengan Ning Si di Dunia kecil . pasti dia pe****r itutelah menjelekkan Namaku di depan Kakek. Hingga Kakek terlihat sangat marah dan membenciku..." Ucap Ning Soilo dengan manja berharap sang Ibu mau membantu . mendengar itu nyonya Pak Yu segera melepas pelukannya dan berjalan keluar dari rumah Ning Soilo. Melihat sang ibu berjalan keluar dari rumahnya dengan cepat , Ning Soilo Merasa bahagia. Dia menduga , semua itu karena sang ibu marah.
" Pasti ibu akan membantuku membuat Ayah kembali percaya padaku. ..."ucap Suilo dengan gembira .
Dengan derai air mata dia berjalan cepat kearah rumah sang mertua. Ketika sampai di sana. Dengan Tergesa dia mengetuk pintu yang terlihat tertutup. Dan tak lama seorang murid laki- laki membukakan pintu .
"Nyonya..." Ucap murid itu dengan menunduk sopan.
" Apakah guru besar Ada di dalam...?" Ucapnya dengan suara parau Karena menangis .
"Beliau..." Belum selesai murid tadi berbicara, terdengar suara dari dalam rumah.
"Biarkan dia masuk Ju..." Ucap suara itu dingin.
"Silahkan Nyonya..." Ucap murid tadi.
Dengan cepat Nyonya Pak Yu masuk kedalam rumah.
"Kau datang juga.. Apakah Kau akan memaraiku Karena aku telah menuduh putri tercintamu...?" Kata sang Ayah dengan nada dingin.
"Aku tidak perduli dengan dia ayah...aku hanya ingin tahu bagaiaman keadaan Putriku...?Ayah bertemu dia kan...?" Ucap Nyonya Pak Yu dengan derai air mata. Tentu saja Kakek Li kaget melihat reaksi dari sang menantu.
"Kau menangis...?Ada apa...?" Ucap Kakek Li dengan nada heran para sang menantu .
. "Ayah...mana bisa aku tidak menangis mendengar kabar kalau Ayah bertemu dia . .. bagaiaman kabar dia Dan di mana dia sekarang Ayah.. Aku mohon Ayah...katakan pada ibuku...? apakah dia baik- baik saja..?" Ucap nyonya Pak Yu sambil menangis . melihat itu Kakek Li Menyuruh sang menantu duduk .
"Bagaimana aku menjawab semua pertanyaanmu. Duduklah dulu..." Ucap Kakek Li. Dengan tergesa nyonya Pak Yu duduk di depan sang Ayah.
"Dia baik - baik saja . Dia sehat, lebih cantik dan mandiri ...." Ucap Kakek Li.
__ADS_1
"Apa benar Ayah dia baik- baik saja..jangan ayah katakan ini untuk srkedar menghiburku. .?" Tanya Nyonya Pak Yu tak percaya.
"Kau tidak percaya...?"kata sang Kakek kesal .
"Bukan begitu Ayah...aku hanya khawatir saja..bukankah dia pergi tanpa sekeping uang di tangan nya. juga tidak membawa sepotong bajupun ..." ucap Nyonya Pak Yu. Lalu sekarang dia berada di mana...." Ucap nyonya Pak Yu penuh emosi .
"Dia sekarang Ada di kota Nandaka Dia Menjadi murid Sekte tapak Dewa. Dia bersama dengan orang - orang yang menyayangi dia..." Ucap Kakek Li lagi.
"Maksudnya Ayah.. " ucap nyonya Pak Yu tak mengerti.
Akhirnya Kakek Li bercerita pertenuannya dengan Ning Si Di dunia kecil. Dia juga menceritakan dengan siapa sekarang Ning Si hidup sekarang . Kakek Li berkata kalau Ning Si sekarang sudah hidup bersama dengan orang - orang yang begitu menyayangi Ning Si. Dan orang- orang itu dekat dengan Raja Darga .
"Apaa...dia dekat dengan Raja...?" Tanya nyonya Pak Yu kaget.
"Bukan dia yang dekat. Tapi sahabatnya yang menganggap dia lebih dari saudara. Mereka saling menyayangi. Dan aku juga melihat semua orang yang Ada di sekitar Ning Si merupakan para Pria hebat semua . Mereka termasuk dalam sepuluh besar peringkat utama di Batu peringkat . . Dan Putrimu peringkat ke tiga dalam kekuatan di batu uji saat Ada di Dunia kecil..."Kara Kakek Li menjelaskan .
"Ya Dewa...Putriku di Sektenya di hina, tapi di luar sana dia di hargai. Ayah...apakah kita boleh datang kesana..." ucap nyonya Pak Yu penuh harapan.
"Jadi Kau tidak marah padanya...?" tanya Kakek Li
"Ayah...mana mungkin aku membenci darah dagingku sendiri. Mana mungkin aku lebih Mencintai putri orang lain dari pada Putriku sendiri. .Sejelek- jeleknya dia, masih lebih baik dari pada Putri orang lain..." ucap nyonya Pak Yu dengan tetes air mata di pipinya.
"Lalu kenapa Kau biarkan dia pergi...?" Ucap Kakek Li dengan kesal.
"Saat kejadian itu aku sedang berada di Kuil untuk mengambil persembahan Ayah. Saat aku sampai di rumah, aku sudah tidak menemukan Ning Si lagi. Dia sudah pergi..." Ucap Nyonya Pak Yu dengan Wajah kecewa.
"Aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi . aku hanya mendengar kalau dia kedapatan tidur dengan. Pria pemabuk." lanjut nya .
Akhirnya Kakek Si menceritakan masalah yang sebenarnya terjadi. , Dia dengar semua itu dari Ning Si sendiri . . Saat mendengar kebenarannya nyonya Pak Yu sangat marah.
Terlihat wajah nya yang memerah Karena marah.
"Dasar...anak tak tahu diri...sudah dirawat dejak kecil , masih berani dia ingin memiliki kasih sayang kami sendiri...Dia fikir Siapa dia..!" Ucapnya dengan marah. Dia berdiri dan ingin melangkah keluar. Namun untunglah sang Ayah cepat menghalangi.
"Jangan pergi nak..." Ucap Kakek Li.
"Kenapa Ayah...dia telah membuat Putriku di jaukan dariku. Dia yang membuat Ning Si keluar dari sini..Dia yang membuat Putriku menderita. ." Seru nya dengan marah .
"Tenanglah nak...saat Ayah mendengar cerita dari Ning Si, Ayah juga sangat marah. Tapi Ning Si berkata. Jika Ning Soilo dan Ning Lanyu tidak mau mengakui kesalahannya Dia akan mendaoat balasannya. Ayah tak tahu apa Maksudnya, tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi pada mereka berdua. ..." Ucap Kakek Li mencoba membuat sang Menantu mengerti. Terlihat wanita paruh baya itu Kembali meneteskan air mata.
"Ayah...apakah dia sekuat yang Ayah katakan...?" Ucap nyonya Pak Yu dengan wajah terlihat bangga.
"Kau akan tau jika dia datang kemari lagi , walaupun aku tidak yakin, dia mau tinggal lagi di sini..." Ucap Kakek Li.
"Aku bahagia mendengar dia baik-baik saja Ayah..." Ucap ibu Ning Si.
"Ayah juga seoerti itu..." Ucap Kakek Li.
"Kalau begitu aku pergi dulu Ayah..." Ucap nyonya Pak Yu .
" Pergilah ...Ayah juga mau istirahat..." Ucap Kakek Li. Terlihat nyonya Pak Yu keluar dari rumah Kakek Li.
Sedangkan di tempat Ning Lanyu , Terlihat gadis itu bingung dan takut. Dia mulai Merasa menyesali perbuatannya yang telah ikut menjebak Ning Si. Semua itu Karena dia sangat cemburu dan iri para Ning Si. Ningsi yang pendiam dan cuek itu sebenarnya seorang gadis yang sangat baik dan ramah. Walaupun dia pendiam dan cuek, itu dia lakukan pada orang yang asing atau tidak terlalu dekat apalagi seorang laki- laki.. Tapi Jika itu teman atau kerabat. Dia ramah dan sangat baik. Karena itu banyak anak Sekte yang hornat dan menyayangi dia . dan parahnya lagi, Pria yang dia sayangi Mencintai Ning Si. Karena itulah saat Ning Soilo mengajak dia untuk menjebak sang Kakak, Dia setuju. Dan kini semua akan terbongkar. Dia tidak tahu. Apa yang akan terjadi padanya.
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung .