
"Sinyu tersenyum dan membuka pintu lebar- lebar Hingga terlihat dua orang yang di bawa Siyue oleh sang Ayah. Begitu juga dengan orang yang Ada di depan pintu. Mereka bisa melihat dua Pria tampan yang sangat mereka kenal itu. ke empatnya tertegun saling berpandangan .dan.. ..
"Si..Sima Yuan... Yun Jin...!" Seru tuan Sang Baiki dan nyonya Yulia bersamaan.
"Ayah...Ibu...!" Seru Sima Yuan .
"Paman, Bibi....!" Seru Paman Yun Jin.
Nyonya Yulia langsung berlari dan memeluk sang Putra dengan derai air mata. Begitu juga dengan tuan Sang Baiki. Mereka bertiga berpelukan bersama. Sedangkan Yun Jin , Siyue dan Raja menatap mereka haru. Tak terasa air mata ikut juga menetes. Raja yang melihat sang kekasih menangis lalu memeluk nya. Dengan lembut dia mengusap punggung Siyue. Gadis itu hanya bisa menangis dalam pelukan sang kekasih.
Bagaimapun juga mereka Adalah kerabatnya, Ayah dan Kakek Neneknya. Walaupun dia terpisah dengan masak waktu yang berbeda. Ini Dunia Kuno dan dia di besarkan pada abad modern yang kecanggihan tehnologinya telah tinggi.
Setelah lama berpelukan, mungkin Sima Yuan baru sadar kalau sang Putri berada di sana juga. Dia mengurai pelukannya pada kedua Orang tuanya. Merasakan pelukan Sima Yuan terlepas. Ayah dan sang Ibu melepas pelukannya juga. Sima Yuan melihat sang Putri menangis dalam pelukan Raja. Perlahan dia mendekati Siyue .
"Sayang...maaf Ayah melupakanmu..." Ucap Sima Yuan sambil memegang pundak Siyue. Siyue menoleh pada sang Ayah dan tersenyum lembut walau air mata masih mengalir di pipinya. Raja melepas pelukannya.
"Tidak masalah Ayah...Siyue tahu, Ayah dan Kakek serta Nenek masih saling merindukan..." Ucap Siyue lembut .
"Yuan...Kau memanggil Siyue apa...?" Tanya tuan Sang Baiki.
"Maaf Ayah...Siyue Adalah putri kandung Yuan..." Ucap Sima Yuan sambil memeluk sang Putri.
"A..apaa....!." Seru sang Ibu dengan wajah kaget . Tapi tuan sang Baiki tertawa Senang .
"Aku dan Kakakmu Long Bay sudah menduga itu. Ternyata benar, Siyue Adalah Cucuku . Nak.. kemarilah maukah Kau memeluk Kakekmu ini...?" Ucap Tuan Sang Baiki dengan wajah gembira.
"Tentu saja Kek...." Jawab Siyue.
Dia segera memeluk tuan Sang Baiki .
"Sayang...jangan lupakan aku...aku juga Nenekmu..." Ucap Nyonya Yulia sambil merentangkan tangannya dengan gembira .
"Siyue tahu Nek..." ucap Siyue sambil memeluk nyonya Yulia.
"Kau mempunyai dua Putri Yuan...?" tanya Sang Ibu yang telah melepas pelukannya dari Siyue. dan dengan posesif nya Raja menarik pelan tubuh Siyue agar berada di dekat nya .
"Tidak ibu...Putrimu Cuma Satu . yaitu Siyue.." jawab Sima Yuan .
"Lalu Lin Yun itu....?" tanya sang Ibu tak mengerti .
"Dia Bukan Putriku...dia Putri Lodya keponakan Ibu...." ucap Sima Yuan tenang .
"Apaa...Kok bisa...?" tanya sang Ibu. tapi tuan Sima Sang Baiki hanya geleng kepala.
"Aku dan Kakakmu Ling Bay sudah curiga itu...Sebenarnya apa yang terjadi . Kau pergi kemana, Kenapa tidak Ada kabar Berita sama - sekali..?" Ucap Tuan Sang Baiki.
"Ceritanya panjang Yah..." Akhirnya Sima Yuan Menceritakan semuanya. Tentang Dia, istri serta anak perempuannya yang masih dalam kandungan terkena racun dari Lodya . Serta semua yang terjadi setelah sang Istri melahirkan . Saat mendengar cerita Sima Yuan, tuan Sang Baiki dan Nyonya Yulia sangat marah. Mereka tak pernah menyangka kalau perbuatan adik tirinya sampai sejauh itu pada Putra bungsunya itu .
"Untunglah pada saat kritis itu, Yun Jin datang dan menolongku. Karena tidak Ada Dokter ataupun tabib yang bisa menyembuhkan racun yang Ada dalam tubuhku. Akhirnya Yun Jin membawaku ke Gunung Naga Salju. di sanalah tempat tidur panjangku Ibu.. Dan dengan begitu tulus adik kecilku Un Jin merawat tubuhku yang mengandung Racun hitam . Dan pada saat-saat terakhirku , Putri Kandungku datang menolongku . Dan ternyata aku bisa sembuh Karena putri jeniusku ini Ayah...dia yang merawarku sampai sembuh dan kuat kembali seperti ini.." Ucap Sima Yuan menceritakan kisahnya.
Mendengar semua itu terlihat kemarahan di wajah tuan Sang Baiki dan Nyonya Yulia .
"Dasar manusia serakah. Aawas saja kalian.." Ucap Nyonya Yulia .
"Nenek...nenek harus sabar ya...sebab kalau kita terburu- buru nanti tidak seru...biarkan saja mereka menikmati kemenangan mereka . kalau Perlu Nenek jangan memperlihatkan kemarahan Nenek Pada mereka. Biar mereka menyangka kalau Kakek dan Nenek belum tahu kepalsuan mereka , kita akan memberi oelajaram pada mereka pada satunya nanti..." Ucap Siyue sambil tersenyum lembut pada Sang Nenek.
"Begitu ya...jadi Nenek harus berpura - pura tetap menyayangi gadis itu...?" Ucap Nyonya Yulia dengan wajah enggan .
"Benar Ibu...bukankah sebentar lagi pelantikan gadis Phoenix akan segera di laksanakan, hanya kurang Beberapa hari saja. Di sanalah kita akan membongkar keburukan mereka...." Ucap Sima Yuan.
"Bagaiaman kalau aku tidak tahan mrlihat wajah gadis palsu itu...?" ucap Nyonya Yulia .
"Nenek menghindar saja dari dia..." ucap Siyue .
"Benar juga Katamu nak...aku akan menghindar bertemu dengan dia... sebenarnya aku sangat kesal dan marah padanya. saat kami pertama Kali bertemu denganmu , Dia sudah membuat masalah denganmu..." ucap sang Nenek .
"Semua itu Karena Yang Mulia Raja nek..." jawab Siyue membuat Raja yang Ada di dekat nya kaget.
."Aku Yang...?" ucapnya sambil menunjuk Dirinya sendiri .
"Iya...anda Yang Mulia.....dia cemburu pada Siyur , karena Siyue dekat dengan Yang Mulia . Bukan saat itu saja dia berbuat jahat pada Siyue Nek.. sudah beberapa Kali Dia mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Siyue. Dan terakhir Kali saat kami Ada di Dunua Kecil...." kata Siyue menjelaskan .
"Apaa...Di dunia kecil...?" ucap mereka bersamaan .
"Benar .. . Dia mungkin sudah tahu kalau Siyue ikut masuk kedunia kecil . seoeryinya dia sudah memoersiaokan jebakan untuk membunuhku. Dia membawa Delapan Oria kamar dan kuat . serta tiga wanita yang sudah berada di level Akhir Alam inti .
untungkah Siyue bisa membuat mereka jeran dan sedikit memberi pelajaran para Dia..." ucap Siyue . Mendengar cerita Siyue terlihat wajah kemarahn di setiap orang yang Ada di sana .
"Yue'er...kenapa Kau tidak mengatakan padaku...?" tanya Raja sambil menatap sang Kekasih.
"Karena aku tahu reaksimu akan semarah ini...aku tidak ingin Kau semakin cemas..." jawab Siyue . Tiba-tiba Raja memeluk Siyue tanpa menghiraukan orang yang Ada di sekitarnya .
"Maafkan aku sayang....aku tidak tahu wanita gila itu akan berbuat sampai sejauh ini..." ucapnya pelan.
__ADS_1
"Tidak masalah Tian'ge...aku masih bisa membuat dia tak berkutik Kok...dan sekarang leoaskan dulu pelukan yang Mulia...Ada Ayah , Paman dan Kakek Nenek...." bisik Siyue lembut. Akhirnya dengan enggan Rajaelepas pelukannya . Mrlihat tinfkah Raja, keemoat orang di sekitar Siyue melongo tak percaya .
"Oh ya Yuan...apa benar Lin Yun itu gadis darah Phoenix..." tanya Sang ibu yang masih belum mengerti.
"Bukan ibu...gadis Phoenix yang asli Adalah Cucu ibu ...Siyue Adalah gadis darah Phoenix yang Asli ibu..." Ucap Sima Yuan menjelaskan
"Tapi Dia juga memiliki darah Phoenix...Karena utulah Dia di debut gadis Phoenix...?" Ucap Nyonya Yulia.
"Itu hanya setitik darah Phoenix milik Siyue untuk mengelabui keberadaan Siyue ibu .." Ucap Sima Yuan Lagi.
"IBU...apakah Kau tidak menyimak cerita Sima Yuan tadi...? Darah Phoenix yang Ada di tubuh Lin Yun Adalah setitik darah Phoenix yang Di masuk kan ke dalam tubuh bayi yang di pakai untuk memalsukan keberadaan Siyue. Kau ingatkan kalau saat itu keadaan Yuan sangat lemah...Dia tidak mamouh melindungi Siyur...Dengan Cara itu, mereka mengira bayi yang mereka bunuh dulu Adalah Siyue si gadis darah Phoenix , dan mereka dengan paksa memasukkan setitik darah di bayi itu ke dalam tubuh Lin Yun..." Ucap tuan Sang Baiki menjekaskan .
"Oo begitu...jadi dia itu gadis darah phoenix Palsu...?" Ucap sang Nenek yang baru mengerti . .
"Yun Jin...aku ucapan banyak- banyak trimakasih Padamu, kalau tidak Ada kamu...bagaimana nasib Sima Yuan Saat itu...untung Ada Kau nak..." Ucap tuan Sima Sang Baiki .
"Itu sudah Menjadi kewajibanku Paman...kak Sima Yuan sudah kuanggap bagai kakak kandungku sendiri. Paman sendiri tahu kan .kalau aku tidak bisa hidup tanpa Kakak..." Ucap Yun Jin .
"Benar sekali, Dia dulu bagai ekornya Yuan. Di manapun Yuan berada. Pasti ekornya Ada di sana.." Olok nyonya Yulia.
"Bibi..." Ucap Yun Jin malu. Merekapun tertawa bersama. Raja yang biasanya sulit Tertawa Ternyata bisa tersenyum juga saat berada di dekat Siyue. Terlihat tersenyum lembut di wajah tampannya.
"Oh Ya Ayah...Di dunia Kecil aku bertemu dengan guru Saujin..." Ucap Siyue .
" guru Saujin Siapa Nak...?" Tanya Sima Yuan.
"Saujin peramal masa depan..." Jawab Siyue enteng.
"Apaa... Saujin peramal masa depan...!" Seru keempar orang yang Ada di depan Siyue dengan wajah kaget .
"Benar...dan Dia juga Guru Siyue..." Ucap Siyue membuat keempat orang di depan Siyue kembali terkejut.
"Bagai Mana bisa Kau Menjadi mutid Dia nak.... Kau tahu, tidak Ada seorangpun yang bisa menaklukkan hatinya. Sejak dulu sampai sekarang baru Kau saja yang bisa Menjadi murid nya. Bagaimana bisa kau sampai bisa menjadi muridnya Yue'er..." Tanya Yun Jin keheranan .
"Guru Saujin yang menguasai prasasti di Alam Dunia kecil..." dan akhirnya Siyue menceritakan semua kejadian yang dia Alaminya . dan di mana dia hampir tidak kuat dan hampir tiada Karena kekuatan Manik- manik Jiwa. Mendengar cerita Siyue , mereka semua terlihat Syok berat.
"Mungkinkah Saat cahaya di dalam Dunia Teratai ini meredup dalam Beberapa hari itu..." Ucap Sima Yuan.
"Selama enam hari Siyue tak sadarkan diri atau koma Ayah..dan pada hari ke enam Siyue baru siuman dan langsung berlatih menyempurnakan kekuatan manik- manik jiwa yang Ada di tubuh Siyue. Setelah itu kami harus mengejar waktu ke perbatasan. Karena Kami telah ketinggalan waktu. Kami harus sampai di sana dalam enam hari lagi. Sedangkan jarak dari tempat Prasasti dan perbatasan masih jauh..." Ucap Siyue.
"Lalu apa yang kalian lakukan...?" Tanya Sima Yuan antusias .
"Berlari...kami berlari mengejar waktu..." Ucap Siyue sambil tertawa. Raja yang Ada di sebelah Siyue terlihat menggemggam tangan Siyue dengan erat. Terlihat sekali kesedihan di wajah nya.
"Tian'ge...bukankah itu sudah berlalu..." Jawab Siyue.
"Yue'er...Kau ini...Kau tidak menyadari, betapa takut nya kekasihmu kehilangan dirimu, mulai sekarang berhati-hatilah dalam serial langkahmu, Kau bukan hidup sendiri lagi, banyak yang akan takut kehilangan dirimu, Ayah, Paman, Kakek dan Nenekmu, terutama kekasihmu itu.." Ucap Sima Yuan menasehati sang Putri .
"Baik Ayah...maaf kan Siyue , Tian'ge... bukankah Siyue sudah berjanji akan lebih hati- hati...." Ucap Siyue sambil mengusap lembut tangan yang menggenggam jenarinya.
"'Iya aku tahu...tapi aku akan selalu ketakutan jika teringat dengan ceritamu. Aku rakut kehilangan dirimu...Pikoknya mulai sekarang Aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu lagi..." Ucap Raja dengan tegas.
"Iya..." Ucap Siyue mengalah .
Melihat tingkah Raja yang sangat bucin pada Siyue , membuat Ayah, Kakek, Nenek dan sang Paman hanya bisa tersenyum bahagia.
"Yang Mulia...Apakah penolakan anda saat kami dan guru Lin Yun mengajukan perjodohan anda dengan Lin Yun itu Karena anda sudah tahu kalau Dia bukan gadis Phoenix yang Asli...?" Tanya Nyonya Yulia pada Raja.
" Tidak Nek...aku tidak tahu itu...aku juga baru- baru ini tahu kalau dia gadis darah Phoenix jodohku . Aku menolak Lin Yin Karena satu , memang aku tidak Mencintai dia . dan Yang kedua , hatiku telah di ambil gadis kecilku di Dunia bawah...dia yang menolongku saat aku terbelenggu di dasar jurang hutan Roh dan tidak Ada seorangpun yang bisa membebaskan aku. Tapi gadisku ini dengan mudah nya membebaskan aku dan menyembuhkan aku . Mulai saat itulah aku hanya ingin menikah dengan gadis kecilku ini . tidak dengan gadis manapun.." Ucap Raja sambil menatap Siyue dengan penuh Cinta.
"Tunggu...jadi Cucuku ini selama beberapa tahun itu hidup di dunua bawah...?" Tanya Nyonya Yulia dengan wajah kaget . .
"Benar ibu...aku menitipkan dia pada sebuah keluarga yang sangat baik, ..." Ucap Sima Yuan .
"Benar Nenek..keluarga Kakek Si sangat menyayangiku, mereka melindungi diriku seperti saudara , Putri atau Cucu kandung sendiri...Mereka melindungi dan Menyayangi Siyue yang saat itu di katakan Sampah oleh masyarakat banyak . Karena Siyur tidak bisa berkultivasi Karena di sebabkan racun yang masih mengendap di tubuh Siyue. Mungkin Paman Yun Jin tahu itu..." Ucap Siyue sambil menatap sang Paman .
"Benar kata Dia Kak Yuan , Bibi , Paman...saat aku baru datang di dunia bawa setelah tahu di Mana putri Kak Yuan Berada. Aku mendengar kalau Siyue tidak bisa apapun. Dan aku juga melihatnya. Dia hanya gadis cantik yang mendapat hinaan dari orang - orang di sekitarnya. Namun Keluarga Si dengan gigih dan penuh kasih sayang membela dan merawat Dia. Hingga akhirnya aku mendengar Dia dalam keadaan Koma selama Beberapa minggu. Semua itu Karena Dia mendapat Siksaan dari Beberapa orang sahabat dari tunangannya.
"Tunangannya..?" Ucap mereka bersamaan. Mendengar kata Itu terlihat wajah Raja cemberut.
"Jangan marah dulu...Akan kuceritakan kenapa aku bertunangan dengan Dia..." Ucap Siyue sambil menggenggam tangan Raja yang terlihat kesal. Melihat itu. Ke empat orang yang berada di depan Siyue dan Raja ingin Tertawa. Dasar bucin...." Batin mereka. Namun mereka juga bahagia melihat kasih sayang Raja pada Siyue. Akhirnya Siyue menceritakan Kisah kehidupannya di dunia bawah .
"Nach begitu ceritanya. Jadi Kakek langsung meminta pembatalan perjodohan pada Raja . Karena Siyue sudah dalam keadaan koma, akhirnya Raja menyetujui pembatalan itu. Sedangkan Putra mahkota bahagia Karena dia bisa menikahi kekasihnya.
Namun setelah Siyue sadar , Siyue busa melakukan Kultivasi. dan membuang racun di dalam tubuhnya . Dan setelah Siyue bisa berkultivasi. Putra Mahkota menginginkan Siyue kembali . tapi Siyue sudah tidak menginginkan hubungan apapun, Siyue hanya ingin berbakti pada Kakek Si dan Belajar dengan Tekun...ucap Siyue mengakhiri ceritanya.
"Jadi Yang Mulia...sekarang yang Mulia sudah tidak marah lagi kan..? Ucap Siyue lembut. Terlihat Senyuman di wajah sang Raja. "Ayah..kakek...sekarang kalian berempat bisa berbicang sebentar, aku akan membuatkan makanan untuk kalian semua . setelah itu kita harus kembali kealam Nyata lagi Kakek, Nenek..." ucap Siyue.
"Memang Kau bisa memasak....?" tanya sang Nenek.
"Nasakannya enak ibu...." ucap Sima Yuan bangga .
Baik sayang Nenek ingin merasakan masakanmu ..." ucap sang Nenek. Siyue pun segera pergi ke dapur kerajaannya. Dia mulai memasak di Bantu oleh para kawan hewan kontraknya. Juga tidak ketinggalan Si Raja bucin.
__ADS_1
***###****
Sedangkan Di lain tempat , tepatnya di Sekte pedang Terbang . Di mana terlihat dua wanita putri dari ketua Sekte yang sedang menderita sakit . Terlihat tubuh mereka semakin banyak luka berdarah dan bernana . Dan pada saat itu, Kakek Li datang bersama seorang Murid. Kebetulan sekali tuan Li Pak Yu berada di Sana bersama sang Istri .
"Waah ...ternyata Kau di sini Pak Yu... Saat putri kandungmu Menderita Fitnaan dari putri angkatmu ini...kalian membiarkan dia menderita sendiri. Apakah Kau masih ingat, saat Putrimu pergi, bukankah Kau menyuruh dia pergi dengan Kain pembalut tubuh yang tak layak...apakah Kau juga tahu atau sadar kalau Putrimu pergi tanpa uang sepeserpun yang dia miliki...Kau begitu tega pada Putrimu sendiri. Aku tak habis fikir kenapa Kau tega membuang Putri kandungmu demi Fitnah dari putri angkat yang tak tahu diri seperti mereka..." Ucap Kakek Di dingin.
"Cukup Ayah...semua Yang ayah ucapan belum terbukti .." Ucap tuan Pak Yu dengan Wajah datar.
"Bagus nak...kau begitu kukuh mempertahankan kalau putri kandungmu yang salah dan dia yang benar, jadi dengarkan dan ingat perkataanku ini. Jika kebenaran telah terbukti dan Ning Si terbukti tidak bersalah maka ,Jangan harap dia akan memaafkan dirimu. Hiduplah bersama putri kesayanganmu ini Hingga akhir. Dan jangan pernah menyesali keputusan yang telah Kau buat, dan jangan pernah merubah keyakinan yang telah Kau miliki . INGAT ITU. !!" ucap Kakek Li.
"Dan Kau ...rasakan siksaan dari Dewa, itu pilihan dari keserakaan yang Kau dapatkan .." Ucap Kakek Li pada Ning Soilo .
. "Cukup Ayah...jangan lagi Ayah ucapan kata - kata seperti Itu lagi.."ucap tuan Li Pak Yu dengan Marah . "Bagus...kini kau berani berkata keras hanya karena anak itu . aku juga tidak ingin melihat wajah wanita jahat dan munafik ini lagi..." Ucap Kakek Li sambil beranjak dari tempat duduknya. Beliau segera keluar dari tempat itu. Setelah kepergian Kakek Li , Nyonya Pak Yu menatap sang Suami.
"Suamiku..apa benar ucapan Ayah....?. Apa benar Ning Si pergi tanpa membawa apapun ...?" Tanya sang istri dengan wajah tanya. Sang suami hanya diam saja. Tak lama dia berdiri dan melangkah pergi.
"Ayah...mau Kemana...? Jangan pergi, jangan tinggal kan soilo Ayah..." Ucap gadis itu dengan sedih. Tuan Pak Yu diam mendengar suara Ning Soilo. Melihat sang Ayah berhenti, Soilo bahagia. Dia tahu Ayahnya lebih sayang padanya dari pada Ning Si . Namun tak lama tuan pak Yu berkata .
"Jangan salah sangaka...aku belum tahu kebenarannya...." Ucapnya dingin lalu pergi meninggalkan rumah tinggal Ning Soilo. Begitu juga nyonya Pak Yuan. Soilo tertegun tak kama dia meraung marah dan kesakitan .
Haripun berlalu dengan cepat. Tiga hari sudah Ning Soilo dan Ning Lanyu mengalami sakit . dan sudah berpuluh tabib mereka Panggil namun tidak Ada satupun tabib yang mampu menyembuhkannya. Dan hari ini tiba - tiba Ada Beberapa tamu yang datang ke Sekte pedang Terbang. Dan tak tanggung- tanggung. Yang datang Adalah Raja Kerajaan Mereka Yaitu Raja Chu Tian Ji. Pria itu datang bersama pengawalnya. Namun mereka kaget , sebab Raja datang kesana hanya khusus mengantarkan Ning Si untuk bertemu dengan Kakek Li. Melihat itu tuan Pak Yu Merasa terpukul . Sedangkan Nyonya Pak Yu sampai menangis sambil memeluk sang Putri. Setelah puas memeluk Ning Si, sang Ibu bertanya . kebetukan mereka datang hanya berenam saja. Para sahabat tidak bisa ikut Karena perguruan sudah mulai aktif kembali. Para murid yang di liburkan sudah mulai masuk kembali .
"Nak...Kau dekat dengan sang Raja...?" Tanya nyonya Pak Yu pada Ning Si.
"Tidak ibu...tapi karena Kekasih Raja Adalah sahabatku jadi aku dekat demgan beliau.." Ucap Ning Di dengan tenang ..
"Ya Dewa...Kau sangat beruntung Sekali nak..." Ucap sang Ibu.
"Dia dahabatku ..tapi kasih sayangnya padaku melebihi seorang saudara bu...dia sangat meyayangiku. Dia menganggap duriku seperti kakaknya sendiri. Sebenatnya masih Ada tuju sahabatku lagi yang tidak ikut, mereka ramah dan baik hati. kami saling menyayangi...." Ucap Ning Si.
"Apakah Kau tidak ingin kembali kerumahmu ini nak...?" Tanya sang Ibu dengan wajah sedih .
"Ini bukan rumahku lagi bu...semenjak aku di usir dari rumah ini. Tidak Ada lagi ikatan diantara aku dan rumah ini . jadi tidak Ada kewajibanku untuk kembali ..." Ucap Ning Si .
Setelah beramah tama sejenak,mereka segera berpamitan. Namun sebelum pergi, Siyue memberikan dua batu dewa pada tuan Pak Yu. Dan raja meminta mereka berkumpul di rung kamar Ning Soilo. Saat mendengar kalau raja ingin menjenguk dirinya, Ning Soilo sangat bangga. Dia fikir dia terlalu berharga Hingga di jenguk raja. Dan saat semua berkumpul Raja menyuruh tuan Pak Yu untuk mengalirkan tenaga dalamnya pada Batu Dewa. Segera terdengarlah suara Ning Suilo saat Dia sedang berbicara dengan Ning Lanyu soal ketakutan Ning Lanyu kalau- kalau Kakek akan tahu perbuatan mereka yang menjebak Siyue. Lalu suara Ning Soilo yang mengumpat dan mengatakan semua usahanya untuk menyingkirkan Ning Si ddati rumah itu. juga usahanya membunuh Ning Si dengan Mengirimkan pembunuh bayaran. Mendengar semua itu para tetua dan tuan Pak Yu sendiri terlihat kaget dan Syok. Ternyata kebenaran sekarang berada di depan mereka.
"Tidak , tidak Ayah...itu bukan aku, mana mungkin aku melakukan itu. Pasti semua ini akal - akalan mereka saja untuk menjebakku Ayah...." Ucap Ning Soilo ketakutan.
"Apakah Kau akan mengatakan juga kalau raja ini berusaha menjebakmu..laku bagaimana aku bisa membuat suara yang pets is dengan suaramu. . ...?" Ucap Raja dengan dingin.
"Bukan, bukan begitu maksud hamba Yang Mulia..." Ucap Ning Si ketakutan .
"Yang Mulia, Yue'er... lebih baik kita pergi. Untuk Apa kita lama-.lama di sini...." Ucap Ning Si.
"Benar Katamu saudaraku. Yang Mulia Ayo kota pergi... Kita Hanya ingin membuktikan kalau Ning Si bukan wanita murahan seperti yang di tuduhkan padanya . Kita sudah membuktikan kalau dia Adalah wanita terbaik bukan seperti orang yang telah memfitnah Dia. wanita ular yang sudah di Tolong tapi mengigit sang penolong... Kakek...Kami pamit pergi..." ucap Siyue. Siyue dan Ning Si sudah tahu Siapa Ning Soilo dan Ning Lanyu sebenarnya .
"Ning Si pergi dulu Kek..hati- hati jaga diri baik - baik..." Ucap Ning Si.
"Ning Si...Kakek juga akan pergi bersamamu Kakek tidak mau hidup dalam satu tempat dengan wanita munafik dan jahat serta tidak tahu diri itu ., bukankah gadis kesayangan kepala sekte ini membenciku, Mereka akan bahagia tanpa kehadiranku di sini . Si'er... boleh Kakek ikut denganmu...?."ucap Kakek Li sambil berdiri . Ning Si yang mendengar ucapan Kakek Li tertegun sejenak . tak lama dia menatap Siyue. Siyue yang memgerti tatapan Ning Si tersenyum dan berkata .
"Boleh Kek...Kakek boleh ikut kami..." Ucap Siyue. . Mendengar ucapan dari Kakek Li dan juga Siyue , semua orang yang Ada di ruangan itu kaget. Dengan cepat mereka meminta Kakek Li tidak pergi . Namun Kakek Li hanya menatap mereka dingin.
Begitu juga fengan Nyonya Pak Yu. Dia lalu berlari kearah Putrinya .
"Ning Si jangan pergi nak...ini rumahmu .. Ibu mohon jangan pergi nak.." Ucap sang Ibu.
"Maaf Ibu... Aku tidak bisa lagi tinggal di sini aku bukan lagi anggota keluarga ini. Sejak aku di usir dari rumah ini. Aku bukan lagi anggota nya. Hiduplah bahagia dengan Putri dari sahabat pria itu. Di hati pria itu Dia lebih segalanya dariku. Dia tega membuangku demi anak orang Lain. Aah...hampir lupa aku ibu...akan ku beritahu pada Ibu . anak yang kalian anggap anak yatim piatu tanpa orang Tua itu. Dia sebenarnya masih Punya Ayah dan Ibu, juga seorang adik.. Mereka tinggal di perbatasan kota. Kalau ibu bertanya kenapan Dia mengaku Anak Yatim , itu Karena Dia ingin Menjadi Putri kalian dan ingin hidup Menjadi orang kaya...ya sudah ibu. Hanya itu yang ingin aku katakan Padamu. Selamat tinggal ibu , bahagialah ibu dengan Putra putri ibu..." Ucap Ning Si lalu berbalik dan pergi bersama Raja dan Siyue.
"Kak...apakah Kau melupakanku....aku ingin ikut Kakak..." Sebuah suara menghentikan langkah Ning Si. Ning Si menatap Asal suara. Seorang pria tampan yang memiliki wajah hampir sama dengan Ning Si berdiri di pintu ruangan dengan wajah sedih. Ning Di tertegun menatap pria itu.
"Kun Kai...Kau Kau itu.... " ucap Ning Si tak percaya.
"Iya ini aku Kun Kai...Kau melupakannku...?" Ucap Pria tanggung itu sambil berhati memeluk Ning Si .
"Aku ikut Kakak...." Ucapnya lagi.
"Kanga. sekarang sayang....belajarlah dengan rajim, Beberapa tahun lagi Cari Kakak di Sekte tapak Dewa...kita akan bersama lagi ...." Ucap Ning Si lembut.
"Kau Belajar di Sekte tapak Dewa...?" tanya sang Adik . Ning Si mengangguk .
"Baik aku akan Belajar giat, aku akan menyusulmu.." Ucap Kun Kai .
"Ya sudah Kakak Pergi Selamat tinggal..." Ucap Siyue. Dia segera melangkah keluar ruangan. Namun lagi- lagi sebuah suara menghentikan langkah Ning Si.
"Apakah Kau begitu benci pada Ayah...?" Ucap Suara itu. Yang ternyata tuan pak Yu . Ning Si terdiam sebentar , tak lama terlihat dia berjalan kembali dengan wajah tegarnya. Sedanhkan sang Ibu semakin menangis. Tak lama Kakek Li juga menyusul Ning Si.
Udahan dulu ya...author nggak suka Menjadi kan dua episode. Jadi aku panjangin aja.
Jangan protes lagi. 😣😣..Tapi.....
Jangan lupa like Vote dan Komennya aku tunggu...
Bersambung .
__ADS_1